Excellent Midwifery Journal Volume 7 No. April 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 PENGARUH EDUKASI LAKTASI TERHADAP PENINGKATAN PEMBERIAN ASI IBU NIFAS DIRUMAH SAKIT MURNI TEGUHCILEDUG Giya Ayu Setyaningsih Universitas Murni Teguh ayug7222@gmail. ABSTRAK Menyusui adalah gizi utama dalam tumbuh kembang anak. Periode usia 0 hari sampai dengan enam hari bayi harus diberikan ASI secara ekslusif. Faktor penyebab kegagalan ASI yaitu status pekerjaan dan Ibu menyusui yang bekerja cenderung tidak memiliki waktu Bersama bayinya. Salah satu acara agar ibu tetap dapat menyusui secara ekslusif adalah dengan memerah ASI. Edukasi penting dilakukan kepada ibu menyusui agar dapat meningkatkan keberhasilan ibu menyusui secara ekslusif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang ASI Ekslusif dan Menyusui pada ibu bekerja. Metode atau cara yang dilakukan memberikan edukasi kesehatan dengan cara diskusi dan pengisian kuesioner Pretest dan Posttest,maka hasil yang didapatkan yaitu sebelum diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman ibu menyusui, edukasi dapat meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku ibu agar dapat menyusui secara Kata Kunci: Edukasi. ASI Eksklusif LATAR BELAKANG Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami terbaik bagi bayi yang baru lahir, karena mengandung zat gizi lengkap yang sesuai dengan kebutuhan bayi serta memberikan perlindungan kekebalan terhadap berbagai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target yang diharapkan. Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan bimbingan kepada ibu nifas mengenai teknik menyusui yang benar, manfaat ASI, serta cara mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi saat menyusui. Melalui edukasi laktasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam memberikan ASI, sehingga berdampak pada peningkatan cakupan pemberian ASI. Berbagai faktor memengaruhi rendahnya angka pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pentingnya laktasi sejak masa nifas. Masa nifas merupakan periode yang sangat krusial bagi keberhasilan menyusui, karena pada masa ini terjadi pembentukan kebiasaan menyusui dan ikatan awal antara ibu dan bayi. Oleh karena itu, edukasi laktasi yang tepat dan terarah menjadi intervensi penting dalam mendukung ibu nifas untuk memberikan ASI secara optimal. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh edukasi laktasi terhadap peningkatan pemberian ASI pada ibu nifas di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan intervensi edukatif bagi peningkatan praktik menyusui di fasilitas METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik responden menggambarkan distribusi responden berdasarkan usia dan Presentase Kategori Frekuensi (%) Usia <20 >25 Pendidikan SMA S-1 Sumber: Analisa Data 2023 Tabel 1. menunjukan bahwa responden berdasarkan karakteristik ibu postpartum anak pertama dengan usia < 20 sebanyak 1 responden dengan presentase 6. 6 %, usia >25 tahun sebanyak 8 responden . 4%) dan pendidikan yang terbanyak SMA sebanyak 13 responden . group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug pada bulan . si bulan dan tahun pelaksanaa. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang menjalani perawatan di ruang kebidanan, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive Intervensi yang diberikan berupa edukasi laktasi, meliputi informasi tentang pentingnya ASI, teknik menyusui, dan cara mengatasi masalah laktasi. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum . dan setelah . pemberian edukasi, menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Uji Hipotesis Tabel 2. Pengaruh Edukasi Laktasi Terhadap Peningkatan Ibu Nifas Dalam Pemberian ASI Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. sebelum di berikan sesudah di berikan Wilcoxson sample Keterangan Pengaruh menyusui di RS Murni Teguh Ciledug. Hasil Mean Nilai Wilcoxson P-Value Negative Pengaruh menyusui di RS Murni Teguh Ciledug. Pengaruh setelah edukasi dan ibu sebelum Positif Ties . Paired Samples Test Keterangan berikan edukasi sesudah berikan edukasi Mean Std. Deviation P-Value Tabel 2. menunjukkan hasil uji statistic yang telah dilakukan didapatkan p-value sebesar 0. ini menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima sehingga ada pengaruh peningkatan edukasi laktasi pada ibu postpartum di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA . ,6%) dan berada pada rentang usia >25 tahun . ,4%). Menurut Perry dan Potter, usia 20Ae25 tahun tergolong sebagai masa dewasa awal, di mana individu mulai memasuki tahap reproduksi aktif, termasuk menikah dan memiliki keturunan. Rentang usia 20Ae35 tahun merupakan periode ideal untuk reproduksi karena fungsi organ reproduksi sudah matang, sehingga lebih siap untuk hamil, melahirkan, dan menyusui (Septiani et al. , 2. Ibu dengan usia di bawah 20 tahun cenderung belum matang secara fisik dan psikologis, yang dapat memengaruhi kemampuan memproduksi ASI. Sementara itu, usia di atas 35 tahun berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi karena adanya penurunan fungsi reproduksi dan organ lainnya (Pranajaya & Rudiyanti, 2. Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Laktasi Setelah diberikan edukasi laktasi, mayoritas ibu postpartum menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait teknik menyusui, dengan 14 dari 15 responden menunjukkan hasil yang baik. Temuan ini didukung oleh penelitian Himawati, yang menunjukkan peningkatan skor perilaku menyusui setelah penyuluhan. Hal serupa juga disampaikan oleh Anggita, yang melaporkan peningkatan perilaku menyusui hingga 75% pasca Menurut Notoatmodjo . , pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan status memaksimalkan peran pasien dalam proses Edukasi yang diberikan dengan metode dan media yang tepat dapat mengubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan individu secara efektif (Nursalam, 2. Teknik menyusui yang benar sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI, dan edukasi yang disertai praktik langsung akan membantu ibu memahami pentingnya posisi dan pelekatan saat menyusui. Pengaruh Edukasi Laktasi Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi . ata-rata selisih -34,1667. 17,81394. p=0,. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Triwik dan Susilowati . , yang menemukan hubungan antara pengetahuan menyusui dan masalah laktasi. Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah Namun, untuk mencapai hasil optimal, metode pendidikan seperti ceramah yang disertai media visual seperti leaflet perlu digunakan. Leaflet terbukti mudah diakses dan efektif dalam menyampaikan informasi serta meningkatkan motivasi (Syamsiah, 2. Sebagian besar responden dalam penelitian ini menunjukkan antusiasme tinggi dalam Hal ini mencerminkan motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Menurut Pradanie . , breastfeeding self-efficacy pada ibu sangat penting, khususnya bagi ibu yang baru pertama kali menyusui. Demonstrasi teknik menyusui secara langsung membantu menciptakan pemahaman ibu bahwa keberhasilan menyusui membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk belajar. Edukasi laktasi tidak hanya bertujuan meminimalkan masalah menyusui yang umum terjadi pada masa nifas. Menurut Nurbaeti . , edukasi teknik menyusui postpartum merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya dilakukan selama ibu berada di rumah sakit dan tidak dilakukan follow-up setelah ibu pulang ke rumah. Oleh karena itu, keberlanjutan praktik menyusui di rumah tidak dapat dipantau secara Ke depan, disarankan adanya penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal untuk melihat efektivitas edukasi jangka panjang terhadap praktik menyusui di rumah. Bagi Ibu menyusui Bagi ibu menyusui diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang manfaat ASI eksklusif Bagi peneliti penelitian ini dapat menjadi salah satu sumber untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif karena didapatkan bahwa tingkat pendidikan bukan tolak ukur yang mutlak, pengaruh media masa dan brosur juga dapat ditambahkan dalam penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Aditama. , & Sari. Tiga Faktor Utama yang Mempengaruhi Produksi ASI pada Ibu Menyusui. Journal of Chemical Information andModeling, 7. , 1689Ae Anggraini. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihana. Aprilia. , & Krisnawati. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kelancaran Pengeluaran ASI pada Ibu Post Partum. Jurnal Ilmiah Kesehatan,6. , 1Ae7. Arikunto,S. ProsedurPenelitianSuatuPendeka tanPraktek. Jakarta: Rineka Cipta. Astuti. Asuhan Ibu dalam Masa Kehamilan. Bandung: KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peningkatan edukasi terhadap ibu postpartum anak pertama maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sebagaian besar ibu postpartum anak pertama berdasarkan karakteristik dengan usia >25 tahun sebanyak 8 responden . 4%) dan pendidikan terbanyak SMA sebanyak 13 responden . sedangkan dengan usia 20-25 tahun sebanyak 6 responden dan usia kurang dari 20 sebanyak 1 responden. Uji statistic yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima sehingga ada pengaruh peningkatan edukasi laktasi pada ibu postpartum di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. Bobak, et all. , . Bahan bacaan manajemen laktasi oleh Perinasia . , mengenal ASI eksklusif oleh Utami Roesli . ASI petunjuk untuk tenaga kesehatan oleh Suetjiningsih manajemen laktasi. Depkes . Erlangga. Bobak. BukuAjarKeperawatanMa ternitas,terj. Wijayarini,M. Anugrah,P. Jakarta:EGC. Felsa AN. Pengaruh Pemberian Penyuluhan Tentang Cara Menyusui Terhadap Perilaku Menyusui Bayi. KTI. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Gatti. SARAN