Received: 25 February 2024 Revised: 27 September 2024 Accepted: 23 May 2025 Available online: 25 May 2025 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Determinan Profitabilitas Sektor Perusahaan Perbankan dengan CAR sebagai Variabel Mediasi Adinda Dhea Tiara Sinta . Nurul Aisyah Rachmawati * dhyeaanugrah@gmail. com1, nurulaisyah@universitas-trilogi. Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi Bisnis dan Humaniora. Universitas Trilogi. Jakarta. Indonesia Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Bisnis dan Humaniora. Universitas Trilogi. Jakarta. Indonesia ABSTRACT Return on Equity (ROE) is a ratio that measures bank management's ability to manage its capital to produce net profit after tax. The higher the Return on Equity (ROE), the better the bank's performance. To predict the expected ROE, this research uses Loan to Deposit Ratio (LDR). Non-Performing Loan (NPL). Operational Costs to Operating Income (BOPO), and the mediating variable Capital Adequacy Ratio (CAR). This research uses panel data regression analysis techniques in the banking company sector listed on the IDX for the 2018-2022 The results of this research show that there are three variables that have a direct and significant effect on ROE, namely LDR. BOPO, and CAR. The results of this research also show that CAR can mediate the influence of LDR and BOPO on ROE. Keywords: Operational Costs to Operating Income. Capital Adequacy Ratio. Loan To Deposit Ratio. Non-Performing Loans. Return on Equity PENDAHULUAN Dalam ekonomi global saat ini, lembaga keuangan memainkan peran penting bagi bisnis seperti bank. Perbankan sangat membantu dalam menemukan sumber keuangan yang efektif dan efisien. Bank juga memberikan jasa keuangan kepada seluruh masyarakat. Oleh karena itu, tingkat stabilitas bank harus diperhatikan untuk perekonomian yang lebih baik di masa mendatang. Perkembangan bank sangat dipengaruhi oleh kepercayaan nasabah terhadap bank (Shamsuddoha & Alamgir, 2. Kinerja bank berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat yang dinilai dari tingkat kesehatan bank dan upaya manajemen dalam mengantisipasi perubahan lingkungan. Pentingnya perbankan bagi perkembangan ekonomi Indonesia, menurut Peraturan Nomor Bank Indonesia: 13/1/PBI/2011 mengenai klasifikasi stabilitas bank umum, bank harus selalu menjaga dan meningkatkan tingkat solvabilitas Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Penilaian atas kemampuan Bank untuk beroperasi tercermin dari hasil Bank. Laporan keuangan bank memuat indikator kinerja bank yang dapat diperoleh dengan menganalisis dan menghitung indikator kinerja keuangan bank (Rachmawati, et al, 2. Analisis laporan keuangan adalah indikator yang memberikan informasi tentang situasi keuangan bank. Menganalisis laporan keuangan bank dapat melihat keadaan dan perkembangan situasi keuangan bank. Analisis laporan keuangan dapat membantu profesional bisnis, pemerintah, dan pengguna laporan keuangan lainnya untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan. Rasio-rasio yang ditentukan dalam laporan keuangan dapat menjadi dasar penilaian kinerja bank. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perbankan secara umum dapat dilihat dari empat perspektif penilaian yaitu RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance Earnings, and Capita. Aspek Risk Profile meliputi Non-Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Aspek Earnings meliputi Pendapatan Operasional. Beban Operasional (BOPO) dan Return on Equity (ROE). Aspek Capital meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR). Profitabilitas merupakan rasio yang mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan merupakan ukuran efektivitas manajemen perusahaan (Kasmir, 2014. Rachmawati dan Martani, 2017. Rachmawati, et al, 2019. Lastiati, et al, 2. ROE penting bagi bank karena rasio ROE mengukur efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan melalui penggunaan modalnya. ROE adalah rasio laba setelah pajak terhadap total modal. Semakin tinggi ROE maka laba bersih yang dihasilkan oleh bank akan naik dan selanjutnya kenaikan tersebut akan menyebabkan harga saham bank juga naik (Dendawijaya, 2. Dalam Return on Equity (ROE) suatu bank dapat dipengaruhi oleh Loan to Deposit Ratio (LDR). Non-Performing Loan (NPL). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Salah satu fungsi bank yang sangat penting adalah penyaluran kredit. Pinjaman membantu bank menghasilkan keuntungan. Laba yang diperoleh bank dari menyalurkan kredit kepada masyarakat menggambarkan bahwa bank efisiensi dan efektifitas dalam mengelola keuangannya (Widiasari & Mimba, 2. LDR adalah rasio yang mengukur kemampuan bank dalam mengelola kredit bermasalah pada bank Jadi semakin tinggi LDR, maka semakin tinggi pula keuntungan bank . engan asumsi bank mampu melakukan ekspansi kredit secara efekti. Oleh karena itu. LDR suatu bank berpengaruh terhadap profitabilitas bank tersebut. Dengan demikian variabel ini berhubungan dengan ROE yang didukung oleh penelitian Malik . , yang menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap ROE. Bagi perusahaan yang operasinya menawarkan kredit, manajemen kredit sangat penting karena semakin besar jumlah pinjaman, semakin besar pula Pinjaman bank mengandung risiko, yaitu pembayaran pinjaman yang tidak proporsional yang mempengaruhi bottom line bank. NPL adalah rasio yang Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 mengukur kemampuan bank untuk menutupi risiko pembayaran kembali pinjaman NPL dapat dihitung dengan membandingkan kredit bermasalah dengan total kredit. NPL sendiri berhubungan negatif dengan perubahan Jika rasio NPL meningkat, maka laba justru menurun yang artinya bahwa bank akan mengalami kerugian apabila kredit yang diberikan tidak dapat Disebabkan karena pendapatan bunga yang seharusnya diterima tidak ada, sedangkan bank mengharapkan modal bank akan bertambah dari bunga yang Dengan bertambahnya modal maka bank mampu menyalurkan kredit baru sehingga dengan bertambahnya jumlah kredit yang diberikan maka pendapatan akan meningkat dan dengan pendapatan tersebut maka laba akan meningkat yang berarti juga terjadi peningkatan pada profitabilitas (Maroni & Simamora, 2. Dengan demikian variabel ini berhubungan dengan ROE yang didukung oleh penelitian Monica . , menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROE. Metode yang umum digunakan untuk menganalisis efisiensi bank adalah BOPO. Rasio BOPO mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kinerja bank dengan mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan dalam menjalankan kegiatan operasional bank. Jika BOPO menurun maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan . meningkat atau membaik. Biaya operasional adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam menjalankan usaha utamanya . isalnya biaya bunga, biaya tenaga kerja, biaya pemasaran dan lain-lai. Setiap kenaikan biaya operasi mengurangi laba sebelum pajak, yang mengakibatkan mengurangi laba atau rugi bank (Septiani & Lestari, 2. Dengan demikian variabel ini berhubungan ROE yang didukung oleh penelitian Ariyanti & Saryadi . , yang menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROE. Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR). Non-Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Equity (ROE) dapat dimediasi oleh Capital Adequacy Ratio (CAR). Modal bank memegang peranan yang sangat penting. Solvabilitas dapat diukur dengan rasio CAR. Penting bagi manajemen untuk memperhatikan rasio CAR sendiri agar bank tidak mengalami defisit atau kelebihan dana. Modal merupakan sumber utama pembiayaan untuk operasional bank dan juga bertindak sebagai penyangga terhadap potensi risiko penurunan. Semakin tinggi modal, semakin baik bank dapat menangani risiko yang tidak terduga dan dengan demikian meningkatkan kepercayaan publik (Anjani dan Purnawati, 2. Dengan demikian variabel ini berhubungan dengan ROE yang didukung oleh penelitian Rositasari & Dailibas . , yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROE. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda-beda seperti yang dilakukan oleh Sulianto . , menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap CAR, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Tionarto, dkk . , menunjukkan bahwa LDR tidak berpengaruh terhadap CAR. Penelitian mengenai pengaruh NPL terhadap CAR yang dilakukan oleh Rianto & Salim . , menunjukkan NPL berpengaruh negatif terhadap CAR, sedangkan menurut Mukti . , menunjukkan NPL tidak berpengaruh terhadap CAR. Dan penelitian Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 lainnya mengenai pengaruh BOPO terhadap CAR yang dilakukan oleh Pratama . , menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap CAR, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Jonardy & Hasanuh . , menunjukkan bahwa BOPO tidak berpengaruh terhadap CAR. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh LDR. NPL Dan BOPO dengan CAR sebagai mediasi terhadap profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder, berupa laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Populasi adalah wilayah generalisasi yang tersusun atas objek/subjek yang menunjukkan kualitas dan karakterisitik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Studi ini mencakup perusahaan perbankan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Dalam penelitian ini pengambilan sampel yang dilakukan secara non-probability sampling, yaitu dengan metode pendekatan purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria berikut: . Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Perusahaan perbankan yang menerbitkan laporan keuangannya berturut-turut selama periode penelitian dan dapat diakses oleh publik. Perusahaan yang memiliki data rasio keuangan yang terkait dengan variabel yang digunakan dalam penelitian. Perusahaan perbankan yang terbebas dari data outlier. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 16 bank dalam kurun waktu 5 tahun yaitu tahun 2018-2022 dengan data observasi berjumlah 80 yang memenuhi kriteria-kriteria pengambilan sampel secara purposive sampling sebagai berikut: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program STATA 17. Teknik analisis regresi data panel memungkinkan peneliti menguji pengaruh pada variabel dependent (ROE) dari variabel independent (LDR. NPL dan BOPO) dan variabel mediasi (CAR) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Data panel merupakan gabungan data dari data cross-sectional dan data timeseries. Analisis ini dilakukan dengan menentukan masing-masing persamaan regresi dan koefisien determinasi dengan Uji Chow. Uji Hausman dan Uji Langrange Multiplier. Regresi dengan data panel memilih metode pemodelan yang paling tepat untuk mengestimasi data panel, yaitu pendekatan Common Effect. Fixed Effect, dan Random Effect. Rumusan persamaan regresi untuk data panel itu sendiri adalah sebagai berikut: ROEit = 0 1LDRit 2NPLit 3BOPOit eit . ersamaan I) CARit = 0 1LDRit 2NPLit 3BOPOit eit . ersamaan II) Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 ROEit = 0 1LDRit 2NPLit 3BOPOit 4CARit eit . Keterangan: CARit : Capital Adequacy Ratio perusahaan i tahun t ROEit : Return on Equity perusahaan i tahun t LDRit : Loan to Deposit Ratio perusahaan i tahun t NPLit : Non-Performing Loan perusahaan i tahun t BOPOit : Biaya Operasional Pendapatan Operasional perusahaan i tahun t : Error term Variabel CAR disebut sebagai mediator jika terpenuhi pada kriteria berikut: Persamaan I, variabel independen (LDR. NPL, dan BOPO) diharapkan secara signifikan mempengaruhi variabel dependen (ROE). Persamaan II, variabel independen (LDR. NPL, dan BOPO) diharapkan secara signifikan mempengaruhi variabel mediasi (CAR). Persamaan i akan menghasilkan 2 estimasi, prediksi pertama variabel mediasi (CAR) diharapkan secara signifikan mempengaruhi variabel dependen (ROE). Prediksi kedua variabel independen (LDR. NPL, dan BOPO) diharapkan tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen (ROE). Pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan melakukan uji Sobel atau Sobel test. Uji sobel dilakukan dengan cara menguji pengaruh tidak langsung antara variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel mediasi. Uji sobel adalah uji hipotesis mediasi yang dikembangkan oleh Sobel pada tahun 1982 dan dikenal dengan sebutan uji sobel (Sobel Tes. Uji sobel memiliki perhitungan sebagai berikut: Keterangan: Sab : Besarnya standar eror pengaruh tidak langsung : Jalur variabel bebas (X) dengan variabel mediasi (M) : Jalur variabel mediasi (M) dengan variabel terikat (Y) sa : Standar eror koefisien a sb : Standar eror koefisien b Uji sobel ini digunakan untuk menguji H4. H5, dan H6 apakah ada pengaruh tidak langsung antara variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel mediasi. Signifikansi pengaruh tidak langsung dapat diuji dengan menghitung nilai z dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut: Nilai z hitung yang didapatkan akan dibandingkan dengan nilai z tabel. Jika nilai z hitung > nilai z tabel, maka terjadi pengaruh mediasi. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Berdasarkan Tabel 1. terdapat lima variabel dalam penelitian ini, yaitu ROE. LDR. NPL. BOPO, dan CAR dengan jumlah 80 data . data valid yang terdiri dari 16 perusahaan selama 5 tahun. Tabel 1. Statistik Deskriptif ROE CAR LDR NPL BOPO Mean Minimum Maximum Std. Dev. Observations Pada tabel 1. menunjukkan bahwa nilai rata-rata laba setelah pajak atas ekuitas yang dimiliki perusahaan perbankan sebesar 10. 62% dimana dinilai sangat baik atau sehat dalam menghasilkan keuntungan, tetapi nilai standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata sebesar 6. 21% yang artinya data tidak bervariasi dengan nilai minimum 0. 22% dan nilai maksimum 23. Pada tabel 1. menunjukkan bahwa nilai rata-rata ATMR atas modal yang dimiliki perusahaan perbankan sebesar 21. 29% dimana dinilai sangat baik dalam menyediakan modal cadangkan untuk setiap investasi yang berisiko, tetapi nilai standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata sebesar 4. 05% yang artinya data tidak bervariasi dengan nilai minimum 11. 13% dan nilai maksimum Pada tabel 1. menunjukkan bahwa nilai rata-rata kredit atas dana pihak ketiga 06% dimana dinilai perusahaan perbankan efisiensi dan efektifitas dalam menyalurkan dana kepada debitur dengan dana pihak ketiga yang diperoleh, tetapi nilai standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata sebesar 48% yang artinya data tidak bervariasi dengan nilai minimum 51. 38% dan nilai Pada tabel 1. menunjukkan bahwa nilai rata-rata kredit bermasalah atas total kredit sebesar 2. 81% dimana dinilai perusahaan perbankan mampu menutupi risiko gagal bayar atas pinjaman yang diberikan, tetapi nilai standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata sebesar 1. 19% yang artinya data tidak bervariasi dengan nilai minimum 0. 21% dan nilai maksimum 5. Pada tabel 1. menunjukkan bahwa nilai rata-rata biaya operasional atas pendapatan operasional sebesar 80. 76% dimana perusahaan perbankan dinilai sangat baik dalam pengelolaan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam menjalankan usaha utamanya, tetapi nilai standar deviasi yang lebih kecil Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 dibandingkan nilai rata-rata sebesar 10. 21% yang artinya data tidak bervariasi dengan nilai minimum 56. 06% dan nilai maksimum 99. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil tabel dibawah yang dihasilkan dari data yang diolah dengan Stata 17, dapat dilihat nilai VIF < 10 dan nilai 1/VIF > 0. Jadi hasil ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas antara variabel LDR. NPL. BOPO, dan CAR. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel VIF 1/VIF LDR NPL BOPO CAR Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas, menunjukkan bahwa nilai probabilitas chi-square lebih besar dari , yaitu 0. 2587 > 0. Maka hasil keputusannya H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini terbebas dari masalah heteroskedatisitas. Hasil Regresi Data Panel Regresi Persamaan 1 digunakan untuk menganalisis pengaruh LDR. NPL, dan BOPO terhadap ROE pada H1 H2 dan H3. Dari hasil uji Chow dan uji Hausman diketahui model terbaik adalah Random Effect Model. Tabel 3. Hasil Estimasi Random Effect Model Persamaan 1 ROE Coefficient Std. LDR NPL BOPO RSquared Prob Chi2 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Berdasarkan hasil analisis regresi dengan data panel pada persamaan 1 diketahui hal-hal sebagai berikut: Hubungan antara ROE dengan variabel LDR. NPL, dan BOPO pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 dapat ditunjukkan dalam persamaan regresi berikut : ROE = 0. 0305LDR Ae 0. 3471NPL Ae 0. 5684BOPO e Berdasarkan hasil uji simultan . ji F) pada tabel 4. menunjukkan bahwa nilai probabilitas chi-square sebesar 0. 0000 < 0. 01, maka H0 ditolak dan H1 Artinya dengan tingkat kepercayaan 99% variabel LDR. NPL, dan BOPO mempengaruhi ROE secara simultan. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R. pada tabel 4. bahwa nilai R2 sebesar 0. 7001 atau sebesar 70. 01%, artinya sebesar 70. variabel dependen (ROE) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen (LDR. NPL, dan BOPO), sedangkan sisanya 29. 99% dijelaskan oleh variabel lain di luar Regresi Persamaan 2 digunakan untuk menganalisis pengaruh LDR. NPL, dan BOPO terhadap CAR yang akan digunakan untuk sobel test pada H4 H5 dan H6. Dari hasil uji Chow dan uji Hausman diketahui model terbaik adalah Random Effect Model. Tabel 4. Hasil Estimasi Random Effect Model Persamaan 2 CAR Coefficient Std. LDR NPL BOPO RSquared Prob Chi2 Berdasarkan hasil analisis regresi dengan data panel pada persamaan 2 diketahui hal-hal sebagai berikut: Hubungan antara CAR dengan variabel LDR. NPL, dan BOPO pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 dapat ditunjukkan dalam persamaan regresi berikut : CAR = 0. 3808 Ae 0. 0890LDR Ae 0. 2030NPL Ae 0. 1104BOPO e Berdasarkan hasil uji simultan . ji F) pada tabel 4. menunjukkan bahwa nilai probabilitas chi-square sebesar 0. 0104 < 0. 05, maka H0 ditolak dan H1 Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% variabel LDR. NPL, dan BOPO mempengaruhi CAR secara simultan. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R. pada tabel 4. bahwa nilai R2 sebesar 0. 1550 atau sebesar 15. 50%, artinya sebesar 15. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 variabel dependen (CAR) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen (LDR. NPL, dan BOPO), sedangkan sisanya 84. 50% dijelaskan oleh variabel lain di luar Regresi Persamaan 3 digunakan untuk menganalisis pengaruh CAR terhadap ROE pada H7. Dari hasil uji Chow dan uji Hausman diketahui model terbaik adalah Random Effect Model. Tabel 5. Hasil Estimasi Random Effect Model Persamaan 3 ROE Coefficient Std. LDR NPL BOPO CAR RSquared Prob Chi2 Berdasarkan hasil analisis regresi dengan data panel pada persamaan 3 diketahui hal-hal sebagai berikut: Hubungan antara ROE dengan variabel LDR. NPL. BOPO, dan CAR pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 dapat ditunjukkan dalam persamaan regresi berikut : ROE = 0. 0151LDR Ae 0. 3973NPL Ae 0. 4813BOPO Ae 0. 1335CAR e Berdasarkan hasil uji simultan . ji F) pada tabel 4. menunjukkan bahwa nilai probabilitas chi-square sebesar 0. 0000 < 0. 01, maka H0 ditolak dan H1 Artinya dengan tingkat kepercayaan 99% variabel LDR. NPL. BOPO, dan CAR mempengaruhi ROE secara simultan. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R. pada tabel 4. bahwa nilai R2 sebesar 0. 7353 atau sebesar 73. 53%, artinya sebesar 73. variabel dependen (ROE) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen (LDR. NPL. BOPO, dan CAR), sedangkan sisanya 26. 47% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Langsung Berdasarkan pada tabel 3. hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai pada koefisien sebesar 0. 0305 dan nilai pada p/z sebesar . 095 < 0. maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dengan tingkat kepercayaan 90% LDR Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Hal ini menunjukkan bahwa jika LDR meningkat sebesar 1%, maka ROE pada suatu perusahaan bank akan mengalami peningkatan sebesar 3. Artinya semakin tinggi LDR, maka keuntungan bank juga semakin meningkat dengan asumsi bahwa bank tersebut mampu menyalurkan kredit kepada debitur dengan menggunakan dana yang didapatkan dari pihak ketiga dengan efektif. Dengan kata lain. H1 pada penelitian ini diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Malik . yang menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Namun hal ini bertentangan dengan penelitian Ariyanti & Saryadi . yang menyatakan bahwa LDR tidak berpengaruh terhadap ROE. Berdasarkan pada tabel 3. hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai pada koefisien sebesar Ae0. 3471 dan nilai pada p/z . 154 > 0. 1 maka H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga NPL tidak berpengaruh terhadap ROE. Jika dilihat dari nilai koefisien NPL yang negatif namun tidak signifikan terhadap ROE, maka dapat diartikan bahwa tinggi rendahnya NPL tidak berpengaruh terhadap ROE pada suatu bank. Hal ini mungkin terjadi disebabkan karena rata-rata NPL perusahaan perbankan sudah berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan BI sebesar 5%. Oleh karena itu. NPL perusahaan perbankan masih tergolong rendah maka kerugian yang disebabkan oleh kredit macet masih dapat ditutupi dengan dana yang masih dimiliki bank atau dengan modal baru yang didapatkan dari pengambilalihan jaminan. Dengan kata lain. H2 pada penelitian ini ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Rahmawati, dkk . yang menyatakan bahwa NPL tidak berpengaruh terhadap ROE. Namun hal ini bertentangan dengan penelitian Rositasari & Dailibas . yang menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROE. Berdasarkan pada tabel 3. hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai pada koefisien sebesar Ae0. 4684 dan nilai pada p/z 0. 000 < 0. 01 maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dengan tingkat kepercayaan 99% BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE. Hal ini menunjukkan bahwa jika BOPO menurun sebesar 1%, maka ROE pada suatu perusahaan bank akan mengalami peningkatan sebesar 46. Artinya semakin rendah BOPO maka akan semakin efisien perusahaan perbankan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, sehingga dapat menghasilkan pendapatan operasional yang maksimal dan berdampak pada peningkatan keuntungan perusahaan. Dengan kata lain. H3 pada penelitian ini diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Haeril & Albar . yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROE. Namun hal ini bertentangan dengan penelitian Puspitasari, dkk . yang menyatakan bahwa BOPO tidak berpengaruh terhadap ROE. Berdasarkan pada tabel 5. hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai pada koefisien sebesar Ae0. 1335 dan nilai pada p/z . 028 < 0. 05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE. Hal ini menunjukkan bahwa jika CAR meningkat sebesar 1%, maka ROE pada suatu perusahaan bank akan mengalami penurunan sebesar 13. Hasil ini bertentangan dengan teori dasar Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 yang menyatakan bahwa semakin meningkatnya CAR yang dimiliki maka perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang semakin meningkat juga, sehingga bank akan semakin kuat dalam menghadapi risiko yang timbul sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian pada penelitian ini CAR menunjukkan hasil negatif, hal ini dapat diartikan bahwa meskipun CAR meningkat, namun keuntungan akan menurun jika modal yang dimiliki tidak digunakan untuk menghasilkan keuntungan melainkan digunakan untuk mengembangkan usaha. Dengan kata lain. H7 pada penelitian ini ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuni & Oetomo . yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE. Namun hal ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Monica . yang menyatakan bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap ROE. Pengaruh Tidak Langsung Sobel Test Untuk mengetahui apakah CAR dapat memediasi LDR. NPL, dan BOPO terhadap ROE, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan Sobel Test sebagai Tabel 6. Hasil Sobel Test Pengaruh Coefficien Std. Pengaruh Tidak Langsung LDR Ie CAR LDR Ie CAR Ie ROE NPL Ie CAR NPL Ie CAR Ie ROE BOPO Ie CAR BOPO Ie CAR Ie ROE CAR Ie ROE z hitung z tabel ( = 0. Hasil dari uji sobel test pada tabel 6. menunjukkan bahwa nilai z hitung 4861 > z tabel dengan tingkat signifikansi 0. 1 yaitu sebesar 1. 28, maka diartikan bahwa CAR dapat menjadi mediasi pengaruh LDR terhadap ROE. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika dana pihak ketiga yang dihimpun oleh bank dapat disalurkan dengan efektif, maka bank akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan akan meningkatkan kecukupan modal yang dimiliki oleh bank yang berujung pada kenaikan rasio CAR. Dalam hal ini bank memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan bunga atas pinjaman serta dapat meningkatkan profitabilitas bank. Dengan kata lain. H4 pada penelitian ini diterima. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Hasil dari uji sobel test pada tabel 6. menunjukkan bahwa nilai z hitung 3996 < z tabel dengan tingkat signifikansi 0. 1 yaitu sebesar 1. 28, maka diartikan bahwa CAR tidak dapat menjadi mediasi pengaruh NPL terhadap ROE. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CAR belum tentu mampu menutup kerugian akibat tingginya NPL. Upaya untuk menutupi NPL dan kegiatan kredit bisa terus dilakukan dengan melalui pengambilalihan agunan atau Agunan Yang Diambil Alih (AYDA). Pasal 12A. UU Perbankan mengatur bahwa bank dapat memperoleh sebagian atau seluruh jaminan melalui lelang atau non-lelang atas dasar penyerahan sukarela oleh pemilik jaminan atau berdasarkan kuasa untuk menjual di luar dari pelelangan dari pemilik jaminan dalam hal debitur gagal memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan jaminan yang dibeli harus dicairkan sesegera mungkin. Jika bank memutuskan untuk mengambil alih harta debitur dalam hal berupa hak milik, maka kedudukan para pihak saat menerima jaminan adalah bank sebagai pembeli dan penjamin adalah sebagai penjual. Maka agunan ini kemudian akan menjadi aset baru bagi bank sehingga dapat menambah modal dan memperkuat operasionalnya. Dengan kata lain. H5 pada penelitian ini Hasil dari uji sobel test pada tabel 6. menunjukkan bahwa nilai z hitung 3823 > z tabel dengan tingkat signifikansi 0. 1 yaitu sebesar 1. 28, maka diartikan bahwa CAR dapat menjadi mediasi pengaruh BOPO terhadap ROE. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah nilai BOPO, maka semakin tinggi nilai rasio CAR. Hal ini terjadi ketika BOPO rendah, beban operasional yang harus ditanggung lebih sedikit dari laba operasional yang dihasilkan, sehingga bank tidak perlu menggunakan modalnya untuk menutupi beban operasional tersebut. Ketika biaya operasional rendah, modal bank dapat digunakan untuk kegiatan lain yang dapat meningkatkan rasio CAR dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan profitabilitas bank. Dengan kata lain. H6 pada penelitian ini diterima. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. NPL tidak berpengaruh terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Hasil penelitian di atas juga menunjukkan bahwa CAR dapat memediasi pengaruh LDR dan BOPO terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Namun CAR tidak dapat memediasi pengaruh NPL terhadap ROE pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 DAFTAR PUSTAKA