Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 (December 2. 60 - 77 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Tinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Implikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini. Paulus Kunto Baskoro Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta, paulusbaskoro1177@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Paulus Kunto Baskoro. AuTinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Implikasinya Bagi Penginjilan Masa KiniAy Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2021, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/39. American Psychological Association 7th edition (Baskoro, 2021, p. Received: 05 September 2021 Accepted: 06 October 2021 Published: 03 December 2021 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Paulus Kunto Baskoro Abstract Safety is fundamental part of human life. The issue of the doctrine of salvation is a neverending discussion. Because this is closely related to a belief in life in the future. Yet not many people take seriously the importance of salvation. There are some people who say salvation is matter of later, what important now is to focus on life in this wolrd. So it very necessary for every believer to take responsibility for preaching the gospel of salvation. Because of what is happening now, many believers are more focused on living tn the present. Many believres do not take their evangelistic mandate seriously and consistenly, even though the content of salvation is extraordinary and veru clear. As a believer, preaching the gospel is a task that is most basic and even become a believerAos lifestyle. Because salvation in Jesus is an important principle whose end is eternal salvation. The context of this discussion is focused on the theological overview of the concept of through writing, namely. First, believers understand how important the meaning of salvation is for everyone. Second, belivers fulfill the call to carry out the great commission in all aspects of life. Third, every believer always has creativity in conveying the gospel message to everyone who does not believe in Jesus. Keywords : Salvation. Evangelism. Great Commission. Rome. Missiology. Abstrak Keselamatan menjadi bagian yang fundamental dalam kehidupan manusia. Isu doktrin keselamatan menjadi pembahasan yang tidak pernah berhenti. Sebab ini erat hubungannya dengan sebuah keyakinan hidup masa yang akan datang. Namun tidak banyak orang yang dengan serius memikirkan betapa pentingnya arti keselamatan. Ada beberapa orang yang berkata keselamatan itu urusan nanti, yang penting saat ini berfokus kepada kehidupan di Sehingga sangat perlu setiap orang percaya mengambil tanggung jawab untuk memberitakan Injil keselamatan. Karena yang terjadi sekarang, banyak orang percaya lebih berfokus kepada kehidupan masa kini. Banyak orang percaya tidak melaksanakan mandat penginjilan dengan serius dan konsisten, padahal isi keselamatan itu luar biasa dan sangat Sebagai orang percaya, memberitakan Injil adalah sebuah tugas yang paling mendasar bahkan menjadi gaya hidup orang percaya. Sebab keselamatan dalam Yesus merupakan prinsip penting yang ujungnya adalah keselamatan kekal Konteks pembahasan ini difokuskan kepada Tinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Aplikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini. Tujuannya supaya lewat penulisan yaitu Pertama, orang percaya memahami betapa pentingnya makna keselamatan bagi semua orang. Kedua, orang percaya memenuhi panggilan untuk melaksanakan amanat agung dalam segala aspek kehidupan. Ketiga, setiap orang percaya senantiasa memiliki kreatifitas dalam menyampaikan kabar Injil kepada setiap orang yang belum percaya Yesus. Kata kunci : Keselamatan. Penginjilan. Amanat Agung. Roma. Misiologi. PENDAHULUAN Kekristenan merupakan salah satu agama terbesar di dunia yang memiliki 2,3 milliar pengikut pada tahun 2020 (Aritonang, 2. Di Indonesia, agama ke dua terbesar adalah Kristen sesudah agama Islam. Kalangan Gereja Katolik Roma menyebut bahwa agama Kristen telah hadir di Indonesia melalui kedatangan sejumlah pedagang beragama Kristen 61 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Nestorian dari Timur Tengah sejak abad ke-7 di pelabuhan Pancur di pantai barat Sumatera Utara (Aritonang, 2. Perkembangan gereja di Indonesia semakin maju, dibuktikan dengan ditemukannya berbagai organisasi gereja di Indonesia. Denominasi gereja yang berbeda memberikan pengajaran mengenai keselamatan yang berbeda pula. Dalam hal ini penulis ingin membahas keselamatan yang ada dalam kitab Roma 10:9. Keselamatan merupakan kerinduan manusia untuk bersatu dan mengadakan hubungan yang harmonis dengan Allah sehingga relasi dengan sesama dan alam terpulihkan (Wahyu Nugroho, 2. Ada berbagai bentuk untuk mencapai keselamatan kekal, seperti perbuatan baik dilakukan, memberi sedekah, menolong sesama, dan menjalankan aturan - aturan agama, dengan melakukan semuanya itu manusia beranggapan mendapatkan keselamatan. Di dalam kekeristenan konsep keselamatan didapatkan, bukan karena melakukan perbuatan baik, memberi sedekah ataupun melakukan aturan agama (Wahyu Nugroho, 2. Pengajaran agama-agama lain mengenai keselamatan memiliki pengajaran tersendiri dan berbeda dengan pengajaran konsep keselamatan iman Kristen. Di dalam kekeristenan perbuatan baik bukanlah soal utama dalam mencapai keselamatan. Paulus menuliskan dalam surat Roma 10:9. AuSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Ao Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma bahwa setiap manusia yang mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka manusia akan di Surat Roma tersebut tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Roma tetapi kepada seluruh orang Yahudi maupun non Yahudi. Pemikiran orang Yahudi mereka tetap introver dan keselamatan tetap tergantung pada kesetiaan kepada Torah (Bosch, 1. Dengan demikian penulis melihat konsep keselamatan menurut orang Yahudi di Roma adalah melakukan hukum Taurat yang Allah berikan kepada umat-Nya ketika Musa turun dari gunung Sinai. Keselamatan di dalam kekristenan merupakan pengajaran yang disebut soteriologi tidak lepas dengan pengajaran tentang Kristologi (S, 2. Ketika Adam jatuh dalam dosa maka semua yang lahir dari keturunan Adam adalah manusia berdosa Roma 5:12 dan akibat dosa adalah maut (Rm. (Stevanus, 2. Dalam hal ini manusia membutuhkan keselamatan, untuk mendapatkan keselamatan tidak dengan melakukan perbuatan ataupun melakukan hukum Taurat, dan bukan dari pihak manusia yang mengerjakan keselamatan. Jika keturunan Adam semuanya berdosa dengan apakah manusia dapat terhindar dari hukuman dosa. AuPaulus sepanjang ketiga pasal surat kirimannya kepada orang Roma menyatakan bahwa manusia 62 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro pada umumnya, baik Yahudi maupun non-Yahudi, adalah orang berdosa dalam pandangan Allah. Ia menggambarkan dengan jelas kerusakan akhlak dunia kafir dan menambahkan bahwa orang Yahudi sama dengan orang kafir, karena sekalipun memiliki Hukum Allah yang suci, serta mengajarkan itu kepada orang lain, mereka selalu melanggar hukum itu (Stott. Seluruh manusia telah berdosa dan Allah telah membiarkan ketegaran hati Israel terjadi, demi bangsa Ae bangsa bukan Yahudi dapat mendengar keselamatan dari Allah. Dengan ini rencana keselamatan berlaku bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Setiap agama yang ada di dunia ini mengajarkan soteriologi namun dalam pengertian sebenarnya berbeda dengan konsep keselamatan iman Kristen, dalam agama-agama lain penekanan dalam keselamatan itu adalah perbuatan baik atau usaha manusia (S, 2. Jadi penelitian yang sedang dikemukakan penulis adalah bagaimana melihat betapa pentingnya keselamatan dalam hidup setiap orang, namun tidak terlalu banyak orang percaya yang menunaikan tugas penginjilan dengan maksimal dan berusaha dengan segala kekuatannya untuk membawa orang mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Dan keyakinan orang percaya kepada bukti keselamatan yang Yesus kerjakan untuk berjuang juga membawa orang lain percaya Yesus. Karya keselamatan untuk manusia dikerjakan oleh Allah melalui Yesus Kristus, sebab manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena manusia terbatas dan penuh dengan dosa. Dan karya penyelamatan itu nyata dalam konsep keselamatan iman Kristen menurut Roma 10:9. Hal ini berkaitan dengan konteks pembahasan pentingnya keselamatan dalam rangka misiologi yang dinyatakan oleh Kristian Badai. Kaleb Djeremond, dan Frets Kaiapy yang menyatakan dalam Jurnalnya tentang Penginjilan Sebagai Upaya Meneguhkan Keyakinan Keselamatan Anak, dimana lewat penulisan ini mau melanjutkan bahwa keteguhan akan keselamatan seharusnya membawa semangat bagi setiap orang percaya untuk menceritakan Yesus kepada orang yang belum mengenal Yesus (Badai et al. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskritif (Zaluchu, 2. , yaitu mempelajari tentang Tinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Implikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini. Penulis menggali kebenaran-kebenaran secara studi teologis dari Roma 10:9. Dengan didukung fakta sejarah dengan penelitian studi literatur atau studi pustaka untuk memperkokoh sebuah pemahaman tentang keselamatan (Baskoro, 2020. Dan Pemahaman ini akan diaplikasikan bagi orang percaya serta gereja Tuhan, sehingga memiliki 63 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro dasar teologi yang kokoh dan setiap orang percaya menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan dengan menjadikan keselamatan sebagai dasar penginjilan, dengan memahami Roma 10:9 kemudian memaksimalkan langkah-langkah yang ditemukan untuk diaplikasikan dalam kehidupan orang percaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Keselamatan menjadi sebuah pembahasan dalam seluruh aspek agama di dunia ini. Dengan ini, semua orang mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian. Kekuatan pemahaman tentang keselamatan menjadi salah satu faktor keteguhan dalam sebuah keyakinan (Boice, 2. Dan tidak bisa dipungkiri, keselamatan akan berakibat kepada langkah-langkah selanjutnya dari seseorang untuk mengabdi dan meyakinan tentang Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, keyakinan keselamatan hanya di dalam Yesus, menjadikan efek selanjutnya untuk setiap orang percaya memiliki tugas dan tanggung jawab menjadi pribadi yang menceritakan tentang Yesus Kristus yang sering disebut dalam konsep penginjilan (Boice, 2. Jadi dengan kata lain, keselamatan dan penginjilan memiliki hubungan yang sangat erat. Landasan Teori Hubungan Keselamatan dan Penginjilan Kisah Para Rasul 1:8. AuTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Ay Allah memiliki rancangan keselamatan yang luar biasa bagi umat manusia yang terbukti dengan adanya nubuatan dalam Perjanjian Lama dan akhirnya Allah bukan saja merancangkan, namun Allah juga memperhatikan dan memberikan petunjuk tentang keselamatan sehingga keselamatan sangat berguna bagi seluruh umat manusia yang juga merupakan janji dalam penggenapan (Guthrie, 1. Yesus menjadi pribadi yang ditolak oleh bangsanya sendiri, namun akhirnya di terima oleh bangsa-bangsa Namun karya Tuhan dan rencana Tuhan tentang keselamatan dinyatakan dalam Kisah Para Rasul sebagai bukti nyata pesan dan rancangannya terjadi secara ajaib. Rencana Allah dalam keselamatan dinyatakan Allah dalam beberapa petunjuk, yaitu melewati 4 cara, yaitu wahyu, intervensi ilahi, perbuatan manusia dan kehidupan karya Kristus sendiri (Johnston, 2. Petunjuk ini diberikan kepada manusia, supaya manusia bisa melihat dan betapa Allah sungguh serius merancangkan keselamatan dari sejak zaman Perjanjian Lama dan dinyatakan dalam Perjanjian Baru. Dimulai dari 400 masa diam. Allah tidak berbicara kepada umat-Nya, kemudian Allah hadir melewati malaikat menyatakan 64 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro pesan kepada Yusuf dan Maria, bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki dan menamakan Dia. Yesus. Dia akan yang akan menyelamatkan semua manusia. Namun dibagian keluarga yang lain, malaikat datang kepada kepada Zakharia, bahwa Elisabeth isterinya yang mandul itu akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki dan beri nama Yohanes, yang akhirnya kita mengenal nama Yohanes Pembaptis. Dialah yang menjadi pembuka jalan bagi munculnya Yesus ditengah-tengah orang Yahudi (Luk. 1:11-. Keyakinan Keselamatan Merupakan Dasar Penginjilan Kekuatan Injil menjadi bagian yang terpenting bagi umat manusia. Yesus hadir dalam dunia, sebetulnya fokus untuk orang-orang Israel, namun mereka menolak Yesus. Berita yang Yesus sampaikan sama dengan Yohanes Pembaptis, yaitu bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Penolakan terhadap Tuhan Yesus, menjadi berkat tersendiri bagi bangsa-bangsa lain, seperti dinyatakan Rasul Paulus dalam Roma 11:11-13. Dimana Paulus menjadi rasul bagi bangsa-bangsa lain dan terbukti banyak jemaat didirikan serta banyak orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Semua ini bukti bahwa Yesus mengasihi semua manusia (Damarwanti, 2. , dan Yesus peduli kepada manusia (Rusli & Arifianto, 2. Kisah Para Rasul 2:21. AuDan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan Ay Keselamatan sangat penting (Susanti, 2. Pertama, pengampunan yang seutuhnya bagi umat manusia karena darah Yesus. Kedua, kasih karunia Allah yang berlimpah supaya manusia diselamatkan. Ketiga. damai sejahtera yang diberikan oleh Allah supaya kita menang. Keempat, manusia mendapatkan kepastian akan pengharapan hidup. Kelima, bukti kasih Allah kepada umat manusia. Keenam, kuasa iblis sudah dipatahkan dan maut sudah dikalahkan, orang percaya selalu menjadi pribadi yang menang dalam segala hal. Ketujuh, hidup menjadi lebih berarti dan nama Tuhan dipermuliakan. Kedelapan, hubungan Allah dan manusia kembali dipulihkan. Kesembilan, banyak bangsa akan mengenal Injil keselamatan dan membangun kualitas hidup yang holistik serta menyeluruh (Stevanus, 2. Kesepuluh, manusia merespon kehidupan dengan sungguh-sungguh. Dengan kekuatan keyakinan keselamatan inilah, maka setiap orang percaya memiliki dasar dalam penginjilan dan selalu membangun dirinya untuk membawa orang kepada Yesus. 65 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Keselamatan Merupakan Sentral Penebusan yang Sempurna Allah merancangkan keselamatan sebetulnya sejak dalam Kejadian 3:15 yang kita kenal dengan proto evanggelium. Dosa yang membuat Allah dengan secepat mungkin harus melakukan pemberesan, sebab dosa membuat hubungan Allah dan manusia terputus. Allah sangat tidak kompromi dengan dosa, sebab Allah adalah kudus dan suci. Allah merancangkan sejak awal dengan hadirnya bapa leluhur yang bermuara terhadap janji-janji Allah. Israel menjadi bagian terpenting dalam karya penyelamatan. Janji Allah akhirnya tergenapi dengan hadirnya Yesus ke dunia, lahir, melayani, mati di salib dan bangkit dari antara orang lain. Ini sebuah anugerah yang luar biasa, kasih karunia yang tak terhingga karena karya keselamatan Yesus (Purba, 2. Dengan dimulainya turunnya Roh Kudus yang menggetarkan hati seluruh murid, mereka menerima kuasa dan bergerak dengan penuh wibawa. Allah merancang, namun juga memperhatikan, yaitu kasih Allah yang dinyatakan dalam pengorbannya bukan saja bagi orang Yahudi, namun juga menjangkau bangsa-bangsa lain (Baxter, 1. Keselamatan dikerjakan oleh Yesus Kristus yang adalah Tuhan yang tela menjadi manusia demi karya penebusan. Sebab penebusan tidak bisa dikerjakan oleh manusia, sebab seluruh manusia juga jatuh dalam dosa. Hanya manusia yang suci dan kudus yang dapat mengerjakan penebusan. Yesuslah sebagai Pribadi Allah yang menjadi manusia suci yang dapat menebus dosa umat manusia dengan darah-Nya. Kuasa darah Yesus menyucikan segala kehidupan manusia. Seperti nyata dalam ungkapan Rasul Paulus dalam Filipi 2:5-11. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia. Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah. Bapa. Ay Jadi dengan keyakinan penebusan hanya di dalam Yesus, maka penginjilan memiliki dasar untuk membawa orang percaya kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. 66 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Keselamatan Harus Terus Dikerjakan Dengan Kesungguhan Keselamatan yang sudah diterima, bukan hanya berhenti dalam setiap orang percaya, namun harus membagikannya kepada setiap orang yang belum percaya kepada Yesus. Rasul Paulus menyebutkan sebagai pribadi yang mengerjakan keselamatan (Fil. Seperti pesan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk pergi menjadikan semua bangsa murid Yesus (Mat. Jadi bagi setiap orang yang percaya Yesus harus memberitakan pesan Injil yaitu keselamatan yang diterima kepada orang yang belum percaya Yesus. Injil adalah kekuatan Allah (Rm. 1:16-. Injil kekuatan Allah menjadi point penting dalam seluruh kehidupan orang percaya. Dengan kata lain, setiap orang percaya memiliki tanggung jawab untuk memberitakan Injil kepada semua orang, karena dasar keselamatan yang telah diterima. Hal inilah dimaksud dengan terus mengerjakan keselamatan. Keselamatan bukan hanya untuk diri Sebab setiap orang percaya telah ditebus dosanya dari dosa asal yang bersumber dari Adam. (Nainggolan, 2. Inti keselamatan adalah Yesus yang sudah mati dan bangkit dari antara orang mati, jadi siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. Dan jika disimpulkan isi dari kebenaran Alkitab adalah perwujudkan karya Tuhan dalam keselamatan. Yesus menjadi sentral kehidupan setiap orang percaya. Keselamatan adalah Janji Kekekalan Dalam Sebuah Penginjilan Hubungan keselamatan dengan penginjilan, yaitu terkandung janji kekekalan dalam karya keselamatan. Dinyatakan dalam Yohanes 3:16. AuKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ay Ujung dari karya keselamatan adalah keselamatan secara kekal yaitu menikmati sorga. Jika ditanya, apa yang dirindukan setelah kematian, semua orang akan menjawab masuk sorga. Namun jelas sekali, sorga hanya didapat bagi setiap orang percaya Yesus. Ini adalah sebuah janji kekekalan yang Yesus nyatakan. Ketika setiap orang percaya kepada Yesus, bukan saja mengalami keselamatan dari kehidupan penebusan dosa, menikmati blessing Tuhan, namun janji Tuhan yang luar biasa yaitu menikmati sorga atau kekekalan bersama Yesus. Yesus menjamin seluruh kehidupan dengan sempurna. (Randa, 2. Jadi sudah seharusnya setiap orang percaya menjadi agen Kerajaan Sorga untuk memberitakan Injil keselamatan sebagai buah dari penginjilan. 67 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Pengertian Dasar Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 Kitab Roma ini menjadi salah satu surat dari Rasul Paulus yang banyak berbicara tentang sebuah kasih karunia karya Yesus Kristus. Karya keselamatan yang menjadi sentral kehidupan sekarang, masa depan dan masa kekekalan. Surat Roma di tulis oleh Rasul Paulus, meskipun Rasul Paulus belum mengenal jemaat Roma (Hagelberg, 1. Sebab jemaat Roma didirikan oleh pendatang-pendatang dari Roma yang percaya kepada Yesus saat peristiwa Pantekosta (Kis. (Hagelberg, 1. Bahkan secara induktif dinyatakan bahwa Rasul Paulus adalah penulis Surat Roma. Roma 1:1. Au1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Ay Surat Roma menjadi bagian pembuka surat tulisan Rasul Paulus dalam Kitab Perjanjian Baru, setelah Kitab Kisah Para Rasul. Kitab ini menarik untuk dibahas dan menjadi acuan banyak teolog untuk mempelajari prinsip-prinsip dalam iman Kristen (Tenney, 1. Dan penerima Surat Roma adalah jemaat yang ada di Roma, terkhusus orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Rm. 16:3, 7, . Dimana tahun penulisn Surat Roma sekitar tahun 55-57 M (Stamps, 2. Fokus penulisan Surat Roma memang secara umum dibagi menjadi dua. Pertama. Roma 1-11 berbicara tentang prinsip-prinsip Kedua. Roma 12-16 berbicara tentang praktek orang percaya terhadap karya keselamatan yang Tuhan berikan. Ujung dari refleksi sebagai orang percaya Yesus adalah, pola piker yang makin diperbaharui dalam Yesus. (Sumiwi, 2. Jadi secara umum tujuan Surat Roma yaitu manusia dibernarkan karena iman (Rm. 1:18-4:. , orang percaya yang dibenarkan karena iman akan hidup (Rm. 5:1-8:. , pembenaran karena iman atas janji Allah (Rm. dan perilaku orang yang dibenarkan karena iman (Rm. 12:1-15:. (Tafsiran Alkitab Masa Kini. Jil. 3, 1. Dari segala konsep keselamatan yang terdapat dalam Surat Roma, ada nast yang menarik untuk dipahami, yaitu dalam Roma 10:9. AuSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Ay Dalam nast ini menyatakan bahwa ketika orang mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan, pasti akan diselamatkan. Ini merupakan esensi dari kebenaran Injil yang disampaikan oleh Rasul Paulus, yang dikerjakan oleh Yesus di kayu salib. Dan menjadi kesempurnaan secara utuh mengembalikan manusia yang segambar dan serupa dengan Allah (Johnston, 2. Berikut ini adalah pemahaman nats Roma 10:9 yang menjadi bagian kekuatan dasar penginjilan orang percaya. 68 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Pertama. Mengaku Dengan Mulut Bahwa Yesus adalah Tuhan Rasul Paulus memberikan sebuah susunan permulaan untuk percaya Yesus, dimulai dari nast Roma 10:8. AuTetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. " Itulah firman iman, yang kami beritakan. Ay Prinsip ayat 8 ini sedang berbicara bahwa oleh karena pengorbanan Tuhan Yesus, maka firman Allah itu tidak jauh, namun dekat di mulut setiap orang percaya. Ini adalah firman iman yang layak untuk dipercaya dan menjadi sebuah keyakinan utuh bagi setiap orang yang percaya Yesus. Firman iman karena karya Yesus di kayu salib ini ada di mulut dan hati setiap orang percaya. Iman adalah sarana untuk merespon akan anugerah keselamatan dari Allah (Angin & Yeniretnowati, 2020, p. Dan ini menjadi dasar pengembangan prinsip dalam Roma 10:9, bahwa jika setiap orang percaya mengaku dengan mulut dan percaya di dalam hati, maka jaminan keselamatan dinyatakan. Mengaku dengan mulut merupakan bagian yang awal dalam konsep percaya kepada Yesus. Urutan ini merupakan cerminan dalam Ulangan 30:14. (Hagelberg, 1. Untuk percaya dimulai dari mulut terlebih dahulu, bahwa Yesus adalah Tuhan. Makna AuTuhanAy berasal dari Bahasa Yunani AukuriosAy yang artinya tuan. Istilah Tuhan juga dipakai lebih 6000 kali dalam Septuaginta untuk menterjemahkan nama pribadi Tuhan Allah, yaitu Yahweh (Cranfied, 1. Mengaku sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi dengan mulut, artinya menjadi Yesus sebagai tuan dan yang berdaulat penuh atas kehidupan orang percaya. Serta menegaskan bahwa Yesus bukanlah manusia yang diTuhankan (Kunto et al. , 2. Kedua. Percaya di Hati Bahwa Yesus adalah Tuhan Dasar selanjutnya sebagai orang percaya, tidak saja berhenti hanya mengaku dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun juga percaya dengan hati bahwa Yesus adalah Tuhan. Artinya mulut dan hati harus sepadan dan tidak boleh berbeda. Sebab kadang yang terjadi mulut dan hati bisa berbeda. Itu sebabnya Roma 10:9 mencatat sebuah keserasian antara mulut dan hati. Diatas semuanya Yesus melihat hati setiap orang percaya. Ketika orang percaya di hati bahwa Yesus adalah Tuhan, artinya dengan teguh dan keyakinan sungguh bahwa Yesus yang menjadi satu-satunya sumber kehidupan (Hagelberg, 1. Hati juga bicara tentang sumber kehidupan. Hati yang percaya kepada Yesus, membuat setiap orang percaya akan kokoh dan kuat dalam pengikutan kepada Yesus. Rasul Paulus menyatakan ini sebagai paket komplit dalam hidup menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Ini sebuah anugerah yang luar biasa. 69 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Ketiga. Keyakinan Bahwa Allah Telah Membangkitkan Yesus dari Antara Orang Mati Injil adalah berita yang sangat fundamental dan mampu memberikan pengharapan baru. Rasul Paulus menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah, seperti yang nyata dalam Roma 1:15-17. AuItulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman. " Rasul menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah, karena isi berita Injil sangat spektakuler dan luar biasa. Isi berita Injil sangat lengkap, yaitu penebusan Yesus atas dosa manusia dengan karya-Nya di salib, mencurahkan darah-Nya dan kemudian bangkit dari antara orang mati, seperti yang ditegaskan dalam Roma 10:9. Rasul Paulus menegaskan kebangkitan Yesus dari antara orang mati, merupakan kunci dari pesan Injil (Marxen, 1. Sebab tidak ada satupun tokoh di dunia ini yang mati dan kemudian bangkit selamanya. Hanya Yesus, satu-satunya Pribadi yang mati dan pada hari yang ke tiga bangkit dari antara orang mati. Kuasa kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Yesus menang atas maut dan kuasa maut sudah Sehingga tidak sia-sia percaya kepada Yesus. Ini yang menjadi sentral keselamatan sesungguhnya. Kebangkitan Yesus dari antara orang menjadi kunci jaminan Keempat. Pasti Diselamatkan Jaminan keselamatan yaitu sorga menjadi ujung segala pengharapan manusia. Makna kekekalan yang tiada batas. Keselamatan yang dimaksud bukan saja fokus di dunia namun sampai kepada kehidupan yang kekal. Jaminan ini datangnya dari Yesus yang sudah menang atas mau dan menjadi pintu keselamatan. Keselamatan ini terjadi karena karya pembenaran yang sudah dikerjakan oleh Yesus di kayu salib (Morris, 1. Kebenaran yang diperhitungkan oleh Yesus kepada manusia, bukan karena melakukan perbuatan-perbuatan baik, namun karena percaya kepada Yesus yang sudah menebus dosanya dan oleh karena percayanya, dosa setiap orang percaya dibereskan. Sehingga dihadapan Allah, setiap orang percaya dipandang sebagai orang yang benar (Alinurdin, 2. Dan terlebih setiap orang percaya akan diluputkan dan diselamatkan dari segala murka Allah seperti yang diungkapkan dalam Roma 1:18. Ditegaskan dalam Roma 10:11, bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus, tidak akan dipermalukan. 70 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Aplikasi Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 Bagi Penginjilan Masa Kini Merujuk dari konsep keselamatan yang dinyatakan dalam Roma 10:9, maka sangat jelas bahwa ketika setiap orang percaya mempercayai nast tersebut, pastilah akan menjadi dasar dan langkah iman untuk memberitakan Injil kepada setiap orang yang belum percaya kepada Yesus. Ini juga merupakan cara pandang yang baru dari Rasul Paulus (KRISTIANTO, 2. Keyakinan akan keselamatan yang utuh, yaitu percaya dosa setiap manusia sudah diampuni, percaya bahwa darah Yesus menebus setiap dosa, percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati, percaya bahwa Yesus naik ke sorga dan menyediakan tempat bagi orang percaya, dan percaya bahwa kekekalan menjadi tempat orang percaya, seharusnya menjadi kekuatan untuk setiap orang percaya melangkah memberitakan Injil dan membawa banyak orang percaya kepada Yesus. Iman yang benar akan mewujud nyata dalam kehidupan sehari-hari (Triposa et al. , 2021, p. Berikut ini yang menjadi dasar bahwa orang percaya harus mengimplikasikan konsep keselamatan menurut Roma 10:9 bagi penginjilan masa kini. Sebab sampai saat ini penginjilan harus menjadi denyut nadi orang percaya dan sebagai anugerah yang besar dari Tuhan (Gulo, 2. Untuk itu penginjilan harus didasari dari motivasi yang benar dalam membawa kabar keselamatan bagi jiwa-jiwa yang terhilang dan belum mengenal Yesus sebagai juruselamat (Arifianto & Purnama, 2. Pertama. Penginjilan adalah Gaya Hidup Setiap Orang Percaya yang Diselamatkan Meskipun tidak bisa dipungkiri banyak orang Kristen menjadi Kristen karena garis keturunan bahkan ada yang dalam perjalanan kehidupannya ketika dewasa menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus. Namun berdasarkan Roma 10:9 yang luar biasa, seharusnya setiap orang percaya menjadikan penginjilan sebagai gaya hidup orang percaya yang Hal ini menjadi sebuah dorongan khusus, sebab banyak orang percaya hanya berhenti cukup setia ke gereja saja, menjadi pelayan yang setia di gereja, aktif dalam seluruh agenda kegiatan gereja. Namun ketika mendengar tentang sebuah penginjilan, selalu ada banyak alasan yang dikeluarkan. Seperti, penginjilan sudah tidak zamannya lagi, penginjilan hanya dilakukan oleh kaum rohaniawan saja, penginjilan saat ini sudah sulit, penginjilan akan beresiko besar, penginjilan hanya banyak akal dan hikmat. Semua ini disampaikan hanya sebagai sebuah dalih untuk tidak mau melangkah. Perlu disadari dengan serius, bahwa penginjilan adalah gaya hidup orang percaya yang diselamatkan. Disebut sebagai gaya hidup, sebab setiap orang percaya, menikmati hidup yang indah dalam Yesus, bukan karena kehebatan dan perbuatan baiknya. Itu sebabnya 71 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro sebagai tanda syukur, hendaknya membagikan kebaikan Tuhan yang luar biasa kepada semua orang yang belum mengenal Yesus. Sebab hanya dalam Yesus, orang percaya bisa bermegah (Kapojos & Wijaya, 2. Terlebih penginjilan adalah tugas setiap orang percaya sesuai dengan mandat Amanat Agung dalam Matius 28:19-20. AuKarena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Ay Menjadi gaya hidup artinya juga menjadi sebuah cara hidup sehari-hari. Dimanapun, kapanpun dan situasi apapun selalu menceritakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebab sejak awal mula di Kejadian 3:15, proto evanggelium sudah diberitakan (Manurung, 2. Kedua. Penginjilan adalah Terjadinya Multiplikasi Orang yang Diselamatkan Tawaran keselamatan sebetulnya bukan hanya untuk segelintir orang saja. Keselamatan Yesus tawarkan kepada seluruh umat manusia. Sebab kematian Yesus bagi seluruh umat manusia. Namun memang siapa yang percaya kepada Yesus dan merespon tawaran keselamatan itulah yang akan menerima upah keselamatan kekal. Hati Tuhan, keselamatan menjadi bagian seluruh umat manusia. Seperti Yesus pernah menyampaikan bahwa Yesus akan datang sampai Injil diberitakan seluruh dunia. Itu sebabnya, bagian penting dalam penginjilan adalah penduplikasian orang percaya yang diselamatkan. Hati Yesus inilah yang menjadi dasar bahwa penginjilan harus terus dikerjakan dengan cara apapun, sebagai bagian dari pemuridan yang terdapat dalam Matius 28:19-20 (Darmawan. Bisa jadi penginjilan dilakukan dengan sistem berjumpa langsung atau dengan media sosial yang saat ini menjadi trend dalam berkomunikasi. Tujuan besarnya adalah makin banyak orang yang percaya kepada Yesus, sebab makin banyak orang yang diselamatkan, maka makin banyak juga orang yang akan terlibat dalam penginjilan dan penduplikasi orang percaya menjadi sangat luar biasa. Ketiga. Penginjilan adalah Memperluaskan Kerajaan Sorga Puncak dari pesan penginjilan adalah Kerajaan Sorga yang makin diperluas. Perhatikan awal mula Injil, dimulai dari Yerusalem, dimana Yesus memuridkan muridmurid-Nya, kemudian setelah Yesus naik ke sorga. Roh Kudus kemudian di curahkan dalam Kisah Para Rasul 2 saat Pentakosta, maka murid-murid-Nya dan Rasul Paulus pergi ke seluruh dunia (Baskoro, 2020. Sehingga yang terjadi orang percaya bukan saja menjadi kelompok Yerusalem, namun tersebar ke seluruh dunia, seperti Galatia. Efesus. Kolose, 72 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro Tesalonika. Roma. Korintus, dan Filipi. Demikian juga, ketika setiap orang percaya mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan mulut dan hati, maka seharusnya juga memiliki hati dan langkah nyata untuk membawa serta membimbing orang percaya kepada Yesus dan melayani Yesus lebih dahsyat (GUNAWAN, 2. Daerah yang semula tidak ada orang percaya, ketika ada orang percaya mengaku dengan mulut dan percaya dengan hati pergi ke daerah tersebut, maka daerah tersebut akhirnya dimenangkan dan nama Tuhan Kerajaan Sorga diperluas dan makin banyak daerah dimenangkan Injil, makin banyak orang percaya kepada Yesus secara pribadi dan siap menjadi agen-agen Kerajaan Sorga (Tenibemas, 2. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Rekomendasi pengembangan penelitian dari penulisan tentang Tinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Aplikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini, yaitu Pertama, memikirkan dengan serius langkah-langkah penginjilan sesuai masa sekarang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan orang percaya atau gereja Tuhan. Kedua, mendorong setiap orang percaya memiliki keberanian untuk memberitakan Injil dalam konteks apapun dan dalam strategi apapaun, sebab kekuatan Injil sangat luar biasa. Ketiga, memberikan pesan kuat dalam setiap program gereja untuk fokus kepada penginjilan dan nama Tuhan dipermuliakan. KESIMPULAN Keselamatan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Keselamatan dalam konteks ini adalah mengalami kebebasan dari kutuk, dosa dan kehidupan yang tidak ada Keselamatan dalam bagian ini juga bukan saja berbicara tentang karya Yesus yang luar biasa dikayu salib, sehingga dosa dibereskan, namun keselamatan dalam bagian ini juga berbicara tentang sebuah jaminan dalam hidup kekekalan di dalam sorga. Bagian ini yang menjadi dasar landasan teori hubungan keselamatan dan penginjilan. Pertama, keyakinan keselamatan merupakan dasar penginjilan. Kedua, keselamatan merupakan sentral penebusan yang sempurna. Ketiga, keselamatan harus terus dikerjakan dengan kesungguhan. Keempat, keselamatan adalah janji kekekalan dalam sebuah penginjilan. Sehingga setiap orang percaya harus berfokus bagaimana memahami dengan serius betapa pentingnya keselamatan dan setiap orang percaya tidak terlena dengan kondisi keadaan dunia, serta berfokus kepada hal-hal duniawi. Bahkan setiap orang percaya mengambil keputusan untuk memenuhi panggilan amanat agung menceritakan Yesus dalam segala konteks kehidupan dan 73 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Paulus Kunto Baskoro dimanapun Tuhan menempatkan. Orang percaya juga semakin diharapkan untuk memiliki kreatifitas yang tinggi dalam menyampaikan kabar baik dengan berbagai cara, lewat media sosial atau persabatahan yang dibangun, supaya orang yang belum mengenal Yesus dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Aplikasi terhadap konsep keselamatan menurut Roma 10:9 bagi penginjilan masa kini, yaitu Pertama, penginjilan adalah gaya hidup setiap orang Percaya yang diselamatkan. Kedua, penginjilan adalah multiplikasi orang yang diselamatkan. Ketiga, penginjilan adalah memperluaskan Kerajaan Sorga. Percayalah semua ini bersentral supaya nama Tuhan Yesus makin ditinggikan dan BIODATA Paulus Kunto Baskoro adalah seorang penulis dan dosen dari Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta. Pada tulisannya ia sering menekankan makna teologis dari setiap topik-topik yang diangkatnya. Dia juga adalah sosok yang terbuka, suka berkolaborasi dengan penulis-penulis di luar lembaga pendidikan yang menaunginya. Selain penulis dan dosen, ia juga menggembalakan jemaat. Pdt. Paulus Kunto Baskoro. Jl. Kedungmundu Raya. No 128. Semarang Surel: paulusbaskoro1177@gmail. REFERENSI