Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Penyuluhan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Suak Ribee Aceh Barat Supartiningsih1. Cut Melda Meriyana2 1,2Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia *penulis korespondensi : ningsih. ndy@gmail. Abstrak. Diabetes mellitus disebut juga sebagai penyakit degeneratif, yang mengakibatkan fungsi atau jaringan tubuh secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena faktor usia atau gaya hidup. Berdasarkan wawancara awal dengan 6 pasien diabetes, 2 pasien menyatakan bahwa mereka sering lupa jadwal minum obat yang di anjurkan oleh dokter dan kurang mengetahui tentang makanan yang baik bagi kesehatan diabetes mellitus mereka sehingga mereka hanya mengurangi makanan manis dan mengurangi konsumsi gula, akan tetapi untuk makan nasi tetap. Kemudian 4 orang dari 6 pasien lainnya menyatakan bahwa dirinya, suami dan anak bekerja dari pagi sampai sore, sehingga untuk mengingatkan minum obat itu tidak dapat dilakukan setiap saat oleh keluarga. Adapun tujuan kegiatan penyuluhan ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Suak Ribee Aceh Barat. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode cross sectional dengan subjek 65 responden yang diambil secara purposive sampling dan teknik pengumpulan sampel yaitu responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil adanya hubungan antara Pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat (Pvalue = 0,000 < = 0,. dan adanya hubungan antara Dukungan Keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat (Pvalue = 0,007 < = 0,. Historis Artikel: Diterima : 25 Juli 2023 Direvisi : 03 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. Diabetes mellitus is also known as a degenerative disease, which causes the body's functions or tissues to progressively decline over time due to age or lifestyle factors. Based on initial interviews with 6 diabetes patients, 2 patients stated that they often forgot the schedule for taking medication recommended by doctors and did not know about foods that were good for their diabetes mellitus so they only reduced sweet foods and reduced sugar consumption, but instead ate fixed rice. Then 4 of the other 6 patients stated that they, their husbands and children worked from morning to evening, so the family could not take the medicine every time. The purpose of this counseling activity is to determine the relationship between knowledge and family support with adherence to taking medication for diabetes mellitus patients in the Working Area of the Suak Ribee Health Center. West Aceh. This counseling activity used a cross-sectional method with 65 respondents as subjects taken by purposive sampling and sample collection techniques, namely respondents who met the inclusion criteria. The instrument used is a questionnaire. Data analysis used the chi square The results show that there is a relationship between knowledge and medication adherence in diabetes mellitus patients at the Suak Ribee Health Center in West Aceh District (Pvalue = 0. 000 < = 0. and there is a relationship between Family Support and medication adherence in diabetes mellitus patients at the Suak Ribee Health Center in District West Aceh (Pvalue = 0. 007 < = 0. Kata Kunci: Dukungan Keluarga. Kepatuhan Minum Obat. Diabetes Mellitus PENDAHULUAN Latar belakang Diabetes mellitus disebut juga sebagai penyakit degeneratif, yang mengakibatkan fungsi atau jaringan tubuh secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena faktor usia atau gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat . dimana orang lebih suka makan makanan siap saji, kurangnya aktivitas fisik karena lebih memanfaatkan teknologi seperti penggunaan kendaraan bermotor dibandingkan dengan berjalan kaki akan meningkatkan jumlah penderita diabetes mellitus setiap tahunnya (Nurhasan 2. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tercatat 422 juta orang di dunia menderita diabetes melitus atau terjadi peningkatan sekitar 8,5 % pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. juta kematian dengan presentase akibat penyakit diabetes melitus yang terjadi sebelum usia 70 tahun, khususnya di negara-negara dengan status ekonomi rendah dan menengah. Bahkan diperkirakan akan terus meningkat sekitar 600 juta jiwa pada tahun 2035 (Kemenkes RI, 2. American Diabetes Association (ADA) tahun 2019 menjelaskan bahwa setiap 21 detik terdapat satu orang yang terdiagnosis diabetes melitus atau hampir setengah dari populasi orang dewasa di Amerika menderita diabetes mellitus. Jumlah kasus diabetes di tahun 2019 di Indonesia mencapai 3. 698 kasus. Jumlah serangan diabetes di Indonesia mencapai 18 juta pada tahun 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI edisi 13 Oktober 2020. Satgas Covid-19 menunjukkan, bahwa dari 1488 pasien, ada sekitar 34,5 persen pasien yang menderita DM Indonesia menempati urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 10,7 juta kasus (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2019 jumlah penederita diabetes melitus di Aceh mencapai 138. 291 jiwa. (Kemenkes RI. Menurut hasil survey yang dilakukan Kementerian Kesehatan di Provinsi Aceh pada tahun 2020. Aceh masuk kedalam daftar sembilan besar daerah Indonesia yang penduduknya banyak menderita penyakit DM. Jumlah kasus diabetes mellitus di Provinsi Aceh tahun 2020 mencapai 121. 160 penderita (Dinkes Aceh, 2. Jumlah kasus diabetes mellitus di provinsi Aceh tahun 2021 mencapai 3184. 527 penderita (Dinkes Aceh, 2. Jumlah kasus diabetes mellitus di Kabupaten Aceh Barat tahun 2019 mencapai 13. 803 penderita (Dinkes Aceh, 2. Jumlah kasus diabetes mellitus di Kabupaten Aceh Barat tahun 2020 mencapai 3. 709 penderita (Dinkes Aceh, 2. Jumlah kasus diabetes mellitus di Kabupaten Aceh Barat tahun 2021 mencapai 3. penderita (Dinkes Aceh, 2. Jumlah kasus diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2019 adalah 667 kasus, sedangkan di tahun 2020 mengalami peningkatan dengan jumlah 335 orang dan pada tahun 2021 sebanyak 243 kasus diabetes mellitus (Puskesmas Suak Ribee, 2. Pada tahun 2022 dari bulan Januari sampai bulan Oktober tercatat sebanyak 189 kasus diabetes mellitus (Puskesmas Suak Ribee, 2. Berdasarkan melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), wawancara awal yang dilakukan di Puskesmas Suak Ribee dengan 6 pasien diabetes mellitus yang berobat dan mengambil obat di di puskesmas Suak Ribee, 2 pasien menyatakan bahwa mereka sering lupa jadwal minum obat yang di anjurkan oleh dokter dan kurang mengetahui tentang makanan yang baik bagi kesehatan diabetes mellitus mereka sehingga mereka hanya mengurangi makanan manis dan mengurangi konsumsi gula, akan tetapi untuk makan nasi tetap dilakukan seperti biasanya dalam jumlah yang banyak seperti 2x tambah saat makan, kalau untuk jadwal minum obat masih ada yang terlewat dari jadwal yang seharusnya. Kemudian 4 orang dari 6 pasien lainnya menyatakan bahwa dirinya, suami dan anak bekerja dari pagi sampai sore, sehingga untuk mengingatkan minum obat itu tidak dapat dilakukan setiap saat oleh keluarga, sedangkan pasien sendiri karena pulang terjadang terlambat sehingga jadwal minum obat sering terlewat dari jam yang seharusnya. METODE Kegiatan bakti sosial (PkM) ini dilaksanakan di Puskesmas Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. PkM ini dilaksanakan beberapa tahapan kegiatan kepada responden sebagai berikut: Tahapan Persiapan Berkunjung ke lokasi Puskesmas serta melaksanakan wawancara dengan Kepala Puskesmas Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat serta menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tahapan Pelaksanaan Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi kepada responden mensyaratkan semua informasi yang diterima dari warga desa harus melalui proses mendengar, mengetahui, menggunakan, menerapkan serta mengevaluasi. Agar seluruh proses berjalan lancar, informasi disampaikan kepada responden secara bertahap yang disampaikan yakni sebagai berikut: Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. penjelasan penyakit diabetes melitus sosialisasi untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes sosialisasi untuk mengetahui dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus Tahapan Evaluasi Untuk menilai tingkat pemahaman masyarakat terkait dengan materi yang disampaikan, pemateri membagikan kuesioner kepada responden yang berisi instrumen penilaian terkait keberhasilan kegiatan dan diisi oleh masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sebagai output dari PkM. Teknik kuesioner ini digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus di wilayah Kerja Puskesmas Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan PKM ini dijabarkan sebagai berikut : Umur Responden Hasil perhitungan frekuensi dan persentase berdasarkan umur responden dapat dilihat pada tabel 4. 1 berikut dibawah ini: Dari tabel 4. 1 di ketahui bahwa responden mayoritas yang berumur 61-65 tahun sebanyak 23 responden . , sedangkan responden minoritas yang berumur 51-55 tahun adalah sebanyak 5 responden . ,7%). Jenis Kelamin Responden Hasil perhitungan frekuensi dan persentase berdasarkan umur responden dapat dilihat pada tabel 4. 2 berikut dibawah ini: Dari tabel 4. 2 di ketahui bahwa responden mayoritas yang berjenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 33 responden . , sedangkan responden minoritas yang berjenis kelamin perempuan adalah sebanyak 32 responden . ,2%). Analisa Univariat Sebelum dilakukannya analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel maka terlebih dahulu dibuat analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti: Pengetahuan Hasil perhitungan frekuensi dan persentase dari variabel pengetahuan dapat dilihat pada tabel 4. 3 dibawah ini: Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Dari tabel 4. 3 dapat di ketahui bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 25 responden . ,5%) dan responden memiliki pengetahuan kurangbaik sebanyak 40 responden . ,5%). Dukungan Keluarga Hasil perhitungan frekuensi dan persentase dari variabel dukungan keluarga dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini: Dari tabel 4. 4 dapat di ketahui bahwa responden yang memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 28 responden . ,1%) dan responden memiliki dukungan keluarga kurang baik sebanyak 37 responden . ,9%). Kepatuhan Minum Obat Hasil perhitungan frekuensi dan persentase dari variabel kepatuhan minum obat dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini: Dari tabel 4. 5 dapat di ketahui bahwa responden yang patuh dalam minum obat sebanyak 26 responden . %) dan responden memiliki tidak patuh dalam minum obat sebanyak 39 responden . ,0%). Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Dari hasil uji chi square didapat nilai Pvalue = 0,007 dan ini lebih kecil dari = 0,05 (Pvalue = 0,007 < = 0,. sehingga diuraikan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil OR 4,808 dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga responden yang kurang baik memiliki peluang sebesar 4,808 kali untuk tidak patuh minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Pembahasan Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Dari hasil uji chi square didapat nilai Pvalue = 0,000 dan ini lebih kecil dari = 0,05 (Pvalue = 0,000 < = 0,. sehingga diuraikan terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil OR 456,00 dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden yang kurang baik memiliki peluang sebesar 456,00 kali untuk tidak patuh minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan asumsi peneti dilapangan responden yang memiliki pengetahuan baik lebih banyak yang patuh dalam minum obat karena responden mengetahui tentang jenis obat-obat diabetes mellitus, jadwal minum obat diabetes mellitus, tidak berhenti minum obat walaupun kadar gula normal serta tahu dosis obat yang harus di konsumsi. Sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik lebih banyak yang tidak patuh dalam minum obat karena karena responden tidak atau kurang mengetahui tentang jenis obat-obat diabetes mellitus, jadwal minum obat diabetes mellitus, berhenti minum obat walaupun kadar gula normal serta tidak tahu dosis obat yang harus di konsumsi. Selanjutnya ada pasien yang mengalami diabetes mellitus diatas 5 tahun atau lebih tidak patuh dalam minum obat bukan karena pengetahuan yang kurang baik, tetapi lebih kepada merasa sudah baik-baik saja dan merasa jika makan manis sedikit tidak akan berpengaruh buruk terhadap keseahatan beliau selain itu beranggapan bahwa sekali makan dianggap sebagai obat saja dan minum obat terlambat sedikit tidak bermasalah dengan diabetes mellitus karena sudah terbiasa dengan keadaan diabetes mellitus selama ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rezki . Penelitian ini bersifat analitik, desain cross sectional pada diabetes mellitus tipe II dengan sampel 58 orang dengan menggunakan kuisoner mmas8 dan dkq24 dengan cara menganalisa korelasi sommerAos d. Uji sommerAos d diperoleh nilai p = 0,002 sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan diabetes melitus tipe 2 dengan nilai r = 0,0468 dimana dapat diartikan nilai kekuatan korelasi: korelasi sedang . entangnya: 0,41 - 0,. dengan menunjukkan arah korelasi Pasien diabetes melitus yang memiliki pengetahuan yang baik mampu mengetahui faktor-faktor penyebab diabetes melitus yaitu kurang istirahat, obesitas, makan makanan yang manis, sedangkan pengetahuan pasien yang kurang baik di tandai dengan bahwa mereka tidak mengetahui apa saja hal-hal yang dapat meningkatkan kadar gula, gelaja diabetes melitus, tentang diabetes melitus dan tanda-tanda diabetes melitus pasien diabetes mellitus perlu mendapatkan informasi yang diberikan mencakup Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. pengetahuan dasar tentang diabetes mellitus, kompilikasi, pengaturan pada saat sakit, kegiatan jasmani, perencanaan makan, pemeliharaan kaki dan sebab-sebab tingginya kadar glukosa darah (Azis, 2. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Dari hasil uji chi square didapat nilai Pvalue = 0,007 dan ini lebih kecil dari = 0,05 (Pvalue = 0,007 < = 0,. sehingga diuraikan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil OR 4,808 dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga responden yang kurang baik memiliki peluang sebesar 4,808 kali untuk tidak patuh minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan asumsi peneliti dilapangan responden yang memiliki dukungan keluarga baik lebih banyak yang patuh dalam minum obat karena responden mendapatkan perhatian dari keluarga seperti keluarga selalu memberikan obat kepada pasien tepat jadwal jam minum obat, ataupun keluarga akan menelfon pasien untuk mengingatkan minum obat pada saat jam minum obat. Sedangkan responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik lebih banyak yang tidak patuh dalam minum obat karena responden tidak mendapatkan perhatian dari keluarga seperti keluarga tidak memberikan obat kepada pasien tepat jadwal jam minum obat, ataupun keluarga tidak menelfon pasien untuk mengingatkan minum obat pada saat jam minum obat. Selain itu lamanya pasien menderita diabetes mellitus ada yang diatas 5 tahun hingga lebih terkadang membuat keluarga sudah merasa terbiasa kalau beliau akan minum obat dengan teratur seperti biasanya, karena itu sudah menjadi salah satu aktivitas kebiasaan beliau setiap harinya, akan tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena ada sebagian pasien merasa bosan dengan obat diabetes mellitus yang selalu di konsumsi setiap harinya, sehingga kadang-kadang lupa dan malas minum obat tepat waktu saat keluarga tidak memperhatikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Henny . Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Tungoi. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus yang sering melakukan pemeriksaan di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi dan jumlah besar sampel sebanyak 50 pasien. Teknik pengumpulan sampel menggunakan total sampling dilakukan dengan memilih semua dari populsi penderita diabetes mellitus. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus (A value= 0,. Menurut Taylor . dalam Sulanjari . dukungan keluarga diartikan bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga yang lain sehingga akan memberikan kenyamanan fisik dan psikologis pada seseorang yang mengalami situasi stress. Peran keluarga salah satunya sebagai pemberi penyuluhan bagi keluarganya itu sendiri. Hal ini sangatlah penting sehingga tenaga kesehatan dapat menganjurkan kepada anggota keluarga penderita DM untuk mempertahankan, memotivasi dan meningkatkan perannya dalam perawatan penderita DM. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Dokumentasi Kegiatan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Adanya hubungan antara Pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee KabupatenAceh Barat (Pvalue = 0,000 < = 0,. Adanya hubungan antara Dukungan Keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Suak Ribee Kabupaten Aceh Barat (Pvalue = 0,007 < = 0,. Saran Kepada pihak keluarga hendaknya lebih memberikan dukungan yang baik seperti perhatian dan mengngatkan pasien utuk minum obat tepat waktu sehingga kadar gula darah pasien selalu stabil. Kepada pihak Puskesmas Suak Ribee, hendaknya juga melakukan kerja sama dengan pemerintah desa untuk mengadakan pertemuan kesehatan khusus membahas tentang cara minum obat yang benar bagi penderita diabetes mellitus dan pentingnya dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien diabetes mellitus minum obat Kepada pihak Dinas Kesehatan diharapkan agar dapat bekerjasama dengan pihak puskesmas untuk datang kedesa-desa melakukan kunjungan kesehatan sambil memberikan informasi tentang kepatuhan minum obat bagi pasien diabetes mellitus. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. DAFTAR PUSTAKA