JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 10/C/C3/DT. 00/2025 Volume 13. N0,1. Halaman 90Ae 100 https://doi. org/ 10. 35891/heritage. Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali I Kadek Pranajaya. Dion Eko Prihandono. Vita Wulansari. Ngurah Gede Dwi Mahadipta Institut Desain dan Bisnis Bali. Denpasar. Indonesia1,2,3,4 *Corresponding Author Email: pranajaya@idbbali. Article History. Submitted: 11 Januari 2025 Accepted: 23 Juni 2025 Published: 29 Juni 2025 Kata-kata Kunci: pendidikan multikultural. Modul Nusantara, karakter mahasiswa. Bali. Keywords: multicultural education. Modul Nusantara, student character. Balinese culture, intercultural communication. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Keberagaman budaya Indonesia merupakan modal sosial yang penting untuk memperkuat karakter generasi muda yang inklusif, toleran, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Teori multikulturalisme dan interaksi simbolik digunakan sebagai kerangka utama, didukung oleh teori kognitif sosial, akulturasi komunikasi, dan kompetensi komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara yang terdiri dari aktivitas kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Bali, khususnya filosofi Tri Hita Karana. Mahasiswa tidak hanya mengenal budaya secara konseptual, tetapi juga mengalami proses internalisasi nilai melalui interaksi langsung dan pengalaman kolektif. ABSTRACT Indonesia's cultural diversity is an important social asset for strengthening the character of young people to be inclusive, tolerant, and nationalistic. This study aims to evaluate the implementation of the Nusantara Module in the Merdeka Student Exchange Program (PMM) 4 at the Bali Institute of Design and Business (IDB Bal. This study employs an exploratory qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Multiculturalism theory and symbolic interactionism serve as the primary framework, supported by social cognitive theory, communication acculturation, and intercultural communication competence. The research findings indicate that the Nusantara Module activities, which include diversity, inspiration, reflection, and social contribution components, successfully introduced Balinese local cultural values, particularly the Tri Hita Karana philosophy. Students not only gained conceptual knowledge of the culture but also experienced the internalization of values through direct interaction and collective experiences. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . (Kemendikbudristek Republik Indonesia, 2. PENDAHULUAN Isu lunturnya identitas budaya lokal di tengah Dalam program ini, mahasiswa didorong untuk derasnya arus globalisasi menjadi perhatian serius belajar lintas daerah dan berinteraksi langsung dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. dengan budaya lokal yang berbeda dari daerah asal Generasi muda kini lebih akrab dengan budaya global dibandingkan warisan budayanya sendiri. Modul Nusantara menjadi elemen inti dalam yang berdampak pada melemahnya pemahaman program PMM, yang dirancang untuk mengenalkan terhadap nilai-nilai kearifan lokal (Khoirina, 2. mahasiswa pada nilai-nilai kebudayaan lokal melalui Transformasi ini turut memengaruhi orientasi nilai pendekatan imersif dan reflektif mahasiswa, termasuk dalam hal karakter, identitas Modul ini menghadirkan pengalaman belajar kebangsaan, dan kepedulian terhadap keragaman yang membentuk ruang komunikasi antarkultural budaya Indonesia. sebagai sarana pertukaran nilai, empati, dan (Sitorus et al. Globalisasi membawa pengaruh besar dalam penghargaan terhadap keragaman. Namun demikian, menyebarkan budaya asing melalui teknologi dan kajian akademik yang mengkaji efektivitas Modul Masuknya budaya global yang masif sering Nusantara dalam kerangka komunikasi multikultural masih sangat terbatas. Padahal, pendekatan ini terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda. Situasi ini memerlukan pendekatan sistematis untuk mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal sekaligus Beberapa memperkuat identitas nasional. Kondisi tersebut menuntut pendidikan tinggi penerapan pendidikan multikultural berbasis budaya untuk tidak hanya berperan sebagai institusi lokal dalam penguatan karakter generasi muda penghasil tenaga kerja, tetapi juga sebagai ruang (Herlina et al. , 2. Pendidikan multikultural pelestarian budaya melalui pendekatan pembelajaran menjadi salah satu strategi yang efektif untuk yang kontekstual dan transformatif. Kajian terbaru memupuk kesadaran keberagaman, memperkuat menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai lokal dalam toleransi, dan membangun solidaritas sosial dalam pendidikan mampu memperkuat kesadaran identitas masyarakat yang plural (Siregar, 2. budaya serta membentuk karakter mahasiswa yang Modul Nusantara dapat diposisikan sebagai bentuk rekayasa sosial dalam pendidikan yang inklusif dan adaptif (Iswatiningsih, 2. Sebagai salah satu strategi menjawab tantangan mengintegrasikan interaksi antarbudaya dengan tersebut. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi Program Melalui Republik Indonesia kunjungan kebinekaan, dialog inspiratif, refleksi Pertukaran Mahasiswa nilai, dan kontribusi sosial, mahasiswa tidak hanya Merdeka (PMM) di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Studi Maulani et al. , . serta mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Ridwan et al. , . menekankan pentingnya Modul Nusantara dalam mengenalkan keragaman penguatan karakter melalui praktik pembelajaran budaya Bali di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Institut Desain dan Bisnis Bali partisipasi aktif mahasiswa dalam masyarakat. (IDB Bal. Pendekatan Penelitian ini dilakukan di Institut Desain dan memungkinkan peneliti menggali secara mendalam Bisnis Bali (IDB Bal. yang berada di wilayah pengalaman subjektif para peserta dan pemangku dengan kekayaan budaya lokal yang kuat. Dalam kepentingan, serta memahami proses sosial dan implementasinya. Modul Nusantara di IDB Bali kultural yang terjadi dalam interaksi mereka selama menggunakan filosofi Tri Hita Karana sebagai kegiatan (John W. Creswell, 2. Fokus penelitian fondasi nilai dalam mengenalkan budaya Bali kepada mahasiswa. Filosofi ini mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, dan terhadap pembentukan karakter mahasiswa dan menjadi sarana pembelajaran karakter berbasis kesadaran mereka terhadap keberagaman budaya. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran melalui berbagai kegiatan berbasis mengikuti rangkaian kegiatan Modul Nusantara di Penelitian IDB Bali. Key informan dipilih secara purposif, terdiri dari tiga kategori utama yaitu mahasiswa peserta PMM, dosen pengampu Modul Nusantara, menganalisis bagaimana komunikasi multikultural dalam Modul Nusantara berkontribusi terhadap Selain itu, pihak koordinator program penguatan karakter mahasiswa melalui pengenalan dan fasilitator kegiatan turut dijadikan informan budaya Bali. Novelty dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep komunikasi multikultural dalam evaluasi Modul Nusantara, sedangkan state of the mempertimbangkan keterlibatan aktif mereka dalam art berada pada pengembangan model pendidikan keseluruhan kegiatan program serta kemampuan berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap konteks pluralistik Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan (Matthew B. Miles, 2. menjadi kontribusi penting dalam pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Liaison Pemilihan Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama yaitu wawancara mendalam semi-terstruktur. Wawancara (LO) observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. METODE PENELITIAN Penelitian Officer mengeksplorasi persepsi, pengalaman, tantangan, dan makna yang dirasakan peserta terhadap kegiatan ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Modul Nusantara. Observasi dilaksanakan secara langsung selama kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Keberagaman budaya Indonesia berlangsung, seperti kunjungan ke situs budaya, realitas sosial yang tidak hanya menjadi kekayaan pelatihan seni tradisional, diskusi reflektif, serta bangsa, tetapi juga tantangan dalam membangun kontribusi sosial di masyarakat. Observasi ini masyarakat yang inklusif. Program Pertukaran dilakukan untuk mencatat perilaku, pola interaksi. Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di IDB Bali serta bentuk keterlibatan mahasiswa secara nyata memfasilitasi proses pembelajaran budaya secara dalam konteks budaya Bali. Analisis dokumentasi mencakup penelaahan logbook kegiatan, laporan mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan budaya dalam berbagai bentuk kegiatan. Dengan melibatkan 107 mahasiswa dari 65 perguruan tinggi yang Modul Nusantara, terbagi dalam empat kelompok, program ini berhasil Instrumen penelitian yang digunakan mencakup: memosisikan Modul Nusantara sebagai media . panduan wawancara semi-terstruktur, . lembar observasi aktivitas partisipatif, dan . format Kegiatan-kegiatan seperti kunjungan ke Monumen analisis dokumen. Data yang terkumpul dianalisis Perjuangan Rakyat Bali. Museum Bali. Pura secara tematik, dimulai dari tahap pengorganisasian Jagatnatha. Desa Penglipuran, dan Puri Saren Ubud pada gambar 1,2,3, 4, dan 5 menjadi bagian dari subkategori, hingga penarikan kesimpulan yang proses pengenalan budaya dan interaksi antar mencerminkan tema utama, yaitu: pengenalan mahasiswa lintas suku dan agama. multikultural, serta tantangan implementasi program (Braun & Clarke, 2. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini menerapkan triangulasi sumber dan metode, yaitu dengan membandingkan temuan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, dilakukan member checking dengan informan kunci serta diskusi dengan tim penyelenggara Modul Nusantara untuk memastikan akurasi interpretasi data (Abd. Hadi, 2. Prosedur ini mendukung Gambar 1. Kunjungan ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sand. (Sumber: Dokumentasi Penuli. integritas data dan memperkuat kredibilitas temuan ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Penerapan teori Multikulturalisme menjadi dasar konseptual utama dalam menganalisis pengalaman mahasiswa selama mengikuti Modul Nusantara. Multikulturalisme, menurut Musa AsyAarie dalam Lundeto menerima perbedaan sebagai bagian dari kodrat Gambar 2. Kunjungan ke Museum Bali Sumber: Dokumentasi Penulis Hal menghormati keragaman budaya melalui aktivitas Gambar 3. Kunjungan ke Pura Jagatnatha (Sumber: Dokumentasi Penuli. Gambar 6. Kunjungan ke Gereja Paroki Santo Yosep. Denpasar (Sumber: Dokumentasi Penuli. Gambar 4. Kunjungan ke Desa Wisata Penegelipuran Bangli. (Sumber: Dokumentasi Penuli. Gambar 7. Kunjungan ke Konco Grya Dwipayana (Sumber: Dokumentasi Penuli. Kunjungan ke tempat-tempat ibadah lintas Gambar 5. Kunjungan ke Puri Saren Ubud. Gianyar (Sumber: Dokumentasi Penuli. agama, seperti Gereja Paroki Santo Yosep dan Konco Grya Dwipayana,seperti yang terlihat pada gambar 6 dan 7 di atas, memperkuat kesadaran atas nilai toleransi antarumat beragama. Sebagaimana ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . dikemukakan oleh (James A . Banks, 2. , pendidikan multikultural yang efektif tidak sekadar memperkenalkan keragaman, tetapi juga harus mendorong kesetaraan dan penghargaan terhadap semua identitas budaya. Sementara itu, teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead menjadi kerangka pendukung dibentuk melalui proses interaksi sosial. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan, seperti pelatihan seni, praktik adat, serta refleksi nilai menunjukkan bagaimana simbol budaya Bali dimaknai secara personal. Misalnya, saat mahasiswa terlibat dalam pembuatan karya seni dari tanah liat di Pintu Saren Art Space Gambar 9. Kunjungan ke Omah Blumbungan Sibang Kaja (Sumber: Dokumentasi Penuli. dan kegiatan budaya di Omah Blumbungan pada gambar 8 dan 9, mereka tidak hanya belajar tentang kerajinan, tetapi juga menyerap nilai filosofis yang Mead dalam Umar Suryadi Bakry . interaksi simbolik yang berulang, yang dalam konteks ini terjadi antara mahasiswa dan lingkungan budaya baru yang mereka hadapi. pengelolaan keuangan, kewirausahaan, dan investasi terkandung dalam bentuk dan prosesnya. Kegiatan Selain meningkatkan literasi ekonomi, aktivitas ini membentuk kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa Perspektif teori Kognitif Sosial dari Bandura menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui pengamatan, imitasi, dan modeling. Mahasiswa melihat langsung bagaimana narasumber dan tokoh lokal menjadi role model, lalu menyesuaikan perilaku dan sikap mereka berdasarkan pengalaman Hal ini meningkatkan self-efficacy dan kesadaran sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitarnya (Yanuardianto, 2. Gambar 10, 11, 12, dan 13, menunjukkan kegiatan refleksi seperti yang dilakukan di Pantai Gambar 8. Kunjungan ke Pintu Saren Art Space Sibang Kaja. (Sumber: Dokumentasi Penuli. Jerman. Museum The Sukarno Center. Tirta Gangga, dan Kintamani memberikan ruang bagi ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . mahasiswa untuk merenungkan makna keberagaman yang mereka alami. Gambar 13. Kunjungan ke Kintamani Bangli (Sumber: Dokumentasi Penuli. Gambar 10. Kunjungan ke Pantai Jerman (Sumber: Dokumentasi Penuli. Refleksi kolektif dan individual ini menciptakan penguatan nilai nasionalisme dan toleransi. sinilah teori Akulturasi Komunikasi Ward. Bochner. Furnham menjelaskan bagaimana mahasiswa dari berbagai latar belakang menyesuaikan diri dengan budaya Bali. Adaptasi ini tidak hanya melibatkan aspek penerimaan terhadap simbol, norma, dan nilai lokal. Gambar 11. Kunjungan ke Museum The Soekarno Center. Tampak Siring (Sumber: Dokumentasi Penuli. Interaksi ini memperkaya identitas mahasiswa dan berkomunikasi antarbudaya secara efektif (Ward. Bochner. , & Furnham, 2. Kompetensi menjadi keterampilan penting yang diasah selama Mengacu (Deardorff, keterbukaan, empati, dan keterampilan komunikasi lintas budaya. Mahasiswa PMM 4 menunjukkan Gambar 12. Kunjungan ke Tirta Gangga. Karangasem (Sumber: Dokumentasi Penuli. Kegiatan tersebut menciptakan ruang interaksi yang memungkinkan mahasiswa memahami perbedaan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai potensi untuk memperkuat solidaritas. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Modul Nusantara secara nyata mengintegrasikan nilai-nilai Sagilik Saguluk . ebersamaan dalam perbedaa. dan Tat Twam Asi yang menekankan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam mencegah konflik horizontal dan membangun tatanan sosial yang harmonis. ku adalah kam. , yang memperkaya pembentukan Secara keseluruhan, kegiatan Modul Nusantara karakter mahasiswa. Nilai-nilai ini memperkuat merepresentasikan praktik pendidikan multikultural orientasi sosial mahasiswa dalam hal tanggung berbasis pengalaman. Melalui interaksi langsung jawab, gotong royong, dan empati. Sebagaimana dengan budaya lokal, mahasiswa tidak hanya dikemukakan oleh Purni . , pendidikan berbasis nilai lokal memiliki potensi besar dalam mengembangkan identitas diri yang lebih inklusif memperkuat identitas nasional sekaligus menjaga dan nasionalis. Temuan ini memperkuat argumentasi Program PMM 4 juga menekankan bahwa pendidikan berbasis budaya dapat menjadi model strategis dalam membentuk generasi muda kunjungan ke situs bersejarah seperti The Sukarno yang toleran, berdaya saing, dan berwawasan Center dan Museum Bali, yang memperdalam nasionalisme (Mindasari & Sarwadi, 2. Selain sosial, akulturasi komunikasi, dan kompetensi Modul Nusantara pembelajaran interkultural yang holistik dan relevan dalam menjawab tantangan global. SIMPULAN Program Gambar 14. Kegiatan Malam Keakraban (Sumber: Dokumentasi Penuli. Gambar 14 menunjukkan kegiatan Malam Keakraban dengan tema AuHarmony in MotionAy di Dasong Camping Ground bukan hanya perayaan penyatuan mahasiswa lintas latar budaya. Interaksi yang terjadi dalam kegiatan tersebut mengafirmasi pentingnya empati, solidaritas, dan kerja sama dalam membangun masyarakat plural. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sarumaha et al. Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 melalui Modul Nusantara di IDB Bali multikultural yang efektif dan relevan. Program ini memperkenalkan mahasiswa pada nilai-nilai budaya Bali yang kaya, seperti filosofi Tri Hita Karana, melalui kegiatan berbasis pengalaman langsung, termasuk pelatihan seni, kunjungan budaya, dan Dengan mengintegrasikan teori Multikulturalisme. Interaksi Simbolik, dan Kognitif Sosial, mahasiswa tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tentang ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . keberagaman karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Keberhasilan program ini mencerminkan pentingnya menghadapi tantangan global sekaligus melestarikan budaya lokal. Sebagai saran, keberlanjutan program seperti Modul Nusantara perlu diperkuat dengan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran, dan penguatan jejaring kolaborasi antar-institusi. Selain itu, evaluasi rutin terhadap dampak program perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan multikultural tercapai secara maksimal. Institusi lain dapat menjadikan program ini sebagai model untuk mengintegrasikan pendidikan multikultural berbasis budaya lokal ke dalam kurikulum mereka. DAFTAR PUSTAKA