Media Pertanian Vol. No. November 2020, pp. ISSN : 2085-4226 E_ISSN : 2745-8946 PENGARUH INOKULASI Rhizobium phaseoli DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L. THE EFFECT OF INOCULATION Rhizobium phaseoli AND UREA FERTILIZER ON GROWTH AND YIELD OF MUNGBEANS (Vigna radiata L. Wida Ningsih . Ida Hodiyah . Suhardjadinata Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Siliwangi Jl. Siliwangi No. 24 Kotak Pos 164 Kode Pos 46115 Tasikmalaya Email : widaningsih977@gmail. ABSTRAK Kacang hijau merupakan tanaman pangan kelompok leguminosa . olong-polonga. Kacang hijau kurang respon terhadap pemupukan Nitrogen karena bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang dapat memfiksasi Nitrogen bebas dari udara. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pengaruh inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya pada bulan Maret sampai Juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor petak utama adalah dosis Rhizobium phaseoli yaitu p0 . anpa Rhizobium phaseol. , p1 . gram/kg beni. , dan p2 . gram/kg beni. Faktor anak petak adalah dosis urea yaitu n0 . kg/h. , n1 . kg/h. , n2 . ,5 kg/h. , n3 . kg/h. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Namun secara mandiri pupuk urea berpengaruh terhadap jumlah bintil akar yang terbentuk, jumlah bintil akar efektif, dan bobot biji kering per plot. Pemupukan urea dengan takaran tinggi dapat menghambat pembentukan bintil akar. Kata Kunci : Kacang Hijau (Vigna radita L. Rhizobium phaseoli. Nitrogen. ABSTRACT Mungbeans are a food crop of leguminose . Mungbeans lack response to Nitrogen fertilization because they are symbiotic with Rhizobium bacteria which can fix Nitrogen free from the The study aimed to determine the interaction between the effect of Rhizobium phaseoli inoculation and the dosage of urea fertilizer on the growth and yield of mungbeans has been carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture. Siliwangi University. Mugarsari Tamansari. Tasikmalaya in March to June 2019. The study used a Split Plot Design (RPT) consisting of 12 combinations the treatment was repeated 3 times. The main plot factors are Rhizobium phaseoli dosage which is p0 . ithout Rhizobium phaseol. , p1 . gram/kg seed. , p2 . gram/kg seed. The substrate factor is the dosage of urea which is n0 . kg/h. , n1 . , n2 . ,5 kg/h. , n3 . kg/h. The result showed no interaction between inoculation of Rhizobium phaseoli and urea fertilizer on growth and yield of mungbeans. However, urea fertilizer independently influenced the number of root nodules formed, the number of effective root nodules, and dry seed weight per plot. Fertilizing high dose urea can inhibit the formation af root nodules. Keyword : Mungbeans (Vigna radiata L. Rhizobium phaseoli. Nitrogen. Received Oktober 19, 2020. Revised November 17, 2020. Accepted November 30, 2020 PENDAHULUAN Kacang hijau (Vigna radiata L. merupakan tanaman semusim yang termasuk kelompok leguminosa . Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan posisi kacang hijau yang menempati urutan ketiga kacang-kacangan setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau memiliki sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi manusia (Purwono dan Hartono, 2. Kacang hijau memiliki kelebihan diantaranya yaitu berumur genjah . sampai 65 har. , lebih toleran terhadap kekeringan, dapat ditanam pada lahan yang kurang subur dan sebagai penyubur tanah. Salah satu sifat yang menonjol dari kacang hijau yaitu lebih tahan terhadap kekeringan, namun bukan berarti tanaman kacang hijau tidak memerlukan air. Karena kelebihan tersebut, tanaman kacang hijau dapat menjadi alternatif untuk dibudidayakan di lahan sawah ataupun lahan kering terutama yang memiliki indeks panen yang rendah (Mustakim, 2. Tanaman kacang-kacangan biasanya tidak tanggap terhadap pemupukan, terutama pupuk Nitrogen (N). Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri bintil akar yaitu Rhizobium yang dapat menyediakan Nitrogen Pengikatan Nitrogen ini mulai aktif pada waktu daun pertama muncul, sehingga perlu diberi pupuk N sebagai stater bagi pertumbuhan tanaman yang digunakan selama bintil akar belum aktif (Soeprapto. Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman legum mampu memfiksasi Nitrogen 100 sampai 300 kg/ha dalam satu musim tanam, dan meninggalkan sejumlah Nitrogen untuk tanaman berikutnya. Rhizobium dapat mencukupi kebutuhan Nitrogen sekitar 80% dan dapat Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 meningkatkan produksi antara 10 sampai 25 % (Hasruddin dan Husna, 2. Penggunaan Rhizobium merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan hara memanfaatkan mikroorganisme hidup ke dalam tanah sebagai inokulan untuk membantu tanaman memfasilitasi atau menyediakan unsur hara tertentu bagi tanaman yaitu unsur Nitrogen (Novriani. Penggunaan Rhizobium sebagai pupuk hayati dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan Nitrogen terhadap tanaman kacang-kacangan, sehingga akan mengurangi penggunaan pupuk kimia (Mulyadi, 2. Fiksasi Nitrogen simbiotik penting pada pertanian berkelanjutan untuk mengurangi kebutuhan pupuk dan menjaga kelestarian lingkungan. Terdapat beberapa bakteri yang dapat memfiksasi N2, tetapi dalam pertanian Rhizobium merupakan bakteri yang paling penting dalam fiksasi Nitrogen (Thomas, et al. , 1997 dalam Purwaningsih, dkk. , 2. Berdasarkan asumsi tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh inokulasi Rhizobium phaseoli sebagai penambat Nitrogen dan Perlakuan penurunan dosis urea dari 100% rekomendasi sampai 25% rekomendasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana inokulasi Rhizobium phaseoli pada kacang hijau dapat mereduksi penggunaan pupuk BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Kelurahan Mugarsari. Kecamatan Tamansari. Kota Tasikmalaya dengan ketinggian tempat A 350 meter di atas permukan laut . dan jenis tanah latosol (Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya, 2. Penelitian ini Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2019. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih kacang hijau varietas Vima-2, legin kacang hijau yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, dan pestisida Decis. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, kored, mesin rumput, sprayer, tali rafia, penggaris, timbangan analitik, seed moisture meter, alat tulis, dan wadah plastik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Desig. Faktor petak utama yaitu dosis Rhizobium phaseoli yang terdiri dari 3 taraf dan faktor anak petak yaitu dosis pupuk urea yang terdiri dari 4 taraf, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor petak utama adalah dosis Rhizobium phaseoli (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu sebagai berikut : p0 : Tanpa Rhizobium phaseoli p1 : Rhizobium phaseoli 10 g/kg benih p2 : Rhizobium phaseoli 15 g/kg benih Faktor anak petak adalah dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : n0 : Tanpa Urea . kg/h. n1 : Urea 50 kg/ha n2 : Urea 37,5 kg/ha n3 : Urea 25 kg/ha Untuk perlakuan maka dilakukan pengamatan terhadap parameter jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif, luas daun, tinggi tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji kering per tanaman, bobot 100 biji kering, dan bobot biji per plot. Data dianalisis berdasarkan Uji F dan Uji Jarak Berganda DUNCAN taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis ragam terhadap parameter pengamatan utama yang terdiri dari jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif, luas daun, tinggi tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji kering per tanaman, bobot 100 biji kering, dan bobot biji kering per plot menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kacang Namun secara mandiri perlakuan takaran pupuk urea berpengaruh pada jumlah bintil akar yang terbentuk, jumlah bintil akar efektif, dan bobot biji kering per Jumlah Bintil Akar yang terbentuk dan Jumlah Bintil Akar Efektif Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif tanaman kacang hijau pada umur 31 hari setelah Namun secara mandiri perlakuan takaran pupuk urea berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif. (Tabel . Tabel 1. Jumlah Bintil Akar yang Terbentuk pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Urea (N) Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 41,83 38,33 a 64,33 13,33 22,67 21,33 30,42 a 47,83 33,83 24,33 34,00 a Rata-rata 57,06 29,67 24,67 25,61 (B) Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 (A) (A) (A) Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan taraf kesalahan 5 %. Tabel 2. Jumlah Bintil Akar Efektif pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Urea (N) Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 26,33 11,17 9,33 15,46 a 33,67 6,83 15,33 14,83 a 13,67 17,67 16,58 a Rata-rata 9,44 10,94 14,11 (B) (A) (A) (A) Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Rhizobium phaseoli pada tanaman kacang hijau berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah bintil akar yang terbentuk maupun jumlah bintil akar yang efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pH tanah, suhu, dan ketersediaan air. Nilai pH yang rendah merupakan salah satu pembatas Rhizobium. Umumnya bakteri Rhizobium dapat tumbuh baik pada pH netral. Sedangkan reaksi optimum bagi pertumbuhan dan perkembangan bakteri Rhizobium pada pH 5,5 sampai 5,7 (Hasruddin dan Husna, 2. Reaksi tanah masam dengan nilai pH 5 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi membuat pertumbuhan bakteri Rhizobium menjadi terhambat, sehingga infeksi akar oleh bakteri Rhizobium untuk membentuk bintil akar menjadi semakin Oleh karena itu, perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli pada kacang hijau berpengaruh tidak nyata dengan kontrol. Pertumbuhan bakteri Rhizobium di lahan masam menghadapi banyak kendala, di antaranya pH rendah, kejenuhan Al tinggi, kandungan Fe dan Mn tinggi, sehingga lingkungan tumbuhnya menjadi kurang sesuai (Harsono. Prihastuti dan Subandi, 2. Pengaruh faktor takaran pupuk urea pada masing-masing perlakuan Rhizobium Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 phaseoli menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif. Faktor takaran pupuk urea memberikan hasil yang paling tinggi pada perlakuan n0 . anpa pupuk ure. Sedangkan hasil yang paling rendah terdapat pada perlakuan n1 . osis urea 50 kg/h. Hal ini dikarenakan pemberian pupuk urea dengan dosis 50 kg/ha membuat tanaman kacang hijau memiliki ketersediaan Nitrogen dalam jumlah yang banyak, sehingga simbiosis antara akar tanaman dengan bakteri Rhizobium terjadi dalam jumlah yang sedikit. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Suriadi . dimana bintil akar yang terbentuk pada kacang tanah dengan perlakuan tanpa pupuk Nitrogen menghasilkan nilai yang tertinggi, dan penurunan jumlah bintil akar terjadi dengan peningkatan pemberian Nitrogen. Luas Daun Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap luas daun tanaman kacang hijau. Demikian juga secara mandiri perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea berpengaruh tidak nyata terhadap luas daun kacang hijau. (Tabel . Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 Tabel 3. Luas Daun . Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 724,44 607,74 700,76 (A) Dosis Urea (N) 849,66 790,38 911,22 766,26 902,52 842,38 (A) (A) 936,72 887,14 (A) Rata-rata 825,30 a 826,22 a 815,59 a Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Rata-rata luas daun pada perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea menunjukkan hasil yang sama. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan unsur hara yang rendah terutama unsur Nitrogen yang sangat berperan penting dalam pembentukan luas daun sebagai salah satu unsur penyusun Untuk mengetahui kadar Nitrogen dalam tanaman maka dapat dilihat dari luas daun tanaman tersebut. Semakin tinggi kandungan Nitrogen maka semakin besar hasil fotosintat dari proses fotosintesis. Nitrogen dalam tanaman berfungsi untuk memperbesar ukuran daun meningkatkan kandungan protein (Meitasari dan Wicaksono, 2. Tinggi Tanaman Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap tinggi tanaman kacang hijau. Demikian juga secara mandiri perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman kacang (Tabel . Tabel 4. Tinggi Tanaman . Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 45,43 47,11 46,20 46,25 (A) Dosis Urea (N) 50,49 52,72 51,58 51,88 54,84 55,69 52,30 53,43 (A) (A) 53,89 51,62 51,10 52,20 (A) Rata-rata 50,63 a 50,55 a 51,96 a Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa ratarata tinggi tanaman kacang hijau umur 31 hari setelah tanam berada dibawah rata-rata tinggi tanaman menurut deskripsinya. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang masam dan rendahnya kandungan unsur hara yang diperlukan oleh kacang hijau. Tanaman dapat menyerap unsur hara dalam kondisi tanah yang netral, dimana terdapat unsur hara yang dapat larut dalam air. Inokulasi Rhizobium phaseoli dan pemberian pupuk urea Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 tidak berjalan dengan efektif, karena pertumbuhan bakteri Rhizobium phaseoli menjadi terhambat begitupun penyerapan unsur hara kurang optimal. Jumlah Polong Bernas per Tanaman Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap jumlah polong bernas per tanaman. Keduanya juga berpengaruh tidak nyata Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 terhadap jumlah polong bernas kacang hijau. (Tabel . Tabel 5. Jumlah Polong Bernas per Tanaman Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Rhizobium (P) Dosis Urea (N) Rata-rata 10,92 10,67 11,00 9,67 10,56 a 9,00 9,33 10,33 7,50 9,04 a 11,08 8,75 11,67 12,83 11,08 a Rata-rata 10,33 9,58 11,00 10,00 (A) (A) (A) (A) Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Polong bernas yaitu polong yang berisi atau polong yang memiliki jumlah biji Ou Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa rata-rata jumlah polong per tanaman tidak berbeda nyata. Penelitian Mayani dan Hapsoh . dalam Permanasari, dkk. bahwa pemberian Rhizobium tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah polong per plot. Jumlah polong dipengaruhi oleh banyaknya Nitrogen yang tersedia bagi tanaman kacang hijau. Unsur Nitrogen memacu pembentukan protein dan protoplasma serta pembentukan klorofil yang berperan dalam pembentukan polong. dapat membantu pertumbuhan vegetatif dan . embentukan pembentukan bij. , karena urea mengandung unsur Nitrogen yang berperan dalam (Meitasari Wicaksono, 2. Namun, kondisi tanah masam juga dapat menghambat penyerapan unsur hara terutama unsur Nitrogen, sehingga pemberian pupuk urea pada kacang hijau menjadi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah polong bernas per tanaman. Jumlah Biji per Polong Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap jumlah biji per polong tanaman kacang hijau. Demikian juga secara mandiri Inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea juga berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah biji per polong. (Tabel . Bakteri Rhizobium phaseoli yang diinokulasikan pada kacang hijau berpengaruh pertumbuhan bakteri Rhizobium phaseoli terhambat oleh kondisi pH tanah yang masam di lahan percobaan. Pupuk urea yang diberikan Tabel 6. Jumlah Biji per Polong Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea. Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 11,00 10,59 11,00 10,86 Dosis Urea (N) 10,64 11,17 10,86 11,11 11,33 10,94 10,95 11,07 11,14 11,08 11,24 (A) (A) (A) (A) Rata-rata 10,99 a 11,01 a 11,09 a Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli serta pupuk urea yang diberikan menjadi tidak Dari hasil penelitian pada tabel 9 ratarata jumlah biji per polong tanaman kacang hijau berkisar antara 10 sampai 11 biji. Perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea memberikan hasil yang sama pada semua perlakuan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya suhu lingkungan, dan kondisi tanah dilahan pH tanah masam dikebun percobaan menyebabkan pertumbuhan kacang hijau menjadi terhambat, karena pertumbuhan optimum untuk kacang hijau yaitu pada pH 5,8 sampai 7,0. Dan pada kondisi masam dimana Bobot Biji Kering per Tanaman Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap bobot biji kering per tanaman kacang Demikian juga secara mandiri Inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea juga berpengaruh tidak nyata terhadap bobot biji kering per tanaman. (Tabel . Tabel 7. Bobot Biji Kering per Tanaman . Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 5,39 6,57 5,51 5,82 (A) Dosis Urea (N) 6,59 7,63 5,11 7,12 6,46 6,22 6,05 6,99 (A) (A) 6,39 7,02 6,99 6,80 (A) Rata-rata 6,50 a 6,46 a 6,29 a Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Lakitan . dalam Permanasari dkk. menjelaskan bahwa perkembangan biji lebih dipengaruhi oleh pasokan Nitrogen selama pembentukan biji. Unsur P juga dibutuhkan untuk sintesa protein. P yang cukup pada pengisian biji akan memperbesar meningkatkan bobot 100 biji. Hasil penelitian bobot kering per tanaman tidak berpengaruh nyata pada semua perlakuan. Hal ini disebabkan oleh terganggunya pasokan Nitrogen selama proses pengisian dan pembentukan biji pada polong. Reaksi tanah masam membut tanaman kurang respon dalam menyerap unsur hara salah satunya unsur Nitrogen. Bobot 100 Biji Kering Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap bobot 100 biji kering kacang hijau. Demikian juga inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea berpengaruh tidak nyata terhadap bobot 100 biji kering. (Tabel Tabel 8. Bobot 100 Biji Kering . Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea Dosis Urea (N) Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 6,07 6,34 6,18 6,37 6,24 a 6,07 5,99 6,13 6,25 6,11 a 5,99 6,24 6,10 6,26 6,15 a Rata-rata 6,05 6,19 6,14 6,29 (A) (A) (A) (A) Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Bobot 100 biji merupakan parameter yang menunjukkan ukuran biji. Perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea menunjukkan pengaruh yang tidak nyata sehingga biji yangg terbentuk relatif Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Utari. Isnawan dan Khusna, . dimana perlakuan inokulasi Rhizobium dan CMA berpengaruh tidak nyata terhadap berat 100 biji kedelai. Rata-rata bobot 100 biji kering kacang hijau memiliki nilai yang sama yaitu lebih dari 6 gram. Ukuran biji yang tidak seragam menyebabkan peningkatan jumlah biji dan bobot biji tidak selalu diikuti dengan peningkatan jumlah bobot 100 biji (Triadiati. Mubarik dan Ramasita. , 2. Bobot Biji Kering per Plot Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap bobot biji kering per plot . Namun secara mandiri perlakuan takaran pupuk urea berpengaruh nyata terhadap bobot biji kering per plot. (Tabel . Tabel 9. Bobot Biji Kering per Plot . Kacang Hijau pada Perlakuan Inokulasi Rhizobium phaseoli dan Takaran Pupuk Urea Dosis Urea (N) Dosis Rhizobium (P) Rata-rata 506,94 447,02 605,14 592,04 616,67 587,47 594,98 562,12 630,24 557,32 581,03 584,04 a 562,82 a 551,71 a Rata-rata 489,06 604,62 581,52 589,53 (A) (B) (B) (B) Keterangan : Angka rata-rata yang diikuti huruf besar yang sama arah horizontal dan huruf kecil yang sama arah vertikal tidak berbeda menurut uji jarak Berganda Duncan pada taraf kesalahan 5 %. Bobot biji kering per plot tanaman kacang hijau yang diberikan perlakuan inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Inokulasi Rhizobium juga berpengaruh tidak nyata terhadap bobot biji kering per plot. Namun untuk perlakuan takaran pupuk urea memberikan pengaruh sangat nyata terhadap bobot biji kering per plot. Perlakuan n0 . kg/h. berbeda dengan n1 . kg/h. , n2 . ,5 kg/h. , dan n3 . kg/h. Pemberian Nitrogen yang tidak terlalu tinggi dan pemanfaatan Rhizobium meningkatkan produksi dari bobot biji tanaman (Meitasari dan Wicaksono, 2. Tabel 10. Bobot Kacang Hijau Konversi per hektar . /h. Dosis Urea . Dosis Rhizobium . Rata-rata 1,37 1,61 1,57 1,68 1,56 1,35 1,58 1,59 1,49 1,50 1,19 1,64 1,49 1,55 1,47 Rata-rata 1,30 1,61 1,55 1,57 Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 Ningsih. Hodiyah. Suhardjainata, 2020 Bobot biji kering konversi per hektar menunjukkan bahwa hasil tanaman kacang hijau pada setiap perlakuan berbeda (Tabel Hasil tersebut lebih rendah dibandingkan potensi hasil varietas Vima-2 sesuai deskripsi yaitu 2,4 t/ha. Hal tersebut dikarenakan pada saat pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau tidak mendapat asupan hara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama unsur Nitrogen yang sangat berpengaruh dalam pembentukan biji. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : Tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap parameter jumlah bintil akar yang terbentuk dan jumlah bintil akar efektif, luas daun, tinggi tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot, dan bobot 100 biji kering. Inokulasi Rhizobium phaseoli tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Pupuk parameter jumlah nodul yang terbentuk dan jumlah nodul efektif. Tanpa pemberian pupuk urea . kg/h. mengahsilkan ratarata nodul yang terbentuk dan nodul efektif yang tertinggi dibandingkan dengan yang diberi pupuk urea. Pupuk urea berpengaruh terhadap bobot biji kering per plot. Dosis urea 50 kg/ha, 37,5 kg/ha, dan 25 kg/ha tidak berbeda, namun ketiganya berbeda dengan dosis 0 kg/ha, sehingga dengan dosis 25 kg/ha sudah cukup memberikan hasil yang sama dengan dosis rekomendasi . kg/h. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 63-72 ISSN : 2085-4226 e_ISSN : 2745-8946 DAFTAR PUSTAKA