Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Anak di Panti Asuhan YaAouma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI POSITIF ANAK DI PANTI ASUHAN YAAoUMA LIDAH KULON ASRAMA YATIM DAN DHUAFA Arum Juniar Hansa Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 20080@mhs. Muhammad Farid Ilhamuddin. Pd. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya muhammadilhamuddin@unesa. Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatan konsep diri anak Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental one group pretest postest. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan subjek penelitian berjumlah 10 anak panti asuhan yang memiliki konsep diri kategori Pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dengan item pernyataan berjumlah 26 yang terlebih dahulu telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan yaitu statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon melalui SPSS. Dari hasil uji statistik non parametrik menggunakan SPSS versi 24 dengan uji wilcoxon diperoleh nilai asymp sign . -taile. lebih kecil yaitu . 012<0. yang artinya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Efektif Untuk Meningkatkan Konsep Diri Anak di Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi acuan untuk beberapa pihak. Bagi penelitian selanjutnya ataupun pengasuh panti asuhan diharapkan menganggap penting jalinan komunikasi yang efektif dengan anak-anak, agar mereka mempunyai panutan dalam menghadapi permasalahan dan selalu menjaga keharmonisan di dalam panti asuhan sehingga terjaga rasa kekeluargaan yang erat diantara sesama penghun panti asuhan, karena jika anak panti asuhan merasa nyaman dengan lingkungannya maka konsep diri yang mereka miliki akan meningkat dan positif. Kata Kunci: bimbingan kelompok, teknik diskusi, konsep diri, anak panti asuhan. Abstract The aim of this research is to determine the increase in self-concept of children from the Ya'uma Lidah Kulon Orphanage. Orphanage for the Orphans and Dhuafa after receiving group guidance services using discussion techniques. This research uses quantitative methods with a preexperimental one group pretest posttest research design. The sampling technique for this research used a random sampling technique, with research subjects consisting of 10 orphanage children who had a low self-concept category. Data collection used a questionnaire with 26 statement items which had first been tested for validity and reliability. The data analysis used is non-parametric statistics, namely the Wilcoxon test via SPSS. From the results of nonparametric statistical tests using SPSS version 24 with the Wilcoxon test, it was obtained that the asymp sign . -taile. value was smaller, namely . 012<0. , which means that Ho was rejected and Ha was accepted, so it can be concluded that Discussion Technique Group Guidance is Effective for Improving Self-Concept of Children at the Ya'uma Lidah Kulon Orphanage. Dormitory for Orphans and Dhuafa. Researchers hope that this research can become a reference for several parties. For further research or orphanage caregivers, it is hoped that effective communication with children is important, so that they have role models in dealing with problems and always maintain harmony in the orphanage so that a close sense of family is maintained among fellow orphanage residents, because if the children in the orphanage If they feel comfortable with their environment, their self-concept will increase and be positive. Keywords: group guidance, discussion techniques, self concept, orphanage children. Menurut Syahraeni, . anak yang memiliki konsep diri positif juga akan mempunyai semangat hidup dan semangat juang yang tinggi. Sebaliknya anak yang memiliki konsep diri negatif cenderung memberikan batasan kepada dirinya bahwa dia tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan lingkungan, yang pada akhirnya remaja merasa rendah diri. PENDAHULUAN Konsep diri bagi anak memiliki peran yang penting agar anak bisa melakukan penyesuaian dengan lingkungannya, supaya mereka bisa diterima oleh lingkungannya. Anak yang memiliki konsep diri yang positif akan memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas terhadap masa depannya. Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Anak di Panti Asuhan YaAouma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa Konsep diri menjadi inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang, yang bila mana tidak dapat berkembang secara positif maka cenderung membawa seseorang dalam situasi ketidak puasan dalam hidup, pesimis, ragu, kurang percaya diri, bahkan penyesuaian sosial yang baru, dalam Hurlock, . Remaja yang mengalami konsep diri yang rendah atau negatif akan sulit melakukan keterbukaan diri dalam proses interaksi sosial. Keterbukaan diri atau pengungkapan diri memiliki peranan yang penting dalam interaksi sosial, untuk dapat berani menyampaikan pendapatnya, perasaan dan segala yang ada dipikirannya. Tinggal di Panti Asuhan tentu mempengaruhi cara pandang anak terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya. Apabila anak memandang dirinya dan lingkungannya secara positif maka akan terbentuk konsep diri yang positif, sebaliknya apabila anak memandang dirinya dan lingkungannya secara negatif maka akan terbentuk konsep diri yang negative. Tentu saja ada perbedaan dengan anak yang tinggal bersama keluarga, dimana lingkungan keluarga berbeda dengan lingkungan panti asuhan. Hal ini sejalan yang dikatakan oleh Calhoun & Acocella dalam (Kiling & Kiling, 2. penerimaan dan 8 penolakan teman dalam kelompok, mungkin akan mempunyai pengaruh yang dalam pada pandangannya tentang dirinya sendiri. Untuk itu perlu diberikan pemahaman terhadap anak di Panti Asuhan terkait dengan apa itu konsep diri melalui Bimbingan dan Konseling. Menurut Raminah, . Seiring dengan perkembangannya. Bimbingan dan Konseling tidak hanya bergerak di pendidikan saja. Akan tetapi bimbingan dan konseling sudah mulai merambah pada seting komunitas, di mana konsentrasi pelayanan ditujukan pada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat yang memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Layanan Bimbingan konseling yang cocok dalam penelitian ini menggunakan Layanan Bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Dipilihnya Bimbingan kelompok untuk dijadikan layanan karena bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok juga bisa dijadikan media penyampaian informasi sekaligus juga bisa memudahkan anak panti asuhan menyusun rencana dalam membuat keputusan yang tepat sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi anak Panti Asuhan yang nantinya akan menumbuhkan konsep diri yang positif. Selain itu apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik maka anggota kelompok saling menolong, menerima dan berempati dengan tulus. Menurut Wahyudi, . Menggunakan diskusi kelompok untuk jadikan teknik dapat bermanfaat bagi anak karena diskusi kelompok akan timbul interaksi dengan anggota-anggota kelompok mereka memenuhi kebutuhan psikologis seperti kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya, kebutuhan bertukar pikiran 9 dan berbagi perasaan, dan kebutuhan untuk menjadi lebih mandiri, mereka mendapat pembinaan dan informasi yang positif untuk pengembangan konsep diri yang positif. Dari pendapat diatas pemilihan Bimbingan kelompok dengan teknik diskusi cocok digunakan menjadi teknik dalam bimbingan kelompok untuk penelitian ini karena teknik diskusi mewajibkan setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pikirannya masing-masing dalam memecahkan suatu masalah, dengan itu bimbingan kelompok teknik diskusi dapat menciptakan lingkungan yang kondusif yang memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk menambah penerimaan diri, memberikan ide, perasaan, dukungan bantuan alternatif pemecahan masalah dan mengambil keputusan yang tepat, dapat berlatih tentang perilaku baru dan bertanggungjawab atas pilihan yang ditentukan sendiri. Didalam teknik diskusi kelompok suasana ini dapat menumbuhkan perasaan berarti bagi anggota yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan konsep diri yang positif. Apalagi masalah konsep diri merupakan masalah yang banyak dialami oleh anak sehingga untuk dimungkinkan lebih efektif dibandingkan layanan konseling individual. Sesuai dengan pendapat Miftakus, . diskusi kelompok adalah suatu teknik bimbingan kelompok yang digunakan agar para anggota kelompok dapat mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan jalan mendiskusikan masalah tersebut secara bersama-sama. Jadi melalui diskusi kelompok, para anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah 10 bersama-sama, dengan saling memberikan saran dan pertimbangan untuk memecahkan masalah. Berdasarkan penjelasan diatas dan hasil observasi yang telah peneliti laksanakan pada anak panti asuhan di panti tersebut maka ingin mengetahui AuEfektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Dalam Meningkatkan Konsep Diri Anak di Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan DhuafaAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yaitu pre-experimental design untuk mengetahui pengaruh dari diberikannya treatment dengan kondisi yang terkendali. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu dimana peneliti menentukan pengambilan sample dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus atau pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian. Jenis penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test design, untuk mengetahui keadaan sebelum dan sesudah diberikan Pelaksanaan penelitian ini adalah diberikan pre-test, kemudian akan diberikan treatment dan diakhiri dengan pemberian post-test yang sama. Setelah selesai, hasil pre-test dan post test akan dibandingkan untuk mengetahui skor sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Anak di Panti Asuhan YaAouma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa Penelitian ini berfokus pada pembahasan efektivitas bimbingan kelompok teknik diskusi. Hasil penelitian ini diperoleh dari instrumen penyebaran angket yang berguna untuk memperoleh suatu data deskripsi dari konsep diri anak panti asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa. Populasi dari penelitian ini pada awalnya adalah 30 anak Panti Asuhan dan mendapatkan sampel dengan berjumlah 10 anak Panti Asuhan sebagai mana hal tersebut disesuaikan dengan bimbingan kelompok dengan jumlah 10 orang. Pretest dilakukan sebagai awalan untuk mengetahui sejauh mana kondisi konsep diri dari anak di Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa. Berikut hasil Pretes dari konsep diri anak di Panti Asuhan. bimbingan kelompok menggunakan teknik diskusi terjadi peningkatan konsep diri positif anak Panti Asuhan. Sehingga dari hasil tabel tersebut dapat disimpulkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dapat meningkatkan konsep diri dari anak Panti Asuhan. Setelah diberikannya perlakuan bimbingan kelompok teknik diskusi di Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa dapat diketahui dari tabel berikut: Tabel 3. Hasil pre-test, post-test, dan gain score Tabel 1. Hasil pre-test SUBJEK KPR AAM ANH NNA NTS DPW N 10 Mean HASIL PRETEST KATEGORI Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Oc 554 Tabel 2. Hasil post-test KPR AAM ANH NNA NTS DPW N 10 Mean HASIL POSTTEST HASIL PRE-TEST KPR AAM ANH NNA NTS DPW MEAN HASIL POSTTEST GAIN SCORE Berdasarkan dari tabel diatas diketahui bahwa hasil dari Pretest dan Posttest mengalami peningkatan yakni, . ,4<86,. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dapat meningkatkan konsep diri positif. Dari hasil diberikannya perlakukan dalam layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi terdapat hasil yang signifikan. Dibuktikan dengan menghitung hasi dengan alat SPSS uji Wilcoxon dengan hasil Asyms. Sig . 005 < 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok teknik diskusi dapat meningkatkan konsep diri anak Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Ardiyanta, . yang meneliti terkait Peningkatan konsep diri positif dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok memberikan hasil bahwa layanan tersebut berdampak pada peningkatan konsep diri negative menjadi konsep diri positif, selain itu terdapat penelitian dari Riezky, . menjabarkan bahwa bimbingan kelompok Teknik diskusi juga efektif untuk meningkatkan konsep diri positif. Yang berarti bahwa bimbingan kelompok teknik diskusi dapat mempengaruhi dalam peningkatan kepercayaan diri anak Panti Asuhan. Pemberian perlakuan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok anak Panti Asuhan dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi pelaksanaan selama 1 x 45 menit. Dalam pelaksanaan bimbingan Setelah bimbingan kelompok, maka peneliti mengukur kembali konsep diri anak Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa, adapun hasil post-test konsep diri anak Panti Asuhan sebagai berikut: SUBJEK SUBJEK KATEGORI Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Oc 681 Berdasarkan tabel 1 dan 2 tersebut terdapat hasil post-test setelah diberikan treatment berupa layanan Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Anak di Panti Asuhan YaAouma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa kelompok peniliti menyusun layanan yang digunakan agar lebih menyenangkan tidak ada tekanan dan meningkatkan konsep diri anak dalam kegiatan. Membebaskan anak Panti Asuhan untuk lebih aktif berpendapat dan menyampaikan unek-unek apa yang dipikirkan sehingga anak Panti Asuhan belajar cara untuk selalu aktif dalam kelompok dan tanpa merasa menjawab adalah sebuah Hasil kegiatan dari awal hingga akhir pertemuan anak Panti Asuhan dapat secara aktif dalam berkegiatan, menurutnya kegiatan pro dan kontra ini sebuah kegiatan untuk mengasah kemampuan dalam menyampaikan Selain itu peserta didik juga terlibat aktif dalam berdiskusi kelompok, mempercayakan salah satu anggota kelompok untuk menyampaikan pendapatnya dalam berargumen dan membatu meluruskan atas keterangan yang belum jelas. Kerjasama antar anggota kelompok juga menunjukan kekompokan yang baik. 10 anak Panti Asuhan telah terlibat aktif dalam bimbingan kelompok, serta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai. Selama delapan kali pertemuan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok, anak Panti Asuhan terlihat bahwa mengalami perubahan dalam dirinya yang sebelumnya pendiam berubah menjadi aktif dalam berkomunikasi, ketika merasa cemas yang berlebihan dapat dikontrol. Sehingga dalam perubahan tersebut peserta didik dapat terbantu dengan adanya sebuah layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri dalam menyampaikan pendapatnya, perubahan tersebut juga terlihat secara statistik dari perhitungan angket kuesioner yakni semua anak panti asuhan mendapatkan skor peningkatan. terdapat kekeliruan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling ataupun saat pengambilan data. DAFTAR PUSTAKA Ahyar. et al. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Alamri. Layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management untuk mengurangi perilaku terlambat masuk sekolah . tudi pada siswa kelas X SMA 1 Gebog tahun 2014/2. Jurnal Konseling Gusjigang. Alzachbana. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Dengan Topik Konsep Diri Untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Sumenep. Amanah. Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Metode Diskusi Berbasis Online Untuk Mengembangkan Konsep Diri Positif Peserta Didik SMP Kelas IX di SMP Karya Pembangunan Pasirjambu. Ardiyanta. Meningkatkan Konsep Diri Positif Dengan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas Vi Di SMP Negeri 1 Punggur Lampung Tengah. Arikunto. Evaluasi Program Pendidikan. Bumi Aksara. Departemen Sosial Republik Indonesia. Acuan Pelayanan Sosial Anak di Panti Sosial Asuhan Anak. Departemen Sosial Republik Indonesia. Destriana. Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik Kelas Vi di MTS N2 Bandar Lampung. De Vega. Pengaruh Pola Asuh dan Kekerasan Verbal terhadap Kepercayaan Diri. Jurnal Obsesi, 3. PENUTUP Simpulan Dari penelitian terhadap konsep diri rendah dari anak Panti Asuhan menghasilkan penghitungan yakni sebelum melakukan pretest dengan hasil 55,4 dan selanjutnya melakukan perlakuan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk menghitung hasil posttest dengan hasil 86,1. Lalu diuji melalui SPSS versi 23 dengan hipotesis Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil tabel Test Statistics menunjukan hasil 0,012<0,050 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Efektif Untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Pada Anak Panti Asuhan YaAuma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa. Gunawan. Kamus Besar Bahasa Indonsia. Pustaka Gama. Hartanti. Konsep Diri (Karakteristik berbagai Usi. Henny. Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Minat Peserta Didik Memanfaatkan Layanan Bimbingan Konseling Di Madrasah Aliyah Pesantren Satu Atap Istiqomah Islamiyah Tulang Bawang Barat. Herawati. Konsep Diri Guru Dapat Mempengaruhi Kinerja Guru Di Sekolah Dasar Negeri Sawah 2 Ciputat. Research and Development Journal Of Education. Hurlock. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan . Jakarta: Erlangga. Saran Bagi peneliti hendaknya mengetahui latar belakang dari anak Panti Asuhan Beberapa anak Panti Asuhan Sehingga dalam penanganannya tidak Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Anak di Panti Asuhan YaAouma Lidah Kulon Asrama Yatim dan Dhuafa Irani. , & Laksana. Konsep diri dan keterbukaan diri remaja broken home yang diasuh State University of Malang. Sarwono. , & Meinarno. Psikologi Sosial. Salemba Humanika. Jalaludin. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosda Karya. Satria. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa SMP Negeri 2 Menganti Gresik. Keliat. Budi Anna. Dkk. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi 2. Jakarta: EGC. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Killing. , & Killing. Tinjauan Konsep Diri dan Dimensinya Pada Anak Dalam Masa KanakKanak Akhir. Jurnal Psikologi Pendidikkan Dan Konseling. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, dan R&D. ALFABETA. Syahraeni. Pembentukan Konsep Diri Remaja. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam. Latipun. Psikologi Konseling. Malang: UMM Press. Syaputri. Meningkatkan Konsep Diri Positif Untuk Penyesuaian Diri Pada Remaja di Panti Asuhan. Servitium Smart Journal. Lintang. Pencinta Alam Sebagai Bentuk Peran Pemuda di Tengah Tantangan Kehidupan Kota. Wahyudi. Pengaruh Teknik Diskusi Kelompok Terhadap Konsep Diri Siswa Kelas XI Di SMA Negeri 2 Tarakan Tahun Pelajaran 2016/2017 Marista. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa. Wasono. Peningkatan Disiplin Berseragam Siswa Melalui Bimbingan Kelompok. Jurnal Prakarsa Paedagogia. Mulyani. Pengaruh Teknik Diskusi Kelompok dalam Bimingan Kelompok Terhadap Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Dimensi Manusia Seksualitas. Universitas Negeri Jakarta. Widiarti. Konsep diri . elf concep. dan komunikasi interpersonal dalam pendampingan pada siswa SMP se kota Yogyakarta. Informasi Kajian Ilmu Komunikasi. Narti. Model Bimbingan Kelompok Berbasis Ajaran Islam. Pustaka Pelajar. Notoatmodjo. Kesehatan. Rineka Cipta. Metodologi Kuantitatif. Penelitian Wulansari. Peningkatan Konsep Diri Positif Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Kelompok Pada Siswa Kelas XII IPA SMA Kristen 2 Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014 Novelia. Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi