ISSN: 2746-3656 Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa di Sekolah Menengah Fina Hanifa Zaen1*. Edy Yusmin2*. Dian Ahmad Budisatria3* 1,2,3 Pendidikan Matematika Unversitas Tanjungpura. Pontianak, 78124. Indonesia *Coresponding author: finahnfzn@gmail. Diterima 3 September 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif Field-Dependent (FD) dan Field-Independent (FI) di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berkaitan dengan perhitungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut adalah pemilihan strategi pemecahan masalah yang sesuai dengan gaya kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah dan wawancara. Instrumen tes disusun berdasarkan tahapan Polya yang mencakup memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Setiap tahap dinilai menggunakan rubrik dengan rentang skor 0Ae4, dan hasilnya dikategorikan menjadi sangat efektif, efektif, cukup efektif, kurang efektif, dan tidak efektif. Dari 22 siswa yang diteliti, 4 siswa tergolong sangat efektif, 10 siswa efektif, 6 siswa cukup efektif, dan 2 siswa kurang efektif dalam menerapkan strategi pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FD cenderung menggunakan strategi membuat gambar dan menulis kalimat terbuka, sedangkan siswa dengan gaya kognitif FI lebih sering menerapkan strategi menemukan pola, bekerja mundur, dan menulis kalimat terbuka. Secara umum, siswa bergaya kognitif FI menunjukkan penggunaan strategi yang lebih beragam, logis, dan sistematis dibandingkan siswa bergaya kognitif FD. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya kognitif berperan penting dalam menentukan variasi dan efektivitas strategi pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci: Strategi. Pemecahan Masalah Matematika. Gaya Kognitif Citation : Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa di Sekolah Menengah. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 129 Ae 137. 24114/jfi. Pendahuluan Matematika tidak sekedar menghitung saja, merencanakan dan mengerjakan dimana siswa namun sebagai media berpikir logis, sehingga dapat harus menggunakan strategi penyelesaian dengan dalam meningkatkan seseorang untuk memecahkan benar dan harus teliti untuk menyelesaikan masalah masalah (Kurniawan, dkk. , 2. , kemampuan ini dalam soalAy. Pemilihan strategi dalam memecahkan mencerminkan keterampilan berpikir tingkat tinggi masalah menajadi satu diantara aspek yang di abad ke-21 (Kaur, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah masalah (Ningtyas & Marsiyah, 2. adalah pemilihan strategi pemecahan masalah. Strategi pemecahan masalah matematika Namuan sebgaian siswa tidan mampu merencana adalah suatu metode yang diterapkan pada penyelesaian masalah (Maulana & Santosa, 2. , prosedur pemecahan masalah yang memungkinkan sehingga sebagian besar siswa terhalang dalam siswa mengembangkan cara berpikir sistematis dalam menyelesaikan permasalahan matematika penyelesaian (Duha, 2. Kemudian Muna, dkk (Tian & Haines, 2020. Jannah & Wijayanti, 2021. manambahkan Autahap yang paling banyak Suwanto, dkk. , 2. sehingga melalui penerapan Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 strategi tersebut siswa dapat menemukan berbagai perbedaan gaya kognitif siswa menjadi faktor yang cara yang efektif dan logis dalam memecahkan memengaruhi variasi dan efektivitas strategi yang masalah matematika (Ningtyas & Masriyah, 2. Siswa bergaya kognitif Field-Dependent Kemudian untuk Ningtiyas & Masriyah . cenderung membutuhkan bantuan eksternal dan mendefenisikan Augaya kognitif siswa merupakan salah lebih mengandalkan representasi visual, sedangkan siswa Field-Independent lebih analitis dan mandiri memecahkan masalahAy. Lebih lanjut Sracho . merincikan gaya kognitif Field-Dependent dan Field- menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana gaya Independent kognitif berperan dalam menentukan strategi memproses informasi dan memilih strategi belajar. Kondisi pemecahan masalah tepat dan efektif. Mardika & Maulidya . mendefinisikan gaya kognitif merupakan suatu karakteristik atau cara unik Strategi Pemecahan Masalah Matematika Ningtyas & Masriyah . menfenisikan yang dimiliki setiap individu dalam menerima. Austrategi pemecahan masalah matematika adalah suatu menggunakan informasi untuk menanggapi tugas atau metode yang diterapkan pada prosedur pemecahan berbagai situasi di lingkungannya. masalah untuk menemukan cara-cara pemecahan Gaya kognitif siswa dikelompokkan menjadi, masalah matematikaAy. Sedangkan menurut (Jannah & gaya kognitif Field-Dependent dan Field-Independent. Wijayanti, 2. Austrategi pemecahan masalah adalah Gaya kognitif Field-Independent cenderung memiliki suatu teknik atau cara penyelesaian masalah yang kemampuan berpikir aljabar dan pemecahan masalah digunakan dalam mencari solusiAy. Strategi pemecahan yang lebih baik (Sukmawati & Herman, 2. Siswa masalah merupakan cara, langkah, teknik atau tahapan dengan gaya kogniif Field-Dependent cenderung melihat pola secara keseluruhan dan mengalami menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah (Suwanto, kesulitan memisahkan aspek-aspek tertentu suatu Aisyah, & Santoso, 2. Strategi pemecahan masalah situasi atau pola. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif matematika merupakan cara berpikir yang dapat Field-Independent lebih mampu melihat bagian dam pola yang besar. Kemudian siswa dengan Field- Strategi pemecahan masalah adalah cara yang Dependent cenderung lebih berorientasi pada orang sering digunakan orang dan sering berhasil pada dan hubungan sosial daripada siswa dengan Field- pemecahan masalah (Ayuningrum, 2. Berdasarkan Independent (Kusuma, dkk, 2. Gabungan Field- pendapat tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa Independent dan Field-Dependent adalah gaya kognitif strategi pemecahan masalah matematika adalah Field-Intermediate. rencana atau pendekatan sistematis yang digunakan menerangkan bahwa Auperbedaan gaya kognitif ini untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah diduga mempengaruhi strategi pemecahan masalah matematika yang melibatkan langkah-langkah yang matematika yang digunakan oleh siswa. terstruktur, seperti memahami soal, merumuskan Septiani Pujiastuti. Masalah utama dalam penelitian, masih rendahnya ketepatan dan konsistensi siswa dalam memilih metode atau teknik yang sesuai, serta Banyak siswa mengalami kesulitan dalam tahap merencanakan dan melaksanakan Beberapa bentuk strategi pemecahan masalah penyelesaian, seperti menentukan langkah-langkah menrut Wahyudi . diantaranya, beraksi . ct it ou. , yang logis, memilih strategi yang sesuai, serta membuat gambar/diagram, mencari pola, membuat menafsirkan hasil dengan tepat. Kesulitan tersebut tabel, menghitung semua kemungkinan, tebak dan mengintegrasikan pemahaman konseptual dengan . uess strategi penyelesaian yang efektif. Selain itu, mengidentifikasi informasi, menulis kalimat terbuka. Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 menyelesaikan masalah serupa/sederhana, mengubah uraian, untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan wawancara untuk Kemampuan pemecahan masalah dalam mengumpulkan data melalui pertanyaan secara lisan matematika siswa dapat dipengaruhi beberapa faktor, berupa dialog antara peneliti dan subjek. Pendekatan dan setiap siswa memiliki faktor berbeda. Perbedaan faktor ini dikarenakan individu memiliki perbedaan mendeskripsikan secara mendalam ucapan, tulisan, pemahaman, latarbelakang dan budaya. Lebih lanjut atau perilaku siswa. Penggunaan metode penelitian Ulya . merincikan perbedaan tersebut diantaranya deskriptif kualitatif (Sugiyono, 2. , dimaksudkan Auinteligensi, kemampuan berpikir logis, kreativitas, untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah gaya kognitif, kepribadian, nilai, sikap, dan minatAy. matematika berdasarkan gaya kognitif Pradestya, . Prosedur penelitian ini dilaksanakan melalui pernyataan tersebut khusus pada daktor kogniti. tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap Kemudian Lestari, dkk. juga mendukung dengan pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Penelitian di awali pada tahap persiapan penelitian, peneliti terlebih kemampuan pemecahan masalah matematis memiliki dahulu menyusun instrumen penelitian yang terdiri hubungan dengan gaya kognitif. Berdasarkan pendapat dari kisi-kisi soal pemecahan masalah, soal tes para ahli dapat disimpulkan bahwa gaya kognitif pedoman wawancara. Setelah instrumen selesai kemampuan pemecahan masalah matematika. disusun, dilakukan proses validasi untuk memastikan kelayakan instrumen tersebut. Apabila ditemukan kekurangan atau saran perbaikan dari hasil validasi. Gaya Kognitif Gaya kognitif adalah cara siswa yang khusus dalam belajar, baik yang berkaitan dengan cara Selanjutnya, peneliti melaksanakan uji coba penerimaan pelajaran dan pengolahan informasi, sikap terhadap soal tes pemecahan masalah di kelas X D terhadap informasi serta pemilihan strategi yang SMA digunakan oleh setiap siswa dalam pemikirannya menganalisis hasil uji coba tersebut untuk memastikan (Nurmayasari, kualitas butir soal yang digunakan dalam penelitian Setiap kemampuan yang berbeda-beda, karakteristik yang Muhammadiyah Pontianak. Tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan khas yang tidak dimiliki oleh individu lainnya. Pada tahap ini, peneliti memberikan tes menghadapi atau menerima informasi, merupakan kognitif dan tes pemecahan masalah kepada subjek gaya kognitif individu yang bersangkutan. Gaya Setelah itu, dilakukan analisis terhadap kognitif dilihat dari cara seseorang menyimpan, jawaban siswa untuk mengidentifikasi berbagai memproses dan menggunakan informasi untuk strategi pemecahan masalah yang digunakan. Peneliti menggapai menggapai suatu tugas dengan berbebagai kemudian melaksanakan wawancara kepada setiap subjek penelitian secara bergantian. Urutan pertanyaan Aobagaimana seseorang memproses informasi dan disusun berdasarkan pedoman wawancara, dan menyelesaikan masalahAo (Susanto, 2. penyajiannya dilakukan secara konsisten untuk setiap Perbedaan Disebut AogayaAo Hasil wawancara direkam dan dicatat untuk memastikan data yang diperoleh akurat. Berdasarkan Metode Penelitian Penelitian SMA Muhammadiyah 1 Pontianak (Jalan Parit H. Husin II. Kota Pontianak. Kalimantan Bara. pada tanggal 28 matematika siswa kelas X C SMA Muhammadiyah 1 April 2025 Ae 8 Mei 2025. Teknik yang digunakan untuk Pontianak. pengumpulan data adalah, tes tertulis berbentuk Tahap terakhir adalah tahap penyelesaian. Pada tahap ini, peneliti mengolah dan menganalisis Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 data yang diperoleh dari hasil tes dan wawancara. siswa juga dinilai dari kemampuannya memeriksa Analisis kembali kebenaran hasil, menafsirkan makna solusi, kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah yang dan menilai keefektifan strategi yang digunakan telah diajukan sebelumnya. Akhirnya, seluruh hasil (Jannah & Wijayanti, 2. Penilaian menggunakan penelitian disusun dalam bentuk laporan penelitian rubrik sesuai tahapan Polya, setiap tahapan diberi skor yang sistematis dan terstruktur. Menurut Sugiyono 0Ae4. Skor 4 menunjukkan kemampuan sangat baik . , analisis data merupakan proses mencari dan dengan penerapan strategi yang tepat, logis, dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari skor 3 menunjukkan strategi tepat namun hasil wawancara, catatan lapangan, serta berbagai dengan kekurangan kecil. skor 2 menunjukkan strategi sumber lain agar mudah dipahami dan temuannya sebagian benar tetapi tidak konsisten. dapat disampaikan kepada orang lain. menunjukkan strategi kurang tepat dan tidak Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi sedangkan skor 0 menunjukkan tidak adanya usaha penyelesaian. Total skor maksimum 16 relevansinya terhadap tujuan penelitian. Langkah dikategorikan menjadi sangat efektif . Ae. , efektif . Ae pertama dilakukan dengan mengelompokkan siswa . , cukup efektif . Ae. , kurang efektif . Ae. , dan tidak berdasarkan gaya kognitif Field-Independent (FI) dan efektif . Field-Dependent (FD) yang diperoleh melalui hasil tes Wawancara bersifat semi-terstruktur, di mana GEFT. Selanjutnya, siswa FI dan FD dikategorikan peneliti menggunakan panduan pertanyaan namun menjadi tiga kelompok kemampuan, yaitu tinggi, tetap memberi kebebasan kepada siswa untuk sedang, dan rendah. Pengelompokan ini didasarkan pada rata-rata nilai harian materi program linear serta menggali proses berpikir siswa dalam strategi nilai akhir semester sebelumnya. Tahap berikutnya adalah mengoreksi hasil tes Tujuan tahapan Polya serta memperkuat hasil tes tertulis. SMA Muhammadiyah 1 Pontianak berdasarkan alternatif jawaban yang telah disusun. Hasil pekerjaan siswa dari Wawancara dilakukan secara individual selama 15Ae25 Wawancara difokuskan pada empat tahapan kemampuan tersebut dianalisis Polya: Hasil analisis ini kemudian dituangkan dalam bentuk catatan yang digunakan sebagai pedoman dalam wawancara. Informasi yang diperoleh wawancara ini, peneliti memperoleh pemahaman dari wawancara diolah untuk melihat kesesuaian menyeluruh tentang hubungan antara cara berpikir, antara hasil tes dan hasil wawancara. Data hasil strategi yang digunakan, dan tingkat efektivitas wawancara selanjutnya disusun dengan bahasa yang penerapan strategi pemecahan masalah matematika. dalam tahap analisis berikutnya. berdasarkan indikator strategi pemecahan masalah jelas, ringkas, dan sistematis sehingga siap digunakan Melalui Penyajian data juga merupakan tahap dari teknik analisis data kualitatif. Setelah mereduksi data. Strategi pemecahan masalah matematika maka langkah berikutnya adalah menyajikan data. dianalisis berdasarkan empat tahapan Polya, yaitu Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, melaksanakan rencana, serta mengevaluasi dan hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. menafsirkan hasil. Tahapan ini menilai kemampuan Namun yang sering digunakan untuk menyajikan data siswa dalam mengidentifikasi informasi penting, dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang memilih strategi yang tepat seperti membuat gambar, bersifat naratif (Sugiyono, 2. Adapun cara menemukan pola, menebak dan menguji, atau bekerja penyajian data dalam penelitian ini yaitu hasil tes dan mundur, serta menerapkannya secara sistematis dan hasil wawancara disajikan dalam bentuk narasi. logis untuk memperoleh solusi yang benar. Selain itu. Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Langkah bimbingan lebih lanjut untuk meningkatkan ketepatan penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan. dan konsistensi dalam menerapkan langkah-langkah Menurut pemecahan masalah matematika Sugiyono penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang Kemudian dari hasil pengerjaan soal tersebut, sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa akan dilanjutkan wawancara kepada subjek yang deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya Wawancara ini dilakukan dengan tujuan masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi untuk menggali informasi agar dapat disimpulkan jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, mengenai strategi pemecahan masalah apa yang hipotesis, atau teori. Hasil yang diperoleh dalam digunakan siswa. Subjek dalam penelitian ini seluruh proses analisis selanjutnya disimpulkan secara disimbolkan dengan huruf AuRAy dan diikuti oleh nomor deskriptif analitis dengan melihat data-data temuan yang ditemukan selama proses penelitian. Penarikan pengkategorian gaya kognitif siswa kelas X C SMA kesimpulan pada penelitian ini dilakukan setelah Muhammadiyah 1 Pontianak pada tabel 10, terdapat 22 dilakukan reduksi data, penyajian data serta verifikasi orang subjek yang memiliki total skor dalam rentang 0- Setelah 11 sehingga dikategorikan memiliki gaya kognitif FD. melakukan verifikasi maka dapat ditarik kesimpulan Sedangkan 10 orang subjek yang lain memiliki total berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam skor dalam rentang 12-18 sehingga dikategorikan bentuk narasi. memiliki gaya kognitif FI. kegiatan-kegiatan Berdasarkan Pada ketegori gaya kognitif FD, terdapat 22 Hasil dan Pembahasan SMA subjek yang akan digunakan sebagai subjek pada gaya Muhammadiyah kognitif FD. Langkah pertama, peneliti akan memilih 3 Dari 22 orang subjek tersebut, sebanyak orang 3 Hasil pengoreksian jawaban siswa kelas X C Pontianak mendeskripsikan ketepatan orang subjek yaitu R1. R24, dan R26. pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan tahapan Polya. Analisis dilakukan dengan Tabel 2. Strategi Pemecahan Masalah siswa FD menggunakan rubrik penilaian pada empat tahapan Subjek pemecahan masalah, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, serta mengevaluasi hasil. Selain itu, berikut rekapitulasi ketepatan strategi pemeacahan masalah pada tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi pemecahan masalah Skor Tahapan Pemecahan Masalah Memahami Masalah Merencanakan Penyelesaian Melaksanakan Rencana Mengevaluasi Hasil R24 Skor Lebih lanjut, berdasarkan data tersebut diperoleh dari 22 siswa yang diteliti terdapat 4 siswa dengan strategi pemecahan masalah sangat efektif, 10 siswa efektif, 6 siswa cukup efektif, 2 siswa kurang efektif, dan tidak ada siswa yang tidak efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menerapkan strategi pemecahan masalah dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang perlu R26 Strategi yang Digunakan Membuat gambar. menemukan pola. menghitung semua kemungkinan secara menebak dan menguji. mengidentifikasi informasi yang diinginkan diberikan, dan diperlukan. menulis kalimat terbuka Membuat diinginkan, diberikan, dan diperlukan. menulis kalimat terbuka membuat gambar. menebak dan menguji. menulis kalimat terbuka Pada ketegori gaya kognitif FI, terdapat 10 Dari 10 orang subjek tersebut, sebanyak orang 3 subjek yang akan digunakan sebagai subjek pada gaya kognitif FI. Langkah pertama, peneliti akan memilih 3 orang subjek yaitu R3. R15, dan R23. Tabel 3. Strategi Pemecahan Masalah siswa FI Subjek Strategi yang Digunakan Membuat gambar. menemukan pola. menghitung semua kemungkinan Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. mengidentifikasi informasi yang diinginkan, diberikan, dan diperlukan. menulis kalimat Menemukan pola. menebak dan menguji. bekerja mundur. menulis kalimat terbuka Membuat gambar. menemukan pola. menghitung semua kemungkinan secara bekerja mundur. informasi yang diinginkan, diberikan, dan menulis kalimat terbuka R15 R23 Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa Gaya Kognitif FI Berdasarkan hasil analisis data subjek R3. R15, dan R23 strategi yang selalu digunakan adalah strategi Menemukan Pola. Bekerja Mundur. Dan Menulis Kalimat Terbuka. Strategi lain yang juga ditemukan oleh peneliti pada siswa FI adalah Membuat Gambar. Membuat Tabel. Menghitung Semua Kemungkinan Secara Sistematis. Menebak dan Menguji, dan Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa Gaya Kognitif FD Mengidentifikasi Informasi Diinginkan. Diberikan, dan Diperlukan hanya beberapa kali saja. Strategi menemukan pola merupakan strategi Berdasarkan hasil analisis data subjek R1. R24, yang paling dominan diantara strategi lain yang dan R26 strategi yang selalu digunakan adalah strategi Siswa dengan gaya kognitif FI mampu Membuat Gambar dan Menulis Kalimat Terbuka, akan menganalisis dan mengaitkan hal yang diketahui tetapi peneliti juga menemukan strategi lain yaitu dalam masalah. Dalam hal ini, strategi yang dilakukan Menemukan Pola. Menghitung Semua Kemungkinan siswa FI tersebut sesuai dengan pendapat Asmaun Secara Sistematis. Menebak dan Menguji. Bekerja . yang menjelaskan orang dengan gaya kognitif Mundur. Field-Independent dan Mengidentifikasi Informasi Diinginkan. Diberikan dan Diperlukan namun hanya menggunakan akal sehatnya untuk bereaksi terhadap digunakan beberapa kali saja. rangsangan, serta memecah pola menjadi bagian- Strategi membuat gambar merupakan strategi Individu FI kuat berpikir secara analitik dan paling dominan diantara strategi lain yang digunakan. kritis maka dapat dengan mudah menemukan pola Strategi membuat gambar sering digunakan karena serta memisahkan informasi relevan. mereka cenderung menerima informasi secara global Strategi pemecahan masalah kedua yang dan mengalami kesulitan memisahkan diri dari selalu digunakan siswa FI adalah bekerja mundur. konteks lingkungan sekitar. Hasan . siswa dengan Siswa FI cenderung menggunakan penalaran logis dan gaya kognitif FD cendrung kurang mampu melakukan analitis dalam strategi ini, sehingga mereka dapat analisa terhadap informasi yang ada pada soal atau masalah yang diberikan dan masih mengalami menemukan solusi secara bertahap. Siswa FI tidak kesulitan untuk bisa lepas dari pengaruh lingkungan hanya mengikuti langkah-langkah secara mekanis, yang ada di sekitarnya. tetapi juga memahami hubungan logis antar langkah Strategi pemecahan masalah kedua yang dalam proses pemecahan masalah. Selaras dengan selalu digunakan siswa FD adalah menulis kalimat penelitian Erviana . yang mengatakan bahwa Siswa dengan gaya kognitif FD lebih suka salah satu kriteria siswa FI yaitu melakukan penalaran menggunakan strategi menulis kalimat terbuka dengan pemisalan menggunakan variabel karena Strategi pemecahan masalah ketiga yang mereka cenderung mengalami kesulitan dalam selalu digunakan siswa FI adalah menulis kalimat memisahkan dan mengorganisasi informasi secara Dari pengetahuan yang sudah dimiliki Agustiningtyas dkk. mengidentifikasi sebelumnya, bisa dikatakan bahwasannya siswa siswa FD biasanya membutuhkan petunjuk tambahan membuat persamaan yang mengarah pada kalimat atau penjelasan yang lebih menyeluruh dari orang lain terbuka dari informasi yang ada, dimana strategi untuk memahami pengetahuan yang sudah mereka tersebut adalah strategi menulis kalimat terbuka. Menurut penelitian Erviana . siswa FI biasanya menyatakan semua data dalam soal sebagai simbol Zaen. Yusmin. , & Budisatria. Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 serta menyusunnya ke dalam bentuk persamaan dua Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Maslaah Matematika Dengan lebih banyaknya strategi yang Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent digunakan oleh siswa FI daripada siswa FD, hal ini dan Field Independent. Jurnal Riset Pendidikan menunjukan bahwa penggunaan strategi pemecahan dan Inovasi Pembelajaran Matematika, 6. , 187- masalah siswa FI lebih bervariasi daripada siswa FD. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Prabawa & https://doi. org/10. 26740/jrpipm. Zaenuri . yang menyebutkan bahwa siswa DOI: Ayuningrum, . Strategi Pemecahan memecahkan masalah yang lebih baik daripada siswa Masalah Matematika Siswa SMP Ditinjau yang memiliki gaya kognitif FD. Dari Tingkat Berpikir Geometri Van Hiele. Kreano. Jurnal Matematika KreatifInovatif, 8. Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, https://doi. org/10. 15294/kreano. dapat disimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah Asmaun. Deskripsi Pemahaman Matematis matematika siswa kelas X C SMA Muhammadiyah 1 Siswa Berdasarkan Gaya Kognitif pada Pontianak berbeda menurut gaya kognitifnya, yaitu Materi Segi-Empat. Kognitif: Jurnal Riset Field-Dependent (FD) dan Field-Independent (FI). HOTS Siswa bergaya kognitif FD cenderung menggunakan https://doi. org/https://doi. org/10. 51574/kogni strategi membuat gambar dan menulis kalimat terbuka Pendidikan. dalam menyelesaikan masalah matematika. Selain itu. Dinata. Strategi Pemecahan Masalah mereka juga menerapkan strategi lain seperti dalam Matematika. Eksponen, 7. , menemukan pola, menghitung kemungkinan secara https://doi. org/10. 47637/eksponen. sistematis, menebak dan menguji, bekerja mundur, 54Ae60. Duha. Analisis Kemampuan Pemecahan serta mengidentifikasi informasi yang diinginkan. Masalah diberikan, dan diperlukan. Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 3. , 103-115. Sementara itu, siswa bergaya kognitif FI lebih sering menggunakan strategi menemukan pola. Matematika. FAGURU: Jurnal https://doi. org/10. 57094/faguru. Erviana, . Kemampuan bekerja mundur, dan menulis kalimat terbuka. Mereka Matematis juga memanfaatkan strategi lain seperti membuat Masalah Aljabar Berdasarkan Gaya Kognitif gambar, membuat tabel, menghitung kemungkinan Field secara sistematis, menebak dan menguji, serta Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, mengidentifikasi informasi penting dalam soal. Perbedaan utama antara kedua gaya kognitif tersebut https://doi. org/10. 35316/alifmatika. terletak pada kecenderungan penggunaan strategi. Siswa FD lebih mengandalkan representasi visual Siswa Dalam Penalaran Independent. Memecahkan Alifmatika Jurnal 61Ae73. Hasan. Proses Kognitif Siswa Field Independent dan Field Dependent dalam menyeluruh, sedangkan siswa FI lebih menekankan Menyelesaikan Masalah Matematika. JPMI pola dan logika analitis. Secara umum, strategi (Jurnal Inovati. , 3. , dibandingkan dengan siswa bergaya kognitif FD. Pembelajaran Matematika https://doi. org/10. 22460/jpmi. p%p Jannah. , & Wijayanti. Analisis Daftar Pustaka