136 Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 03. Nomor 3. Mei 2025 E-ISSN: Website: https://journal. fkm-untika. id/index. php/jpmeoj This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Asupan Zat Besi Siswa Remaja Puteri Penderita Anemia di SMA seKecematan Luwuk Selatan Tahun 2024 (Iron Intake of Teenage Girls Suffering from Anemia in High Schools in South Luwuk District in 2. Erni Yusnita Lalusu1*. Sitti Rahma Lawaha1. Muhammad Syahrir1. Sulasmi Anggo2 1Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Tompotika Luwuk . Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai *Koresponden Penulis: erniyusnitalalusu@gmail. ABSTRAK Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Remaja Putri lebih berisiko mengalami anemia dari pada remaja putra. Berdasasarkan hasil Riskesdas, prevalensi remaja putri yang mengalami anemia tahun 2013 sebesar 18,40%, dan menjadi 32% tahun 2018. Di Kabupaten Banggai, prevalensi remaja putri yang mengalami anemia pada tahun 2023 sebesar 14,43 % (Dinkes Kab Banggai, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Asupan Zat Besi (F. Pada Remaja SMA penderita anemia di Kecamatan Luwuk Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian Survei Deskritif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi remaja putri di MAN 1 Banggai. SMK Komputer dan SMKN 2 Luwuk yang terdiagnosis anemia yaitu sebanyak 24 orang (Total samplin. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada remaja putri yang mengalami anemia paling banyak dengan asupan Fe . at bes. yang kurang yaitu 23 orang . ,8%) dan tidak mengonsumsi tablet tambah darah sebesar . ,2%). Kesimpulan sebagian besar remaja putri penderita anemia di tingkat SMA adalah Kekurangan Zat Besi. Diharapkan agar para remaja putri lebih memperhatikan pola makan, terutama yang merupakan sumber zat besi. Kata kunci: Asupan zat besi, anemia, remaja puteri. ABSTRACT Anemia is a condition where the number of red blood cells or the concentration of hemoglobin in them is lower than normal. Adolescent girls are more at risk of experiencing anemia than male adolescents. Based on the results of Riskesdas, the prevalence of adolescent girls experiencing anemia in 2013 was 18. 40%, and became 32% in 2018. In Banggai Regency, the prevalence of adolescent girls experiencing anemia in 2023 was 14. 43% (Banggai District Health Office, 2. The aim of this study was to determine the description of iron (F. intake in high school teenage girls suffering from anemia in South Luwuk District. This research is a descriptive survey research. The population in this study were female teenage students at MAN 1 Banggai. Computer Vocational School and SMKN 2 Luwuk who were diagnosed with anemia, namely 24 people (Total samplin. The analysis used is univariate analysis. The results of this study showed that the majority of young women who experienced anemia had insufficient Fe . intake, namely 23 people . 8%) and did not consume blood supplement tablets . 2%). The conclusion is that the majority of young women suffering from anemia at high school level are iron deficient. https://doi. org/10. 51888/jpmeo. 137 | Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 03 No. Mei 2025 is hoped that young women will pay more attention to their diet, especially which is a source of Keywords: Iron intake, anemia, adolescents PENDAHULUAN Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya (WHO. Remaja Putri lebih berisiko mengalami anemia dari pada remaja putra. Ini mungkin karena beberapa termasuk fakta bahwa remaja putri kehilangan darah setiap bulan selama siklus menstruasi (Hubband. Remaja putri memiliki risiko anemia yang lebih tinggi karena kebutuhan yang meningkat. asupan yang rendah nutrisi anitaeetic dan rendahnya asupan nutrisi yang meningkatkan penyerapannya nutrisi anitaeetic (Engdiaw et al. , 2. Remaja putri . rentan menderita anemia karena banyaknya kehilangan darah pada saat menstruasi. Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat hamil. Hal ini akan berdampak anitae terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan. bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak (Kemenkes RI. Menurut Jaelani. dan Sayagraha . bahwa anita resiko yang berhubungan dengan kejadian anemia adalah pengetahuan. lama menstruasi dan pola konsumsi makanan. Kebutuhan gizi seseorang dipengaruhi oleh perilaku pola makan yang di jalani. Kualitas dan kuantitas dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi dapat mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Komsumsi zat besi yang tidak seimbang serta tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. yang dapat meningkatkan risiko penyakit yang tidak di harapkan. Masa remaja . adalah masa terjadinya proses transisi dari masa kanak-kanak menuju arah dewasa. Remaja individu akan mengalami berbagai perubahan salah satunya perubahan berkaitan dengan perilaku. Perubahan perilaku adalah perilaku dalam pemilihan jenis Pemilihan jenis makanan yang salah dapat mempengaruhi kualitas hidup hingga usia dewasa (Hendra et. , 2. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. sebanyak 32% atau tiga dari sepuluh remaja Indonesia menderita penyakit anemia. Hal ini di pengaruhi oleh asupan gizi rutin yang tidak optimal serta kurangnya aktivitas fisik. Sebab itu. melalui Kementrian Kesehatan mengangkat tema Remaja Sehat. Bebas Anemia pada peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2021 (Kementerian RI. Menurut World Health Organization (WHO) dalam world health statistic tahun 2021 menunjukan bahwa prevalensi pada anita usia reproduktif . di dunia tahun 2019 berkisar sebanyak 29. Bersadarkan hasil laporan Riskesdas . remaja putri yang mengalami anemia yaitu 18. 40%, mengalami peningkatan menjadi 32% data Riskesdas . Kemudian berdasarkan data SKI 2023 prevalensi remaja putri yang mengalami anemia yaitu 15. Berdasarkan data Kabupaten Banggai prevalensi remaja putri yang mengalami anemia pada tahun 2023 sebesar 14. (Dinkes Kab Banggai, 2. https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Asupan Zat Besi A (Lalusu. Lawaha. Syahrir & Angg. | 138 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Survei Deskritif. Untuk mengetahui Gambaran Asupan Fe (Zat Bes. Pada Remaja Putri Siswi SMA Di Kecamatan Luwuk Selatan Tahun 2024. Lokasi penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Selatan, adapun pengambilan sampel dilakukan di beberapa tempat yaitu MAN 1 Banggai. SMK Komputer dan SMKN 2 Luwuk. Waktu pelaksanaan telah dilaksanakan pada bulan Agustus Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah siswi remaja putri yang terdiagnosa anemia sebanyak 24 orang . otal samplin. Data di peroleh di olah menggunakan bantuan komputer dengan menggunakan aplikasi SPSS (Software Statistical Package For Sosial Screnc. Analisis Univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan setiap veriabel. HASIL Berdasarkan pengukuran kadar hemoglobin (H. pada 79 siswa remaja puteri di tiga sekolah yang terdapat diwilayah kecamatan Luwuk selatan yaitu MAN 1 Banggai. SMK Komputer dan SMKN 2 Luwuk. , diperoleh sebanyak 24 orang . ,4%)yang mengalami anemia . adar Hb < 12 g/dL). Sedangkan yang tidak anemia sebanyak 55 orang . ,6%). Tabel 1 berikut menyajikan data karakteristik umur dan status gizi remaja puteri penderita anemia tersebut. Tabel 1 Umur dan Satatus Gizi Siswi SMA Penderita Anemia di Kecamatan Luwuk Selatan Tahun 2024 Variabel Umur 15 tahun 16 tahun 17 tahun Status Gizi Kurus Normal Gemuk Sumber: Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel 1 di atas, diketahui bahwa paling banyak umur responden adalah 16 tahun yaitu 12 orang . ,0%) dan paling sedikit umur 15 tahun yaitu 3 orang . ,5%). Status gizi responden yang dinilai berdasarkan IMT, paling banyak adalah kategori normal yaitu 14 orang . ,3%), kategori kurus sebanyak 7 orang . ,2%) dan juga terdapat kategori gemuk sebanyak 3 orang . ,5%). Rata-rata IMT remaja puteri tersebut adalah 20. 6 Kg/m2. Berdasarkan tabel 2 di bawah, diketahui bahwa pada remaja putri anemia, dengan kategori cukup yaitu 1 orang . ,2%) dan kategori kurang yaitu 23 orang . ,8%). Selain itu, berdasarkan kebiasaan konsumsi tablet tambah darah sebagian besar tidak mengkonsumsi yaitu sebanyak 19 orang . ,2%) dan hanya 5 orang . ,8%) yang mengkonsumsi. https://doi. org/10. 51888/jpmeo. 139 | Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 03 No. Mei 2025 Tabel 2 Asupan Zat Besi dan Konsumsi Tablet Fe Siswi SMA Penderita Anemia Di Kecamatan Luwuk Selatan Tahun 2024 Variabel Asupan Zat Besi Cukup Kurang Komsumsi Tablet Fe Tidak Sumber: Data Primer, 2024 PEMBAHASAN Sebagai hasil dari pertumbuhan intensif dan perkembangan otot, kebutuhan zat besi pada remaja mengalami peningkatan sehingga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada remaja. Zat besi (F. berperan dalam sintesis monoamina, metabolisme energi, mielinisasi, sistem neurotransmitter, dan metabolisme dopamin. Hubungan terbalik antara IMT yang tinggi dikaitkan dengan penyerapan Fe fraksional yang lebih rendah pada wanita usia subur, terlepas dari status Fe. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ernyasih . menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi sumber zat heme dengan status gizi . =0. 17 Zat besi heme dapat memengaruhi status gizi, karena zat besi heme berasal dari bahan makanan hewani sehingga mempunyai tingkat absorpsi 20-30% dan besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh serta penyerapannya tidak tergantung dengan zat makanan lainnya. Remaja putri anemia, dengan kategori cukup yaitu 1 orang . ,2%) dan kategori kurang yaitu 23 orang . ,8%). Hasil penelitian ini juga sesuai dengan Lestari et al . yang menyatakan bahwa asupan zat besi pada remaja putri anemia kategori cukup . ,3%) dan kategori kurang . ,7%). Asupan Fe . at bes. pada remaja putri penderita anemia siswi SMA Di Kecamatan Luwuk Selatan yang menunjukan bahwa asupan Fe . at bes. nya kurang rata-rata kadar Hb nya yaitu 11,2 g/dl, sedangkan yang asupan Fe . at bes. yang cukup yaitu 11,2 g/dl karena mengonsumsi sayur bayam merah dan yang mengonsumsi tablet tambah darah yaitu sebanyak 5 orang dengan ratarata kadar Hb nya 11,6 g/dl sedangkan yang tidak mengonsumsi tablet tambah darah yaitu sebanyak 19 orang dengan rata-rata kadar Hb nya 11,2 g/dl. Indeks massa tubuh (IMT) adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis. Indeks massa tubuh di ukur dengan cara. IMT = (BB(Berat Bada. dalam k. /(TBI2 (Tinggi Bada. Hasil perhitungan dengan formula ini akan mengindikasikan status gizi dengan kalsifikasi sebagai kurus: <18,5. Normal : 18,5-25,0 dan Gemuk : >25,0. IMT yang terjadi pada siswi remaja putri penderita anemia sebagian besar memiliki bentuk tubuh yang ideal atau 18,5-24,9 sebanyak 14 orang, yang memiliki bentuk tubuh yang kurus atau BB kurang sebanyak 7 orang, dan sebagian kecil yang memilki bentuk tubuh yang obesitas/gemuk atau 30-39,9 sebnayak 3 orang. Berat badan pada remaja berpengaruh dalam proses reprodusksi pada remaja salah satunya akan berpengruh terhadap pola menstruasi, kebutuhan nutrisi yang dapat berpengaruh di nilai Hb dari remaja untuk mengurangi resiko anemia. Nutrisi remaja https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Asupan Zat Besi A (Lalusu. Lawaha. Syahrir & Angg. | 140 sangat berperan penting dalam proses keseharian remaja itu sendiri. Remaja putri itu sendiri tercukupi kebutuhan asupan zat gizinya, dengan mengonsumsi bayam . pinacia olerace. adalah salah satu sayuran hijau yang sangat bermanfaat yang kaya akan zat KESIMPULAN DAN SARAN Sebagian besar Asupan zat besi bersumber dari makanan untuk Remaja Putri Penderita Anemia pada kategori kurang 95,8%. Sedangkan dengan kategori cukup hanya mencapai 4,2%. Demikian pula dengan Konsumsi tablet Tambah Darah hanya mencapai 20,3%, sedangkan yang tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah sebanyak 79,7%. Sebagai saran yaitu bagi pihak instansi kesehatan sebaiknya dilakukan pemerikasaan hemoglobin oleh Puskesmas setempat dalam jangka waktu minimal 6 bulan sekali dan juga memberikan penyuluhan untuk mencegah anemia pada remaja Bagi pihak sekolah sebaiknya melakukan pemantauan, konsumsi tablet tambah UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada kepala Sekolah MAN 1. SMK Komputer dan SMK 2 Luwuk atas rekomendasi dan fasilitasi yang diberikan dalam pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA