Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Hubungan Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Relationship Between Anxiety And Blood Pressure In Hypertension Patients In Independent Practice In Bulusari Village. Tarokan District. Kediri Regency Jaka Santosa1*. Indah Jayani2. Susmiati3. Moh. Alimansur4 Mahasiswa Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri *Corresponding: jakasantosa@gmail. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian terbesar kedua. Upaya pengendalian hipertensi perlu dilakukan agar tekanan darah terkontrol dan tidak terjadi komplikasi lanjut seperti stroke dan jantung coroner. Kecemasan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien hipertensi di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri dengan jumlah 53 orang yang diambil berdasarkan teknik quota sampling. Analisa data menggunakan uji spearman rank dengan taraf signifikansi () 0,05. Didapatkan ada hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri . value =0,000 < 0,05 . r=0,. Diharapkan responden meningkatkan pengetahuan penatalaksanaan hipertensi dan mampu mengelola koping yang konstruktif untuk menurunkan kecemasan sehingga tekanan darah terkontrol. Kata Kunci : kecemasan, tekanan_darah, hipertensi ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is the second largest cause of death. Efforts to control hypertension need to be made so that blood pressure is controlled and further complications such as stroke and coronary heart disease do not occur. Anxiety is a risk factor that can be controlled. The aim of this study was to determine the relationship between anxiety and blood pressure in hypertensive patients. This research design uses correlational analytics with a cross-sectional approach. The samples in this study were some hypertensive patients at the Independent Practice in Bulusari Village. Tarokan District. Kediri Regency with a total of 53 people taken based on the quota sampling technique. Data analysis used the Spearman rank test with a significance level () of 0. It was found that there was a relationship between anxiety and blood pressure in hypertensive patients at the Independent Practice in Bulusari Village. Tarokan District. Kediri Regency . value = 0. 000 < 0. r = 0. It is hoped that respondents will increase their knowledge of hypertension management and be able to manage constructive coping to reduce anxiety so that blood pressure is controlled. Keywords: anxiety, blood pressure, hypertension. Keywords: anxiety, blood pressure, hypertension Article History: Received: January 13 ,2025. Revised: February 20, 2025. Accepted: March 15, 2025 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 PENDAHULUAN Hipertensi merupakan manifestasi hemodinamik multi faktor pada sistem kardiovaskuler, sehingga mekanismenya tidak dapat dijelaskan secara tunggal. Menurut Kaplan, hipertensi berkaitan dengan faktor genetik, lingkungan dan Jika interaksi curah (CO) resistensi perifer total (TPR) (Ramadhani. Tekanan hipertensi yaitu suatu keadaan dimana seseorang mengalami tekanan darah di atas normal yang menunjukkan angka sistolik dan diastolik dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah. Peningkatan dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, ventrikel kanan (Ramadhani, 2. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan terdapat 1,5 milyar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahun 9,4 juta orang dan komplikasinya (Kemenkes RI, 2. Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyebutkan bahwa dari 53,3 juta kematian di seluruh dunia, 33,1% penyebab kematiannya adalah penyakit 16,7% diabetes mellitus dan gangguan endokrin infeksi saluran dibawah 4,8%. Data penyebab kematian di Indonesia tahun 2016 menunjukkan sebanyak 1,5 juta kematian dengan penyebab kematian terbanyak adalah penyakit kardiovaskular 36,9%, kanker 9,7%, diabetes mellitus dan penyakit endokrin 9,3% dan tuberkulosis 5,9%. IHME juga menyatakan bahwa dari total 1,7 juta kematian di Indonesia, faktor risiko penyebab kematian adalah tekanan darah . sebesar 23,7%, hiperglikemia 18,4%, merokok 12,7%, dan obesitas 7,7%. Secara nasional, 25,8% Indonesia 5Sekitar 40% kematian pada usia muda disebabkan oleh hipertensi yang tidak terkontrol (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi penduduk dengan tekanan darah tinggi di Provinsi Jawa Timur sebesar 36,3%. Prevalensi hipertensi semakin meningkat seiring dengan pertambahan Jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013 . ,4%), prevalensi tekanan darah tinggi mengalami peningkatan yang cukup Peningkatan prevalensi tekanan darah tinggi ini menjadi tantangan yang besar bagi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Jumlah hipertensi yang berusia Ou15 tahun di Provinsi Jawa Timur sekitar 11. penduduk, dengan proporsi laki-laki 48,8% dan perempuan 51,2%. Dari jumlah tersebut, penderita hipertensi yang sebesar 61,10% atau 7. 136 penduduk. Dibandingkan tahun 2021 ada peningkatan sebesar 12,10% pada penderita hipertensi di Provinsi Jawa Timur yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar pada tahun 2022 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2. Kabupaten Kediri menempati urutan 8 terbawah diantara kabupaten dan kota di Jawa Timur dengan capaian pelayanan 36,552 penderita hipertensi (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timu. Berdasarkan studi pendahuluan Puskesmas Tarokan dari 10 penderita hipertensi didapatkan 8 orang . %) tekanan darah > 140/90 mmHg. Dari 8 orang didapatkan 4 orang . %) mengalami kecemasan dalam kategori Hal ini menunjukkan bahwa Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 tekanan darah pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol dipengaruhi oleh adanya kecemasan. Faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi diantaranya faktor risiko yang tidak terkendali dan faktor risiko yang dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol seperti faktor keturunan, jenis kelamin, ras dan Sedangkan faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah obesitas, kurang olah raga atau aktivitas fisik, merokok, kopi, sensitivitas kadar kalium rendah, konsumsi alkohol, pekerjaan, pendidikan dan pola makan, stres, kecemasan (Musfirah & Masriadi. Kecemasan merupakan gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, prilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal (Hawari, 2. Cemas menginduksi respon stress. Pada saat hormon melepaskan stressor, hipotalamus akan mengaktivasi sistem saraf simpatis, memicu pelepasan vasoprassin dan juga meningkatkan sekresi CRHACTH-kortisol. Stimulasi simpatetik akan merangsang adrenal medulla untuk melepaskan (Sherwood, 2. Hasil menunjukkan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pra operasi . value 0,001< = 0,. (Iqbal, 2. Hasil uji hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah . =<0,. serta denyut nadi . =<0,. (Djug et al. Menurut Dalami . , efek kecemasan pada tingkat ringan, sedang atau berat adalah respon fisiologis berupa peningkatan tekanan darah dan denyut nadi. Teori ketakutan akan rasa sakit dan stres emosional menyebabkan stimulasi simpatis, yang meningkatkan frekuensi tekanan darah, denyut nadi, curah jantung dan resistensi pembuluh darah perifer. Efek stimulasi simpatis mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan nadi (Barbara & Erb, 2. Berdasarkan fenomena diatas dan keurgenan masalah untuk diatasi peneliti akan melaksanakan penelitian yang dengan judul AuHubungan kecemasan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten KediriAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah analitik Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang datang berobat di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri berjumlah 60 orang/ bulan. Dengan Teknik sampling didapatkan sejumlah Sampel sebanyak 53 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HARS untuk mengukur variabel Sedangkan untuk mengukur tekanan darah menggunakan lembar Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman rank. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin Tabel 1. Distribusi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan diinterpretasikan bahwa sebagian besar Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 responden . ,4%) berjenis kelamin lakilaki. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 2 Distribusi Frekuensi Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jenis Kelamin 26-35 tahun 35-45 tahun 46-55 tahun 56-65 tahun >65 tahun Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan diinterpretasikan bahwa hampir setengah responden . ,1%) dalam rentang usia 56-65 tahun. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 3 Distribusi karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan tabel 5. 3 dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah responden . ,2%) berlatar pendidikan Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Pekerjaan Tidak Bekerja Petani/Berkebun Swasta/ Wiraswasta PNS/TNI/Polri Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan tabel 5. 4 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden . ,8%) bekerja sebagai karyawan swasta. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kecemasan Tabel 5 Distribusi frekuensi tingkat kecemasan pada responden di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Kecemasan Tidak Cemas Ringan Sedang Berat Sangat berat/ panik Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,4%) kecemasan dalam kategori ringan. Karakteristik Responden Berdasarkan Tekanan Darah Tabel 6 Karakteristik Distribusi Frekuensi Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Tekanan darah di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Tekanan Darah Normal Tinggi Derajat 1 Derajat 2 Derajat 3 Jumlah Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan tabel 5. 6 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden . ,0%) mengalami hipertensi dengan kategori derajat 1. Analisis Hubungan antara Kecemasan dengan Tekanan Darah Tabel 7 Distribusi Hasil Tabulasi Silang Hubungan Antara Kecemasan dengan Tekanan Darah di di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Tekanan Darah Kecemasan Normal Tinggi Derajat 1 Derajat 3 Total Derajat Ringan Sedang Berat Sumber: Data Sekunder. Penelitian. Tahun Berdasarkan responden . ,7%) dengan kecemasan dengan kategori ringan mengalami hipertensi dengan tekanan darah dalam kategori derajat 1 yaitu dengan sistolik 140-159 mmHg dan diastolic 90-99 mmHg. Hasil analisis diperoleh nilai p (A-valu. = 0,000 sehingga A < =0,05 yang berarti dan H1 diterima H0 ditolak artinya ada hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah pada pasien hipertenis di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri dengan nilai korelasi kuat . =0,. , serta arah mengalami kecemasan tinggi maka semakin tinggi pula tekanan darah. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden . ,4%) mengalami kecemasan dengan kategori ringan. Kecemasan merupakan gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal (Hawari. Pada dasarnya kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Kecemasan berasal dari bahasa Latin . dan dari bahasa Jerman . , yaitu suatu kata yang digunakan untuk rangsangan fisiologis (Muyasaroh et al. Menurut American Psychological Association (APA) dalam (Muyasaroh et al. , kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, pikiran yang membuat individu merasa khawatir dan disertai respon fisik . antung berdetak kencang, naiknya tekanan darah, dan lain sebagainy. Menurut (Patotisuro Lumban Gaol, 2. dalam (Muyasaroh et al. kecemasan timbul karena adanya ancaman atau bahaya yang tidak nyata dan sewaktuwaktu terjadi pada diri individu serta adanya penolakan dari masyarakat menyebabkan kecemasan berada di Sedangkan, menurut Blacburn & Davidson dalam (Ifdil and Anissa 2. , menjelaskan faktor-faktor kecemasan, seperti pengetahuan yang dimiliki seseorang mengenai situasi yang sedang dirasakannya, apakah situasi Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 memberikan ancaman, serta adanya pengetahuan mengenai kemampuan diri untuk mengendalikan dirinya . eperti Cemas merupakan stressor yang dapat menginduksi respon stress. Pada hipotalamus akan mengaktivasi sistem vasoprassin dan juga meningkatkan sekresi CRHACTH-kortisol. Stimulasi simpatetik akan merangsang adrenal medulla untuk epinephrine (Sherwood, 2. Hasil bahwa sebagian besar responden . ,0%) mempunyai tekanan darah pada kategori Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Dimana Hiper yang artinya berebihan, dan Tensi yang artinya tekanan/tegangan, peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal (Musakkar & Djafar, 2. Seseorang dinyatakan hipertensi apabila seseorang memiliki tekanan darah sistolik Ou 140 mmHg dan Ou 90 untuk tekanan darah diastolik ketika dilakukan pengulangan (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, 2. Hasil bahwa sebagian besar responden . ,2%) berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki memiliki kecenderungan riwayat gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minum Penelitian menyebutkan ada hubungan yang secara (OR=7,917 . p=0. , merokok nilai (OR = 6,750. p=0. , dan minum kopi nilai (OR=12,500 . p=0. (Elvivin et al, 2. Diketahui responden . ,7%) berpendidikan dasar. Pendidikan bersinergi dengan pengetahuan seseorang, dimana jika pengetahuan tinggi maka sikap dan perilaku menunjukkan keselarasan termasuk dalam hal ini dengan pendidikan rendah maka lansia tidak memahami upaya pengendalian tekanan darah pada hipertensi. Selain faktor diatas pekerjaan mempunyai peran yang besar terhadap terjadinya komplikasi hipertensi. Diketahui hampir setengah responden . ,8%) berstatus aktif bekerja sebagai karyawan swasta. Kesibukan pekerjaan membuat responden seringkali lupa tidak meminum obat hipertensi secara rutin sehingga memicu timbulnya peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pra operasi . value 0,001< = 0,. (Iqbal, 2. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah . =<0,. serta denyut nadi . =<0,. (Djug et al, 2. Menurut Dalami . , efek kecemasan pada tingkat ringan, sedang atau berat peningkatan tekanan darah dan denyut Teori lain mengatakan kecemasan, ketakutan akan rasa sakit dan stres simpatis, yang meningkatkan frekuensi tekanan darah, denyut nadi, curah jantung dan resistensi pembuluh darah perifer. Efek stimulasi simpatis mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan nadi (Barbara & Erb, 2. Mekanisme spesifik yang mendasari hipertensi dan kecemasan berkaitan dengan interleukin (IL) -6 (IL-. IL-17, spesies oksigen reaktif (ROS), dan disbiosis Peningkatan IL-6. IL-17, dan ROS mempercepat perkembangan hipertensi Disbiosis menyebabkan hipertensi dan kecemasan dengan mengurangi asam lemak rantai . -HT), meningkatkan trimethylamine N-oxide (TAMO) dan MYC (Qiu et al, 2. Hubungan kecemasan saling menguatkan. Data merupakan etiologi hipertensi (Lim et al. Kecemasan merupakan faktor risiko Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 2 | MARET 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 independen dari hipertensi dan mendorong perkembangan dan perkembangan kondisi Gangguan kecemasan lebih banyak terjadi pada pasien hipertensi . ,9%) dibandingkan dengan populasi umum . ,4%) (Wu et al, 2. Selain itu, kecemasan merupakan faktor risiko independen untuk hipertensi (Johnson. Kecemasan lebih banyak terjadi pada pasien hipertensi yang lebih tua dengan riwayat medis stroke dan depresi (Ismail et al, 2. Dengan demikian, kecemasan meningkatkan kemungkinan terjadinya hipertensi. Nuha KESIMPULAN DAN SARAN Hasan A. Korelasi Umur Dan Jenis Kelamin Dengan Penyakit Hipertensi Di Emergency Center Unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang 2017. Indones J Perawat. Vol 3 No. 1 p. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Praktek Mandiri Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri . =0,000 < =0,05, r=0,. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan dapat dijadikan edukasi kepada pasien hipertensi dan masyarakat umum terkait pentingnya mengelola kecemasan dengan baik sebagai upaya mencegah peningkatan tekanan darah. DAFTAR PUSTAKA