Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 2 Juni 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 Octaviany Ursulin Wula 1*. Pransiska Hiwi 2. Rensiska Paruri 3. Patrio Tandiangga 4 Sekolah Tinggi Kateketik Dan Pastoral Rantepao Toraja. Indonesia Alamat: Jalan Abdul Gani 3. Rantepao. Toraja Utara Ae Sulawesi Selatan Korespondensi penulis: octaviany. wula@ypmkams. Abstract. Young Catholics have a very important role in the church. Young people are the next generation and are a pillar in building Spiritual faith, service, being the driving force and being the hope for the future development of the church. The purpose of this study is to analyze the relevance of the Apostolic Exhortation Christus Vivit in formulating and implementing Toraja Youth Day (TYD) 2025, a strategic activity of the Makassar Archdiocesan Youth Commission to empower Catholic Youth (OMK) in the Toraja Kevikepan. The method used is qualitative by means of interviews focusing on the Christus Vivit document and the context of organizing TYD 2025, including the challenges faced by OMK. The research shows that Christus Vivit's invitation to make young people protagonists, utilize creativity in proclaiming the Gospel, and the importance of contextual pastoral assistance are very relevant to the objectives of TYD 2025 to strengthen faith, build solidarity, and encourage active involvement of OMK. The integration of Christus Vivit values in TYD 2025, becomes a theological and pastoral foundation that inspires OMK to rise from the challenges of faith and witness as agents of change in the Church and in society. Keywords: Christus Vivit. OMK. Toraja Youth Day Abstrak. Orang Muda Katolik memiliki peran yang sangat penting dalam gereja. Orang muda merupakan generasi penerus dan merupakan sebuah pilar dalam membangun spiritualitas iman, pelayanan, menjadi penggerak dan menjadi harapan bagi masa depan perkembangan gereja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam merumuskan dan melaksanakan Toraja Youth Day (TYD) 2025, sebuah kegiatan strategis Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Makassar untuk memberdayakan Orang Muda Katolik (OMK) di Kevikepan Toraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara wawancara yang berfokus pada dokumen Christus Vivit dan konteks penyelenggaraan TYD 2025, termasuk tantangan yang dihadapi OMK. penelitian menunjukkan bahwa ajakan Christus Vivit untuk menjadikan kaum muda sebagai protagonis, memanfaatkan kreativitas dalam mewartakan Injil, dan pentingnya pendampingan pastoral yang kontekstual sangat relevan dengan tujuan TYD 2025 untuk memperkuat iman, membangun solidaritas, dan mendorong keterlibatan aktif OMK. Integrasi nilai-nilai Christus Vivit dalam TYD 2025, menjadi landasan teologis dan pastoral yang menginspirasi OMK agar bangkit dari tantangan iman dan bersaksi sebagai agen perubahan di Gereja dan di lingkungan masyarakat Kata kunci: Christus Vivit. OMK. Toraja Youth Day LATAR BELAKANG Orang muda sering kali diidentifikasi sebagai pribadi yang energik, dinamis, antusias, kreatif, inovatif, dan inspiratif, namun juga memiliki kecenderungan untuk bersikap spontan, instan, mudah bosan, dan menginginkan perubahan drastis. Dalam pandangan lain, kaum muda dipandang sebagai individu yang aktif dengan sudut pandang baru, selalu bergerak dinamis, dan menjadi harapan penggerak menuju masa depan (Saraswati, 2. Meskipun terdapat dualitas pandangan positif dan negatif terhadap karakter mereka, orang muda secara konsisten dianggap sebagai pilar masa depan Gereja Katolik, bukan sekadar objek pastoral, melainkan bagian integral yang tak terpisahkan dari kehidupan Gereja yang Received: Mei 28, 2025. Revised: Mei 15, 2025. Accepted: Juni 29, 2025. Published: Juni 30, 2025 Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 sebagai generasi penerus, memiliki peran sebagai inovator yang mampu memperkaya Gereja melalui keterlibatan aktif mereka. Dalam konteks perkembangan psikososial, orang muda, yang umumnya berusia 15 hingga 35 tahun dan belum menikah berada pada tahap perkembangan dari masa remaja hingga dewasa awal, ditandai dengan pencarian jati diri. Tahap ini merupakan periode kritis di mana mereka mulai mengeksplorasi dan mendefinisikan identitas mereka, sering kali dengan melakukan hal-hal yang sesuai dengan minat mereka dan menolak hal-hal yang tidak mereka sukai Namun, tantangan signifikan muncul dalam konteks kehidupan beriman Orang Muda Katolik (OMK). Banyak OMK menunjukkan keraguan serius terhadap iman Hal ini tercermin dari rendahnya partisipasi OMK dalam kegiatan liturgi Gereja, seperti Misa hari Minggu, yang didominasi oleh generasi yang lebih tua, menciptakan kesan bahwa OMK mengabaikan tanggung jawab mereka terhadap Gereja (Utami & Tse, 2. Di tengah tantangan tersebut. Seruan Apostolik Christus Vivit, yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2019, muncul sebagai respons pastoral yang relevan. Dokumen ini merupakan hasil dari Sidang Umum Biasa XV Sinode Para Uskup tentang Pemuda. Iman, dan Panggilan pada Oktober 2018 di Vatikan. Christus Vivit, yang terdiri dari sembilan bab dan 299 paragraf, menawarkan panduan teologis dan pastoral untuk mendampingi orang muda dalam menghidupi iman mereka. Dengan pembukaan yang penuh semangat. AuKristus hidup dan ingin kamu hidupAy (CV, art. Paus Fransiskus mengajak kaum muda untuk menjadi protagonis dalam pembaruan Gereja, memanfaatkan kreativitas mereka untuk mewartakan Injil, dan menemukan panggilan mereka melalui pendampingan pastoral yang kontekstual (CV, art. 139, . Dokumen ini menegaskan bahwa orang muda adalah Aumasa kini Allah,Ay yang dipanggil untuk menghidupkan semangat iman yang dinamis dan transformatif, sebagaimana dicontohkan oleh Maria dan tokoh-tokoh muda dalam Alkitab (CV, art. Saat ini, bentuk pendampingan orang muda yang paling diminati oleh kalangan OMK ialah pendampingan OMK dalam julah masif dengan mempertemukan para orang muda dalam satu komunitas. Toraja Youth Day (TYD) 2025, yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Kevikepan Toraja. Keuskupan Agung Makassar, menjadi wadah strategis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Christus Vivit dalam konteks lokal Toraja. Sulawesi Selatan. Kegiatan ini, yang diadakan setiap tiga tahun sekali sejak 2015, bertujuan untuk mempertemukan OMK dari 14 paroki dan 1 kuasi paroki di Kevikepan Toraja dalam format perkemahan . , guna memperkuat iman, membangun solidaritas, dan mendorong keterlibatan aktif dalam Gereja dan masyarakat. Mengusung tema AuDipanggil untuk JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. BersaksiAy. TYD 2025 selaras dengan ajakan Christus Vivit untuk menghidupi kebaruan Kristus dan menjadi saksi iman melalui tindakan nyata (CV, art. 1, . Dalam konteks budaya Toraja yang kaya akan nilai-nilai komunal. TYD 2025 menawarkan peluang untuk mengintegrasikan iman Katolik dengan identitas budaya lokal, sehingga memperkuat relevansi pastoral kegiatan ini. Jurnal karya Andayanto. YK . berjudul Christus Vivit: Menggagas Peran Orang Muda yang Transformatif dalam Media: Jurnal Filsafat dan Teologi menganalisis Seruan Apostolik Christus Vivit karya Paus Fransiskus, menyoroti peran orang muda Katolik sebagai agen transformasi Gereja. Kebaruan jurnal terletak pada analisis teologis mendalam yang jarang dieksplorasi di Indonesia, fokus pada peran aktif OMK, dan penggunaan metode close reading untuk konteks lokal. Namun, penelitian ini memiliki celah, seperti kurangnya integrasi budaya lokal Toraja . inimnya data empiris untuk memvalidasi temuan, dan keterbatasan pembahasan implementasi praktis dalam kegiatan pastoral seperti Toraja Youth Day (TYD) 2025, yang menggabungkan katekese, aksi sosial, dan pendekatan Jurnal karya Moa. Lahagu. Antono. YS, & Simanullang. berjudul Kesadaran Moral Orang Muda Katolik sebagai Masa Kini Allah Menurut Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Pasca Sinode Christus Vivit dalam Logos: Jurnal Filsafat-Teologi menampilkan kesadaran moral Orang Muda Katolik (OMK) sebagai Aumasa kini AllahAy berdasarkan Christus Vivit . Adapun celah penelitian meliputi kurangnya integrasi budaya lokal Toraja, pendekatan teoritis tanpa data empiris, dan minimalnya panduan praktis untuk kegiatan pastoral seperti Toraja Youth Day (TYD) 2025. Jurnal ini relevan untuk TYD 2025 karena mendukung tema AuDipanggil untuk Bersaksi, tetapi memerlukan studi lanjutan yang menggabungkan nilai-nilai budaya Toraja, serta metode kualitatif untuk merancang strategi pastoral yang kontekstual dan efektif. Penulis tertarik untuk meneliti kegiatan Toraja Youth Day 2025, dikarenakan penulis tergabung dalam kepanitiaan dan peserta dalam kegiatan Toraja Youth Day 2025 ini. Namun, pelaksanaan TYD 2025 tidak terlepas dari tantangan, seperti rendahnya partisipasi OMK dalam kegiatan Gereja, pengaruh budaya digital yang individualistis, dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu. Christus Vivit menjadi landasan teologis dan pastoral yang krusial untuk merancang kegiatan yang responsif terhadap kebutuhan OMK, seperti katekese yang inspiratif, aksi sosial yang kontekstual, dan pendekatan kreatif berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Christus Vivit dalam merumuskan dan melaksanakan TYD 2025. Dengan fokus pada bagaimana dokumen ini Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 dapat menginspirasi OMK untuk bangkit dari tantangan iman mereka dan bersaksi sebagai agen perubahan dalam Gereja dan masyarakat Toraja. KAJIAN TEORITIS Kajian teoritis ini bertujuan untuk menyusun kerangka konseptual yang mendukung analisis relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day (TYD) Pendekatan Pastoral Berbasis Christus Vivit Christus Vivit (Kristus Hidu. Seruan Apostolik Pascasinode tahun 2019 oleh Paus Fransiskus, menegaskan peran transformatif kaum muda sebagai protagonis dalam misi gereja, sekaligus mengajak gereja untuk mengadopsi pendekatan pastoral yang relevan, inklusif, dan kontekstual. Pendekatan ini berfokus pada pelatihan iman yang mendengarkan realitas kaum muda dan memberdayakan mereka sebagai agen perubahan eklesial dan Berlandaskan teologi yang menegaskan kehadiran Kristus dalam kehidupan kaum muda (Matius 28:19-. Christus Vivit menggambarkan gereja sebagai AurumahAy yang menerima, mendengar, dan melibatkan mereka ( Christus Vivit , no. Konsep orang muda sebagai protagonis Gereja merupakan salah satu pilar utama dalam Seruan Apostolik Christus Vivit. Dokumen ini menegaskan bahwa orang muda bukan hanya penerima pelayanan pastoral, melainkan pelaku utama yang memiliki peran aktif dalam misi Gereja untuk mewartakan Injil dan membawa pembaruan dalam komunitas iman (CV, art. Dalam dinamika kehidupan eklesial, kaum muda muncul sebagai aktor kunci yang tidak hanya mewarisi tradisi iman, tetapi juga mengemban peran sebagai agen pembaruan dan vitalitas pelayanan gereja. Konsep Auorang muda sebagai protagonis gerejaAy menegaskan bahwa mereka bukan sekedar penerima pasif pelayanan rohani, melainkan subjek aktif yang berkontribusi dalam misi gereja, meliputi penginjilan, pembinaan iman, dan transformasi Konsep protagonisme kaum muda dalam gereja ditetapkan pada ajaran Alkitab yang menegaskan panggilan universal untuk berpartisipasi dalam misi Allah. Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, yang diperintahkan untuk "menjadikan semua bangsa murid-Ku," mencakup semua generasi, termasuk kaum muda, sebagai pelaku aktif dalam pewartaan kabar gembira bagi semua orang. Salah bentuk pastoral yang sesuai dengan OMK ialah melalui kegiatan Camp atau Kegiatan Camping dapat menjadi sarana yang strategis untuk mweujudkan visi ini, memungkinkan OMK bertumbuh dalam iman melalui serangkaian katekese,refleksi dan dinamika komunal (CV. Kegiatan camping menciptakan ruanng bagi OMK untuk JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. melepaksan diri dari distraksi digital (CV art . untuk lebih mendalami hubungan mereka dengan Kristus dan menghadapi tantangan seperti krisis identitas. Camping dapat membantu mereka mengenali panggilan Tuhan untuk menjadi misionaris yang berani bersaksi melalui aksi nyata, sejalan dengan ajakan Christus Vivit untuk menjadikan mereka Aybintang Ae bintang yang menerangi Gereja dan dunia OMK(CV art 283-. Tantangan Budaya Digital Orang muda Katolik, yang dikenal dengan berbagai sebutan seperti Orang Muda Katolik (OMK). Komunitas Muda Katolik (KOMKA), atau Muda-Mudi Katolik (MUDIKA), memiliki identitas yang khas karena iman mereka yang hidup dan bertumbuh dalam persekutuan dengan Yesus Kristus melalui bimbingan Roh Kudus. Menurut Sari dan Supriyadi . , yang membedakan mereka dari orang muda pada umumnya adalah komitmen mereka menjadikan Yesus sebagai inspirasi utama dalam hidup dan keteguhan dalam memegang iman. Dalam konteks budaya digital, orang muda Katolik menghadapi tantangan untuk tetap setia pada panggilan iman mereka sambil beradaptasi dengan dinamika zaman yang didominasi teknologi dan media sosial. Dokumen Christus Vivit menyoroti bahwa kehidupan orang muda di era modern adalah anugerah yang diterima secara cuma-cuma, namun setiap individu memiliki kebebasan untuk memaknai anugerah tersebut (CV . Orang muda Katolik menunjukkan sisi positif melalui komitmen sosial yang kuat, seperti kepekaan terhadap penderitaan orang lain dan inisiatif sukarela untuk membantu, misalnya dengan merawat lansia atau orang sakit di komunitas sekolah, paroki, dan universitas (CV 170-. Mereka juga aktif dalam program sosial untuk mendukung orang miskin dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya (CV . Panggilan mereka adalah menjadi pendengar yang peka dan pendamping yang tulus, meneladani Yesus dalam kisah perjalanan ke Emaus, di mana Ia dengan setia mendengarkan dan menemani dua murid-Nya (Luk 24:13-35. CV 291-. Namun, di tengah budaya digital, orang muda Katolik juga menghadapi berbagai Teknologi dan media sosial membawa distraksi yang dapat mengalihkan fokus dari nilai-nilai iman, seperti tekanan untuk mengikuti tren, perbandingan sosial, atau paparan konten yang bertentangan dengan ajaran Gereja. Tantangan ini diperparah dengan cepatnya perubahan budaya yang kadang membuat orang muda sulit membedakan mana yang sesuai dengan panggilan hidup mereka sebagai pengikut Kristus. Meskipun demikian. Christus Vivit mengajak mereka untuk tetap menjadi sahabat seperjalanan bagi sesama, dengan meneladani sikap Yesus yang penuh perhatian dan kasih. Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 METODE PENELITIAN Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan teknik studi dokumen dan wawancara. Studi dokumen merupakan kajian yang berfokus pada analisis atau interpretasi bahan tertulis berdasarkan konteksnya (Abdusammad, 2. Dalam penelitian ini, penulis memanfaatkan sumbersumber tertulis seperti artikel, buku, dan dokumen dari Gereja. Studi dokumen membantu penulis untuk menelaah kajian informasi berupa data atau buku yang telah dihimpun sehingga informasi tetap faktual dan sesuai dengan konteks penelitian (Anggito & Setiawan,2018 ) . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kevikepan Toraja yang dilaksanakan dalam kurun waktu 9-10 Mei 2025. Penelitian ini melibatkan para informan antara lain moderator tim Kepemudaan Kevikepan Toraja , panitia Toraja Youth Day 2025 dan peserta Toraja Youth Day 2025 yang terdiri atas beberapa paroki Kegiatan Toraja Youth Day Sidang Agung Gereja Katolik pada tahun 2005 menyatakan bahwa Orang Muda Katolik merupakan kelompok yang mempunyai fungsi krusial dalam membangun Gereja. OMK diberikan label sebagai agen pembaharu karena ciri serta sifat kemudaan yang dimiliki oleh OMK (Koten, 2. Maka untuk menunjang keterlibatan OMK di dalam Gereja, diperlukan pembinaan dan perhatian dari pihak Gereja maupun umat sendiri. OMK sebagai kelompok kategorial bernaung Komisi Kepemudaan Keuskupan. OMK memiliki peran penting dalam pembinaan dan pendampingan kaum muda. Di kevikepan Toraja. OMK ialah bagian integral Gereja Lokal Keuskupan Agung Makassar (KAMS), yang dipandang sebagai kekuatan masa kini dan harapan masa depan Gereja. Untuk mendukung misi pembinaan ini. Tim Kepemudaan OMK Toraja secara berkala menyelenggarakan Kegiatan Toraja Youth Day yang diadakan setiap empat tahun sekali. Kegiatan ini pertama kali diadakan pada 26-30 Desember 2014 di Paroki St. Antonius Padua Rembon, yang saat itu dinamakan Kevikepan Toraja Youth Day (KTYD). Atas pertimbangan serta saran dari Uskup Agung Makassar pada masa itu, yakni Mgr. John Liku-AdaAo. Pr, disesuaikanlah istilah kegiatan dengan istilah khas Gereja Katolik untuk kegiatan kaum muda menjadi Toraja Youth Day. Setelah pergantian istilah, kegiatan TYD mulai dilaksanakan secara berkala. TYD II digelar pada 28 Juni-1 Juli 2018 di Paroki St. Paulus GeAotengan, kemudian TYD i berlangsung pada 30 April-4 Mei, dihadiri oleh 12 Paroki dan perwakilan OMK JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. dari Kevikepan Sulbar dan Luwu. Pada tahun 2025. OMK Toraja kembali mengadakan kegiatan TYD ke-4 yang dilaksanakan di stasi Santo Yoseph Issong. Paroki Santa Maria Bokin Toraja Utara dan berlangsung dari tanggal 30 Maret 2025-2 April 2025. Tema kegiatan TYD ke-4 ini diangkat dari seruan Apostolik Paus Fransiskus yaitu dokumen Christus Vivit (Kristus Hidu. dengan sub tema AuKaum Muda Katolik yang Bertumbuh dan Berakar Kuat dalam Iman KatolikAy. Kegiatan ini diikuti oleh 1400 peserta dan pendamping dari 14 Paroki dan 1 Kuasi Paroki. Tujuan dari kegiatan Toraja Youth Day 2025 banyak terinspirasi dari dokumen Christus Vivit. Seorang informan yang merupakan moderator tim Kepemudaan Kevikepan Toraja menyatakan Ay pada era sekarang ini timbul keprihatinan dalam diri gereja akan krisis iman pada kalangan OMK. Hal ini dapat dilihat dari maraknya serta kecenderungan orang muda saat ini untuk berpindah gereja bahkan berpindah agama serta melakukan penyimpangan akan ajaran Gereja katolikAy (Palimbo,2. Fenomena ini juga menjadi k ekhawatiran Global yang ditunjukkan dalam Gereja Universal dimana Paus Fransikus secara khusus menyoroti ketimpangan iman kaum muda yang sering kali tergoda untuk menjauh dari Gereja akibat pengaruh tantangan modern yang menawarkan kesenangan sesaat ( CV . Berangkat dari hal ini, kegiatan Toraja Youth Day tahun 2025 menjadi wadah bagi OMK yang bertujuan untuk membangun karakter OMK sebagai agen perubahan dan masa kini Gereja melalui serangkaian aktivitas seperti penguatan iman melalui Liturgi dan Seminar, penguatan karakter melalui latihan kepemimpinan. Outbond dan penguatan bakat melalui kegiatan seni dan budaya. Pendapat Moderator Komisi Kepemduaan Toraja juga didukung oleh pendapat dari ketua panitia kegiatan Toraja Youth Day 2025. Menurut informan Aykegiatan TYD dirancang untuk mempersatukan OMK dan membentuk gambaran Gereja Katolik yang hidup. TYD dirancang dengan beragam kegiatan yang mengakrabkan dan memperkaya. Melalui materi, ibadah, dan unjuk kreativitas dalam lomba seni serta kegiatan sosial. OMK diharapkan dapat membentuk karakter yang militan dan berpengetahuan luasAy. Semangat kebersamaan dan kekompakan juga ditumbuhkan melalui kegiatan-kegiatan ini. Lebih lanjut. TYD bertujuan menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan seperti yang digaungkan dalam tema aksi puasa pembangunan Keuskupan Agung Makassar tahun 2025 yakni Aypertobatan EkologisAy dan semangat kerasulan awam melalui materi yang relevan. Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membentengi OMK dari pengaruh negatif zaman kini dan memperkuat identitas mereka sebagai agen perubahan yang positifAy (Bida, 2. Dalam CV art 9 proses pendampingan iman OMK perlu dilakukan secara menyeluruh, mencakup pendidikan tentang ajaran dan moral Gereja. Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 pengalaman rohani yang mendalam melalui pekabaran inti iman Kristiani . , serta pengembangan kasih dan pelayanan dalam lingkungan komunitas. Pendekatan ini bertujuan membantu mereka bertumbuh sebagai individu yang beriman dan berkontribusi secara aktif dalam Gereja maupun masyarakat. Jenis kegiatan yang dapat dilakukan agar proses pendampingan dapat berjalan dengan baik adalah dengan membangun sebuah kelompok dalam nuansa persaudaraan. Logo dan Theme Song TYD AuDipanggil Untuk BersaksiAy sebagai sarana penyampaian pesan Christus Vivit dalam Toraja Youth Day Gereja merupakan umat Allah yang karena oleh Allah sendirilah yang berkenan untuk menguduskan serta mmenyelamatka umat-Nya agar menjadi satu kesatuan Bapa. Putra dan Roh Kudus ( KGK art . Gereja itu bukanlah kumpulan ajaran kristus tetapi suatu Communio atau persekutuan umat Allahpersekutuan pribadi yang mengimani ajaran Yesus Kristus sebagai Juru selamat manusia, untuk dapat dapat masuk dalam persekutuan dengan Allah yaitu melalui pembabtisan. Komunitas umat Tuhan adalah Geraja yang bersaksi atas imannya dan akan injil keselamatan dalam Yesus Kristus kepada dunia. Melalui sakramen baptis, umat Allah diangkat menjadi anak Allah dan diberi tugas Kristus yakni kenabian,imani, dan raja ( KHK . Panggilan untuk menjalankan tugas ini diperuntukkan untuk semua orang tanpa terkecuali termasuk OMK. Panggilan inilah yang perlu terus didengungkan dalam diri orang muda agar mereka dapat memahami kehendak Allah atas diri mereka. Saat ini dengan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin berkembang dengan cepat,informasi dapat diterima dan dipahami dengan berbagai cara. Salah satu cara menyampaikan pesan di era sekarang ini ialah dengan musik. Musik menjadi penghubung antara seni dan kepedulian sosial. Musik dapat pula dapat menjadi sarana penyampaian fakta. Selaras dengan yang dikatakan oleh Sobur . , begitu eratnya kebudayaan manusia melalui simbol Ae simbol, sehingga manusia dapat disebut sebagai makhluk simbolis,yakni berpikir, berperasaan dan bersikap melalui ungkapan Ae ungkapan Kegiatan Toraja Youth Day menjadi kegiatan yang selalu dinantikan oleh OMK. Selain karena menyajikan kegiatan dan aktivitas yang menyenangkan bagi OMK. Kegiatan TYD selalu erat dengan theme song yang biasanya diaransemen dan digubah berdasarkan dengan tema kegiatan Toraja Youth Day pada tahun tersebut. Selain liriknya yang relevan dengan tema kegiatan,aransemen musik dan gerakan yang digunakan dalam menunjang lagu tersebut selalu membuat OMK bersemangat untuk melaksanakan kegiatan TYD. Tahun ini komisi kepemudaan Kevikepan Toraja merilis lagu theme song bagi kegiatan Toraja Youth Day 2025 yang berjudul Au Dipanggil Untuk BersaksiAy. Lagu ini sarat akan makna pesan JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. dokumen Christus Vivit yang dikumandangkan dalam syair lagu tersebut. Informan selaku pencipta lagu tersebut juga menyatakan bahwa penerapan ajaran Chistus Vivit untuk mendampingi kaum muda secara otentik dalam memimpin kegiatan omk agar relevan dengan kebutuhan spiritualitas OMK ialah dengan pendekatan melalui lagu theme Seperti yang dinyatakan oleh informan Auinspirasi untuk menyusun syair lagu ini berasal dari dokumen Christus Vivit, yang saya baca dan kemudian saya tuangkan langsung ke dalam bentuk syair. Dalam dokumen tersebut, saya terinspirasi oleh kisah dua murid yang berjalan menuju Emaus. Ketika mereka semakin dekat dengan Yesus, mata mereka terbuka, dan mereka dipenuhi semangat untuk mewartakan kebangkitan-Nya. Selain itu, pada acara Toraja Youth Day, kami selalu menggabungkan pesan dari Christus Vivit AuHidup Kristus. Kristus, kamu berbuahAy (Palimbo,2. Kisah perjalanan dua murid ke Emaus . Luk 24:13-. diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai acuan bagi pelayanan kaum muda (Youth Ministr. Kisah ini memberikan kesan mengenai bagiamana Yesus hadir untuk mendampingi, mendengarkan serta menuntun para murid sehingga mereka dapat mengenali Yesus yang telah bangkit dan kemudian menjadi saksi atas perjumpaan yang yang mereka alami (CV 236-. Kisah Emaus menjadi tanda mengenai pentingnya mendengarkan dengan penuh perhatian,seperti yang Yesus perbuat kepada para murid, sehingga mereka dapat menemukan jalan yang baru (CV . Selain kisah Emaus, terdapat pula penggalan lirik Au. Baptisku Katolik, matipun KatolikAy. Lirik ini memberikan pesan bagi orang muda untuk menjaga rahmat baptisan yang telah mereka sebagai tanda tergabungnya mereka dalam Gereja. Rahmat ini hendaknya tidak hanya dijaga namun juga perlu dijalani dalam kehidupan iman, harapan dan tindakan kasih, baik dalam hubungan antar Tuhan dan dan sesma maupun dalam karya kasih seturut kehendak Allah (LG 39-. Selain memasukkan unsur Christus Vivit dalam lagu, logo kegiatan Toraja Youth Day juga banyak menggunakan unsur Ae unsur simbolis dari pesan Ae pesan Gereja bagi orang muda yang diinkulturasikan dengan ukiran Ae ukiran adat Toraja . Dikutip dari panduan teknis kegiatan Toraja Youth Day 2025, semangat Christus Vivit (CV 142-. , mengajak kaum muda untuk hidup dalam persekutuan dengan Kristus, selain itu beberapa dokumen Gereja seperti Gaudium et Spes (GS . , yang menekankan persatuan kasih seperti Allah Tritunggal, dan Lumen Gentium (LG . , yang menggarisbawahi peran Roh Kudus dalam mempersatukan Gereja, serta Dignitatis Humanae (DH . , yang menegaskan kebebasan hati nurani dalam iman. OMK Toraja diharapkan mencerminkan persatuan kasih Allah Tritunggal . imbol lingkaran dan segitig. melalui kehidupan yang bersatu dalam kasih mesra, dijiwai oleh Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 Kristus. Sang Guru dan Sahabat Sejati . imbol sali. Seperti ditekankan dalam Christus Vivit (CV 150-. , kaum muda dipanggil untuk berakar kuat pada Pokok Anggur, yaitu Kristus, sebagaimana OMK Toraja . imbol ukiran-ukira. dipanggil untuk tetap tinggal dalam Kristus agar menghasilkan buah yang berlimpah . imbol anggu. Dituntun oleh Roh Kudus . imbol saya. , seperti dijelaskan dalam LG 4 dan CV 132, serta hidup dalam ketekunan doa . imbol tangan berdo. sesuai ajakan CV 34. OMK Toraja dapat bertumbuh sebagai komunitas yang hidup, berbuah, dan menjadi saksi kasih Kristus. Ajakan Christus Vivit Untuk Merangkul Semua Kaum Muda Tanpa Memandang Latar Belakang Kegiatan TYD 2025 memiliki keistimewaan dibandingkan kegiatan TYD pada tahun Ae tahun sebelumnya. TYD 2025 berhasil mengumpulkan kaum muda dari berbagai paroki dan wilayah di Toraja dalam satu komunitas besar sebanyak 1400 orang yang menjadikannya sebagai TYD dengan jumlah peserta terbanyak dari kegiatan TYD Walau disebut sebagai Toraja Youth Day,namun tidak sedikit pula peserta dari berbagai paroki yang bukan merupakan orang Toraja. Salah satu informan yang merupakan peserta berasal dari Paroki St. Yohanes Pemandi Raha,Kevikepan Sulawesi Tenggara. menyatakan Ausaya menemukan informasi mengenai kegiatan Toraja Youth Day 2025 lewat pengumuman yang disampaikan oleh kampus saya. Setelah itu saya mendaftar untuk menjadi panitia dalam kegiatan TYD 2025. Saya senang karena bisa terlibat aktif dan belajar banyak hal bersama teman Ae teman OMK Kevikepan TorajaAy( Icha, 2. Gereja melihat keberagaman sebagai sebuah anugerah yang perlu dirayakan. Gereja adalah tubuh mistik Kristus yang terdiri dari berbagi anggota dengan tugas yang berbeda. Karena keberagaman inilah umat Allah dipanggil untuk bersatu dalam keberagaman dan penghargaan atas martabat setiap individu (LG 1-. Kemajemukan dalam peserta yang hadir dalam kegiatan TYD tidak mengurangi euforia dan kebersamaan dari para peserta namun justru menjadikannya sebagai sarana bagi para peserta untuk belajar menghargai perbedaan antar sesamanya. Untuk itulah diadakan beberapa jenis dinamika kegiatan dengan tujuan untuk membantu para peserta untuk berbaur dengan teman Ae teman peserta lain dari paroki Salah satu bentuk kegiatan tersebut ialah kegiatan outbound. Peserta dibagi ke dalam 30 Outbound dibuat di sekitar lokasi camp dengan 14 perhentian pos yang memiliki jenis permainan yang berbeda Ae beda. Salah seorang peserta dari salah satu peserta memberikan testimoninya terhadap kegiatan outbound yang telah dilaksanakan AuOutbound menjadi kegiatan yang paling saya sukai. Selain karena saya mendapatkan teman baru, kegiatan outbound juga membantu saya untuk belajar bekerja sama dengan teman Ae teman JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. lain sekalipun saya dan mereka baru berjumpaAy (Limbongan, 2. CV art 204 dan 205 menekankan pentingnya "pengalaman langsung" dalam kegiatan pastoral, seperti retret, kegiatan kelompok, dan pendekatan yang melibatkan aktivitas fisik serta interaksi sosial, yang dapat dihubungkan dengan konsep outbound sebagai metode pembinaan yang berbasis experiential learning . elajar melalui pengalaman langsun. kegiatan pastoral harus "menarik dan memberikan pengalaman iman yang hidup," yang selaras dengan tujuan kegiatan outbound, seperti membangun keberanian, kerja sama tim, dan karakter. Kegiatan perlu disusun tanpa mengkotak Ae kotakan peserta berdasarkan perbedaan mereka ( CV . Panggilan Untuk Bersaksi bagi OMK Toraja Perkembangan psikososial kaum muda, yang berada pada rentang usia 18Ae29 tahun dalam fase kedewasaan , merupakan masa transisi kritis yang ditandai eksplorasi identitas, pembentukan hubungan intim, dan pengembangan tanggung jawab sosial, sebagaimana diuraikan dalam teori psikososial Erikson tentang aged dari Arnett, yang menyoroti ketidakstabilan dan fokus pada diri sendiri akibat pengaruh teknologi dan perubahan sosial. Krisis jati diri dalam orang muda juga sangat mempengaruhi masa depan Gereja. Orang muda sebagai masa kini Allah diharapkan menjadi Aumisionaris yang beraniAy untuk membawa kabar sukacita Kristus kemanapun berada (CV . Untuk membantu para orang muda dalam menghadapi krisis identitas mereka di tengah gejolak dunia saat ini, terutama dalam konteks OMK Toraja. Gereja menyiapkan beberapa langkah yang perlu diantisipasi oleh OMK melalui serangkaian seminar seperti Animasi kepemudaan dengan tema AuOrang Muda Katolik Bertumbuh dan Berakar Kuat dalam Iman KatolikAy yang dibawakan oleh tim kepemudaan Keuskupan Agung Makassar. Animasi ini berisi tentang bagaimana mempertahankan panggilan kita sebagai anak Allah di tengah tantangan dalam mempertahankan iman. Bertumbuh dalam iman membutuhkan usaha dan ketekunan untuk bertumbuh dan berakar kuat. Akar yang dimaksud ialah diriorang muda sendiri dalam menghidupi pertumbuhan iman katolik dengan penuh kasih dan kesaksian hidup . Kol 2:. Selain krisis iman, panggilan bersaksi bagi orang muda juga sering dihambat oleh pengaruh Ae pengaruh pergaulan yang menjurus ke arah yang sesat seperti penggunaan narkotika yang makin hari makin mengeregoti anak Ae anak muda. Maka dibuatlah seminar mengenai bahaya Narkotika agar menumbuhkan wawasan bagi orang muda untuk menyadari pentingnya menjaga diri dan tidak terjerumus pada hal yang sesat. Relevansi Seruan Apostolik Christus Vivit dalam Kegiatan Toraja Youth Day 20205 KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Toraja Youth Day (TYD) 2025, yang berpijak pada Seruan Apostolik Christus Vivit, mewujudkan peran orang muda sebagai protagonis Gereja melalui pendekatan pastoral yang kontekstual dan responsif terhadap tantangan psikososial serta budaya digital. Christus Vivit menegaskan kaum muda sebagai agen perubahan dalam misi Gereja (Matius 28:19-. , yang diimplementasikan dalam TYD melalui liturgi, seminar, outbound, dan seni budaya untuk memperkuat iman dan karakter OMK Toraja. Tantangan psikososial seperti krisis identitas dan dampak media sosial diatasi melalui pendampingan komunitas dan edukasi kesehatan mental sementara budaya digital dioptimalkan melalui theme song AuDipanggil Untuk BersaksiAy dan logo simbolis yang mencerminkan persatuan dalam Kristus. Dengan mengintegrasikan budaya Toraja. TYD 2025 berhasil membentuk OMK sebagai saksi iman yang berakar kuat, relevan, dan tangguh menghadapi dinamika UCAPAN TERIMA KASIH