JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 626-638 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGEMBANGAN E-MODUL ETNOPEDAGOGI BERBASIS NILAI DALIHAN NA TOLU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KRITIS DAN TANGGUNG JAWAB MAHASISWA Martua Siregar1. Fitri Romaito2. Yulia Rizki Ramadhani3 1,2,3 Universitas Graha Nusantara. Indonesia Email: martuasrg02@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: E-Module Ethnopedagogy Dalihan Na Tolu Critical Literacy Student Responsibility ABSTRAK Objective: This study aims to develop and examine the effectiveness of an ethnopedagogical e-module based on Dalihan Na Tolu values in enhancing studentsAo critical literacy and responsibility in higher education. The integration of local wisdom into digital learning is expected to improve learning relevance and strengthen character development. Methods: This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, including analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The subjects were ten students of the Public Administration Study Program at Universitas Graha Nusantara selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, documentation, and pre-test and post-test. Results: Expert validation indicated that the e-module was valid with an average feasibility score of 85%. The results showed an increase in studentsAo critical literacy from 54. re-tes. ost-tes. , while responsibility improved from 2. 7 to 4. The paired sample t-test revealed that the improvement was statistically significant . < 0. Novelty: This study contributes an innovative ethnopedagogical e-module integrating Dalihan Na Tolu values with digital learning to foster critical literacy and student responsibility. ABSTRAK Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas e-modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu dalam meningkatkan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa di perguruan tinggi. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran digital diharapkan dapat meningkatkan relevansi pembelajaran serta memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah sepuluh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Graha Nusantara yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes pre-test dan post-test. Hasil: Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori valid dengan tingkat kelayakan rata-rata 85%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi kritis dari 54,3 menjadi 73,0, serta tanggung jawab dari 2,7 menjadi 4,2. Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan . < 0,. Kebaruan: Penelitian ini menghasilkan inovasi e-modul etnopedagogi berbasis Dalihan Na Tolu yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi pembelajaran digital. Kata kunci: e-Modul. Dalihan Na Tolu. literasi kritis. tanggung jawab Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa PENDAHULUAN Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mendorong munculnya berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan media pembelajaran digital seperti elearning. Learning Management System (LMS), dan e-modul menjadi semakin penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di perguruan tinggi (Kusuma & Muharom, 2. Integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu penyampaian materi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Chisunum & Nwadiokwu, 2024. Kambau, 2024. Mulawarman, 2024. Sari et al. , 2. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tidak disertai pendekatan pedagogis yang tepat cenderung hanya berorientasi pada aspek teknis, sehingga belum mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara optimal (Chisunum & Nwadiokwu, 2024. Kambau, 2024. Kusuma & Muharom, 2025. Mulawarman. Di sisi lain, implementasi pembelajaran digital di perguruan tinggi masih menunjukkan kecenderungan mengabaikan integrasi nilai-nilai budaya dan karakter (Jusman & Usman, 2025. Nashrullah et al. , 2025. Sulistyowati & Asriati, 2024. Wahyuni et al. Padahal, dalam konteks pendidikan Indonesia, kearifan lokal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa serta meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Ketidakhadiran nilai budaya dalam pembelajaran digital menyebabkan proses belajar menjadi kurang kontekstual dan kurang bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi antara teknologi pembelajaran dengan nilai-nilai budaya lokal menjadi urgensi dalam pengembangan model pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter (Alwasilah et , 2020. Nugraha et al. , 2. Urgensi penelitian ini semakin diperkuat oleh temuan empiris yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi kritis mahasiswa di perguruan tinggi masih tergolong rendah, terutama pada aspek analisis dan evaluasi informasi (Widodo & Nursaptini, 2020. Wilson. Selain itu, rendahnya literasi kritis juga berkorelasi dengan rendahnya tanggung jawab akademik mahasiswa dalam pembelajaran, khususnya dalam lingkungan pembelajaran digital yang menuntut kemandirian belajar (Darpiyah & Sulastri, 2023. Delta et al. , 2022. Kusumantoro et al. , 2022. Mardasari et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penggunaan teknologi pembelajaran dengan pencapaian tujuan pendidikan yang mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis dan karakter mahasiswa (Hitchcock, 2017. Luke, 2. Dengan demikian, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan bermakna (Widodo & Nursaptini, 2020. Wilson, 2. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran melalui etnopedagogi. Etnopedagogi merupakan pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber belajar untuk membangun pengetahuan sekaligus karakter peserta didik. Dalam konteks ini, filosofi Dalihan Na Tolu yang berasal dari budaya Batak Angkola memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam pembelajaran. Filosofi ini menekankan keseimbangan hubungan sosial melalui prinsip Somba Marhula-hula. Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru, yang mencerminkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta etika dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut relevan untuk mendukung pengembangan karakter mahasiswa di era digital (Pulungan, 2018. Siregar et al. , 2. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji pemanfaatan nilai kearifan lokal dalam pendidikan, serta efektivitas penggunaan e-modul dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi mahasiswa (Darpiyah & Sulastri, 2023. Delta et al. , 2022. Kusumantoro et al. Mardasari et al. , 2. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih memisahkan antara penggunaan teknologi pembelajaran dengan integrasi nilai budaya lokal secara komprehensif. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kedua aspek tersebut masih terbatas, sehingga belum memberikan solusi yang utuh terhadap permasalahan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa (Alwasilah et al. , 2020. Situngkir & Situngkir, 2. Berdasarkan kajian tersebut, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. dalam pengembangan media pembelajaran digital yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya lokal untuk memperkuat karakter Hingga saat ini, penelitian yang secara khusus mengembangkan e-modul berbasis etnopedagogi dengan integrasi nilai Dalihan Na Tolu untuk meningkatkan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan e-modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu yang diintegrasikan dengan teknologi pembelajaran digital sebagai inovasi pembelajaran di perguruan tinggi. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas e-modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu dalam meningkatkan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa (Alwasilah et al. , 2020. Siregar et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) (Judijanto et , 2024. Torang Siregar, 2. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. yang dikembangkan oleh Branch dalam Mdodana-Zide . Untuk memperjelas tahapan penelitian, alur pengembangan e-Modul etnopedagogi dalam penelitian ini disajikan pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Alur penelitian menggunakan model ADDIE dalam pengembangan e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu. Tahap pertama adalah analysis, yaitu peneliti melakukan analisis kebutuhan mahasiswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital, kajian literatur mengenai konsep dan nilai-nilai Dalihan Na Tolu, serta diskusi dengan dosen dan mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pembelajaran yang relevan dengan konteks pendidikan tinggi. Hasil analisis ini kemudian menjadi dasar dalam merancang struktur dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa konten e-Modul yang akan dikembangkan. Tahap berikutnya adalah design, yaitu peneliti menyusun desain modul yang meliputi tujuan pembelajaran, peta konsep materi, struktur penyajian materi, aktivitas pembelajaran berbasis studi kasus, serta latihan refleksi dan evaluasi pembelajaran. Desain e-Modul disusun dengan mengintegrasikan tiga nilai utama dalam filosofi Dalihan Na Tolu, yaitu Somba Marhula-hula. Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru. Integrasi nilai-nilai tersebut dimaksudkan untuk memperkuat aspek kepemimpinan, tanggung jawab, serta etika sosial mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tahap selanjutnya adalah development, yaitu tahap pengembangan produk e-Modul berdasarkan desain yang telah disusun sebelumnya. Pada tahap ini e-Modul dikembangkan dalam bentuk flipbook interaktif yang memuat materi pembelajaran, ilustrasi kontekstual, studi kasus, serta aktivitas reflektif yang berkaitan dengan nilai-nilai Dalihan Na Tolu. Produk e-Modul yang telah dikembangkan kemudian melalui proses validasi oleh tiga orang pakar yang memiliki keahlian di bidang etnopedagogi, teknologi pembelajaran, dan manajemen pendidikan. Tingkat validitas e-Modul dihitung menggunakan rumus persentase validitas sebagai berikut: Keterangan: P = persentase validitas OcX = jumlah skor yang diperoleh OcXmax = jumlah skor maksimum Hasil perhitungan persentase validitas yang diperoleh dari penilaian para pakar kemudian diinterpretasikan untuk menentukan tingkat kelayakan e-Modul yang Interpretasi nilai validitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran atau masih memerlukan revisi sebelum diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Penentuan kategori kelayakan modul didasarkan pada rentang persentase tertentu yang menunjukkan tingkat kualitas produk dari sangat tidak layak hingga sangat layak digunakan. Kriteria kelayakan e-Modul dalam penelitian ini disajikan pada Tabel berikut. Tabel 1. Kriteria kelayakan modul Persentase Kategori 81Ae100% Sangat valid 61Ae80% Valid 41Ae60% Cukup <40% Tidak valid 81Ae100% Sangat valid Tahap berikutnya adalah implementation, yaitu dilakukan uji coba terbatas untuk mengetahui keterlaksanaan penggunaan e-Modul dalam kegiatan pembelajaran serta respons mahasiswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba dilakukan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Graha Nusantara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan subjek penelitian berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Subjek uji coba dalam penelitian ini terdiri dari sepuluh mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu. Pada tahap implementasi ini, mahasiswa menggunakan e-Modul sebagai sumber belajar utama dalam memahami materi pembelajaran, melakukan analisis studi kasus, serta menyelesaikan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa aktivitas reflektif yang terdapat dalam modul. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan e-Modul terhadap peningkatan kemampuan mahasiswa, dilakukan pengukuran melalui pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum mahasiswa menggunakan e-Modul untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa, sedangkan post-test diberikan setelah proses pembelajaran menggunakan eModul selesai dilaksanakan. Tahap selanjutnya adalah evaluation, yaitu tahap evaluasi yang bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan e-Modul dalam pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis perbedaan hasil pre-test dan post-test mahasiswa setelah menggunakan eModul etnopedagogi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan . aired sample t-tes. untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah penggunaan e-Modul. Uji statistik ini digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar mahasiswa sebagai indikator efektivitas produk yang Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan . aired sample ttes. dengan rumus: Keterangan: t = nilai uji t DE = rata-rata selisih skor pre-test dan post-test SD = standar deviasi selisih skor n = jumlah sampel Dengan Kriteria pengujian apabila p < 0,05, maka terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini disajikan berdasarkan tahapan pengembangan yang mengacu pada model ADDIE, yaitu tahap analisis . , perancangan . , pengembangan . , implementasi . , dan evaluasi . Setiap tahap menghasilkan temuan yang menunjukkan proses pengembangan serta efektivitas e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu dalam pembelajaran. Hasil Tahap Analisis Kebutuhan Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa terhadap media pembelajaran digital serta potensi integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran. Analisis dilakukan melalui diskusi dengan dosen dan mahasiswa serta kajian literatur terkait pembelajaran berbasis kearifan lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi secara informatif tetapi juga mampu mengaitkan pembelajaran dengan konteks budaya lokal yang relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu, mahasiswa juga menyatakan bahwa pembelajaran digital yang selama ini digunakan masih bersifat konvensional dan kurang memberikan ruang bagi refleksi nilai budaya serta pengembangan literasi kritis. Hasil persepsi mahasiswa terhadap kebutuhan integrasi nilai Dalihan Na Tolu dalam pembelajaran dapat dilihat pada Tabel berikut. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Tabel 2. Persepsi Mahasiswa terhadap Integrasi Nilai Dalihan Na Tolu dalam Pembelajaran Indikator Rata-rata Skor Kategori Relevansi Dalihan Na Tolu dalam pembelajaran 4,42 Sangat relevan Kebutuhan integrasi dalam pembelajaran digital 4,38 Sangat tinggi Potensi penguatan tanggung jawab mahasiswa 4,47 Sangat tinggi Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Dalihan Na Tolu dipandang memiliki relevansi yang tinggi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, terutama dalam konteks penguatan karakter dan tanggung jawab mahasiswa. Hasil Tahap Desain e-Modul Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tahap selanjutnya adalah perancangan e-Modul etnopedagogi yang mengintegrasikan nilai Dalihan Na Tolu dalam pembelajaran. Desain modul mencakup beberapa komponen utama yaitu tujuan pembelajaran, peta konsep materi, penyajian materi utama, studi kasus kontekstual, aktivitas refleksi, serta evaluasi Struktur e-Modul yang dirancang dalam penelitian ini terdiri atas empat topik utama yang saling berkaitan. Topik pertama membahas konsep Dalihan Na Tolu dan kepemimpinan, yang menjelaskan nilai-nilai dasar dalam filosofi Dalihan Na Tolu serta relevansinya dalam membangun kepemimpinan dan etika sosial. Topik kedua mengkaji tanggung jawab dalam konteks akademik, yang menekankan pentingnya sikap tanggung jawab mahasiswa dalam proses pembelajaran, baik secara individu maupun dalam kerja sama kelompok. Topik ketiga membahas literasi kritis dan analisis argumen, yang bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta mengambil keputusan secara rasional dan reflektif. Selanjutnya, topik keempat mengkaji integrasi teknologi dan kearifan lokal, yang menjelaskan bagaimana nilai-nilai Dalihan Na Tolu dapat diintegrasikan dalam pembelajaran digital melalui penggunaan e-Modul sebagai media pembelajaran inovatif. Gambar 2. Tampilan beberapa bagian dari e-Modul Desain modul ini bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran kognitif dengan penguatan nilai budaya sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa tetapi juga mampu merefleksikan nilai tersebut dalam kehidupan akademik. Hasil Validasi Produk e-Modul Produk e-Modul yang telah dirancang kemudian divalidasi oleh tiga orang pakar yang terdiri dari pakar etnopedagogi, pakar teknologi pembelajaran, dan pakar manajemen Validasi dilakukan untuk menilai kelayakan produk dari aspek isi, penyajian, serta aspek teknis media pembelajaran. Hasil validasi modul dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Hasil Validasi e-Modul oleh Pakar Aspek yang Dinilai Skor (%) Kategori Kesesuaian dengan prinsip etnopedagogi Sangat valid Integrasi literasi kritis Valid Kelayakan tampilan dan teknologi Valid Rata-rata Valid Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa e-Modul yang dikembangkan berada pada kategori valid dan layak digunakan dalam pembelajaran dengan beberapa perbaikan minor sesuai dengan saran para ahli. Hasil Implementasi e-Modul Setelah melalui proses validasi, e-Modul kemudian diujicobakan kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Graha Nusantara. Uji coba dilakukan terhadap 10 mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan eModul sebagai sumber belajar utama. Selama proses implementasi, mahasiswa menggunakan e-Modul untuk memahami materi, menganalisis studi kasus, serta melakukan refleksi terhadap nilai Dalihan Na Tolu yang terkandung dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan lebih terlibat dalam diskusi kelas. Efektivitas e-Modul dalam meningkatkan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa dianalisis melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Pre-test dan Post-test Mahasiswa Aspek Pre-test (Mean A SD) Post-test (Mean A SD) t hitung Sig . Literasi kritis 54,3 A 3,68 73,0 A 2,79 39,57 0,000 Tanggung jawab 2,7 A 0,48 4,2 A 0,42 9,00 0,000 Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kedua aspek yang diukur. Nilai rata-rata literasi kritis mahasiswa meningkat sebesar 18,7 poin, sedangkan skor tanggung jawab meningkat sebesar 1,5 poin. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah p < 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu memiliki efektivitas yang baik dalam meningkatkan kemampuan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa. Integrasi nilai budaya dalam pembelajaran digital membuat materi pembelajaran lebih kontekstual sehingga mahasiswa dapat memahami konsep secara lebih mendalam. Selain itu, penggunaan studi kasus dan aktivitas refleksi dalam e-Modul mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis kritis terhadap berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kepemimpinan, tanggung jawab, dan nilai sosial dalam kehidupan akademik. Dengan demikian, e-Modul yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa pembelajaran digital tetapi juga sebagai sarana penguatan karakter mahasiswa melalui integrasi nilai kearifan lokal. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran digital dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta memperkuat keterkaitan antara pengetahuan akademik dan sosial budaya. Pembelajaran yang mengintegrasikan unsur budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai dan pembentukan karakter mahasiswa (Mukhoyyaroh & Yunus, 2024. Rasidi & Istiningsih. Sakti et al. , 2024. Integrasi nilai Dalihan Na Tolu dalam e-Modul menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa. Filosofi Dalihan Na Tolu yang mencakup nilai Somba Marhula-hula. Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru mengandung prinsipprinsip etika sosial yang menekankan keseimbangan hubungan antar individu dalam Masyarakat (Sayfullah, 2025. Siregar et al. , 2. Ketika nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga memahami relevansi nilai budaya dalam kehidupan akademik dan sosial. Temuan ini sejalan dengan konsep etnopedagogi yang menekankan pentingnya memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan(Alwasilah et al. , 2020. Sadri & Temaja, 2025. Sakti et al. , 2024. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan e-Modul mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran. Mahasiswa menunjukkan partisipasi yang lebih aktif dalam diskusi serta lebih tertarik untuk menganalisis studi kasus yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital yang kontekstual dapat meningkatkan motivasi belajar Temuan ini sejalan dengan penelitian Sholikah dan Harsono . yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran digital yang dirancang secara interaktif dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain meningkatkan keterlibatan mahasiswa, penggunaan e-Modul etnopedagogi juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi kritis mahasiswa. Literasi kritis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta merefleksikan berbagai perspektif dalam pengambilan Keputusan (Bishop, 2023. Bobkina & Stefanova, 2016. Efendi et al. , 2. Dalam penelitian ini, aktivitas pembelajaran yang berbasis studi kasus dan refleksi nilai budaya mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis terhadap berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Proses tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara lebih sistematis (Bhuttah et al. , 2. Peningkatan literasi kritis mahasiswa dalam penelitian ini juga dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses refleksi nilai. Ketika mahasiswa dihadapkan pada studi kasus yang berkaitan dengan nilai Dalihan Na Tolu, mereka tidak hanya diminta untuk memahami masalah yang disajikan, tetapi juga diminta untuk mengevaluasi berbagai alternatif solusi berdasarkan nilai-nilai budaya yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya dalam pembelajaran dapat menjadi konteks yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa kaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa (Eslit, 2023. Fitrianto & Farisi, 2. Selain aspek literasi kritis, hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan tanggung jawab mahasiswa dalam proses pembelajaran. Nilai tanggung jawab dalam filosofi Dalihan Na Tolu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam hubungan sosial (Oktovia et al. , 2025. Saidah et al. , 2. Ketika nilai tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran, mahasiswa menjadi lebih sadar akan peran dan tanggung jawab mereka dalam proses belajar. Hal ini terlihat dari meningkatnya kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran serta kesungguhan mereka dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai budaya tidak hanya berpengaruh terhadap aspek kognitif, tetapi juga memiliki dampak terhadap aspek afektif mahasiswa. Dengan demikian, e-Modul etnopedagogi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran digital, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter serta memperkuat identitas budaya peserta didik (Jubaedah et al. , 2025. Septarinjani et al. , 2. Respons positif mahasiswa terhadap penggunaan e-Modul juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan kearifan lokal dapat meningkatkan penerimaan mahasiswa terhadap pembelajaran digital. Mahasiswa tidak memandang nilai budaya sebagai materi tambahan yang terpisah dari pembelajaran, tetapi sebagai bagian yang relevan dengan pengalaman belajar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan etnopedagogi memiliki potensi besar dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna (Faridah et al. , 2024. Mohd Hashim et al. , 2026. Talita & Saputra, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu dapat menjadi inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa. Integrasi teknologi pembelajaran dengan nilai budaya lokal memberikan kontribusi penting dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-Modul etnopedagogi berbasis nilai Dalihan Na Tolu melalui model ADDIE menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan di perguruan tinggi. Integrasi nilai kearifan lokal dalam e-Modul mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan Nilai Somba Marhula-hula. Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru terbukti dapat diinternalisasikan dalam proses pembelajaran sehingga tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga memperkuat karakter mahasiswa, khususnya dalam aspek tanggung jawab dan etika sosial. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi kritis dan tanggung jawab mahasiswa. Mahasiswa menjadi lebih aktif, mampu menganalisis permasalahan secara kritis, serta menunjukkan sikap tanggung jawab yang lebih baik dalam Hal ini menegaskan bahwa integrasi teknologi pembelajaran dengan nilai budaya lokal merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter mahasiswa. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan E-Modul Etnopedagogi Berbasis Nilai Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Literasi Kritis Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Dengan demikian, e-Modul etnopedagogi berbasis Dalihan Na Tolu memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas pada berbagai konteks pendidikan sebagai inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif dan karakter secara seimbang. REFERENSI