Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. No. March 2026, pp. ISSN: 2721-4877 iC48 THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND MACRONUTRIENT INTAKE WITH NUTRITIONAL STATUS IN FINAL YEAR STUDENTS OF THE NUTRITION DEPARTMENT. MINISTRY OF HEALTH POLTEKKES KUPANG Mersi Welmince Loemnanu1. Asmulyati S Saleh1. Maria Goreti Pantaleon1 Program studi Gizi. Poltekkes Kemenkes Kupang. Kupang. Indonesia ABSTRAK Masa perkuliahan tingkat akhir merupakan periode transisi yang rentan memicu stres tinggi, yang secara teoritis dapat memengaruhi perilaku makan dan asupan zat gizi makro, sehingga berdampak pada status gizi. Mahasiswa gizi diharapkan memiliki kontrol yang lebih baik, namun tekanan tugas akhir tetap menjadi faktor risiko psikologis dan manajemen asupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro . rotein, lemak, karbohidra. dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada MeiAeJuni 2025 di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Sampel berjumlah 100 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas responden mengalami stres kategori sangat berat . ,0%). Sebagian besar responden memiliki asupan zat gizi makro kategori kurang, meliputi protein . ,0%), lemak . ,0%), dan karbohidrat . ,0%). Sebaran status gizi berdasarkan IMT menunjukkan kategori sangat kurus . ,0%), kurus . ,0%), gemuk . ,0%), dan obesitas . ,0%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres . =0,. , asupan protein . =0,. , asupan lemak . =0,. , dan asupan karbohidrat . =0,. dengan status gizi. kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir. Tingginya angka stres dan rendahnya asupan makro tidak secara langsung merefleksikan status gizi responden dalam penelitian ini, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti durasi stres atau aktivitas fisik. Kata Kunci Tingkat Stres. Zat Gizi Makro. Status Gizi. Mahasiswa ABSTRACT The final year of college is a transitional period prone to high stress, which theoretically can affect eating behavior and macronutrient intake, thereby impacting nutritional status. Nutrition students are expected to have better selfcontrol. however, the pressure of final projects remains a risk factor for psychological well-being and dietary This study aims to analyze the relationship between stress levels and macronutrient intake . rotein, fat, carbohydrate. with nutritional status among final-year students in the Department of Nutrition at the Kupang Ministry of Health Polytechnic in 2025. This is an analytical observational study with a cross-sectional design. The study was conducted in MayAeJune 2025 at the Department of Nutrition. Kupang Public Health Polytechnic. The sample consisted of 100 final-year students selected using purposive sampling. Data were statistically analyzed using the Chi-Square test. The majority of respondents experienced very severe stress . 0%). Most respondents had an inadequate intake of macronutrients, including protein . 0%), fat . 0%), and carbohydrates . 0%). The distribution of nutritional status based on BMI showed the following categories: severely underweight . 0%), underweight . 0%), overweight . 0%), and obese . 0%). Statistical test results showed no significant association between stress levels . =0. , protein intake . =0. , fat intake . =0. , and carbohydrate intake . =0. and nutritional status. Conclusion: There was no significant association between stress levels and macronutrient intake and nutritional status among senior college students. High stress levels and low macronutrient intake did not directly reflect the nutritional status of the respondents in this study, which was likely influenced by other factors such as the duration of stress or physical activity. Keywords: Stress Levels. Macronutrients. Nutritional Status. Senior Undergraduates *Correspondeng Author: Mersi Welmince Loemnanu Program Studi D-i Gizi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Kupang Jl. A Kartini kelapa lima, kota kupang, nusa Tenggara timur loemnanumersi30@gmail. Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 36Ae46 Kupang Journal of Food and Nutrition Research PENDAHULUAN Masa mahasiswa merupakan masa peralihan dari remaja ke dewasa yang berada pada rentang usia 18- 25 tahun, pada masa ini mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap Pada masa ini juga merupakan masa dimana mahasiswa tingkat akhir sedang mengerjakan tugas akhir. Ketika mahasiswa memasuki semester akhir mahasiswa akan dihadapkan pada tanggung jawab dan tekanan yang lebih besar, seperti tuntutan dalam menyelesaikan skripsi dan mulai memikirkan masa depannya. Saat menyelesaikan tugas rintangan dimana rintangan tersebut bertambah seiring bertambahnya semester (Pamawang dkk. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental dan emosional. Prevalensi emosional seseorang ketika ada perubahan lingkungan yang menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri. Stres juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi internal yang dapat disebabkan oleh tuntutan fisik atau linkungan dan mempengaruhi atau merusak dan tidak dapat terkontrol (Miliandani et al. , 2021:. Apabila stres terjadi secara terus menerus dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini akan mempengaruhi berat badan, baik itu terjadi kekurangan berat badan maupun kelebihan berat badan. Stres merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan seharihari termasuk dalam kehidupan (Sihombing et gangguan mental emosional mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebanyak 6% menjadi 9,8% pada tahun 2018. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi masalah kesehatan jiwa dalam satu bulan terakhir pada penduduk Indonesia usia lebih dari 15 tahun sebanyak 2,0%. Masalah kesehatan jiwa merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati atau gabungan diantaranya (Kemenkes. Makronutrient atau zat gizi makro mempunyai fungsi penting bagi tubuh yang pemenuhanya harus optimal sesuai kecukupan gizi (AKG). Zat gizi makro dibutuhkan dalam jumlah besar yang pengaturan jalur metabolisme. Zat gizi yang termasuk golongan makro-nutrien adalah protein, karbohidrat, dan lemak. Asupan zat gizi makro yang optimal dapat mempertahankan status gizi yang optimal. Saat kebutuhan gizi memadai untuk , 2. Stres merupakan respon fisik dan perubahan ISSN: 2721-4877 Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 48Ae55 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 pada distribusi status gizi mahasiswa metabolisme sehari-hari, maka dapat dengan total 100 orang. Yang terdiri dari tercapai status gizi optimal pada individu 22 orang . ,0%) menunjukan status gizi tersebut (Rahmah et al. , 2. Kurang, 5 orang . ,0%) menunjukan status Menurut Data (SKI Ministry Health menunjukan status gizi Obesitas, dan 3 Development Policy Board, 2. Status orang . ,4%) yang menunjukan status gizi Gizi adalah penilaian status gizi penduduk (Indonesian di atas 18 tahun yang dinilai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Indikator kelompok umur ini didasarkan pada pengukuran antropometri berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) yang disajikan dalam bentuk Indeks Massa Overweight. METODE Penelitian ini memiliki desain cross-sectional dan metode kuantitatif digunakan untuk desain penelitian yang mempelajari resiko dan efek dengan cara observasi, dan tujuannya yaitu mengumpulkan data secara bersamaan atau satu waktu. Penelitian ini di laksanakan di Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tubuh (IMT). Indeks Massa Tubuh (IMT) banyak digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki status gizi buruk, baik, dan kelebihan berat badan atau Indeks Massa Tubuh (IMT) dihitung dengan membagi berat badan pada bulan Mei Ae Juni. Jumlah mahasiswa 134 dengan sampel 100 orang dengan teknik purposive sampling. HASIL Analisis bivariat Tabel 1. Hubungan tingkat stres dengan status gizi dalam kilogram . dengan tinggi badan . A). IMT merupakan indikator komposisi tubuh kelebihan berat badan dan obesitas pada populasi dewasa (Primasoni, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh (Maryanti et al. , 2. Dapat bahwa mahasiswa di jurusan gizi poltekkes kemenkes kupang, . ,0%) Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 48Ae55 Kupang Journal of Food and Nutrition Research Tabel 2. Hubungan asupan makro dengan Hal ini menunjukkan walaupun ketika stres status gizi terjadi perubahan perilaku pola makan tetapi Variabel p-value hal tersebut tidak berhubungan secara Asupan protein Asupan Lemak mempengaruhi perilaku makan, tapi ternyata Asupan Karbohidrat perubahan perilaku makan pada saat stres Stres tidak berhubungan dengan asupan zat gizi PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukan bahwa ISSN: 2721-4877 sehingga tidak terjadi perubahan status gizi. tidak ada hubungan yang signifikan antara Terdapat tingkat stres dengan status gizi. Hal ini mempengaruhi asupan zat disebabkan oleh tingkat stres responden termasuk dalam kategori sangat berat dimaksud, adalah seperti pengetahuan gizi, kontrol orangtua, kesediaan waktu, teman responden memiliki banyak tuntutan tugas sebaya, dll. Dari penelitian ini, didapatkan akhir, praktik klinik maupun tugas kampus juga hasil bahwa status gizi mahasiswa gizi lainnya yang harus diselesaikan sehingga angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng mempengaruhi tingkat stres responden Tirtayasa imbang antara kurus dan normal, yang sangat berat, pada kondisi stres sedangkan status gizi gemuk berjumlah responden ini juga mempengaruhi nafsu setengah dari status gizi kurus dan normal. makan seseorang dan akanISSN: Berbeda dengan hasil penelitian yang gizi selain Faktor perubahan IMT seseorang, dan sebagian (Fitriyani, responden juga memiliki status gizi yang mengatakan ada hubungan yang signifikan sangat kurus, kurus, normal, gemuk dan ada antara stres dengan status gizi. Hasil analisis juga obesitas . Penurunan IMT disebabkan karena merasa tidak selera untuk makan. hubungan antara tingkat stres dengan status Hasil penelitian ini sejalan dengan gizi mahasiswa dengan nilai p=0,033. Besar (Aisha Zahwa Shabira et al. , 2. Hal ini korelasi . didapatkan 0,260, artinya menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami stres berat tidak menjamin korelasinya positif. mahasiswa tersebut mempunyai status gizi Tidak ada hubungan yang signifikan yang buruk, karena dari hasil yang didapat antara asupan protein dengan status gizi. Hal mahasiswa yang mengalami stres berat ini disebabkan kontribusi asupan protein memiliki indeks massa tubuh yang normal. dari responden termasuk dalam kategori Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 48Ae55 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 kurang karna sumber makanan yang uji chi-square tidak terdapat hubungan yang dikonsumsi responden kurang bervariasi signifikan antara asupan zat gizi protein karna responden kurang mengonsumsi lauk dengan IMT mahasiswa FKM UNDANA nabati seperti yang terdapat pada kacang- dengan p-value= kacangan, biji-bijian yang merupakan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan sumber protein yang tinggi. Hal tersebut juga dikarenakan keragaman makanan, mahasiswa di Universitas IVET Semarang serta frekuensi dan jumlah makanan yang menyatakan bahwa tidak terdapat berhubungan dengan tingkat asupan ptotein hubungan yang signifikan antara asupan dan zat gizi, apabila asupan kurang protein dengan IMT. Hasil food recall 2x24 beragam serta frekuensi dan jumlah jam dalam penelitian ini menunjukan makanan kurang, maka tingkat asupan zat bahwa mayoritas asupan protein responden gizi cenderung pada kategori kurang atau yang kurang, selain itu tidak adanya variasi defisit, begitu juga sebaliknya, apabila makanan yang dikonsumsi serta responden asupan beragam, serta frekuensi dan jumlah yang tidak memberikan informasi secara makanan cukup, maka tingkat asupan zat detail tentang bahan makanan dan ukuran gizi cenderung pada kategori sedang atau rumah tangga, sehingga berdampak dengan tidak terdapatnya hubungan yang signifikan 0,702. Hasil penelitian Khairunnisa Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil antara asupan protein yang dikonsumsi penelitian yang dilakukan oleh Loaloka et dengan IMT. Tidak adanya hubungan ini , . bahwa tidak ada hubungan juga kemungkinan disebabkan faktor lain antara asupan protein dengan status gizi. seperti adanya infeksi penyakit. Hal ini dikarenakan Protein adalah salah Tidak ada hubungan yang signifikan satu zat yang paling penting dalam setiap antara asupan lemak dengan status gizi. organisme, bagian dari semua sel hidup. Hasil food recall 24 jam yang didapat bahwa serta bagian terbesar tubuh setelah air. Selain menjadi sumber energi, protein juga bervariasi hanya berasal dari minyak dari memiliki berbagai fungsi bagi tubuh seperti makanan yang digoreng dan ditumis saja. berperan dalam berbagai sekresi tubuh. Hanya sebagian kecil responden yang mengatur keseimbangan cairan tubuh serta mengonsumsi sumber lemak dari bahan makanan lain seperti kacang-kacangan dan (Sunaryati dkk. , 2. Hasil penelitian biji-bijian. Sumber makanan yang tinggi yang telah dilakukan dengan menggunakan terdapat pada makanan junk food dan fast Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 48Ae55 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 Adanya antara asupan karbohidrat dengan status lain kurangnya asupan lemak Hal ini disebabkan rata-rata jumlah seperti tingkat penghasilan orang tua dan responden dalam kategori kurang akan tetapi konsumsi lemak. sebagian besar responden memilki status Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil gizi baik. Hal ini disebabkan mahasiswa penelitian yang dilakukan oleh Loaloka et kurang konsumsi kurang makanan sumber , . bahwa terdapat hubungan antara karbohidrat seperti umbi-umbian, sereal, asupan lemak dengan status gizi. Hal ini jagung, kentang dan konsumsi makanan dikarenakan lemak merupakan simpanan pokok dalam jumlah sedikit. Beberapa sumber zat gizi esensial. Dibandingkan makanan mengandung tinggi karbohidrat dengan karbohidrat dan protein, lemak tetapi kurang vitamin dan mineral sehingga dapat menghasilkan energi sekitar 2,25 kali apabila konsumsi makanan sehari Ae hari kurang beranekaragam, maka akan timbul mengkonsumsi lemak maka tidak akan ketidakseimbangan antara masukan dan mendapatkan cukup asam lemak penting kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup dan produktif. Jika sebaliknya, jika konsumsi terlalu banyak lemak, akan berisiko mengalami kelebihan KESIMPULAN Sebagian besar responden mahasiswa berat badan atau obesitas dan terkena mengalami stres tingkat sangat berat . %) penyakit kardiovaskular (Sunaryati dkk. dan memiliki asupan zat gizi makro . rotein, lemak, karbohidra. yang kurang (>70%). dilakukan dengan menggunakan uji chi- Meskipun demikian, separuh dari jumlah square terdapat hubungan yang signifikan responden . %) tetap memiliki status gizi antara asupan zat gizi lemak dengan IMT Hasil mahasiswa FKM UNDANA dengan p- menunjukkan tidak value= 0,002. Hasil food recall 2x24 jam signifikan antara dalam penelitian ini menunjukkan bahwa asupan zat gizi makro dengan status gizi mahasiswa . -value > 0,. Hasil makanan yang banyak mengandung lemak, seperti gorengan dan fast foodlainnya dalam setiap satu kali makan. Tidak ada hubungan yang signifikan REFERENSI