Penerapan metode full costing dalam menentukan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Langgeng Jaya Erika Ambarwati Rohadi Corresponding author: erikarohadi064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Rudy J. Pusung Sam Ratulangi University - Indonesia Lady Diana Latjandu Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords cost of goods manufactured full costing production costs pricing decisions JEL Classification M41 M11 Received 7 November 2025 Revised 21 November 2025 Accepted 23 November 2025 Published 25 November 2025 ABSTRACT Accurate determination of the cost of goods manufactured (COGM) is essential for ensuring competitive pricing and sustainable profitability, particularly for micro and small enterprises that commonly rely on informal cost records. However, many small-scale food producers still calculate production costs based on estimates that exclude indirect and fixed cost components, resulting in understated product costs and suboptimal pricing decisions. This study aims to analyze the application of the full costing method in determining COGM at Langgeng Jaya Tofu Factory and to compare it with the conventional approach used by the business. Using a qualitative case study, data were collected through interviews, direct observations, and documentation of cost components. The results reveal that the full costing method provides a more comprehensive and accurate representation of production costs by incorporating auxiliary materials and asset depreciation, which were previously omitted. The total annual production cost amounted to IDR851,718,660 for 28,800 boards of tofu, yielding a COGM of Rp29,573 per boardAihigher than the companyAos prior estimate of IDR26,020. These findings indicate that neglecting fixed and indirect costs leads to cost distortions and unrealistic pricing. This study contributes to the literature by demonstrating the applicability and practical relevance of full costing for small traditional food evidence-based recommendations to enhance cost management and pricing accuracy in micro and small enterprises. A2025 Erika Ambarwati Rohadi. Rudy J. Pusung. Lady Diana Latjandu This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Persaingan usaha dalam industri pangan saat ini semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk olahan berbasis kedelai, seperti tahu. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, pelaku industri kecil menengah (IKM) dituntut mampu mengelola biaya produksi secara efisien dan menetapkan harga jual yang kompetitif. Namun, pada kenyataannya sebagian besar usaha kecil masih menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi. Kondisi tersebut juga dialami oleh Pabrik Tahu Langgeng Jaya di Kabupaten Minahasa, yang selama ini menggunakan sistem pencatatan sederhana dan belum menerapkan metode akuntansi biaya secara formal. Fenomena ini menimbulkan risiko kesalahan dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang berdampak pada ketidakakuratan harga jual dan margin keuntungan. Permasalahan akurasi perhitungan biaya menjadi krusial karena HPP merupakan dasar utama dalam menentukan harga jual dan laba perusahaan (Mulyadi, 2. Tanpa perhitungan biaya yang tepat, pelaku usaha tidak dapat menilai efisiensi kegiatan produksi secara objektif. Dalam konteks ini, metode full costing menjadi pendekatan yang relevan karena menghitung seluruh komponen biaya, baik biaya tetap maupun variabel yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses produksi (Purwanti, 2. Penerapan metode ini tidak hanya meningkatkan akurasi perhitungan biaya, tetapi juga memperkuat pengendalian biaya dan pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini menekankan pada pentingnya mendorong pelaku usaha kecil menengah untuk mengadopsi sistem akuntansi biaya yang sederhana namun akurat. Meskipun metode full costing telah banyak diterapkan di perusahaan besar, penerapan pada skala industri rumah tangga seperti Pabrik Tahu Langgeng Jaya masih jarang dilakukan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teori akuntansi biaya dan praktik akuntansi di sektor UMKM, yang dapat menghambat efisiensi dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penelitian ini penting untuk memberikan bukti empiris bahwa metode full costing dapat diimplementasikan secara efektif pada skala usaha kecil dengan sumber daya terbatas. Beberapa penelitian terdahulu telah membahas penerapan metode full costing dalam konteks UMKM. Hasil penelitian Daur et . menunjukkan bahwa penggunaan full costing menghasilkan perhitungan HPP yang lebih akurat dan mendukung efisiensi biaya produksi. Lesmana et al. menyatakan bahwa metode ini dapat mengidentifikasi biaya tersembunyi, seperti penyusutan dan bahan pembantu, yang sering diabaikan oleh pelaku usaha. Maulida et al. juga membuktikan bahwa Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. penerapan full costing pada UMKM Bakso Sido Mandiri meningkatkan kemampuan pengendalian biaya dan perencanaan Namun, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada industri jasa atau makanan cepat saji, sedangkan penerapan metode ini pada industri pangan tradisional seperti tahu masih terbatas. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris penerapan metode full costing pada industri tahu skala rumah tangga di Minahasa, dengan fokus pada analisis struktur biaya aktual dan dampaknya terhadap keakuratan perhitungan harga pokok produksi. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas literatur mengenai akuntansi biaya di sektor UMKM serta memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha dalam menentukan harga jual yang berbasis data biaya riil. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode full costing dalam menentukan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Langgeng Jaya serta membandingkannya dengan metode konvensional yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Tinjauan Akuntansi biaya Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan informasi keuangan tentang suatu entitas ekonomi kepada pihakpihak yang berkepentingan. (Kieso, et al. , 2. Akuntansi adalah aktivitas jasa yang dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi keuangan kepada beragam pengambilan keputusan, seperti kreditor, investor, dan manajer. (Meikhati et al. , 2. Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen yang berfokus pada pengumpulan, penggolongan, dan pelaporan biaya produksi untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan (Mulyadi, 2. Akuntansi biaya memiliki beberapa tujuan, termasuk penentuan harga pokok, perencanaan biaya, pengendalian biaya, dan menyediakan landasan bagi pengambilan keputusan khusus (Dunia et al. , 2. Harga pokok produksi Harga pokok produksi adalah total seluruh biaya yang digunakan dalam proses mengubah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual (Mulyadi, 2. Jika perhitungan harga pokok produksi dilakukan dengan tepat maka penentuan harga jual pun akan menjadi tepat dan akurat (Ilham et al. , 2. Perhitungan HPP yang tepat sangat penting untuk menentukan harga jual produk, menilai laba, serta mengevaluasi efisiensi proses produksi (Ramdhani et al. , 2. Penentuan harga pokok produksi berperan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. penting dalam penetapan harga jual produk, sehingga harga yang ditawarkan perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya dengan produk yang juga berkualitas baik. (Bilgies et al. Metode full costing Metode full costing merupakan pendekatan penentuan biaya produksi yang memperhitungkan seluruh elemen biaya, baik tetap maupun variabel (Purwanti, 2. Dalam metode ini, semua biaya produksiAibahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik tetap dan variabelAidibebankan ke produk. Rumus umum HPP dengan metode full costing adalah: HPP = Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Tetap Biaya Overhead Pabrik Variabel Metode ini banyak digunakan dalam pelaporan eksternal dan perencanaan laba jangka panjang karena mencerminkan total biaya produksi secara menyeluruh. Berbeda dengan variable costing, yang hanya memperhitungkan biaya variabel, full costing memberikan gambaran biaya yang lebih komprehensif sehingga mendukung keputusan strategis terkait harga jual, efisiensi biaya, dan analisis profitabilitas (Pasapan et al. , 2. Relevansi metode full costing bagi UMKM Sistem pencatatan biaya pada UMKM seringkali masih sederhana dan belum mengikuti prinsip akuntansi biaya secara Kondisi ini dapat menimbulkan kesalahan dalam penetapan harga jual dan perhitungan laba. Penerapan metode full costing dapat membantu UMKM dalam memahami struktur biaya secara lebih akurat serta memperbaiki sistem pengambilan keputusan (Maulida et al. , 2. Menurut Lesmana et al. , penerapan full costing pada UMKM mampu mengidentifikasi biaya tersembunyi seperti penyusutan aset dan bahan pembantu yang sering tidak tercatat, sehingga hasil perhitungan menjadi lebih realistis. Hasil serupa ditemukan oleh Daur et al. , yang menunjukkan bahwa metode full costing menghasilkan perhitungan biaya dan harga jual yang lebih akurat. Relevansi metode full costing bagi UMKM UMKM memiliki karakteristik khas berupa sistem pencatatan keuangan yang sederhana, keterbatasan sumber daya, serta minimnya pemanfaatan metode akuntansi biaya yang terstruktur. Kondisi tersebut menyebabkan UMKM sering mengalami kesulitan dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) secara akurat. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Dalam konteks ini, metode full costing memiliki relevansi yang sangat strategis bagi keberlanjutan operasional dan pengambilan keputusan manajerial UMKM (Daryanti dan Indriyani 2020. Daur et , 2024. Maulida et al. , 2025. Lesmana et al. , 2. UMKM pada umumnya hanya mencatat biaya utama seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung. Biaya tidak langsung seperti penyusutan alat, biaya pemeliharaan, listrik, bahan pembantu, dan overhead lainnya sering diabaikan. Metode full costing menghitung seluruh biayaAibaik biaya tetap maupun variabel, langsung maupun tidak langsungAisehingga memberikan gambaran biaya produksi yang menyeluruh. Informasi ini penting agar pemilik usaha dapat: . mengetahui struktur biaya sebenarnya, . menghindari undercosting . iaya dihitung terlalu renda. , . menetapkan harga jual yang realistis. Tanpa perhitungan menyeluruh. UMKM berisiko besar menjual produk dengan margin yang tidak optimal bahkan mengalami kerugian tanpa disadari. Jika UMKM mencatat seluruh komponen biaya secara sistematis, maka dapat: Mengetahui proporsi biaya terbesar. Membandingkan biaya aktual dengan biaya standar. Mengidentifikasi area pemborosan seperti pemakaian energi atau bahan pembantu yang tidak efisien. Informasi ini memberikan dasar bagi pengendalian biaya . ost contro. , yang selama ini menjadi salah satu kelemahan utama UMKM. Penelitian terdahulu Beberapa penelitian relevan menunjukkan manfaat penerapan metode full costing dalam konteks UMKM. Ginoga, et al. menemukan adanya perbedaan signifikan antara perhitungan internal perusahaan dan metode full costing di PT Aquwar Bintang Semesta. Ayu et al. menunjukkan bahwa metode full costing menghasilkan HPP yang lebih tinggi namun realistis, sehingga mendukung penetapan harga jual yang sesuai. Maulida et al. menegaskan bahwa metode ini meningkatkan efisiensi biaya produksi UMKM Bakso Sido Mandiri. Lesmana et al. menyimpulkan bahwa full costing penting untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan dan daya saing usaha kecil. Dari berbagai penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode full costing tidak hanya meningkatkan akurasi HPP, tetapi juga memberikan dasar yang kuat bagi UMKM dalam menetapkan harga jual yang kompetitif dan berkelanjutan. Metode Jenis penelitian ini Adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pabrik Tahu Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Langgeng Jaya. Partisipan penelitian terdiri dari pemilik usaha dan dua tenaga kerja produksi yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan peran informan dalam proses produksi, pembelian bahan baku, dan pencatatan biaya. Pemilihan ini memastikan bahwa data diperoleh dari individu yang memahami alur biaya dan kegiatan operasional secara langsung. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu: Pertama, data primer, yang diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan catatan lapangan terkait proses produksi. Kedua, data sekunder: berupa dokumen internal seperti bukti pembelian bahan baku, catatan upah, biaya listrik dan bahan bakar, daftar aset, serta catatan Tiga teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini:\yaitu wawancara semi-terstruktur, observasi langsung dan analisis dokumen. Proses analisis dilakukan melalui tiga tahap sistematis: Reduksi data. Data diklasifikasikan ke dalam kelompok biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik sesuai standar akuntansi biaya. Informasi yang tidak relevan dieliminasi untuk memastikan konsistensi data. Perhitungan biaya dengan metode full costing. Semua komponen biayaAimeliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead tetap dan variabel, bahan pembantu, serta penyusutan asetAidihitung untuk memperoleh total biaya produksi. Perhitungan penyusutan menggunakan metode garis lurus sesuai umur manfaat aset. Analisis komparatif. Hasil perhitungan full costing dibandingkan mengidentifikasi selisih biaya, sumber ketidaktepatan perhitungan, serta dampaknya terhadap penetapan harga jual dan margin keuntungan. Untuk meningkatkan kredibilitas penelitian, beberapa teknik validasi diterapkan: Triangulasi teknik . awancara, observasi, dan dokume. Member checking, yaitu mengonfirmasi kembali temuan kunci kepada pemilik usaha Pencatatan data yang sistematis untuk menjamin akurasi dan Cross-check perhitungan biaya dengan dokumen pendukung yang tersedia Hasil dan Hasil Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu Langgeng Jaya yang berlokasi di Langowan Timur. Kabupaten Minahasa. Sulawesi Utara. Usaha ini merupakan industri rumahan yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun dan kini dikelola oleh generasi kedua. Proses Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. produksi masih bersifat manual dengan dua tenaga kerja utama. Bahan baku utama yang digunakan adalah kedelai, dengan volume pemakaian rata-rata 150 kg per hari, terbagi untuk dua jenis produk, yaitu tahu besar dan tahu kecil. Sistem pencatatan biaya saat ini Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa pabrik belum memiliki sistem pencatatan biaya yang terstruktur. Biaya produksi dicatat secara sederhana, hanya mencakup pembelian bahan baku dan upah tenaga kerja, sedangkan biaya lain seperti Harga jual ditetapkan berdasarkan pengalaman dan kondisi pasar. Perhitungan harga pokok produksi menurut pabrik Berdasarkan data yang diperoleh, total biaya produksi tahunan menurut pencatatan perusahaan sebesar Rp749. 000, terdiri Biaya bahan baku: Rp594. Biaya tenaga kerja: Rp108. Biaya overhead pabrik: Rp47. Dengan total produksi 28. 800 papan tahu per tahun, diperoleh HPP sebesar Rp26. 020 per papan. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full Setelah dilakukan perhitungan ulang menggunakan metode full costing, seluruh komponen biaya termasuk bahan pembantu dan Hasil perhitungan sebagai berikut: Komponen Biaya Total (R. Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead . istrik, solar, kayu baka. Biaya bahan pembantu . uka, plasti. Biaya penyusutan bangunan & peralatan Total Biaya Produksi Dengan total produksi 28. 800 papan tahun per tahun, diperoleh HPP sebesar Rp29. 573 per papan. Selisih dengan perhitungan internal perusahaan mencapai Rp3. 553 per papan, yang disebabkan karena pabrik sebelumnya tidak memperhitungkan biaya penyusutan dan bahan pembantu. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode full costing memberikan hasil perhitungan harga pokok produksi yang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. lebih tinggi dan lebih akurat dibandingkan metode konvensional yang digunakan oleh perusahaan. Peningkatan nilai HPP dari Rp26. 020 menjadi Rp29. 573 per papan menunjukkan bahwa sebelumnya terdapat biaya yang tidak diakui secara sistematis, seperti penyusutan aset dan bahan pembantu. Temuan ini sesuai dengan konsep full costing yang dikemukakan oleh Mulyadi . dan Purwanti . , yang menegaskan bahwa metode ini memperhitungkan semua biaya produksiAibaik biaya tetap maupun variabelAiuntuk menghasilkan perhitungan HPP yang menyeluruh. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung teori bahwa full costing memberikan informasi biaya yang komprehensif dan relevan untuk pengambilan keputusan manajerial. Selain itu, hasil ini juga memperkuat pandangan Dunia et al. bahwa akuntansi biaya berfungsi sebagai alat pengendalian biaya dan dasar perencanaan laba. Dalam kasus Pabrik Tahu Langgeng Jaya, penerapan full costing membantu pemilik usaha memahami komposisi biaya aktual, sehingga keputusan penetapan harga jual dapat dilakukan secara lebih rasional dan berbasis data. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan beberapa studi sebelumnya yaitu Daur et al. menemukan bahwa penerapan full costing meningkatkan keakuratan penetapan harga jual dan laba yang diperoleh. Lesmana et al. juga membuktikan bahwa selisih hasil perhitungan HPP dengan metode konvensional dapat mencapai 10Ae15% akibat pengabaian biaya penyusutan dan Maulida et al. menegaskan bahwa penerapan full costing pada UMKM bakso memberikan manfaat signifikan dalam efisiensi dan kontrol biaya, terutama pada pengeluaran overhead Dengan demikian, penelitian ini mengonfirmasi bahwa full costing merupakan metode yang tepat diterapkan pada UMKM, terutama yang masih menggunakan sistem pencatatan sederhana. Informasi biaya yang dihasilkan menjadi lebih transparan dan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan kemampuan usaha dalam perencanaan harga, pengendalian biaya, dan evaluasi kinerja. Dari perspektif praktis, hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa UMKM perlu mulai mengadopsi pendekatan akuntansi biaya secara formal. Penerapan full costing tidak hanya membantu menentukan harga jual yang sesuai dengan struktur biaya sebenarnya, tetapi juga berperan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Bagi pemilik Pabrik Tahu Langgeng Jaya, informasi HPP yang diperoleh melalui metode full costing dapat dijadikan dasar untuk menetapkan margin keuntungan, merencanakan kapasitas produksi, serta menekan pemborosan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode full costing pada Pabrik Tahu Langgeng Jaya menghasilkan perhitungan harga pokok produksi (HPP) yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Dengan memasukkan seluruh komponen biaya termasuk bahan pembantu dan penyusutan aset, maka total biaya produksi tercatat sebesar Rp851. 660 dengan HPP Rp29. 573 per papan, lebih tinggi dari perhitungan internal Rp26. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengabaian biaya tetap dan tidak langsung dapat menyebabkan distorsi biaya dan penetapan harga jual yang tidak mencerminkan kondisi produksi sebenarnya. Penelitian ini menegaskan relevansi metode full costing sebagai pendekatan yang memberikan gambaran biaya yang lebih komprehensif bagi pengambilan keputusan manajerial. Secara praktis, hasil ini menunjukkan bahwa UMKM dapat meningkatkan akurasi biaya dan efektivitas penetapan harga dengan menerapkan sistem pencatatan biaya yang lebih terstruktur. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup satu studi kasus, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak UMKM dan sektor usaha untuk meningkatkan generalisasi temuan. Daftar Ayu. Suroso. Agustur. Ashary. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing untuk menentukan harga jual minuman boba brown sugar pada brand AuMeenum. Ay Inisiatif: Jurnal Ekonomi. Akuntansi Dan Manajemen, 4. , 417Ae428. https://jurnaluniv45sby. id/index. php/inisiatif/article/view /3601 Bilgies. Sari. Kirana W. Saputra. Simanjuntak. Chandra. Harjoni. Alamsyahbana. Indriani. Isniawati. Evayani. Situmorang. Novrina. , & Sarazwati. Isu terkini riset akuntansi dan peluang riset masa depan. CV. Media Sains Indonesia Daryanti. , & Indriyani. Analisis penerapan harga pokok produksi pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) pabrik roti Taeng di Gowa. Akmen Jurnal Ilmiah, 17. , 630Ae640. https://doi. org/10. 37476/akmen. Daur. Herdi. , & Goo. Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variabel costing dalam menentukan harga juaL (Studi kasus pada Pabrik Tahu dan Tempe Sido Mor. Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi, 3. https://doi. org/10. 59603/accounting. Dunia. Abdullah W. , & Sasongko. , . Akuntansi biaya. Edisi 6. Salemba Empat. Ginoga. Alexander. Gerungai. Analisis penerapan metode full costing untuk menghitung harga pokok Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. produksi di PT. Aquwar Bintang Semesta. Indonesian Journal of Economics. Management, and Accounting, 1. , 1049Ae1055. https://jurnal. id/index. php/ijema/article/view/731 Maulida. Sari. Tedjawati. Rahman. Xaveriana. Maulidhia. , & Situngkir. Analisis biaya produksi dengan metode full costing pada UMKM Bakso Sido Mandiri. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis (JRAK), 15. , 87Ae https://doi. org/10. 38204/jrak. Kieso. Weygandt. , & Warfield. Intermediate Accounting: IFRS Edition. 5th Edition. John Wiley & Son. Inc. Putra. Indraswarawati. Yuniasih. Kusumawati. Analisis biaya produksi: Metode full costing dalam perhitungan harga pokok produksi. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 55Ae65. https://ejournal. id/index. php/jige/article/ view/3337 Mulyadi. Akuntansi biaya. Edisi 6. UPP STIM YKPN. Mulyadi. Sistem akuntansi. Salemba Empat Pasapan. Pusung. , & Maradesa. Analisis metode full costing dan variabel costing dalam penentuan harga pokok produksi boba biji nangka pada umkm subin mood boba. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis dan Akuntansi. , 18Ae27. https://doi. org/10. 35794/emba. Purwanti. Akuntansi manajemen. Salemba Empat. Ramdhani. Merida. Hendrani. , & Suheri. Akuntansi biaya (Konsep dan implementasi di industri manufaktu. Ilham. Dunakhir. , & Idrus. Analisis perhitungan harga pokok produksi dan penetapan harga jual pada usaha Aroma Coto Gagak di Makassar. Paulus Journal of Accounting (PJA), 5. , https://ojs. id/index. php/pja/article/view/638