294 Achmad Faisol, et. P-ISSN : 2502-8383 E-ISSN : 2808-3954 Vol. 10 No. 2 , 2025 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ THE DYNAMICS OF TEACHERS MOTIVATION PATTERNS AND THEIR IMPACT ON STUDENTS LEARNING ACTIVITIES AT AR ROUDLOH ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL Achmad Faisol, 1 Muhammad Nashir,2 Abu Aman Siddiq Al Ghafir, 3 Nur Ali4 Djoko Supriatno5 Universitas Islam Jember, 2STIKES Banyuwangi Email: faisolaguskhan@gmail. com 1, nashirmuhammad123@gmail. com2, abuamanshiddiqalghafir@gmail. na130971@gmail. com4, djokosupriatno@gmail. 1,3,4 Article Info Corresponding Author: Achmad Faisol faisolaguskhan@gmail. Keywords: teacher motivation pattern. student learning activities, selfdetermination theory Abstract This study analyzes the relationship between teacher motivation and student learning behavior at MI Ar-Roudloh. Indonesia. The decline in student participation in learning is suspected to be related to variations in teacher motivation. Using a quantitative method with an ex post facto correlational design, the study involved 20 teachers and 40 students as samples. Data were collected through questionnaires and documentation of student learning outcomes, then analyzed using simple linear regression. The results showed a positive and significant effect of teacher motivation on student learning activities . = 0. p < 0. These findings support Self-Determination Theory (SDT), which emphasizes the role of intrinsic teacher motivation in creating a learning environment that fosters student engagement. Practically, these results can serve as a basis for madrasahs to enhance teacher motivation to improve the quality of learning Kata kunci: pola motivasi guru. kegiatan belajar siswa. selfdetermination theory Naskah. Diterima : 10 /07 /2025 Direvisi : 07 /09/ 2025 Disetujui : 20/09/ 2025 Abstrak Penelitian ini menganalisis hubungan antara motivasi guru dan perilaku belajar siswa di MI Ar-Roudloh. Indonesia. Fenomena menurunnya partisipasi siswa dalam pembelajaran diduga terkait dengan variasi motivasi guru. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional, penelitian ini melibatkan 20 guru dan 40 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi hasil belajar siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara motivasi guru dan kegiatan belajar siswa . = 0,712, p < 0,. Temuan ini mendukung Self-Determination Theory (SDT), yang menekankan peran motivasi intrinsik guru dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung keterlibatan siswa. Secara praktis, hasil ini dapat menjadi dasar bagi madrasah dalam meningkatkan motivasi guru untuk memperbaiki kualitas Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan perubahan sosial yang dinamis, tantangan pendidikan menjadi semakin kompleks. Di berbagai belahan dunia, tercatat bahwa motivasi guru merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar siswa (Henry 2. ,(X. Liu 2. , (Sato. Fernyndez Castillo, & Oyanedel, 2. , (Lazarides 2. Pada tingkat nasional Indonesia, meskipun banyak kebijakan telah diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran, fenomena jamak menunjukkan bahwa motivasi guru belum selalu optimal dan hal ini berdampak pada aktivitas belajar siswa di sekolah menengah pertama serta madrasah tingkat dasar dan menengah. Kasus di lapangan mengisahkan bahwa beberapa guru di madrasah mengalami kelelahan kerja, rasa jenuh, atau kurangnya dukungan institusional, yang berdampak pada kreativitas pengajaran dan interaksi dengan siswa. Oleh karena itu, fenomena motivasi guru secara khusus bagaimana pola motivasi guru terwujud dan implikasinya terhadap kegiatan belajar siswa menjadi isu penting untuk diteliti dalam konteks pendidikan di Indonesia. Di lingkup pendidikan madrasah, misalnya di MI Ar-Roudloh aktivitas belajar siswa tidak hanya dikaitkan dengan prestasi akademik, tetapi juga dengan keterlibatan aktif, keaktifan dalam proses pembelajaran, dan pengalaman bermakna dalam kelas. Observasi awal dan wawancara informal menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam pola motivasi guru: ada guru yang menunjukkan antusiasme tinggi, inovasi metode pembelajaran, dan komunikasi intens dengan namun ada pula guru yang cenderung menggunakan metode konvensional, minim interaksi personal, atau kurang beradaptasi dengan kebutuhan siswa. Variasi ini diduga memengaruhi bagaimana siswa terlibat dalam pembelajaran, termasuk tingkat keaktifan, rasa tertantang, dan konsistensi belajar. Studi lain mendukung bahwa interaksi guru-siswa yang positif dan mendukung dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa (Ahn 2. (Hasanah & Ratmanida, 2. , (Almaiah 2. bahwa persepsi guru terhadap motivasi siswa berkorelasi dengan hasil belajar siswa dalam jangka waktu beberapa tahun (Appova 2. (Brandmiller et al. , 2. (Calderyn 2. dan Peran media terhadap minta belajar siswa (Faisol and Ilyas 2. Oleh karena itu, dalam konteks madrasah seperti MI SA. Ar-Roudloh, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pola motivasi guru memengaruhi kegiatan belajar siswa secara kualitatif. Dari perspektif sosial dan budaya, motivasi guru juga berakar pada faktor-faktor eksternal . eperti dukungan struktural, beban kerja, budaya sekola. dan internal . eperti nilai profesionalisme, keyakinan pedagogis, keinginan berinovas. Studi mengenai guru di masa pandemi menunjukkan bahwa motivasi guru mengalami perubahan signifikan dan kebutuhan untuk training serta dukungan kolaboratif semakin besar (Ahn 2. ,(Nikmah, 2. , (Bardach 2. Selain itu, dalam konteks madrasah Islam, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan role model sosialAebudaya. Oleh karena itu, pola motivasi guru memiliki implikasi tidak hanya pada aspek kognitif siswa, tetapi juga pada aspek afektif dan sosialkultural dalam pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini relevan untuk mengungkap bagaimana motivasi guru mempengaruhi kegiatan belajar siswa secara menyeluruh di madrasah. Meskipun banyak penelitian telah mengamati hubungan antara motivasi guru atau gaya pengajaran guru dengan hasil belajar siswa misalnya penelitian kuantitatif yang menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap prestasi belajar PAI (W. Liu 2. (Charles et al. , 2. (Oppermann 2. namun terdapat kekosongan penelitian dari perspektif kualitatif yang menggali makna, pengalaman, dan proses interaksi guruAesiswa dalam konteks madrasah Islam di Indonesia. Sebagian besar penelitian masih menggunakan pendekatan kuantitatif yang mengukur korelasi. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. tetapi kurang meneliti bagaimana guru membangun motivasi mereka, bagaimana siswa merasakan pengaruh pola motivasi itu dalam kegiatan belajar sehari-hari, serta bagaimana konteks madrasah spesifik . eperti MI Ar-Roudlo. memediasi hubungan tersebut. Dengan demikian, terdapat literature gap dalam hal: . studi kualitatif yang menggambarkan pengalaman guru dan siswa secara mendalam, . analisis proses motivasi guru dalam setting madrasah Islam di Indonesia, dan . pemahaman implikasi pola motivasi guru terhadap jenis dan intensitas kegiatan belajar siswa terutama dalam konteks lokal yang spesifik. Lebih jauh, dari sudut pandang teori motivasi dalam Pendidikan seperti teori motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta teori self-determination (Cuevas 2. ,(Deci & Ryan, 2. , (Brandmiller 2. sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks guru dan siswa. Guru yang termotivasi intrinsik cenderung merancang pembelajaran yang menantang dan bermakna, sementara guru yang lebih dipengaruhi motivasi ekstrinsik mungkin menghasilkan kegiatan belajar yang kurang inovatif. Studi oleh Hidayati et al. (Rahardjanto 2. menunjukkan bahwa keterlibatan guru secara aktif memengaruhi motivasi siswa dari hari ke hari. Oleh karenanya penelitian kualitatif yang memfokuskan pada bagaimana guru memaknai motivasi mereka dan bagaimana siswa meresponnya dalam kegiatan belajar sangat penting untuk dipahami agar dapat memperkuat pijakan teoritis dalam konteks lokal. Penelitian ini juga memungkinkan pemahaman proses sosial-edukatif yang terjadi di dalam kelas madrasah, termasuk dinamika motivasi guru dan siswa yang sering luput dari kuantifikasi. Dalam konteks praktis, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktik pengembangan profesional guru di madrasah misalnya bagaimana madrasah dapat mendesain program motivasi guru yang lebih kontekstual, mendukung aktivitas pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna bagi siswa, dan memperkuat budaya sekolah yang mendukung motivasi dan pembelajaran. Pada level institusi, penelitian ini juga diharapkan memberikan rekomendasi bagi penyusunan kebijakan internal madrasah . ermasuk MI Ar-Roudlo. agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di mana pola motivasi guru dan kegiatan belajar siswa saling Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Dinamika pola motivasi guru terhadap kegiatan belajar siswa di MI SA. Ar-Roudloh. Fokus kajian diarahkan pada pengalaman guru dalam membangun dan memelihara motivasi mereka, persepsi siswa terhadap pengaruh motivasi guru dalam kegiatan belajar, serta proses bagaimana pola motivasi tersebut memengaruhi jenis, intensitas, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman tentang motivasi guru dalam konteks pendidikan Islam dan kontribusinya terhadap proses pembelajaran aktif sedangkan secara praktis, hasilnya diharapkan menjadi dasar substansial bagi pengembangan strategi peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengkaji dua variabel: motivasi guru dan kegiatan belajar siswa. Motivasi guru adalah dorongan yang mempengaruhi perilaku guru dalam pembelajaran, seperti komitmen dan antusiasme (Ramos, 2019. Wu, 2. Kegiatan belajar siswa meliputi aktivitas siswa dalam pembelajaran seperti perhatian, partisipasi, dan interaksi dengan guru (Lauermann, 2. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. Teori Motivasi Guru (SDT): Guru yang merasa kompeten, otonom, dan terhubung dengan siswa cenderung lebih termotivasi (Byry, 2. Teori Kegiatan Belajar Siswa: Motivasi siswa meningkatkan partisipasi dan penggunaan strategi belajar yang lebih baik (Nesje, 2. dan Teori Hubungan Guru-Siswa: Interaksi positif antara guru dan siswa meningkatkan motivasi siswa (Ramos, 2. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh pada kegiatan belajar siswa, dan gaya mengajar guru yang interaktif berdampak positif pada motivasi siswa (Nesje, 2018. Liou, 2. Penelitian ini mengisi celah dengan fokus pada kegiatan belajar siswa di MI, yang jarang diteliti secara kuantitatif, serta memeriksa mekanisme bagaimana motivasi guru mempengaruhi kegiatan belajar siswa. dan Penelitian ini menguji pengaruh motivasi guru terhadap kegiatan belajar siswa di MI Ar-Roudloh, dengan mengukur aktivitas siswa secara langsung. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional . on-eksperime. Desain ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel bebas . otivasi gur. dan variabel terikat . egiatan belajar Pendekatan ini sesuai untuk menguji hipotesis mengenai sejauh mana tingkat motivasi guru berhubungan dengan intensitas kegiatan belajar siswa secara empiris melalui data numerik yang dianalisis secara statistik. Desain korelasional ini juga sering digunakan dalam penelitian pendidikan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar variabel (Irnidayanti 2. , (GCU, 2. , (Kilday Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang dikumpulkan secara langsung dari responden, yaitu guru dan siswa MI Ar-Roudloh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner . yang disusun secara terstruktur dengan skala Likert. Populasi target penelitian ini adalah seluruh guru dan siswa MI Ar-Roudloh pada tahun ajaran berlangsung. Populasi terjangkau adalah guru dan siswa yang dapat diakses dan bersedia menjadi responden pada saat penelitian dilakukan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling untuk siswa . erdasarkan tingkat kela. dan purposive sampling untuk guru . arena jumlah guru relatif sedikit, sehingga semua diikutsertakan sebagai responde. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan 95% dan kekuatan uji statistik 0,80 dengan perkiraan korelasi sedang . OO 0,. , sehingga diperoleh jumlah minimum sekitar 85Ae 100 siswa. Untuk guru, semua yang bersedia berpartisipasi . isalnya 10Ae20 oran. akan dijadikan sampel penuh. Pendekatan ini mengikuti prinsip representativitas populasi dan efisiensi statistik (Elfil & Negida, 2. Instrumen penelitian terdiri dari dua bagian utama: Instrumen Motivasi Guru . ariabel X): Mengukur dimensi motivasi intrinsik, identifikasi, dan regulasi eksternal dengan menggunakan skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuj. Instrumen Aktivitas Belajar Siswa . ariabel Y): Mengukur seberapa sering dan berkualitas aktivitas belajar dilakukan oleh siswa, termasuk perhatian, partisipasi, bertanya, berdiskusi, dan refleksi belajar. Validitas isi . ontent validit. dilakukan melalui penilaian oleh tiga ahli pendidikan dasar dan dua dosen bidang evaluasi pendidikan. Uji coba terbatas dilakukan pada 20 siswa dan 5 guru Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. untuk menguji kejelasan butir pernyataan. Reliabilitas diukur menggunakan koefisien CronbachAos Alpha, dengan nilai Ou 0,70 dianggap memenuhi kriteria reliabilitas. Validitas konstruk diuji melalui analisis faktor eksploratori (EFA) untuk memastikan konsistensi dimensi antar butir pernyataan, sebagaimana disarankan dalam penelitian instrumen pendidikan (Soares & Floryncio, 2020. Turner. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25 atau R versi terbaru, yang menghasilkan output berupa tabel statistik deskriptif, koefisien regresi, nilai p, dan RA. Pendekatan ini sejalan dengan praktik terbaik analisis data dalam penelitian kuantitatif di bidang pendidikan (Taylora et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Penelitian ini melibatkan 100 siswa dan 15 guru di MI Ar-Roudloh. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin, yang mengukur dua variabel utama: motivasi guru (X) dan aktivitas belajar siswa (Y). Analisis deskriptif menunjukkan bahwa motivasi guru memiliki skor rata-rata 4. 21 (SD = , yang menunjukkan kategori sangat tinggi, sedangkan aktivitas belajar siswa memiliki skor rata-rata 4. 05 (SD = 0. , termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum guru di MI Ar-Roudloh menunjukkan motivasi yang kuat dalam mengajar, dan siswa memperlihatkan tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. Tabel 1 berikut menyajikan statistik deskriptif dari kedua variabel utama penelitian. Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel N Mean SD Kategori Motivasi Guru (X) Aktivitas Belajar Siswa (Y) 100 4. 46 Sangat Tinggi 52 Tinggi Sumber: Data Primer . Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi guru dan aktivitas belajar siswa dengan nilai r = 0. 678, p < 0. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi guru, semakin tinggi pula tingkat keterlibatan siswa dalam belajar. Selanjutnya, uji regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi guru berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Hasil analisis regresi disajikan pada Tabel 2 Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Model Sig. (Konstant. Motivasi Guru (X) 0. Dependent Variable: Aktivitas Belajar Siswa (Y) Sumber: Data Olahan SPSS 25 . Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas belajar siswa ( = 0. t = 9. p < 0. Nilai RA = 0. 46 mengindikasikan bahwa 46% variasi aktivitas belajar siswa dapat dijelaskan oleh motivasi guru, sementara sisanya . %) dipengaruhi oleh faktor lain seperti strategi pembelajaran, lingkungan belajar, dan dukungan orang tua. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan Auterdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi guru terhadap kegiatan belajar siswa di MI Ar-RoudlohAy diterima. Temuan penelitian ini memperkuat pandangan bahwa motivasi guru merupakan determinan utama dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa. Guru yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih antusias, kreatif, dan komunikatif dalam mengajar, sehingga menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menarik bagi siswa (Turner, 2. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Mulyasa . dan Wulandari & Sari . yang menyatakan bahwa motivasi guru yang tinggi meningkatkan minat dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Hal ini juga sejalan dengan teori motivasi kerja dari Herzberg dan teori SelfDetermination yang menjelaskan bahwa faktor intrinsik seperti kepuasan kerja, penghargaan, dan otonomi profesional dapat meningkatkan kinerja dan semangat guru dalam mengajar (Deci & Ryan. Penelitian oleh Rahman . pada sekolah dasar di Bandung menemukan bahwa motivasi intrinsik guru berkorelasi signifikan dengan peningkatan hasil belajar siswa . = 0. Demikian pula. Latifah & Kusumawati . menemukan bahwa guru yang memiliki tujuan profesional yang jelas dan dukungan institusional yang kuat cenderung lebih efektif dalam memotivasi siswa untuk belajar aktif. Namun, hasil ini sedikit berbeda dengan temuan Sitorus . yang melaporkan bahwa pengaruh motivasi guru terhadap aktivitas belajar tidak signifikan dalam konteks sekolah dengan keterbatasan fasilitas belajar. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan dukungan institusional yang berbeda. Pada MI Ar-Roudloh, fasilitas dan iklim kerja yang positif memungkinkan motivasi guru terimplementasi secara optimal dalam praktik pembelajaran. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi kepala sekolah dan pembuat kebijakan pendidikan, yaitu pentingnya membangun sistem penghargaan dan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan motivasi guru. Program peningkatan kompetensi berbasis refleksi dan pemberian otonomi pedagogis dapat memperkuat semangat guru dalam menjalankan Dari sisi teoretis, penelitian ini memperkuat model motivasi pembelajaran yang menempatkan guru sebagai agen motivasional utama dalam proses pendidikan dasar. Temuan ini juga memperluas konteks penerapan teori Self-Determination ke dalam ranah madrasah ibtidaiyah di Indonesia, di mana aspek spiritual dan nilai religius turut mempengaruhi motivasi kerja guru. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian hanya dilakukan di satu lembaga (MI Ar-Roudlo. , sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Kedua, data dikumpulkan melalui kuesioner, yang mungkin mengandung bias persepsi subjektif. Ketiga, penelitian ini bersifat korelasional, sehingga tidak dapat memastikan hubungan kausal secara SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas belajar siswa di MI ArRoudloh. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa sebesar 46% variasi dalam aktivitas belajar siswa dapat dijelaskan oleh motivasi guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan belajar, dukungan orang tua, dan strategi pembelajaran. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa motivasi guru berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar siswa diterima. Temuan ini memperkuat teori motivasi kerja, khususnya Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2. , yang menegaskan pentingnya faktor intrinsik seperti kepuasan diri dan makna profesi dalam meningkatkan kinerja guru dan dampaknya terhadap partisipasi siswa. Secara praktis, penelitian ini menegaskan perlunya lembaga pendidikan memberikan perhatian terhadap peningkatan motivasi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penghargaan profesional, serta dukungan moral dan institusional yang memadai. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan lokasi dan metode yang Penelitian hanya dilakukan di satu lembaga pendidikan, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, metode kuantitatif dengan kuesioner berpotensi menghadirkan bias subjektif responden. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan penelitian longitudinal dan mixedmethod guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika motivasi guru dan pengaruhnya terhadap aktivitas belajar siswa. Kajian lanjutan juga dapat memperluas populasi penelitian ke berbagai madrasah atau sekolah dasar lain dengan konteks sosial yang berbeda agar hasilnya lebih representatif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk: . Melakukan penelitian longitudinal untuk melihat dinamika hubungan motivasi guru dan aktivitas belajar siswa dari waktu ke waktu. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. Menggunakan pendekatan mixed-methods untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme motivasi guru. Memperluas sampel pada berbagai madrasah atau sekolah dasar di wilayah lain agar hasilnya lebih representatif. DAFTAR RUJUKAN Ahn. AuConnecting Teacher and Student Motivation: Student-Perceived Teacher NeedSupportive Practices and Student Need Satisfaction. Ay Contemporary Educational Psychology 64. doi: 10. 1016/j. Almaiah. AuIntegrating TeachersAo TPACK Levels and StudentsAo Learning Motivation. Technology Innovativeness, and Optimism in an IoT Acceptance Model. Ay Electronics Switzerland 11. doi: 10. 3390/electronics11193197. Appova. AuTeachersAo Motivation to Learn: Implications for Supporting Professional Growth. Ay Professional Development in Education 44. :5Ae21. 1080/19415257. Bardach. AuTeacher Motivation and Student Outcomes: Searching for the Signal. Ay Educational Psychologist 56. :283Ae97. doi: 10. 1080/00461520. Brandmiller. AuTeacher Perceptions of Learning Motivation and Classroom Behavior: The Role of Student Characteristics. Ay Contemporary Educational Psychology 63. 1016/j. Calderyn. AuA Student-Centred Digital Technology Approach: The Relationship between Intrinsic Motivation. Learning Climate and Academic Achievement of Physical Education Pre-Service Teachers. Ay European Physical Education Review 26. :241Ae62. 1177/1356336X19850852. Cuevas. AuDoes Teacher Evaluation Based on Student Performance Predict Motivation. Well-Being, and Ill-Being?Ay Journal of School Psychology 68:154Ae62. 1016/j. Faisol. , and M. Ilyas. AuPengaruh Mobile Lagend (Game Onlin. Terhadap Minat Belajar. Ay Jurnal Pendidikan Dan Kajian Aswaja 7. :53Ae66. Henry. AuTeacherAeStudent Relationships and L2 Motivation. Ay Modern Language Journal 102. :218Ae41. doi: 10. 1111/modl. Irnidayanti. AuRelationship between Teaching Motivation and Teaching Behaviour of Secondary Education Teachers in Indonesia (Relaciyn Entre La Motivaciyn Docente y El Comportamiento Docente En Profesores de Educaciyn Secundaria En Indonesi. Ay Infancia Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Achmad Faisol, et. Y Aprendizaje 43. :271Ae308. doi: 10. 1080/02103702. Kilday. AuThe Intersection of the Peer Ecology and Teacher Practices for Student Motivation in the Classroom. Ay Educational Psychology Review 34. :2095Ae2127. Lazarides. AuTeacher Enthusiasm and Self-Efficacy. Student-Perceived Mastery Goal Orientation, and Student Motivation in Mathematics Classrooms. Ay Teaching and Teacher Education 69:1Ae10. doi: 10. 1016/j. Liu. AuDoes Teacher Immediacy Affect Students? A Systematic Review of the Association Between Teacher Verbal and Non-Verbal Immediacy and Student Motivation. Ay Frontiers in Psychology 12. Liu. AuPerceived Teacher Support and Creative Self-Efficacy: The Mediating Roles of Autonomous Motivation and Achievement Emotions in Chinese Junior High School Students. Ay Thinking Skills and Creativity 39. doi: 10. 1016/j. Oppermann. AuThe Interplay between Preschool TeachersAo Science Self-Efficacy Beliefs. Their Teaching Practices, and GirlsAo and BoysAo Early Science Motivation. Ay Learning and Individual Differences 70:86Ae99. doi: 10. 1016/j. Rahardjanto. AuHybrid-PjBL: Learning Outcomes. Creative Thinking Skills, and Learning Motivation of Preservice Teacher. Ay International Journal of Instruction 12. :179Ae92. 29333/iji. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025