Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM. ROI DAN EPS SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT Putri Dewi Utami Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Putridewiutami20@gmail. Sri Hermuningsih Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Putridewiutami20@gmail. Agus Dwi Cahya Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa agusdc@ustjogja. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada perhitungan penyusutan aktiva tetap terhadap laba dengan menggunakan tiga metode, yaitu metode garis lurus, metode jumlah tahun, dan metode saldo menurun ganda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode penyusutan yang paling berpengaruh terhadap laba perusahaan dan untuk mengetahui efektivitas pilihan Objek penelitian ini adalah PT Budi Starch & Sweetener Tbk. pada periode 20162020 menggunakan analisis deskriptif yang bersumber dari data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan penelitian ini, kami menemukan bahwa metode garis lurus adalah cara yang paling efektif untuk menghitung beban penyusutan karena dapat memberikan beban yang stabil dan tidak akan mempengaruhi laba bersih setiap tahun secara agresif. Kata Kunci: Stock Split. Stock Liquidity. Return On Investment. Earning Per Share PENDAHULUAN Pasar modal merupakan salah satu sarana investasi yang banyak diminati para investor dan dapat digunakan untuk ikut serta dalam kepemilikan saham suatu perusahaan. Menurut (Nasution 2. Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal . Pembiayaan kegiatan operasional setiap perusahaan dalam membutuhkan dana atau sumber modal baik itu dari modal sendiri maupun dari modal asing (Hanafi and Handayani 2. Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lainlain. Perusahaan yang memiliki kemampuan menghasilkan laba yang baik cenderung memiliki harga saham yang tinggi. Investor akan memilih perusahaan dengan rasio profitabilitas yang baik, hal ini dikarenakan investor juga ingin menghasilkan laba dari Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split investasi yang telah dilakukannya. Dalam upaya untuk mendapat tambahan investasi, manajemen perusahaan perlu melakukan berbagai usaha agar investor bersedia menambahkan dananya ke dalam perusahaan. Menjual saham di pasar modal merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk mengelola perusahaan dengan baik dan Stock split telah menjadi salah satu alat yang digunakan oleh manajemen untuk membentuk harga pasar perusahaan. Menurut (Indarti and Purba 2. Pemecahan saham . tock spli. adalah memecah selembar (AgusSetiyanto 2. membuktikan bahwa dalam informasi stock split, investor dan calon investor harus memilih saham yang Dengan meningkatnya kegiatan perdagangan berarti jumah saham yang diperdagangkan semakin banyak, begitu juga dengan jumlah pemegang Sehingga dapat mempengaruhi likuiditas saham setelah stock split yakni semakin meningkat. Mengingat tujuan investor berinvestasi di pasar modal bukan hanya sekedar untuk perusahaan, namun untuk memperoleh keuntungan maka investor lebih fokus pada pergerakan harga saham karena harga saham merupakan dasar bagi perhitungan return Sebelum menanamkan dananya, investor memerlukan informasi yang relevan perusahaan yang terdaftar di pasar modal seperti pengumuman pemecahan saham . tock spli. , laporan pembagian dividen, merger dan akuisisi, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan Hal mendapatkan return yang diharapkan (Labibah and Dwimulyani 2. Salah satu faktor pertimbngan dalam melakukan investasi adalah prospek keuntungan sektor atau indeks yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia menjadi prtimbangan investor untuk memilih saham, namun demikian yang lebih menarik bagi investor adalah memilih saham yang likuid. Saham yang likuid maksudnya adalah saham yang mampu dan lebih mudah diubah menjadi kas atau setara kas dengan risiko kerugian yang lebih minimum. Pada saat ini banyak dari masyarakat yang tertarik untuk melakukan investasi serta mengetahui bagaimana caranya berinvestasi dipasar modal. Selain itu berinvestasi sangat mudah karna adanya aplikasi online dengan cara pengoperasian yang mudah dimengerti. Para kesimpulan yang sama bahwa sebenarnya stock split tidak berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas saham. Dengan melakukan pemecahan saham diharapkan likuiditas sahamnya akan meningkat, karena investor dapat membeli saham dengan harga yang relatif rendah. Meskipun pemecahan saham . tock spli. tidak memberikan nilai ekonomis bagi investor, namun tindakan ini sering dilakukan oleh perusahaan. Teori yang mendukung peristiwa pemecahan saham ini antara lain Signaling Theory dan Trading Range Theory. Dalam Signaling Theory, pemecahan saham merupakan suatu sinyal dari manajer bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang baik. Dengan adanya sinyal yang baik berupa informasi yang disampaikan perusahaan, pihak luar dapat mengetahui kinerja keuangan yang dapat dilihat dari Return On Investment (ROI) dan Earning Per Share (EPS) nya. Menurut (Zamfir. Manea, and Ionescu 2. Return On Investment (ROI) merupakan indikator yang mampu menunjukkan sejauh mana jumlah yang diinvestasikan dalam tindakan tertentu kembali dalam keuntungan atau kerugian. Dapat disimpulkan bahwa Return On Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split Investment (ROI) mengukur efektivitas perusahaan dari seluruh dana yang ditanamkan dalam aktiva untuk mnghasilkan keuntungan. Menurut (Maulana 2. Earning Per Share (EPS) merupakan salah satu indikator rasio perusahaan yang penting. Earning per share (EPS) adalah tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan Jika mengeluarkan laporan laba rugi yang tampak sehat, maka permintaan saham akan naik, begitu pula harganya. Di sisi lain, jika sebuah perusahaan melaporkan laba negatif atau mengalami hasil dan citra yang buruk, harga sahamnya dapat dengan cepat turun. (Kumar 2. Dalam Trading Range Theory menyatakan bahwa pemecahan saham . tock spli. akan Di dalam teori ini, harga saham . menyebabkan kurang aktifnya saham tersebut diperdagangkan. Dengan adanya pemecahan saham, harga saham menjadi tidak terlalu tinggi, sehingga akan semakin banyak investor yang mampu bertransaksi. Perusahaan yang melakukan pemecahan saham . tock spli. memerlukan cukup Oleh karena itu, hanya perusahaan yg mempunyai prospek bagus yang mampu melakukan stock split. Mengingat stock split merupakan peristiwa yang penting dalam praktik pasar modal, maka penulis tertarik untuk membuat penelitian ilmiah ini. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Signaling Theory Teori yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal berupa informasi yang mempertimbangkan dan juga menentukan Informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan merupakan informasi yang sangat penting bagi investor dan pelaku Perusahaan informasi melalui laporan keuangan dan juga non keuangan. Salah satu informasinya adalah mengenai stock split yang dilakukan oleh perusahaan. Signaling theory juga menyatakan bahwa stock split merupakan sinyal yang baik kepada publik karena manajer dari suatu perusahaan secara tidak langsung memberikan sinyal positif tentang prospek yang baik untuk perusahaan dimasa mendatang (Maulana 2. Singkatnya, suatu sinyal atau informasi yang ada di dalam pasar pasti akan mempengaruhi keputusan yang diambil oleh investor sebagai pihak yang menangkap sinyal Dengan begitu konsep signaling theory akan sangat berperan pada kondisi perusahaan, apakah perusahaan berhasil mengirimkan sinyal positif kepada para pemegang saham atau justru memberikan sinyal negatif kepada para pemegang Trading Range Theory Trading range theory menyatakan apabila suatu perusahaan melakukan stock split, maka likuiditas sahamnya akan Perusahaan melakukan stock split karena memandang harga sahamnya terlalu tinggi, sehingga kurang diminati oleh Tingginya harga saham sutau kemampuan investor untuk melakukan pembelian saham dan dapat menimbulkan efek harga saham, sehingga perusahaan tersebut perlu untuk menurunkan harga sahamnya untuk menarik minat beli investor (Labibah and Dwimulyani 2. Trading range theory juga menyatakan bahwa stock split akan membawa harga saham pada tingkat yang lebih murah dan Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split menarik bagi para investor. Dengan meningkatnya permintaan saham akan meningkatkan harga saham, sehingga saham menjadi lebih likuid. Perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split Menurut (Kristianiarso Pemecahan saham . tock spli. merupakan hal yang biasanya dilakukan perusahaan untuk mengoptimalkan kembali harga saham yang sudah terlalu tinggi. Aktifitas tersebut biasanya dilakukan pada saat harga dinilai terlalu tinggi sehingga akan mengurangi kemampuan investor untuk membelinya (Fatmawati and Asri 1. Trading Range Theory menyatakan bahwa pemecahan saham dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Untuk mengetahui perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah dilakukannya stock split adalah dengan melakukan uji beda 2 rata-rata . aired t-tes. antara bid-ask spread pada akhir tahun sebelum dan bidask spread setelah stock split. Penelitian yang dilakukan oleh (AgusSetiyanto 2. menunjukan bahwa tingkat likuiditas saham sangat baik sesudah perusahaan melukakan stock split dari pada sebelum meakukan stock split, sehingga dengan adanya informasi stock split investor atau calon investor harus memilih saham yang meningkatnya kegitan perdagangan maka jumlah saham yang diperdagangkan Berdasarkan penjelasan diatas diperoleh kesimpulan bahwa likuiditas saham sesudah stock split mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum sstock split. Perbedaan ROI sebelum dan sesudah stock split Signaling Theory bahwa stock split dapat memberikan informasi kepada investor tentang prospek peningkatan return masa depan yang Stock split tidak berpengaruh pada arus kas perusahaan di masa yang akan datang serta proporsi kepemilikan investor (Fatmawati and Asri 1. Dengan demikian perusahaan tidak dapat mempengaruhi nilai pasar dan tingkat kesejahteraan investor. Semakin tinggi Return On Investment (ROI) berarti kinerja keuangan semakin baik dan return saham juga semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk Untuk mengetahui perbedaan ROI sebelum dan sesudah stock split yaitu dengan melakukan uji beda 2 rata-rata . aired t-tes. antara Return On Investment (ROI) pada akhir tahun sebelum dan sesudah stock split. Dengan demikian dapat Return InvestmentROI mengalami peningkatan dibandingkan an sebelum stock split Perbedaan Earning Per Share (EPS) sebelum dan sesudah stock split Untuk Earning Per Share (EPS) sebelum dan sesudah peristiwa stock split yaitu dengan melakukan uji beda 2 rata-rata . aired ttes. antara Earning Per Share (EPS) pada akhir tahun sebelum dan sesudah stock split. Hasil penelitian yang dilakukan Asquith et . dalam (Fandayani 2. menyatakan bahwa terdapat perbedaan earning sebelum dan sesudah stock split. Sedangkan Nichols dan McDonald . dalam (Fandayani 2. menyimpulkan adanya pasar yang anomali dimana dengan perusahaan menjadi bertambah besar. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Earning Per Share (EPS) sesudah stock split mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum stock split. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia melalui website resmi Bursa Efek Indonesia . Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan pemecahan saham . tock spli. periode 2015-2019. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dari 66 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split periode tahun 2015-2019, kemudian dengan kriteria tersebut diperoleh sebanyak 10 perusahaan yang dapat dijadikan sampel dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Analisis Statistik Deskripsi N Minimum Maximum Mean Std. Deviation LSSBLM LsDH ROISBLM ROISSDH EPSSBLM EPsDH Valid N . 10 Hasil analisis Deskripsi berdasarkan Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 sampel (N). Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa likuiditas saham sebelum stock split memiliki nilai terendah . 0,0128. nilai tertinggi . 0,9091. nilai ratarata . 0,294400. dan standar deviasi 0,2555193. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 0,294400 > 0,2555193. Likuiditas saham sebelum stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk sebesar 0,9091, sedangkan likuiditas saham sebelum stock split terendah terjadi pada perusahaan PT Intermedia Capital Tbk sebesar 0,0128. Sedangkan likuiditas saham sesudah stock split memiliki nilai terendah . 0,0746. nilai tertinggi . nilai rata-rata . 0,581980. dan standar deviasi sebesar 0,7744625. Nilai rata-rata . lebih kecil dari standar deviasi yaitu 0,581980 < 0,7744625. Likuiditas saham sesudah stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk. 2,5886, sedangkan likuiditas saham sesudah stock split terendah terjadi pada perusahaan PT Intermedia Capital Tbk sebesar 0,0746. Berdasarkan tabel diatas menunukan bahwa Return On Investment (ROI) sebelum stock split memiliki nilai terendah . -0,0119. nilai tertinggi . 0,7033. nilai rata-rata . 0,342700. dan standar deviasi sebesar 0,2565910. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 0,342700 > 0,2565910. Return On Investment (ROI) sebelum stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Lautan Luas Tbk sebesar 0,7033, sedangkan Return On Investment (ROI) sebelum stock split terendah terjadi pada perusahaan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk sebesar -0,0119. Sedangkan Return On Investment (ROI) sesudah stock split memiliki nilai terendah . 0,0873. nilai tertinggi . 0,9260. nilai ratarata . 0,380340. dan standar deviasi sebesar 0,2703472. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 0,380340 > 0,2703572. Return On Investment (ROI) sesudah stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Tira Austenite Tbk sebesar 0,9260, sedangkan Return On Investment (ROI) sesudah stock split terendah Mitra Komunikasi Nuantara sebesar 0,0873. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) sebelum stock split memiliki nilai terendah . Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split 0,1063. nilai tertinggi . 1,7900. nilai rata-rata . 0,435100 dan standar deviasi sebesar 0,4916014. Nilai rata-rata . lebih kecil dari standar deviasi yaitu 0,435100 < 0,4916014. Earning Per Share (EPS) sebelum stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Akbar Indomakmur Stimec Tbk sebesar 1,7900, sedangkan Earning Per Share terendah terjadi pada perusahaan PT Sarana Meditama Metroplitan Tbk sebesar 0,1063. Sedangkan Earning Per Share (EPS) sesudah stock split memiliki nilai terendah . 1,0000. 8,8365. nilai rata-rata . 2,755810. dan standar deviasi sebesar 2,2560427. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 2,755810 > 2,2560427. Earning Per Share (EPS) sesudah stock split tertinggi terjadi pada perusahaan PT Kresna Graha Investama Tbk sebesar 8,8365, sedangkan Earning Per Share (EPS) sesudah stock split terendah terjadi pada perusahaan PT Gema Grahasarana Tbk sebesar 1,000. Hasil uji normalitas Return On Investment (ROI) Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Variabel Penelitian Tabel 3. Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei Kolmogorov-Smirnov Z Asymp Sig. LSSBLM 0,219 0,193 LsDH 0,259 0,056 ROISBLM 0,144 0,200 ROISSDH 0,257 0,059 EPSSBLM EPsDH 0,353 0,302 Berdasarkan hasil pada tabel diatas, pengujian normalitas terhadap ROI sebelum significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,200. Sedagkan ROI sesudah stock split menghasilkan asymptotic significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,59. Sesuai kaidah pengujian maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas Earning Per Share (EPS) Berdasarkan hasil pada tabel diatas, pengujian normaitas terhadap EPS sebelum significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,100. Sedangkan EPS sesudah stock split menghasilkan asymptotic significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,102. Sesuai kaidah pengujian maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Error Sig. Mean Deviation Mean Lower Upper 0,100 0,102 LSSBLM Ae Difference Std. LsDH Hasil uji normalitas likuiditas saham Berdasarkan hasil pada tabel diatas, pengujian normalitas terhadap likuiditas saham sebelum stock split menghasilkan asymptotic significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,193. Sedangkan likuiditas saham sesudah stock split menghasilkan asymptotic significance lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,056. Sesuai kaidah pengujian maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. ROISBLM - ROISSDH EPSSBLM Ae EPsDH Perbedaan Likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split. Hasil pengujian hipotesis pertama dengan uji beda . aired sample t-tes. menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah stock split pada Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split pada tahun 2015-2019. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji beda 2 rata-rata yang diperoleh karena nilai -t hitung < -t tabel (-1,078 < 2,. dan signifikansi . ,034 < 0,. sehingga Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan likuiditas saham antara sebelum dan sesudah stock split. Hal ini mendukung hipotesis 1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan likuiditas saham antara sebelum dan sesudah stock split. Trading range theory menyatakan bahwa pemecah saham . tock spli. dapat meningkatkan likuiditas saham. Perbedaan Return On Investment (ROI) sebelum dan sesudah stock split Hasil pengujian hipotesis kedua dengan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Return On Investment (ROI) sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split pada tahun 2015-2019. Hal ini ditunjukkan oleh uji beda 2 rata-rata yang diperoleh karena nilai -t hitung < -t tabel (-0,700 < 2,. dan signifikansi . ,001 < 0,. sehingga Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Return On Investment (ROI) antara sebelum dan sesudah stock split. Hal ini mendukung hipotesis 2 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan Return On Investment (ROI) antara sebelum dan sesudah stock split. Perbedaan Earning Per Share (EPS) sebelum dan sesudah stock split Hasil pengujian hipotesi ketiga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara Earning Per Share (EPS) sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split pada tahun 2015-2019. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji beda 2 rata-rata yang diperoleh karna nilai -t hitung < t tabel . ,204 < 2,. dan signifkansi . ,259 > 0,. shingga Ho diterima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan Earning Per Share (EPS) antara sebelum dan sesudah melakukan stock split. Hal ini tidak mendukung hipotesis 3 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan Earning Per Share (EPS) antara sebelum dan sesudah stock split. KESIMPULAN Setelah melakukan analisa tentang AuAnalisis perbedaan likuiditas saham. Roi, dan Eps sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2015-2019, dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa terdapat perbedaan antara likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji beda 2 rata-rata yang memiliki nilai signifikansi . ,034 < 0,. Selanjutnya, terdapat perbedaan sgnifikan antara Likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock spit periode 2015-2019 maka H1 diterima. Berikutnya. Pengujian H2 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara ROI sebelum dan sesudah stock split. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji beda ratarata yang memiliki nilai signifikansi . ,001 < 0,. lalu, terdapat perbedaan signifikan antara ROI sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split pada periode 2015-2019 maka H2 diterima. pengujian H3 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara EPS sebelum dan sesudah stock split. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji beda rata-rata yang memiliki nilai signifkansi . ,259 > 0,. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Putri Dewi Utami. Sri Hermuningsih. Agus Dwi Cahya / Analisis Perbedaan Likuiditas Saham. Roi Dan Eps Sebelum Dan Sesudah Stock Split Keterbatasan penelitian ini adalah hanya menggunakan 10 sampel perusahaan sesuai kriteria penelitian. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengelompokkan perusahaan berdasarkan sektor masingmasing agar hasil penelitian memiliki daya generalisasi yang lebih baik. serta perusahaan agar lebih mempertimbangkan kembali informasi-informasi yang diberikan seperti pengumumam stock split, karena informasiinformasi tersebut tidak akan selalu menjadi perusahaan dimasa yang akan datang. REFERENSI