Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Penerapan Teknologi Rocket Stove untuk Mengurangi Polusi Pembakaran Sampah di Kampung Merangkai Rahmad Gunawan1*. Raditya Pradipa2. Andi Nur Alfiah Insani Amin3. Aisyara Yuliskania4. Manzilah Ditiara Tania5. Muhamad Rizki Harmawan6. Muhammad Iqbal Jasmin7. Altaric Nugroho8. Niken Rahma Fadilla9. Azra Gusti Vania10. Achyar Zein Avicenna11. Nofrial12. Binta Razkia13. Besti Zahratul Nadira14 1Ao2Ao11Ao12 Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar MIPA & Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Oku Timur Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Teknik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Teknik. Universitas Muhammadiyah Riau 9Ao10 Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Riau Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Riau Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau goengoen78@umri. id, 220401091@student. andinuralfiah@bg. id, 220205149@student. manzilahtania3@gmail. com, 2102010361@ump. Abstract muhammad. ft22@mail. 220103128@student. id, 220501214@student. 220402139@student. Ineffective plastic220502036@student. waste management remains a significant problem in rural communities, particularly 220401287@student. 220602013@student. due to traditional burning practices that generate air pollution, odors, and health risks. The 220304194@student. Muhammadiyah AoAisyiyah Community Service Program (KKNMA. in Merangkai Village. Dayun District. Siak Regency aimed to provide an alternative solution through the application of appropriate technology in the form of a rocket stove. The implementation method consisted of preparation . iterature study, field observation, and desig. , execution . ocialization, construction of a rocket stove unit, and technical trainin. , and evaluation . onitoring, interviews, and design improvement. The results indicated that the rocket stove reduced smoke and odor emissions by 60Ae80% compared to traditional burning, improved efficiency in processing dry waste, and encouraged active community participation in environmental management. Success factors included technology design, support from local government, and community awareness, although the limited number of units remained a challenge. This program demonstrated that rocket stove technology offers a sustainable small-scale waste management solution with potential replication in other rural areas. Keywords: Waste Burning Pollution. Environmental Awareness. Rocket Stove. Appropriate Technology. Waste Management Abstrak Pengelolaan sampah plastik yang tidak optimal masih menjadi permasalahan di masyarakat pedesaan, khususnya akibat praktik pembakaran tradisional yang menimbulkan polusi udara, bau, dan gangguan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah AoAisyiyah (KKNMA. di Kampung Merangkai. Kecamatan Dayun. Kabupaten Siak bertujuan memberikan solusi alternatif melalui penerapan teknologi tepat guna berupa rocket stove. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan . tudi literatur, observasi, desai. , pelaksanaan . osialisasi, pembangunan unit rocket stove, pelatihan penggunaa. , serta evaluasi . onitoring, wawancara, dan penyempurnaan desai. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa rocket stove mampu mengurangi emisi asap dan bau hingga 60Ae80% dibanding pembakaran tradisional, meningkatkan efisiensi pembakaran sampah kering, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Keberhasilan didukung oleh desain teknologi, keterlibatan perangkat desa, dan kesadaran warga, meskipun keterbatasan jumlah unit masih menjadi tantangan. Program ini membuktikan bahwa rocket stove dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah skala kecil dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Kata Kunci: Polusi Pembakaran Sampah. Kesadaran Lingkungan. Rocket Stove. Teknologi Tepat Guna. Pengelolaan Sampah PENDAHULUAN Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia. Produksi plastik yang terus meningkat dalam enam dekade terakhir telah menimbulkan dampak serius karena sifatnya yang sulit terurai. Meskipun memiliki keunggulan praktis seperti ringan, kuat, dan murah, penggunaan plastik telah melampaui ekspektasi awal sehingga menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan manusia dan kualitas Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat bahwa timbulan sampah Indonesia pada tahun 2022 mencapai 37,37 juta ton per tahun, namun belum seluruhnya dapat dikelola secara Kondisi di Kampung Merangkai. Kecamatan Dayun. Kabupaten Siak, menunjukkan bahwa masyarakat masih mengandalkan metode pembakaran terbuka untuk mengatasi sampah plastik rumah Praktik ini menimbulkan asap pekat, menimbulkan penyakit akibat polutan berbahaya seperti partikulat (PM2. 5 dan PM. , karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO. , dan senyawa organik volatil (VOC. Walaupun telah tersedia bank sampah, pengelolaan masih terbatas pada sampah bernilai ekonomis, sementara plastik sekali pakai tetap terabaikan. Hal ini menghadirkan solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah AoAisyiyah (KKNMA. dirancang sebagai upaya pengabdian masyarakat untuk menjawab permasalahan Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran warga mengenai dampak pembakaran tradisional sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa rocket stove. Alat ini bekerja https://doi. org/10. 37859/jpumri. dengan prinsip pembakaran suhu tinggi . Ae 900AC) melalui desain ruang bakar vertikal yang terisolasi sehingga menghasilkan emisi lebih rendah dan pembakaran lebih efisien. Dengan demikian, rocket stove diproyeksikan meningkatkan kenyamanan lingkungan, serta menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah plastik di pedesaan. Tinjauan pustaka mendukung penerapan teknologi ini. Penelitian Yahya & Ningrum . menunjukkan bahwa rocket stove dapat menekan emisi hingga 60Ae80% dibandingkan metode konvensional. Zed et al. menegaskan bahwa desain ruang bakar vertikal dan insulasi material berperan penting dalam keberhasilan pembakaran Selain itu. Dwicahyo et al. melaporkan bahwa penerapan rocket stove meningkatkan kesadaran lingkungan dan Dengan landasan teori tersebut, hipotesis yang dikembangkan adalah bahwa penerapan rocket stove di Kampung Merangkai akan memberikan perubahan signifikan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, baik dari sisi efisiensi pembakaran maupun peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. METODE PENGABDIAN Metode pengabdian masyarakat ini partisipatifkualitatif dengan melibatkan masyarakat Kampung Merangkai secara aktif dalam setiap tahapan. Rancangan kegiatan disusun secara berkesinambungan melalui tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang saling terhubung agar hasil kegiatan dapat berkelanjutan. Ruang lingkup kegiatan difokuskan pada pengelolaan sampah rumah tangga berbahan plastik dan sampah kering lainnya yang sebelumnya dibakar secara tradisional. Objek kegiatan adalah masyarakat Kampung Merangkai. Kecamatan Dayun. Kabupaten p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Siak, dengan sasaran utama perangkat desa dan warga yang sehari-hari berhadapan dengan permasalahan sampah. Bahan dan alat utama yang digunakan meliputi bata tahan panas, semen, pipa besi, serta material lokal lain untuk membangun rocket stove. Sampah kering seperti daun, kardus, dan plastik tipis digunakan sebagai bahan uji coba pembakaran. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Merangkai selama periode 31 Juli hingga 9 September Tahap mencakup studi literatur mengenai rocket identifikasi kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah, serta koordinasi dengan perangkat desa. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan sosialisasi tentang bahaya pembakaran tradisional, pembangunan satu unit rocket stove bersama warga, serta pelatihan teknis penggunaan. Tahap evaluasi dilakukan dengan monitoring penggunaan, wawancara masyarakat mengenai manfaat dan kendala, serta penyempurnaan desain apabila ditemukan masalah teknis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung saat proses konstruksi dan penggunaan rocket stove, wawancara dengan warga, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Definisi operasional variabel pengabdian meliputi: efektivitas pembakaran sampah, ditandai dengan tingkat asap dan bau yang . partisipasi masyarakat, diukur dari keterlibatan dalam sosialisasi, pelatihan, dan penggunaan alat. tingkat efisiensi, dilihat dari kecepatan sampah habis terbakar. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan kondisi pengelolaan sampah sebelum dan sesudah penerapan rocket stove. Indikator keberhasilan mencakup berkurangnya polusi lingkungan, serta keberlanjutan penggunaan alat oleh masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Kegiatan pengabdian masyarakat melalui penerapan rocket stove di Kampung Merangkai telah menghasilkan beberapa capaian utama, yaitu: Sosialisasi Sosialisasi mengenai bahaya pembakaran tradisional dan manfaat rocket stove diikuti oleh perangkat desa dan Jumlah peserta tercatat 18 orang, terdiri dari 10 perangkat desa . %) dan 8 warga . %). Dukungan perangkat desa menjadi faktor penting yang memperkuat legitimasi program. Tabel 1. Jumlah Peserta Sosialisasi Program Rocket Stove Peserta Perangkat Masyarakat Total Jumlah (Oran. Persentase(%) Sumber: Data Kegiatan KKN, 2025 Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sosialisasi adalah perangkat Hal ini memperlihatkan adanya dukungan struktural yang kuat, sehingga dapat menjadi motor penggerak dalam mendorong partisipasi masyarakat lebih luas pada tahap implementasi. Pembangunan Rocket Stove Satu unit rocket stove berukuran besar berhasil dibangun di lokasi strategis dekat titik pengumpulan sampah. Proses pembangunan rocket stove diawali dengan acara peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa bersama tim KKN. Gambar 1. Proses peletakan batu pertama pembangunan rocket stove https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Gambar1 memperlihatkan simbolisasi awal pembangunan rocket stove yang melibatkan langsung Kepala Desa. Keterlibatan ini tidak hanya memberi legitimasi, tetapi juga mendorong semangat partisipasi masyarakat sejak tahap awal, sehingga pembangunan berjalan lancar. Uji Coba Uji coba dilakukan dengan sampah plastik tipis, daun kering, dan kardus. Hasil pengamatan menunjukkan asap lebih tipis, bau berkurang signifikan, serta sampah cepat habis terbakar. udara, sesuai dengan tujuan pengabdian. Pelatihan dan peresmian Tabel 2. Perbandingan Kondisi Pengelolaan Setelah itu peserta melakukan praktik langsung dengan pendampingan tim KKN. Mereka mencoba menyalakan api, memasukkan sampah kering secara bertahap, serta membersihkan residu abu melalui lubang khusus di bagian bawah. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi praktik. Sampah Sebelum dan Sesudah Rocket Stove Aspek Pola Pengelolaan Asap yang Dihasilkan Bau Sampah Efisiensi Sebelum Rocket Stove Sampah ditumpuk lalu dibakar Sesudah Rocket Stove Sampah langsung dibakar di rocket Pekat, berbau. Tipis, minim polusi, tidak Tidak ada bau, lingkungan lebih Menyengat. Rendah, sampah Tinggi, sampah cepat habis Berdasarkan Tabel 2 Perbandingan ini menunjukkan perubahan signifikan setelah penggunaan rocket stove. Pola pengelolaan menjadi lebih teratur, kualitas udara membaik, dan lingkungan terbebas dari bau Efisiensi juga meningkat karena sampah lebih cepat habis terbakar. Gambar 2 Uji coba pembakaran sampah menggunakan rocket stove Pada gambar 2 memperlihatkan asap hasil pembakaran dengan rocket stove yang pembakaran terbuka. Hal ini membuktikan efektivitas teknologi dalam menekan polusi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Pelatihan dilaksanakan bersamaan dengan acara peresmian yang dihadiri perangkat desa dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa, kemudian tim KKN menjelaskan prinsip kerja rocket stove, jenis sampah yang dapat dibakar . aun kering, kardus, plastik tipi. , serta sampah yang tidak bisa masuk seperti limbah makanan dan sampah basah. Warga juga diperlihatkan cara memasukkan bahan bakar melalui lubang horizontal dan bagaimana menjaga aliran udara agar api tetap stabil. Acara ditutup dengan peresmian resmi penggunaan rocket stove melalui uji coba Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong masyarakat mulai beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Pembahasan Penerapan rocket stove terbukti efektif mengurangi polusi dari pembakaran Hasil pengamatan kualitatif menunjukkan penurunan asap hingga 60Ae 80% dibanding metode konvensional. Hal ini sejalan dengan penelitian Yahya & Ningrum . yang menyatakan bahwa rocket stove menghasilkan pembakaran lebih sempurna melalui proses gasifikasi biomassa sebelum pembakaran sekunder. Faktor keberhasilan program di Kampung Merangkai antara lain: Desain teknologi yang memungkinkan suhu tinggi . Ae900AC) dengan emisi minimal (Zed et al. , 2. Dukungan pemerintah desa, khususnya Kepala Desa, yang memberi legitimasi dan dorongan moral bagi masyarakat. Partisipasi masyarakat, meski jumlah peserta terbatas, namun antusiasme penggunaan cukup tinggi. Kelebihan program ini antara lain pembakaran lebih efisien, lingkungan lebih p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 bersih, serta peningkatan kesadaran Namun terdapat keterbatasan berupa hanya satu unit rocket stove yang dibangun sehingga belum mampu melayani seluruh kebutuhan warga, serta keterbatasan dalam membakar sampah basah seperti sisa Secara praktis, pengabdian ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan yang masih mengandalkan pembakaran Hasil memperlihatkan perubahan langsung pada kualitas udara dan kenyamanan lingkungan. Selain itu, residu plastik berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis seperti paving block, sehingga memberi peluang pengembangan program di masa depan (Sari et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat melalui penerapan rocket stove tidak hanya berhasil mengurangi polusi asap, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. SIMPULAN Kegiatan melalui penerapan rocket stove di Kampung Merangkai berhasil memberikan solusi alternatif terhadap permasalahan polusi akibat pembakaran sampah tradisional. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa rocket stove mampu menurunkan emisi asap dan bau hingga 60Ae80%, meningkatkan efisiensi pembakaran sampah kering, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Keberhasilan program didukung oleh desain teknologi yang tepat, dukungan perangkat desa, serta partisipasi aktif masyarakat dalam sosialisasi, pelatihan, dan penggunaan alat. Meskipun demikian, keterbatasan ketidakmampuan alat untuk mengolah sampah basah menjadi tantangan yang perlu Program ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut, baik melalui penambahan unit, pemanfaatan residu plastik menjadi produk bernilai ekonomis, maupun replikasi ke wilayah lain Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 dengan permasalahan serupa. Dengan demikian, rocket stove terbukti sebagai teknologi tepat guna yang efektif, ramah lingkungan, dan relevan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di masyarakat pedesaan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah AoAisyiyah (PTMA) atas dukungan yang diberikan. Dosen Pembimbing Lapangan atas arahan dan bimbingannya. Pemerintah Desa Merangkai beserta perangkatnya atas kerja sama, serta masyarakat Desa Merangkai yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada SDN 09 Merangkai. MTs Al Azhar, dan TK Harapan yang telah mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan program. DAFTAR PUSTAKA