JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. Page: 59-69 Homepage : https://jurnal. com/index. php/abdidalem PENINGKATAN LITERASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA KELURAHAN - KELURAHAN KOTA CIMAHI Vita Citra Mulyandini* Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani vitacitra@ak. Siti Kustinah Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani sitikustinah@ak. Eddy Winarso Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani eddywinarso@ak. Dwi Jayanti Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani dwijayanti@ak. Romli Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani romli@ak. Patria Prasetio Adi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani patriaprasetio@ak. Marlina Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani marlina@ak. Adelia Nidyati Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Achmad Yani adelianidyati@ak. * Vita Citra Mulyandini Received: 15 September 2025 Revised: 25 September 2025 Published: 06 Oktober 2025 Abstrak Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan utama masyarakat perkotaan, termasuk di Kelurahan Melong dan Kelurahan Cimahi. Rendahnya literasi masyarakat dalam memilah, mengelola, dan memahami nilai ekonomi dari sampah berdampak pada meningkatnya volume sampah serta rendahnya partisipasi warga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan. Pendekatan yang dilakukan adalah memperkenalkan konsep pencatatan nilai ekonomi sampah, peran bank sampah, serta transparansi Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimah. 59 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pengelolaan melalui pencatatan sederhana. Metode kegiatan meliputi edukasi melalui pelatihan, diskusi kelompok, serta simulasi pencatatan. Evaluasi dilaksanakan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan tujuh indikator utama: pengetahuan sampah, pemilahan, akuntansi lingkungan, pencatatan nilai ekonomi, peran bank sampah, kesadaran lingkungan, serta transparansi. Jumlah peserta sebanyak 63 orang dari kedua kelurahan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi peserta, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 82 pada post-test. Indikator pemahaman akuntansi lingkungan mengalami kenaikan tertinggi, dari 47% menjadi 83%. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan akuntansi lingkungan dapat meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan tanggung jawab sosial masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kata kunci: Literasi. Akuntansi Lingkungan. Bank Sampah. Pengelolaan Sampah Abstract Waste management is one of the major challenges faced by urban communities, including those in Melong and Cimahi sub-districts. The lack of public literacy in sorting, managing, and understanding the economic value of waste has led to an increasing volume of waste and low community participation in sustainable environmental To address this issue, this community service program was carried out with the aim of improving waste management literacy based on environmental The approach introduced the concept of recording the economic value of waste, the role of waste banks, and transparency in management through simple recording systems. The methods included education through training sessions, group discussions, and recording simulations. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires with seven main indicators: waste knowledge, waste sorting, understanding of environmental accounting, recording economic value, the role of waste banks, environmental awareness, and transparency. A total of 63 participants from both sub-districts were involved. The results show a significant improvement in participantsAo literacy, with the average pre-test score of 55 increasing to 82 in the post-test. The indicator of understanding environmental accounting showed the highest increase, from 47% to 83%. These findings demonstrate that the application of environmental accounting can enhance awareness, participation, and social responsibility in community-based waste management. Keywords:Keyword. Literacy. Environmental Accounting. Waste Management PENDAHULUAN Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk di Kota Cimahi, semakin menjadi perhatian serius seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup masyarakat. Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah mencapai lebih dari 400 ton per hari, dengan dominasi sampah organik dan anorganik yang belum dikelola secara optimal. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. 60 | Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Salah satu akar permasalahan utama dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat adalah rendahnya literasi lingkungan, termasuk kesadaran akan pentingnya pengurangan, pemilahan, dan pencatatan aktivitas pengelolaan Literasi lingkungan yang rendah membuat masyarakat cenderung memperlakukan sampah sebagai persoalan yang hanya perlu diselesaikan oleh pemerintah, tanpa melihat peran aktif mereka sendiri dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan (Nugraheni, 2. Pada kelurahan melong dan cimahi tingkat produksi sampah rumah tangga yang tinggi tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai, baik dari segi teknis, sosial, maupun ekonomis. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan literasi pengelolaan sampah melalui pendekatan akuntansi lingkungan kepada masyarakat di Kelurahan Melong dan Cimahi. Diharapkan dengan peningkatan literasi ini, masyarakat dapat lebih aktif, sadar, dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutans Dalam konteks ini, pendekatan berbasis akuntansi lingkungan menjadi solusi inovatif yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Akuntansi lingkungan tidak hanya berfungsi untuk mencatat dan melaporkan aktivitas ekonomi yang berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi alat untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk sampah. Menurut Hansen dan Mowen . , akuntansi lingkungan merupakan "suatu sistem yang mengidentifikasi, mengukur, dan mengomunikasikan biaya lingkungan yang terkait dengan aktivitas bisnis dan operasional untuk mendukung pengambilan keputusan internal dan eksternal. Penerapan konsep akuntansi lingkungan dalam pengelolaan sampah skala komunitas dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dengan pencatatan dan analisis sederhana berbasis data, masyarakat dapat lebih memahami dampak dari aktivitas sehari-hari terhadap lingkungan, serta termotivasi untuk melakukan tindakan-tindakan preventif, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, daur ulang, dan komposting. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawati . , yang menunjukkan bahwa integrasi akuntansi lingkungan dalam program pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab ekologis. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah menjadi salah satu pendekatan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ningsih et . menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Maskuning Kulon dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta menghasilkan manfaat ekonomi dari sampah. Pendekatan serupa juga dikemukakan oleh Fathihani dan Abdullah . yang melalui program pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Duren, memberdayakan ibu rumah tangga untuk mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, memperkuat literasi lingkungan di tingkat lokal. Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi | 61 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Di sisi lain. Suciati . dalam studinya di Panti Asuhan Istana Yatim AlJufri menegaskan pentingnya prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak. Integrasi aspek pengelolaan sampah dengan konsep keuangan juga diangkat oleh Alfiqroam et al. , yang melalui pendampingan edukasi bank sampah, tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang pemilahan sampah tetapi juga memperkenalkan konsep akuntansi sederhana dalam pengelolaan sampah komunitas. Selanjutnya. Swastika et al. menggarisbawahi pentingnya program bank sampah sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Studi ini memperlihatkan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai media pengumpulan sampah, tetapi juga sebagai instrumen edukatif untuk meningkatkan kesadaran finansial dan akuntansi lingkungan di tengah masyarakat. Berbagai studi ini memperkuat urgensi perlunya integrasi literasi pengelolaan sampah dengan prinsip-prinsip akuntansi lingkungan dalam program-program pengabdian masyarakat, termasuk di Kota Cimahi. Kota Cimahi, sebagai kota yang memiliki visi "Cimahi Kota Cerdas Berbasis Teknologi. Inovasi, dan Budaya," sangat potensial untuk menjadi pionir dalam penerapan literasi pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan. Dengan kondisi masyarakat yang heterogen dan karakteristik wilayah urban, penguatan kapasitas literasi ini dapat berkontribusi pada terciptanya budaya lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. , khususnya tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjuta. dan tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Oleh karena itu, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengma. ini, akan dilakukan serangkaian kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat di Kota Cimahi untuk meningkatkan literasi pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat membangun kesadaran baru dan membentuk pola perilaku masyarakat yang lebih peduli, terstruktur, dan terukur dalam mengelola sampah. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, dengan melibatkan langsung warga Kelurahan Melong dan Kelurahan Cimahi sebagai peserta. Tahap awal dilakukan identifikasi permasalahan melalui observasi lingkungan serta diskusi awal dengan aparat kelurahan untuk memahami kondisi pengelolaan sampah yang sudah berjalan. Selanjutnya, dilakukan penyusunan instrumen kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat literasi awal masyarakat terkait pengelolaan sampah dan akuntansi lingkungan. 62 | Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan metode edukasi, berupa penyuluhan dan pelatihan interaktif. Kegiatan ini meliputi pemberian materi tentang pemilahan sampah, pengelolaan berbasis bank sampah, serta pengenalan konsep akuntansi lingkungan. Peserta juga diajak melakukan simulasi pencatatan sederhana terkait nilai ekonomi sampah yang dikumpulkan, sehingga mereka dapat memahami pentingnya pencatatan dan transparansi dalam pengelolaan Tahap akhir adalah evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan post-test berbasis kuesioner yang sama dengan pre-test, untuk melihat peningkatan pemahaman peserta. Selain itu, diadakan diskusi reflektif untuk menampung pengalaman dan pendapat peserta mengenai keberlanjutan program. Dengan metode ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pencatatan sederhana berbasis akuntansi lingkungan secara mandiri di lingkungan masing-masing. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yakni di Kelurahan Melong dan di Kelurahan Cimahi, dengan total peserta sekitar 63 orang. Peserta terdiri dari lurah, pengurus RT dan RW, hingga pengurus bank sampah. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait pengelolaan sampah dan akuntansi lingkungan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum terbiasa melakukan pencatatan nilai ekonomis sampah, meskipun mereka telah mengetahui cara pemilahan sampah. Setelah itu, dilakukan sesi sosialisasi dan edukasi dengan metode ceramah interaktif. Materi yang diberikan meliputi jenis sampah organik dan anorganik, manfaat bank sampah, serta pengenalan akuntansi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sampah dapat bernilai ekonomis apabila dipilah dan dicatat dengan baik, misalnya plastik dan kertas yang bisa dijual kembali. Dalam sesi workshop, peserta berlatih menggunakan form pencatatan volume sampah dan menghitung nilai ekonomisnya, sehingga mereka dapat menerapkan langsung akuntansi lingkungan di rumah tangga. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok (FGD) untuk menggali tantangan dan solusi dalam pengelolaan sampah di tingkat RT/RW. Peserta berbagi pengalaman mengenai kesulitan yang dihadapi, seperti kurangnya sarana pemilahan dan minimnya dukungan masyarakat, serta menyusun ide untuk memperkuat bank sampah lokal. Post-test kemudian dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, yang hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan pre-test, baik dalam aspek pengelolaan maupun akuntansi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan beberapa capaian penting, di antaranya peningkatan literasi masyarakat dalam pengelolaan Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi | 63 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat sampah, tersedianya form pencatatan sederhana berbasis akuntansi lingkungan, serta munculnya komitmen untuk memperkuat bank sampah di kedua Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dalam mencatat, menilai, dan memanfaatkan sampah secara ekonomis dan ramah lingkungan. Selain memberikan pemahaman teoritis, kegiatan ini juga menekankan aspek praktis melalui simulasi pencatatan berbasis akuntansi lingkungan. Peserta dilatih mencatat volume sampah yang dihasilkan tiap rumah tangga, mengklasifikasikan jenis sampah, serta menghitung nilai jualnya. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat menyadari bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi memiliki potensi ekonomi yang dapat menambah pendapatan keluarga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Penerapan akuntansi lingkungan dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas pencatatan, melainkan juga sebagai sarana untuk menilai dampak sosial dan lingkungan dari pengelolaan sampah. Misalnya, berkurangnya sampah yang dibuang ke TPA dapat dihitung sebagai penghematan biaya transportasi sampah oleh pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat hubungan langsung antara tindakan kecil di rumah tangga dengan manfaat ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan dalam skala yang lebih luas. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini turut melibatkan perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat sebagai bentuk dukungan Hal ini penting agar hasil pelatihan tidak berhenti pada level individu, melainkan bisa diimplementasikan secara kolektif melalui program kerja RT dan RW. Adanya sinergi dengan pemerintah lokal juga membuka peluang untuk mengembangkan bank sampah yang lebih terstruktur, dengan pencatatan keuangan sederhana yang dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan dapat diterima dengan baik oleh warga Melong dan Cimahi. Tingkat partisipasi yang tinggi, peningkatan hasil post-test, serta antusiasme peserta dalam diskusi menandakan bahwa pendekatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa dapat direplikasi di kelurahan lain sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat. Hasil Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan 63 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pengelolaan sampah dengan pendekatan akuntansi lingkungan. Untuk mengukur efektivitas program, dilakukan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. Pre-test bertujuan mengetahui tingkat pemahaman awal masyarakat, sementara posttest digunakan untuk mengukur sejauh mana peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta setelah mendapatkan pelatihan. 64 | Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Tabel 1. Pretest dan Post Test Peserta Indikator Literasi Skor Rata Ae Skor Rata Ae Rata Pre Rata Post Test Test Pengetahuan sampah . rganik, anorganik. Pemahaman manfaat pemilahan 60 Kemampuan mencatat volume 52 sampah yang dihasilkan rumah Pemahaman sampah daur ulang Pengetahuan dasar akuntansi 50 lingkungan . encatatan sederhana berbasis sampa. Keterampilan membuat laporan 48 sederhana pengelolaan sampah rumah tangga/kelompok Kesadaran akan dampak sosial dan 62 sampah yang terukur Sumber: Data diolah 2025 Peningkatan Gambar 1. Peserta Kegiatan Berdasarkan hasil tabulasi, skor rata-rata pre-test berada pada angka 55,0, yang menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta masih tergolong Sebagian besar peserta hanya memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis sampah . rganik dan anorgani. , namun belum terbiasa dengan konsep akuntansi lingkungan, terutama terkait pencatatan nilai ekonomis sampah dan pelaporan sederhana. Hal ini terlihat dari indikator keterampilan membuat laporan pengelolaan sampah rumah tangga yang hanya memperoleh skor rata-rata 48. Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi | 65 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Setelah kegiatan edukasi, workshop, dan simulasi, hasil post-test meningkat signifikan menjadi 83,7. Hampir seluruh indikator literasi mengalami kenaikan lebih dari 25 poin. Indikator dengan peningkatan tertinggi adalah kemampuan mencatat volume sampah serta pemahaman dasar akuntansi lingkungan, yang masing-masing meningkat sekitar 30 poin. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan praktis berupa latihan pencatatan dan simulasi laporan sederhana sangat efektif dalam membantu masyarakat memahami penerapan akuntansi lingkungan di kehidupan sehari-hari. Selain itu, indikator kesadaran sosial dan lingkungan juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, dari skor 62 pada pre-test menjadi 90 pada posttest. Artinya, setelah mendapatkan pengetahuan baru, masyarakat tidak hanya memahami aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga lebih menyadari dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan jika sampah tidak dikelola dengan baik. Hal ini penting karena kesadaran menjadi modal utama dalam mengubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Dari sisi analisis, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan literasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan. Peningkatan rata-rata sebesar 28,7 poin . ekitar 52%) membuktikan bahwa pendekatan yang digunakan cukup tepat. Tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, kegiatan juga menekankan aspek praktis melalui form pencatatan sederhana, latihan perhitungan nilai ekonomis sampah, serta diskusi kelompok mengenai implementasi bank sampah di tingkat RT dan RW. Lebih jauh lagi, hasil ini menunjukkan bahwa konsep akuntansi lingkungan dapat dijadikan salah satu instrumen edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya pencatatan yang terukur, masyarakat lebih mudah memahami hubungan antara jumlah sampah yang dihasilkan, potensi ekonomi yang dapat diperoleh dari sampah daur ulang, serta dampak pengurangan beban TPA (Tempat Pembuangan Akhi. Akuntansi lingkungan di sini berfungsi tidak hanya sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai media edukasi dan pengambil keputusan. Dengan meningkatnya literasi, diharapkan masyarakat di Kelurahan Melong dan Cimahi dapat lebih aktif dalam menerapkan pola hidup Misalnya, setiap rumah tangga dapat mencatat jumlah sampah yang dihasilkan, memilah sampah untuk keperluan bank sampah, dan mengelola laporan sederhana untuk kelompok masyarakat. Pencatatan ini juga dapat menjadi dasar bagi perangkat kelurahan dalam merancang program lingkungan yang lebih efektif dan terukur. 66 | Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Gambar 2. Peserta Mengisi Kuesioner dan Paparan Materi Secara keseluruhan, hasil tabulasi pre-test dan post-test menunjukkan bahwa program pengabdian ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran masyarakat. Dengan adanya peningkatan literasi, masyarakat tidak hanya mampu mengelola sampah dengan baik, tetapi juga dapat mengintegrasikan konsep akuntansi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Jika diterapkan secara berkelanjutan, hasil ini dapat menjadi awal yang baik untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan bernilai ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis akuntansi lingkungan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi pengelolaan sampah berbasis akuntansi lingkungan secara signifikan. Hal tersebut terlihat dari kenaikan rata-rata skor peserta, yakni dari 55,0 pada saat pre-test menjadi 83,7 pada post-test atau naik sekitar 52%. Peningkatan terbesar tercatat pada indikator kemampuan mencatat volume sampah serta pemahaman dasar akuntansi lingkungan, yang masing-masing mengalami lonjakan sekitar 30 Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan praktis berupa simulasi pencatatan dan pelaporan sangat efektif dalam membantu masyarakat memahami konsep tersebut. Selain aspek teknis, kesadaran masyarakat terhadap dampak sosial dan lingkungan juga meningkat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa edukasi tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan. Akuntansi lingkungan terbukti dapat dijadikan instrumen edukasi yang mampu mendorong masyarakat memahami keterkaitan antara sampah, ekonomi, dan keberlanjutan. Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis Akuntansi Lingkungan Pada Kelurahan Ae Kelurahan di Kota Cimahi | 67 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kelurahan Melong dan Cimahi. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam pengelolaan sampah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA