JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 PERAN KEPRIBADIAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Alfi Syahrah Siregar1. Dian Herdiana Utama2 Program Studi Magister Manajemen FPEB Universitas Pendidikan Indonesia alfisyahrahsiregar@upi. edu, 2dhutama@gmail. Received: Mei, 2024. Accepted: Mei, 2024 Abstract This study examines the effect of teacher personality competence on student learning motivation in Aqidah Akhlak at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. The proposed hypothesis states that teachers' attributes and behaviours significantly affect students' motivation, which in turn affects the effectiveness of the learning process. This research uses a quantitative descriptive approach by collecting data through questionnaires and documentation from 28 student respondents. Data analysis was conducted using the Product Moment formula. The results showed a correlation coefficient rcount of 0. 538, which exceeds the rtable value of 0. 374 at the 5% significance level. This supports the hypothesis that teacher personality competence positively affects student learning motivation. The findings emphasise the critical role of teacher personality in shaping educational outcomes and recommend the importance of professional development programs aimed at improving teachers' personality competence with positive and constructive behaviours in teaching and presenting themselves as an ideal figure that students respect and love. Keywords: teacher personality competence, learning motivation, learning outcomes Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. Hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa atribut dan perilaku pribadi guru secara signifikan mempengaruhi motivasi siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner dan dokumentasi dari 28 responden siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi rhitung sebesar 0,538, yang melebihi nilai tabel rtabel sebesar 0,374 pada tingkat signifikansi 5%, mendukung hipotesis bahwa kompetensi kepribadian guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Temuan ini menekankan peran penting kepribadian guru dalam membentuk hasil pendidikan dan merekomendasikan pentingnya program pengembangan profesional yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dengan perilaku positif dan konstruktif dalam mengajar serta menampilkan diri sebagai sosok ideal yang disegani dan dicintai siswa. Kata Kunci: kompetensi kepribadian guru, motivasi belajar, hasil belajar How to Cite: Siregar. & Utama. Peran Kepribadian Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . PENDAHULUAN Pendidikan Nasional adalah upaya sadar dan terencana yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif serta proses pembelajaran yang efektif, agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya (Indrayani et al. , 2. Hal ini juga sesuai dengan pendapat dari Djaali . ) yang menyebutkan bahwa pendidikan diharapkan dapat mendorong peserta didik memperoleh kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri. Volume 7. No. Mei 2024 pp 242-247 serta kemampuan intelektual dan keterampilan yang esensial bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam pendidikan, guru sebagai komponen utama memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,guru diwajibkan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (Dirsa et al. , 2022. Sele & Sila, 2022. Suharto. Kepribadian guru yang mencakup integritas dan kedewasaan emosional, memiliki pengaruh yang signifikan dan langsung terhadap sikap dan kebiasaan belajar siswa. Interaksi sehari-hari antara guru dan siswa memfasilitasi penyerapan sikap, penguatan keyakinan, peniruan tingkah laku, dan adopsi dari pernyataan-pernyataan guru yang pada akhirnya secara keseluruhan mempengaruhi motivasi belajar siswa (Siagian et al. , 2. Kompetensi kepribadian seorang guru, yang mencakup stabilitas, kedewasaan, dan kebijaksanaan, mempengaruhi berbagai aspek proses belajar siswa, seperti motivasi, disiplin, dan prestasi akademik (M. Lascuna & A. Luzano, 2023. Shafiuddin, 2. Motivasi belajar adalah kekuatan yang memengaruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ideal (Deni et al. , 2. Motivasi ini berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, di mana minat yang besar terhadap materi dan motivasi yang diperoleh baik secara internal maupun dari guru, menjadi indikator utama kualitas pembelajaran (Liu et al. , 2. Motivasi tersebut tidak hanya meningkatkan semangat dan ketekunan belajar, tetapi juga memberikan gairah dan kepuasan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung memperoleh lebih banyak energi untuk belajar, yang pada akhirnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik (Kim et al. , 2. Sekolah sebagai lembaga sosial berfokus pada pengembangan intelektual dan moral siswa, sehingga guru harus mampu memberikan motivasi belajar kepada siswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyajikan diri sebagai figur yang dapat dihormati, sabar, dan mampu mengarahkan siswa untuk memahami tujuan materi pelajaran yang penting dan berharga (Santos, 2. Kegagalan dalam memenuhi aspek ini dapat menghambat proses belajar mengajar. Hasil observasi awal di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki kompetensi kepribadian yang baik, karakter yang stabil, dewasa, arif, dan berakhlak mulia. Namun, masih terdapat ketidakselarasan antara kepribadian guru dan motivasi belajar siswa. Gejala seperti kurangnya pengerjaan tugas, kesulitan menjawab pertanyaan saat review materi, permintaan izin keluar kelas, dan pasivitas dalam pembelajaran menunjukkan adanya isu yang perlu ditangani. Hal ini memotivasi penulis untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa di mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang cara meningkatkan efektivitas pendidikan melalui pengembangan profesional guru yang berorientasi pada peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menguji hipotesis secara statistik berdasarkan data empirik yang diperoleh melalui pengukuran (Djaali, 2. Hipotesis diuji menggunakan analisis korelasi statistika dengan bantuan aplikasi SPSS 26 for Windows 244 Siregar & Utama. Peran Kepribadian Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Tzenios, 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus atau sampling total, di mana seluruh anggota populasi, yaitu 28 siswa kelas VI A di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan, dijadikan sampel. Teknik ini dipilih untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat menggeneralisasi populasi secara akurat dan representatif (Stratton, 2. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus Product moment. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner tidak langsung untuk mengkaji pengaruh kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak. Pengukuran data menggunakan Skala Likert, yang menilai sikap atau perilaku responden terhadap serangkaian pernyataan yang diajukan. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi responden tentang fenomena sosial, dengan pernyataan yang dibagi menjadi kategori positif dan negatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Setelah mendistribusikan dan mengolah data, hasil pengujian diperoleh sebagai berikut Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa nilai signifikansi untuk kepribadian guru adalah 0,053 dan untuk motivasi belajar adalah 0,969, keduanya lebih besar dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa data dari variabel kepribadian guru dan motivasi belajar siswa kelas VI A memiliki distribusi yang normal. Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui nilai signifikansi berdasarkan median dan dengan derajat kebebasan yang disesuaikan adalah 0,063, yang lebih besar dari 0,05. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa data dari variabel Kepribadian Guru dan Motivasi Belajar siswa kelas VI A menunjukkan variasi yang homogen. Volume 7. No. Mei 2024 pp 242-247 Berdasarkan analisis data yang disajikan dalam Tabel 3, diperoleh hasil koefisien korelasi Product Moment sebesar 0,538. Penelitian ini melibatkan perbandingan rhitung dengan rtabel. Jika rhitung > rtabel, maka terdapat pengaruh signifikan dari kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. Sebaliknya, jika rhitung < rtabel, maka pengaruh tersebut dianggap tidak signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rhitung adalah 0,538 dan rtabel adalah 0,374 pada tingkat signifikansi 5%, yang berarti rhitung > rtabel. Dengan demikian. Hipotesis Alternatif (H. diterima, menegaskan bahwa terdapat pengaruh positif kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan, yaitu 0,538 > 0,374. Pembahasan Pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap proses pembelajaran merupakan aspek kritis yang mendukung penciptaan lingkungan edukatif yang kondusif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian yang efektif dalam pendidikan menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat hubungan antara guru dan siswa baik secara fisik maupun emosional (Siagian et al. , 2. Hal ini sejalan dengan teori Vygotsky tentang pembelajaran sosial yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif siswa (Etnawati, 2022. Muhammad et al. , 2. Kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru, seperti empati, kehangatan, dan otoritas positif, mendorong siswa untuk lebih terlibat dan termotivasi dalam proses belajar sehingga meningkatkan peluang untuk mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi (Eldasisca Dwapatesty et al. , 2. Guru yang memiliki kemampuan interpersonal yang unggul cenderung lebih efektif dalam mengelola kelas dan memfasilitasi lingkungan belajar yang aktif serta partisipatif. Sesuai dengan teori perilaku organisasi yang dikemukakan oleh Robbins, karakteristik kepribadian seperti kestabilan emosional dan keterbukaan terhadap pengalaman baru memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan mendukung (Syaroh, 2. Kualitas-kualitas ini memungkinkan guru untuk bertindak sebagai teladan yang memancarkan nilai-nilai mulia yang patut dicontoh, yang secara langsung berdampak pada peningkatan tingkat motivasi siswa (Fakhruddin et al. , 2. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan rumus parametrik dengan metode korelasi product moment menghasilkan nilai rhitung sebesar 0,538, yang jauh melampaui rtabel sebesar 0,374 dengan tingkat signifikansi 5%, menegaskan bahwa kompetensi kepribadian guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa tidak hanya tergantung pada kemampuan akademis guru tetapi juga pada bagaimana guru tersebut memengaruhi siswa secara emosional dan sosial, yang mendukung teori motivasi yang 246 Siregar & Utama. Peran Kepribadian Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa menyatakan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan penting dalam pembelajaran (Eslit, 2023. Zhou & Zhang, 2. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi kepribadian guru dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan, yang dibuktikan dengan r hitung sebesar 0,538 yang melebihi rtabel pada 0,374. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengembangan karakter dan kompetensi interpersonal guru sebagai elemen krusial dalam strategi pendidikan yang efektif. KESIMPULAN Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan. Hasil menemukan bahwa kompetensi kepribadian guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Implikasi dari temuan ini sangat penting bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru untuk pembentukan karakter profesional dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya program pengembangan profesional yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dengan perilaku positif dan konstruktif dalam mengajar serta menampilkan diri sebagai sosok ideal yang disegani dan dicintai siswa sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Kemudian, siswa diharapkan untuk aktif mengembangkan motivasi belajar dengan mengatur waktu belajar secara efektif serta menunjukkan keseriusan dalam proses Sekolah harus mendukung ini dengan menyediakan sumber daya seperti sesi konseling akademik dan bimbingan belajar. Implementasi rekomendasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas belajar di (MIN) 2 Padangsidimpuan tetapi juga memberikan kontribusi pada penelitian pendidikan dan pengembangan pendidik di masa depan. DAFTAR PUSTAKA