Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 44-49 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Butterfly Hug: Terapi Sederhana untuk Meredakan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Rima Novianti*1. Syifa Pramudita Faddila2. Witri Wahyu Ningsih1 . Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Horizon Indonesia. Jawa Barat. Indonesia . Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Buana Perjuangan. Karawang. Indonesia Article Information : Received 11 May 2025 . Accepted 29 June 2025. Published 30 June 2025 *Corresponding author: rima. krw@horizon. ABSTRAK Kecemasan yang tidak ditangani saat persalinan, dapat menyebabkan kontraksi tidak efektif dan memperlama proses persalinan. Hal ini meningkatkan risiko partus lama, nyeri lebih hebat, dan tindakan medis seperti operasi caesar. Kecemasan juga berdampak pada janin, seperti risiko gawat janin dan skor APGAR rendah. Untuk mengatasi kecemasan tersebut salah satunya menggunakan terapi butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di RSUD Karawang. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang akan melakukan persalinan di ruang bersalin RSUD Karawang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 19 responden. Intervensi dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi minimal 10 menit. Teknik butterfly hug terbukti dapat memberikan efek relaksasi instan melalui stimulasi bilateral yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga mampu menurunkan respons stres secara cepat. Metode yang peneliti gunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai t hitung sebesar 9,748 > t tabel . dan nilai sig sebesar 0,000 < = 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan. Saran bagi ibu hamil yang akan menghadapi persalinan dapat menggunakan tehnik butterfly hug untuk mengatasi kecemasan. Kata kunci : Butterfly hug, kecemasan, gravida ABSTRACT During pregnancy, the pregnant mother undergoes many changes both physiologically and psychologically, often causing discomfort and anxiety. As a result, you'll experience premature childbirth and post-partum depression. To deal with the anxiety there are several nonpharmacological therapies, one of which is the use of butterfly hug therapy. The population in this study is a pregnant woman who will give birth in the maternity room of RSUD Karawang. This study uses the Quasi Experiment research design pretest and posttest one group design. The sampling technique is Accidental Sampling of 19 respondents, conducted 1x meeting with A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 44-49 a duration of minimum 10 minutes. The method that the researchers used to measure the level of anxiety using the Perinatal Anxiety Screening Scale questionnaire (PASS). Based on the results of the study obtained a count t value of 9,748 > t table . and a sig value of 0,000 < = 0,05 so it was concluded that there is a significant influence of butterfly hug therapy on the level of anxiety of the mother in the face of the delivery process. Advice for pregnant mothers who are facing childbirth can use the butterfly hug technique to cope with anxiety. Keywords: Anxiety, butterfly hug,primigravida PENDAHULUAN Angka kejadian kecemasan pada ibu hamil di Indonesia mencapai 373. Sebanyak 107. 000 atau 28,7% diantaranya kecemasan terjadi pada ibu Penelitian yang dilakukan pada ibu primigravida 22,5% mengalami cemas ringan, 30% mengalami cemas sedang, 27,5% cemas berat, dan 20% mengalami cemas sangat berat. Sedangkan di Provinsi Jawa Barat 27% ibu hamil dan menyusui, menunjukkan tanda gangguan psikiatrik berupa kecemasan (Setiowati, 2. Kecemasan pengalaman umum bagi ibu primigravida, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan psikologis mereka (Siska, 2. Teknik mengedan dan memperlancar dan memberikan ketenangan serta mengurangi kecemasan dalam proses persalinan (Nugraheny, 2. Teknik pernapasan dalam terbukti efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan. Selain memberikan latihan pernapasan dalam dipadukan juga dengan butterfly hug, yang membantu memberikan efek relaksasi pada tubuh (Pristianto, et al. , 2. Butterfly hug merupakan salah satu metode terapi yang terbukti dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan dapat membuat lebih tenang (Arviani. Subardja, & Perdana, 2. Butterfly hug dapat mengurangi trauma atau kecemasan karena adanya pengaktitfan sistem saraf otonom yang menyebabkan hipotalamus mengaktivasi dan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormonhormon relaksasi seperti serotonin dan endorfin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan mengurangi rasa sakit. Butterfly hug adalah teknik terapi yang dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, yang berfungsi untuk menenangkan tubuh. Gerakan ritmis dan sentuhan berulang dari butterfly hug memberikan stimulasi taktil dan bilateral, membantu otak memproses emosi dengan lebih baik dan menciptakan perasaan aman. Dengan demikian, butterfly hug efektif dalam menurunkan respons stres fisiologis dan mengurangi kecemasan, meningkatkan kesejahteraan emosional dan fisik (Girianto. Widayati, & Agusti, 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa butterfly hug dapat meningkatkan regulasi emosi pada individu dengan gangguan kecemasan ringan (Arianie. Dekawaty. Suzanna, & Romiko. Selain itu, diperkuat oleh penelitian (Hapsa. Hidayat, & Taha, 2. yang menyimpulkan metode self-healing dengan teknik butterfly hug berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan. Namun, berbeda dengan kedua penelitian tersebut yang berfokus pada populasi umum dan mahasiswa, penelitian ini secara khusus mengevaluasi efektivitas butterfly hug dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan penerapan butterfly hug pada konteks klinis maternal, khususnya dalam mendukung kesehatan mental ibu selama masa Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan, didapatkan data ibu bersalin selama bulan Januari Ae Maret 2023 di RSUD Karawang sebanyak Selanjutnya dilakukan wawancara dengan 10 ibu hamil primigravida dengan kehamilan trimester i, diperoleh informasi bahwa ibu merasa gugup dan takut karena sudah mendekati waktu kelahiran, ibu juga merasa khawatir karena ini merupakan kelahiran anak pertama. salah satu A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 44-49 diantaranya menyatakan Ausaya selalu membayangkan proses persalinan saya akan seperti apa, semakin dekat semakin senang akan bertemu buah hati, tetapi saya juga takut melewati prosesnyaAy. Selain itu ada beberapa hal yang memicu munculnya rasa khawatir yaitu takut akan rasa nyeri dan takut tidak dapat melakukan kelahiran secara normal, hal ini juga memicu rasa kecemasan individu yang sering tidak Tanda klinis yang muncul pada ibu, rasa khawatir atau takut berlebihan sebanyak 3 . %) ibu, merasa tegang sebanyak 2 . %) ibu, perasaan tidak nyaman sebanyak 2 . %) ibu, merasa gelisah sebanyak 2 . %) ibu, sulit istirahat sebanyak 1 . %) ibu. Hasil wawancara dengan kepala ruangan VK didapatkan hasil wawancara yaitu di ruangan VK RSUD Karawang, terdapat banyak ibu hamil yang mengalami kecemasan, dikarenakan ada beberapa ibu yang akan melakukan persalinan dengan kondisi patologis. Ibu hamil juga berpikir bila sudah dirujuk ke RSUD Karawang berarti mengalami hal yang serius, jadi kecemasan pada ibu hamil cenderung meningkat. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. METODE PENELITIAN Rancangan menggunakan rancangan pretest and posttest one group design. Penelitian ini menggunakan rumus estimasi proporsi sehingga didapatkan jumlah sampel 19 Subjek yang dipilih adalah ibu hamil primigravida atau nullipara, karena kelompok ini cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan ibu yang sudah pernah melahirkan. Selain itu, peserta juga harus berada pada minimal fase laten persalinan, yaitu fase awal pembukaan serviks, agar memungkinkan untuk dilakukan intervensi relaksasi secara aman tanpa mengganggu proses persalinan Kriteria eksklusi ditetapkan untuk menghindari adanya faktor yang dapat mengganggu validitas data, seperti ibu hamil dengan riwayat gangguan jiwa, kondisi obstetri patologis atau yang mengalami kontraksi terus-menerus sehingga tidak Tehnik sampling yang digunakan accidental sampling. Etika penelitian telah sesuai dengan respect for autonomy. promotion of justice. ensuring beneficence. dan ensuring maleficence (Sugiyono, 2. Alat digunakan standar prosedur operasional Butterfly hug dan Kuesioner PASS (Perinatal Anxiety Screening Scal. dengan kategori hasil skor yaitu kecemasan akut dan penyesuaian . Ae . Kekhawatiran umum dan ketakutan spesifik . Ae . Perfeksionisme, kontrol dan trauma . Ae . , dan Kecemasan sosial . Ae . Kuesioner PASS telah disediakan untuk diisi oleh responden pada saat responden tidak mengalami HIS. Responden diberikan demonstrasi dan mengulang kembali gerakan dan caracara melakukan terapi Butterfly hug. Terapi ini dilakukan pada fase istirahat, atau saat responden tidak mengalami kontraksi, dilaksanakan 1kali pertemuan dengan durasi waktu selama minimal 10 menit. Teknik butterfly hug terbukti dapat memberikan efek relaksasi instan melalui stimulasi bilateral yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga mampu menurunkan respons stres secara cepat. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan pendekatan self-healing seperti butterfly hug dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kecemasan, terutama bila dilakukan pada saat individu berada dalam kondisi cemas akut. Efektivitas ini dipengaruhi oleh mekanisme tubuh dalam merespons sentuhan ritmis dan gerakan yang terstruktur yang dapat menenangkan secara fisiologis maupun psikologis. Selanjutnya, jika responden sudah paham, responden melakukan tindakan butterfly hug sampai merasa tenang. Jenis uji statistik yang digunakan menggunakan Uji T. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis tabel 1 dapat diketahui bahwa mayoritas ibu berada pada rentang usia 20 Ae 35 tahun sebanyak 18 responden . %). Sedangkan mayoritas ibu merupakan ibu rumah tangga 18 analisis A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 44-49 Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Usia < 20/ > 35 tahun 20 Ae 35 tahun Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Kecemasan Pre Test Post Test Kekhawatiran umum dan ketakutan spesifik Pre Test Post Test Perfeksionisme control dan Pre Test Post Test Kecemasan sosial Pre Test Post Test responden . %). Berdasarkan hasil tabel 1 dapat diketahui bahwa pada saat setelah melakukan terapi butterfly hug terdapat 8 responden . ,1%) yang mengalami kecemasan akut dan penyesuaian, terdapat 4 responden . ,1%) yang memiliki Tingkat kecemasan kekhawatiran umum dan ketakutan spesifik dan terdapat 7 responden . ,8%) yang memiliki tingkat kecemasan perfeksionisme kontrol dan trauma. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada saat setelah melakukan terapi butterfly hug ibu hamil dominan ada dalam kategori kecemasan akut dan penyesuaian atau tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan. Tabel 2. Kecemasan Ibu Hamil Pretest & Posttest Terapi Butterfly Hug Kecemasan Mean Std Deviation Pre test Post test Std Error Mean Berdasarkan hasil Uji t dua sampel berpasangan disebut juga two sample paired t-test yang pada penelitian ini digunakan untuk melihat skor kecemasan antara pretest dan posttest diberikan Nilai mean pretest yaitu 51,32 dan nilai posttest yaitu 21,95, maka terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan perlakuan terapi butterfly hug . Berdasarkan hasil uji t pada tabel 3 diperoleh nilai nilai t hitung sebesar 9,748 > t tabel . dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu dalam Berdasarkan hasil di atas juga diperoleh mean skor kecemasan sebelum melakukan terapi dengan terapi butterfly hug yang lebih besar dibandingkan mean skor kecemasan setelah melakukan terapi dengan terapi butterfly hug. Hal ini menunjukkan bahwa menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan butterfly hug terdapat kategori kecemasan terbanyak pada kecemasan sosial sebanyak 14 . ,7%) sedangkan setelah dilakukan butterfly hug terdapat kategori kecemasan terbanyak pada kecemasan akut sebanyak 8 . ,1%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada saat setelah melakukan Terapi butterfly hug ibu hamil dominan ada dalam kategori kecemasan akut dan penyesuaian atau tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan. Teknik butterfly hug banyak digunakan untuk mengurangi kecemasan (Putri et al. ,2. Butterfly hug sangat berpengaruh dalam memberikan stimulasi perhatian ganda, terapi pelukan memiliki dampak yang positif, seperti mengembangkan perasaan dan sensasi fisik tubuh, sehingga dapat membantu mendekatkan diri kepada tuhan, perasaan, rasa takut dan khawatir Butterfly hug merupakan salah satu metode terapi dengan memberikan ketenangan kepada diri sendiri agar merasa lebih baik (Girianto. Widayati, & Agusti. Berdasarkan hasil analisis didapatkan selisih penurunan mean PASS (Perinatal Anxiety Screening Scal. yaitu kecemasan Pre test mean 51. 32 dan kecemasan post test mean 21. Hal ini menunjukkan bahwa terapi terapi butterfly hug efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 44-49 Tabel 3. Hasil Uji-T Kecemasan Pre test-Post test Paired Differences Std Std Error Mean Deviation Mean 29,368 12,133 3,013 Pada responden masih terjadi kecemasan tetapi kecemasan tersebut sudah dapat dikontrol oleh ibu, dibuktikan dengan adanya peningkatan post test, pada kategori Kecemasan Kecemasan tersebut dapat dikontrol, kecemasan dapat dikontrol sehingga ibu Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Lidya, 2. yang berjudul the effect of self-healing method using butterfly hug technique on patients' anxiety in pre-caesarean section operations in RSUD ibu fatmawati soekarno surakarta. dengan hasil terdapat pengaruh metode Self healing dengan terapi butterfly hug terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea dengan nilai p value = 0,016 . value < 0,. Berdasarkan hasil penelitian ini pemberian terapi butterfly hug salah satu metode non farmakologis yang digunakan menghadapi proses persalinan, karena teknik butterfly hug berkaitan dengan stimulasi sensori dan pengaturan saraf Gerakan memeluk diri sendiri dengan tangan dan lengan yang bersilangan seperti kupu-kupu dapat memberikan rangsangan sensori yang menenangkan parasimpatik, yang bertanggung jawab untuk meredakan respons "fight or flight" dalam tubuh dan menggantinya dengan perasaan tenang dan rileks. Dengan demikian, terapi butterfly hug dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan dan stres serta meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. KESIMPULAN Terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi butterfly hug terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Terapi ini kecemasan dari kategori kecemasan sosial menjadi kecemasan akut dan penyesuaian. Sig . -taile. 9,748 0,000 butterfly hug dapat dijadikan sebagai salah sederhana, aman, dan efektif dalam membantu ibu hamil mengelola kecemasan menjelang persalinan. Diharapkan petugas kesehatan, untuk mengintegrasikan terapi butterfly hug dalam edukasi persiapan persalinan bagi ibu hamil, terutama REFERENSI