E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DARING DI MTS NU PUTRI 3 BUNTET PESANTREN CIREBON Afifah Hidayati STIT Buntet Pesantren Cirebon afifahaisyah976@gmail. Hanifah Islamiyah IAI Bunga Bangsa Cirebon hanifah95islamiyah@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine the effectiveness of the media used for teaching and learning activities. The benefits of this research will be an evaluation for schools to make better learning media and find out aspects that need to be improved. The research method used is descriptive with a survey approach. Using the multistage cluster sampling technique, the samples obtained were 271 consisting of 256 female students and 15 teachers who had to fill out a manual questionnaire. The researcher divided the two groups of respondents into female and teacher respondents. Based on the findings of this study, the results indicate that there is a slight difference in the level of effectiveness of the media used for both students and teachers. For female student respondents, e-Learning is an effective learning media. Whereas for teachers the effective media for teaching and learning is YouTube. It can be interpreted that the teaching and learning activities at MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon which are carried out boldly are effective for both students and the teacher board. However, it still has weaknesses. So that it is still needed that can accommodate the effectiveness of learning which includes learning completeness, good interaction can take place between students, between students and the teacher council, and between the teacher council as colleagues. Keywords : COVID-19. E-Learning. Instructional MediaPesantren. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Manfaat dari penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi sekolah untuk membuat media pembelajaran yang lebih baik dan mengetahui aspek-aspek yang perlu Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Dengan teknik sample multistage cluster sampling, sampel yang didapatkan adalah 271 yang terdiri dari 256 siswi dan 15 guru yang harus mengisi angket manual. Peneliti membagi dua kelompok responden menjadi responden siswi dan guru. Berdasarkan temuan penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa ada sedikit perbedaan tingkat efektivitas media daring yang digunakan bagi siswi maupun guru. Bagi kelompok responden siswi, e-Learning menjadi media pembelajaran efektif. Sedangkan bagi guru media yang efektif untuk KBM Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 adalah Youtube. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon yang dilakukan secara daring sudah efektif baik bagi peserta didik maupun dewan guru. Namun, masih memiliki kelemahan. Sehingga masih dibutuhkan yang bisa mengakomodir efektifitas pembelajaran yang mencakup ketuntasan pembelajaran, dapat dilangsungkannya interaksi antara peserta didik dengan baik, antar peserta didik dengan dewan guru, dan antar dewan guru sebagai rekan kerja. Kata Kunci : COVID-19. E-Learning. Media Pembelajaran. Pesantren. Pendahuluan Pandemi COVID-19 memaksa berbagai sektor kehidupan tak lagi berjalan sama. Salah satu yang terdampak paling besar adalah sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah memungkinkan penyebaran dan penularan sehingga harus dilaksanakan dalam jaringan . Namun, tidak semua kultur pendidikan bisa mudah menyesuaikan dengan sistem pembelajaran daring. Pesantren mengalami kesulitan tersendiri untuk mengadopsi model pembelajaran ini. Terlebih, pendidikan pesantren mengandalkan cara belajar dengan berkelompok baik di sekolah maupun asrama. Hal ini bertentangan dengan aturan menjaga jarak dan menghindari Indonesia sendiri telah merubah banyak aspek, baik itu aspek ekonomi, sosial, maupun Dimana Pendidikan sendiri berbentuk upaya pengusahaan dalam menumbuhkan potensi peserta didik, sehingga memiliki keyakinan yang kuat, dan berkarakter, kemudian mampu mengendalikan diri, mempunyai intelektual, dan memiliki attitude yang baik, serta memiliki sebuah keahlian . yang bermanfaat untuk orang lain (Rini, 2. Hal tersebut sama dengan yang ada di Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional . dimana pembentukan karakter dan mengembangkan sebuah kemahiran atau keahlian serta budaya Indonesia merupakan tujuan penting pendidikan nasional untuk menumbuhkan intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan tujuan untuk menambah bakat peserta didik sehingga dapat menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan yang Maha Esa, memiliki pengetahuan yang luas, berkarakter, cerdas, mandiri, sehat, dan dapat berperan dalam bersikap demokratis sebagai masyarakat serta bertanggung jawab. Hal-hal terbut menjadikan sebagian besar pesantren melarang penggunaan perangkat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Salah satunya Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Sebelum Pandemi, hampir seluruh pondok dan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren melarang penggunaan handphone dan laptop bagi siswa-siswi dan santri baik untuk keperluan belajar maupun sehari-hari. Persiapan untuk melaksanakan proses pendidikan yang begitu atau kurangnya persiapan dengan proses pembiasaan, beberapa teknis pembelajaran daring dilakukan di seluruh sekolah di Buntet Pesantren. Salah satunya. MTs NU Putri 3 yang terus mencari dan mencoba formula yang paling tepat. Padahal, untuk menentukan media yang tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajarannya memerlukan sejumlah pertimbangan. Seperti mengukur efektivitas belajar menggunakan media yang digunakan. Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Proses pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila memenuhi beberapa indikator. dalam efektivitas belajar adalah: . Ketuntasan belajar, . Aktivitas belajar peserta didik. Aktivitas belajar berkaitan dengan proses komunikasi siswa di lingkungan belajarnya, baik berinteraksi siswa dan guru atau siswa dengan siswa lainnya, . Kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran, guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil pelaksanaan dari pembelajaran yang telah diterapkan, sebab guru adalah pengajar di kelas (Saadi, 2. Pencapaian untuk sebuah tujuan pembelajaran yang efektif di Buntet Pesantren, maka diperlukan media pembelajaran yang tepat guna. Media pembelajaran dengan metode luar jaringan . dan dalam jaringan tentu berbeda. Pembelajaran di luar jaringan tentu mempertimbangkan efektivitas peserta didik memahami materi yang diajarkan, misal patung tengkorak, limbah plastik, atau papan tulis. Sedangkan media pembelajaran di dalam jaringan penting untuk mempertimbangkan kemudahan dalam menyampaikan materi dan kemudahan juga bagi murid untuk mengaksesnya. Pembelajaran dengsn sistem daring sendiri dapat diartikan sebagai sistem pembelajaran secara tidak langsung dengan memanfaatkan media untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar dengan tanpa tatap muka (Handarini, 2. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan (Nadziroh, 2. adalah disebut e-learning, dimana pembelajaran yang meamanfaatan kecanggihan teknologi informasi melalui web sebagai metode pembelajarannya, sehingga pembelajaran dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa memiliki batas ruang dan waktu. Media pembelajaran juga adalah semua bentuk alat komunikasi yang bersifat menyalurkan pesan dari sumber pesan kepada siswa sehingga dapat merangsang pikiran, minat, perasaan dan kemauan siswa dalam melakukan proses pembelajaran (Asmariania, 2. Penggunaan media pembelajaran tentunya akan berdampak pada pemahaman siswa dalam menerima materi ajar yang disampaikan oleh guru (Ekayani, 2. Dengan penggunaan media pembelajaran yang tetap, tentunya kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan efektif dan efisien. Saat ini kegiatan belajar mengajar di MTs NU Putri 3 sudah dilaksanakan secara luring dengan pola Hybrid Learning. Pola Hybrid Learning adalah penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas. menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis komputer, dan pembelajaran berbasis online . nternet dan mobile learnin. (Melansari, 2. Namun, dengan kondisi yang belum memastikan tidak menjamin perkuliahan daring tidak akan terlaksana lagi. Artinya, sebelum KBM daring kembali dilakukan perlu ada persiapan yang lebih matang. Mengamati permasalahan yang terjadi, peneliti tertarik untuk mengukur efektivitas media pembelajaran daring yang digunakan di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas media yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Manfaat dari penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi sekolah untuk membuat media pembelajaran yang lebih baik dan mengetahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Metode Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi dari penelitian ini sebanyak 1276 yang terdiri dari 460 siswi kelas VII, 434 siswi kelas Vi, dan 367 siswi kelas IX dan 15 orang guru. Dengan teknik sample multistage cluster sampling, sampel Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 yang didapatkan adalah 271 yang terdiri dari 256 siswi dan 15 guru yang harus mengisi angket Objek penelitiannya adalah kegiatan belajar mengajar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Google Form mengenai kegiatan belajar mengajar dengan teknis analisis data menghitung jumlah jawaban responden dari setiap pertanyaan (Emzir, 2. Hasil dan Pembahasan Peneliti membagi dua kelompok responden menjadi responden siswi dan guru. Pada responden siswi, kami mendapatkan data bahwa 37,6% responden menjawab media yang paling sering digunakan adalah e-Learning, 37,6% menjawab media lainnya seperti media audio. Google Chrome. Google Maps. Youtube, dan sebagainya, dan 11,8% menjawab Whatsapp. Sedangkan media yang menurut siswi paling efektif digunakan 40% menjawab Whatsapp, 41,3% menjawab media lainnya seperti media audio. Google Chrome. Google Maps. Youtube, dan sebagainya, dan 13,8% menjawab e-Learning. Pada kelompok responden guru, media yang paling sering digunakan 20% menjawab Whatsapp, 20% menjawab Youtube, dan sisanya menjawab media lainnya. Sedangkan media yang paling efektif digunakan menurut tenaga pengajar 26,67% memilih Youtube, 6,67% menjawab eLearning, 6,67% menjawab Whatsapp, dan sisanya media lainnya. Tingkat Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Sangat Tinggi 22% 15% Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Grafik 1 Tingkat Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon bagi siswi Hasil survey menunjukkan bahwa media pembelajaran yang sudah digunakan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Dari 256 responden siswi, 158 siswi atau 62% di antaranya menyatakan bahwa media yang digunakan pada masa KBM dapat memfasilitasi proses pembelajaran secara tuntas, menjadi medium interaksi dengan sesama peserta didik, dan guru dapat mengajar dengan baik. Aspek yang paling efektif adalah media yang digunakan membuat penjelasan materi guru lebih mudah dipahami. Hal ini dapat dibuktikan bahwa 55,9% atau 149 responden menyatakan guru menyampaikan dan memaparkan materi dengan baik. Tidak hanya itu, bagi siswi, guru dapat melaksanakan ujian dengan baik dengan media yang ada. Hal itu dinyatakan oleh 169 siswi atau 66% dari seluruh responden. Namun, bagi sebagian siswi media yang digunakan masih belum efektif secara maksimal. Pada ketuntasan pembelajaran, 7 responden atau 2,7% menyatakan bahwa media yang sudah digunakan untuk KBM tidak dapat membuat mereka mampu menuntaskan proses pembelajaran. Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 baik itu disebabkan oleh faktor sinyal, jaringan internet, pulsa/WiFi, baterai, atau kemampuan Selain itu, bagi sebagian siswi media yang digunakan untuk KBM tidak efektif untuk berinteraksi dengan guru. 5 responden atau 2% di antaranya menyatakan tidak dapat berinteraksi secara lisan dengan guru, baik itu melalui telfon, pesan suara, atau catatan suara . Dan 7 orang responden atau 2,7% di antaranya tidak dapat berinteraksi secara tatap mata dengan guru, baik melalui videocall, videocall conference . eperti Zoom dan Google Mee. , atau rekaman video Tingkat Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon 20%0'% Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Grafik 2 Tingkat Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon bagi Guru Pada survey efektivitas media pembelajaran daring bagi dewan guru MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren, media yang digunakan sejauh ini sudah efektif. Hal tersebut dinyatakan oleh 8 dari 15 dewan guru atau 53% dari keseluruhan responden. Bagi sebagian besar dewan guru, media yang digunakan untuk KBM efektif untuk berkomunikasi dengan peserta didik secara tertulis, baik itu dalam bentuk pesan pribadi, kolom komentar, atau catatan. Hal tersebut dinyatakan oleh 10 orang guru, atau 66,7% dari keseluruhan Tidak hanya dengan peserta didik, media yang digunakan juga efektif untuk berkordinasi dengan rekan kerja sesama guru di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren. Sebanyak 10 orang guru atau 66,7% dari seluruh responden guru menyatakan bisa saling berinteraksi dan berkordinasi dalam urusan pekerjaan secara tertulis, baik berebntuk pesan pribadi, kolom komentar, atau catatan. Namun, media daring yang digunakan untuk KBM memiliki kelemahan sehingga tidak bekerja maksimal. Sebagian besar guru atau 66,7% di antaranya menyatakan medianya tidak cukup efektif untuk berkomunikasi secara tatap muka dengan peserta didik, baik itu berbentuk videocall conference . eperti Zoom dan Google Mee. , videocall, atau video pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa ada sedikit perbedaan tingkat efektivitas media daring yang digunakan bagi siswi maupun guru. Sebagian besar siswi menyatakan bahwa media pembelajaran yang paling sering digunakan pada KBM adalah eLearning, kelompok responden guru sebagian besar menyatakan bahwa media yang paling sering digunakan adalah Whatsapp. Bagi kelompok responden siswi, e-Learning menjadi media pembelajaran efektif. Utamanya saat guru menjelaskan dan memaparkan materi dan saat pelaksanaan ujian. Meskipun, e-Learning Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kurang efektif digunakan untuk berinteraksi secara tatap muka, karena tidak memiliki fitur videocall Untuk memenuhi kebutuhan interaksi tatap muka di masa pembelajaran daring, guru sesekali menggunakan aplikasi Zoom . ,17%) dan Google Meet . ,78%). Data ini cukup relevan dengan penilaian siswi mengenai media daring yang cukup efektif bagi 40% dari keseluruhan kelompok responden siswi menjawab bahwa Whatsapp merupakan media KBM yang efektif. Karena Whatsapp memiliki fitur yang memungkinkan melakukan banyak model interaksi, seperti interaksi tertulis, lisan, dan tatap muka. Bagi kelompok responden guru, sebagian besar menjawab Whatsapp adalah media daring yang paling sering digunakan. Whatsapp menjadi media yang efektif bagi guru untuk KBM. Utamanya efektif untuk berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik maupun dengan rekan kerja sesama guru di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren. Media Whatsapp juga efektif bagi siswa menyatakan pendapat dan gagasannya dengan mudah dipahami. Aspek yang kurang efektif dari Whatsapp sebagai media pembelajaran adalah tidak dapat mengakomodasi dengan baik untuk berkomunikasi secara tatap muka dengan siswi. Hal ini dapat dipahami mengingat keterbatas kemampuan Whatsapp untuk melakukan videocall conference yang hanya terbatas pada 8 orang. Bahkan, beberapa perangkat handphone tidak mendukung pembaruan aplikasi Whatsapp yang terbaru sehingga tidak dapat melakukan videocall conference. Padahal, jumlah peserta didik dalam satu kelas bisa mencapai 38 sampai 40 siswi. Sehingga. Whatsapp bagi dewan guru kurang efektif menjadi relevan. Oleh sebab itu, bagi guru media yang efektif untuk KBM adalah Youtube, karena video di Youtube bisa diakses secara bersamaan oleh siswi dengan Dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon yang dilakukan secara daring sudah efektif baik bagi peserta didik maupun dewan guru. Namun, masih memiliki kelemahan. Sehingga masih dibutuhkan yang bisa mengakomodir efektifitas pembelajaran yang mencakup ketuntasan pembelajaran, dapat dilangsungkannya interaksi antara peserta didik dengan baik, antar peserta didik dengan dewan guru, dan antar dewan guru sebagai rekan kerja. Kesimpulan Pesantren merupakan salah satu instansi pendidikan yang terdampak paling besar saat pandemi COVID-19 melanda. Sistem pembelajaran yang sudah ada mengalami kesulitan tersendiri untuk mengadopsi model pembelajaran baru. Selain itu, sebagian besar pesantren melarang penggunaan perangkat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Padahal, untuk menentukan media yang tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajarannya memerlukan sejumlah Seperti mengukur efektivitas belajar menggunakan media yang digunakan. Proses pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila memenuhi beberapa indikator. dalam efektivitas belajar adalah: . Ketuntasan belajar, . Aktivitas belajar peserta didik, . Kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran, guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil pelaksanaan dari pembelajaran yang telah diterapkan, sebab guru adalah pengajar di kelas (Saadi, 2. Demi mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif, maka Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 diperlukan media pembelajaran yang tepat guna. Penggunaan media pembelajaran tentunya akan berdampak pada pemahaman siswa dalam menerima materi ajar yang disampaikan oleh guru (Ekayani, 2. Dengan penggunaan media pembelajaran yang tetap, tentunya kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan efektif dan efisien. Saat ini kegiatan belajar mengajar di MTs NU Putri 3 sudah dilaksanakan secara luring dengan pola Hybrid Learning. Namun, dengan kondisi yang belum memastikan tidak menjamin perkuliahan daring tidak akan terlaksana lagi. Mengamati permasalahan yang terjadi, peneliti tertarik untuk mengukur efektivitas media pembelajaran daring yang digunakan di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas media yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Peneliti membagi dua kelompok responden menjadi responden siswi dan guru. Pada responden siswi, kami mendapatkan data bahwa 37,6% responden menjawab media yang paling sering digunakan adalah e-Learning, 37,6% menjawab media lainnya seperti media audio. Google Chrome. Google Maps. Youtube, dan sebagainya, dan 11,8% menjawab Whatsapp. Pada kelompok responden guru, media yang paling sering digunakan 20% menjawab Whatsapp, 20% menjawab Youtube, dan sisanya menjawab media lainnya. Hasil survey menunjukkan bahwa media pembelajaran yang sudah digunakan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Aspek yang paling efektif adalah media yang digunakan membuat penjelasan materi guru lebih mudah dipahami. Tidak hanya itu, bagi siswi, guru dapat melaksanakan ujian dengan baik dengan media yang ada. Namun, bagi sebagian siswi media yang digunakan masih belum efektif secara maksimal. Selain itu, bagi sebagian siswi media yang digunakan untuk KBM tidak efektif untuk berinteraksi dengan guru. Pada survey efektivitas media pembelajaran daring bagi dewan guru MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren, media yang digunakan sejauh ini sudah efektif. Bagi sebagian besar dewan guru, media yang digunakan untuk KBM efektif untuk berkomunikasi dengan peserta didik secara tertulis, baik itu dalam bentuk pesan pribadi, kolom komentar, atau catatan. Namun, media daring yang digunakan untuk KBM memiliki kelemahan sehingga tidak bekerja maksimal. Berdasarkan temuan penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa ada sedikit perbedaan tingkat efektivitas media daring yang digunakan bagi siswi maupun guru. Sebagian besar siswi menyatakan bahwa media pembelajaran yang paling sering digunakan pada KBM adalah eLearning, kelompok responden guru sebagian besar menyatakan bahwa media yang paling sering digunakan adalah Whatsapp. Bagi kelompok responden siswi, e-Learning menjadi media pembelajaran efektif. Data ini cukup relevan dengan penilaian siswi mengenai media daring yang cukup efektif bagi mereka. 40% dari keseluruhan kelompok responden siswi menjawab bahwa Whatsapp merupakan media KBM yang efektif. Bagi kelompok responden guru, sebagian besar menjawab Whatsapp adalah media daring yang paling sering digunakan. Whatsapp menjadi media yang efektif bagi guru untuk KBM. Aspek yang kurang efektif dari Whatsapp sebagai media pembelajaran adalah tidak dapat mengakomodasi dengan baik untuk berkomunikasi secara tatap muka dengan siswi. Hal ini dapat dipahami mengingat keterbatas kemampuan Whatsapp untuk melakukan videocall conference yang hanya terbatas pada 8 orang. Dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Media Pembelajaran Daring di MTS NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Afifah Hidayati. Hanifah Islamiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 kegiatan belajar mengajar di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon yang dilakukan secara daring sudah efektif baik bagi peserta didik maupun dewan guru. Daftar Pustaka