Indonesian Journal of Educational Development Volume 1 Nomor 3, November 2020 DOI: 10.5281/zenodo.4285616 _________________________________________________________________________ MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PPKN MENGGUNAKAN METODE GURU TAMU STUDI EKSKURSI Elisabet Sumbung SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Badung, Indonesia; sumbunge@yahoo.co.id Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan pada materi Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia menggunakan metode Guru Tamu dengan Studi Ekskursi. Jenis penelitian ini adalah PTK kolaboratif antara Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Guru Tamu, dan Pengadilan Negeri Denpasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan, yang berjumlah 36 siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa aktivitas siswa dan hasil belajar siswa meningkat yang dapat dilihat dari indikator: siswa yang berani bertanya pada pra siklus 8,30% meningkat menjadi 35,89% pada siklus I dan menjadi 49,75% pada siklus II, siswa yang mampu berdialog pada pra siklus 27,78%, meningkat menjadi 61,11% pada siklus I dan menjadi 85,29 % pada siklus II. Siswa yang berani tampil didepan kelas pada pra siklus 41,67% meningkat menjadi 77,78% pada siklus I dan menjadi 88,23% pada siklus II. Ketuntasan klasikal pada pra siklus 30,56 % meningkat menjadi 54,75% pada siklus I dan menjadi 94,44% pada siklus II. Kata kunci: Guru Tamu, Studi Ekskursi, Hasil Belajar Abstract. The aim of this research is to increase learning activity and its result in class XI IPA 5 of SMA Negeri 1 Kuta Selatan for law system and justice learning material by guest teacher method with excursion. This research is a classroom action research by collaborating PKn teacher from SMA Negeri 1 Kuta Selatan and guest teacher from Denpasar district court. The subject of the research is 36 students in class XI IPA 5 of SMA Negeri 1 Kuta Selatan in first semester of 20192020 academic year and the object of the research is learning activities and learning result. This research has 2 cycles. Based on the data analysis the researcher conclude that the activities and learning result increase and reach the indicator, that can be seen from: students who are active to give question increase from 8,30% to 35,89% in the first cycle and 49,75% in the second cycle, students who are able to do dialogue increase from 27,78% to 61,11% in the first cycle and 85,29 % in the second cycle, students who are able to come in front of the class increase from 41,67% to 77,78% in the first cycle and 88,23% in the second cycle. The result of the minimum criteria of mastery learning classical increase from 30,56 % to 54,75% in the first cycle and 94,44% in the second cycle. Keywords: guest teacher, excursion study, learning result PENDAHULUAN Suprijono (2011) menyatakan bahwa pembelajaran seharusnya menjadi aktivias bermakna yakni pembebasan untuk mengaktualisasi seluruh potensi kemanusiaan. Lembaga pendidikan termasuk guru diharuskan untuk dapat _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 455 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 menyelenggarakan proses pendidikan secara optimal, aktif, kreatif untuk meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan. Yamin (2013), mengemukakan bahwa pendekatan pembelajaran adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan siswa. Darmansyah (2011) & Widana, et.al. (2019) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara pengorganisasian isi pelajaran, penyampaian pelajaran pengelolaan kegiatan belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat dilakukan guru untuk mendukung terciptanya efektivitas dan berorientasi ke masa depan, dengan memperhatikan tuntutan kemajuan zaman yang ditandai dengan persaingan yang sangat kompleks. Menurut Juliana, et.al. (2017) & Dalyono (2010) motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan-kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai. Selanjutnya Aqib (2013) berpendapat bahwa strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh pengajar untuk memilih kegiatan belajar selama proses pembelajaran. Oleh karenanya perbaikan-perbaikan yang membangun di bidang pendidikan harus dilaksanakan guna mencapai kualitas dan mutu pendidikan yang sesuai dengan harapan. Sekolah memiliki peranan dan tanggung jawab yang sangat strategis dalam mempersiapkan warga negara yang berkomitmen dan konsisten menegakkan supremasi hukum agar kepastian hukum menjadi jaminan keadilan di negara Indonesia, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai wahana dalam mensosialisasikan kesadaran Hukum di Indonesia. Realitanya hasil belajar siswa pada materi tersebut belum menunjukkan hasil yang di harapkan. Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas XI IPA 5 SMAN 1 Kuta Selatan seperti rendahnya aktivitas belajar, rendahnya hasil belajar khususnya pada KD Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia dapat di klasifikasikan dalam tiga pokok masalah utama yaitu tidak tersedianya sarana praktik peradilan yang memadai di sekolah, guru yang mengajar tidak memiliki keahlian khusus di bidang hukum, praktik mengadili perkara seperti halnya di pengadilan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh sekolah dan guru. Akibatnya materi tentang Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia selalu nilainya paling rendah dari semua materi pelajaran PPKn. Berbagai upaya dan usaha harus dilakukan oleh guru dan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan pada kelas XI IPA 5 di atas, maka pada materi pokok tentang Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia disepakati mendatangkan Guru Tamu yang ahli dalam bidang hukum dengan studi ekskursi ke Pengadilan Negeri Denpasar. Metode pembelajaran Resources Person (Guru Tamu) didasarkan pada belajar berdasarkan sumber (resources based learning) dengan mengundang tenaga-tenaga ahli yang kompeten dibidangnya. Dalam pembelajaran pemanfaatan tenaga lain di luar guru yang mengajar di sekolah dikenal dengan metode guru tamu. Metode guru tamu dimaksudkan ialah orang luar (bukan guru) yang mampu _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 456 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 memberikan pelajaran kepada siswa sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimilikinya. Guru tamu dengan studi ekskursi, merupakan strategi belajar PPKn yang mampu membantu siswa mengatasi kejenuhan belajar di dalam kelas dengan guru dan buku pelajaran yang terbatas. Belajar di luar kelas dengan mengunjungi beberapa objek disebut studi ekskursi (Kusmiatun, 2016). Studi Ekskursi adalah merupakan cara pembelajaran dengan menggali informasi dalam bentuk kunjungan kesuatu tempat yang lebih maju untuk membawa hasil positif dan konkret, untuk memenuhi kebutuhan akan pengetahuan dunia luar serta dapat menambah cakrawala berpikir masing-masing siswa. Materi tentang sistem hukum dan peradilan di Indonesia sangat luas sehingga guru tamu ini diharapkan memiliki keahlian khusus di bidang Hukum atau Lembaga Bantuan Hukum yang relevan dengan materi pelajaran Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia. Guru tamu sebagai sumber belajar dalam hal ini memiliki profesi sebagai Advokad dan sebagai pemimpin Lembaga Institut of justice law yang beralamat di Jl. Nuansa Utama II No.3 Jimbaran Kuta Selatan Bali yang bekerja sama dengan Kongres Advokasi Indonesia dan Pengadilan Negeri Denpasar. Berdasarkan hasil observasi awal pada siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan, terdapat keberhasilan belajar siswa rendah yang dilihat dari aktivitas siswa dan hasil belajar. Aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran masih kurang, demikian juga keberhasilan belajar siswa. Aktivitas siswa ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut: siswa yang berani bertanya (8,30%), siswa yang mampu berdialog (27,78%), siswa yang mau tampil didepan kelas (41,67%). siswa yang telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minumum (KKM) 67 (30,56%). Permasalahan di atas sangat berpengaruh pada aktivitas dan hasil belajar siswa, di mana persentase hasil belajar dapat dilihat pada tabel pra siklus berikut. Tabel 1. Data Hasil Belajar Pra Siklus Uraian Jumlah Siswa Persentase Berani bertanya Mampu berdialog Tampil di depan kelas Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas 3 10 15 11 25 8,30 % 27,78 % 41,67% 30,56% 69,44% Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dapat diuraikan sebagai berikut: apakah penerapan metode pembelajaran guru tamu dengan studi ekskursi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn siswa kelas XI IPA 5 SMAN1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar PPKn dengan metode pembelajaran guru tamu dengan studi ekskursi pada siswa kelas XI IPA 5 SMAN1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2019/2020. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 457 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 METODE Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di SMAN 1 Kuta Selatan, Jalan Ketut Jetung, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Rangkaian kegiatan penelitian ini sejak tahap persiapan sampai dengan penulisan laporan dilaksanakan selama 5 bulan yaitu dari tanggal 16 Juli sampai 17 Desember 2019. Subjek penelitian siswa kelas XI IPA 5 SMAN 1 Kuta Selatan semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 24 orang siswa perempuan. Adapun Objek penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa. Kegiatan penelitian berlangsung dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari tahapan–tahapan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanan, pengamatan, dan refleksi.Tahapan kegiatan pada tiap siklus yang dapat di gambarkan sebagai berikut. Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan (Arikunto, 2006) Sebelum proses pembelajaran dengan menggunakan dan memanfaatkan guru tamu dengan studi ekskursi ini dilaksanakan, maka guru perlu mempersiapkan hal-hal sebagai berikut. 1. Menyiapkan materi yang akan diajarkan kepada siswa, sarana yang diperlukan dalam pembelajaran, atau media pembelajaran yang berasal dari resource sendiri dan lain-lain. Dalam persiapan ini guru tamu (nara sumber) tidak dilepaskan begitu saja, melainkan juga didampingi oleh guru mata pelajaran sehingga tujuan pembelajaran benar-benar dapat dicapai melalui nara sumber. Tidak semua Guru Tamu dapat diundang ke sekolah untuk memberikan pelajaran dan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi siswa. Kriteria tersebut antara lain: memiliki pendidikan minimal S1 dan Ahli di bidangnya, telah bekerja minimal 5 tahun dibidangnya, LBH tempat nara sumber bekerja sudah tersertifikasi, mampu untuk membimbing siswa, narasumber tersebut benar-benar professional, dan telah terjalin kerjasama antara sekolah dengan tempatnya bekerja, seperti halnya pembelajaran tentang hukum,bimbingan studi ekskuersi ke pengadilan. 2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan guru tamu. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode guru tamu dengan Studi Ekskursi perlu diperhatikan kegiatan belajar siswa sehingga mereka menjadi aktif dan antusias dalam pembelajaran. Beberapa hal _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 458 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 yang dapat dilakukan resource dengan siswa dalam pembelajaran seperti terlihat dalam tabel 2. Tabel 2. Pelaksanaan Pembelajaran LANGKAH KEGIATAN GURU TAMU KEGIATAN SISWA Persiapan - Menyiapkan materi sistem hukum dan peradilan di Indonesia yang akan diajarkan kepada siswa - Menyiapkan lembaran pertanyaan untuk diajukan kepada resource - Mempersiapkan diri dengan baik dengan cara membaca buku-buku sebelum belajar dengan resource - Tanya jawab dengan resource - Mengikuti sidang mengadili perkara di Pengadilan Negeri Denpasar - Mengunjungi setiap ruang sidang dan meminta penjelasan dari naras umber di Pengadilan Negeri Denpasar Pelaksanaan Penutup -Menjelaskan secara teoritis tentang materi sistem hukum dan peradilan di Indonesia yang akan diajarkan -Memberikan gambaran lengkap cara dan prosedur penanganan perkara di pengadilan -Melakukan dialog dan tanya jawab dengan siswa -Membimbing dan mendampingi siswa melakukan Studi Ekskursi ke pengadilan Negeri Denpasar -Memfasilitasi siswa dalam melakukan Tanya jawab dan dialog dengan para Hakim di pengadilan mengenai Langkah-langkah prosedur penanganan perkara hukum di pengadilan dan kasus kasus hukum lainnya di masyarakat Melakukan wawancara kepada beberapa siswa mengenai antusiasme siswa dalam mempelajari Hukum. Membuat Laporan Tentang Studi Ekskursi Ke Pengadilan Negeri Denpasar Kusmiatun (2016) menjelaskan bahwa terdapat dua macam ekskursi dipandang dari cakupan ruangnya, ekskursi besar dan ekskursi kecil.Ekskursi besar adalah kunjungan yang dilakukan dalam waktu yang relatif lebih lama, lokasinya tidak tertalu dekat, dan membutuhkan persiapan banyak hal secara baik. Sementara ekskursi kecil merupakan kunjungan sederhana ke beberapa lokasi terdekat dari tempat belajar. Ekskursi kecil dilakukan guna memberi kesempatan pada pemelajar untuk praktik langsung. Ekskursi kecil misalnya berkunjung ke pasar tradisional, kantor pos, toko kelontong,kantor kecamatan,dan sebagainya. Ekskursi besar dilakukan ke tempat yang terkenal dan biasanya membutuhkan bantuan transportasi serta biaya lainnya. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 459 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 Gambar 2. Studi Ekskursi ke Pengadilan Negeri Denpasar. Gambar 3. Berdialog dengan Para Hakim dan Advokat. Kelebihan Resourse Person Metode guru tamu dengan studi ekskursi yang dilakukan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran PPKn mempunyai beberapa kelebihan antara lain: a. Siswa mendapatkan pengetahuan baru khususnya cara penanganan hukum di pengadilan dari nara sumber yang lebih konkret yang selama ini hanya didapatkan dari guru dan membaca buku. b. Kunjungan siswa ke pengadilan Negeri Denpasar langsung didampingi oleh nara sumber dari Kongres Advokat Indonesia Bersama pimpinan dari Institut of Law Firm. c. Siswa memiliki kesempatan untuk berdialog langsung dengan para Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar dan dibimbing langsung oleh nara sumber yang memiliki pengalaman luas di bidangnya. d. Siswa mengenal lebih dekat para Hakim dan tugas-tugas mereka yang selama ini di anggap seram oleh para siswa. e. Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar yang dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan. Kelemahan Metode Resourse Person Kelemahan metode guru tamu antara lain: a. Latar belakang nara sumber yang tidak memiliki ilmu didaktik metodik mengenai proses belajar mengajar. b. Sulit menemukan nara sumber yang betul-betul mau membagi ilmunya kepada siswa. c. Membutuhkan waktu dan biaya yang relatif besar. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 460 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 d. Kesibukan narasumber sebagai orang lapangan sehingga sulit diajak menjadi guru tamu atau nara sumber dalam pembelajaran. Kualifikasi hasil belajar ditentukan menggunakan pendekatan rata-rata dengan rumus interval = (100−KKM)/3. Berdasarkan interval tersebut, nilai siswa dapat dikonversi sebagai berikut. Tabel 3. Pedoman Konversi Hasil Belajar No 1 2 3 4 Rentang Nilai 89 – 100 78 – 88 67 – 77 < 67 Predikat Katagori A Sangat Baik B Baik C Cukup D Kurang (Sumber: Direktorat Pembinaan SMA, 2017) Kriteria Keberhasilan dalam penelitian ini, hasil belajar tercapai bila minimal memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum yakni sebesar 67, dengan ketuntasan klasikal 85% HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang dikumpulkan pada tindakan siklus 1 dan 2 terdiri atas data hasil belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar yang diambil dari nilai rata-rata post tes yang dilaksanakan pada setiap akhir proses pembelajaran dan ulangan formatif pada akhir pembelajaran setiap KD. Berdasarkan tabel 1 di atas, hasil belajar siswa pra siklus menunjukkan bahwa lebih dari 69,44% siswa kurang respon,tidak antusias dalam pembelajaran, sehingga ketuntasan belajar secara klasikal hanya 30,56% artinya hanya 11 orang siswa yang mampu melapaui KKM,dan ada 25 orang siswa yang belum mencapai KKM. Hal ini menunjukkan bahwa perlu melakukan perubahan dalam proses belajar untuk mengoptimalkan hasil belajar. Data hasil penelitian siklus I setelah dianalisis diperoleh peningkatan hasil belajar peserta didik seperti yang terlihat pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I Berani Bertanya Mampu Berdialog Tampil didepan kelas Jumlah Siswa 13 21 28 Nilai Presentase 35,89 % 61,11% 77,78% Jumlah siswa yang Tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas 19 17 54,75% 47,23% No Uraian 1 2 3 4 5 Keterangan Siswa yang tuntas sampai siklus I sebanyak 19 orang dari 36 siswa atau 47,23% Berdasarkan data pada tabel 4 di atas peningkatan hasil belajar pengetahuan siswa adalah: 47,23% siswa yang tuntas 19 orang dan 17 orang siswa yang belum tuntas dari 36 jumlah siswa. Penelitian dilanjutkan pada siklus II dari data siklus II setelah dianalisis diperoleh hasil sebagai berikut. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 461 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 Tabel 5. Statistik Hasil Belajar Siswa pada Siklus II No Uraian 1 2 3 4 5 Berani Bertanya Mampu berdialog Tampil depan kelas Jmlah siswa Tuntas Siswa tidak tuntas Jumlah siswa 18 31 32 34 2 Persentase Keterangan 49,75% 85,29% 88,23% 94.44% 5,56% Siswa yang tuntas sampai Siklus II sebanyak 34 orang dari 36 siswa Tabel 6. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Statistik Bertanya Berdialog Tampil depan kls Ketuntasan Pra Siklus N (%) Predikat Siklus I N1 (%) 8,30 27,78 41,67 30,56 35,89 61,11 77,78 54,75 Kurang Kurang Kurang Predikat Kurang Baik Baik Siklus II N2(%) Predikat Ket. 49,75 85,29 88,23 94.44 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Kurang Baik Baik Berdasarkan data pada tabel 6 tampak bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari 30,56% pada pra siklus menjadi 54,75% pada siklus I, dan menjadi 94,44% pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari kurang menjadi baik sampai akhir Siklus II. Adapun grafik peningkatan keberhasilan belajar siswa dari pra siklus, siklus I sampai siklus II dapat di gambarkan sebagai berikut. Grafik 1. Grafik Hasil Peningkatan Belajar SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan diperoleh bahwa penerapan metode pembelajaran guru tamu dengan studi ekskursi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2019/2020 pada mata pelajaran PPKn. Adapun saran yang dajukan adalah untuk penyempurnaan pembelajaran dengan metode guru tamu dengan studi ekskursi adalah sekolah perlu memperogramkan mendatangkan guru tamu dari Institut of Justice Law Firm. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 462 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 455-463, November 2020 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta. Aqib, Z. (2013). Model-model, media, dan strategi pembelajaran kontekstual (inovatif). Yrama Widya. Darmansyah. (2011). Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor. Bumi Aksara. Dalyono, M. (2010). Psikologi pendidikan. Rineka Cipta Juliana, D. G., Widana, I. W., & Sumandya, I. W. (2017). Hubungan motivasi berprestasi, kebiasaan belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Emasains, 6(1), 40-60. Kusmiatun, A. (2016). Mengenal BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dan Pembelajaranya. K-Media. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta. Subini, N. (2012). Psikologi pembelajaran. Mentari Pustaka. Susanto, A. (2016). Teori belajar dan pembelajaran di SD. Kencana. Suprijono, A. (2011). Model-model pembelajaran. Gramedia Pustaka Jaya Thoifuri. (2013). Menjadi guru inisiator. Media Campus Publishing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Widana, I. W., Suarta, I. M., & Citrawan, I. W. (2019). Penerapan metode simpang tegar untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan PTK dan artikel ilmiah. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 4(1), 365 - 375. https://doi.org/10.21067/jpm.v4i1.3016. Yamin, M.(2013). Strategi dan metode dalam model inovasi pembelajaran. Gaung Persada Press group. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 463