Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 1. No 1. Juli 2023 e-ISSN : e-ISSN : 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal Ahmad Husein Komunikasi dan Penyiaran Islam. UIN Sumatera Utara * Correspondence e-mail: ahmadhsn. id@gmail. Abstract This research aims to find out how children's self-confidence in the Siti Aisyah Orphanage. Mandailing Natal Regency, communication patterns of caregiver groups in increasing children's self-confidence in Siti Aisyah Orphanage. Mandailing Natal Regency, barriers to implementing communication patterns of caregiver groups in increasing children's selfconfidence in Orphanages. Siti Aisyah. Mandailing Natal Regency. This type of research method for this thesis uses qualitative through a descriptive approach which aims to describe information in detail according to the reality that occurs at the research location. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation The data analysis technique uses the Miles and Hermawan data model which includes data collection, data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results showed . the self-confidence of children at the Siti Aisyah Orphanage in Mandailing Natal Regency was more dominantly negative. The communication pattern of the caregiver group in increasing children's self-confidence at the Siti Aisyah Orphanage. Mandailing Natal Regency, namely the circle model, wheel model, y model, chain model and star model communication patterns. Of the several group communication patterns, the most effective one used in increasing children's self-confidence is using the wheel model and star model group communication patterns. Obstacles in implementing caregiver group communication patterns in increasing children's self-confidence at the Siti Aisyah Orphanage. Mandailing Natal Regency, namely differences in perception, interpersonal conflicts and lack of communication skills. Key words: Group Communication. Confidence. Orphanage Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data . ata CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal collectio. , reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. dan penarikan kesimpulan/verifikasi . onclusion drawing/verificatio. Hasil penelitian menunjukkan . Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi. Kata-kata kunci: Komunikasi Kelompok. Kepercayaan Diri. Panti Asuhan PENDAHULUAN Komunikasi kelompok adalah proses interaksi dan berbagi informasi antara beberapa individu dengan anggota kelompok dalam suatu lingkungan tertentu. Komunikasi kelompok melibatkan interaksi antara beberapa orang yang saling mempengaruhi satu sama lain melalui pertukaran pesan, informasi, ide untuk kepentingan bersama. 1 Komunikasi kelompok merupakan salah satu bentuk komunikasi yang terjadi antara beberapa individu yang tergabung dalam suatu kelompok secara tatap muka. Dalam komunikasi kelompok, umpan balik yang diberikan oleh setiap anggota dapat diidentifikasi dan ditanggapi secara langsung sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih efektif. Irma Sari M mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama, berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama mengenal satu sama lainnya dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. 2 Dalam berkomunikasi perlu adanya pola komunikasi kelompok. Menurut Masmuh, ada lima pola komunikasi kelompok yaitu pola komunikasi model lingkaran, pola komunikasi model roda, pola komunikasi model y, pola komunikasi model rantai dan pola komunikasi model Pola komunikasi model lingkaran adalah komunikasi yang terjadi dalam bentuk lingkaran, di mana tidak satu anggota pun yang mendominasi sebagai pemimpin semua anggota memiliki kedudukan yang sama dan hanya dapat berkomunikasi dengan dua anggota lain. 3 Pola komunikasi model roda adalah komunikasi dimana pemimpin memiliki kendali penuh atas kelompok dan keputusan yang diambil. Anggota lain hanya berperan sebagai penerima informasi dan menjalankan perintah yang telah ditetapkan oleh pemimpin. Wa Ode Nurhaliza and Nurul Fauziah. AuKomunikasi Kelompok dalam Virtual Community,Ay KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah 10, no. 01 (June 2, 2. : 18Ae38, accessed September 7, 2023, http://ejurnal. id/index. php/komunida/article/view/1220. Irma Sari M. Mengenal Konsep Dasar Komunikasi (Sleman: Intan Sejati Klaten, 2. , accessed September 2, 2023, https://aisyahrokhimah96. com/2015/10/definisi-komunikasi-kelompokmenurut. Trias Pyrenia Iskandar. AuPOLA KOMUNIKASI ORGANISASI PENGGUNA PAPERLESS OFFICE DI INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERIAy 3 . CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Pola roda cocok digunakan dalam situasi di mana keputusan harus diambil dengan cepat dan efisien, namun dapat menimbulkan ketidakpuasan dan kurangnya partisipasi anggota Pola komunikasi model y adalah gabungan dari pola komunikasi lingkaran dan pola komunikasi rantai. Dimana terdapat dua kelompok anggota yang masing-masing memiliki pemimpin atau perwakilan. Kemudian masing-masing kelompok bertemu di tengah untuk berdiskusi dan berkomunikasi mengenai isu atau masalah yang ada. Pola komunikasi model rantai adalah komunikasi yang memiliki struktur yang mirip dengan pola komunikasi model lingkaran, namun memiliki perbedaan pada posisi anggota paling ujung yang hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang saja. Hal ini membuat pemimpin menjadi lebih penting dalam memfasilitasi komunikasi antar anggota kelompok. Dan pola komunikasi model bintang adalah komunikasi yang semua anggota kelompok memiliki posisi yang sama dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam komunikasi kelompok tersebut. Namun pola ini berbeda dengan pola lingkaran karena semua anggota dapat berkomunikasi langsung dengan setiap anggota lainnya, tidak hanya melalui satu sistem pengulangan pesan. Dengan demikian, pola jaringan memungkinkan partisipasi anggota secara optimal dan mengurangi hambatan dalam aliran Pada saat observasi awal, peneliti melihat kepercayaan diri anak asuh masih tergolong rendah dilihat dari ketika ada tamu yang datang mereka langsung lari dan bersembunyi ke kamar, takut berinteraksi dengan orang baru, tidak merespon ketika ditanya, dan kebanyakan dari mereka suka mengurung diri di kamar. Salah satu pengasuh mengatakan kalau anak asuh pas awal-awal masuk ke panti sangat susah untuk berkomunikasi, mungkin butuh waktu buat mereka untuk bisa berbaur dengan lingkungan Oleh karena itu pengasuh memiliki peranan penting dalam membina dan meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. Penerapan pola komunikasi kelompok sangat penting di terapkan di mana saja, termasuk di lembaga sosial panti asuhan. Dengan mereka merasa dihargai dan didengarkan, anak asuh dapat mengembangkan rasa percaya diri yang lebih tinggi dan mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri mereka. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk saling bertumbuh dan berkembang. Tentu dalam proses tersebut membutuhkan adanya sebuah komunikasi yang baik, supaya memperoleh umpan balik . yang baik di antara keduanya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wijaya pada tahun 2015 di salah satu panti asuhan di Indonesia, ditemukan bahwa pola komunikasi kelompok memiliki keterkaitan Aperian Jaya Mendrofa and Muhammad Syafii. AuPOLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI KOMUNITAS MARGA PARNA DI KOTA BATAM ( Studi Kasus Komunitas Marga Parna Di Batu Aji Kota Batam )Ay . Tri Prasetijowati. Fierda Nurany, and Muhammad Novi Julia Resa. AuPola Komunikasi Organisasi Ketua Tim Sepakbola City Of Heroes Surabaya untuk Mengkoordinasi Anggota dalam Organisasi,Ay Public Sphere Review (March 27, 2. : 22Ae31, accessed September 2, 2023, https://psr. id/index. php/jurnal/article/view/79. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal terhadap meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. Dimana melalui komunikasi kelompok yang terbuka dan inklusif, anak-anak akan merasa lebih didengarkan dan dihargai oleh anggota kelompoknya, sehingga mereka akan lebih terbuka untuk saling berbagi cerita, pengalaman, serta perasaan yang sedang mereka rasakan. Hal ini tentu dapat membantu membangun rasa saling percaya dan rasa kepemilikan terhadap kelompok tersebut. Selain itu, dalam penelitian yang sama ditemukan bahwa pola komunikasi kelompok yang baik juga mencakup adanya dukungan emosional dan motivasional kepada sesama anggota kelompok. Dukungan ini mencakup memberikan dorongan, pujian, dan pengakuan atas usaha dan prestasi mereka. Ketika anak-anak merasakan adanya dukungan dari anggota kelompok lainnya, mereka cenderung merasa lebih percaya diri pada kemampuan mereka dan memiliki keyakinan bahwa mereka dihargai sebagai individu. Menurut ahli psikologi, anak-anak yang merasa didukung dan diterima oleh temanteman sekelompoknya cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Komunikasi dengan penuh perhatian, mendengarkan dengan empati, dan memberikan dukungan positif dapat membangun ikatan emosional yang kokoh antar anak-anak dan membantu mereka merasa dihargai dan diterima. Salah satu tujuan pokok Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. Setiap anak harus memiliki sikap percaya diri, supaya dia lebih mudah bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga mampu menunjukkan kemampuan serta keahliannya di depan orang banyak baik ketika sedang berada di panti asuhan maupun disekolah. Kepercayaan diri adalah sikap mental seseorang dalam menilai diri sendiri dan objek sekitarnya, sehingga orang tersebut memiliki keyakinan atas kemampuan dan potensi yang ada pada dirinya. Adapun beberapa indikator seorang anak memiliki kepercayaan diri yang tinggi yaitu memiliki keyakinan serta kemampuan yang dimilikinya, memiliki pandangan positif dalam menghadapi segala sesuatu, mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, mampu berinteraksi dengan orang lain, bertanggung jawab, mampu berpikir secara rasional dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Dalam hal ini, pengasuh menggunakan model pola komunikasi dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh di Panti Asuhan Siti Aisyah. Pola ini umumnya dipilih karena setiap anggota kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam diskusi dan berkontribusi pada keputusan yang akan dibuat. Kegiatan ini secara rutin di terapkan ketika sehabis melaksanakan shalat maghrib berjamaah, pengasuh akan mengarahkan anak asuh untuk duduk membentuk lingkaran, guna saling berbagi cerita atau Kristiana Haryanti et al. AuEfektivitas Pelatihan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kepercayaan Diri dan Harga Diri Pada Remaja Panti Asuhan,Ay VITASPHERE 1, no. 1 (December 18, 2. : 49, accessed September 7, 2023, http://journal. id/index. php/vit/article/view/2969. Muhammad Irsan Barus and Aisyah Rahma. AuPenerapan Pola Asuh Anak Pada Panti Asuhan Siti Aisyah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,Ay Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 6, 3 (June 23, 2. : 935 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 masalah yang dihadapi anak asuh ketika sedang berada di sekolah maupun lingkungan panti Pengasuh juga akan memberikan motivasi serta dukungan emosional yang diperlukan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh, dengan mendengarkan secara aktif, memberikan pujian dan pengakuan atas prestasi anak asuh, serta mengungkapkan perhatian dan kasih sayang. Dengan dukungan emosional yang positif akan memberikan dorongan kepada anak asuh untuk mengatasi ketakutan, kecemasan, atau ketidakpercayaan Tak hanya itu, pengasuh akan memberikan tugas dan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan anak asuh, pengasuh dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri melalui keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut. Pengasuh akan membantu anak asuh dalam mengidentifikasi kemampuan mereka dengan memberikan berbagai banyak kegiatan positif seperti latihan berbicara di depan orang banyak, belajar baca tulis Al-QurAoan mengikuti berbagai macam les atau kursus serta mengikuti berbagai kegiatan perlombaan. Komunikasi dikatakan efektif jika telah mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam suatu kelompok. Sedarmayanti yang menyatakan bahwa efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai. Adapun indikator dari efektivitas adalah: . Adanya pemahaman yang bagus antara komunikan dan komunikator. Timbulnya rasa saling percaya. Perubahan Sikap. Tindakan dari hasil komunikasi tersebut. Dengan berbagai upaya yang dilakukan pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan komunikasi kelompok yang diadakan setiap hari mampu memberikan perubahan serta peningkatan terhadap rasa kepercayaan diri anak asuh walaupun belum tercapai secara maksimal, akan tetapi kegiatan ini akan tetap dilakukan sampai semua anak asuh memiliki rasa percaya diri yang tinggi . Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji serta menganalisis terkait AuEfektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing NatalAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan untuk menggambarkan dan memahami fenomena sosial, budaya, dan perilaku manusia. Metode ini berfokus pada kualitas informasi yang diperoleh berdasarkan pada pemahaman, pengalaman, dan persepsi individu terhadap fenomena 9 Pada umumnya, metode penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Riska Firdaus. AuJurnal I La Galigo | Public Administration Journal Volume 2. No. Oktober 2019Ay 2, no. Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif / Prof. Dr. Sugiyono | Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,Ay last modified 2018, accessed September 3, 2023, https://inlislite. id/opac/detail-opac?id=22862. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal bertanya langsung kepada informan tentang pengalaman, pendapat, dan pandangan mereka tentang suatu fenomena. Observasi dilakukan dengan mengamati perilaku, tindakan, dan interaksi sosial dari informan. Sedangkan studi dokumentasi melibatkan analisis dokumen seperti jurnal, memo, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, yang terletak di Jl. Lintas Timur Kelurahan Pidoli Dolok Panyabungan. Dan waktu penelitian di mulai pada bulan Juli sampai bulan Agustus Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tujuan dari teknik pengumpulan data untuk memungkinkan peneliti berinteraksi langsung dengan objek Teknik observasi dalam penelitian ini yaitu dengan mengamati secara langsung turun ke lokasi lapangan panti asuhan guna melihat bagaimana efektivitas pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Observasi adalah proses sistematis pengamatan terhadap penomena-penomena yang terjadi di lapangan penelitian. Teknik wawancara adalah proses untuk mendapatkan data atau informasi berupa ucapan, tindakan, pikiran, gagasan serta kesadaran sosial. 11 Dengan wawancara ini, peneliti mengharapkan informasi terkait efektivitas pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri anak asuh di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Studi dokumentasi adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen dan data pustaka sebagai bahan analisis pada penelitian ini. Teknik yang digunakan untuk mencatat data data sekunder yang tersedia dalam bentuk arsip atau dokumen. Dokumentasi merupakan instrumen pengumpulan data melalui dokumen tertulis di suatu instansi lembaga terkait informasi yang dibutuhkan pada penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Umum Penelitian Gambaran Panti Asuhan Siti Aisyah Anak adalah salah satu anugerah dari allah swt yang wajib dibesarkan dengan penuh kasih sayang karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu sangat dibutuhkan generasi anak-anak yang memiliki kualitas dan mutu yang baik. Setiap anak harus terjamin hak hidupnya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya, segala bentuk perlakuan yang mengganggu dan merusak hak-hak anak dalam berbagai bentuk kekerasan. Hasyim Hasanah. AuTEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosia. ,Ay At-Taqaddum 8, no. 1 (January 5, 2. : 21, accessed September 3, 2023, http://journal. id/index. php/attaqaddum/article/view/1163. Dr Umar Sidiq. M Ag, and Dr Moh Miftachul Choiri. AuMETODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKANAy . CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 diskriminasi dan eksploitasi yang tidak berprikemanusiaan harus dihapuskan tanpa Kondisi tersebut tentu menjadi idaman setiap manusia, tetapi kenyataannya tidak semua anak beruntung mendapatkannya karena faktor tidak memiliki orangtua dan kurang mampu dari segi ekonomi. Dilihat dari situasi yang tidak bisa dihindari, maka peran dan kewajiban negara sangat dibutuhkan dalam hal ini. Negara memiliki kewajiban untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada setiap warga indonesia, khususnya kepada anak-anak yang kurang beruntung, supaya mereka memiliki peluang dan kesempatan yang sama guna memperoleh masa depan yang cerah. Sebagai salah satu upaya menanggulangi keterlantaran anak-anak yang kurang beruntung tersebut, pemerintah mendirikan sebuah lembaga panti asuhan yang dikhususkan kepada anak yatim, anak piatu, yatim piatu dan anak yang terlantar, bangunannya diresmikan langsung oleh mantan bapak bupati pada tanggal 10 maret 2005 dan mulai dioperasikan pada tanggal 15 juli 2007 dengan nama panti asuhan siti aisyah kabupaten mandailing natal yang terletak di jl. Lintas timur kelurahan pidoli dolok panyabungan. Panti Asuhan Siti Aisyah merupakan salah satu OPD (Operasi Perangkat Daera. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal itu sendiri dan merupakan satu-satunya panti asuhan yang ada di Mandailing Natal. Panti Asuhan Siti Aisyah memberikan segala pemenuhan kebutuhan anak seperti tempat tinggal, makan dan minum, pakaian . , pendidikan, pelayanan kesehatan, bimbingan sosial, bimbingan rekreasi, bimbingan keterampilan, bimbingan fisik, bimbingan mental Apabila semua kebutuhan sudah terpenuhi, akan muncul rasa cinta dan rasa kasih sehingga mereka dapat melanjutkan hidup dengan baik dan teratur. Profil Panti Asuhan Siti Aisyah Nama Panti Asuhan : Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal Alamat : Jl. Lintas Timur Panyabungan Desa/Kelurahan : Pidoli Dolok Kabupaten : Mandailing Natal Provinsi : Sumatera Utara Kode pos : 22912 Tahun Berdiri : 15 Juli 2007 Akreditas Bentuk Kegiatan Panti Asuhan Siti Aisyah Tabel 1. Bentuk Kegiatan Panti Asuhan Siti Aisyah Kegiatan Tahdzin AlAoquran Tilawah AlAoquran Keterangan Perbaikan bacaan AlAoquran. Melantunkan atau mengiramakan bacaan AlAoquran. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal Belajar Iqra Pelatihan Shalat Kajian Dakwah Islami Memberikan Nasehat dan Motivasi BerdoAoa dan Berbaris ketika berangkat Kebersihan Gotong Royong Olahraga Memasak Catering Memenuhi Undangan Donatur Belajar iqra mulai dari 1-6 . agi yang belum bisa membaca alAoqura. Mengajarkan anak asuh tentang bagaimana tata cara sholat yang benar beserta dengan bacaannya. Memberikan taudziah serta pencerahan kepada anak asuh sebagai bekal mereka di dunia dan akhirat. Memberikan nasehat serta motivasi kepada anak asuh terkait masalah yang sedang dialami anak asuh, mendengarkan segala keluhan anak asuh baik di sekolah maupun di lingkungan panti asuhan, meningkatkan rasa kepercayaan diri anak asuh, menumbuhkan serta meningkatkan bakat dan minat anak asuh. Anak asuh dibimbing oleh pengasuh dengan mengingatkan mereka untuk belajar dengan sungguhsungguh, bersosialisasi dengan baik, mematuhi segala peraturan di sekolah dan memiliki mental yang kuat. Membersihkan semua lingkungan panti asuhan setiap hari minggu, mulai dari asrama tempat tinggal, kantor, rumah dinas, musholla, ruang makan, ruang dapur dan lain-lain. Senam sore, lari sore, futsal. Semua anak asuh membantu pengasuh memasak untuk pesanan catering, dimana hasil dari usaha ini akan menambah uang jajan mereka. Anak asuh memenuhi undangan donatur seperti hajatan syukuran dan lain-lain. Temuan Khusus Penelitian Paparan temuan spesifik adalah cara peneliti untuk berbagi segala informasi yang mereka temukan dan pelajari mulai dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Melakukan observasi langsung kelapangan guna melihat fenomena yang ada di lapangan. Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal Percaya diri merupakan salah satu bentuk keyakinan seseorang terhadap kemampuan serta kualitas yang ada pada dirinya. Hal ini memungkinkan seseorang mampu menghadapi segala bentuk permasalahan dalam hidupnya dan mampu mengambil segala keputusan dalam hidup. Kepercayaan diri terbentuk melalui pengalaman yang positif serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Pada saat observasi awal, peneliti melihat kepercayaan diri anak asuh masih tergolong rendah dilihat dari ketika ada tamu yang datang mereka langsung lari dan bersembunyi ke kamar, takut berinteraksi dengan orang baru, tidak merespon ketika ditanya, dan kebanyakan dari mereka suka mengurung diri di kamar. Oleh karena itu, peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada pengasuh dan beberapa anak asuh terkait bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Berikut wawancara peneliti bersama Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait kepercayaan diri positif atau negatif yang lebih dominan di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, berikut hasil wawancaranya : Au. Kalo yang lebih dominan sudah pasti kepercayaan diri negatif, masih banyak dari mereka yang butuh bimbingan dari kami para pengasuhnya, terutama mereka yang masih duduk dibangku sd dan smp dimana seusia mereka masih sangat butuh bimbingan dan dari kamiAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kepercayaan diri negatif lebih dominan dibandingkan kepercayaan Tentu hal tersebut, tidak lepas dari peran pengasuh yang selalu memberikan mereka dorongan dan motivasi terkait meningkatkan kepercayaan diri. Hasil ini diperkuat dengan adanya pernyataan dari salah satu anak Panti Asuhan Siti Aisyah yang mengatakan : Au. Kebanyakan pas awal-awal masuk ke panti, rata-rata kami sangat pendiam orangnya dan lebih suka mengurung diri di kamar saja, tetapi pas kami sudah mulai dekat satu sama lain baru kami merasa lebih nyaman tinggal disiniAy. Berikut wawancara peneliti bersama Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait perilaku seperti apa yang mencerminkan kepercayaan diri anak yang positif, berikut hasil wawancaranya: Au. Biasanya anak yang memiliki percaya diri yang tinggi akan lebih terbuka dan aktif, berani tampil berbicara di depan teman-temannya juga cerminan bahwa anak tersebut memiliki rasa percaya diri yang tinggiAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Salah satu perilaku yang mencerminkan kepercayaan diri anak yang positif adalah dengan mampu terbuka dengan kami para pengasuhnya. Karena tidak semua anak berani untuk bercerita terkait apa yang sedang mereka rasakanAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa perilaku yang mencerminkan kepercayaan diri anak positif adalah aktif bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, terbuka satu sama lain, berani tampil maju di depan teman-temannya dan memiliki sikap bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Terus perilaku seperti apa yang mencerminkan kepercayaan diri negatif, berikut hasil wawancaranya : Au. Takut bersosialisasi dengan lingkungan baru, dan ketika ada masalah tidak mau bercerita terlebih dahulu dengan kami para pengasuh harus di pancing dulu baru mau dia ceritaAy. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Mungkin salah satu yang sering saya lihat kebiasan buruk dari mereka, ketika disuruh tampil di depan teman-temannya mereka malah saling dorong-dorongan dan memilih teman mereka saja yang duluan tampil baru mereka, ada juga yang nangis ketika disuruh maju kedepan karena merasa takut ditertawakan temannyaAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa perilaku yang mencerminkan kepercayaan diri anak negatif adalah suka mengurung diri di kamar, takut bersosialisasi dengan orang baru, sembunyi ketika ada tamu yang datang, tidak mau cerita ketika ada masalah dan tidak berani maju di depan teman-temannya ketika di suruh pengasuh. Hasil ini diperkuat dengan adanya pernyataan dari salah satu anak panti asuhan siti aisyah yang mengatakan: Au. Tergantung bang ada yang suka di kamar terus tidak mau keluar, ada juga yang aktif berkegiatan di luar. Biasanya yang lebih suka mengurung diri di asmara itu perempuannyaAy. Berdasarkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hal yang melatarbelakangi kepercayaan diri negatif adalah faktor tidak memiliki sosok orang tua sehingga mereka tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan, faktor ekonomi yang rendah, tidak diterima oleh lingkungan sekitarnya, direndahkan oleh teman-temannya dan kurangnya dorongan serta motivasi kepada mereka. Hasil ini diperkuat dengan adanya pernyataan dari salah satu anak panti asuhan siti aisyah yang mengatakan: Au. Mungkin karena pada dasarnya anaknya kurang suka bergaul dan di sekolah juga pernah mendapatkan perbuatan yang kurang mengenakan dari kawan-kawan . Ay. Berikut wawancara peneliti dengan Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait apakah ada hubungan kepercayaan diri positif terhadap kedekatan pengasuh dengan anak asuh, berikut hasil wawancaranya : Au. Tentu ada, karna kami sebagai pengganti orang tua mereka disini. Komunikasi yang baik harus terjalin antara pengasuh dengan anak asuh, supaya mereka lebih terbuka dan nyaman untuk bercerita terkait apa saja yang sedang mereka hadapiAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Jelas ada, karena kami posisinya orang tua mereka disini. Jadi berhasil atau tidaknya mereka tergantung bagaimana cara kami dalam membina merekaAy. Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Tentu ada, karena kami posisinya sebagai orang tua sambung bagi mereka. Kedekatan itu sangat diperlukan agar memudahkan kami mengetahui karakter dari masing-masing anak asuhAy CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan kepercayaan diri positif terhadap kedekatan pengasuh dengan anak asuh, karena pengasuh merupakan orang tua pengganti mereka di panti asuhan, jadi komunikasi tersebut sangat diperlukan guna untuk mengetahui karakter dari masing-masing anak asuh, sehingga dengan terciptanya kedekatan tersebut anak asuh akan merasa lebih dekat dan nyaman untuk berbagi cerita kepada pengasuh, begitu juga Terus apakah ada hubungan kepercayaan diri negatif terhadap kedekatan pengasuh dengan anak asuh, berikut hasil wawancaranya : Au. Bisa jadi dek, mungkin karena kurangnya kedekatan tersebut kami kurang bisa memahami apa yang mereka butuhkan dan mereka tidak bisa terbuka dengan kami terkait apa yang mereka mauAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan kepercayaan diri negatif terhadap kedekatan pengasuh dengan anak asuh. Mungkin karena kurangnya kedekatan tersebut kami kurang bisa memahami apa yang mereka inginkan dan mereka takut untuk terbuka dengan kami sehingga tidak bisa saling memahami satu sama lain. Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal Dalam Pola komunikasi kelompok, terdapat lima pola komunikasi yaitu pola komunikasi model lingkaran, pola komunikasi model roda, pola komunikasi model y, pola komunikasi model rantai dan pola komunikasi model bintang. Para pengasuh melakukan komunikasi dengan anak asuh agar terjalinnya hubungan yang baik antara pengasuh dengan anak asuh, komunikasi tersebut dilakukan setiap harinya agar dapat mengetahui sifat dan karakter dari masing-masing anak asuh. Supaya pengasuh dapat mengetahui komunikasi seperti apa yang cocok digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. Oleh karena itu, peneliti melakukan wawancara kepada pengasuh dan berapa anak asuh terkait bagaimana pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Berikut wawancara peneliti bersama Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait apakah pengasuh ada menerapkan pola komunikasi yang sifatnya tidak ada pemimpin, dan anak asuh hanya dapat berkomunikasi dengan 2 orang di sampingnya, berikut hasil wawancaranya : Au. Tidak ada, disini kami sistemnya bebas siapa yang ingin berpendapat kepada siapapun tanpa adanya batasanAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Sebenarnya batasan tersebut tidak ada, mereka berhak berkomunikasi dengan semua anggota kelompoknya. Tetapi terkadang hal tersebut mereka terapkan ketika sedang berdiskusi biar suasananya lebih kondusif sajaAy. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Tidak ada dek, disini berhak untuk berpendapat kepada siapapun demi kepentingan bersamaAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tidak ada pola komunikasi model lingkaran diterapkan pengasuh kepada anak asuh, dimana semua anak boleh berpendapat dan berbicara kepada siapapun tanpa adanya batasan demi kepentingan kelompok. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu Nuriah Harahap terkait apakah pengasuh ada menerapkan pola komunikasi kelompok yang sifatnya pengasuh memiliki kendali penuh atas keputusan yang diambil, berikut hasil wawancaranya : Au. Ada, biasanya kami dengan sesama para pengasuh saja yang berdiskusi terkait apa yang ingin kami sampaikan kepada mereka tanpa melibatkan campur tangan merekaAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Tentu, hal tersebut perlu diterapkan di sebuah instansi termasuk di lembaga panti asuhanAy. Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Ada, biasanya itu dilakukan ketika memberikan nasehat dan arahan kepada merekaAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa adanya pola komunikasi model roda yang diterapkan pengasuh kepada anak asuh, dimana pengasuh memiliki kendali penuh atas segala keputusan yang diambil dan anak asuh hanya berperan sebagai penerima pesan dan menjalankan apa yang diperintahkan pengasuh. Terus dalam bentuk kegiatan apa hal tersebut diterapkan, berikut hasil wawancaranya : Au. Biasanya sebelum mereka berangkat ke sekolah kami selalu membariskan anak asuh di depan rumah dinas untuk diberikan nasehat dan motivasi agar mereka semangat dalam menimba ilmu dan mematuhi segala peraturan di sekolahAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Pengasuh memberikan kajian dakwah islami kepada anak asuh dan mereka mendengarkan dengan seksama tanpa ada yang ribut dan bercandaAy. Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Suasananya sangat kondusif dan mereka mendengarkan apa yang pengasuh sampaikan dengan baikAy. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa suasana dalam proses pelaksanaan pola komunikasi kelompok tersebut kondusif, dimana anak asuh mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh pengasuh. Terus apakah komunikasi tersebut aktif atau tidak, berikut hasil wawancaranya : Au. Aktif kami lakukan setiap harinya kecuali di hari minggu, karena memang jadwal libur sekolahAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Iya aktif jika tidak ada kendala biasanya setiap habis sholat maghrib berjamaah sembari menunggu waktu isya datangAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa respon yang diberikan anak asuh sangat positif terhadap kegiatan komunikasi tersebut. Mungkin dengan adanya kegiatan ini dapat membantu meringankan beban yang ada pada diri mereka dan melatih mereka untuk terbiasa berbicara di depan orang banyak. Dari beberapa model pola komunikasi kelompok di atas, bahwa yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal adalah pola model roda dan bintang. Pola komunikasi roda yang dimaksud, pengasuh memiliki kendali penuh atas kelompok dan segala keputusan yang akan diambil, anak asuh hanya dapat menerima informasi dan menjalankan perintah yang ditetapkan oleh pengasuh. Pola ini diterapkan ketika pengasuh memberikan motivasi belajar ketika hendak berangkat sekolah, memberikan nasehat dan kajian dakwah islami setelah sholat maghrib berjamaah dan melatih anak asuh untuk terbiasa tampil di depan teman-temannya supaya dapat melatih mental mereka. Pola Roda Pada Panti Asuhan Siti Aisyah Anak asuh 1 Anak asuh 2 Pengasuh Anak asuh 3 Anak asuh 4 Sedangkan pola bintang yang dimaksud adalah pengasuh dan anak asuh dapat saling berinteraksi satu sama lain melalui forum diskusi yang dibuat, hal tersebut terlihat pada saat pengasuh memberikan pesan kepada anak asuh, mereka tidak sungkan untuk bertanya langsung terkait apa yang belum mereka pahami. Hal tersebut pengasuh CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal terapkan guna melatih anak asuh untuk terbiasa berbicara di depan orang banyak sehingga dapat melatih mental dan kesiapan mereka ketika di suruh tampil di depan. Pola Bintang Panti Asuhan Siti Aisyah Pengasuh Anak asuh 1 Anak asuh 3 Anak asuh 2 Anak asuh 4 Hambatan Penerapan Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal Hambatan komunikasi kelompok adalah faktor yang dapat mengganggu pada saat proses komunikasi kelompok berlangsung. Hambatan ini dapat menghambat pemahaman, pertukaran informasi, dan keseluruhan keberhasilan kelompok dalam mencapai tujuan Beberapa hambatan komunikasi kelompok yang umum ditemukan adalah adanya perbedaan persepsi, komunikasi yang tidak jelas, perbedaan bahasa dan budaya, konflik antar pribadi dan kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada pengasuh dan beberapa anak asuh terkait bagaimana hambatan penerapan komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Berikut wawancara peneliti bersama Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait dalam berkomunikasi dengan anak asuh apakah ada hambatan perbedaan persepsi, berikut hasil wawancaranya : Au. Ada, kadang kami maunya mereka begini tetapi mereka kurang memahami maksud dari apa yang kami sampaikanAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Tentu perbedaan sudut pandang setiap anak berbeda begitu juga dengan kami pengasuh memiliki pandangan yang berbeda jugaAy. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah terkait contoh perbedaan persepsinya seperti apa, berikut hasil Au. Mungkin salah satunya dalam penerapan aturan disini, mereka merasa terlalu dikekang dan tidak ada kebebasan, padahal tujuan kami baik agar mereka terbiasa disiplin dan bertanggung jawab atas apa yang diamanahkan kepada merekaAy. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Mungkin dalam konteks prestasi kami selalu menekankan kepada mereka terus meningkatkan prestasinya tetapi persepsi yang mereka tangkap justru berbeda, mereka merasa tertekan akan hal ituAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tidak ada hambatan komunikasi yang tidak jelas antara pengasuh dengan anak asuh, karena pengasuh selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak asuh, sehingga mereka mengerti apa yang disampaikan oleh pengasuh, begitu juga dengan sebaliknya pengasuh mengerti apa yang disampaikan anak asuh. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya : Au. Tidak ada, karena mereka semuanya orang asli mandailing natal jadi bahasa yang digunakan juga kebetulan samaAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tidak ada hambatan perbedaan budaya maupun bahasa antara pengasuh dengan anak asuh, karena semua anak asuh yang ada di Panti Asuhan Siti Aisyah adalah masyarakat asli mandailing natal jadi bahasa yang digunakan juga sama yaitu bahasa Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu Nuriah Harahap selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya : Au. Mungkin sesama mereka pasti ada, namanya juga anak-anak berselisih sama temannya sudah hal yang wajar, asal jangan sampai berlarut larut berantemnyaAy. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan pak Muhammad Darwis selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Pasti ada namanya juga anak-anak mungkin itu salah satu cara proses pendewasaan bagi merekaAy. Tak hanya itu. Peneliti juga melakukan wawancara serupa dengan Ibu Nurainun selaku pengasuh di Panti Asuhan Siti Aisyah, berikut hasil wawancaranya: Au. Mungkin karena terlalu akrab kali ya jadi terkadang suka ada konflik tetapi masih dalam batas hal yang wajarAy. Berdasarkan dari Hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada hambatan kurangnya keterampilan berkomunikasi seperti kesulitan dalam mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas, keterampilan mendengarkan yang buruk dan menghindari interaksi sosial sehingga hal tersebut dapat mengurangi efektivitas kelompok dalam mencapai tujuan bersama. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif, hal tersebut terlihat dari perilaku dari anak asuh yang suka mengurung diri di kamar, takut bersosialisasi dengan orang baru, sembunyi ketika ada tamu yang datang, dan tidak berani CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Ahmad Husein : Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal maju di depan teman-temannya ketika di suruh pengasuh. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri mereka rendah adalah karena tidak memiliki sosok orang tua lagi sehingga mereka tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan, ekonomi yang rendah, tidak diterima oleh lingkungannya, direndahkan teman-temannya dan kurangnya dorongan serta motivasi kepada mereka. Hal tersebut sejalan dengan teori Lauster yang menyatakan bahwa seseorang yang tidak percaya akan potensi yang ada pada dirinya pasti kepercayaan dirinya rendah. Pengasuh menggunakan pola komunikasi kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa model pola komunikasi tersebut, yang paling efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal adalah dengan menggunakan pola komunikasi model roda dan model bintang. Pola komunikasi roda yang dimaksud, pengasuh memiliki kendali penuh atas kelompok dan segala keputusan yang akan diambil, anak asuh hanya dapat menerima informasi dan menjalankan perintah yang ditetapkan oleh pengasuh, pola ini diterapkan ketika pengasuh memberikan motivasi belajar ketika hendak berangkat sekolah, memberikan nasehat dan kajian dakwah islami setelah sholat maghrib berjamaah dan melatih anak asuh untuk terbiasa tampil di depan teman-temannya supaya dapat melatih mental Sedangkan pola bintang yang dimaksud adalah pengasuh dan anak asuh dapat saling berinteraksi satu sama lain melalui forum diskusi yang dibuat, hal tersebut terlihat pada saat pengasuh memberikan pesan kepada anak asuh, mereka tidak sungkan untuk bertanya langsung terkait apa yang belum mereka pahami. Hal tersebut pengasuh terapkan guna melatih anak asuh untuk terbiasa berbicara di depan orang banyak sehingga dapat melatih mental dan kesiapan mereka ketika di suruh tampil di depan. Dalam penerapan pola komunikasi kelompok tersebut, ada beberapa hambatan yang dihadapi sehingga dapat mengurangi efektivitas dari kegiatan komunikasi tersebut seperti perbedaan persepsi, dimana pesan yang disampaikan oleh pengasuh berbeda dengan apa yang di tangkap oleh anak asuh, sehingga dapat mempengaruhi pemahaman dan pengambilan keputusan dalam suatu kelompok. Konflik antar pribadi sesama anak asuh seperti perbedaan pendapat, rasa cemburu dan mengejek satu sama lain sampe kawannya menangis pokoknya hal-hal kecil seperti itu yang memicu adanya konflik, sehingga menyebabkan adanya ketegangan dan ketidakharmonisan dalam kelompok. Dan kurangnya keterampilan berkomunikasi seperti kesulitan dalam mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas, keterampilan mendengarkan yang buruk dan menghindari interaksi sosial sehingga hal tersebut dapat mengurangi efektivitas kelompok dalam mencapai tujuan CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis terkait Au Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing NatalAy Dapat disimpulkan bahwa: Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif dengan perilaku suka mengurung diri di kamar, takut bersosialisasi dengan orang baru, bersembunyi ketika ada tamu yang datang, tidak mau cerita ketika ada masalah dan tidak berani maju di depan teman-temannya ketika disuruh oleh pengasuh. Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang Dari beberapa pola komunikasi kelompok di atas, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh yaitu menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. Pola komunikasi roda yang dimaksud, pengasuh memiliki kendali penuh atas kelompok dan segala keputusan yang akan di ambil, anak asuh hanya dapat menerima informasi dan menjalankan perintah yang ditetapkan oleh pengasuh. Sedangkan pola bintang yang dimaksud adalah pengasuh dan anak asuh bebas dan terbuka untuk saling berinteraksi satu sama lain tanpa ada yang lebih mendominasi. Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak asuh yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi. Tentu hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas serta efektivitas komunikasi dalam suatu REFERENSI