e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 SHOPPING LIFESTYLE AS A MEDIATION VARIABLE IN THE EFFECT OF HEDONIC SHOPPING VALUE ON BUYING IMPULSE IN ONLINE SHOP Melifia Liantifa1. Ferry Siswadhi2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci e-mail : mel. liantifa@gmail. com e-mail : fsiswadhi@stie-sak. ABSTRACT Development of information technology, especially the internet is rapid a major impact for all aspects, not least the development of business and marketing. Based of data the numbers of internet users at e-commerce, a potential market to enter the business. The purpose of the research was to investigate the intervening effect of shopping lifestyle on the relationship between hedonic shopping value and impulse buying at the online shop of Kerinci consumers. The research of sample was consumers impulse buying on the online shop which accounted for 90 consumers using convinience sampling method. Data was colected through questionnaire with likertAos scale which analysis using deskriptive qualitative and quantitative as test of validity and reliability, coefisien of determination, hypothesis testing and path analysis by processing the data using SPSS 19. 0 for windows. The result of analysis found that hedonic shopping value positively and significantly influeced impulse buying and shopping lifestyle. Shopping lifestyle positively and significantly influeced impulse buying, but shopping lifestyle was not found as intervening variable between hedonic shopping value and impulse buying at the online shop of Kerinci consumers. Keywords : Hedonic Shopping Value. Shopping Lifestyle. Impulse Buying PENDAHULUAN Dalam memegang peranan yang penting bagi kehidupan Perkembangan teknologi saat ini, berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dengan penggunaan internet di segala lini kehidupan. Internet digunakan untuk mengakses segala macam informasi, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan Berdasarkan data dari website departemen komunikasi dan informasi, menunjukkan bahwa penggunaan internet dari tahun ke tahun semakin Dimana, pada tahun 2015 pengguna internet di Indonesia sekitar 93,4 juta orang meningkat dari tahun 2014 yang berjumlah sekitar 88,1 juta orang. Hal ini menyebabkan penggunaan internet tidak hanya sebatas mencari informasi dan alat komunikasi saja, tetapi banyak dari masyarakat yang menggunakan internet sebagai sarana perdagangan atau traksaksi online. Transaksi perdagangan melalui dunia maya yang menghubungkan antara penjual dan pembeli ini dikenal dengan istilah e-commerce. Prospek e-commerce Indonesia menunjukkan jumlah yang signifikan, dimana berdasarkan data kominfo 77% tahun 2015 masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi produk dan belanja online. Belanja online memudahkan konsumen dalam memanfaatkan waktu berbelanja yang lebih singkat tanpa harus berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Akses ke berbagai toko online pun bisa dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dengan mengunjungi banyak toko online sekaligus. Media telepon genggam pintar . semakin mempermudah konsumen dalam mengakses tokotoko online yang tersebar luas di dunia maya. Tidak hanya kemudahan akses dan transaksi saja, toko-toko online terkadang juga menawarkan harga-harga spesial untuk masing-masing produk dan merek tertentu dengan model produk yang mempunyai banyak pilihan untuk menarik Kemudahan dalam mengakses toko online dimana saja dan kapan saja, yang terpenting terhubung dengan internet mempengaruhi gaya berbelanja . hopping lifestyl. konsumen dan pada konsumen melakukan pembelian secara tidak Perilaku konsumen yang melakukan pembelian tidak terencana ini dikenal dengan istilah impulse buying. Pembelian tidak terencana ini terjadi dengan tiba-tiba tanpa melalui banyak pertimbangan akan akibat yang ditimbulkan, yang biasanya terjadi pada produk-produk baru seperti produk baru launching dengan harga-harga promo. Sementara menurut Utami dalam (Leba, 2. Pembelian tidak terencana merupakan bentuk lain dari pola pembelian konsumen yang tidak secara e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 Konsumen pembelian impulsif akan cenderung tidak mempertimbangkan atas konsekuensinya. Nilai belanja impulsif semakin meningkat searah dengan kemajuan ekonomi dan gaya hidup Sejalan dengan itu, maka banyak penelitian mengamati faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku belanja impulsif konsume (Bong, 2. Menurut penelitian dari (Sari, 2. , perilaku impulse buying dipengaruhi oleh hedonic shopping value. Hedonic shopping value mencerminkan potensi belanja dan nilai emosi konsumen dalam berbelanja, seperti bagi kebanyakan orang berbelanja itu menyenangkan, menggembirakan dan dapat menghilangkan stress. Konsumen lebih mungkin terlibat dalam perilaku impulse buying ketika mereka termotivasi akan kebutuhan dan keinginan hedonis, seperti kesenangan, fantasi dan sosial atau kepuasan ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 Sementara, (Darma & Japarianto, 2. menyatakan bahwa hedonic shopping value juga mempengaruhi shopping lifestyle konsumen, dimana shopping lifestyle mencerminkan pilihan seseorang dalam menghabiskan waktu dan uang. Belanja online memberi kemudahan yang bisa menghemat waktu belanja konsumen, dimana dalam waktu relatif singkat bisa menjelajahi banyak toko online sekaligus. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi konsumen toko online. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh hedonic shopping value terhadap impulse buying pada online shop. Untuk menguji pengaruh hedonic shopping value terhadap shopping lifestyle pada online shop. Untuk menguji pengaruh shopping lifestyle terhadap impulse buying pada online shop dan Untuk menguji Apakah shopping lifestyle berperan sebagai pemediasi hubungan hedonic shopping value dan impulse buying pada online shop. Gambar 1 : Kerangka Konseptual Hedonic Shopping Value (X) Shopping Lifestyle (I) Impulse Buying (Y) METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Kerinci yang pernah melakukan pembelian tidak terencana pada online shop. Dalam hal ini, jumlah populasi tidak diketahui . on probabilit. oleh karena itu, teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, adalah penarikan sampel dengan langsung menghubungi unit-unit penarikan sampel yang mudah dijumpai untuk mendapatkan informasi dengan cepat, murah dan mudah (Sudaryono. Sementara, penentuan jumlah sampel minimal dalam penelitian ini berpedoman dari pendapat Sekaran . adalah lima dikalikan dengan jumlah kuesioner. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 sampel. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung seperti observasi, wawancara atau data yang diperoleh melalui penyebaran keusioner langsung kepada Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mendapatkan referensi melalui literatur buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, internet dan sumber-sumber lainnya. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner berupa pernyataan yang diberikan langsung kepada konsumen atau responden online shop di Kerinci. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan interval 1-5 untuk masing-masing kriteria, 1. sangat tidak setuju, 2. tidak setuju, 3. ragu-ragu, 4. setuju dan 5. sangat setuju. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 Tabel 1. Definisi Operasional Variabel DEFINISI ITEM PENGUKURAN Pembelian yang tidak 1. Pembelian spontan Pembelian tanpa peduli konsumen online shop yang tinggal di Kerinci 3. Pembelian karena ingat Pengalaman Pembelian karena ingat informasi iklan Pembelian harga spesial Shopping Life Shopping Tawaran iklan Style mencerminkan pilihan 2. Model terbaru (I) Merek terkenal Kualitas terbaik dan uang pada online 5. Beli merek berbeda Merek lain yang sama Hedonic Hedonic shopping value 1. Adventure shopping Shopping mencerminkan potensi 2. Social shopping Value belanja dan nilai emosi 3. Gratification shopping (X) Idea shopping berbelanja pada online 5. Role shopping Value shopping VARIABEL Impulse Buying (Y) Metode dan Alat Analisis Data Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, sementara alat analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, koefisien determinasi, uji hipotesis dan path Pengolahan data menggunakan SPSS 0 for windows. SUMBER Adaptasi dari (Kurniawan Kunto, (Cahyono, (Darma Japarianto, 40,1-50 tahun sebanyak 28 orang responden . ,1%). Sementara berdasarkan pekerjaan responden 27 orang Pegawai Negeri Sipil kantoran . %), pegawai swasta 9 orang . %), wiraswasta 10 orang . ,1%), pedagang 3 orang . ,3%). TNI/POLRI 3 orang . ,3%), guru/dosen 20 orang . ,2%) dan yang lain-lain seperti ibu rumah tangga dan mahasiswa 18 orang . %) dengan pendidikan responden SMA sederajad 25 orang . ,8%) dan sarjana S1/S2/S3 berjumlah 65 orang . ,2%). HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 90 orang yang merupakan konsumen online shop yang bertempat tinggal di Kabupaten Kerinci Uji Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas dilakukan dengan yang pernah melakukan pembelian tidak terencana pada online shop. Adapun berdasarkan jenis menggunakan nilai corrected item-total correlation kelamin responden laki-laki berjumlah 31 orang sama atau lebih besar dari 0,30 (Maholtra, 2. ,4%) dan perempuan 59 . ,6%) dengan umur dan untuk mengetahui reliabilitas masing-masing variabel penelitian yaitu digunakan nilai antara 20-30 tahun sebanyak 25 orang . ,8%). CronbachAos alpha minimal 0,60 (Ghozali, 2. 30,1-40 tahun sebanyak 37 orang . ,1%) dan Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Variabel Jumlah Item CronbachAos Keterangan Pertanyaan Hedonic Shopping Value (X) 0,707 Reliable Shopping Life Style 0,907 Reliable (I) Impulse Buying 0,813 Reliable (Y) Sumber : Data Primer yang diolah . e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 Pengujian Hipotesis Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Impulse Buying (Y) Tabel 3. Uji Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. HEDONIC Model 1 Regression Residual Total Tabel 4. Analysis Of Variance ANOVAb Sum of Squares Mean Square Sig. Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Impulse Buying (Y) Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. HEDONIC Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui persamaan regresi sebagai berikut : Y = a b1X e . Y = 13,444 0,207X Dari persamaan, nilai a = 13,444 yang berarti jika dianggap hedonic shopping value tidak ada maka impulse buying adalah 13,444. Untuk menjelaskan hipotesis pertama yaitu apakah terdapat pengaruh hedonic shopping value (X) terhadap impulse buying (Y) pada online shop di Kabupaten Kerinci, hasil pengujian menemukan nilai koefisien sebesar 0. 207 yang bertanda positif berarti, semakin tinggi hedonic shopping value dari konsumen online shop, maka ada kecenderungan terjadi peningkatan dari keputusan pembelian yang tidak terencana dari responden . mpulse buyin. pada online shop. Untuk menjelaskan apakah hipotesis membandingkan nilai signifikan dari t hitung pada nilai probabilitas . lpha 0,. dengan t tabel 1,96. Dari Tabel 3, nilai t hitung lebih besar atau hampir sama dengan t tabel dimana 1,989 > 1,96 dengan nilai signifikan yang di dapat adalah 0,05 sama Berdasarkan perbandingan ini. , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima dengan kata lain terdapat pengaruh hedonic shopping value terhadap impulse buying pada online shop di Kerinci. Sementara berdasarkan tabel 5, dapat dilihat bahwa kontribusi dari hedonic shopping value (X) terhadap impulse buying (Y) adalah sebesar 4,3%. Hasil pengujian yang diperoleh dalam pengujian hipotesis yang pertama ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2. yang menemukan bahwa hedonic shopping value berpengaruh signifikan terhadap Impulse Buying pada pembelian pakaian wanita oleh konsumen di Pointbreak Tunjungan Plaza Surabaya. Begitu juga dengan hasil penelitian (Rachmawati, 2. , dimana hedonic shopping value berpengaruh signifikan terhadap impulse buying. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Shopping Lifestyle (I) Tabel 6. Uji Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Shopping Lifestyle (I) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. HEDONIC Dependent Variable: SHOPPING Model Tabel 7. Analysis Of Variance ANOVAb Sum of Squares Mean Square 2 Regression Residual Total Dependen Variable. HEDONIC Predictor: (Constan. : SHOPPING Sig. Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) terhadap Shopping Lifestyle (I) Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. HEDONIC Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui persamaan regresi sebagai berikut : I = a b1X e . I = 13,446 0,246X Dari persamaan, nilai a = 13,446 yang berarti jika dianggap hedonic shopping value tidak ada maka sopping lifestyle adalah 13,446. Untuk menjelaskan hipotesis kedua yaitu apakah terdapat pengaruh hedonic shopping value (X) terhadap shopping lifestyle (I) pada online shop di Kerinci, hasil pengujian menemukan nilai koefisien sebesar 246 yang bertanda positif berarti, semakin tinggi hedonic shopping value dari konsumen online shop, maka ada kecenderungan terjadi peningkatan dari gaya berbelanja konsumen . hopping lifestyl. pada online shop. Untuk menjelaskan apakah hipotesis kedua ditolak atau diterima, dengan membandingkan nilai signifikan dari t hitung pada nilai probabilitas . lpha 0,. dengan t tabel 1,96. Dari Tabel 8, nilai t hitung lebih besar dari t tabel dimana 2,385 > 1,96 dengan nilai signifikan yang di dapat adalah 0,019 lebih kecil dari nilai probabilitas. Berdasarkan perbandingan ini. , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua dapat diterima dengan kata lain terdapat pengaruh hedonic shopping value terhadap shopping lifestyle pada online shop di Kerinci. Sementara berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa kontribusi dari hedonic shopping value (X) terhadap shopping lifestyle (I) adalah sebesar 6,1%. Hasil pengujian yang diperoleh dalam pengujian hipotesis yang kedua ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Darma & Japarianto, 2. yang menemukan bahwa hedonic shopping value berpengaruh signifikan terhadap shopping lifestyle pada Mall Ciputra World Surabaya. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 Pengaruh Shopping Lifestyle (I) terhadap Impulse Buying (Y) Tabel 9. Uji Pengaruh Shopping Lifestyle (I) terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. SHOPPING Dependent Variable: IMPULSE Model Tabel 10. Analysis Of Variance ANOVAb Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependen Variable. HEDONIC Predictor: (Constan. : SHOPPING Sig. Sig. Tabel 11. Uji Koefisien Determinasi Pengaruh Shopping Lifestyle (I) terhadap Impulse Buying (Y) Model Summary Model Predictors: (Constan. SHOPPING R Square Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui persamaan regresi sebagai berikut : Y = a b2I e . Y= 15,096 0,335I Dari persamaan, nilai a = 15,096 yang berarti jika dianggap Shopping Lifestyle tidak ada maka impulse buying adalah 15,096. Untuk menjelaskan hipotesis ketiga yaitu apakah terdapat pengaruh shopping lifestyle (I) terhadap impulse buying (Y) pada online shop di Kerinci, hasil pengujian menemukan nilai koefisien sebesar 335 yang bertanda positif berarti, semakin tinggi shopping lifestyle dari konsumen online shop, maka ada kecenderungan terjadi peningkatan dari keputusan pembelian yang tidak terencana dari responden . mpulse buyin. pada online shop. Untuk menjelaskan apakah hipotesis ketiga ditolak atau diterima, dengan membandingkan nilai signifikan dari t hitung pada nilai probabilitas . lpha 0,. dengan t tabel 1,96. Dari Tabel 11, nilai t hitung lebih besar dari t tabel dimana 3,334 > 1,96 dengan nilai signifikan yang di dapat adalah 0,001 lebih kecil dari nilai probabilitas. Berdasarkan perbandingan ini. , maka dapat Adjusted R Square Std. Error of the Estimate disimpulkan bahwa hipotesis ketiga dapat diterima dengan kata lain terdapat pengaruh shopping lifestyle terhadap Impulse Buying pada online shop di Kabupaten Kerinci. Sementara berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa kontribusi dari shopping lifestyle (I) terhadap impulse buying (Y) adalah sebesar 11,2%. Hasil pengujian yang diperoleh dalam pengujian hipotesis yang ketiga ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Cahyono, 2. yang menemukan bahwa shopping lifestyle berpengaruh signifikan terhadap impulse buying pada sentra industri kecil di Tanggulangin. Sidoarjo. Peran Shopping Lifestyle (I) sebagai pemediasi Hedonic Shopping Value (X) dan Impulse Buying (Y) Penilaian hipotesis keempat bertujuan untuk mengetahui apakah shopping lifestyle (I) berperan sebagai pemediasi hubungan hedonic shopping value (X) dan impulse buying (Y). Untuk menjelaskan perhitungan pengaruh tidak langsung . ndirect effec. dari hedonic shopping value (X) e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 dan impulse buying (Y), digunakan path analysis Tabel 12 berikut memberikan gambaran atau analisis jalur yang menggambarkan pengaruh nilai pengaruh langsung dari ketiga variabel yang nantinya akan menjelaskan perhitungan pengaruh langsung dan hubungan ketiga variabel dengan nilai standardized coefficients atau besarnya nilai tidak langsung melalui variabel intervening. pengaruh dari masing-masing variabel yang membentuk terjadinya pengaruh tidak langsung dalam penelitian ini. Tabel 12. Standardized Coefficients Path Analysis No Hubungan Variabel Standardized Sig. Coefficients Pengaruh Hedonic Shopping Value 0,207 (X) terhadap Impulse Buying (Y) Pengaruh Hedonic Shopping Value 0,246 (X) terhadap Shopping Lifestyle (I) Pengaruh Shopping Lifestyle (I) 0,335 terhadap Impulse Buying (Y) Sumber : Data Diolah, 2018 Besarnya nilai pengaruh tidak langsung . ndirect effec. adalah merupakan perkalian standardized coefficients variabel yang terlibat dalam pengaruh tidak langsung, yaitu perkalian standardized coefficients pengaruh hedonic shopping value (X) terhadap shopping lifestyle (I) dan standardized coefficients pengaruh shopping lifestyle (I) terhadap impulse buying (Y). Langkah selanjutnya adalah membandingkan pengaruh langsung dengan pengaruh tidak langsung melalui variabel intervening. Tabel 13 berikut hasil Tabel 13. Perbandingan Nilai Pengaruh Langsung Dengan Pengaruh Tidak Langsung Hedonic Shopping Value (X) dan Impulse Buying (Y) Uraian Pengaruh Langsung (Direct Effec. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. Pengaruh Hedonic Shopping Value (X) dan Impulse Buying 0,207 (Y) melalui Shopping Lifestyle (I) Sumber : Data Diolah, 2018 Dari perhitungan pada tabel 13 penilaian pengaruh tidak langsung hedonic shopping value (X) dan Impulse Buying (Y) dapat dianalisa, apabila hedonic shopping value (X) secara langsung mempengaruhi impulse buying (Y) maka nilai koefisien pengaruh yang ada adalah 0,207, sedangkan apabila melalui pengaruh tidak langsung atau melalui shopping lifestyle (I) sebagai pemediasi nilai koefisien sebesar 0,083 dengan total effect yang diperoleh adalah 0,289. Standardized coefficients pengaruh langsung lebih besar dari pada tidak langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelian tidak terencana terjadi pada online shop dipengaruhi oleh tingginya nilai hedonis dari . ,246 X 0,. = 0,083 Total P Value 0,07 Keterangan Hipotesis Ditolak konsumen itu sendiri seperti adanya tantangan dan sensasi yang menyenangkan, menginginkan adanya keadaan sosialisasi, berbelanja online dapat memberikan pengetahuan baru, perkembangan tren baru dan model baru, adanya perasaan senang ketika berbelanja online untuk orang lain dan ada perasaan senang ketika berbelanja untuk menemukan barang yang baik dan bernilai. Langkah selanjutnya, untuk menentukan diterima atau ditolaknya hipotesis yang keempat, maka dapat digunakan penjumlahan nilai probabilitas ketiga variabel yang terkait dalam pengaruh tidak langsung pada tabel 12 diatas, jika ketiga nilai probabilitas variabel yang terlibat e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 183-191 pengaruh tidak langsung memiliki nilai signifikan atau probabilitas p < 0,05 maka hipotesis diterima, jika p > 0,05 maka hipotesis ditolak. Berdasarkan tabel 12 nilai probabilitas ketiga variabel adalah 0,07 . > 0,. , kesimpulannya hipotesis ditolak. Dengan kata lain bahwa variabel shopping lifestyle ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-977 tidak berperan sebagai pemediasi hubungan hedonic shopping value dan impulse buying. Gambar 2 memberikan gambaran path analisis dalam penelitian ini. Gambar 2. Path Analysis 0,207 Hedonic Shopping Value (X) 0,246 Shopping Lifestyle (I) 0,335 Impulse Buying (Y) 0,083 SIMPULAN Berdasarkankan hasil dan pembahasan dari penelitian yang telah dipaparkan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sesuai tujuan dan hipotesis penelitian ini, adalah sebagai berikut : hedonic shopping value berpengaruh terhadap impulse buying pada online shop di Kabupaten Kerinci, dimana besarnya pengaruh hedonic shopping value terhadap impulse buying adalah 4,3%. Begitupun hedonic shopping value berpengaruh terhadap shopping lifestyle pada online shop di Kabupaten Kerinci, dimana besarnya pengaruh hedonic shopping value terhadap shopping lifestyle adalah 6,1%. Sementara shopping lifestyle berpengaruh terhadap impulse buying pada online shop di Kabupaten Kerinci, dimana besarnya pengaruh shopping lifestyle terhadap impulse buying adalah 11,2%. Namun. Shopping lifestyle tidak berperan sebagai pemediasi hedonic shopping value dan impulse buying pada online shop di Kabupaten Kerinci. Hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas ketiga variabel yang terlibat dalam pengaruh tidak langsung dibandingkan dengan nilai alpha 0,05, dimana nilai probabilitas adalah 0,07 > 0,05. DAFTAR PUSTAKA