Analysis Of Work Experience. Workload. And Physical Work Environment On Employee Work Productivity At PT. Sujin Ray Indonesia Analisis Pengalaman Kerja. Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Sujin Ray Indonesia Yunira Khairani . Eli Delvi Yanti . Kholilul Kholik . 1,2,. Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . yunitakhairani74@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Work Experience. Workload. Work Environment. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Produktivitas kerja karyawan merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan, khususnya pada perusahaan manufaktur yang menuntut ketepatan waktu, kualitas kerja, dan efisiensi operasional. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sujin Ray Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PT. Sujin Ray Indonesia sebanyak 42 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Tahapan analisis meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Nilai koefisien determinasi (Adjusted RA) sebesar 0,860 menunjukkan bahwa 86% variasi produktivitas kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas kerja melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. ABSTRACT Employee work productivity is a crucial factor in supporting organizational success, particularly in manufacturing companies that require timeliness, work accuracy, and operational efficiency. Work productivity is influenced by various factors, including work experience, workload, and the physical work environment. This study aims to analyze the effect of work experience, workload, and physical work environment on employee work productivity at PT. Sujin Ray Indonesia. This research employed a quantitative approach with an associative research design. The population of this study consisted of all permanent employees of PT. Sujin Ray Indonesia, totaling 42 employees, and a saturated sampling technique was applied, where the entire population was used as the sample. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression analysis. The analysis procedures included validity testing, reliability testing, classical assumption tests, and hypothesis testing using t-tests and Ftests with the assistance of SPSS 25. 0 software. The results indicate that work experience, workload, and work environment individually have a positive and significant effect on employee work productivity. Furthermore, the simultaneous test results show that work experience, workload, and work environment jointly have a significant effect on employee work productivity. The coefficient of determination (Adjusted RA) value of 0. 860 indicates that 86% of the variation in work productivity can be explained by work experience, workload, and work environment, while the remaining 14% is influenced by other factors not examined in this study. This research is expected to provide practical insights for companies in improving employee productivity through effective human resource management. PENDAHULUAN Karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi, khususnya dalam meningkatkan produktivitas kerja. Produktivitas kerja mencerminkan kemampuan karyawan dalam menghasilkan output secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Widodo . menjelaskan bahwa produktivitas kerja merupakan perbandingan antara hasil kerja yang dicapai dengan seluruh sumber daya yang digunakan dalam proses kerja. Oleh karena itu, produktivitas kerja yang tinggi menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 373 Ae 384 | 373 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman kerja, sedangkan faktor eksternal meliputi beban kerja dan lingkungan kerja. Pengalaman kerja berperan penting dalam membentuk keterampilan dan ketepatan kerja karyawan. Siregar . menyatakan bahwa pengalaman kerja merupakan akumulasi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh karyawan melalui proses kerja dalam jangka waktu tertentu. Septiantari . menegaskan bahwa karyawan dengan pengalaman kerja yang rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan secara efektif. Selain pengalaman kerja, beban kerja juga menjadi faktor penentu produktivitas. Beban kerja merupakan sejumlah tugas yang harus diselesaikan karyawan dalam batas waktu tertentu sesuai dengan standar yang ditetapkan organisasi. Fathoni . menjelaskan bahwa beban kerja yang tidak seimbang dengan kemampuan karyawan dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental. Pantow . menambahkan bahwa kelebihan beban kerja berpotensi menurunkan konsentrasi dan kualitas hasil kerja Faktor lain yang turut memengaruhi produktivitas kerja adalah lingkungan kerja fisik. Lingkungan kerja fisik mencakup kondisi pencahayaan, suhu udara, kebisingan, tata ruang, dan kenyamanan tempat Sedarmayanti . menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik yang nyaman dapat meningkatkan fokus dan ketahanan kerja karyawan. Sinambela . menegaskan bahwa lingkungan kerja yang buruk akan berdampak langsung pada penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan pada PT. Sujin Ray Indonesia, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk industri yang sangat bergantung pada kinerja sumber daya manusia dalam menjaga ketepatan proses kerja, akurasi administrasi, dan kelancaran aktivitas keuangan Dalam menghadapi persaingan bisnis dan tuntutan efisiensi operasional, perusahaan dituntut memiliki karyawan dengan produktivitas kerja yang tinggi, khususnya pada bagian strategis seperti keuangan dan administrasi. Namun berdasarkan kondisi aktual di perusahaan, masih ditemukan permasalahan berupa keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kesalahan pencatatan, serta ketidaksesuaian hasil kerja dengan standar yang ditetapkan. Untuk memperkuat fenomena tersebut, dilakukan pra-survey terhadap karyawan PT. Sujin Ray Indonesia. Hasil pra-survey menunjukkan bahwa pada variabel pengalaman kerja, sebagian besar responden menyatakan belum memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai. Persentase jawaban tidak setuju berada pada kisaran 56,67% hingga 66,67%, yang mengindikasikan bahwa karyawan belum sepenuhnya menguasai bidang tugas yang dikerjakan. Kondisi ini menyebabkan karyawan bekerja lebih lambat dan berpotensi melakukan kesalahan kerja. Pada variabel beban kerja, hasil pra-survey menunjukkan bahwa mayoritas karyawan merasa tidak mampu mencapai target kerja, mengikuti standar pekerjaan, dan menggunakan waktu kerja secara Persentase jawaban tidak setuju berada pada kisaran 56,67% hingga 66,67%. Hal ini menunjukkan bahwa beban kerja yang diberikan dirasakan melebihi kemampuan karyawan, sehingga menimbulkan tekanan fisik dan mental yang berdampak pada penurunan konsentrasi dan produktivitas Selanjutnya, pada variabel lingkungan kerja fisik, hasil pra-survey menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan merasa tidak nyaman dengan kondisi pencahayaan, suhu udara, kebisingan, ruang gerak, dan kenyamanan ruang kerja. Persentase jawaban tidak setuju berada pada kisaran 56,67% hingga 70%, yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja belum kondusif. Lingkungan kerja yang kurang nyaman menyebabkan karyawan cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu bekerja secara LANDASAN TEORI Produktivitas Kerja Produktivitas kerja merupakan kemampuan karyawan dalam menghasilkan output secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Hartatik . menjelaskan bahwa produktivitas dapat dilihat dari dimensi individu dan organisasi, yang pada dasarnya mencerminkan sikap mental untuk selalu bekerja lebih baik dari waktu ke waktu. Sedarmayanti . memandang produktivitas sebagai kemampuan menghasilkan barang atau jasa dalam satuan waktu tertentu, sedangkan Widodo . mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara output yang dihasilkan dengan input yang digunakan. Yusuf . menegaskan bahwa secara filosofis produktivitas merupakan sikap mental untuk terus meningkatkan kualitas kerja dari hari ke hari. Berdasarkan pandangan tersebut, produktivitas kerja dapat disimpulkan sebagai kemampuan karyawan untuk bekerja secara optimal, menggunakan waktu kerja secara efektif, serta memberikan nilai tambah bagi 374 | Yunira Khairani. Eli Delvi Yanti. Kholilul Kholik. Analysis of Work Experience. Workload, and Physical WorkA Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pekerjaan yang menarik, upah yang layak, keamanan kerja, etos dan disiplin kerja, kesempatan promosi, keterlibatan karyawan, empati pimpinan, serta loyalitas dan dukungan atasan. Hartatik . menyatakan bahwa faktor-faktor tersebut menentukan tingkat motivasi dan kinerja karyawan dalam bekerja. Penilaian produktivitas kerja dilakukan secara objektif melalui indikator terukur seperti tingkat absensi, jumlah dan kualitas hasil kerja, tingkat kesalahan, serta efisiensi waktu penyelesaian tugas. Produktivitas yang tinggi ditandai dengan kehadiran yang baik, output yang optimal, kualitas kerja yang tinggi, kesalahan kerja yang rendah, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan efisien. Pengalaman Kerja Pengalaman kerja merupakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki karyawan sebagai hasil dari keterlibatan dalam pekerjaan selama periode tertentu. Siregar . menjelaskan bahwa pengalaman kerja mencerminkan tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memengaruhi kinerja serta ketepatan penempatan karyawan dalam organisasi. Septiantari . menyatakan bahwa pengalaman kerja dapat diukur melalui masa kerja dan jenis pekerjaan yang pernah dijalani, sedangkan Pandiangan . menegaskan bahwa pengalaman kerja menjadi dasar bagi karyawan untuk mampu mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan menjaga produktivitas kerja. Pohan . menambahkan bahwa pengalaman kerja membantu karyawan mempersiapkan diri dalam menghadapi tuntutan pekerjaan baru melalui penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengalaman kerja dapat disimpulkan sebagai kemampuan karyawan dalam menguasai pekerjaan secara menyeluruh melalui proses kerja yang berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan kinerja yang optimal bagi perusahaan. Pengalaman kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain latar belakang pribadi, bakat dan minat, sikap dan kebutuhan, kemampuan analisis, serta keterampilan dan kemampuan teknis. Faktorfaktor tersebut menentukan sejauh mana karyawan mampu memahami dan melaksanakan tugas yang Pengukuran pengalaman kerja dapat dilakukan melalui beberapa indikator utama, yaitu lama bekerja atau masa kerja, tingkat pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, serta penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan kerja. Semakin lama dan beragam pengalaman yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi tingkat penguasaan pekerjaan dan semakin besar peluang karyawan untuk bekerja secara efektif, efisien, dan produktif. Beban Kerja Beban kerja merupakan sejumlah tugas yang harus diselesaikan karyawan dalam batas waktu tertentu sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Fathoni . menjelaskan bahwa beban kerja ditentukan berdasarkan standar kerja menurut jenis pekerjaan, di mana ketidaksesuaian antara standar dan kemampuan karyawan dapat menimbulkan beban kerja yang berlebihan. Pantow . dan Matindas . menyatakan bahwa beban kerja merupakan hasil kali antara volume pekerjaan dan waktu normal penyelesaian kerja, sehingga apabila tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan karyawan akan menimbulkan kelelahan, sedangkan tuntutan yang lebih rendah dapat menimbulkan kejenuhan. Dengan demikian, beban kerja dapat disimpulkan sebagai tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan karyawan dalam waktu tertentu, yang apabila tidak seimbang dengan kemampuan individu dapat berdampak negatif terhadap kinerja dan produktivitas kerja. Beban kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik dan psikis karyawan, seperti usia, kesehatan, motivasi, dan persepsi kerja, sedangkan faktor eksternal mencakup karakteristik tugas, organisasi kerja, serta lingkungan kerja. Pengukuran beban kerja dapat dilakukan melalui beberapa indikator utama, yaitu target kerja yang harus dicapai, kondisi pekerjaan, standar pekerjaan yang ditetapkan, serta penggunaan waktu kerja. Beban kerja yang tinggi ditandai oleh target yang sulit dicapai, kondisi kerja yang berat, standar kerja yang tidak sesuai kemampuan, serta jam kerja yang melebihi batas normal, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan, kelelahan, dan penurunan kinerja karyawan. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja merupakan seluruh kondisi di sekitar karyawan yang dapat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan, baik secara fisik maupun nonfisik. Sedarmayanti . menyatakan bahwa lingkungan kerja mencakup segala sesuatu di sekitar pekerja yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas, seperti kebersihan, pencahayaan, dan kenyamanan kerja. Sinambela . membedakan lingkungan kerja menjadi lingkungan kerja fisik yang berkaitan dengan kondisi tempat kerja dan lingkungan kerja nonfisik yang berkaitan dengan hubungan kerja dan iklim organisasi. Satriawati . menegaskan bahwa lingkungan kerja meliputi sarana, prasarana, dan fasilitas kerja yang mendukung pelaksanaan pekerjaan, sedangkan Munica . menyatakan bahwa kondisi kerja mencakup aspek Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 373 Ae 384 | 375 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 fisik, psikologis, dan aturan kerja yang memengaruhi kepuasan dan kinerja karyawan. Dengan demikian, lingkungan kerja dapat disimpulkan sebagai kondisi kerja yang aman, nyaman, dan mendukung konsentrasi sehingga memungkinkan karyawan bekerja secara optimal. Lingkungan kerja dipengaruhi oleh faktor fisik dan nonfisik. Faktor fisik meliputi pencahayaan, suhu udara, kebisingan, tata warna, ruang gerak, tata letak peralatan, serta keamanan dan keselamatan kerja, sedangkan faktor nonfisik mencakup hubungan kerja yang harmonis, komunikasi yang efektif, kerja sama tim, rasa aman secara psikologis, serta budaya dan iklim organisasi. Pengukuran lingkungan kerja dapat dilakukan melalui indikator utama seperti tingkat pencahayaan, kenyamanan suhu udara, tingkat kebisingan, dan ketersediaan ruang gerak. Lingkungan kerja yang baik ditandai oleh kondisi fisik yang memadai dan hubungan kerja yang positif, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas kerja karyawan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu mengukur hubungan antarvariabel secara objektif melalui data numerik, sedangkan penelitian asosiatif digunakan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen (Sugiyono. Penelitian dilaksanakan di PT. Sujin Ray Indonesia yang berlokasi di Jl. MedanAeBinjai Km. Gg. Bintang, dengan waktu penelitian berlangsung dari Juni 2025 hingga Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PT. Sujin Ray Indonesia sebanyak 42 orang, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, yang disebarkan kepada seluruh responden untuk mengukur variabel pengalaman kerja, beban kerja, lingkungan kerja, dan produktivitas kerja. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari responden serta data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, dan dokumen pendukung penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui uji kualitas data . ji validitas dan reliabilita. , uji asumsi klasik . ji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisita. , serta analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji parsial . dan uji simultan . ji F), sedangkan koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variasi produktivitas kerja karyawan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tes Uji Validitas Berikut disajikan hasil uji validitas untuk setiap variabel bebas dan variabel terikat berdasarkan kuesioner yang telah dikumpulkan dan diolah menggunakan SPSS 25. 0, dengan hasil tabulasi data sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Tes Uji Validitas Tiap Variabel Bebas dan Terikat Variabel Pengalaman Kerja (X. Beban Kerja (X. Butir Kuesioner Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Pengalaman Kerja. Beban Kerja. Beban Kerja. Beban Kerja. Beban Kerja. Beban Kerja. Corrected ItemTotal 0,424 0,499 0,571 0,558 0,418 0,488 0,476 0,322 0,595 0,561 0,583 0,587 0,638 Keteran Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 376 | Yunira Khairani. Eli Delvi Yanti. Kholilul Kholik. Analysis of Work Experience. Workload, and Physical WorkA Beban Kerja. Beban Kerja. Beban Kerja. Lingkungan Kerja. 0,500 0,467 0,320 0,495 Valid Valid Valid Valid Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja. Produktivitas Kerja. 0,540 0,554 0,682 0,494 0,603 0,566 0,718 0,438 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja Produktivitas Kerja. (Y) Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Produktivitas Kerja. Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 0,708 0,583 0,652 0,491 0,668 0,438 0,326 0,300 0,393 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Lingkungan Kerja (X. Berdasarkan hasil uji validitas yang disajikan pada tabel, dapat diketahui bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel Pengalaman Kerja (XCA). Beban Kerja (XCC). Lingkungan Kerja (XCE), dan Produktivitas Kerja (Y) memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation yang lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,30. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pertanyaan mampu mengukur variabel yang diteliti secara tepat dan konsisten. Dengan demikian, seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian, sehingga data yang dihasilkan dapat dipercaya untuk analisis selanjutnya. Tes Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai CronbachAos Alpha, di mana nilai lebih dari 0,60 menunjukkan bahwa instrumen reliabel, sedangkan nilai kurang dari 0,60 menunjukkan instrumen tidak Berikut disajikan hasil uji reliabilitas menggunakan SPSS 25. 0 dengan jumlah responden sebanyak 42 orang. Tabel 2 Hasil Tes Uji Reliabilitas Data Tiap Variabel Variabel Cronbach's Alpha Pengalaman Kerja (X. Beban Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Produktivitas Kerja (Y) Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 0,766 0,814 0,842 0,815 N of Items Keteranga Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang disajikan pada tabel, dapat diketahui bahwa seluruh variabel penelitian, yaitu Pengalaman Kerja (XCA). Beban Kerja (XCC). Lingkungan Kerja (XCE), dan Produktivitas Kerja (Y), memiliki nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,60. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap instrumen memiliki tingkat konsistensi internal yang baik dan dapat dipercaya. Dengan demikian, seluruh item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan reliabel dan layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian serta dapat mendukung analisis data pada tahap selanjutnya. Tes Uji Asumsi Klasik Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan bahwa model regresi linier berganda layak digunakan dalam analisis penelitian. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 373 Ae 384 | 377 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Tes Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Gambar 1. Uji Normalitas Metode Histogram dan Scatterplot P-P PLOT Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Berdasarkan hasil uji normalitas yang ditunjukkan melalui grafik histogram dan Normal PAeP Plot, dapat diketahui bahwa sebaran data residual menyebar mengikuti pola kurva normal dan titik-titik pada grafik PAeP Plot berada di sekitar garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa data residual dalam model regresi berdistribusi normal atau mendekati normal. Dengan demikian, asumsi normalitas telah terpenuhi sehingga model regresi layak digunakan untuk analisis dan pengujian hipotesis selanjutnya. Uji normalitas selanjutnya dilakukan dengan menggunakan uji KolmogorovAeSmirnov untuk memperkuat hasil pengujian normalitas sebelumnya. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data residual berdistribusi normal atau tidak berdasarkan nilai signifikansi. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) lebih besar dari 0,05. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Tabel 3. Hasil Tes Uji Normalitas Metode Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences 37,83 3,129 0,095 0,095 -0,056 Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Unstandardized Residual ,0000000 1,50221462 ,106 ,106 -,095 0,095 ,200c,d Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan metode KolmogorovAeSmirnov pada data residual, diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data residual berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas dalam model regresi telah terpenuhi sehingga data layak digunakan untuk analisis regresi dan pengujian hipotesis pada tahap selanjutnya. 378 | Yunira Khairani. Eli Delvi Yanti. Kholilul Kholik. Analysis of Work Experience. Workload, and Physical WorkA Tes Uji Multikolinearitas Data Multikolinearitas yang tinggi dapat menyebabkan hasil regresi menjadi tidak stabil dan sulit Pengujian biasanya dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan VIF, di mana Tolerance > 0,10 atau VIF < 10 menunjukkan adanya multikolinearitas. Tabel 4 Hasil Tes Uji Multikolinearitas Pada Tiap Variabel Unstandardized Standardized Coeficient Coeficient Model Std. Beta Error (Constan. 3,238 2,217 Pengalaman 0,652 0,070 0,602 Kerja (X. Beban Kerja 0,230 0,067 0,270 (X. Lingkungan 0,224 0,063 0,280 Kerja (X. Dependent Variable: Produktivitas kerja (Y) Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Collinearity Statistics Toleran VIF Sig. 1,460 0,152 9,289 0,000 0,814 1,228 3,450 0,001 0,559 1,789 3,557 0,001 0,552 1,810 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang ditunjukkan pada tabel, dapat diketahui bahwa seluruh variabel independen, yaitu Pengalaman Kerja (XCA). Beban Kerja (XCC), dan Lingkungan Kerja (XCE), memiliki nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen dalam model Dengan demikian, model regresi memenuhi asumsi multikolinearitas dan layak digunakan untuk analisis regresi serta pengujian hipotesis pada tahap selanjutnya. Tes Uji Heteroskedastisitas Data Uji heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan varians residual dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah model yang tidak mengalami heterokedastisitas. Pada penelitian ini, pendeteksian heterokedastisitas dilakukan dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan residual (SRESID). Gambar 2. Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Data Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Berdasarkan Gambar diatas, grafik scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik data menyebar secara acak dan tidak membentuk pola atau tren tertentu, serta tersebar di sekitar titik nol. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga setiap variabel dalam penelitian bersifat homoskedastisitas dan model regresi layak digunakan untuk analisis selanjutnya. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 373 Ae 384 | 379 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Tes Regresi Liniear Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Metode ini bertujuan untuk melihat hubungan serta besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan maupun parsial, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengujian hipotesis penelitian. Tabel 5 Hasil Tes Uji Regresi Liniear Berganda Pada Tiap Variabel Bebas dan Terikat Unstandardized Standardized Collinearity Coeficient Coeficient Statistics Model Sig. Std. Beta Tolerance Error (Constan. 3,238 2,217 1,460 0,152 Pengalaman 0,652 0,070 0,602 9,289 0,000 0,814 Kerja (X. VIF 1,228 Beban Kerja (X. 0,230 0,067 0,270 3,450 0,001 0,559 1,789 Lingkungan Kerja (X. 0,224 0,063 0,280 3,557 0,001 0,552 1,810 Dependent Variable: Produktivitas Kerja (Y) Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Uji Parsial (Uji . Uji parsial . digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara individu. Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah setiap variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat dengan tingkat signifikansi yang telah Tabel 6 Hasil Tes Uji Parsial . Unstandardized Standardized Coeficient Coeficient Model Std. Error Beta (Constan. 3,238 2,217 Pengalaman 0,652 0,070 0,602 Kerja (X. Beban Kerja 0,230 0,067 0,270 (X. Lingkungan 0,224 0,063 0,280 Kerja (X. Dependent Variable: Produktivitas Kerja (Y) Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,000 0,814 1,228 3,450 0,001 0,559 1,789 3,557 0,001 0,552 1,810 Sig. 1,460 0,152 9,289 Uji Simultan (Uji F) Uji simultan . ji F) digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama. Uji ini bertujuan untuk menilai apakah model regresi yang digunakan signifikan dan layak dalam menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian. Tabel 7 Hasil Uji Simultan (Uji F) Sum of Square Model Regression 349,310 Residual 52,131 Total 401,441 Dependent Variable: Y Predictors: (Contan. X3. X2. X1 Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Mean Square Sig. 116,437 1,372 84,875 0,000b 380 | Yunira Khairani. Eli Delvi Yanti. Kholilul Kholik. Analysis of Work Experience. Workload, and Physical WorkA Tes Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai RA menunjukkan tingkat kontribusi model regresi dalam menerangkan perubahan variabel terikat. Tabel 8 Hasil Tes Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square ,933a ,870 ,860 Predictors: (Constan. , x3, x2, x1 Dependent Variable: yY Sumber: Olahan Data Penulis, 2025 Std. Error of the Estimate 1,171 Change Statistics R Square Change ,870 Change df1 df2 84,875 3 38 Sig. Change ,000 Dari hasil perolehan tabel diatas. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,860 menunjukkan bahwa 86% produktivitas kerja dapat dijelaskan oleh pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya sebesar 14% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Pengalaman Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) Pengalaman kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Menurut Siregar dkk. , pengalaman kerja mencakup pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa kerja dan jenis pekerjaan yang pernah dilakukan, sehingga dapat menjadi dasar dalam penempatan karyawan pada posisi yang tepat. Karyawan yang memiliki pengalaman kerja lebih lama umumnya lebih terampil, mampu menyelesaikan pekerjaan secara optimal, serta lebih siap menghadapi berbagai kendala dibandingkan karyawan yang masih baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Hal ini dibuktikan melalui uji parsial dengan nilai t-hitung 9,289 lebih besar dari t-tabel 1,685 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Temuan ini sejalan dengan pendapat Pandiangan . yang menyatakan bahwa pengalaman kerja meningkatkan kompetensi dan kemampuan karyawan dalam menghadapi tantangan. Dengan demikian, pengalaman kerja berperan penting dalam mendorong produktivitas, sehingga penempatan karyawan sesuai pengalaman dan keahlian dapat memberikan hasil kerja yang lebih optimal bagi perusahaan. Pengaruh Beban Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) Beban kerja merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Menurut Fathoni . , beban kerja adalah jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu sesuai standar perusahaan. Beban kerja yang sesuai dengan kemampuan karyawan dapat meningkatkan kinerja dan hasil kerja, sedangkan beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan fisik dan mental sehingga menurunkan produktivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, dibuktikan dengan nilai t-hitung 7,102 > t-tabel 1,685 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini sejalan dengan penelitian Rukhviyanti dan Ambarwati . yang menyatakan bahwa pengaruh beban kerja terhadap produktivitas bergantung pada kemampuan karyawan dalam mengelolanya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengatur beban kerja secara proporsional agar dapat mendorong produktivitas dan mencegah penurunan kinerja. Pengaruh Lingkungan Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kenyamanan, konsentrasi, dan semangat karyawan dalam bekerja. Menurut Sedarmayanti . , lingkungan kerja meliputi kondisi fisik seperti pencahayaan, suhu, sirkulasi udara, dan kebisingan, serta aspek nonfisik seperti hubungan kerja. Lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan fokus dan kenyamanan, sehingga mendorong peningkatan produktivitas karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, dibuktikan dengan nilai t-hitung 6,884 > t-tabel 1,685 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini sejalan dengan penelitian Lelzaba dkk. yang menyatakan bahwa lingkungan kerja Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 373 Ae 384 | 381 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 yang nyaman dan sehat berdampak positif terhadap produktivitas. Oleh karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang baik agar karyawan dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan kinerja yang maksimal. Pengaruh Pengalaman Kerja (X. Beban Kerja (X. , dan Lingkungan Kerja (X. terhadap Produktivitas Kerja (Y) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 84,875 yang lebih besar dari Ftabel 2,85 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis (H. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,860 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan produktivitas kerja karyawan sebesar 86%, sedangkan sisanya 14% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hasil uji simultan menegaskan bahwa pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja saling berperan dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola ketiga faktor tersebut secara terpadu melalui penempatan dan pelatihan yang tepat, pengaturan beban kerja yang seimbang, serta penyediaan lingkungan kerja yang nyaman guna mendukung kinerja optimal dan meningkatkan daya saing perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Pengalaman kerja meningkatkan keterampilan dan ketepatan dalam menyelesaikan tugas, beban kerja yang sesuai mendorong efektivitas kerja, serta lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif mampu meningkatkan fokus dan motivasi karyawan dalam bekerja. Selain itu, hasil uji simultan . ji F) menunjukkan bahwa pengalaman kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini membuktikan bahwa ketiga faktor tersebut saling melengkapi dan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan serta mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Saran Bagi perusahaan, disarankan untuk menempatkan karyawan sesuai dengan pengalaman dan keahliannya agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif. Selain itu, perusahaan perlu mengatur beban kerja secara proporsional sesuai kemampuan karyawan serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan kondusif guna meningkatkan fokus, motivasi, dan produktivitas kerja. Bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi dan bahan perbandingan dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas karyawan. Penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain, menggunakan objek dan jumlah sampel yang lebih luas, serta mempertimbangkan metode penelitian yang lebih beragam agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA