97 PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PADI VARIETAS UNGGUL DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP Donna Youlla1. Heky Firmana2 donnayoulla@upb. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Panca Bhakti 1,2 ABSTRACT The research aimed to assess farmers' perceptions of using superior rice varieties in Sungai Kakap Village. Sungai Kakap District. Kubu Raya Regency, conducted from June to August 2021. It employed qualitative descriptive methods, gathering primary data through field observations and interviews with Extension Workers and Farmers, supplemented by secondary data from relevant documents. The study population comprised 300 farmers, with a sample size of 30 respondents chosen through Simple Random Sampling. Variables examined included age, education level, farming experience, land area, and rice production level, alongside Farmers' Perceptions guided by Jalali's indicators. Data analysis utilized Average Score with Likert Scale. Results indicated that farmers' perceptions scored an average of 3. 09, indicating a Good rating overall. Among perceptions, the ease of obtaining superior rice seeds scored lowest at 3. 57, still falling within the Good rating. Conversely. Farmers' Perception of the Quality of Superior Rice Production scored highest at 4. 47, indicating Very Good. Thus, the study concluded that farmers generally held positive perceptions of using superior rice varieties in Sungai Kakap Village. Sungai Kakap District. Kubu Raya Regency, with particular satisfaction regarding the quality of the rice produced. Keywords: Farmers. Perception. Sungai Kakap. Superior Varieties PENDAHULUAN Beras merupakan bahan pangan pokok bagi penduduk Indonesia. Usahatani padi menyediakan lapangan pekerjaan dan sebagai sumber pendapatan bagi rumah tangga pertanian. Sektor pertanian utamanya komoditas padi masih menjadi komoditas yang sangat strategis, sebagai bahan penghasil beras dan dimanfaatkan sebagai pangan sebagian besar masyarakat Indonesia. Produksi padi terkait dengan banyak faktor salah satunya adalah penggunaan varietas unggul baru yang dikeluarkan oleh Badan Litbang Pertanian. Pemilihan varietas unggul yang sesuai dengan lingkungan dan lahan yang akan ditanami sangat berperan penting dalam produktivitas dan kualitas beras yang dihasilkan nantinya. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi adalah mengembangkan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi dan adaptif pada lingkungan Untuk itu diperlukan benih bermutu prima. Kemudahan memperoleh benih yang bermutu diperlukan petani untuk meningkatkan produksi komoditasnya (Ernaningtyas, 2. JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 Menurut Londra dan Aribawa . varietas unggul merupakan komponen teknologi yang andal dan cukup besar sumbangannya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional. Hingga saat ini Kementerian Pertanian, melalui Badan Litbang Pertanian telah melepas lebih dari 233 varietas unggul yang terdiri atas 144 varietas unggul padi sawah inhibrida (Inpar. Varietas unggul merupakan salah satu komponen paket teknologi budidaya padi yang secara nyata dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pada tahun 2008 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah melepas varietas Inbrida Padi Irigasi atau lebih dikenal dengan Inpari. Inpari adalah varietas-varietas unggul baru padi sawah yang cocok ditanam di lahan sawah irigasi (Humaida, 2. Varietas unggul baru berdaya hasil tinggi melebihi varietas yang telah ada dibutuhkan untuk mengatasi hambatan yang kadang terjadi dalam produksi pangan nasional yaitu produksi per satuan luas varietas sudah terbatas dan susah ditingkatkan (Suwarto dan Prihatiningsih, 2. Tabel 1. Data Jumlah Petani Dan Jenis Varietas Unggul Yang Ditanam Di Beberapa WKKP. Kec. Sungai Kakap tahun 2021 WKKP/Desa Jumlah Petani Luas Tanam (H. Jenis Varietas Sungai Rengas Sungai Kakap Sungai Itik Persiapan Parit Keladi Pal Sembilan Sumber : BPP Kec Sungai Kakap, 2021 Inpari 32/42 Inpari 32/42 Inpari 32/42 Inpari 32/42 Inpari 32/42 Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan Desa Sungai Kakap merupakan Desa yang Tabel 2. Luas Tanam. Luas Panen. Produktivitas dan menerapkan penggunaan varietas padi unggul sejak Produksi Jenis Varietas Unggul Inpari di Desa program BLBU pada tahun 2009, melalui program ini Sungai Kakap kelompok tani memperoleh benih bentuan benih Luas Luas Produksi Produktivitas unggul bersertifikat secara bertahap. Besaran lahan Tahun Tanam Panen (To. (Ton/H. petani di Desa Sungai Kakap mayoritas ditanami (H. (H. Terdapat 300 petani dengan 10 kelompok tani dan 2 Gapoktan, untuk penyaluran benih padi 2018 disalurkan lewat dari Dinas Pertanian ke kelompok 2019 Desa Sungai Kakap juga memiliki luas lahan seluas 305 hektar. Penggunaan benih unggul di lapangan Sumber : Data PPL WKKP Sungai Kakap. Tahun oleh masyarakat relatif masih terbatas, benih padi 2021 yang digunakan oleh masyarakat lebih dari 40% berasal dari sektor informal yaitu berupa gabah yang Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa tingkat disisihkan dari sebagian hasil panen musim produktivitas usahatani variatas Inpari dari tahun sebelumnya yang di lakukan berulang-ulang. Adapun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan, data luas tanam, luas panen, produktivitas dan berdasarkan hal tersebut dapat di asumsikan bahwa produksi jenis varietas unggul inpari di Desa Sungai usahatani padi di Desa Sungai Kakap yang menggunakan benih unggul masih belum optimal Kakap dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. yang disebabkan terdapatnya beberapa permasalahan di tingkat petani. Untuk mengetahui jumlah anggota gapoktan. Kelompok tani dan luas lahan petani dapat dilihat pada Tabel 3. JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 Tabel 3. Data Poktan. Jumlah Petani dan Luas WKPP Sungai Kakap Tahun 2020 Gapoktan / Poktan Total anggota Komoditas Unggulan Luas (H. Mitra Merpati Padi Inpari 32/42 Harapan Padi Inpari 32/43 Mitra Usaha Padi Inpari 32/44 Merpati Putih Padi Inpari 32/45 Mekar Harapan Padi Inpari 32/46 Merak Mandiri Padi Inpari 32/47 Merpati Padi Inpari 32/48 Tani Makmur Padi Inpari 32/49 Karya Mandiri Padi Inpari 32/50 Nirwana Padi Inpari 32/51 Ingin Bahagia Padi Inpari 32/52 Sri Rejeki Padi Inpari 32/53 Tanggulang Padi Inpari 32/54 Merak Padi Inpari 32/55 Sepakat Padi Inpari 32/56 Sumber Abadi Padi Inpari 32/57 Sumber : BPP Kec. Sungai Kakap, 2020 Dari hasil observasi awal di lapangan diketahui perubahan usaha tani padi diantaranya adalah tingkat bahwa salah satu penyebab rendahnya produktivitas pendidikan, luas kepemilikan lahan da umur. Selain tersebut adalah rendahnya penggunaan benih itu faktor-faktor yang terkait dengan keragaan bermutu dari varietas unggul oleh petani. Penggunaan agronomis yang ditampilkan oleh varietas unggul varietas unggul merupakan salah satu upaya dalam tertentu yang mempengaruhi respons petani terhadap meningkatkan produksi padi. Teknologi ini akan penggunaan varietas unggul tersebut. efektif meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian hanya bila benih dari varietas unggul tersebut tersedia bagi petani untuk ditanam dalam TINJAUAN TEORETIS skala luas. Untuk memacu penggunaan benih Menurut Walgito . mengungkapkan bermutu ditingkat petani, misalnya melalui bantuan bahwa langsung benih bermutu (BLBU), akan tetapi dalam pengorganisasian, implementasinya masih terdapat kendala non teknis stimulus yang diterima oleh organisme atau individu yang perlu diatasi diantaranya benih yang tersedia sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan tidak sesuai dengan keinginan petani. merupakan aktivitas yang integrated dalam diri Beberapa faktor yang memengaruhi persepsi dan individu. Respon sebagai akibat dari persepsi dapat respons petani terhadap inovasi teknologi, antara lain diambil oleh individu dengan berbagai macam10 faktor internal dan faktor eksternal petani. Faktor bentuk. Stimulus mana yang akan mendapatkan eksternal berupa aspek fisik, nonfisik, dan lingkungan respon dari individu tergantung pada perhatian Persepsi petani yang positif terhadap inovasi individu yang bersangkutan. Berdasarkan hal teknologi tidak berarti diikuti respons positif dalam tersebut, perasaan, kemampuan berfikir, pengalamanmengadopsi. Menurut Ramli . faktor sosial pengalaman yang dimiliki individu tidak sama, maka ekonomi yang memengaruhi adopsi inovasi teknologi dalam mempersepsi sesuatu stimulus, hasil persepsi petani adalah . tingkat pendapatan petani yang mungkin akan berbeda antar individu satu dengan relatif rendah, . proses penciptaan inovasi teknologi individu lain. kurang komprehensif, . proses diseminasi inovasi Menurut Rakhmat . mendefinisikan teknologi kurang efektif, dan . petani masih persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa menghadapi berbagai masalah, baik internal maupun dan hubungan-hubungan yang diperoleh dengan Sebagai suatu teknologi, penggunaan benih menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan dan unggul tentu saja mendapat respons petani yang memberikan makna pada stimulasi indrawi . ensory dipengaruhi oleh berbagai faktor sesuai dengan stimul. Menurut Suwarno . mengatakan kondisi spesifik lokasi. Faktor yang mempengaruhi persepsi adalah proses diterimanya rangsangan JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 berupa objek, kualitas hubungan antar gejala, maupun peristiwa sampai rangsangan itu disadari dan Varietas pada tanaman padi mempuanyai pengaruh besar terhadap tingkat produktivitas. Varietas padi menurut Herawati . yang akan digunakan haruslah memiliki ciri-ciri yaitu . Dapat beradaptasi dengan iklim dan tipe tanah setempat. Citarasanya disenangi dan memiliki harga yang tinggi dipasaran lokal. Daya hasil tinggi. Toleran terhadap hama dan penyakit. Tahan rebah. Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi budidaya padi yang mudah diadopsi petani. Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi budidaya padi yang mudah diadopsi petani. Varietas unggul berperanan penting dalam peningkatan hasil, perbaikan, diversivikasi mutu, dan penekanan kehilangan hasil karena gangguan hama, penyakit maupun cekaman Kondisi agro-ekosistem pertanaman padi di Indonesia sangat beragam, demikian juga selera konsumen terhadap mutu beras. Kendala produksi menurut Herawati . , terutama hama dan penyakit, bersifat dinamis, dapat berubah karakter populasi, ras atau strainnya. Kondisi tersebut menuntut penyediaan varietas unggul yang juga beragam dan dinamis Varietas unggul yang dilepas dalam beberapa tahun terakhir memiliki keunggulan relatif berbeda. Hal ini tentu memberikan peluang yang lebih luas bagi petani dalam memilih varietas yang akan dikembangkan. Ada beberapa aspek yang perlu mendapat pertimbangan dalam menentukan pilihan, misalnya potensi hasil, umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, mutu beras, selera konsumen, dan kondisi daerah Skala likert adalah skala unidimensional yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan sikap dan pendapat responden, disini seorang peneliti sering menggunakan skala psikometri ini untuk memahami pandangan dan perspektif terhadap suatu merek, produk, atau target pasar. Dimana variasi skala likert yang berbeda difokuskan secara langsung pada pengukuran opini orang, seperti skala guttman, skala bogardus, dan skala thurstone. Sugiyono . Definisi skala likert adalah sebagai skala dalam jenis data penelitian senantisa dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi terhadap inidvidu atau kelompok terkait dengan fenomena sosial yang sedang menjadi subjek penelitian. Karakteristik skala likert, diantaranya. Jawaban terkait. Butir pertanyaan harus bisa dengan mudah dikaitkan dengan jawaban kalimat, terlepas dari apakah hubungan antara butir pertanyaan dan kalimat terbukti. JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 Jenis skala. Butir pertanyaan harus selalu memiliki dua posisi ekstrem dan opsi jawaban Jumlah opsi jawaban. Penting untuk disebutkan bahwa meskipun skala Likert yang paling umum adalah 5 item, penggunaan lebih banyak item membantu menghasilkan ketepatan yang lebih tinggi dalam hasil. Meningkatkan reliabilitas skala. Peneliti sering kali meningkatkan ujung skala dengan membuat skala tujuh poin untuk mencapai batas atas reliabilitas skala. Menggunakan skala lebar. Sebagai aturan umum. Likert dan lainnya merekomendasikan bahwa lebih baik menggunakan skala selebar mungkin. Seseorang selalu dapat menciutkan jawaban ke dalam kelompok yang ringkas, jika sesuai untuk pengukran dalam teknik analisis data yang Kurangnya Dengan mempertimbangkan detail ini, skala terkadang dibatasi menjadi sejumlah kategori genap . iasanya kemungkinan AunetralAy pada skala survei Aupilihan paksa . orced choic. Ay. Variabel intrinsik. Catatan primer likert dengan jelas menyatakan bahwa mungkin ada variabel penelitian inheren yang nilainya menandai umpan balik atau sikap responden, dan variabel yang paling banyak mendasari ini adalah tingkat interval. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja . karena di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya merupakan wilayah sawah dimana penerapan bibit padi unggul sudah diterapkan dan telah berproduksi. Waktu penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Juni 2021 Ae Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran lebih detail mengenai suatu gejala atau Penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi pada situasi sekarang dengan tujuan utama membuat gambaran tentang suatu keadaan secara Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang berjumlah 300 petani. Menurut Suparmoko . menyatakan bahwa untuk penarikan sampel dari populasi cukup dengan mengambil persentase tertentu 5%, 10%, 15% dari seluruh jumlah populasi. Adapun variabel yang diamati dalam penelitian ialah sebagai berikut. Karakteristik responden yang terdiri dari : . umur, . tingkat pendidikan, . pengalaman bertani, . luas lahan dan . tingkat produksi usahatani padi. Persepsi petani dalam penggunaan padi varietas unggul dengan indikator yang berpedoman pada Penelitian Jalali . - Persepsi petani terhadap ketersedian benih padi unggul - Persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih padi unggul - Persepsi petani terhadap tingkat harga benih padi Unggul - Persepsi Petani Terhadap Kemudahan Penggunaan Benih Padi Unggul - Persepsi Petani Terhadap Tingkat Kesesuaian Benih Padi Unggul - Persepsi Petani Terhadap Kualitas Produksi Padi Unggul Data yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap aspek persepsi petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul selanjutnya ditabulasikan dan diolah secara deskriptif yang dikuantitatifkan, maksudnya adalah data sosial berbentuk deskriptif kalimat yang diberi bobot/ nilai agar bisa dihitung. Data penilaian dari persepsi petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul dihitung menggunakan Skala Likert. Ini berpedoman pada apa yang dinyatakan oleh Sugiyono . bahwa skala likert kerap digunakan sebagai skala penilaian karena memberi nilai terhadap sesuatu. Dikemukakan oleh Sugiyono . analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini analisis data menggunakan analisis Analisis kualitatif menggunakan distribusi frekuensi dengan cara tabulasi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif yaitu melihat jawaban dari responden yang diperoleh kuesioner kemudian jawaban yang dikelompokkan menurut kriteria yang ada, dimana hasil dari masing-masing jawaban pertanyaan dianalisis kemudian ditarik Untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai sikap responden, masing-masing jawaban diberi skor dengan menggunakan skala Likert dengan nilai skor 1 samai dengan 5 sebagai berikut: Sangat Setuju . Setuju JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 . Netral/Ragu . Tidak Setuju . Sangat Tidak Stuju Maka perhitungan nilai skor sikap dilakukan dengan rumus sebagai berikut (Umar, 2. Rata Ae rata Range = Total Range / Total Sampel Dimana : Skor Tertinggi = 30 x 5 = 150 Skor Terendah = 30 x 1 = 30 Total Range = 150 Ae 30 / 5 = 24 Rata-rata Range = 24 / 30 = 0,8 Sehingga kriteria persepsi dari responden dapat dilihat dari rata-rata skor nilai yang diperoleh, dengan penjelasan berdasarkan pendapat Sugiyono . , sebagai berikut: >4,20 Ae 5,00 = Sangat Baik >3,40 Ae 4,20 = Baik >2,60 Ae 3,40 = Netral/Ragu >1,80 Ae 2,60 = Tidak Baik 1 Ae 1,80 = Sangat Tidak Baik HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini karaktersitik responden yang diamati terdiri dari Umur. Tingkat Pendidikan. Pengalaman Bertani. Luas Lahan, dan Tingkat Produksi Usahatani Padi yang mana hal tersebut berkaitan dengan tingkat persepsi petani terhadap penggunaan varietas unggul padi di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dalam penelitian responden yang diambil sebanyak 30 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling, adapun karakteristik responden dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut. Umur Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa umur responden termuda berumur 31 tahun sedangkan petani paling tua memiliki berumur 55 Dalam penjelasan persepsi responden berdasarkan klasifikasi umur terbagi menjadi 3 interval umur yang terdiri dari 30 Ae 40 tahun, 41 Ae 50 tahun dan 51 Ae 60 tahun yang tersaji dalam Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang termasuk dalam interval umur 30 Ae 40 tahun dengan jumlah responden sebanyak 17 orang dengan perolehan nilai rata-rata skor paling rendah yakni sebesar 3,74 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Kemudian petani responden yang termasuk dalam interval umur 41 Ae 50 tahun terdiri dari 8 petani responden dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 4,02 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Sedangkan petani yang termasuk dalam interval umur 51 Ae 60 skor paling tinggi yakni sebesar 4,43 yang termasuk tahun memiliki jumlah responden paling sedikit yakni dalam kriteria penilaian Sangat Baik. 5 orang responden dengan perolehan nilai rata-rata Tabel 4. Responden Berdasarkan Klasifikasi Umur Umur Jumlah Persentase Rata-rata Skor Kriteria Penilaian (Tahu. (Responde. (%) 30 Ae 40 56,67 3,74 Baik 41 Ae 50 26,67 4,02 Baik 51 - 60 16,67 4,43 Sangat Baik Jumlah 12,19 Rata-rata 4,06 Baik Sumber : Analisis Data, 2021 Hasil penelitian di atas berbeda dengan fanatik terhadap tradisi dan sulit untuk diberikan pendapat Adiansyah. yang menjelaskan pengertian yang dapat mengubah cara berfikir, cara bahwa umur petani adalah salah satu faktor yang kerja, dan cara hidupnya. Mereka ini bersifat apatis berkaitan erat dengan kemampuan kerja dalam terhadap adanya teknologi dan inovasi baru, semakin melaksanakan kegiatan usahatani, umur dapat muda umur petani, maka semakin tinggi semangatnya dijadikan sebagai tolak ukur dalam melihat aktivitas mengetahui hal baru, sehingga dengan demikian seseorang dalam bekerja bilamana dengan kondisi mereka berusaha untuk cepat melakukan adopsi umur yang masih produktif maka kemungkinan besar walaupun sebenarnya mereka masih belum seseorang dapat bekerja dengan baik dan maksimal. berpengalaman soal adopsi tersebut. Petani yang berusia sekitar 50 tahun ke atas, biasanya Tabel 5. Persepsi Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan Umur Jumlah Persentase (Tahu. (Responde. (%) SMP SMA Jumlah Rata-rata Skor Kriteria Penilaian 50,00 3,73 Baik 30,00 3,93 Baik 20,00 4,42 Sangat Baik Rata-rata Sumber : Analisis Data, 2021 Tingkat Pendidikan Responden berdasarkan klasifikasi Tingkat Pendidikan yang diamati dalam penelitian ini ialah petani yang mengenyam pendidikan formal yang terakhir ditempuh oleh petani responden, berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat Pendidikan petani paling rendah yakni Pendidikan Sekolah Dasar (SD), sedangkan tingkat Pendidikan paling tinggi yang ditempuh oleh petani responden ialah Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun persepsi petani berdasarkan klasifikasi tingkat Pendidikan dapat dilihat pada Tabel berikut. JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 12,08 4,03 Baik Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa persepsi berdasarkan tingkat Pendidikan SD memperoleh nilai rata-rata skor paling rendah yakni sebesar 3,73 dengan kriteria penilaian Baik dan mayoritas responden memiliki tingkat Pendidikan SD dengan jumlah responden sebanyak 15 orang. Kemudian petani yang memiliki tingkat Pendidikan SMP terdapat 9 orang dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 3,93 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik dan Petani yang memiliki tingkat Pendidikan SMA terdapat 6 responden dengan perolehan nilai rata-rata skor tertinggi dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 4,42 yang temasuk dalam kriteria penilaian Sangat Baik. Hasil penelitian di atas sesuai dengan pendapat Indraningsih. yang menjelaskan bahwa semakin tinggi pendidikan petani terdapat kecenderungan, semakin rendah terhadap informasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terutama yang bersumber dari media cetak maupun pengalaman bertani responden paling sedikit ialah Kesempatan petani untuk diikutsertakan selama 5 tahun sedangkan petani yang memiliki dalam kegiatan pelatihan juga semakin tinggi. Hal ini pengalaman paling lama ialah selama 25 tahun. akan menambah pengetahuan dan keterampilan Dalam penjelasan persepsi responden berdasarkan petani dalam hal memilih varietas yang dinilai klasifikasi pengalaman bertani terbagi menjadi 3 menguntungkan dalam usaha taninya. interval pengalaman yang terdiri dari <10 tahun, 10 Ae 20 tahun dan >20 tahun yang tersaji dalam Tabel 6. Pengalaman Bertani Pengalaman bertani yang dimaksud ialah seberapa lama petani melaksanakan usahatani padi. Tabel 6. Persepsi Petani Berdasarkan Klasifikasi Pengalaman Bertani Pengalaman Jumlah Persentase RataKriteria No Bertani rata Skor Penilaian (Tahu. (Responde. (%) < 10 46,67 3,44 Baik 10 - 20 33,33 4,00 Baik >20 20,00 4,36 Sangat Baik Jumlah 11,81 Rata-rata 3,94 Baik Sumber : Analisis Data, 2021 Tabel 7. Persepsi Petani Berdasarkan Klasifikasi Luas Lahan Pengalaman Jumlah Persentase No Bertani (Tahu. (Responde. (%) < 1,00 16,13 1,00 45,16 > 1,00 38,71 Jumlah Rata-rata Sumber : Analisis Data, 2021 Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang termasuk dalam interval pengalaman bertani <10 tahun dengan jumlah responden sebanyak 14 orang dengan perolehan nilai rata-rata skor paling rendah yakni sebesar 3,44 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Kemudian petani responden yang termasuk dalam interval pengalaman bertani 10 Ae 20 tahun terdiri dari 10 petani responden dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 4,00 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Sedangkan petani yang termasuk dalam interval pengalaman bertani > 10 tahun memiliki jumlah responden paling sedikit yakni 6 orang responden dengan perolehan nilai rata-rata skor paling tinggi yakni sebesar 4,36 yang termasuk dalam kriteria penilaian Sangat Baik. Berdasarkan pendapat Adiansyah. menjelaskan bahwa pengalaman petani merupakan suatu pengembangan petani yang diproleh melalui rutinitas kegiatannya sehari-hari atau peristiwa yang pernah didalamnya. Pengalaman yang dimiliki merupakan salah satu faktor yang dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam usaha taninya. Pengalaman JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 Rata-rata Skor 3,44 4,00 4,36 3,82 Kriteria Penilaian Baik Baik Sangat Baik 11,81 Baik seseorang seringkali disebut sebagai guru yang baik, dimana dalam mempersepsi terhadap sesuatu objek biasanya didasarkan atas pengalamannya Luas Lahan Responden berdasarkan klasifikasi luas lahan yang diamati dalam penelitian ini ialah besaran skala usahatani padi varietas unggul yang dinyatakan dalam satuan hektar, berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa luas lahan paling kecil ialah sebesar 0,5 hektar dan luas lahan usahatani paling besar yang dimiliki petani responden ialah sebesar 2,00 hektar. Adapun persepsi petani berdasarkan klasifikasi luas lahan dapat dilihat pada Tabel 7. Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa mayoritas petani responden memilik luas lahan usahatani padi varietas unggul sebesar 1,00 Ha dengan jumlah responden sebanyak 14 orang dan memperoleh nilai rata-rata skor paling tinggi yakni sebesar 3,94 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Kemudian petani yang memiliki luas lahan usahatani padi < 1,00 Ha terdapat 5 orang petani responden dengan perolehan nilai rata-rata skor yang tidak jauh berbeda dengan petani responden yang mimiliki luas lahan usahatani padi 1,00 yakni sebesar tentunya petani akan berupaya meminimalkan risiko 3,93 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. dalam mengelola usaha tani, terutama yang terkait Sedangkan petani yang memiliki luas lahan usahatani dengan pemilihan benih yang bermutu (Indraningsih, padi > 1,00 terdapat 12 orang petani responden K. dengan perolehan nilai rata-rata skor paling rendah Rekapitulasi Data yakni sebesar 3,58 yang termasuk dalam kriteria Dari hasi penilaian seluruh indikator di atas dari penilaian Baik. variabel persepsi yang diambil dari 30 orang Semakin luas lahan yang dimiliki petani responden, selanjutnya direkap untuk mengetahui terdapat kecenderungan, semakin kosmopolit petani kriteria Tingkat Persepsi Petani Terhadap Artinya, tingkat mobilitas petani juga Penggunaan Varitas Unggul Padi di Desa Sungai semakin tinggi, tidak hanya terbatas di desa domisili. Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu namun akan keluar ke wilayah lain dan hal ini akan Raya. Data rekapitulasi skoring dapat dilihat pada memengaruhi pandangan petani terhadap suatu Tabel 8. inovasi teknologi. Dengan pemilikan lahan yang luas. Tabel 8. Rekapituasi Indikator Persepsi Responden Terhadap Penggunaan Varitas Unggul Padi Indikator Nilai Rata-rata Kriteria Penilaian Bagaimana Persepsi anda terhadap 3,70 Baik ketersedian benih padi unggul Bagaiamana Perepsi anda terhadap tingkat kemudahan mendapatkan 3,57 Baik benih padi unggul Bagaimana Persepsi anda terhadap 3,77 Baik tingkat harga benih padi Unggul Bagiamana Persepsi anda Terhadap Kemudahan Penggunaan Benih Padi 3,67 Baik Unggul Bagiamana Persepsi anda Terhadap Tingkat Kesesuaian Benih Padi 4,40 Sangat Baik Unggul Bagiamana Persepsi anda Terhadap 4,47 Sangat Baik Kualitas Produksi Padi Unggul Jumlah 23,57 Rata-rata 3,93 Baik Sumber : Analisis Data, 2021 Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa dari setiap item pertanyaan yang diajukan terhadap petani SIMPULAN DAN SARAN responden dapat diketahui bahwa rata-rata skor Hasil penelitian mengenai Persepsi Petani Terhadap tertinggi berada pada indikator 6 yakni AuPersepsi Penggunaan Varitas Unggul Padi di Desa Sungai Petani Terhadap Kualitas Produksi Padi UnggulAy Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 4,47 Raya dapat ditarik kesimpulan bahwa: yang mana berada pada interval >4,20 Ae 5,00 dan Secara keseluruhan dapat diketahui bahwa termasuk dalam kategori Sangat Baik. Sedangkan persepsi petani terhadap penggunaan varitas perolehan nilai rata-rata skor paling rendah berada unggul Padi di Desa Sungai Kakap Kecamatan pada Indikator 2 yakni AuPersepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih padi unggulAy Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya diperoleh dengan nilai rata-rata skor 3,57 yang mana berada nilai rata-rata sebesar 3,09 yang termasuk pada interval >3,40 Ae 4,20 dan termasuk dalam dalam kriteria penilaian Baik. kategori Baik. Adapun nilai rata-rata skor Tingkat Dari hasil analisis mengenai persepsi petani Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Varitas terhadap penggunaan varitas unggul dari enam Unggul Padi di Desa Sungai Kakap Kecamatan indikator dalam persepsi terdapat nilai rata-rata Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sebesar 3,93 skor paling rendah yakni pada indikator yang mana berada pada interval skor >3,40 Ae 4,20 dan termasuk dalam kategori Baik. Persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih padi unggul dengan JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Nov 2022 perolehan nilai rata-rata skor sebesar 3,57 yang termasuk dalam kriteria penilaian Baik. Dari hasil analisis mengenai persepsi petani terhadap penggunaan varitas unggul dari enam indikator dalam persepsi terdapat nilai rata-rata skor paling tinggi yakni pada indikator Persepsi Petani Terhadap Kualitas Produksi Padi Unggul dengan perolehan nilai rata-rata skor sebesar 4,47 yang termasuk dalam kriteria penilaian Sangat Baik. Berdasarkan dari hasil penelitian ini maka disarankan beberapa hal sebagai berikut: Pemerintah maupun Dinas Pertanian dan Dinas lainnya yang terkait dengan penelitian ini agar lebih memperhatikan lagi tingkat persepsi petani dalam penggunaan padi varietas unggul mengingat petani masih ada petani yang memiliki persepsi tidak baik pada indikator ketersediaan dan kemudahan mendapatkan benih padi unggul, sebagaimana diketahui bahwa benih padi unggul varietas Inpari tidak dijual secara umum di pasar. Penyuluh pertanian lapangan dapat lebih aktif dalam membimbing petani padi agar semakin mampu dalam menjalankan usahataninya, serta lebih memotivasi petani untuk melanjutkan kegiatan budidaya padi varietas unggul dan meningkatkan produktivitas usahatani. DAFTAR PUSTAKA