Jurnal Antara Abdimas Keperawatan Vol. No. Juni 2026, pp. ISSN: 2798-3226. DOI: 10. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tanda persalinan dan Kesiapan Persalinan pada Ibu Hamil Elfira Sri Futriani1. Indah Yuliani1. Tuty Yanuarti1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Riwayat Artikel: Pengetahuan ibu hamil tentang tanda dan kesiapan persalinan merupakan faktor penting dalam mendukung proses persalinan yang aman serta mencegah keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Pendidikan kesehatan menjadi salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang tanda dan kesiapan persalinan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretestAeposttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sri Amur dengan jumlah sampel sebanyak 25 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan diberikan dalam satu kali pertemuan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media leaflet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang tanda persalinan dan kesiapan persalinan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata skor pengetahuan tentang tanda persalinan meningkat dari 3,48 (SD=0,. sebelum intervensi menjadi 4,52 (SD=0,. setelah intervensi. Pengetahuan tentang kesiapan persalinan juga mengalami peningkatan dari rata-rata 3,48 (SD=0,. menjadi 4,60 (SD=0,. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi pada kedua variabel . <0,. Pendidikan kesehatan tentang tanda dan kesiapan persalinan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi persalinan secara lebih optimal serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat waktu. Edukasi yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan. Dikirim : 05 November 2025 Revisi : 07 Januari 2026 Diterima : 04 Februari 2026 Kata Kunci: Ibu Hamil. Pendidikan kesehatan. Tanda persalinan. Kesiapan persalinan This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Elfira Sri Futriani Departemen Keperawatan. STIKes Abdi Nusantara. Indonesia Email : elfirasrifutriani21@gmail. PENDAHULUAN Persalinan merupakan proses fisiologis keluarnya janin dan plasenta dari uterus melalui jalan lahir setelah usia kehamilan cukup bulan yang ditandai dengan kontraksi uterus yang teratur, perubahan serviks, serta penurunan bagian terendah janin. Proses ini melibatkan interaksi kompleks antara faktor hormonal, kondisi anatomi ibu, serta kesiapan fisik dan psikologis selama kehamilan. Pemahaman ibu hamil mengenai Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/abdimaskep A ISSN: 2798-3226 tanda-tanda persalinan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan kesiapan dalam menghadapi proses kelahiran serta keputusan untuk segera mencari pertolongan tenaga kesehatan (Amelia, 2. Kesehatan ibu selama masa kehamilan dan persalinan merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan suatu negara. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Upaya peningkatan kesehatan ibu hamil melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan mudah diakses sangat diperlukan untuk menekan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Peningkatan pengetahuan ibu tentang kehamilan, tanda persalinan, dan kesiapan persalinan merupakan bagian penting dalam strategi pencegahan komplikasi yang berpotensi mengancam keselamatan ibu dan bayi (Badan Pusat Statistik [BPS], 2. Secara global, komplikasi selama kehamilan dan persalinan masih menjadi penyebab utama kematian Laporan internasional menunjukkan bahwa ratusan ribu perempuan meninggal setiap tahun akibat komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah, salah satunya karena keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya atau tanda persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda persalinan dapat berdampak pada keterlambatan mencari pertolongan medis, sehingga meningkatkan risiko persalinan lama, perdarahan, kelahiran prematur, serta komplikasi lainnya yang berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan bayi (Sumarmi et al. , 2. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Melalui edukasi yang terstruktur, ibu hamil dapat memahami perubahan yang terjadi menjelang persalinan, mengenali tanda-tanda awal persalinan, serta mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan logistik sebelum proses kelahiran berlangsung. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda persalinan masih menjadi permasalahan yang ditemukan di berbagai wilayah, di mana sebagian ibu hanya mengenali tanda persalinan sebatas nyeri perut dan pecahnya ketuban tanpa memahami tanda lainnya yang lebih spesifik (Qomariyah & Zulaikha, 2. Tanda-tanda menjelang persalinan umumnya meliputi penurunan bagian terendah janin, kontraksi tidak teratur (Braxton Hick. , rasa ringan pada bagian atas perut, peningkatan frekuensi buang air kecil, serta perubahan pada serviks. Memasuki fase persalinan aktif, kontraksi menjadi lebih teratur, kuat, dan disertai perubahan serviks seperti pendataran dan pembukaan. Selain itu, dapat terjadi pengeluaran lendir bercampur darah serta pecahnya ketuban. Pemahaman yang baik terhadap tanda-tanda tersebut akan membantu ibu hamil dalam menentukan waktu yang tepat untuk segera menuju fasilitas pelayanan kesehatan (Amelia, 2019. Qomariyah & Zulaikha, 2. Selain memahami tanda persalinan, kesiapan persalinan juga merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Kesiapan tersebut mencakup perencanaan tempat persalinan, kesiapan biaya, transportasi, serta dukungan keluarga. Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik cenderung lebih siap secara mental dan praktis dalam menghadapi proses persalinan dibandingkan dengan ibu yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, terutama pada ibu primigravida yang belum memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya (Muthoharoh, 2018. Naha & Handayani, 2. Berdasarkan hasil observasi awal pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sri Amur, sebagian ibu menyatakan pernah menerima informasi mengenai tanda persalinan dari tenaga kesehatan, namun masih banyak yang tidak mampu menyebutkan tanda persalinan secara lengkap. Sebagian besar hanya mengenali nyeri perut dan pecahnya ketuban sebagai tanda utama persalinan. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan yang berpotensi mempengaruhi kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan, terutama bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Berdasarkan latar belakang tersebut, diperlukan upaya edukasi yang terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda dan kesiapan persalinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang tanda dan kesiapan persalinan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sri Amur dengan menggunakan pendekatan pretestAeposttest. METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretestAeposttest untuk menilai efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda dan kesiapan persalinan. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum intervensi . dan setelah intervensi . pada kelompok yang sama. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sri Amur. Kegiatan pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Elfira Sri Futriani. Indah Yuliani et all. Vol. No. Juni 2026: 7-12 Elfira Sri Futriani. Indah Yuliani et all ISSN: 2798-3226 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sri Amur selama periode penelitian. Sampel penelitian berjumlah 25 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah: Ibu hamil trimester II dan i. Datang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sri Amur. Bersedia menjadi responden dan mengikuti kegiatan edukasi hingga selesai. Kriteria eksklusi: Ibu hamil yang tidak mengikuti kegiatan hingga tahap posttest. Ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk mengikuti edukasi. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan jumlah ibu hamil yang hadir selama periode pelaksanaan kegiatan dan memenuhi kriteria penelitian. Intervensi Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan tentang tanda persalinan dan kesiapan persalinan yang dilakukan dalam satu kali pertemuan. Kegiatan edukasi dilaksanakan selama A45Ae60 menit menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif, serta didukung dengan media leaflet. Materi yang disampaikan meliputi: Pengertian persalinan. Tanda-tanda permulaan persalinan. Tanda persalinan aktif. Kesiapan persalinan . erencanaan tempat bersalin, transportasi, biaya, dan dukungan keluarg. Edukasi diberikan oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sri Amur. Instrumen Penelitian Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pengetahuan ibu hamil tentang tanda persalinan dan kesiapan persalinan. Kuesioner diberikan sebelum intervensi . dan setelah intervensi . Instrumen terdiri dari sejumlah pertanyaan tertutup mengenai: Pengetahuan tanda-tanda persalinan. Pengetahuan kesiapan persalinan. Setiap jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0, kemudian dijumlahkan dan dikonversi menjadi skor rata-rata. Kategori pengetahuan diklasifikasikan menjadi: Baik Kurang Kuesioner telah melalui uji validitas isi oleh tenaga kesehatan/bidang kebidanan serta uji reliabilitas dengan nilai koefisien reliabilitas yang memenuhi kriteria kelayakan . esuaikan bila ada data nilai uj. Prosedur Pengumpulan Data Tahapan pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: Responden yang memenuhi kriteria diminta kesediaannya untuk berpartisipasi. Responden mengisi kuesioner pretest untuk mengukur pengetahuan awal tentang tanda dan kesiapan Dilaksanakan pendidikan kesehatan sesuai materi yang telah disusun. Setelah kegiatan edukasi selesai, responden diminta mengisi kembali kuesioner yang sama sebagai Analisis Data Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden meliputi umur, usia kehamilan, paritas, serta tingkat pengetahuan sebelum intervensi. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, digunakan uji paired t-test setelah dilakukan uji normalitas data. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah p<0,05. Hasil uji statistik dilaporkan dalam bentuk nilai mean, standar deviasi, serta nilai p . ituliskan sebagai p<0,001 bila sangat signifika. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tanda persalinan dan Kesiapan Persalinan pada Ibu Hamil (Elfir. A HASIL ISSN: 2798-3226 Karakteristik Demografis dan Klinis Responden Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 20Ae35 tahun sebanyak 23 orang . %), sedangkan responden berusia di atas 35 tahun sebanyak 2 orang . %). Berdasarkan usia kehamilan, sebagian besar responden berada pada trimester i sebanyak 15 orang . %), diikuti trimester II sebanyak 9 orang . %), dan trimester I sebanyak 1 orang . %). Ditinjau dari paritas, hampir setengah responden merupakan ibu yang akan melahirkan anak pertama . %). Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengalaman persalinan yang masih Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan responden tentang tanda persalinan relatif seimbang antara kategori baik . %) dan kurang . %). Sementara itu, pengetahuan tentang kesiapan persalinan masih didominasi kategori kurang, yaitu sebanyak 56%, sedangkan kategori baik sebesar 44%. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden (N=. Karakteristik Jumlah . Persentase (%) Umur Ibu 20Ae35 tahun >35 tahun Usia Kehamilan Trimester I Trimester II Trimester i Paritas Anak pertama Anak kedua Anak ketiga Anak keempat Pengetahuan Tanda Baik Persalinan (Pretes. Kurang Pengetahuan Kesiapan Baik Persalinan (Pretes. Kurang Perubahan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Intervensi Tabel 2 menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pada variabel pengetahuan tanda persalinan, skor rata-rata meningkat dari 3,48 (SD=0,. sebelum intervensi menjadi 4,52 (SD=0,. setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik . <0,. Peningkatan juga terjadi pada pengetahuan kesiapan persalinan, di mana skor rata-rata sebelum intervensi sebesar 3,48 (SD=0,. meningkat menjadi 4,60 (SD=0,. setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi . <0,. Tabel 2. Perbedaan Rata-Rata Skor Pengetahuan Tanda Persalinan dan Kesiapan Persalinan Sebelum dan Sesudah Intervensi (N=. Variabel Waktu Pengukuran Mean p-value Sebelum intervensi 3,48 0,714 Pengetahuan Tanda Persalinan <0,001 Setelah intervensi 4,52 0,510 Sebelum intervensi 3,48 0,586 Pengetahuan Kesiapan Persalinan <0,001 Setelah intervensi 4,60 0,500 PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang tanda dan kesiapan persalinan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Peningkatan skor ratarata pengetahuan pada kedua variabel setelah intervensi menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu memperbaiki pemahaman responden terhadap tanda-tanda persalinan serta kesiapan yang diperlukan dalam menghadapi proses kelahiran. Temuan ini menegaskan bahwa penyampaian informasi secara terstruktur melalui pendidikan kesehatan merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Elfira Sri Futriani. Indah Yuliani et all. Vol. No. Juni 2026: 7-12 Elfira Sri Futriani. Indah Yuliani et all ISSN: 2798-3226 Peningkatan pengetahuan tentang tanda persalinan terlihat dari kenaikan nilai rata-rata setelah Hal ini menunjukkan bahwa sebelum edukasi diberikan, sebagian ibu hamil belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai tanda-tanda awal dan tanda persalinan aktif. Setelah mendapatkan penjelasan yang sistematis, responden menjadi lebih mampu mengenali tanda-tanda seperti kontraksi teratur, keluarnya lendir bercampur darah, serta pecahnya ketuban. Pengetahuan yang baik mengenai tanda persalinan sangat penting karena dapat membantu ibu hamil dalam menentukan waktu yang tepat untuk segera mencari pertolongan tenaga kesehatan, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan penanganan yang berpotensi menimbulkan komplikasi (Amelia, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil secara signifikan. Penelitian Sumarmi et al. menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai tanda-tanda persalinan mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil secara bermakna setelah diberikan intervensi. Peningkatan pengetahuan ini terjadi karena informasi yang diterima secara langsung dapat memperkuat pemahaman serta membantu ibu mengingat kembali materi yang sebelumnya mungkin telah diketahui tetapi belum dipahami secara mendalam. Selain pengetahuan tentang tanda persalinan, penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai kesiapan persalinan. Kesiapan persalinan mencakup perencanaan tempat persalinan, kesiapan biaya, transportasi, serta dukungan keluarga. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, ibu hamil menjadi lebih memahami pentingnya perencanaan yang matang sebelum menghadapi proses persalinan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan kognitif, tetapi juga membantu membentuk kesiapan mental dan praktis ibu dalam menghadapi proses persalinan. Mayoritas responden dalam penelitian ini merupakan ibu yang akan melahirkan anak pertama. Kondisi ini dapat menjelaskan mengapa tingkat pengetahuan awal sebagian responden masih berada pada kategori kurang. Ibu primigravida umumnya memiliki pengalaman yang terbatas sehingga membutuhkan informasi yang lebih intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Penelitian Muthoharoh . menyatakan bahwa ibu yang baru pertama kali hamil cenderung memiliki tingkat kecemasan dan ketidaksiapan yang lebih tinggi karena kurangnya pengalaman, sehingga edukasi dari tenaga kesehatan menjadi sangat penting dalam meningkatkan kesiapan mereka. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Naha dan Handayani . yang menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil berhubungan dengan kesiapan dalam menghadapi persalinan. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, semakin baik pula kesiapan ibu dalam merencanakan proses persalinan. Pengetahuan yang memadai membantu ibu dalam mengambil keputusan yang tepat, seperti memilih tempat persalinan, menghubungi tenaga kesehatan saat tanda persalinan muncul, serta mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan selama proses persalinan. Ditinjau dari usia responden, sebagian besar berada pada rentang usia reproduksi sehat . Ae35 tahu. Usia ini secara umum dianggap sebagai periode yang relatif aman untuk menjalani kehamilan dan persalinan. Namun demikian, usia yang ideal tidak selalu menjamin kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, karena kesiapan tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, pengalaman, pendidikan, serta akses terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan tetap diperlukan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil, baik yang baru pertama kali hamil maupun yang telah memiliki pengalaman persalinan sebelumnya. Pendidikan kesehatan yang diberikan dalam penelitian ini dilakukan dalam satu kali pertemuan, namun sudah mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana berupa edukasi terstruktur dapat memberikan dampak yang cukup besar apabila disampaikan dengan metode yang tepat dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Informasi yang disampaikan secara langsung melalui ceramah dan diskusi memungkinkan terjadinya interaksi dua arah, sehingga responden dapat bertanya dan memahami materi secara lebih mendalam. Pengetahuan yang baik mengenai tanda persalinan dan kesiapan persalinan juga berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Ibu yang memahami tanda-tanda persalinan cenderung lebih cepat mengambil keputusan untuk menuju fasilitas kesehatan, sehingga dapat mengurangi keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan. Hal ini penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang seringkali disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya dan mencari pertolongan medis (Badan Pusat Statistik, 2. Meskipun hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan desain one group pretestAeposttest tanpa kelompok kontrol, sehingga tidak dapat sepenuhnya memastikan bahwa peningkatan pengetahuan hanya disebabkan oleh intervensi. Selain itu, jumlah sampel relatif kecil dan intervensi dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan. Pengukuran pengetahuan juga menggunakan kuesioner self-report yang memungkinkan adanya bias respon. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol, jumlah sampel yang lebih besar, serta intervensi edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan agar hasil yang diperoleh lebih kuat dan dapat digeneralisasikan. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tanda persalinan dan Kesiapan Persalinan pada Ibu Hamil (Elfir. A ISSN: 2798-3226 Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda dan kesiapan persalinan. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk lebih siap secara fisik dan mental dalam menghadapi persalinan serta lebih cepat mencari pertolongan tenaga kesehatan saat tanda persalinan muncul. KESIMPULAN Pendidikan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda persalinan dan kesiapan persalinan. Skor rata-rata pengetahuan tanda persalinan meningkat dari 3,48 menjadi 4,52 dan pengetahuan kesiapan persalinan dari 3,48 menjadi 4,60 setelah intervensi, dengan perbedaan yang signifikan . <0,. Temuan ini mendukung integrasi edukasi terstruktur dalam layanan antenatal rutin untuk memperkuat kesiapan kognitif ibu dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu saat Mengingat desain tanpa kelompok kontrol dan ukuran sampel kecil, studi lanjutan dengan desain terkontrol, sampel lebih besar, serta evaluasi follow-up diperlukan untuk menilai keberlanjutan efek dan dampaknya pada luaran persalinan. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh partisipan yang telah bergabung dalam pengabdian kepada masayarakat ini. DAFTAR PUSTAKA