Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. ANALISIS MANAJEMEN PASOKAN DAN DISTRIBUSI KEKAYAAN PUBLIK ISLAM DARI PRESPEKTIF MANAJEMEN SPIRITUAL Diyaa Aaisyah S. A*. Purbawati. Ida Rosanti Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur *Korespondensi Penulis: salmaaxia1@gmail. ABSTRACT This research intends to uncover, explain and analyze the concept of Islamic thought from Sheikh Taqiyuddin an-Nabhani regarding the provision and distribution of public finances in Baitul Maal by taking the perspective of heavenly management. The research results reveal that Sheikh Taqiyuddin An-Nabhani's concept of supply and distribution management of public finances in Baitul Maal is essentially a revenue and expenditure concept that reflects the income and expenditure allocation of the caliphate state in accordance with the principles of Islamic religious law. General analysis shows that the concept of Baitul Maal in the thoughts of Sheikh Taqiyuudin An-Nabhani explains that Baitul Maal manages community assets on a state scale and emphasizes the role of Islamic political riayah 'ala syu'unil ummat . anagement of the affairs of the peopl. by dawlah and imam/caliph. Meanwhile, formal object analysis shows that the concept of Baitul Maal in the thoughts of Sheikh Taqiyuddin AnNabhani contains values that fulfill the realm of Life is Place of Wealth as a domain in celestial/spiritual Keywords: an-Nabhani. Baitul Mal. Distribution. Supply. Wealth ABSTRAK Penelitian ini bermaksud untuk menguak, menjabarkan, dan menganalisa konsep pemikiran Islam dari Syekh Taqiyuddin an-Nabhani mengenai penyediaan dan distribusi keuangan publik dalam Baitul Maal dengan mengambil prespektif Manajemen surgawi. Hasil penelitian menguak bahwa konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang manajemen pasokan dan distribusi keuangan public di Baitul Maal pada hakikatnya merupakan konsep penerimaan dan pengeluaran yang mencerminkan pendapatan dan alokasi pengeluaran negara khilafah yang sesuai dengan prinsip syariat agama Islam. Analisis umum menunjukkan bahwa konsep Baitul Maal dalam pemikiran Syekh Taqiyuudin An-Nabhani menjelaskan bahwa Baitul Maal memanajemen aset masyarakat dalam skala negara dan menekankan peran politik Islam riayah Aoala syuAounil ummat . epengurusan atas urusan uma. oleh dawlah dan imam/khalifah. Adapun, analisis objek formal menunjukkan bahwa konsep Baitul Maal dalam pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mengandung nilai-nilai yang memenuhi ranah Life is Place of Wealth sebagai domain dalam manajemen langit/spiritual. Keywords: an-Nabhani. Baitul Mal. Distribusi. Kekayaan. Pasokan. PENDAHULUAN Konsekuensi dari keimanan terhadap Islam adalah setiap muslim haruslah terikat dengan peraturan hidup Islam di segala ranah kehidupan, tak terkecuali ekonomi (An-Nabhani, 2. Konsep ekonomi Islam memandang bahwa harta haruslah dimanajemen sesuai dengan ketentuan syariat Islam, termasuk pada ranah harta kekayaan publik. Pada masa kekhilafahan. Baitul Maal menjadi institusi khusus dimana harta kekayaan umat dikelola sesuai dengan aturan-aturan Islam. Baitul Maal menjadi institusi pengelola kekayaan transform Vol. No. Oktober 2023: 30-35 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. publik yang fundamental dan menjadi bagian dari pilar negara. Penerimaan dan pengalokasian harta yang dilakukan oleh Baitul Maal menjadi aktivitas penyedia dan pendistribusian harta kekayaan publik yang dilakukan secara sentral dan dalam skala negara (An-Nabhani, 2. Dunia Islam menghadapi fakta bahwa keruntuhan kekhilafahan terakhir. Turki Utsmani atau Ottoman pada tahun 1924, penerapan Islam saat ini mulai tergerus oleh ideologi kapitalisme, yang notabenenya menggantikan Islam menjadi ideologi dunia (An-Nabhani, 2014. Karim, 2. Penerapan praktek Baitul Maal sebagai institusi krusial dalam pengelolaan harta kekayaan publik sesuai Islam telah Namun pemikiran-pemikiran dari para ulama Muslim perihal pengelolaan harta Baitul Maal tetaplah ada dan berlanjut berkembang hingga saat ini. Adapun, pemikiran yang lahir dan Utsmani tantangan untuk tetap menjaga kemurnian pemikiran dari corak khas ideologi dunia saat ini, kapitalisme, yang mencoba menanamkan prinsip sekuler pada kehidupan dan menjadikan kemanfaatan menjadi tolok ukur perbuatan sehingga mengesampingkan agama, minim akan spiritualitas (Triono, 2. Syekh Taqiyuddin An-Nabhani adalah salah satu ulama yang menyebarkan dakwah Islam dengan misi menerapkan Islam secara kaffah. Akan tetapi, beliau merupakan ulama yang hidup pada masa transisi ideologi Islam dan kapitalisme. Sebagai tokoh yang lahir pada masa transisi Syekh Taqiyuddin An-Nabhani menjadi salah satu tokoh ulama yang menghadapi tantangan untuk mempertahankan kemurnian Islam dari corak khas ideologi kapitalisme. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menguak dan menjabarkan konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mengenai manajemen pasokan dan distribusi keuangan publik di Baitul Maal dan melakukan analisis terhadap pemikiran tersebut dengan memakai teori Life is Place of Wealth Manajemen Spiritualitas. Manajemen spiritual, dikenal dengan nama lain Manajemen Surgawi, merupakan ilmu manajemen yang berdasarkan pada ketuhanan/ilahiyah penafsiran nilai agama yang kemudian diterapkan pada aktivitas pengelolaan kegiatan, terutama kegiatan bisnis (Gambar . Dimana nilai yang ingin dicapai bukanlah semata nilai keduniawian semata (Manajemen et al. , 2. Gambar 1. Konsepsi Manajemen Spiritual Life is Place of Wealth merupakan pandangan bahwa kehidupan menjadi tempat untuk mendatangkan kekayaan fisik maupun non fisik dengan orientasi Domain ini mencakup beberapa lini komponen yakni meliputi Power Sharing. Information Sharing. Knowledge Sharing dan Rewads. Power Sharing merupakan Pembagian kekuasaan ditujukan agar ada pembagian kewenangan yang tegas sehingga nantinya akan membuat posisi-posisi yang berbeda mengontrol setiap unit bagian. Dalam manajemen spiritual, atasan dan bawahan mekanisme pengawasan dapat dilakukan dua arah. Information Sharing dibutuhkan guna pengetahuan dan dasar untuk beropini serta transform Vol. No. Oktober 2023: 30-35 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. membuat keputusan. Pembagian informasi membuat adanya transparasi informasi dalam kegiataan pengelolaan. Para anggota merumuskan solusi. Knowledge Sharing, kekuasaan dan informasi belum menjamin organisasi dapat mengambil solusi yang tepa tatas permasalahan yang ada. Pengambilan pengetahuan dan ketrampilan dari sumber daya manusia organisasi tersebut, sehingga diperlukan adanya pembagian pengetahuan ketrampilan anggota. Kegiatan pembagian diskusi, dan pengembangan lainnya dalam Rewads atau Imbalan bersifat posistif bagi anggota yang memiliki kinerja baik dan bersifat negatif bagi anggota yang memiliki kinierja buruk. Imbalan yang bersifat positif menjadi distribusi kekayaan bagi para anggota. Distribusi kesejahteraan ini perlu memiliki sistem yang jelas dan Baitul Mal berasal dari bahasa Arab yang berarti Rumah Harta, adalah institusi dalam pemerintahan Islam yang mengelola kekayaan negara (An-Nabhani, 2015. Zallum. Keuangan Publik merupakan salah satu bagian ilmu ekonomi yang membahasan mengenai keuangan negara yang terbagi menjadi penerimaan dan pengalokasian kekayaan pada negara (Nurul Huda, n. , 2. METODE PENELITIAN Studi kualitatif ini merupakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. Literatur dan wawancara tokoh kunci menjadi sumber rujukan data dalam penelitian ini. Literatur menjadi sumber data kontekstual, yang mana dalam studi ini, sumber data primer adalah buku-buku yang ditulis oleh Syekh Taqiyuddin An- Nabhani, terutama yang memiliki kaitan dengan pengelolaan kekayaan publik. Sedangkan wawancara dengan tokoh kunci menjadi penjelas dan penunjang dari sumber kontekstual. Wawancara tokoh kunci diberlakukan kepada orang-orang yang mendalami dan memahami pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis isi deskriptif inferensial yaitu mendeskripsikan isi guna membuat simpulan dari konten yang ada. Simpulan mengidentifikasi karakteristik khusus yang sesuai dengan domain Life is Place of Wealth secara objektif dan sistematis (Anshori & Iswati, 2019. Prastowo, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Nizam Al-Iqtishadi fil Islam menjadi kitab karya Syekh Taqiyuddin An-Nabhani yang menghimpun banyak pemikiran beliau mengenai pengelolaan kekayaan publik dalam Baitul Mal. Disebutkan Baitul Mal merupakan institusi fundamental memanajemen kekayaan umat dan merupakan hak kaum Muslim. Baitul Mal memiliki dua pos, satu pos guna memasok atau menerima harta dan satu pos guna mendistribusikan atau mengeluarkan harta. Pasokan harta dalam Baitul Mal merefleksikan pemasukan kas kaum muslim yang diakui oleh syariat Islam dan harta yang tidak jelas siapa pemiliknya. Sedangkan distribusi Baitul Mal mewakili ditunaikan untuk kepentingan kaum Muslim. Baitul Mal beroperasi dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan hak-hak publik. Berangkat dari hal tersebut, maka pengelolaan harta dalam Baitul Mal menjadi pengelolaan kekayaan publik (An-Nabhani, 2. Adapun pasokan kekayaan Baitul Mal secara garis besar diperoleh dari 3 jenis kepemilikan, yakni kepemilikan individu, umum dan Penjabaran secara rinci dijelaskan transform Vol. No. Oktober 2023: 30-35 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. pada Gambar 2. Sumber Kekayaan Baitul Mal. Pasokan Barang Kebutu Umum Ghanim FaiAo Jizyah Kepemil Negara Kharaj Gambar 2. Sumber Pasokan Kekayaan Baitul Mal Adapun pengelolaan Baitul Mal, secara detail mengenai pasokan dan distribusi kekayaan Baitul MAl dapat diringkas dalam Tabel 1. Pasokan dan Distribusi Kekayaan Baitul Mal Usyur Kepemil Individu Kepemil Umum Zakat Shadaq Sumber Daya Alam Barang Tamban g Besar Sukar alKhums 8 Ashnaf Pertimba Khalifah Kepentin Umum DISTRIBUSI PASOKAN Tabel 1. Pasokan dan Distribusi Kekayaan Baitul Mal Alokasi Sumber Peruntu Dana Bagian Porsi kan Sumber Pemasuk an Lain Rikaz Hibah. Harta Waris Tanpa Pewaris. Perti Khali Perti Khali n,20% Khalifah, syaraAo Kemasla Muslim Pertimba Khalifah Pajak transform Vol. No. Oktober 2023: 30-35 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Harta Orang Kaya Muslim Perti Khali Memenu hi defisit Baitul MAl n negara Analisis Life is Place of Wealth dalam Baitul Mal Domain manajemen spiritual ini berorientasi pada anggapan bahwa kehidupan merupakan tempat untuk kemakmuran, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang Baitul Mal tidak terlepas dari asas dasar penerapan Islam, yakni rahmatan lil Aoalamin atau rahmat bagi alam semesta (An-Nabhani, 2014, 2015. Zallum, 2. Didapati pemikiran beliau merefleksikan nilai-nilai dari bagian Life is Place of Wealth, sebagai Power Sharing Pemikiran Syekh Taqiyuddin menerangkan bahwasanya kekuasaan tertinggi berada pada syariat. Adapun khalifah dan segenap pembantu khalifah adalah pelaksana hukum syaraAo dalam Dalam pengelolaan Baitul Mal, orang yang memiliki tanggungjawab untuk memungut usyur . ungutan dari harta perdagangan Ketika melintasi perbatasan Asyir, pemungut zakat disebut Amil (AnNabhani, 2. Dari hal tersebut, terlihat bahwa dalam pengelolaan Baitul Mal terdapat pembagian kekuasaan. Adapun pengawasan Baitul Mal secara umum berasal dari 3 pilar penjaga syariat, yakni taqwa individu, taqwa masyarakat dan taqwa negara (An-Nabhani, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan bukan hanya berasal dari negara sebagai pemerintah, namun juga individu dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam keberlangsungan pengawasan. Information Sharing dan Knowledge Sharing Keterbukaan informasi mengenai masalah-masalah yang ada dalam pengelolaan harta terlihat pada nukilan Syekh Taqiyuddin mengenai pengutusan Abu Ubaidah ke suatu penduduk yang meminta kepada Rasulullah SAW untuk megirimkan utusan yang akan memutuskan perkara harta di tengah-tengah mereka dan mengajarkan mereka tentang pengelolaan harta dalam Islam (AnNabhani, 2. Reward Sharing Dalam konteks imbal jasa atau pengupahan pada umumnya, dan Baitul Mal secara khusus. Syekh Taqiyuddin AnNabhani menyebutkan bahwa imbal jasa berhak didapatkan oleh seseorang yang telah melakukan tugasnya, termasuk dalam hal ini adalah pegawai Baitul Mal (AnNabhani, 2008. Hal ini dijelaskan oleh beliau dengan menukil ayat rujukan mengenai pengupahan dalam Q. AlBaqarah 2:233, yang berbunyi: A eIa a eOaEaN acaI a eOEaO aeI aEIa EaO aeI aE aI eIA a AaO eE O aE a O eaA a AEaO eE aI eOEa eO a EaN a eCa aN acI aO aE aeO a aN acIA ca A a aa a eI Oaca acIA a Aa aOA a AA a AEA aE aI e a eOAA Artinya: AuIbu-ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap Baitul Mal yaitu menekankan transform Vol. No. Oktober 2023: 30-35 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. kepada aspek keterikatan hukum syaraAo dan keterlibatan individu, masyarakat dan negara dalam pengelolaan pasokan dan distribusi Baitul Mal. Adapun manajemen pengelolaan pasokan dan distribusi harta dalam Baitu Mal menurut pemikiran beliau memenuhi aspek-aspek yang termaktub dalam manajemen spiritual, sehingga dapat dikatakan bahwa pemikiran beliau mengenai Baitul Mal merupakan pemikiran yang murni dan terlepas dari paham kapitalisme-sekuler yang menjadi arus utama dunia saat ini. DAFTAR PUSTAKA