PENGALAMAN IBU DALAM PERAWATAN LUKA EPISOTOMI DI DESA BANDAR BARU KECAMATAN SIBOLANGIT Fistaqul Isnaini1,* dan Barirah2 Program studi pendidikan profesi bidan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Medan Penulis Korespondensi:Email: agustinaleni90@gmail. ABSTRAK Perawatan luka episiotomi penting dilakukan karena luka bekas jahitan jalan lahir ini dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi. Tujuan perawatan perineum adalah mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan. Selama pasca persalinan setiap ibu post partum mempunyai pengalaman mengenai perawatan luka bekas Pengalaman inilah yang menentukan cara pandang/pola pikir ibu dalam melakukan perawatan luka bekas episiotomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman ibu dalam Perawatan Luka Episiotomi. Desain penelitian yang digunakan adalah Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah partisipan 6 orang. Waktu penelitian ini dari bulan maret 2025 sampai Mei 2025. Hasil penelitian bahwa ada lima kategori pengalaman ibu dalam melakukan perawatan luka episiotomi yaitu Faktor Ae faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi. Upaya mempercepat penyembuhan luka episiotomi. Interval melakukan perawatan luka episiotomi. Perasaan ibu pada saat melakukan perawatan dan setelah melakukan perawatan luka episiotomi. Dampak perawatan luka episiotomi. Kepada ibu yang baru melahirkan dengan luka episiotomi dianjurkan untuk memperhatikan luka dan menjaga kebersihkan luka. Keluarga termasuk suami, ibu/ibu mertua agar mendukung dalam perawatan luka episiotomi. Kata kunci : Pengalaman ibu. Luka Episiotomi jaringan otot perineum ini disebut tindakan PENDAHULUAN Episiotomi adalah irisan yang dibuat dokter untuk melebarkan vagina Ibu yang bersalin secara normal, sehingga kelahiran menjadi lebih lancar. beberapa ada yang tidak mengalami Hal ini untuk menjaga vagina sobek tidak robekan karena jalan lahirnya cukup elastis teratur sebagai akibat dorongan kelahiran. ketika dilalui bayi saat proses persalinan. Hal tersebut juga mempermudah dokter Namun ada ibu yang memerlukan bantuan untuk mempercepat kelahiran, misalnya dokter maupun bidan untuk memperlebar karena bayi susah keluar. jalan lahir dengan dilakukan pengguntingan Indikasi untuk melakukan episiotomi jaringan di daerah perineum yakni jaringan dapat timbul dari pihak ibu maupun pihak otot antara anus dan vagina. Pengguntingan Indikasi pada janin yaitu. Sewaktu melahirkan janin prematur. Tujuannya untuk mencegah terjadinya trauma yang berlebihan pada kepala janin. Dan Sewaktu melahirkan janin letak sunsang, melahirkan janin dengan cunam, ekstraksi vakum, dan janin besar. Indikasi pada ibu yaitu. Apabila terjadi peregangan perineum yang berlebihan sehingga ditakuti akan terjadi primipara, persalinan sunsang, persalinan dengan cunam, ekstraksi vakum, dan anak Setelah selesai persalinan maka dokter atau bidan akan menjahit dan menyatukan kembali luka tersebut sedemikian rupa agar nantinya sembuh dengan sempurna. Untuk mempercepat pemulihan luka tersebut diperlukan perawatan yang benar. Luka pada perenium akibat episiotomi, ruptura atau laserasi merupakan daerah yang tidak mudah untuk dijaga agar tetap bersih dan kering. Pengamatan dan perawatan khusus diperlukan untuk menjamin agar daerah tersebut sembuh dengan cepat dan mudah. Pencucian daerah perineum memberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi secara seksama pada daerah tersebut dan mengurangi rasa sakitnya. elen farre. Perawatan luka episiotomi penting dilakukan karena luka bekas jahitan jalan lahir ini dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas, luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari jalan lahir . Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia . iologis, psikologis, sosial dan spiritua. dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz. Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2. Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organta genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2. Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil. Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton . , adalah mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan. Perawatan luka jalan lahir dilakukan sesegera mungkin setelah 6 jam dari persalinan normal. Ibu akan dilatih dan dianjurkan untuk mulai bergerak duduk dan latihan berjalan. Tentu saja bila keadaan ibu cukup stabil dan tidak mengalami komplikasi misalnya tekanan darah tinggi atau pendarahan. Berdasarkan penjelasan diatas diketahui bahwa perawatan luka episiotomi penting dilakukan karena luka bekas jahitan jalan lahir ini dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengalaman Ibu terhadap Perawatan Luka EpisiotomiAy. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Fenomenologi merupakan studi yang berkaitan dengan prespektif pokok seseorang (Moleong, 2. Hal ini sesuai dengan tujuan peneliti untuk mengetahui pengalaman ibu dalam perawatan luka Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mengalami luka episiotomi di desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit yaitu sebanyak 15 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2025 di Desa Bandar Baru Kec. Sibolangit. Kab. Deli Serdang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu suatu tehnik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi yang dikehendaki peneliti sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah ditetapkan sebelumnya (Nursalam, 2. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 6 partisipan. Menurut Cresswell . , fenomenologi ini sampel yang diambil adalah sampel yang pernah mengalami substansi yang akan diteliti. Cara pemilihan partisipan pada penelitian ini tidak diarahkan pada jumlah tetapi berdasarkan pada asas kesesuaian dan kecukupan sampai mencapai saturasi data, artinya bahwa dengan menggunakan partisipan selanjutnya boleh dikatakan tidak lagi diperoleh tambahan informasi baru yang berarti atau mengulang data yang sudah ada (Saryono, 2. adapun sampel yang diambil memenuhi kriteria sebagai berikut Ibu/Ibu post-partum mengalami luka episiotomi Ibu dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia Bersedia untuk diwawancarai atau menjadi responden. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian dari enam partisipan memiliki lima kategori yaitu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi, upaya mempercepat penyembuhan luka episiotomi, interval melakukan perawatan luka episiotomi, perasaan ibu pada saat melakukan perawatan dan setelah melakukan perawatan luka episiotomi, dampak dari perawatan luka episiotomi. Karakteristik partisipan Keenam partisipan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah partisipan yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk diwawancarai serta menandatangani persetujuan menjadi partisipan penelitian sebelum wawancara Usia keenam partisipan berkisar antara 20-26 tahun. Dari keenam partisipan, lima orang partisipan memiliki satu orang anak, satu orang partisipan memiliki dua orang anak. empat orang partisipan berasal dari suku Batak, dua orang dari suku Jawa. Tiga orang partisipan beragama Kristen protestan, dan dua orang partisipan beragama Islam, satu orang partisipan beragama Katholik. 4 orang partisipan bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan satu orang partisipan bekerja sebagai PNS, dan satu orang bekerja sebagai Pegawai Swasta. 3 orang berpendidikan terakhir SMA, dan tiga orang partisipan lainnya berpendidikan No. Karakteristik Partisipan Usia Ibu 20-26 tahun Jumlah anak Agama Islam Kristen protestan Katolik Suku Jawa Batak Pekerjaan Ibu rumah tangga PNS Pegawai Swasta Pendidikan SMU Perguruan tinggi terakhir perguruan tinggi. Data demografi partisipan dapat dilihat pada tabel 4. berikut ini. Tabel 4. 1 data demografi partisipan Jumlah Faktor Ae faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi . Faktor pendukung Diperoleh bahwa semua partisipan merasakan adanya dukungan dari diri sendiri, suami, ibu/ibu mertua dan tenaga kesehatan. hal ini dapat dilihat dari pernyataan partisipan berikut: Suami Seluruh merasakan adanya dukungan suami yang sangat kuat dalam Perawatan Luka Episiotomi ini. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan partisipan berikut: Suami saya sangatlah terlibat dalam Perawatan Luka ini, karena dia selalu mengingatkan saya untuk membersihkan kemaluan saya, dan mengoleskan salep betadine ke luka hecting saya Pengalaman Ibu dalam Perawatan Luka Episiotomi Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengalaman ibu dalam perawatan luka episiotomi ini menjadi lima kategori yaitu. faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi, upaya mempercepat penyembuhan luka episiotomi, interval melakukann perawatan luka episiotomi, perasaan ibu pada saat melakukan perawatan luka episiotomi. Dampak dari perawatan luka episiotomi. Ibu / Ibu mertua Empat dari tujuh partisipan pendukung dari ibu dan ibu mertua sangatlah penting. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan partisipan Ibu mertua saya sering perawatan luka operasi agar tidak . Tenaga kesehatan Seluruh menyatakan bahwa dukungan dari penting dalam perawatan luka Hal ini dapat dilihat dari pernyataan partisipan berikut: Bidan membersihkan luka saya, biar cepat sembuh katanya . Niat sendiri Seluruh perawatan luka episiotomi ini berawal dari niat sendiri. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan partisipan berikut. Saya liat tetangga saya kemaren luka hectingnya lama sembuh, jadi sya takut itu terjadi pada saya jadi karena itu saya termotivasi untuk betul-betul mengobatinya dan menjaga luka hecting saya dilihat dari pernyataan partisipan Pakai air rebusan daun sirih dan airnya yang hangat dipakai untuk membersihkan kemaluan, biar gak bau dan lukapun cepat sembuh, karena itu sudah menjadi tradisi di adat kami. Upaya mempercepat penyembuhan luka episiotomi Menjaga menghindari obat Ae obat tradisional Interval waktu perawatan luka episiotomi Hasil wawancara partisipan dapat diperoleh bahwa interval dalam perawatan luka episiotomi dilakukan dengan tidak mengenal waktu. Perasaan ibu pada saat melakukan perawatan dan setelah melakukan perawatan luka episiotomi Perasaan ibu pada saat melakukan . Khawatir/takut: Hasil wawancara diperoleh bahwa partisipan merasa khawatir dan takut dalam melakukan perawatan Luka Episiotomi. Nyeri: Hasil wawancara diperoleh bahwa seluruh partisipan menyatakan nyeri pada saat . Tradisi Berdasarkan pernyataan beberapa partisipan terdapat perawatan vulva hiegiene yang menggunakan air rebusan daun sirih. Hal tersebut dapat Perasaan ibu setelah melakukan Seluruh bahwa setelah melakukan perawatan luka episiotomi ini ibu merasa nyaman. Dampak perawatan luka episiotomi menyatakan bahwa seluruh partisipan menyatakan bahwa setelah melakukan perawatan luka episiotomi partisipan tidak ada mengalami dampak yang merugikan tiap-tiap individu, bahwa manusia butuh diakui oleh manusia lain, butuh dikenal, butuh dihargai, butuh diperhatikan, butuh hubungan yang sehat, dan sebagainya. Perlu diingat setelah melahirkan keadaan psikis ibu mengalami distress karena adanya kelelahan dan kekecewaan, keadaan ini disebut postpartum syndrom . epresi setelah melahirka. Dalam psikologis ini perawat dan semua petugas kesehatan yang berhubungan, serta keluarga harus bersikap dan bertindak Harus dapat menunjukkan rasa menghormati ibu sebagaimana adanya, memperhatikan ibu dengan memberikan ucapan selamat misalnya, akan dapat memberikan perasaan senang. Dengan adanya a good human relationship diharapkan dapat memenuhi kebutuhan psikologis ibu setelah melahirkan (Ibrahim, 1. Dalam penelitian ini empat orang membersihkan luka episiotomi dengan rebusan air daun sirih sudah menjadi tradisi diadat suku karo. Di Indonesia ramuan peninggalan nenek moyang untuk perawatan pasca persalinan masih banyak digunakan, meskipun oleh kalangan masyarakat modern. Misalnya untuk perawatan kebersihan genital, masyarakat tradisional menggunakan daun sirih yang direbus dengan air kemudian dipakai untuk cebok. Penggunaan ramuan obat untuk perawatan luka dan tehnik perawatan luka yang kurang benar PEMBAHASAN Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor pendukung selama partisipan melakukan Perawatan Luka Episiotomi yaitu adanya dukungan dari suami. Ibu/Ibu mertua, tenaga kesehatan dan niat Langkah-langkah yang terpenting dalam Perawatan Luka Episiotomi adalah dengan menciptakan dukungan keluarga, teman dan sebagainya, selain itu harus ada dukungan dari tenaga kesehatan yang mendukung keberhasilan Perawatan Luka tersebut (Maryunani anik, 2. Keluarga termasuk suami, ibu kandung / ibu mertua dapat berperan aktif dalam keberhasilan perawatan luka episiotomi dengan jalan memberikan dukungan secara emosional dan bantuan-bantuan Dukungan lingkungan keluarga, dimana ibu akan selalu merasa mendapatkan perlindungan dan dukungan serta nasihat Ae nasihat khususnya orang tua dalam merawat kebersihan pasca persalinan. Kebutuhan psikologis merupakan kebutuhan bagi merupakan penyembuhan (Morison, 2. Upaya Mempercepat episiotomi yaitu menjaga kebersihan dan menghindari obat tradisional. Dari hasil Penelitian mengatakan bahwa menjaga kebersihan luka episiotomi harus diperhatikan yaitu dengan cara membersihkannya setiap hari, dan menjaga luka agar tetap kering atau tidak lembab yang gunanya untuk mempercepat proses penyembuhan. Dan tidak menggunakan obat Ae obat tradisional sembarangan yang dapat menyebabkan infeksi pada luka episiotomi. Oleh karena itu hal Ae hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan Luka Episiotomi Kuncinya adalah memulihkan kesehatan secara umum dan menjaga kebersihan luka episiotomi. Lakukan perawatan rutin seperti yang disarankan dokter, dengan membasuh luka dengan cairan antiseptic. Menghindari pemberian obat trandisional. Mencuci luka dan perineum dengan air dan sabun 3 Ae 4 x sehari, dan Kontrol ulang maksimal seminggu setelah persalinan untuk (Morison, 2. Penyembuhan luka merupakan suatu proses penggantian jaringan yang mati/rusak dengan jaringan baru dan sehat oleh tubuh dengan jalan regenerasi. Luka dikatakan sembuh apabila permukaannya dapat bersatu kembali dan didapatkan kekuatan jaringan yang mencapai normal. Perawatan vulva dapat dimulai dengan menyiram genitalia eksterna dan anus dengan air yang bersih kemudian cuci dengan sabun sampai kotoran-kotoran yang keluar dari vagina bersih. Kemudian bilas dengan air bersih. Lakukan perawatan vulva ketika mandi dan setiap kali ibu merasa tidak nyaman. Handayani, 2. Dan upaya untuk mencapai penyembuhan yaitu personal Tidak dilakukannya Personal . ebersihan Luka episiotomi, hal ini dapat menyebabkan adanya benda asing seperti debu dan Adanya pengelupasan jaringan yang luas akan kekuatan regangan luka menjadi tetap rendah (Ruth dan Wendy, 2. Luka yang kotor harus dicuci bersih. Bila luka kotor, maka penyembuhan sulit terjadi. Kalaupun sembuh akan memberikan hasil yang buruk. Oleh karena itu menjaga kebersihan luka merupakan upaya untuk mempercepat penyembuhan. Dari hasil penelitian seluruh partisipan memiliki cara tersendiri untuk merawat luka episiotomi baik itu yang dimulai dari pencucian, pengeringan, dan antiseptic yang digunakan. Dua partisipan yaitu membersihkan luka dengan cara mencuci luka dengan air sabun dan membilasnya dengan air yang bersih. Pada membersihkan luka dengan menggunakan air rebusan daun sirih yang hangat, karena menurut pernyataan partisipan daun sirih juga merupakan antiseptic yang dapat membunuh kuman disekitar luka, dan mempercepat Cara melakukan perawatan yang lain membersihkan. Sementara dua partisipan lainnya membersihkan luka dengan cara mencuci luka dengan air sabun dan membilasnya dengan air yang Dari empat partisipan lainnya membersihkan luka dengan menggunakan air rebusan daun sirih yang hangat, karena menurut pernyataan partisipan daun sirih jg merupakan antiseptic yang dapat membunuh kuman disekitar luka, dan Di Indonesia ramuan peninggalan nenek moyang untuk perawatan pasca persalinan masih banyak digunakan, meskipun oleh kalangan masyarakat Misalnya untuk perawatan kebersihan genital, masyarakat tradisional menggunakan daun sirih yang direbus dengan air kemudian dipakai untuk cebok. Penggunaan perawatan luka dan tehnik perawatan luka yang kurang benar merupakan penyebab terlambatnya penyembuhan (Morison. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk kumur guna menjaga kesehatan rongga mulut, selain itu dapat pula dipakai untuk mencuci organ kewanitaan guna menyembuhkan penyakit keputihan dan bau tak sedap. Daun sirih berkasiat untuk menyehatkan sekaligus merawat kulit. Apalagi aromanya segar. lulur sirih merah, teh herbal sirih merah dan kapsul ekstrak sirih merah ini diproduksi secara massal dengan standar mutu dan khasiat yang bisa dipertanggungjawabkan. (Morison. Setelah luka dibersihkan seluruh partisipan masing Ae masing melakukan Untuk menggunakan lampu penghangat, dan satu orang partisipan menggunakan hair Dan partisipan pengeringan ini adalah salah penyembuhan luka, yang tujuan dari pengeringan ini agar luka tidak lembab yang dapat memperlambat penyembuhan. Menurut (Hamilton, 1. Perawatan perineum juga bisa dilakukan dengan cara penghangatan kering. Penghangatan kering dari cahaya lampu kadang-kadang penyembuhan perineal, caranya perineum dibersihkan terlebih dahulu untuk membuang sekresi. Ibu berbaring terlentang dengan lutut fleksi dan diregangkan, dan lampu diletakkan dengan jarak 20 inci dari perineum. Penghangatan dengan cahaya lampu biasanya dilakukan tiga kali sehari selama 20 menit. Menggunakan betadine juga sebagai llangkah selanjutnya setelah menggunakan betadine salep maupun yang cair didaerah luka dengan dilapisi kain kasa yang dilakukan dengan lembut karena menurut pernyataan partisipan apa bila luka tersentuh luka terasa sakit. Pemberian antiseptic ini juga merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penyembuhan luka. Satu dari enam partisipan tersebut selain betadine, partisipan menggunakan daun sirih bakar yang sudah diolesi minyak sebelumnya, karena menurut tradisi diadat istiadat partisipan minyak dari daun sirih ini dapat menuakan luka, luka cepat kering dan sangat bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Penggunakan Pembalut/ pakaian dalam yang bersih sebagai langkah terakhir seluruh partisipan memakai pembalut yang bersih dan mengganti pakaian dalam yang lembap, karena menurut pernyataan partisipan kebersihan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Mengkonsumsi makanan yang bergizi selain dari pada itu upaya yang dilakukan penyembuhan luka yaitu dengan cara mengkonsunsi makanan Ae makanan yang bergizi yang mengandung banyak protein. Ada pendapat yang mengatakan bahwa faktor gizi terutama protein akan sangat penyembuhan luka pada perineum karena membutuhkan protein. Hamilton . Dari ditemukan bahwa seluruh partisipan mengatakan bahwa interval untuk melakukann perawatan luka episiotomi tidak memperlihatkan waktu. hal ini diketahui bahwa selain pada waktu mandi partisipan melakukan perawatan atau membersihkan luka episiotomi setiap kali selesai buang air besar atau buang air Hal ini sependapat dengan Feerer . , waktu Perawatan Luka Episiotimi dilakukan Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis buang air kecil dan buang air besar yang dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kenudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika. (Saifudin AB, 2. Dari hasil penelitian ini seluruh partisipan mengatakan bahwa selama masa perawatan partisipan berhadapan dengan masalah seperti adanya rasa nyeri pada luka jahitan pada saat bergerak, dan Sehingga mengakibatkan partisipan khawatir untuk melakukan perawatan tersebut. Menurut Carpenito . Nyeri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami perasaan yang tidak nyaman dan berespon terhadap stimulus yang berbahaya. Nyeri adalah pengalaman emosional atau sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari nyeri insisi, kram, nyeri tekan pada abdomen, perilaku melindungi, wajah kemerahan. Banyak perempuan merasa terlalu khawatir terhadap luka perineumnya sehingga takut melakukan aktivitas seperti berjalan, buang air kecil, , pada hari-hari pertama usai Sebenarnya hal ini berlebihan karena luka episiotomi bisa pulih lebih cepat, tak perlu menunggu hingga 4 Ae 6 Kuncinya adalah memulihkan kesehatan secara umum dan menjaga kebersihan luka episiotomi. Lakukan perawatan rutin seperti yang disarankan dokter, misal, membasuh luka dengan cairan antiseptik . isa juga menggunakan air rebusan daun siri. , mengganti pembalut dengan teratur, menjaga daerah perineum agar tak lembab Ai karena lembab akan mengundang jamur Ai dan mandi secara teratur. Rasa nyaman adalah suatu hal yang terpenting bagi partisipan, oleh karena itu setiap masing Ae masing partisipan memperoleh kenyamanan itu. Dari hasil Penelitian seluruh partisipan mengatakan bahwa setelah melakukan perawatan Luka Episiotomi partisipan merasa nyaman dan bersih, dan partisipan senang melakukan perawatan ini karena merupakan keuntungan bagi kesehatan mereka. Dari hasil penelitian seluruh partisipan mengatakan bahwa dengan melakukan perawatan Luka Episiotomi dengan benar partisipan tidak ada mengalami dampak yang tidak baik pada luka. Tetapi merupakan keuntungan bagi partisipan karena dengan melakukan perawatan yang benar partisipan merasa nyaman dan Luka Episiotomi cepat sembuh dan terhindar dari infeksi. Hal ini sependapat dengan feerrer . Perawatan Luka Episiotomi yang dilakukan dengan baik terhindar dari Infeksi, dimana Kondisi perineum yang terkena lokhea dan lembab perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada Komplikasi munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Dan Kematian ibu post partum Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah. KESIMPULAN DAN SARAN Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologi dan jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak tujuh orang dengan metode pengumpulan data dan partisipan sampai mencapai saturasi data dan dalam pengambilan partisipan harus dilakukan dengan pertimbangan dan kriteria tertentu. Setelah partisipan bersedia diwawancarai maka peneliti melakukan wawancara mendalam dengan menggunakan panduan wawancara untuk mendapatkan informasi tentang pengalaman dalam perawatan luka Hasil penelitian ini menemukan bahwa ibu dalam perawatan luka episiotomi menjadi lima kategori yaitu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi, upaya mempercepat penyembuhan luka episiotomi, interval melakukan perawatan luka episiotomi, perasaan ibu pada saat melakukan perawatan luka episiotomi, dampak dari perawatan luka episiotomi. DAFTAR PUSTAKA