JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 Tahun 2023 | 136 Ae 145 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia Ambiro Puji Asmaroini A 1. Marisa TrisofirinA 2. ShohenuddinA 3 Informasi artikel Sejarah Artikel : Diterima Mei 2023 Revisi Juni 2023 Dipublikasikan Juli 2023 Keywords : Nilai nilai Pancasila. Sanggar belajar How to Cite : Asmaroini. Trisofirin. Shohenuddin . Internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif mendeskripsikan dan menginterpretasikan fenomena sosial atau memahami pengalaman dan pandangan subyek alamiah yang diteliti. Subyek penelitian ini adalah tiga pendidik di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia. Metode dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitiannya Malaysia merupakan salah satu tempat bagi para pekerja migran Indonesia, yang kehadirannya menjadikan mereka menetap di Malaysia menikah secara agama sehingga tidak memiliki dokumen yang lengkap yang berpengaruh terhadap Pendidikan anak-anak pekerja migran. Sanggar Belajar Sentul merupakan salah satu tempat anak pekerja migran memperoleh hak Pendidikan termasuk dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Adapun internalisasi nilai-nilai Pancasila meliputi nilai Ketuhanan. Kemanusiaan. Persatuan. Musyawarah dan Keadilan dalam kegiatan pembelajaran, pembiasaan dan keteladanan di SB Sentul Malaysia. ABSTRACT Internalization of Pancasila values in the Sentul Learning Center. Malaysia. This research aim to comprehend the internalization of Pancasila's nilai-nilai in Sanggar Belajar Sentul. Malaysia. Method of analysis using a desk summary to describe and evaluate social phenomena or to understand the results and findings of the study that was conducted. There are three respondents to this questionnaire in Sanggar Bimbingan Sentul. Malaysia. Methods in collecting data through observation, interviews and documentation. As a result of the study's findings. Malaysia is the primary location for Indonesian migrant workers, who are forced to settle there and marry in a religious ceremony since they lack comprehensive documentation about the needs of migrant workers' children. Sanggar Belajar Sentul is the sole location where migrant children are subject to Pendidikan policy, including when analyzing Pancasila's nilai-nilai. he internalization of Pancasila values includes the values of Divinity. Humanity. Unity. Deliberation and Justice in learning activities, habituation and exemplary at SB Sentul Malaysia. Alamat korespondensi: Universitas Muhammadiyah Ponorogo1, 2, prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kabupaten Ponorogo Indonesia Staff KBRI Malaysia. Kuala Lumpur. Malaysia3 E-mail: ambirop@gmail. Copyright A 2023 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN Pancasila adalah dasar negara kita. Sebagai dasar negara. Pancasila tumbuh dari nilai-nilai budaya yang dilestarikan sejak zaman nenek moyang kita. Nilai-nilai ini secara tidak sengaja melekat padanya (Asmaroini, 2. Hingga kini nilai-nilai Pancasila harus tetap dilestarikan diterapkan dalam perbuatan masyarakat Indonesia. Saat ini kita telah melalui pada era society Pesatnya perkembangan teknologi ini secara otomatis mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti kehidupan kerja, industri, pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan lainlain. Perubahan pada periode digital ini salah satu factor penentunya adalah dari sumber daya Kelangsungan hidup bangsa Indonesia saat ini, masyarakat Indonesia dituntut untuk mengetahui bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya hal ini dilakukan untuk generasi muda agar dapat mengamalkan DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. selanjutnya dari nilai-nilai Pancasila (Mujahidah & Dewi, 2. Negara Indonesia terbagi menjadi berbagai suku bangsa yang tersebar mulai dari sabang sampai Merauke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberagaman masyarakat Indonesia terlihat dengan adanya beberapa suku yang hidup di negara Indonesia Suku yang hidup di wilayah Indonesia antara lain Suku Dayak. Suku Tidung. Suku Jawa. Suku Betawi. Suku Baduy. Suku Minangkabau. Suku Bugis. Suku Toraja. Suku Melayu. Suku Banten. Suku Banjar. Suku Bali. Suku Sasak. Suku Dayak. Suku Makassar. Suku Cirebon. Suku Arab. Suku Cina, dll. Ada dua perspektif untuk mengkaji keragaman masyarakat Indonesia, yaitu masyarakat vertikal dan horizontal (Rismayanti & Nusarastriya, 2. Perspektif vertikal dapat dilihat berdasarkan perbedaan budaya, mata pencaharian, social, ekonomi. Multikulturalisme di Indonesia merupakan Sementara itu, pluralisme bangsa dapat dilihat dari perspektif horizontal dalam berbagai aspek seperti perbedaan suku, bahasa daerah, dan Suryana dan Rusdiana menambahkan pluralisme horizontal meliputi kondisi geografi, pakaian, makanan dan budaya (Suryana & Rusdiana, 2. Perbedaan-perbedaan ini harus menjadi sesuatu yang menciptakan kehidupan yang dinamis dan kompleks karena kita terus saling memelihara dan menghormati. Hal ini diharapkan dapat menanamkan dalam diri seluruh masyarakat sikap saling menghormati dan menghargai di antara anggota masyarakat multikultural sehingga hidup rukun dan rukun dapat terus terjaga. Multikulturalisme mencakup berbagai aspek budaya seperti kelas sosial, agama, bahasa, asal usul, usia, etnis, ras, mata Bagian dari multikulturalisme adalah mata pencaharian. Mata pencaharian atau lapangan pekerjaan masyarakat Indonesia tahun 2011-2022 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) antara lain: . Pertanian. Kehutanan dan Perikanan. Pertambangan dan Penggalian: Industri Pengolahan. Pengadaan Listrik. Gas. Uap/Air Panas dan Udara Dingin. Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang. Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah. Konstruksi. Perdagangan Besar Dan Eceran. Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor. Transportasi dan Pergudangan. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum. Informasi dan Komunikasi. Jasa Keuangan dan Asuransi. Real Estat. Jasa Perusahaan. Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Jasa Pendidikan. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Jasa Lainnya (Badan Pusat Statistik, 2. Berdasarkan data dari BPS di atas, mata pencaharian masyarakat Indonesia terbanyak pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan Seiring perkembangan zaman, peran wanita dalam bidang pertanian mulai berubah bahkan Masalah ini terkait dengan tingkat kualitas Sumber daya manusia di pedesaan, keterbatasan lahan garapan . hususnya di Jaw. dan terbatasnya kemampuan sektor pertanian untuk menyerap tambahan tenaga kerja memaksa perempuan beralih pekerjaan menjadi buruh pabrik atau pembantu rumah tangga, dan sebagian memilih bekerja di luar negeri (Faisal. Pilihan perempuan untuk bekerja di luar negeri karena meningkatnya kebutuhan dan gaji yang mereka terima dari penghasilan Sebagai buruh tani atau ibu rumah tangga, terkadang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Selain kebutuhan yang terus meningkat, kesulitan bekerja di dalam negeri juga memaksa perempuan mengadu nasib di luar negeri. Malaysia merupakan salah satu tempat pekerja migran Indonesia. Pada tahun 2022, jumlah pekerja migran Indonesia didata Sebanyak 1,29 juta orang berdasarkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Novrizaldi, 2. Bank Indonesia mencatat jumlah TKI di Malaysia mencapai 1,67 juta. Itu yang terbesar pertama, disusul Arab Saudi dengan 837 ribu orang dan Hong Kong dengan 339 ribu orang (Rizaty, 2. Selain jumlah TKI di Malaysia dan masih banyaknya TKI yang ilegal atau tidak berdokumen, konflik penguasaan TKI menjadi mengeksploitasi TKI ilegal. Cara rujukan kepada calon TKI di wilayah NKRI, selain itu, banyak penipuan yang dilakukan dalam pengurusan dokumen perjalanan Republik Indonesia (DPRI) ke luar negeri (Firliana & Tando, 2. Terdapat berbagai permasalahan yang timbul dari pekerja migran Indonesia, terdapat sisi positif dan negatif dari pekerja migran tersebut. Sisi positifnya Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa yang membantu perekonomian negara (Setiawan. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. Sisi negatifnya, banyak masalah baru muncul ketika banyak TKI tidak memiliki dokumen yang lengkap untuk tinggal di Malaysia, meskipun mereka sudah lama berada di Malaysia dan merasa nyaman, sehingga menolak untuk kembali ke Indonesia. Masalahnya bukan hanya mereka tidak kembali, tetapi terus berlanjut meskipun mereka menikah hanya karena alasan agama dan otomatis memiliki anak tidak memiliki status perkawinan penuh dan tidak memiliki kelengkapan dokumen (Mahardhani dkk. , 2. Alasan lain keberadaan TKI tidak WNI Sebelumnya, mereka yang berangkat ke Malaysia awalnya berangkat ke Malaysia secara legal karena suami atau istri dan anak-anaknya tidak mau berangkat. Di Indonesia mereka mengikuti lama akhirnya ke Malaysia. Awalnya mereka masuk ke Malaysia dengan visa pengunjung, tapi kemudian berlanjut dan mereka tidak mau kembali ke Indonesia, sehingga mereka terlalu lama tinggal. Akibatnya. Anakanak pekerja migran Indonesia menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan, kesehatan dan layanan lainnya di Malaysia (Musli dkk. , 2. Keberadaan anak-anak dari pekerja migran yang menjadi bahasan dalam penelitian Afandi menyampaikan bahwa di Malaysia banyak terdapat Organisasi Masyarakat Indonesia, atau mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Malaysia berinisiatif mendirikan pusat pendidikan bagi anak-anak pekerja migran yang tidak berdokumen (Afandi, 2. Mereka memberi harapan lebih kepada anak-anak yang belajar membaca, menulis, berhitung dan lain-lain melalui proses ini penuh kecemasan jika Polisi Malaysia menangkap mereka karena mereka Anak-anak tersebut tidak mendapatkan pemahaman yang utuh tentang Indonesia karena mereka lahir dan dibesarkan di Malaysia meskipun terdaftar sebagai warga negara Indonesia. Oleh membutuhkan banyak pengetahuan tentang Indonesia dan keragaman seni dan budaya serta kondisi sosial yang ada untuk memberikan rasa cinta tanah air kepada mereka (Nurlitasari, dkk Kelangsungan Hidup Negara dan Bangsa Indonesia Selama Ini Globalisasi menuntut pelestarian nilai-nilai Pancasila agar generasi penerus bangsa tetap dapat hidup dan Amalkan agar hakikat nilai-nilai . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan luhur tersebut tetap dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa. Di Malaysia terdapat beberapa sanggar belajar dalam rangka hak mendapatkan Pendidikan serta pelaksanaan program yang dikoordinir oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Program ini melibatkan 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) ini akan menjadi pelopor utama pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata dan/atau Kuliah Mengajar Terpadu dengan kerjasama pengabdian masyarakat internasional dengan Sanggar Belajar di Malaysia. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Diktilitbang Majelis PP Muhammadiyah dengan Kedutaan Besar Republik Malaysia. KBRI Kuala Lumpur. SIKL Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. PCIM Kuala Lumpur dan beberapa sanggar bimbingan (SB). SB merupakan tempat berlangsungnya KKN/DIK, sampai dengan 12 tempat seperti SB yang terdapat mahasiswa KKN/DIK yaitu. Kampung Baru SB. SB Kepong. SB Pandan. SB Gombak. SB Subang Mewah. SB Sentul. PPWNI Klang. SB Kuala Langat. SB Sungai Buloh. SB Hulu Langat. SB IKABA IMABA 1. SB IKABA IMABA (Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah, 2. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI. Mokhamad Farid Maruf. Ph. , menekankan pentingnya pendirian sanggar bimbingan ini untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia dan para pendidiknya adalah mayoritas Mahasiswa dari Indonesia(Wirya, 2. Mahasiswa Prodi PPKn Universitas Muhammadiyah Ponorogo merupakan bagian dari pendidik Sanggar Belajar di Malaysia melalui Program KKN Pendidikan Internasional. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka internalisani nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. METODE Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif menginterpretasikan fenomena sosial atau memahami pengalaman dan pandangan subyek alamiah yang diteliti. Studi dalam penelitian ini internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Peneliti menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif yang meneliti tentang internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi siswa di Sanggar Bimbingan Pendekatan deskriptif dalam penelitian kualitatif adalah teknik yang bertujuan untuk Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. menggambarkan situasi atau keadaan saat ini. Subyek penelitian ini adalah tiga pendidik di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati tingkah laku atau kegiatan siswa di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dari tanya jawab peneliti Sanggar Bimbingan. Dokumentasi adalah pengumpulan informasi dengan menggunakan catatan atau dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari metode tersebut kemudian dianalisis untuk memahami internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. HASIL DAN PEMBAHASAN Sanggar bimbingan sentul merupakan sanggar yang beralamatkan di Jalan 9/48a. Sentul Pasar, 51000 Kuala Lummur. Malaysia. Sanggar ini dimulai pada tahun 2019, mulanya yaitu keprihatian anak-anak Indonesia yang di malaysia belum menjamah akses pendidikan sama sekali (Sanggar Bimbingan Sentul, 2. Pak shoheh selaku pendiri SB Sentul: mendengar akses pendidikan anak-anak ilegal, kemudian beliau menanyakan ke pihak KBRI ke Atdikbud. Kemudian pihak Atdikbud mengajak pak shoheh untuk mengurus anak-anak Indonesia non dokumen ini. Dinamakan Sanggar belajar? Dikarenakan belum ada izin dari pihak Tidak memakai nama exsampel sekolah, learning, belajar, study dll. Tahun 2020 mulai merintis SB Sentul mulanya yaitu dengan meminjam teras orang, serambi orang, triplek, kayu, beli sendiri, usaha Sempat pusing mencari guru, kemudian pak shoheh mengajak mahasiswa University Malaya untuk membimbing anak-anak SB Sentul. Awalnya ada 7 Murid, minggu berikutnya 13, semakin bertambah 24, 37, sampai sekarang 41. Dari datanya ada 47 murid, 6 diantaranya tidak aktif. SB ini terdapat 6 kelas yaitu kelas 1,2,3,4,5 dan 6. Usia anak-anak SB tersebut antara 6-17 Tahun. Tahun 2020 covid-19 melanda kegiatan belajar mengajar pun tidak diteruskan, sempat Akhir tahun 2021 mendapatkan rumah depan surau untuk di sewa dijadikan sanggar bimbingan dan direnovasi, digunakan belajar mengajar sampai sekarang. Melalui SB Sentul, dilaksanakan internalisani nilai-nilai Pancasila kepada siswa SB untuk memahami negara asal mereka yaitu Indonesia. Internalisasi tersebut dilaksanakan pada keboatan belajar mengajar yang dilaksanakan Senin sampai jumat pukul 08. 15 Waktu Kuala Lumpur Malaysia. Internalisasi adalah proses pengembangan sikap kepribadian seseorang dengan mengajarkan untuk membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai agar generasi muda dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana diketahui Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan dasar pembentukan karakter bagi siswa yang santun dan bertanggung jawab berdasarkan etika Pancasila dan prinsip-prinsip berdasarkan Pancasila(Asmaroini, 2. Pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menyampaikan nilai-nilai Pancasila yang harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, kearifan, dan keadilan Setiap anak Indonesia harus meyakini nilai-nilai mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Perwujudan dari nilai-nilai tersebut membentuk karakter bangsa Indonesia yang tangguh dan berdaya saing (Kemenko PMK. Nilai-nilai inti Pancasila bersifat universal dan objektif sehingga negara lain dapat menggunakan dan mengakui nilai-nilai tersebut. Pancasila bersifat subyektif, artinya nilai-nilai Pancasila merujuk pada para pengemban dan pendukung nilai-nilai Pancasila itu sendiri, yaitu kepada manusia Indonesia, bangsa Indonesia Indonesia (Asmaroini. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dilaksanakan melalui: . Ada tiga proses dalam internalisasi nilai-nilai ketuhanan yaitu: pembelajaran, pembiasaan dan keteladanan. Ada dua proses internalisasi nilai kemanusiaan, yaitu: proses pembelajaran dan keteladanan. Nilai kesatuan memiliki proses internalisasi yaitu prosesp pembelajaran dan pembiasaan. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. Nilai musyawarah memiliki proses internalisasi dan . nilai keadilan ada dua proses internalisasi yaitu: proses pembelajaran dan proses keteladanan (Purnama & Ananda, 2. Internalisasi nilai-nilai Pancasila di SB Sentul Malaysia dapat dilaksanakan sebagai berikut: Nilai Ketuhanan Proses internalisasi nilai-nilai ketuhanan dalam Pancasila lebih menekankan pada kegiatan keagamaan (Purnama & Ananda. Internalisasi nilai Ketuhanan di SB Sentul dilaksanakan dengan pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan. Menurut Suailan dan Krisnan, internalisasi nilai-nilai ketuhanan adalah cara atau metode penyampaian informasi dari apa yang diperoleh melalui pendekatan individu atau kelompok untuk memperoleh nilai-nilai positif tentang apa yang telah dipelajari atau dilakukan. Internalisasi nilai-nilai ketuhanan bertujuan untuk memberikan nilai pada jiwa agar perilaku sehari-hari menjadi tampak melalui kebiasaankebiasaan untuk membentuk pribadi sempurna yang memiliki nilai-nilai positif dan mampu bagaimana membagi ilmunya dengan orang lain (Suaila & Krisnan, 2. Internalisasi nilai Ketuhanan di SB Sentul dilaksanakan dengan pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan(Purnama & Ananda, 2. Seluruh siswa SB Sentul memeluk agama Islam. Pelaksanaan pembelajaran pada nilai Ketuhanan dilaksanakan melalui materi-materi mulai dari belajar aqidah, belajar ibadah hingga menerapkan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Belajar aqidah adalah melalui mengetahui, memahami, mencintai dan percaya kepada Allah SWT dan menyadari kenyataan itu dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pembiasaan pada nilai Ketuhanan di SB Sentul yang pertama dengan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Dilanjutkan dengan sholat dhuha pukul 08. Waktu Kuala Lumpur Malaysia. Kemudian dilaksanakan sholat Dhuhur berjamaan pada 00 Waktu Kuala Lumpur Malaysia setelah pembelajaran selesai. Berikut ini dokumentasi dari kegiatan shlolat berjamaah pada gambar 1. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Gambar 1. Shalat berjamaah Pelaksanaan pembiasaan internalisasi Ketuhanan yang kedua dilaksanakannya mengaji. Jadwal mengaji dilaksanakan sore hari pukul 14. 00 Waktu Kuala Lumpur Malaysia dilaksanakan mengaji. Berikut ini dokumentasi kegiatan mengaji pada Gambar 2 Bimbingan mengaji bagi siswa Berdasarkan gambar 2 tersebut, kegiatan mengaji dibimbing oleh pendidik KKN yang diikuti oleh seluruh peserta SB Sentul. Internalisasi nilai ketuhanan melalui keteladanan di SB Sentul dilaksanakan dengan membantu temannya yang belum mampu mengaji dengan baik dan mengarahkan untuk sholat jamaah di SB. Nilai Kemanusiaan Internalisasi nilai Kemanusiaan di SB Sentul dengan dua proses internalisasi nilai kemanusiaan, yaitu proses pembelajaran dan keteladanan (Purnama & Ananda, 2. Selanjutnya. Firdaus dan Anwar mengatakan bahwa orang harus diakui dan diperlakukan sesuai dengan martabat kemanusiaannya, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa diskriminasi (Firdaus & Anwar, 2. Internalisasi nilai Kemanusiaan di SB Sentul pada pembelajaran dilaksanakan dengan saling menghormati guru dan teman-teman. Hal Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. ini dibuktikan dengan siswa yang menghormati guru dan temannya, bekerja sama dan membantu teman yang kesulitan dalam mengerjakan tugas dari guru. Berikut ini gambar 3 perilaku bekerja sama membantu teman pada saat mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. pembiasaan (Purnama & Ananda, 2. Di SB Sentul proses pembelajaran nilai kesatuan dengan pemberian materi tentang Ke Indonesiaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. , kebudayaan Indonesia, tari-tarian Indonesia, makanan khas Indonesia serta negara Indonesia yang multikultur. Berikut ini gambar 4 wujud pembelajaran PPKn bagi siswa SB. Gambar 3 bekerja sama dan membantu teman Dari gambar tersebut siswa saling menghormati dan membantu siswa lainnya dalam kegiatan pembelajaran. Menerapkan sila kedua Pancasila di lingkungan sekolah adalah mencegah, melarang dan menghentikan peristiwa pelecehan terhadap siswa. Selain itu menghormati guru dan teman serta saling membantu jika ada kesulitan (Wulandari. Nilai Persatuan Nilai-nilai persatuan Indonesia . ila ketiga Pancasil. juga dapat dicapai melalui beberapa . mengutamakan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keamanan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban untuk bangsa dan negara dalam bentuk kesetiaan kepada negara dengan sukarelawan militer, melindungi lingkungan, dan penegakan disiplin. Cinta tanah air dan bangsa, cinta Indonesia dapat diungkapkan dengan mengharumkan nama Indonesia melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan melestarikan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, sikap bangga tersebut diwujudkan sebagai ekspresi identitas yang berani dan percaya diri sebagai warga negara Indonesia. Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa baik antara suku, pulau dan agama (Hanafi, 2. Nilai internalisasi yaitu: proses pembelajaran dan Gambar 4 pembelajaran PPKn tentang keberagaman NKRI Setelah keberagaman NKRI, diajarkan pula tari-tarian Salah satu tarian daerah yang diajarkan yaitu tari jathilan. Berikut ini gambar 5 bentuk pembelajaran tarian jathil dari Ponorogo. Gambar 5 Pembelajaran tari jathil dari Ponorogo Berdasarkan pembelajaran tarian jathil diikuti oleh siswa SB. Pentingnya pembelajaran ini untuk memahami tarian daerah yang ada di Indonesia sebagai penanaman kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, ada pula pembelajaran permainan tradisional Indonesia. Adapun dokumentasi dari permainan tradisional Indonesia berdasarkan gambar 3. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. Gambar 6 Permainan Lompat Tali Gambar 7 Membersihkan lingkungan Berdasarkan gambar 3. 6 tersebut, siswa Indonesia yaitu lompat tali. Permainan lompat tali atau Permainan karet, demikian sering disebut salah satu permainan tradisional khas Betawi Indonesia yang dimainkan oleh anak Tapi terkadang laki-laki juga bermain (Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, 2. Melalui permainan tersebut siswa SB Sentul mengenali salah satu permainan tradisional milik Indonesia. Sedangkan nilai persatuan melalui pembiasaan di SB Sentul dengan pembiasaan pagi sebelum materi dimulai menyanyikan lagu Indonesia raya, garuda Pancasila, mengucapkan Pancasila bersama-sama. Dengan pembiasaan ini diharapkan tertanam jiwa kecintaan terhadap tanah air. Nilai Musyawarah Masyarakat Indonesia yang majemuk didorong untuk menempuh jalan musyawarah baik dalam pemecahan masalah maupun pengambilan keputusan untuk melangkah ke depan nantinya melalui musyawarah semua pendapat yang berbeda dapat dipertimbangkan (Suhartono. Internalisasi musyawarah dengan cara keteladanan (Purnama & Ananda, 2. Keteladanan tersebut diwujudkan dengan contoh tauladan bagi setiap siswa SB Sentul dengan disiplin dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di Sebelum dilaksanakan kegiatan di lingkungan dilaksanakan persiapan sebelum kegiatan, adapu kegiatan yang dilakukan yaitu membersihkan sampah di sekitar lingkungan masyarakat sekitar SB Sentul. Adapun pelaksanaannya kegiatan di masyarakat berdasarkan gambar 7 sebagai berikut. Berdasarkan gambar 7 tersebut, nampak partisipasi siswa SB dalam membersihkan Sebelum kegiatan dilakukan telah mempersiapkan alat yang dibawa untuk kegiatan Selain internalisasi nilai musyawarah yaitu pada saat Siswa dikumpulkan dan diarahkan untuk membawa alat sepserti gunting, gelas bekas, kardus bekas, spidol, alat tulis untuk membuat karya tangan yang bermanfaat. Adapun karya tangan tersebut dalam bentuk ham dinding, vas bunga, tempat bolpoin, dan hiasan lainnya. Adapun berdasarkan gambar 8 sebagai berikut . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Gambar 3. 8 Karya Tangan siswa SB Sentul Dengan musyawarah yang baik maka terbentuklah karya tangan yang indah karya anak SB Sentul Malaysia. Tentunya dengan bimbingan dan arahan dari guru. Nilai Keadilan Nilai keadilan dalam sila keempat adalah perbaikan diri untuk memajukan kehidupan sosial masyarakat dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial dalam masyarakat(Mujahidah & Dewi, 2. Nilai keadilan ada dua proses internalisasi yaitu proses pembelajaran dan proses keteladanan. Pada kegiatan pembelajaran, nilai keadilan ini diwujudkan dengan pemberian materi pembelajaran yang sama antara siswa satu dengan lainnya. Pemberian materi tersebut Asmaroini, dkk | Internalisasi nilai-nilai Pancasila. meliputi materi Matematika. Bahasa Indonesia. IPA. IPS. PPKn, dan Kesenian. Sedangkan pada kegiatan keteladanan, internalisasi nilai keadilan dengan peran siswa SB Sentul dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh pada saat shalat dhuha dan dhuhur berjamaah, diikuti oleh seluruh siswa. Tidak hanya itu, dalam kegiatan tarian tradisional, permainan tradisional RI diikuti oleh semua siswa SB Sentul, mengingat anak-anak SB Sentul tersebut merupakan anak-anak Indonesia dari pekerja migran yang sama-sama memperoleh Pendidikan seperti anak Indonesia yang berada di Indonesia. SIMPULAN Malaysia merupakan salah satu tempat bagi para pekerja migran Indonesia. Kehadiran mereka menimbulkan masalah baru karena banyak TKI tidak berdokumen yang tinggal di Malaysia, menikah hanya berdasarkan agama dan memiliki anak dan tidak memiliki dokumen yang lengkap. Meskipun demikian, anak-anak Indonesia di Malaysia harus tetap mendapatkan Pendidikan dan Pancasila harus ditanamkan sejak dini yang meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kearifan, dan keadilan Pelaksanaan Pendidikan ini melalui Sanggar Belajar Sentul untuk menangui Pendidikan anak pekerja Migran. Internalisasi nilai ketuhanan. Pelaksanaan pembelajaran nilai-nilai ketuhanan dilakukan dengan bantuan materi seperti pembelajaran aqidah, pembelajaran tentang ibadah dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, membiasakan nilai ketuhanan di SB Sentul dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar dengan berdoa bersama Dhuha dan Dhuhur. Internalisasi nilai-nilai ketuhanan, misalnya di SB Sentul, dilakukan dengan membantu teman-teman yang belum bisa membaca Al-Qur'an dengan baik. Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan SB Sentul dalam pembelajaran berlangsung dengan saling menghargai guru dan teman. Hal ini ditunjukkan oleh siswa yang menghormati guru dan teman, bekerja sama dan membantu teman yang kesulitan dalam menunaikan tugas guru. Di SB Sentul, nilai persatuan diwujudkan dengan memberikan materi tentang Indonesia Pancasila Kewarganegaraan (PPK. Indonesia, tari Indonesia. Makanan Khas Indonesia dan Negara Indonesia yang Multikultural. Internalisasi nilai musyawarah melalui keteladanan diwujudkan melalui setiap siswa SB Sentul menjadi teladan dalam kegiatan sosial yang disiplin dan aktif di lingkungan setempat. Sebelum melaksanakan kegiatan lingkungan, persiapan dilakukan pada saat pembersihan sampah di sekitar SB Sentul. Internalisasi nilai keadilan dalam kegiatan pembelajaran, dengan penyampaian materi pembelajaran yang sama kepada siswa dan Materinya meliputi matematika, bahasa Indonesia. IPA. IPS. Pendidikan Pancasila Selanjutnya, keteladanan menginternalisasikan nilai keadilan dalam peran siswa SB Sentul dalam kegiatan pembelajaran, sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah yang diikuti oleh semua siswa SB Sentul. DAFTAR PUSTAKA