Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite melalui Penguatan Kesadaran Wisata Geopark pada Siswa Sekolah Dasar di Desa Padang Livia Abtarian*. Reni Agustina Miftakul Janah. Virgiawan Listianto. Muhammad Yoga Aditya Saputra. Fina Sulistyaningsih Universitas Bojonegoro. Bojonegoro. Indonesia *Coresponding Author: abtrlipiya@gmail. Dikirim: 19-08-2025. Direvisi: 27-08-2025. Diterima: 28-08-2025 Abstrak: Geopark merupakan kawasan dengan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya yang berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata Namun, di Desa Padang. Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro, potensi geosite Galeri Bengawan dan biosite Kebun Jambu Kristal belum termanfaatkan secara optimal akibat minimnya inovasi, dukungan kelembagaan, serta rendahnya kesadaran wisata Pengabdian ini penting dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran wisata sejak dini melalui pendekatan pendidikan, sehingga potensi geopark dapat dioptimalkan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan desa. Tujuan penelitian adalah menguatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep geopark melalui model pembelajaran school trip yang kontekstual dan berbasis pengalaman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi, melalui tahapan pemberian materi di sekolah, pelaksanaan school trip ke Galeri Bengawan dan Kebun Jambu Kristal, serta pengukuhan pokdarwis sebagai penggerak keberlanjutan wisata desa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai geopark, tumbuhnya kepedulian lingkungan, serta terciptanya partisipasi aktif masyarakat melalui pokdarwis. Selain itu, kegiatan school trip terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa cinta terhadap daerah, serta memperkuat nilai-nilai profil pelajar pancasila. Dengan demikian, penguatan kesadaran wisata berbasis pendidikan lapangan dapat menjadi strategi efektif untuk optimalisasi potensi geopark Desa Padang dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kata Kunci: Geopark. Geosite. Biosite. School Trip. Desa Padang Abstract: Geoparks are areas with geological, biological, and cultural diversity that have the potential to be developed as educational facilities and sustainable tourism destinations. However, in Padang Village. Trucuk District. Bojonegoro Regency, the potential of the Bengawan Gallery geosite and the Crystal Guava Garden biosite has not been optimally utilized due to a lack of innovation, institutional support, and low public tourism awareness. This research is important to foster tourism awareness from an early age through an educational approach, so that the potential of the geopark can be optimized while supporting sustainable village development. The research objective is to strengthen elementary school students' understanding of the geopark concept through a contextual and experience-based school trip learning model. The method used is descriptive qualitative with a content analysis approach, through the stages of providing material at school, implementing a school trip to the Bengawan Gallery and the Crystal Guava Garden, and the inauguration of pokdarwis as a driver of sustainable village tourism. The results of the study showed an increase in student knowledge about the geopark, growing environmental awareness, and the creation of active community participation through pokdarwis. In addition, school trips have been proven to increase learning motivation, a sense of love for the region, and strengthen the values of the pancasila student profile. Thus, strengthening tourism awareness based on field education can @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA be an effective strategy to optimize the potential of the Padang Village Geopark and support the development of sustainable tourism. Keywords: Geopark. Geosite. Biosite. School Trip. Padang Village PENDAHULUAN Geopark adalah kawasan geografis yang ditandai dengan keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Geopark juga dikelola untuk perlindungan lingkungan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal, dengan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar (Hutabarat, 2. Dari penelitian (Kusumawardani et al. , 2. geopark dipahami sebagai Aukawasan yang mengintegrasikan pelestarian alam, penguatan inovasi masyarakat, dan pengembangan desa wisata berkelanjutan dengan menonjolkan potensi geosite dan biosite. Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan lebih banyak geopark nasional Indonesia untuk menjadi UNESCO Global Geoparks, yang akan menjadi salah satu pengembangan geopark Nasional Indonesia menuju UNESCO global geoparks sebagai diplomasi geowisata Indonesia, strategi geowisata Indonesia untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan sesuai dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) 2030. Upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan jumlah geopark Nasional yang ada menjadi UNESCO global geoparks juga akan semakin memperkuat sektor pariwisata Indonesia secara internasional di masa depan. Definisi lain geopark adalah taman bumi yang termasuk dalam kawasan konservasi, yang memiliki unsur geodiversity . eanekaragaman geolog. , biodiversity . eanekaragaman hayat. , dan cultural diversity . eanekaragaman buday. yang meliputi aspek di bidang pendidikan sebagai pengetahuan di bidang ilmu kebumian akan keunikan dan keanekaragaman warisan bumi serta aspek ekonomi berupa peran masyarakat dalam mengelola kawasan tersebut sebagai geowisata (Supriatna & Mochammad Saputra, 2. Geowisata merupakan salah satu bentuk pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan pemanfaatan warisan geologi, budaya, dan lingkungan alam sebagai daya tarik utama (Aini et al. , 2. Geosite adalah sebagai bentang alam yang memiliki potensi sebagai situs pariwisata dan memiliki nilai berdasarkan sudut pandang penilaian manusia (Teknik, n. Biosite adalah situs atau lokasi yang memiliki keanekaragaman hayati . lora dan faun. yang khas dan memiliki hubungan erat dengan proses geologi di sekitarnya. Biosite biasanya ditemukan dalam kawasan geopark dan menjadi bagian penting dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan, terutama ekologi dan konservasi (Setyaningrum. Biosite merupakan situs yang memiliki kekayaan akan flora dan fauna yang memiliki hubungan erat dengan proses geologi yang ada (Yulianto, 2. Menurut (Hera Dwi Oktaviani et al. , 2. menegaskan bahwa geosite berdiri sejajar dengan biosite . eragaman hayat. dan culturesite . eragaman buday. Artinya, geosite tidak berdiri sendiri media pembelajaran untuk mengenalkan warisan nilai ilmiah. Berdasarkan peraturan nasional, geosite termasuk dalam Situs Warisan Geologi yang wajib dilindungi dalam suatu kawasan geopark, mewakili warisan alam bumi yang unik (Pemerintah Pusat Indonesia, 2. Geopark di Bojonegoro merupakan kawasan yang memiliki nilai geologi penting dan diintegrasikan dengan aspek pendidikan, konservasi, serta pengembangan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan. Salah satu potensi geopark yang menonjol di Bojonegoro adalah kawasan yang memiliki formasi geologi khas, seperti struktur batuan kapur di wilayah selatan yang berhubungan dengan Pegunungan Kendeng, serta potensi fosil dan sumber daya alam lainnya. Keberadaan geopark ini tidak hanya menarik perhatian para peneliti dan akademisi dalam bidang geologi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata edukatif bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan memanfaatkan konsep geopark. Bojonegoro dapat mengembangkan pariwisata berbasis konservasi yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Upaya pelestarian dan pengelolaan geopark secara optimal dapat menjadikan Bojonegoro sebagai destinasi geowisata unggulan yang mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata dan ekonomi Menurut (Nugraha et al. , 2. , pengelolaan geopark yang berbasis partisipasi masyarakat lokal terbukti dapat memperkuat kemiskinan konservasi sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor geowisata. Hal ini sejalan dengan temuan (Adrianda et al. , 2. di geopark Silokek. Sumatera Barat, yang menegaskan bahwa keanekaragaman geodiversitas harus diinterpretasikan dengan inovatif agar lebih menarik bagi wisatawan dan pelajar. Dengan demikian, keberhasilan pengembangan geopark tidak hanya bergantung pada potensi alamiah semata, tetapi juga pada kemampuan dan pengelola masyarakat untuk menghadirkan nilai tambah melalui pendekatan edukasi dan wisata. Mengembangkan masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan adalah bagian dari geoterorisme. Peningkatan status menjadi UNESCO global geoparks diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi utama bagi geowisata Indonesia. Saat ini, 10 Geopark telah mengadopsi pendekatan holistik melalui konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan (Hutabarat, 2. Desa Padang di Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata berbasis edukasi dan alam yang berkembang pesat. Dua di antara potensi unggulannya adalah Galeri Bengawan dan Kebun Jambu Kristal, yang kini mulai dimanfaatkan sebagai sarana edukatif sekaligus destinasi wisata lokal. Galeri Bengawan merupakan salah satu destinasi edukatif dan budaya yang berada di Desa Padang. Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro. Galeri ini dibentuk sebagai bagian dari pengembangan potensi lokal dan pelestarian nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal masyarakat sekitar Sungai Bengawan Solo. Di dalam galeri ini, pengunjung dapat menemukan berbagai dokumentasi sejarah, artefak, serta informasi tentang aktivitas masyarakat bantaran Bengawan dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama di galeri ini adalah penjelasan tentang penemuan perahu kuno dan proses restorasinya, yang menjadi simbol penting hubungan antara manusia dan sungai dalam kehidupan sehari-hari. Galeri Bengawan juga menjadi media pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, dan wisatawan umum yang ingin memahami lebih dalam tentang budaya air, konservasi lingkungan, dan sejarah lokal. Keberadaan galeri ini memperkuat identitas Desa Padang sebagai bagian dari kawasan geopark dan mendukung program wisata edukatif berbasis potensi desa. Jambu kristal merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan sebagai basis agrowisata di Desa Padang. Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro. Buah ini dikenal dengan ciri khasnya yang tidak berbiji, dagingnya tebal, dan memiliki rasa yang manis segar, sehingga memiliki daya tarik tinggi baik sebagai produk konsumsi maupun objek wisata edukatif. Kondisi geografis Desa Padang yang subur dan dekat dengan Bendungan Gerak Bojonegoro menjadikan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA lahan di wilayah ini sangat cocok untuk budidaya jambu kristal. Selain berperan sebagai komoditas pertanian, jambu kristal juga dijadikan sebagai media wisata pertanian . yang menggabungkan unsur edukasi, rekreasi, dan ekonomi. Melalui kegiatan agrowisata, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan kebun jambu, tetapi juga dapat belajar tentang proses penanaman, perawatan, hingga panen buah secara langsung. Permasalahan yang di hadapi desa padang yaitu masih kurangnya optimalisasi potensi wisata geopark seperti galeri kampung bengawan dan kebun jambu kristal serta minimnya antusias masyarakat yang merupakan destinasi wisata utama yang ada di desa padang, hal inididasarkan karena masih sedikitnya inovasi dan dukungan dalam geopark tersebut. Kurangnya kesadaran pariwisata di komunitas pedesaan merupakan masalah yang umum terjadi. Komunitas desa masih belum mampu mengidentifikasi potensi di sekitar mereka, sehingga menyulitkan pengembangan pariwisata. Kesadaran pariwisata merupakan keterampilan dasar yang harus ditanamkan kepada masyarakat. Di sisi lain, keberhasilan implementasi geopark di tingkat lokal juga tidak bisa lepas dari peran Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. Pokdarwis berfungsi sebagai motor penggerak masyarakat dalam mengelola, melestarikan, dan mempromosikan potensi wisata desa. (Adiguna et al. , 2. mencontohkan bagaimana Pokdarwis di Desa Sambangan. Bali, mampu menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, (Trihayuningtyas et al. , 2. melalui penelitian Sapta Pesona membuktikan bahwa program edukasi dan sosialisasi yang melibatkan masyarakat desa mampu meningkatkan kesadaran wisata secara signifikan. (Hamdani et al. , 2. menambahkan bahwa strategi komunikasi pokdarwis berperan besar dalam keberhasilan implementasi program wisata berbasis masyarakat. Peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata dapat memperkuat environmental awareness serta manajemen destinasi berbasis masyarakat. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kesadaran wisata masyarakat, semakin besar pula peluang keberhasilan pariwisata yang berkelanjutan (Aini et al. , 2. Dengan kesadaran pariwisata, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan pariwisata. Penanaman kesadaran pariwisata dapat dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dengan pihak-pihak yang peduli terhadap sektor pariwisata (Kusumawardani et al. , 2. Menurut (Tajuddin & Nuria, 2. pengembangan pariwisata merupakan salah satu bagian dari pembangunan negara Indonesia secara sosial, budaya demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik dari kalangan atas sampai dengan kalangan bawah. Kunjungan sekolah merupakan bagian dari pariwisata pendidikan yang digunakan untuk melengkapi pembelajaran formal di kelas, dan dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan perjalanan kelompok ke lokasi tertentu dengan tujuan utama belajar, yang dapat bersifat langsung, kontekstual, dan berbasis pengalaman . embelajaran pengalama. (Dabamona, 2. Perjalanan Sekolah, atau kunjungan studi, adalah metode pembelajaran kontekstual yang secara aktif melibatkan siswa dalam pengamatan, eksplorasi, dan refleksi terhadap objek nyata. Dalam konteks pariwisata geopark, siswa diajak untuk mengunjungi lokasi yang memiliki nilai geologis, ekosistem unik, dan warisan budaya, seperti sungai purba, situs batu unik, kebun pertanian lokal, dan galeri pendidikan. Sedangkan menurut (DeWitt & Storksdieck, 2. , kegiatan ini juga berkontribusi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA pada penguatan motivasi belajar serta keterampilan sosial siswa. Dengan demikian, school trip dapat dipandang sebagai pendekatan edukatif yang efektif sekaligus Aktivitas ini membangun koneksi emosional siswa dengan lingkungan mereka, serta menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap konservasi alam. Pelaksanaan perjalanan sekolah dalam kerangka pendidikan geopark dapat dirancang secara kolaboratif antara sekolah, pemerintah desa, komunitas lokal . eperti Pokdarwi. , dan lembaga pendidikan tinggi. Materi yang disajikan tidak hanya berfokus pada geologi, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan budaya lokal. Oleh karena itu, perjalanan sekolah merupakan strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai pariwisata berkelanjutan sejak dini kepada generasi muda (Dabamona. Menurut (Behrendt & Franklin, 2. School Trip efektif jika dirancang dengan Keberhasilannya bergantung pada tiga tahap utama yaitu persiapan sebelum kunjungan . re-visi. agar siswa memahami tujuan, kegiatan terarah saat kunjungan untuk membimbing fokus belajar siswa dan refleksi setelah kunjungan agar pengalaman lapangan dapat dihubungkan kembali ke materi pelajaran. Tanpa ketiga tahap ini, field trip berisiko hanya menjadi aktivitas rekreasi tanpa makna edukatif. Tujuan adanya pengabdian masyarakat melalui program optimalisasi potensi geosite dan biosite di Desa Padang adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar, mengenai pentingnya konsep geopark yang mencakup geosite galeri kampung bengawan dan biosite kebun jambu Kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran wisata sejak dini, sehingga generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungan, budaya lokal, serta potensi wisata yang ada di sekitar mereka. Selain itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan potensi wisata desa melalui integrasi pendidikan, konservasi, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata Melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwi. , kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan keberlanjutan wisata desa. Di sisi lain, program ini berfungsi memperkuat motivasi belajar siswa serta membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil pelajar pancasila, seperti cinta lingkungan, kerja sama, dan bernalar kritis. Dengan melibatkan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat, pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam mendukung pembangunan desa yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan school trip dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian masyarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 27 Universitas Bojonegoro. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa SDN Padang 1 dan SDN Padang 2, kelas V dan VI, dengan jumlah total 55 siswa. Lokasi kegiatan berada di Desa Padang. Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro. Program ini berlangsung selama 3 hari pada bulan Juli 2025 di SDN padang 1 dan SDN Padang 2 dengan total 3 kali pertemuan yang dijadwalkan pada hari Kamis JumAoat dan Sabtu, untuk pertemuan pertama dan kedua tentang pengenalan geopark di sekolah dasar padang 1 dan padang 2, pertemuan ketiga pelaksanaan kegiatan school trip. Pada kegiatan school trip dilaksanakan pukul 07. 00 hingga 12. 00 WIB. Peserta kegiatan terdiri dari siswa gabungan SDN Padang 1 Dan Padang 2 yang terdiri kelas V dan VI yang dipilih berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan saintifik yang terintegrasi dengan model experiential learning, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Metode ini dipilih karena terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran (Hanan et al. , 2. Setiap sesi dalam school trip dirancang berdasarkan urutan kegiatan pembelajaran saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman berdasarkan pengalaman langsung yang mereka peroleh melalui kegiatan school trip. Pengabdian ini menggunakan teknik pengabdian isi . ontent analysi. yang merupakan salah satu metode dalam proses-proses yang dinamis untuk mendalami dan mengungkapkan secara inti yang berlandas komponen isi. Penulis menafsirkan dan berusaha untuk memahami isi pesan maupun gagasan utama yang terkandung dalam sebuah buku yang akan ditulis oleh Pembicara dengan menggunakan teknik content analysis (H. Zulki Zulkifli Noor, 2. Pada dasarnya bagian ini menjelaskan pelaksanaan dan metode pengabdian. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan memberi penjelasan. Metode kegiatan antara lain: . Pelatihan terkait pemilihan pendekatan . Strategi . Model . Metode Pembelajaran Pada Penelitian Tindakan Kelas. Pelaksanaan program school trip di Desa Padang dilakukan melalui beberapa tahapan terstruktur. Pertama, menjalin kerja sama strategis dengan Disbudpar Kabupaten Bojonegoro untuk mendapatkan penyuluhan, pendampingan, dan arahan pengelolaan wisata edukatif. Kedua, koordinasi dengan Pemerintah Desa Padang untuk menyampaikan rencana kegiatan dan memastikan dukungan masyarakat. Ketiga, sosialisasi ke SDN Padang 1 dan 2 untuk memperkenalkan konsep geopark serta menanamkan kesadaran siswa terhadap pelestarian lingkungan dan potensi wisata lokal. Keempat, pembentukan pokdarwis Desa Padang yang dipimpin Ibu Tata Trisnaning P. Kes sebagai penggerak utama dalam pengelolaan dan promosi wisata Tahapan ini memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan bagi Untuk mengetahui efektivitas program, evaluasi dilakukan secara formatif melalui refleksi, diskusi terbuka, dan pengisian jurnal belajar siswa. Tim juga mencatat kendala yang muncul selama kegiatan sebagai bahan perbaikan pada pelaksanaan Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto, video, dan catatan lapangan yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Dengan metode ini, pelaksanaan pengabdian masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep geopark, tetapi juga mendukung pembentukan profil pelajar pancasila yang kreatif, bernalar kritis, mampu bekerja sama, serta peduli terhadap lingkungan dan potensi wisata lokal. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Program school trip sebagai bentuk kegiatan pengabdian bidang pendidikan dilaksanakan untuk mendukung peningkatan dan optimalisasi geopark yang ada di Bojonegoro khususnya daerah Padang melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Kelompok 27 Universitas Bojonegoro, yang berlokasi di SDN Padang 1 dan SDN Padang 2. Desa Padang. Kecamatan Trucuk. Kabupaten Bojonegoro. Selama @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA satu minggu pelaksanaan tanggal 24-25 Juli 2025, kegiatan pertama pemberian materi geopark di SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 pada hari Kamis dan JumAoat pukul 00 WIB, kegiatan kedua pelaksanan program school trip di Geosite (Galeri Kampung Bengawa. dan Biosite (Kebun Jambu Krista. peserta program terdiri dari 55 siswa gabungan kelas V dan VI (SDN Padang 1 dan SDN Padang . pada hari Sabtu,26 juli 2025 pukul 07. 00 WIB, yang secara aktif dilibatkan dalam seluruh pelaksan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan mengikuti prinsip pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara verbal, tetapi juga melakukan eksplorasi langsung terhadap konsep geopark melalui praktik nyata. Pendektan ini sejalan dengan peningkatan kualitas geopark yang ada di Bojonegoro sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan potensi geowisata daerah. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan geopark melalui edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Berikut merupakan tahapan awal sebelum pelaksaan, untuk menentukan solusi yang tepat Tahapan 1: Melakukan Kerjasama Dengan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Bojonegoro Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro menjalin kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro sebagai langkah strategis dalam mengembangkan potensi wisata dan budaya yang ada di Desa Padang. Kerjasama ini tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi wisata, tetapi juga mencakup penyuluhan tentang pelestarian budaya lokal, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pariwisata, serta penguatan kapasitas kelembagaan desa wisata. Dalam kegiatan ini. Disbudpar Bojonegoro diwakili oleh Ade Teguh Priambodo yang memberikan arahan dan pendampingan langsung kepada mahasiswa maupun masyarakat. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing. Melalui kerjasama ini, diharapkan Desa Padang dapat berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan dengan mengedepankan nilai budaya sekaligus potensi alam yang dimiliki. Tahapan 2: Melakukan Koordinasi dengan Pihak Desa Padang Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Pemerintah Desa Padang sebagai langkah awal sebelum menjalankan program kerja di lapangan. Koordinasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, sekaligus meminta arahan dan dukungan dari pemerintah desa agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pertemuan koordinasi dilakukan bersama Kepala Desa Padang. Bapak Subagyo, di Balai Desa Padang. Dalam kesempatan tersebut, tim KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro memaparkan program-program utama yang telah disusun, mulai dari bidang pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Bapak Subagyo menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi desa, serta menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh perangkat desa dan masyarakat. Koordinasi ini menjadi langkah awal penting untuk menciptakan sinergi antara @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat maksimal serta berkelanjutan bagi Desa Padang. Tahapan 3: Sosialisasi dengan Pihak Sekolah Dasar di Desa Padang Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan pihak Sekolah Dasar di Desa Padang sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan pengetahuan dan wawasan siswa, khususnya terkait edukasi wisata dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam serta mengenalkan potensi budaya dan wisata yang ada di lingkungan sekitar mereka. Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan dua sekolah dasar yang ada di Desa Padang. Di SDN Padang 1, mahasiswa KKN-TK diterima dengan baik oleh kepala sekolah. Saridjan. Pd, yang menyampaikan dukungannya terhadap program edukasi yang dibawa mahasiswa. Sementara itu, di SDN Padang 2, kepala sekolah Moh Zahli juga menyambut positif kegiatan ini dan berharap dapat memberikan wawasan baru kepada siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan serta potensi wisata desa. Melalui kegiatan sosialisasi dengan pihak sekolah dasar ini, mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro berharap dapat menanamkan nilai-nilai positif sejak dini, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai mitra penting dalam pengembangan desa berbasis pendidikan dan pariwisata. Tahapan 4: Pembentukan Pokdarwis di Desa Padang Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. di Desa Padang merupakan langkah strategis dalam upaya mengembangkan potensi pariwisata lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor wisata sebagai penunjang perekonomian desa. Pokdarwis berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mengelola, melestarikan, dan mempromosikan potensi wisata yang ada di desa, serta menjadi mitra pemerintah desa dalam setiap program kepariwisataan. Proses pembentukan Pokdarwis Desa Padang dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan unsur pemerintah desa, masyarakat, dan tim mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro. Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Padang. Bapak Subagyo, yang menekankan pentingnya sinergi antaranggota. Pokdarwis Desa Padang beranggotakan 7 orang dari berbagai bidang, yang nantinya akan saling bekerja sama dalam menjalankan program dan mengembangkan potensi wisata di desa. Adapun yang dipercaya sebagai penanggung jawab Pokdarwis Desa Padang adalah Ibu Tata Trisnaning P. Kes. Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, beliau diharapkan dapat memimpin dan mengarahkan Pokdarwis agar mampu berperan aktif dalam meningkatkan daya tarik wisata desa, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Tabel 1. Rangkuman Pelaksanaan Program School Trip di SDN Padang 1 dan 2 Pelaksanaan Topik Kegiatan Pembetukan Panitia Instrument Pendukung Anggota KKN Hasil Dan Keputusan Pemberian Tugas atau Tanggungjawab Pada Setiap Kelompok dan Tempat Pelaksan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA Pengukuhan Pokdarwis Desa Padang Pemberian Materi Geopark di SDN Padang 1 dan 2 Pelaksaan Program School Trip Untuk SDN Padang 1 dan 2 Karang Taruna dan Pihak Desa Padang Anggota KKN Siswa Kelas V dan VI. Panitia KKN. Pokdarwis,dan Dinas Kebudayan Dan Pariwisata Terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Untuk Keberlanjutan Wisata Geopark di Desa Padang Pemahaman Terkait Potensi Geopark di Desa Padang Baik Geosite dan Biosite Implementasi dari Pemberian Materi Gopark Secara Langsung di Tempatnya Sekaligus Sebagai Bentuk Ketercapaiaan Program Implementasi program geopark di Desa Padang dirancang sebagai upaya untuk mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi wisata lokal secara terpadu. Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa melalui school trip edukatif sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. sebagai mitra Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan sosialisasi dengan pihak sekolah, penguatan kapasitas pokdarwis, serta eksplorasi lapangan, program ini tidak hanya mengenalkan nilai-nilai geopark, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama antar peserta. Dengan pendekatan partisipatif, implementasi program di Desa Padang diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pendidikan, masyarakat, dan pengelolaan wisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat profil pelajar pancasila yang kreatif, bernalar kritis, dan peduli terhadap lingkungan. Berikut merupakan metode pelaksaan program school trip untuk siswa SDN Padang 1 dan SDN Padang 2, dengan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan saintifik yang terintegrasi dengan model experiential learning, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Pelaksanaan 1: Pembentukan Panitia dari KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro Universitas Bojonegoro membentuk panitia internal sebagai langkah awal dalam mengatur dan melaksanakan seluruh program kerja yang telah dirancang selama kegiatan pengabdian di Desa Padang. Pembentukan panitia ini memiliki fungsi utama untuk membagi tugas secara terstruktur, memudahkan koordinasi, serta memastikan setiap kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Panitia ini beranggotakan seluruh mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro yang berjumlah , sehingga setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab masingmasing. Tugas panitia mencakup perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, publikasi, serta evaluasi dari setiap agenda yang dijalankan. Dengan adanya pembagian tugas ini, diharapkan seluruh kegiatan KKN dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terorganisir dengan baik. Pembentukan panitia dilaksanakan pada hari Senin, 21 Juli 2025, bertempat di Posko KKN Desa Padang. Melalui terbentuknya panitia ini, mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro berkomitmen untuk bekerja sama secara solid dan bertanggung jawab demi kelancaran serta keberhasilan program pengabdian masyarakat. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA Gambar 1. Pembentukan Panitia dari KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro Pelaksanaan 2: Pengukuhan Pokdarwis Desa Padang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. merupakan organisasi masyarakat di tingkat desa yang memiliki peran penting dalam menggerakkan partisipasi warga untuk mendukung pengembangan pariwisata desa. Tugas utama Pokdarwis adalah membantu pemerintah desa dalam mengelola potensi wisata, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pariwisata, serta menciptakan kegiatan yang mampu mendorong perekonomian lokal melalui sektor wisata. Pada hari Minggu, 20 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pengukuhan Pokdarwis Desa Padang yang berlangsung di Balai Desa Padang. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Padang. Bapak Subagyo. Ketua Pokdarwis, 7 orang anggota Pokdarwis dari berbagai bidang, serta tim Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro. Dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan pokdarwis Desa Padang dapat menjadi motor penggerak dalam mengembangkan potensi wisata desa, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah desa dan masyarakat untuk menciptakan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Gambar 2. Pengukuhan Pokdarwis Desa Padang Pelaksanaan 2: Pemberian Materi Geopark (Geosite dan Biosit. di SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 Mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro melaksanakan kegiatan pemberian materi geopark di SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 sebagai salah satu bentuk edukasi bagi siswa sekolah dasar tentang pentingnya melestarikan lingkungan serta memahami potensi alam yang ada di Desa Padang. Materi yang diberikan mencakup penjelasan mengenai geosite dan biosite sebagai bagian dari unsur @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA utama geopark. Materi geosite yang diperkenalkan adalah Galeri Kampung Bengawan, yaitu lokasi yang menyimpan nilai penting terkait warisan geologi serta sejarah perkembangan Sungai Bengawan yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat sekitar. Sedangkan materi biosite yang disampaikan adalah Kebun Jambu Kristal, sebagai contoh keanekaragaman hayati sekaligus potensi pertanian desa yang mampu dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis edukasi dan ekonomi Pemberian materi ini dilakukan oleh mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro, yaitu Muhammad Yoga Aditya Saputra. Kevin Dwi Nur Cahya. Atik Abawaiki, dan Achmad Fikri Ridhoi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis, 24 Juli 2025 di SDN Padang 1 dan Jumat, 25 Juli 2025 di SDN Padang 2. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang geopark, tetapi juga tumbuh rasa peduli terhadap lingkungan dan potensi desa mereka. Gambar 3. Pemberian Materi Geopark (Geosite dan Biosit. dari Kelompok KKN di SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 Pelaksanaan 4: Pelaksaan Program School Trip Untuk SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 Program school trip merupakan salah satu metode pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa dengan cara mengunjungi lokasi edukatif yaitu : Galeri Bengawan . dan Kebun Jambu Kristal . Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori di ruang kelas, tetapi juga dapat mengamati dan memahami secara nyata hal-hal yang dipelajari. Pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, mahasiswa KKNTK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro melaksanakan kegiatan School Trip yang diikuti oleh siswa dari SDN Padang 1 dan SDN Padang 2. Peserta kegiatan ini adalah siswa kelas V dan kelas VI dengan jumlah total 55 siswa. Dalam pelaksanaan kegiatan, para siswa diajak untuk mengenal lebih dalam tentang lingkungan sekitar dan memahami pentingnya geopark melalui pendekatan pembelajaran berbasis Aktivitas dikemas secara menarik dan interaktif sehingga siswa dapat belajar sambil bermain. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pengamatan langsung, diskusi ringan, hingga simulasi yang diberikan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan school trip ini cukup signifikan. Siswa mendapatkan pemahaman baru mengenai konsep geopark dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah tempat tinggal mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat rasa kebersamaan dan kemandirian, serta menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, mahasiswa @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA KKN, dan masyarakat. Dengan demikian, school trip ini tidak hanya memberikan manfaat dalam konteks pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan sejak dini bagi generasi muda Desa Padang. Sehingga program ini diharapkan bisa menjadi sarana metode pembelajaran diluar kelas yang efektif, sekaligus sebagai menjadikan nilai tambah untuk sekolah tersebut dan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN-TK Kelompok 27 Universitas Bojonegoro untuk memajukan potensi Desa Padang agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Gambar 4. Pelaksaan Program School Trip Untuk SDN Padang 1 dan SDN Padang 2 di Galeri Bengawan (Geosit. dan Kebun Jambu Kristal (Biosit. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program school trip di Desa Padang menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai konsep geopark, khususnya pada geosite (Galeri Bengawa. dan biosite (Kebun Jambu Krista. Temuan utama kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi lapangan tidak hanya memperkuat pengetahuan teoretis siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian lingkungan, rasa cinta terhadap daerah, serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Selain itu, pengukuhan pokdarwis Desa Padang membuktikan adanya dukungan kelembagaan masyarakat yang strategis untuk keberlanjutan pengembangan wisata edukatif. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi model efektif dalam memperkuat pengembangan geopark sekaligus mendukung tujuan pembangunan pariwisata berkelanjutan di tingkat lokal. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Abtarian dkk. Optimalisasi Potensi Geosite dan Biosite Melalui PenguatanA UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis menyampaikan terima kasih kepada Universitas Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pengabdian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak SDN Padang 1 dan SDN Padang 2, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Desa Padang yang telah bekerja sama dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Penghargaan khusus diberikan kepada masyarakat Desa Padang, para guru, dan siswa yang dengan antusias mengikuti program school trip. Dukungan semua pihak telah menjadi faktor penting keberhasilan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA