Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 457-465 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KERAGAMAN BUDAYA KELAS V BERBASIS LOCAL WISDOM PALEMBANG BERBENTUK DIGITAL POP-UP BOOK Yonada Viossa Kisda1*. Nurlaeli2. Miftahul Husni3. Yulia Tri Samiha Siti4, & Fatimah5 1,2,3,4,5 UIN Raden Fatah Palembang *Koresponden e-mail: 2120201032@radenfatah. Submit Tgl: 06-Februari-2025 Diterima Tgl: 15-Maret-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: Conventional teaching materials fail to engage elementary students in understanding cultural diversity, particularly in Palembang's local wisdom context under the Merdeka Curriculum. This study aims to develop a digital pop-up book-based teaching material on cultural diversity for fifth-grade Pancasila Education. Using Research and Development (R&D) with the ADDIE model, the population comprises SDN 136 Palembang students . in class V), with purposive samples of 3 experts, 1 teacher, and 6 students for validation and small group trials. Instruments include Likertscale questionnaires. data analysis employs percentage conversion and Arikunto's feasibility Results show high validity . aterial: 90%, media: 94. 28%, language: 92. 5%) and practicality . eacher: 100%, students: 95. 33%), all categorized as "very feasible. " The digital popup book effectively integrates local elements like Rumah Limas. In conclusion, the product serves as an innovative, practical tool enhancing cultural appreciation and student engagement. Keywords: ADDIE Model. Cultural Diversity. Digital Pop-Up Book. Local Wisdom. Merdeka Curriculum Abstrak: Bahan ajar konvensional gagal melibatkan siswa SD memahami keragaman budaya, khususnya kearifan lokal Palembang dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis digital pop-up book tentang keragaman budaya untuk Pendidikan Pancasila kelas V. Menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, populasi adalah siswa SDN 136 Palembang . siswa kelas V), sampel purposif meliputi 3 ahli, 1 guru, dan 6 siswa untuk validasi dan uji small group. Instrumen berupa kuesioner skala Likert. analisis data menggunakan konversi persentase dan kriteria kelayakan Arikunto. Hasil menunjukkan validitas tinggi . ateri: 90%, media: 94,28%, bahasa: 92,5%) dan kepraktisan . 100%, siswa: 95,33%), semuanya kategori "sangat layak. " Digital pop-up book efektif mengintegrasikan elemen lokal seperti Rumah Limas. Kesimpulannya, produk menjadi alat inovatif praktis yang meningkatkan apresiasi budaya dan keterlibatan siswa. Kata kunci: ADDIE. Keragaman Budaya. Local Wisdom. Merdeka Curriculum. Pop-Up Book Digital PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, pendidikan menghadapi tantangan besar dalam mempromosikan keragaman budaya di tengah polarisasi sosial yang meningkat, sebagaimana diungkapkan dalam laporan OECD yang menyoroti bagaimana konflik global dan kemajuan teknologi seperti AI memengaruhi sistem pendidikan worldwide (OECD, 2. Tren global menunjukkan peningkatan 12% tingkat pendaftaran siswa imigran di pendidikan dasar antara 2010-2020, menandakan kebutuhan pendekatan inklusif yang lebih kuat untuk mengurangi disparitas prestasi akademik antar kelompok budaya (UNESCO Institute for Statistics, 2. Dampaknya terasa secara global, di mana kurangnya integrasi budaya menyebabkan Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah kesenjangan akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari latar minoritas, sehingga menghambat pembentukan identitas nasional yang harmonis. Grand theory pendidikan multikultural, sebagaimana dikembangkan oleh Banks . , menekankan pentingnya transformasi kurikulum untuk mencakup perspektif minoritas guna membangun kesetaraan sosial. Teori ini berevolusi dari pendekatan kontribusi budaya pada 1960-an menjadi pendidikan transformasi pada abad ke-21, di mana siswa diajak merefleksikan bias budaya mereka sendiri (Banks et al. , 2. Evolusi pemikiran teoretis ini semakin relevan dengan teori kontemporer seperti pembelajaran berbasis kearifan lokal . ocal wisdo. , yang menurut Pandiangan et al. memperkuat profil siswa Pancasila melalui integrasi nilainilai kontekstual di Kurikulum Merdeka. Secara spesifik di Indonesia, masalah muncul dari rendahnya pemahaman siswa SD terhadap keragaman budaya lokal akibat bahan ajar konvensional yang generik, menyebabkan penurunan apresiasi warisan budaya hingga 15-20% berdasarkan survei nasional terbaru (Kemdikbud, 2. Urgensi penyelesaian terletak pada risiko hilangnya identitas budaya di tengah digitalisasi, di mana siswa kelas V sering kali gagal menghubungkan materi Pendidikan Pancasila dengan realitas sehari-hari mereka (Hidayati, 2. Hal ini diperparah oleh disparitas prestasi di sekolah dasar urban seperti Palembang, di mana hanya 65% siswa mencapai kompetensi keragaman budaya (Sekarsari, 2. Dalam konteks Palembang, relevansi topik ini terlihat dari kekayaan local wisdom seperti Rumah Limas dan Gending Sriwijaya, yang mencerminkan karakteristik multikultural masyarakat Melayu (Hamzah, 2. Namun, bahan ajar saat ini kurang mengintegrasikan elemen ini, menyebabkan siswa terputus dari akar budaya mereka di SDN setempat (Ramlah. Karakteristik khusus Palembang, seperti dominasi etnis Melayu-Palembang dengan pengaruh Jawa dan Tionghoa, menuntut pendekatan kontekstual untuk menjaga keberagaman. Analisis pola kutipan menunjukkan sintesis pendukung kuat dari studi pengembangan pop-up book digital, di mana Sahara . melaporkan validitas 90% untuk materi keragaman Sumatera Utara, sementara Putri . menemukan efektivitas 94% pada IPS kelas IV. Sebaliknya, evaluasi kutipan bertentangan mengidentifikasi perdebatan pada metodologi: model ADDIE dominan . % stud. , tetapi Borg & Gall lebih efektif untuk validasi lapangan menurut Sugiyono . , meski kurang fleksibel di konteks digital (Hidayati, 2. Pemetaan metodologi sering menggunakan R&D dengan uji ahli . % kasu. , one-to-one trial . %), dan small group . %), dengan fokus pada validitas materi dan media. Research gap terletak pada minimnya bahan ajar digital pop-up book berbasis local wisdom Palembang untuk keragaman budaya kelas V, di mana studi existing fokus pada daerah lain seperti Kediri atau Papua tanpa adaptasi spesifik Sriwijaya (Nugrahaeni et al. , 2. Kebutuhan studi ini muncul dari observasi di SDN 136 Palembang, di mana guru masih bergantung pada buku teks statis, menghasilkan engagement rendah 40-50% . kripsi Kesenjangan ini mencakup kurangnya integrasi teknologi interaktif dengan local wisdom, yang hanya dieksplorasi 20% studi terkini. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar keragaman budaya kelas V berbasis local wisdom Palembang berbentuk digital pop-up book menggunakan model ADDIE untuk mencapai validitas dan kepraktisan tinggi. Kontribusi teoritis meliputi pengayaan literatur R&D pendidikan Pancasila dengan model kontekstual Palembang, memperluas teori Banks melalui adaptasi lokal (Banks, 2. Manfaat praktis mencakup alat inovatif bagi guru SDN Palembang untuk meningkatkan motivasi siswa hingga 85-95%, sekaligus melestarikan budaya di Kurikulum Merdeka (Sekarsari, 2. Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah METODE Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. untuk mengembangkan bahan ajar digital pop-up book berbasis local wisdom Palembang pada materi keragaman budaya kelas V SD. Menurut Branch . , model ADDIE memberikan kerangka sistematis yang logis untuk mengidentifikasi kebutuhan analisis awal, merancang prototipe, mengembangkan produk, mengimplementasikan uji coba, serta mengevaluasi hasil secara iteratif guna memastikan validitas dan kepraktisan media pembelajaran. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam pengembangan media interaktif untuk pendidikan dasar, seperti pop-up book digital yang meningkatkan pemahaman siswa melalui elemen visual 3D. Desain dimulai dari analisis kebutuhan siswa dan guru di SDN 136 Palembang, dilanjutkan perancangan konten berbasis Kurikulum Merdeka, pengembangan menggunakan Canva dan PowerPoint, implementasi melalui uji coba bertahap, serta evaluasi berbasis umpan balik ahli. Proses iteratif ini memungkinkan revisi berkelanjutan hingga produk mencapai kriteria layak. Metode yang digunakan mencakup tahapan ADDIE secara berurutan, dengan penekanan pada validasi ahli dan uji kepraktisan lapangan sesuai standar R&D pendidikan. Pada tahap analysis, observasi dan wawancara mengidentifikasi kekurangan bahan ajar konvensional. menyusun storyboard dan kisi-kisi materi. development memproduksi pop-up book dengan teknik pull-tabs. implementation melakukan uji one-to-one dan small group. serta evaluation mengukur efektivitas melalui analisis data kuantitatif-kualitatif. Lubis et al. menegaskan bahwa metode ADDIE dalam R&D tematik SD menghasilkan produk valid dengan skor ratarata 3,58 dari skala 4, sementara Wiguna . melaporkan kepraktisan 96% pada bahan ajar berbasis web untuk kelas V. Teknik pengumpulan data melibatkan kuesioner angket Likert dan dokumentasi prototipe, yang disebar ke validator serta responden uji coba untuk memvalidasi aspek materi, media, dan bahasa. Subjek penelitian terdiri dari ahli validator, guru, dan siswa kelas V A SDN 136 Palembang sebagai sampel purposif. Tiga ahli dari Program Studi PGMI UIN Raden Fatah Palembang bertindak sebagai validator materi, media, dan bahasa. satu guru kelas V A untuk uji one-toone. serta enam siswa heterogen untuk uji small group, dengan total 24 siswa kelas sebagai konteks populasi. Pemilihan subjek ini mengikuti prinsip R&D Borg & Gall yang dimodifikasi, di mana sampel kecil awal memastikan representativitas sebelum implementasi luas. Penelitian di SDN 136 Palembang dipilih karena relevansi lokal wisdom Sriwijaya dan disparitas prestasi keragaman budaya. Alat analisis data menggunakan rumus persentase konversi dan kategori kelayakan Arikunto untuk mengukur validitas . Ou 80% sangat vali. serta kepraktisan . Ou 85% sangat prakti. Data kuesioner diolah dengan Microsoft Excel untuk menghitung rata-rata skor dari instrumen kisi-kisi, diikuti interpretasi kualitatif dari saran revisi. Sugiyono . merekomendasikan pendekatan ini dalam R&D pendidikan untuk triangulasi data, sementara hasil validasi dihitung r= Oc skor y100% skor ideal y respondenOcskor Analisis ini memverifikasi bahwa produk layak jika mencapai kategori "sangat layak" dari ahli dan responden. Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah HASIL Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 136 Palembang, beralamat di Jl. Kh. Ahmad Dahlan. RTRW 93. Kelurahan 26 Ilir. Kecamatan Bukit Kecil. Kota Palembang. Provinsi Sumatera Selatan, kode pos 30135, pada kelas V A sebanyak 24 siswa selama 7-10 Februari 2025. SDN 136 memiliki visi menjadi sekolah agamis bermoral, cerdas berprestasi, dan lingkungan asri, dengan misi mengajarkan kegiatan keagamaan, meningkatkan prestasi akademik-ekstrakurikuler, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah ini didukung 39 tenaga pendidik . perempuan, 16 laki-lak. dengan status ASN, pK, dan honorer, serta 652 siswa . laki-laki, 320 perempua. tersebar di enam kelas. Sarana prasarana mencakup 35 ruangan dalam kondisi baik, termasuk fasilitas digital yang mendukung pengembangan bahan ajar interaktif, menjadikan lokasi ini ideal untuk subjek purposif seperti validator dari UIN Raden Fatah dan responden kelas V A. Hasil Penelitian Hasil Tahap Analysis Tahap analysis mengidentifikasi kebutuhan bahan ajar interaktif untuk materi Keragaman Budaya Palembang pada Pendidikan Pancasila kelas V A SDN 136, di mana observasi menunjukkan siswa membutuhkan media visual 3D untuk meningkatkan pemahaman dan engagement. Analisis kebutuhan siswa mengungkap ketergantungan pada buku teks statis yang menurunkan motivasi belajar, sementara wawancara guru kelas V A menyatakan minimnya penggunaan digital pop-up book untuk menghubungkan local wisdom seperti Rumah Limas dengan Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka. Hasil Tahap Design Tahap design menyusun storyboard dan kisi-kisi instrumen berdasarkan analisis kebutuhan siswa-guru serta CP/TP Pendidikan Pancasila kelas V, dengan fokus materi Keragaman Budaya Palembang berbasis local wisdom seperti Rumah Limas dan Gending Sriwijaya. Produk dirancang menggunakan Microsoft PowerPoint dan Canva untuk elemen digital pop-up book jenis pull-tabs, mencakup tampilan visual menarik, teks mudah dibaca, dan animasi 3D yang mendukung TP seperti menyebutkan (C. serta menunjukkan (P. keragaman Kisi-kisi instrumen validasi mencakup aspek materi . elevansi CP/TP, keruntuta. , media . esain visual, akses perangka. , dan bahasa . omunikatif, sesuai kaida. , siap untuk produksi dan validasi di tahap development selanjutnya . ihat B. Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah Hasil Tahap Development Tabel 1. Hasil Validasi Ahli Bahan Ajar Digital Pop-up Book Skor Validator Aspek Ahli Materi Materi Sangat Valid Ahli Media Media Sangat Valid Bahasa Sangat Valid Total Sangat Layak Ahli Bahasa Rata-rata (%) Kategori Validasi oleh tiga ahli PGMI UIN Raden Fatah menunjukkan semua aspek mencapai Ou80% . angat vali. , dengan saran revisi minor seperti penyesuaian font dan istilah local Prototipe final siap uji one-to-one guru dan small group siswa di tahap implementation . ihat B. Hasil Tahap Implementation Tabel 2. Hasil Uji One-to-One (Guru Kelas V A) Pernyataan Skor (%) Kategori Selaras TP Sangat Praktis Bahasa mudah dipahami Sangat Praktis Praktis penyampaian materi Sangat Praktis Mudah digunakan Sangat Praktis Warna/gambar sesuai Sangat Praktis Menarik minat siswa Sangat Praktis Menumbuhkan rasa ingin tahu Sangat Praktis Sangat Praktis Rata-rata Tabel 3. Hasil Uji Small Group . Siswa Kelas V A) Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah Pernyataan Skor (%) Kategori Tampilan menarik Sangat Praktis Meningkatkan semangat belajar Sangat Praktis Materi mudah dipahami Sangat Praktis Belajar lebih menyenangkan Sangat Praktis Bahasa mudah dibaca Sangat Praktis Sangat Praktis Rata-rata Uji one-to-one guru dan small group siswa heterogen menunjukkan kepraktisan Ou85% . angat prakti. , dengan komentar positif tentang elemen 3D pull-tabs yang meningkatkan Hasil Tahap Evaluation Evaluasi final memverifikasi bahan ajar digital pop-up book berbasis local wisdom Palembang mencapai validitas rata-rata 92. 26% dan kepraktisan 97. 67% . abungan gurusisw. , memenuhi kriteria "sangat layak" (Ou80% valid. Ou85% prakti. sesuai rumus Arikunto. Revisi akhir menyesuaikan saran minor dari semua tahap, seperti optimalisasi animasi pull-tabs dan konsistensi istilah, menghasilkan produk siap implementasi luas di SDN 136 untuk Pendidikan Pancasila kelas V. Tabel 4. Ringkasan Kelayakan Keseluruhan Aspek Skor Rata-rata (%) Kategori Validitas Ahli Sangat Valid Kepraktisan Guru Sangat Praktis Kepraktisan Siswa Sangat Praktis Total Sangat Layak Istilah Teknis ADDIE: Model pengembangan instruksional sistematis (Analysis-DesignDevelopment-Implementation-Evaluatio. Validitas: Tingkat kelayakan materi/media/bahasa Ou80% . angat vali. Kepraktisan: Tingkat kegunaan praktis Ou85% . angat prakti. CP/TP: Capaian Pembelajaran/Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Bab 3 Pendidikan Pancasil. Local Wisdom: Kearifan lokal Palembang (Rumah Limas. Gending Sriwijay. Digital Pop-up Book: Buku digital interaktif dengan elemen 3D pull-tabs. PEMBAHASAN Pembahasan Hasil Validitas Bahan Ajar Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah Validitas bahan ajar digital pop-up book mencapai rata-rata 92. 26% dari ahli materi . %), media . 28%), dan bahasa . 5%), menandakan kesesuaian tinggi dengan CP/TP Kurikulum Merdeka Bab 3 Pendidikan Pancasila. Skor ini melampaui ambang Ou80% . angat vali. , didukung relevansi materi local wisdom Palembang seperti Rumah Limas dengan TP C3 . enyebutkan keragaman buday. , sebagaimana analisis tahap analysis . ihat B. Temuan ini selaras dengan Sahara . yang melaporkan validitas 90% pop-up book keragaman Sumatera Utara, serta Lubis et al. dengan skor 3. 58/4 pada R&D ADDIE tematik SD, mengonfirmasi efektivitas model untuk media interaktif. Pembahasan Hasil Kepraktisan Bahan Ajar Kepraktisan produk mencapai 97. 67% . uru 100%, siswa small group 95. 33%), memenuhi Ou85% . angat prakti. dari uji implementation . ihat B. , dengan elemen pull-tabs 3D meningkatkan engagement siswa kelas V A SDN 136. Hasil ini unggul dibanding Putri . efektivitas 94% IPS kelas IV, serta Wiguna . 96% bahan ajar web kelas V, karena integrasi visual lokal yang kontekstual mengatasi disparitas prestasi 65% di Palembang (Sekarsari, 2. Tabel 5. 1 Perbandingan dengan Studi Serupa Implikasi Teoritis dan Praktis Tabel 5. Perbandingan dengan Studi Serupa Studi Validitas (%) Kepraktisan (%) Fokus Media Sahara . Pop-up Sumut Putri . IPS Digital Penelitian Ini Pop-up Palembang Secara teoritis, pengembangan ini memperkaya teori Banks . pendidikan multikultural melalui adaptasi local wisdom Sriwijaya, serta mengisi research gap minimnya pop-up book Palembang (Nugrahaeni et al. , 2. Praktis, bahan ajar siap digunakan guru SDN Palembang untuk motivasi 85-95% di Kurikulum Merdeka, melestarikan identitas budaya di tengah digitalisasi . ihat Pendahulua. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan bahan ajar keragaman budaya kelas V SD berbasis local wisdom Palembang dalam bentuk digital pop-up book menggunakan model ADDIE, yang terbukti sangat valid dengan skor rata-rata 92,26% dari validasi ahli materi . %), media . ,28%), dan bahasa . ,5%), serta sangat praktis dengan penilaian guru 100% dan siswa 95,33% pada uji coba di SDN 136 Palembang. Temuan utama menunjukkan bahwa produk ini efektif mengintegrasikan elemen lokal seperti Rumah Limas dan Gending Sriwijaya dengan Kurikulum Merdeka, meningkatkan engagement siswa melalui animasi interaktif Canva-PowerPoint, serta mendukung capaian pembelajaran Pendidikan Pancasila . Implikasi praktisnya mencakup penyediaan alat inovatif bagi guru SDN untuk melestarikan budaya Sriwijaya, memotivasi siswa usia 10-11 tahun yang berpikir konkret, dan mengurangi ketergantungan pada buku teks statis yang menimbulkan kebosanan. Kisda. , dkk. Judul dalam 3 kata A Copyright A 2025: Yonada Viossa Kisda. Nurlaeli. Miftahul Husni. Yulia Tri Samiha Siti, & Fatimah Meskipun demikian, keterbatasan penelitian terletak pada skala uji coba terbatas . atu guru dan enam siswa kelas V A), belum adanya pengujian efektivitas pembelajaran pascaimplementasi luas, serta ketergantungan pada akses digital yang mungkin terhambat di daerah dengan infrastruktur lemah. Saran untuk penelitian lanjutan meliputi perluasan sampel ke sekolah lain di Palembang, pengukuran dampak jangka panjang terhadap apresiasi budaya siswa via pre-post test, integrasi fitur AR untuk pop-up book lebih imersif, serta adaptasi model Borg & Gall untuk validasi lapangan lebih fleksibel. Dengan demikian, pengembangan ini dapat diperkaya menjadi referensi R&D pendidikan multikultural kontekstual Indonesia. Saran