OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PADA JASA DISTRIBUSI AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PADA JASA DISTRIBUSI AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER Heribertus Budi Santoso, 2Lolyka Dewi Indrasari, 3Ana Komari, 4Afiff Yudha Tripariyanto Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Kadiri 1,2,3,4 heribertus@unik-kediri. id, 2lolyka@unik-kediri. id, 3ana@unik-kediri. id, 4afiff@unik-kediri. INFO ARTIKEL Diterima : 12 Mei 2021 Direvisi : 24 Juni 2021 Disetujui : 30 Agustus 2021 Kata Kunci : Minimum. North west corner. Optimasi. Transportasi ABSTRAK Kegiatan distribusi air minum . setiap waktu dibutuhkan. Perusahaan X sebagai penyuplai memiliki sopir yang setiap harinya melakukan distribusi. Pendistribusian menghabiskan biaya transportasi yang selalu melebihi batas realisasi. Kendala perusahaan harus segera diberikan solusi, guna mengurangi biaya Ae biaya yang seharusnya tidak perlu Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui biaya optimal dalam bentuk minimum biaya menggunakan metode North West Corner. Tahap awal yaitu mendata jumlah sopir, jumlah pasokan tiap tujuan dan jumlah biaya yang digunakan. Metode yang digunakan adalah North West Corner dengan menilai solusi awal. Hasil penelitian ini menyatakan biaya minimum terdiri dari biaya sopir 1 menuju Blitar Ponggok sejumlah Rp7. 000, menuju Tulungagung Selatan sejumlah Rp3. 000 dan menuju Blitar Perbatasan Malang sejumlah Rp4. Sedangkan sopir 2 menuju Tulungagung Selatan sejumlah Rp7. 000, menuju Trenggalek sejumlah Rp9. 000 dan menuju Malang Balekambang sejumlah Rp900. Sedangkan sopir 3 menuju Nganjuk sejumlah Rp9. 000, dan menuju Malang balekambang sejumlah Rp5. Dari ketiga sopir, biaya optimum sebesar Rp48. Saran untuk penelitian mendatang yakni mengoptimasi biaya dapat diminimkan lagi dengan syarat menguji dengan Stepping Stone Method. PENDAHULUAN Industri di Indonesia sangat membutuhkan suatu konsep efisiensi biaya, khususnya biaya transportasi. Biaya transportasi guna memberikan manfaat, maka perlu minimasi biaya dalam pendistribusian suatu produk menuju tujuan distribusi. Pendistribusian produk yang terhambat akan menyebabkan penuh pada gudang. Oleh sebab itu, untuk mengurangi gudang yang penuh, kegiatan transportasi adalah solusi menunju efisiensi biaya. Produk yang didistribusikan oleh perindustrian sangat beragam. Mulai dari bahan makanan, kebutuhan sekunder dan kebutuhan utama. Salah satunya adalah produk air mineral. Setiap hari, kegiatan masyarakat tidak lepas dari penggunaan air mineral. Fungsi air mineral sebagai konsumsi lepas dahaga dan kebutuhan komersil lainnya. X adalah salah satu perusaahaan komoditas pemasok air mineral dalam bentuk gallon yang berada di kota Kediri. Proses distribusi dilakukan setiap hari mulai jam kerja 00 WIB sampai dengan pukul 18. 00 WIB jika ada kegiatan lembur. Tujuan jarak jauh pasokan air mineral meliputi Blitar area Ponggol. Tulungagung Selatan. Trenggalek. Nganjuk. Blitar area Perbatasan Malang dan Malang area Balekambang. Dalam kegiatan pasokan membutuhkan sopir sebanyak 3 orang, dengan kapasitas jumlah galon yang berbeda Ae beda setiap area tujuan. Dunia industri sangat dekat dengan kegiatan pendistribusian barang. Oleh sebab itu, perhitungan biaya operasional sangat rawan jika salah akurasi . Kegiatan distribusi barang ini juga berkaitan dengan jumlah kapasitas pengiriman, selain biaya yang menjadi patokan . , . Kendala yang sering terjadi adalah biaya dalam operasional tidak menentu, terkadang melebihi dari nilai standar dan terkadang kurang dari standar. Hal ini ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. dikarenakan masih berupa asumsi, belum ada penilaian secara pasti. Kegiatan distribusi sebagai keputusan perusahaan untuk menentukan rute yang tepat dengan solusi biaya paling sedikit . , . Jika mekanisme yang dilakukan sesuai harapan, dapat memberikan laba yang Penilaian jumlah biaya operasional ditinjau dari jumlah variabel yang digunakan . Metode analisis yang digunakan adalah Nort West Corner Method sebagai cara menghitung biaya optimum dalam bentuk minimasi transportasi air mineral. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan ada perbedaan yang sangat signifikan yaitu perhitungan secara manual menggunakan metode North West Corner menghasilkan biaya total Rp124. 000, . Perbedaan jarak antara sejumlah sumber dengan lokasilokasi tujuan yang ada ditambah harga material di setiap sumber menyebabkan pihak pelaksana harus menentukan suatu cara untuk mendapatkan material yang dibutuhkan dengan biaya distribusi minimum dalam material bangunan . Proses distribusi menggunakan metode North West Corner, memberikan solusi optimum untuk proses distribusi bahan material . , . Menurut . , konsep matematis dalam transportasi untuk mempermudah pemahaman yang detail. Salah satunya metode yang digunakan dalam penelitian adalah North West Corner. Pemodelan matematis yang umum adalah adanya sumber dengan jumlah satuan pada sumber , nilai dengan permintaan satuan dan dengan permintaan . Pemodelan pasokan dan permintaan secara ringkas yakni. Distribusi adalah proses kegiatan pemasaran untuk memudahkan penyaluran barang atau jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen . Penentuan saluran distribusi adalah salah satu keputusan yang penting bagi Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 10-17 perusahaan . perusahaan berusaha agar saluran distribusi yang dipilih, dapat membantu penyaluran produknya dengan tepat . Teori transportasi merupakan salah satu bidang riset operasi . , . Dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut interaksi antara obyek-obyek dengan mencari keputusan terbaik bagi system . Salah satu metode adalah North West Corner dengan cara mengisi tabel awal transportasi dari sisi barat laut . iri ata. dengan nilai sebanyak- banyaknya sampai semua sumber dihabiskan . Penyelesaian North West Corner menggunakan program simpleks. North West Corner Program simpleks mendukung konsep pemecahan masalah dengan variabel multi decision . Proses menghitung berulang untuk mendapatkan pola Ae pola sistematik paling baik untuk dicapai. Perumusan masalah dengan model simpleks dan disusun tabel awal. Pengecekan nilai paling optimal dengan identifikasi variabel yang masuk dan dikeluarkan. Penyusunan tabel simpleks baru dengan fungsi pengecekan nilai optimal . Gambar 1 Teori transportasi . Gambar 1 menunjukkan teori transportasi dengan gambaran jaringan yang diketahui unit penawaran dan unit Teori transportasi sebagai perencanaan distribusi dari sumber menuju lokasi dengan biaya paling Kendala yang dilakukan yaitu setiap permintaan dengan permintaan tujuan harus terpenuhi dan sumber tidak boleh mendistribusikan lebih dari kapasitas maksimal . Tujuan dari penelitian adalah mengetahui biaya optimal dalam bentuk minimum biaya. Tahap awal yaitu mendata jumlah sopir, jumlah pasokan tiap tujuan dan jumlah biaya yang digunakan. Lingkup penelitian ini adalah menggunakan metode North West Corner dengan solusi minimasi dalam biaya distribusi air mineral . , . Sedangkan yang menjadi asumsi adalah data yang digunakan tidak ada perubahan sama sekali. Perbedaan dari penelitian sebelumnya yakni dalam penelitian ini hanya menggunakan metode North West Corner. Manfaat penelitian adalah mengetahui biaya optimum dengan pendekatan minimasi pada proses distribusi air Sebagai alternatif perusahaan untuk menentukan rute distribusi ke lokasi tujuan. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini sebagai pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data. Penelitian ini adalah melakukan perhitungan dengan teknik iterasi untuk menentukan tujuan dalam minimasi. Teori yang diacu adalah Constraint Theory. Topik penelitian ini menggunakan populasi bidang riset operasi. Topik riset operasi yang digunakan dimaksud sebagai sampel yaitu bidang North West Corner. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Instrumen penelitian menggunakan jenis observasi. Observasi yang dilakukan untuk mendapatkan data primer, mengenai jumlah sopir, lokasi persediaan yang dipasok, jumlah persediaan yang dipasok dan jumlah pasokan dari tiap sopir. Observasi ini didukung data perusahaan agar lebih akurat. Nilai yang didapatkan berdasarkan data Sehingga, upaya minimasi operasional dapat diterapkan dan digunakan sebagai pengembangan. Analisis data penelitian ini menggunakan solusi awal Northwest Corner Method . , . Metode ini menghitung biaya operasional menggunakan teknik iterasi sampai nilai iterasi tidak ada yang bertanda negatif. Capaian dari North West Corner untuk mendapatkan solusi dengan pendekatan maksimum maupun minimum dengan analisis pemprograman maupun konvensional . Capaian penelitian ini menggunakan pendekatan minimum biaya dengan analisis konvensional . Model transportasi menggunakan simbol dengan arti sebagai berikut: Xmn : jumlah unit produk yang didistribusikan ke sumber m ke tujuan n. Cmn : biaya transportasi setiap unit dari sumber m ke tujuan n. : Persedian ke i, dengan i= 1,2,Am. : Permintaan ke j, dengan j=1,2,An. Teknik analisis data sebagai berikut . Membuat tabel masalah transportasi. OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PADA JASA DISTRIBUSI AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER Pemodelan matriks transportasi dan menyatakan A. Pemodelan kendala pembatas. Formulasi dalam meminimumkan dengan model Formulasi kendala pembatas untuk sumber. Formulasi kendala pembatas untuk tujuan. Gambar 2 Diagram alir penelitian Tabel II, menyatakan persoalan persediaan dan pemasokan galon ke lokasi tujuan. Lokasi persediaan, pengirim pasokan, kebutuhan persediaan dan jumlah pasokan digunakan untuk melakukan pemodelan tabel transportasi jumlah persediaan tampak pada Tabel II. Hasil analisis data berdasarkan poin 1 sampai dengan Minimasi menggunakan model : Gambar 2, menyatakan aliran proses penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis data konsep minimasi dengan pemodelan matematis dan pemodelan kendala dalam mencapai nilai untuk metode North West Corner. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada PT. X, data yang didapatkan terdiri dari persediaan dan Rekapitulasi data pasokan bulan Desember 2020 sebagai berikut dengan Pada Tabel I, menunjukkan masing Ae masing sopir memiliki pasokan yang berbeda ke setiap lokasi tujuan. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Berarti, uraian model sebagai berikut: Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 10-17 Kendala metode North West Corner untuk: TABEL I REKAPITULASI PERSEDIAAN DAN PASOKAN GALLON KE LOKASI TUJUAN Lokasi persediaan . Pengirim Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang Sopir 1 Sopir 2 Sopir 3 Jumlah . Kebutuhan persediaan . TABEL II. PERSOALAN PERSEDIAAN DAN PASOKAN GALLON KE LOKASI TUJUAN Lokasi Persediaan . Sopir 1 Pengirim Sopir 2 Sopir 3 Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang X11 X12 X13 X14 X15 X16 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X31 X32 X33 X34 X35 X36 Jumlah . Kebutuhan persediaan . Lokasi persedian yaitu Blitar Ponggok dengan total 3 sopir melakukan distribusi sejumlah 1500 gallon. Tulungagung selatan dengan 3 sopir melakukan distribusi sejumlah 1700 gallon. Trenggalek dengan total 3 sopir melakukan distribusi sejumlah 1750 gallon. Nganjuk melakukan distribusi sejumlah 1850 gallon. Blitar Perbatasan Malang melakukan distribusi sejumlah 1150 gallon dan Malang Balekambang melakukan distribusi sejumlah 1400 gallon. Masing Ae masing sopir selama melakukan distribusi untuk sopir 1 harus memberikan pasokan sejumlah 3200 gallon, sopir 2 sejumlah 3050 gallon dan sopir 3 sejumlah 3100 gallon. Sehingga, sopir ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. dan lokasi persediaan tidak ada area yang kosong, seluruhnya terisi pasokan yang harus didistribusikan. Pasokan agar sampai ke lokasi tujuan memerlukan anggaran biaya yang telah di rekapitulasi pada Tabel i OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PADA JASA DISTRIBUSI AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER TABEL i PEMODELAN TRANSPORTASI Biaya operasional (R. Pasokan Sopir 1 Sopir 2 Sopir 3 Permintaan (P. Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang X11 X12 X13 X14 X15 X16 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X31 X32 X33 X34 X35 X36 Jumlah pasokan (S. Kebutuhan persediaan Tabel i, menunjukkan pemodelan transportasi yang terbentuk dengan konsep minimasi. Konsep minimasi dengan penyuplai sebanyak 3 sopir dengan pemodelan tabel transportasi jumlah persediaan sebagai berikut: Minimasi menggunakan model: Berarti, uraian model sebagai berikut: Kendala metode North West Corner untuk: ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Dari pemodelan tranportasi, iterasi 1 sudah mendapatkan nilai optimum dalam obyektif minimasi. Iterasi 1 sampai dengan iterasi i membentuk model yang tampak pada Tabel IV. Tabel IV, menunjukkan iterasi optimal sampai iterasi ke-3. Optimal syarat dari iterasi adalah tidak ada nilai yang memiliki nilai negatif. Tabel IV, menunjukkan nilai iterasi yang tepat. Tabel V, menunjukan iterasi yang membentuk mendapatkan sebanyak langkah iterasi 3 kali. Perhitungan total biaya transportasi sebagai berikut: Total (R. 000 x 1500 000 x 550 000 x 150 000 x 1850 Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 10-17 TABEL IV NILAI ITERASI Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang Sopir 1 (-. Sopir 2 (-. (-. Sopir 3 Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang Sopir 1 Sopir 2 (-. Sopir 3 Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Trenggalek Nganjuk Blitar Perbatasan Malang Malang Balekambang Sopir 1 Sopir 2 Sopir 3 Iterasi 1 Iterasi 2 Iterasi 3 TABEL V. ITERASI 3 NORTH WEST CORNER SOLUSI OPTIMUM Nilai biaya dengan jumlah unit Pasokan Penyuplai Sopir 1 . Sopir 2 . Sopir 3 . Permintaan optimum . Blitar Ponggok . Tulungagung Selatan . Trenggalek . Nganjuk . Blitar Perbatasan Malang . Malang Balekambang . Jumlah pasokan optimum . Kebutuhan optimum Jumlah optimum pasokan dan jumlah optimum permintaan telah terakumulasi dari setiap sopir dan tujuan pasokan. Total biaya operasional menggunakan model Model menentukan biaya transportasi yang sudah terbentuk, diterapkan dalam nilai hitungan yaitu: Dengan demikian, nilai model transportasi optimum diminimumkan sejumlah Rp48. Untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan pembagian ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. biaya operasional sejumlah Rp48. 000 dengan model rekapitulasi tampak pada Tabel VI. Tabel VI menunjukkan biaya sopir 1 menuju Blitar Ponggok sejumlah Rp7. 000, menuju Tulungagung Selatan sejumlah Rp3. 000 dan menuju Blitar Perbatasan Malang sejumlah Rp4. Sopir 2 menuju Tulungagung Selatan sejumlah Rp7. 000, menuju Trenggalek sejumlah Rp9. 000 dan menuju Malang Balekambang sejumlah Rp900. Sopir 3 menuju Nganjuk sejumlah Rp9. 000, dan menuju Malang balekambang sejumlah Rp5. Dari ketiga sopir tersebut, biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sejumlah Rp48. OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PADA JASA DISTRIBUSI AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER No. Sopir ke Sopir 1 Sopir 2 Sopir 3 TABEL VI RINCIAN BIAYA OPERASIONAL SETIAP SOPIR DALAM PROSES PENGIRIMAN Tujuan Permintaan . Biaya (R. Total (R. Blitar Ponggok Tulungagung Selatan Blitar Perbatasan Malang Tulungagung Selatan Trenggalek Malang Balekambang Nganjuk Malang Balekambang Total Biaya (R. Berkaitan dengan biaya yang dominan dilakukan perusahaan dalam kurun waktu 3 bulan sebelumnya, yakni: TABEL VII BIAYA PERUSAHAAN 3 BULAN SEBELUMNYA No. Biaya Eksiting (Bulan ke-) Jumlah Biaya (R. / Total (R. Rata Ae rata (R. Berdasarkan Tabel VII, data biaya perusahaan 3 bulan sebelumnya, menyatakan rata Ae rata yang digunakan sebesar Rp54. Sedangkan hasil perhitungan menggunakan metode North West Corner sebesar Rp48. Berarti, efektivitas menggunkaan metode lebih signifikan. Biaya dapat diminimumkan. Hasil penelitian ini sesuai dengan analisa perbandingan yang telah dilakukan oleh . , yakni pengaplikasiaan metode North West Corner pada pengiriman barang hasil produksi, membantu pihak bagian pengiriman barang dalam menentukkan rute pengiriman Sehingga didapatkan biaya paling rendah dari satu gudang penyimpanan menuju ke tempat tujuan. Metode Nort West Corner adalah solusi dalam melakukan analisis biaya operasional perusahaan pengiriman barang dari gudang menuju lokasi tujuan. Tinjauan dari segi biaya dapat dikendalikan dengan minimasi dan perusahaan dapat meningkatkan laba yang sesuai harapan. IV. masing dengan biaya sebesar Rp9. 000 dan Rp5. UCAPAN TERIMA KASIH