Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN NIAS SELATAN Idealis Dakhi1 Abstrak Dari penelitian ini menghasilkan sebagai berikut:t_hitung (X. sebesar 2,634 dan taraf signifikansi sebesar 0,01 sedangkan df = . -k-. atau 0,05. -2-. atau 0,05. didapat ttabel sebesar 1,687 dengan = 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . dan tingkat signifikansi 0,01< . maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima artinya bahwa ada pengaruh positif dan signifikan sistem informasi manajemen terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. Kemudian t_hitung (X. sebesar 4,875 dan taraf signifikansi sebesar 0,00 sedangkan df = . -k-. atau 0,05. -2-. atau 0,05. didapat ttabel sebesar 1,687dengan = 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . dan tingkat signifikansi 0,00< . maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima artinya bahwa ada pengaruh positif dan signifikan teknologi informasi terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. Untuk pengujian secara simultan diperoleh nilai F hitung sebesar 19. 538 dan taraf signifikansi 000 sedangkan df pembilang = 2 dan df penyebut = . -k-. , = 0,05 maka df pembilang = 2 dan df penyebut = 37 maka Ftabel didapat sebesar sebesar 3,25 dengan yu = 05, oleh karena nilai Fhitung sebesar 19. 538 > nilai Ftabel sebesar 3,25 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh positif dan signifikan sistem informasi manajemen dan teknologi informasi terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen. Teknologi Informasi. Efektivitas Kerja Dosen Tidak Tetap STIE Nias Selatan, . dealis_ydfbdakhi@yahoo. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah operasional yang sesungguhnya dapat berkembang luar biasa, hal ini dapat dilihat dari perilaku manusia yang sudah Dengan mulai terbiasa dengan komputer, internet, memberikan keuntungan dalam efisien dan teknologi-informasi lainnya dan sudah waktu dan tenaga. Penerapan teknologi informasi telah menjadi kebutuhan untuk kebutuhannya dapat dibantu oleh teknologi meningkatkan kinerja pegawai lembaga informasi untuk mendapatkan hasil yang atau instansi pemerintah. Pemanfaatan lebih efektif. teknologi informasi ini sangat dibutuhkan Efektivitas pekerjaan-pekerjaan efektivitaskerja bagi manajemen instansi mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara tepat, sesuai dengan target waktu Kemajuan dengan ukuran maupun standar yang perkembangan sistem informasi berbasis Pencapaian teknologi terjadi begitu pesat di era bekerja dengan efektif dan mampu terus globalisasi ini. Keberhasilan suatu sitem Efektivitas dalam kegiatan organisasi sejauh mana sasaran telah dicapai. Informasi Manajemen dibangun untuk mendukung proses yang sistem tersebut oleh pemakai sistem perwujudan sasaran yang menunjukkan Sistem menyelesaikan tugasnya. Berdasarkan pengamatan penulis, di tercakup didalamnya antara lain: proses BPS Kabupaten Nias Selatan penerapan Salah satu bagian dari Hal ini tampak saat pegawai Sistem Informasi Manajemen yang penting kurang mengelola kualitas data yang adalah sistem informasi sumber daya disimpan dalam komputer. informasi penerapannya kurang memadai Penggunaan Teknologi dipengaruhi karena adanya pegawai yang teknologi informasi diperuntukkan bagi peningkatan kinerja instansi pemerintah informasi Pegawai sering mengabaikan dalam upayanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pegawai tidak lagi Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 listrik yang mengakibatkan pekerjaan tidak Adakah pengaruh positif dan signifikan dapat diselesaikan dengan efektif, jaringan proses penginputan dan pelaporan data efektivitas kerja pegawai Badan Pusat sering tertunda serta adanya kegiatan Statistik Kabupaten Nias Selatan?. Tujuan Penelitian kegiatan lain yang akhirnya efektivitas Adapun tujuan yang ingin dicapai kerja berkurang. Berdasarkan hal-hal di melalui penelitian ini adalah: atas, maka penulis tertarik dan ingin Untuk mengetahui pengaruh sistem melakukan penelitian dengan berusaha efektivitas kerja pegawai Badan Pusat AuPengaruh Sistem Informasi Manajemen dan Teknologi Statistik Kabupaten Nias Selatan. Informasi Terhadap Efektivitas Kerja Untuk mengetahui pengaruh teknologi Pegawai Badan Pusat Statistik informasi terhadap efektivitas kerja Kabupaten Nias SelatanAy. Agar penelitian lebih terarah dan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. lebih fokus, maka diperlukan adanya Badan Untuk mengetahui pengaruh sistem Dengan informasi manajemen dan teknologi pertimbangan tersebut, maka penelitian ini informasi terhadap efektivitas kerja Statistik TINJAUAN LITERATUR Sistem Informasi Manajemen Faktor penerapan Sistem Informasi Nias Selatan. Manajemen atau sering disingkat oleh Rumusan Masalah SIM dalam suatu organisasi. Banyak peneliti masalah penelitian ini adalah: mengakui bahwa kepuasan pemakai SIM Adakah pengaruh positif dan signifikan merupakan indikator yang penting dalam sistem informasi manajemen terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan?. SIM. Adakah pengaruh positif dan signifikan batasan masalah diatas, maka rumusan Pusat Kabupaten Nias Selatan. pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Berdasarkan Badan Menurut Raymond, dkk . sistem informasi manajemen (SIM) adalah efektivitas kerja pegawai Badan Pusat suatu sistem berbasis komputer yang Statistik Kabupaten Nias Selatan?. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 membuat informasi tersedia bagi para teknologi lain yang digunakan untuk Informasi yang diberikan oleh SIM tersedia dalam bentuk informasi kepada menjelaskan organisasi atau salah satu pembuat keputusan organisasiAy. sistem utamanya dilihat dari apa yang Sedangkan Kusumo . telah terjadi dimasa lalu, apa yang sedang Auteknologi terjadi, dan apa yang kemungkinan akan informasi yaitu sebagai pemberdayan terjadi dimasa depan. organisasi dalam merespon dan memenuhi Senada dengan hal diatas Anaroga tuntutan bisnis serta mewujudkan inovasi informasi manajemen yaitu serangkaian terencana dan terarah sesuai dengan misi subsistem informasi yang meyeluruh dan organisasiAy. terkoordinasi dan secara rasional terpadu Orlikowski dan Gash dalam Kusumo . memberikan definisi teknologi informasi sebagai segala bentuk sistem keputusan-keputusan oleh para manajer sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan Teknologi untuk dicapai. Dari semuanya merupakan perangkat keras serta perangkat lunak yang digunakan sistem informasi yang melakukan semua untuk mengimplementasikan sistem yang pengolahan transaksi yang dibutuhkan berbasis komputer. serta memberikan dukungan informasi dan Dari penjelasan di atas maka dapat fungsi-fungsi disimpulkan bahwa teknologi informasi manajemen dan pengambilan keputusan. adalah kombinasi teknologi komputer dan Teknologi Informasi teknologi lainnya yang digunakan individu Dalam perkembangan teknologi yang maupun organisasi untuk mengumpulkan, pesat saat ini, penulis memandang bahwa memproses dan mengorganisasikan data atau informasi serta mempublikasikan Menurut Daft . mengungkapkan Aupengertian Efektivitas Kerja sebuah organisasi terdiri dari perangkat Efektivitas kerja merupakan ukuran suatu organisasi dalam mencapai proses telekomunikasi, manajemen basis data dan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 menyelesaikan tugas. Menurut Robbins Diduga ada pengaruh positif dan dalam Tika . mengatakan bahwa signifikan sistem informasi manajemen Auefektivitas kerja adalah sebagai tingkat pencapaian organisasi jangka pendek dan efektivitas kerja pegawai Badan Pusat jangka panjangAy. Selain itu Schein dalam Statistik Kabupaten Nias Selatan. Tika . menambahkan bahwa Auefektivitas Jenis penelitian ini merupakan jenis fungsi tertentu yang dimilikinyaAy. menambahkan bahwa Ausistem informasi . ebab variabel sistem informasi manajemen dan teknologi informasi sebagai variabel bebas berkepentingan dengan kualitas data yang dan variabel efektivitas kerja sebagai disimpan dalam systemAy. variabel terikat. Berdasarkan penjelasan di atas maka Populasi pada penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja adalah seluruh pegawai dan mitra kerja adalah kemampuan untuk memilih tujuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias yang tepat atau peralatan yang tepat untuk Selatan dengan jumlah sebanyak 40 orang pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, mengkaji deskripsi dari masing-masing data sistem database dan data entry, menggunakan metode survey yakni untuk manajemen berfungsi sebagai masukan asosiatif yang menunjukkan hubungan . 8:135-. Jenis Penelitian memelihara diri dan tumbuh, lepas dari Waluyadi METODE PENELITIAN yang terdiri dari 23 orang organikdan 17 orang mitra kerja. pekerjaan dengan tepat dan benar. Berdasarkan pendapat tersebut, maka Hipotesis Penelitian sampel yang digunakan dalam penelitian Berdasarkan uraian teoritis serta hasil ini adalah adalah seluruh pegawai dan penelitian terdahulu, maka yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah: Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan dengan jumlah Diduga ada pengaruh positif dan sebanyak 40 orang yang terdiri dari 23 signifikan sistem informasi manajemen terhadap efektivitas kerja pegawai pegawai organik (PNS) dan 17 orang mitra kerja (Honor Kontra. Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Metode Analisis Data Selatan. Untuk melihat bagaimana pengaruh Diduga ada pengaruh positif dan dari variabel sistem informasimanajemen signifikan teknologi informasi terhadap (X. dan teknologi informasi (X. terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat variabel terikat efektivitas kerja (Y) dalam Statistik Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 penelitian ini, yang dapat dimodelkan ycu1 ycU ycUI1 dimana IycU1 = 1 = Selisih nilai X1 dengan nilai ycu berikut (Firdaus, 2004:. ycu2 Y = 0 1X1 2X2 e = Selisih nilai X2 dengan ycUI2 dimana ycUI2 = Keterangan: ycU2 ycu Pengujian Instrumen Penelitian = Variabel Efektivitas Kerja yu0 = Konstanta yu1 = Koefisien persamaan regresi penelitian ini perlu dilakukan pengujian prediktor ycU1 yu2 Sebelum analisis data, maka dalam = Koefisien persamaan regresi prediktor ycU2 = Variabel Teknologi Informasi yce = Faktor pengganggu Validitas mengkorelasi skor tertentu dengan skor Instrumen dikatakan valid apabila hasil korelasi skor faktor dengan skor total ycUC=yuC 0 yuC 1ycUI1 yuC2ycUI2 lebih tinggi dari nilai rtabel. Rumus yang (Oc ycycu1 )(Oc ycu2 2 ) Oe (Oc ycycu2 )(Oc ycu1 ycu2 ) yuC1 = (Oc ycu1 2 ) (Oc ycu2 2 ) Oe (Oc ycu1 ycu2 )2 Keterangan: rA yuCycu = Konstanta yuC 1 = Koefisien persamaan regresi Sugiyono . 2 :. (Oc ycycu2 )(Oc ycu2 2 ) Oe (Oc ycycu1 )(Oc ycu1 ycu2 ) (Oc ycu1 2 ) (Oc ycu2 2 ) Oe (Oc ycu1 ycu2 )2 = Variabel Terikat yang diprediksi dengan menggunakan analisis faktor yang persamaan berikut (Gujarati, 2006:. ycUC yang digunakan instrumen ini adalah validitas internal Square (OLS), sehingga menghasilkan nEu x y A Eu x Eu y AnEu x A AEu x A AAnEu y A AEu y A A Korelasi Keterangan: prediktor X1 = Koefisien variabel x dan y = Koefisien persamaan regresi prediktor X2 = Faktor pengganggu = Selisih nilai Y dengan ycUI dimana ycUI = Uji Validitas menggunakan metode Ordinary Least yuC 2 memenuhi batasan yang diisyaratkan. regresinya, persamaan di atas diregres yuC2 = memiliki tingkat validitas dan reliabilitas Manajemen Untuk = Variabel Sistem Informasi = Jumlah sampel atau responden Ocx = Jumlah skor item / soal atau variabel . OcycU ycu Ocy = Jumlah skor total variabel . Ocxy = Jumlah perkalian antara variabel x dan y Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Ocx2 = Jumlah kuadrat variabel . dimana sumbu horizontal menggambarkan Ocy = Jumlah kuadrat variabel . nilai prediksi sedangkan sumbu vertikal menggambarkan nilai residual kuadrat Uji Reliabilitas (Suliyanto, 2008:. Agar pengujian Uji reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau dipercaya dengan nilai, maka dalam Suatu data dikatakan reliable bila pengujian ini peneliti memperkuatnya dengan Uji Glejser yaitu mengkorelasikan diperoleh data yang sama, begitu juga bila nilai absolut residual dengan masing - dilakukan dalam waktu yang tidak sama di masing variabel independen (Priyatno, dapat data yang sama, tentunya berkenaan 2013:. Untuk mendeteksinya adalah: pada sampel yang sama. Jika signifikansi pada uji t kurang dari Pengujian Asumsi Klasik 0,05 maka pada model regresi terjadi Uji Normalitas masalah heteroskedastisitas. Nilai residual dikatakan berdistribusi Jika signifikansi pada uji t lebih dari normal jika nilai residual tersebut sebagian 0,05 maka pada model regresi tidak besar mendekati nilai rata-ratanya. Untuk terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi terstandarisasi berdistribusi normal atau Rumus yang digunakan untuk uji tidak, dapat dilakukan melalui uji statistik Durbin-Watson 2009:. Kolmogorov-Sminorv (Suliyono, 2010 :. Jika ycc= Kolmogorov-Sminorv (Supranto. Ocycuycn=2 . ceyc Oe yceycOe1 )A Ocycuycn=1 yceycn2 Keterangan: Asymp. Sig . _taile. di atas 0,05 maka data d = Nilai Durbin-Watson Test residual terdistribusi dengan normal. e = Nilai residual Jika etOe1 = Nilai residual satu sampel Kolmogorov-Sminorv Asymp. Sig Dasar pengambilan keputusan ada . _taile. di bawah 0,05 maka data tidaknya autokorelasi adalah sebagai residual terdistribusi tidak normal. Tabel 1 Uji Heteroskedastisitas Kriteria Pengujian Autokorelasi Adanya heteroskedastisitas berarti dengan Durbin-Watson ada varian variabel dalam model yang tidak sama . Untuk menguji adanya masalah heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis grafik yaitu mengamati scater plot Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Sumber: Firdaus . Uji Multikoliniearitas Menurut Suliyono multikolinearitas berarti terjadi korelasi linear yang mendekati sempurna antara Ada autokorelasi 1,10 Ae 1,54 Tanpa kesimpulan 1,55 Ae 2,46 Tidak ada autokorelasi 2,46 Ae 2,90 Tanpa kesimpulan > 2,91 Ada autokorelasi lebih dari dua variabel bebas. Cara mendeteksi dengan menggunakan VIF Cycn Oe C0 Se (Cycn ) (Variance Inflation Facto. dan TOL (Toleranc. Keterangan: ycNycCya ycNycCya = . Oe ycI2 ) ycOyaya = = Nilai thitung = Konstanta Cycn = Koefisien regresi = Kesalahan baku koefisien regresi Keterangan: VIF Jika thitung< ttabel, maka variabel bebas = Variance Inflation Factor TOL = Tolerance Deteksi variabel terikat. Hipotesis yang akan digunakan dalam pengujian ini adalah : sebagai berikut (Suliyanto, 2008:235-. Sebaliknya jika thitung> ttabel, maka = Koefisien Determinasi Variabel Sistem Informasi Nilai VIF tidak lebih dari 10 maka Manajemen Terhadap Efektivitas model dinyatakan tidak mengandung Kerja Ho : i =0 Jika koefisien korelasi antar masing- Artinya bahwa tidak ada pengaruh masing variabel bebasnya tidak lebih dari 0,7 berarti model tersebut tidak mengandung multikolinieritas. Badan Statistik Kabupaten Nias Pengujian Hipotesis Pusat Uji t Selatan. Menurut Suliyanto . uji t H1: i>0, digunakan untuk menguji pengaruh secara Artinya ada pengaruh positif dan parsial . terhadap variabel terikatnya, apakah memiliki pengaruh manajemen terhadap efektivitas kerja yang berarti terhadap variabel terikat atau Rumus yang digunakan untuk Kabupaten Nias Selatan. menghitung besarnya nilai thitung adalah (Gujarati, 2006:. Badan Pusat Statistik Variabel Teknologi Informasi Terhadap Efektivitas Kerja Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Ho : i =0 H0 :0 = 1 = 2 = 0 Artinya tidak ada pengaruh positif Artinya tidak ada pengaruh positif dan dan signifikan teknologi informasi signifikan sistem informasi manajemen terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Nias Selatan. Statistik Kabupaten Nias Selatan. H1: i>0. H1: 1, 2 > 0 Artinya Artinya bahwa ada pengaruh positif dan signifikan teknologi informasi terhadap signifikan sistem informasi manajemen efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. efektivitas kerja pegawai Badan Pusat Uji F Statistik Kabupaten Nias Selatan. Koefisien Determinasi (R. Menurut Suliyanto . nilai Fhitung digunakan untuk menguji ketepatan Koefisien model . oodness of fi. Uji F ini sering untuk mengetahui persentase variabel independen secara bersama-sama dapat digunakan untuk menguji apakah variabel menjelaskan variabel bebas yang digunakan dalam model koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Untuk menghitung koefisien variabel tergantung atau tidak. Kita harus determinasi digunakan rumus (Suliyanto, membandingkan nilai Fhitung dengan nilai 2008:. Ftabel dengan derajat df : . -k-. Rumus RA = 1 Oe Nilai (Y Oe )A (Y Oe )A besarnya nilai Fhitung adalah sebagai berikut Keterangan: (Suliyanto, 2008:. = Koefisien determinasi (Y Oe )A = Kuadrat selisih nilai Y riil yaEaycnycycycuyci = RA/k . Oe RA). Oe k Oe . dengan nilai Y prediksi Keterangan : (Y Oe )A = Nilai Fhitung dengan nilai Y rata-rata = Koefisien determinasi HASIL DAN PEMBAHASAN = Jumlah variabel =Jumlah Pengujian Asumsi Klasik . kuran Uji Normalitas Hipotesis = Kuadrat selisih nilai Y Data yang telah dihasilkan akan diuji kenormalitasannya dengan hasil sebagai dalam pengujian ini adalah : Tabel 1 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows Nilai signifikan di atas 0,05 maka data residual berdistribusi normal jika nilai residual terdistribusi dengan normal karena nilai tersebut sebagian besar mendekati nilai Asymp. Sig. -taile. > 0,05 atau 0,598> rata-ratanya. Dari tabel di atas, sesuai 0,05. ketentuan uji statistik non parametrik Uji Heteroskedastisitas Kolmogorov-Sminorv (Suliyanto. Data yang telah dihasilkan akan 2008:. , maka dapat disimpulkan bahwa Kolmogorov-Sminorv menunjukkan nilai gambar 1 berikut: Perhatikan Gambar 1 Scatterplot Dependent Variable: Y Regression Studentized Residual Regression Standardized Predicted Value Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows Berdasarkan gambar di atas, untuk tidak adanya masalah heteroskedastisitas. Jika scater plot membentuk pola tertentu heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan maka hal itu menunjukkan adanya masalah (Suliyanto, 2008:. Kemudian disimpulkan bahwa scater plot menyebar apakah mengandung heteroskedastisitas secara acak maka hal itu menunjukkan atau tidak maka pengujian dapat dilakukan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 dengan Uji Glejser dan dihasilkan sebagai Tabel 2 Output Uji Glejser Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows signifikansi X1IX2> 0,05 atau X1 dan X2 Dari output di atas, dapat diketahui nilai signifikansi X1 . istem informasi lebih besar dari 0,05. Uji Autokorelasi 0,372 eknologi informas. sebesar 0,728, maka Uji dapat disimpulkan bahwa pada model gangguan pada fungsi regresi yang berupa regresi tidak ditemukan adanya masalah korelasi diantara faktor gangguan. Data heteroskedastisitas terbukti bahwa nilai Perhatikan tabel 3 berikut: Tabel 3 Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows Dari hasil output di atas, nilai statistik Durbin Watson . sebesar 1,977 dengan multikolinearitas antara variabel bebas demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi antara variabel korelasi antar bebas dan variabel terikat. bebasnya tidak lebih dari 0,7 berarti model Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk masing-masing variabel Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Tabel 4 Nilai VIF dan Korelasi Masing-MasingVariabel Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows Berdasarkan masing-masing dari 10 maka model dinyatakan tidak bahwa VIF berkisar 1,061 lebih kecil dari variabel di bawah 0,7 yaitu sebesar 0,240. 10 atau 1,061 < 10. Hal ini menandakan bahwa model tersebut Uji Parsial (Uji . tidak mengandung multikolinieritas karena Berdasarkan hasil pengolahan data nilai korelasi berada di bawah 0,7 yaitu dengan menggunakan software SPSS 16. 0,240 < 0,7. Dengan kriteria untuk for windows maka didapatkan nilai thitung sebagai berikut: secara VIF dimana nilai VIF tidak lebih Tabel 5 Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows . -k-. atau 0,05. -2-. atau 0,05. Variabel Sistem Informasi Manajemen Terhadap Variabel didapat ttabel sebesar 1,687 . Efektivitas Kerja dengan = 0,05. Jika thitung < ttabel maka Pada tabel di atas dapat simpulkan t_hitung . istem variabel bebas tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat atau sebaliknya manajeme. sebesar 2,634 dan taraf jika t_hitung> ttabel maka variabel bebas signifikansi sebesar 0,01 sedangkan df = mempunyai pengaruh terhadap variabel Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 Karena nilai thitung . > sebesar 1,687 . dengan = ttabel. dan tingkat signifikansi 0,01< 0,05. Jika thitung < ttabel maka variabel bebas . maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima artinya bahwa variabel terikat atau sebaliknya jika t_hitung ada pengaruh positif dan signifikan sistem > ttabel maka variabel bebas mempuyai informasi manajemen terhadap efektivitas pengaruh terhadap variabel terikat. Karena Statistik nilai thitung . > ttabel. dan Kabupaten Nias Selatan. Sistem informasi tingkat signifikansi 0,00 < . maka manajemen merupakan sistem informasi dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima artinya bahwa ada pengaruh Badan Pusat positif dan signifikan teknologi informasi terhadap efektivitas kerja pegawai Badan fungsi-fungsi Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. Teknologi Informasi merupakan teknologi efektivitas kerja pegawai. Variabel Teknologi Informasi berpengaruh dalam tercapainya efektivitas Terhadap Variabel Efektivitas Kerja kerja pegawai. Pada tabel di atas dapat simpulkan Uji Simultan (Uji F) t_hitung . eknologi Berdasarkan hasil pengolahan data 4,875 dengan menggunakan software SPSS 16. sebesar 0,00 sedangkan df = . -k-. atau for windows maka didapatkan nilai Fhitung 0,05. -2-. atau 0,05. didapat ttabel sebagai berikut: Tabel 6 Sumber : Data diolah dengan software SPSS 16. 0 for Windows Dari tabel di atas menghasilkan nilai 000 sedangkan df pembilang = 2 Fhitung sebesar 19. 538 dan taraf signifikansi dan df penyebut = . -k-. , = 0,05 maka Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 df pembilang = 2 dan df penyebut = 37 variabel bebasnya, maka dicari nilai R2 maka Ftabeldidapat sebesar sebesar 3,25 pada tabel 7 berikut: dengan yu = 0. Jika Fhitung Tabel 7 > Ftabel maka variabel bebas secara Nilai R2 simultan berpengaruh terhadap variabel terikat, sebaliknya jika nilai Fhitung < Ftabel maka variabel bebas secara simultan Model R Square 717. mempunyai pengaruh terhadap variabel Sumber : Data diolah dengan software terikat, oleh karena nilai Fhitung sebesar SPSS 16. 0 for Windows 538> nilai Ftabel sebesar 3,25maka dapat Diperoleh nilai R2 . oefisien disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 determinas. sebesar 0,514 atau sebesar diterima artinya ada pengaruh positif dan 51,4 persenefektivitas kerja pegawai bisa signifikan sistem informasi manajemen dijelaskan oleh variabel bebas yaitu sistem efektivitas kerja pegawai Badan Pusat informasi, sedangkan sisanya sebesar 48,6 Statistik Kabupaten Nias Selatan. persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model . ukan variabel di dalam judu. Efektivitas dapat dilihat seberapa baik pekerjaan yang dilakukan dan sejauh Efektivitas mana seseorang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Ini dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan diartikan apabila sesuatu pekerjaan dapat secara tepat, sesuai dengan target waktu dilakukan dengan baik sesuai dengan yang dengan ukuran maupun standar yang Pencapaian pekerjaan tersebut efektif. Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas bekerja dengan efektif dan mampu terus kerja pegawai, antara lain sistem informasi Efektivitas manajemen yang harus dikuasai oleh setiap pegawai dan teknologi informasi dalam menghadapi tantangan era reformasi pertanggungjawaban dengan sasaran yang saat ini. Maka dapat diperoleh bahwa sistem informasi dan teknologi informasi berpengaruh terhadap efektivitas kerja terhadap nilai pencapaian tersebut, maka dapat dikatakan semakin efektif pula unit Koefisien Determinasi (R. Sasaran dalam kegitan ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar Semakin meningkatkan kinerja. Efektivitas dalam variabel terikat dapat dijelaskan oleh kegiatan organisasi dapat dirumuskan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 75-90 sebagai tingkat perwujudan sasaran yang menunjukkan sejauh mana sasaran telah berbasis komputer secara efektif dan akhir dari pekerjaannya tersebut dapat memberikan efektivitas kerja menjadi PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan Kantor Kabupaten Badan Pusat Statistik Nias Selatan analisa data pada hasil penelitian ini yaitu informasi manajemen dan AuPengaruh Sistem Informasi Teknologi Informasi efektivitas kerja terbukti dari nilai Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Badan Fhitung sebesar 19. 538> nilai Ftabel Pusat Statistik Kabupaten Nias SelatanAy, 3,25, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Manajemen Kantor Badan Pusat Statistik teknologi informasi yang baik maka Kabupaten Nias Selatan dengan sendirinya efektivitas kerja akan meningkat pula artinya bahwa seorang pegawai dengan menguasai terbukti dari nilai thitung . > ttabel . dan tingkat signifikansi 0,01< dibarengi dengan teknologi informasi . , dalam hal ini penggunaan yang ada akan mampu menciptakan sistem informasi manajemen dapat menjadi informasi yang cepat lewat Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan efektivitas kerja terbukti dari nilai thitung . > ttabel. dan tingkat signifikansi 0,00< . , dalam hal ini dengan adanya teknologi informasi Chandra. Alex. Pengaruh Sistem Informasi Manajemn terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi pada Kantor Camat Medan Bar. Skripsi: Program Sarjana USU. Daft. Richard. Manajemen Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Firdaus. Muhammad. Ekonometrika Suatu Pendekatan Aplikatif. Jakarta: Bumi Aksara. organisasi tersebutakan meningkat. Badan DAFTAR PUSTAKA