RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI . 9Ae2. Rismatul hasana. Yuniorita Indah Handayani. Wiwik Fitriya Ningsih Institut Teknologi Dan Sains Mandala Jember rismatulh0@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywords: Transfer Pricing. Tunneling Incentives. Bonus Mechanisms. Company Size. Exchange Rates Kata Kunci: Transfer Pricing. Insentif Tunneling. Mekanisme Bonus. Ukuran Perusahaan. Nilai Tukar Februari. Oktober. Desember. Abstract: The purpose of this study is to examine the partial and simultaneous effects of taxes, tunneling incentives, bonus mechanisms, company size, and exchange rates on transfer pricing practices within manufacturing firms listed on the IDX during 2019-2020. Employing a quantitative approach, this research utilizes secondary data sourced from companies' annual financial reports. A purposive sampling method was applied, resulting in a sample of 8 companies. Multiple linear regression analysis was used as the data analysis technique. The findings indicate that taxes and company size have a partial influence on transfer pricing. Conversely, tunneling incentives, bonus mechanisms, and exchange rates do not exhibit a significant impact on transfer pricing individually. However, when considered together, taxes, tunneling incentives, bonus mechanisms, company size, and exchange rates collectively influence transfer pricing. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh parsial dan simultan dari pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar terhadap praktik transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2020. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode purposive sampling diterapkan, menghasilkan sampel sebanyak 8 perusahaan. Analisis regresi linear berganda digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh parsial terhadap transfer pricing. Sebaliknya, insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar tidak menunjukkan dampak signifikan secara individual terhadap transfer pricing. Namun, jika dipertimbangkan bersama-sama, pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar secara kolektif memengaruhi transfer pricing. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 215 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 PENDAHULUAN Dalam era ekonomi global saat ini, perusahaan nasional semakin sering mengembangkan operasional bisnis mereka menjadi perusahaan multinasional. Dengan ekspansi ini, perusahaan tidak hanya beroperasi di satu negara tetapi juga di beberapa negara lainnya. Situasi ini memunculkan berbagai persoalan kompleks, khususnya dalam hal penetapan harga jual serta biaya-biaya yang berkaitan erat dengan pengawasan dan evaluasi kinerja perusahaan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan menerapkan kebijakan yang dikenal sebagai transfer pricing (Dhea Gustianti et al. , 2. Transfer pricing memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan di berbagai negara, namun praktik ini juga menuai kontroversi terkait implikasinya pada perpajakan dan keadilan ekonomi. Transfer pricing adalah strategi penentuan harga dalam transaksi yang melibatkan pihak-pihak dengan relasi khusus, meliputi transaksi barang, layanan, aset tidak berwujud, serta transaksi keuangan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga yang ditetapkan adil dan sesuai dengan nilai pasar, sehingga dapat mencegah konflik dengan otoritas pajak serta mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku. Menurut PSAK 46/IAS 12, salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan transfer pricing adalah beban pajak penghasilan. Dengan mengalihkan laba ke negara dengan tarif pajak lebih rendah, perusahaan dapat menekan beban pajak mereka (Tyas, 2. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik transfer pricing adalah insentif tunneling, yang mana pemegang saham mayoritas cenderung memanfaatkan hubungan khusus demi keuntungan pribadi, seringkali dengan mengabaikan hak-hak pemegang saham minoritas. Selain itu, mekanisme bonus yang diberikan kepada manajer berdasarkan pencapaian target laba juga dapat mendorong praktik transfer pricing untuk meningkatkan laba secara artifisial. Ukuran perusahaan, fluktuasi nilai tukar, dan insentif lainnya turut memengaruhi keputusan perusahaan dalam menerapkan transfer pricing. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, serta nilai tukar terhadap pengambilan keputusan terkait transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 20192023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak dan tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing, sejalan dengan temuan (Mas Bayu Anggah & Yuliati. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 216 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Sementara itu, mekanisme bonus dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan, berbeda dari hasil penelitian (Nurilah, 2. Di sisi lain, nilai tukar berpengaruh terhadap transfer pricing, sebagaimana dikemukakan oleh (Samalagi et al. , meskipun arah pengaruhnya bervariasi tergantung pada kondisi ekonomi. Temuan menunjukkan adanya inkonsistensi yang membuka peluang kajian lebih lanjut. Praktik transfer pricing sering kali menimbulkan kontroversi. Contoh kasus internasional terjadi pada Starbucks di Inggris, yang menggunakan transfer pricing untuk menghindari pajak besar dengan mentransfer keuntungan ke negara-negara dengan tarif pajak lebih rendah. Di Indonesia, kasus PT Adaro menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menetapkan harga transfer di bawah nilai pasar, sehingga merugikan pendapatan Kasus-kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah manipulasi yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam menerapkan transfer pricing, khususnya di Indonesia. Fokus penelitian adalah pada pengaruh beban pajak, tunneling incentive, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar terhadap keputusan transfer pricing. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini akan mengintegrasikan analisis data empiris dan studi kasus terkini untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai transfer pricing. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika transfer pricing serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk otoritas terkait. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu yang Relevan Berbagai studi tentang transfer pricing telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan. Dalam penelitiannya. Andraeni . meneliti dampak nilai tukar, insentif tunneling, serta mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing perusahaan, dengan mengukur transfer pricing melalui transaksi penjualan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan khusus. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa nilai tukar dan insentif tunneling memiliki pengaruh yang signifikan, sementara mekanisme bonus tidak. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 217 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Sejalan dengan itu. Anggraeni . juga melakukan eksplorasi terhadap faktorfaktor yang memengaruhi keputusan transfer pricing pada perusahaan manufaktur, dengan menitikberatkan pada pajak, perjanjian utang . ebt covenan. , dan nilai tukar. Studi ini menyimpulkan bahwa pajak, perjanjian utang, dan nilai tukar secara bersamasama memengaruhi transfer pricing, meskipun secara individual hanya perjanjian utang dan nilai tukar yang memiliki pengaruh signifikan. Selanjutnya. Fitriani . melakukan investigasi terhadap pengaruh pajak, insentif tunneling, perjanjian utang, dan aset tidak berwujud terhadap transfer pricing. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa secara parsial, pajak dan insentif tunneling tidak memiliki pengaruh yang signifikan, perjanjian utang berpengaruh negatif dan signifikan, sementara aset tidak berwujud tidak memengaruhi transfer pricing. Dalam studinya. Ardana . turut menginvestigasi determinan-determinan keputusan transfer pricing, dengan memberikan perhatian khusus pada pajak, insentif tunneling, nilai tukar, dan leverage. Temuan riset ini mengindikasikan bahwa secara individual, hanya pajak yang memiliki dampak signifikan terhadap transfer pricing, sedangkan insentif tunneling, nilai tukar, dan leverage tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor-faktor lain yang turut dieksplorasi pengaruhnya terhadap transfer pricing meliputi mekanisme bonus dan ukuran perusahaan. Ramdhani . menganalisis dampak pajak, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, serta insentif tunneling terhadap transfer pricing. Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa pajak, mekanisme bonus, dan insentif tunneling memiliki pengaruh positif terhadap transfer pricing. Akan tetapi, hasil yang kontradiktif diperoleh oleh Apriliyana . , yang menguji dampak pajak, insentif tunneling, dan nilai tukar terhadap transfer pricing perusahaan. Studi ini menyimpulkan bahwa pajak, insentif tunneling, dan nilai tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap transfer pricing perusahaan. Sulastri . determinan-determinan pembayaran pajak, insentif tunneling, dan kepemilikan asing terhadap keputusan transfer pricing. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pembayaran pajak memiliki pengaruh yang signifikan, sementara insentif tunneling dan kepemilikan asing tidak signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Kurniawati . juga melakukan pengujian terhadap pengaruh pajak, ukuran perusahaan, leverage, mekanisme bonus, dan insentif tunneling terhadap transfer pricing. Hasil risetnya menunjukkan bahwa FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 218 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 pajak, ukuran perusahaan, dan insentif tunneling memiliki dampak yang signifikan, sementara leverage dan mekanisme bonus tidak signifikan. Faktor-faktor yang berkaitan dengan Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi fokus penelitian terkait transfer pricing. Isnaini . meneliti dampak independensi. GCG, serta kualitas audit terhadap integritas laporan keuangan. Temuan penelitiannya mengindikasikan bahwa insentif tunneling tidak berpengaruh, mekanisme bonus memiliki pengaruh positif, dan beban pajak tidak memengaruhi keputusan perusahaan dalam transfer pricing. Pungkasaari . meneliti pengaruh perencanaan pajak, insentif tunneling, ukuran perusahaan, dan kepemilikan asing terhadap keputusan transfer pricing. Hasil risetnya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan insentif tunneling tidak memiliki dampak yang signifikan, sementara ukuran perusahaan dan kepemilikan asing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Berdasarkan uraian di atas, studi-studi sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi terkait determinan-determinan yang memengaruhi transfer pricing. Beberapa faktor seperti nilai tukar, insentif tunneling, pajak, perjanjian utang, ukuran perusahaan, mekanisme bonus, dan kepemilikan asing ditemukan memiliki dampak signifikan terhadap transfer pricing, sementara faktor-faktor lainnya tidak signifikan. Kajian Teori Tinjauan pustaka ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi praktik transfer pricing, dimulai dengan Teori agensi yang menjelaskan hubungan antara manajemen dan pemegang saham, di mana asimetri informasi dapat memicu konflik kepentingan dan mempengaruhi keputusan transfer pricing (Jensen & Meckling, 1976. Kusumawari. Transfer pricing sendiri adalah kebijakan penentuan harga transfer dalam transaksi antar perusahaan, baik dalam satu negara maupun antar negara (Hadi Setiawan, 2. , yang seringkali dimanfaatkan untuk menghindari pajak dengan mengalihkan beban pajak ke negara-negara dengan tarif pajak yang lebih rendah (Refgia. UU Nomor 16 Tahun 2. Praktik tunneling, yang mana pemegang saham mayoritas merugikan kepentingan pemegang saham minoritas, juga dapat berdampak pada kebijakan transfer pricing (Wafiroh & Hapsari, 2. Mekanisme bonus, meskipun seringkali diasosiasikan sebagai pemicu transfer pricing, ternyata tidak selalu menjadi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 219 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 determinan utama karena perusahaan juga memperhatikan reputasi dan sistem pengendalian internal yang efektif (Mineri Paramitha, 2. Skala perusahaan, yang diukur melalui total aset, juga berkontribusi pada kompleksitas struktur manajemen dan potensi keuntungan (Khotimah, 2018. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46/MDAG/PER/9/2. Di samping itu, fluktuasi nilai tukar mata uang dan karakteristik unik perusahaan manufaktur turut memengaruhi keputusan transfer pricing (Asyinta, 2019. Pratiwi, 2018. Dengan mempertimbangkan landasan teori agensi, konsep transfer pricing, serta faktor-faktor seperti pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, nilai tukar, dan karakteristik perusahaan manufaktur, studi ini berupaya untuk menyajikan wawasan yang lebih mendalam mengenai determinandeterminan yang memengaruhi praktik transfer pricing di Indonesia. METODE PENELITIAN Studi ini mengadopsi metode penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Objek penelitian mencakup perusahaan manufaktur multinasional dengan populasi sebanyak 164 perusahaan dan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu, seperti kepemilikan saham asing, laporan tahunan konsisten, dan pelaporan dalam mata uang non-rupiah. Variabel penelitian meliputi variabel bebas . ajak, tunneling incentive, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tuka. dan variabel terikat . ransfer pricin. , dengan definisi operasional dan metode pengukuran yang jelas. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari situs IDX dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji t. F, dan determinasi untuk menguji hubungan antara variabel. Metodologi yang terstruktur ini bertujuan memberikan hasil yang valid dan dapat digeneralisasikan sesuai dengan hipotesis yang diajukan. HASIL PENELITIAN Karakteristik Hasil Penelitian FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 220 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Pemilihan sampel penelitian dilakukan berdasarkan kriteria tertentu. Setelah proses seleksi, terdapat 8 perusahaan yang memenuhi kriteria, menghasilkan total 40 Rincian sampel dijelaskan dalam tabel berikut: Tabel 1 Pemilihan Sampel Kriteria Seleksi Sampel Perusahaan manufaktur multinasional di BEI . Tidak memiliki persentase kepemilikan asing minimal 20% Mengalami kerugian selama periode penelitian Tidak melaporkan laporan keuangan berturut-turut Pelaporan tidak menggunakan mata uang rupiah Jumlah Perusahaan Sampel Jumlah . Sumber: Data diolah sendiri, 2024 Tabel 2 Daftar Perusahaan Sampel Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT SMGR UNVR Nama Perusahaan PT. Astra Internasional Tbk PT. Darya Varia Tbk PT. Indofood Sukses Makmur Tbk PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk PT. Sekar Laut Tbk PT. Semen Indonesia (Perser. Tbk PT. Unilever Indonesia Tbk Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Analisis Hasil Penelitian Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah salah satu teknik analisis data yang digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi ringkas mengenai suatu data. Tabel berikut menyajikan hasil statistik deskriptif yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS 25 terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini: Tabel 3 Statistik Deskriptif FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 221 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Variabel Minimum Maksimum Mean Pajak Tunneling Incentive Mekanisme Bonus Ukuran Perusahaan Exchange Rate Transfer Pricing Std. Deviation Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 25, variabel transfer pricing menunjukkan nilai rata-rata sebesar 8,15% dengan standar deviasi 7,48%, yang mengindikasikan penyebaran data yang relatif kecil. Variabel pajak memiliki nilai ratarata 0,2383 dengan standar deviasi 0,04742, yang menunjukkan distribusi data yang Variabel insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar juga dianalisis, dan hasilnya menunjukkan tingkat variasi data yang beragam. Secara umum, sebagian besar variabel memiliki standar deviasi yang lebih rendah dibandingkan nilai rata-ratanya, yang menandakan bahwa data cenderung homogen. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk mendeteksi keberadaan hubungan yang kuat antar variabel independen dalam model regresi. Multikolinearitas dapat memengaruhi hasil analisis regresi, menyebabkan estimasi koefisien menjadi tidak stabil dan mengurangi validitas inferensial model. Dalam studi ini, uji multikolinearitas dilakukan dengan mengevaluasi nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance. Jika nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0,1, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas yang signifikan dalam model regresi. Tabel 4 Uji Multikolinearitas Variabel Pajak Tunneling Incentive Mekanisme Bonus Ukuran Perusahaan Exchange Rate Tolerance VIF FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 222 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel di atas, seluruh variabel independen memiliki nilai VIF di bawah 10 dan nilai Tolerance di atas 0,1, yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan varian residual antara setiap observasi dalam model regresi. Jika pola distribusi titik-titik pada Sebaliknya, jika titik-titik tersebar secara acak, maka tidak terjadi Gambar 1 Uji heterokedastisitas Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan analisis scatterplot, terlihat bahwa titik-titik data tersebar secara acak di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y tanpa membentuk pola yang jelas. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara residual pada suatu observasi dengan observasi sebelumnya dalam model regresi. Dalam studi ini, uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan Run Test. Jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka data dianggap bebas dari autokorelasi. Tabel 5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 223 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Uji Autokorelasi Uji Nilai Test Value Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -Taile. Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel di atas, nilai signifikansi sebesar 0,466 lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa model regresi ini tidak mengalami masalah Analisis Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini. Tabel 6 Hasil Regresi Linear Berganda Variabel (Constan. Pajak Tunneling Incentive Mekanisme Bonus Ukuran Perusahaan Exchange Rate Std. Error Beta Sig. Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan tabel di atas, persamaan regresi yang dihasilkan dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Pajak memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Insentif tunneling tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Mekanisme bonus tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 224 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk menguji pengaruh individual setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 7 Uji parsial Variabel Pajak Sig. Tunneling Incentive Mekanisme Bonus Ukuran Perusahaan Exchange Rate Kesimpulan Berpengaruh Tidak berpengaruh Tidak berpengaruh Berpengaruh Tidak berpengaruh Sumber: Output SPSS 25, 2024 Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa hanya variabel pajak dan ukuran perusahaan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menguji pengaruh secara bersama-sama dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen Tabel 8 Uji F Statistik F Sig. Sumber: Output SPSS 25, 2024 Karena nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan, variabel pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Hasil Perhitungan Variabel Pajak (ETR) Tabel 9 Perhitungan Variabel Pajak (ETR) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 225 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT SMGR UNVR Tahun Mean 0,20 0,27 0,28 0,19 0,26 0,21 0,28 0,23 Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Berdasarkan tabel di atas, variasi ETR menunjukkan tingkat efektivitas pajak yang Lalu. SMGR mencatatkan nilai tertinggi sebesar 0,40 pada tahun 2021. Sementara itu, rata-rata ETR tertinggi dicatat oleh INDF dan SMGR. Hasil Perhitungan Variabel Tunneling Incentive Tabel 10 Perhitungan Tunneling Incentive Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT SMGR UNVR Tahun Mean 0,50 0,92 0,50 0,53 0,54 0,36 0,51 0,85 Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa DVLA dan UNVR memiliki rata-rata tertinggi . ,92 dan 0,. , menunjukkan dominasi kepemilikan asing. Sementara itu. SKLT memiliki rata-rata terendah . Hasil Perhitungan Variabel Mekanisme Bonus (ITN) Tabel 11 Perhitungan ITN Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT Tahun Mean 1,20 0,90 1,20 1,13 0,90 1,26 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 226 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Kode SMGR UNVR Tahun Mean 0,96 0,88 Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa SKLT mencatatkan nilai tertinggi . pada 2021, mencerminkan kenaikan laba bersih 99%, sedangkan UNVR memiliki nilai terendah . Hasil Perhitungan Ukuran Perusahaan Tabel 12 Perhitungan Ukuran Perusahaan Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT SMGR UNVR Tahun Mean 33,57 28,32 32,69 30,94 31,01 27,56 30,85 30,57 Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ASII mencatatkan nilai tertinggi . ,73 pada 2. , sedangkan SKLT memiliki nilai terendah . Hasil Perhitungan Variabel Exchange Rate (ER) Tabel 13 Perhitungan Exchange Rate (ER) Kode ASII DVLA INDF INTP JPFA SKLT SMGR UNVR Tahun Mean 0,00 0,01 0,06 0,01 0,02 0,00 0,00 0,00 Sumber: Data dioleh sendiri, 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahu bahwa INDF mencatatkan nilai tertinggi . ,11 pada 2. , sedangkan Perusahaan lain menunjukkan variasi yang kecil. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 227 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 PEMBAHASAN Dalam bagian interpretasi ini, penulis akan menganalisis hubungan antara temuantemuan dari hasil penelitian dengan teori-teori yang mendasari penelitian sebelumnya. Pembahasan ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar terhadap transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 20192023. Interpretasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh Pajak terhadap Transfer Pricing Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa variabel pajak memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Ini berarti bahwa pajak memengaruhi praktik transfer pricing karena tingkat pajak yang berlaku di suatu negara dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam menetapkan harga transfer antar entitas yang terafiliasi. Tingkat pajak yang tinggi dapat mendorong perusahaan untuk menggunakan transfer pricing sebagai strategi untuk mengelola laba dan beban pajak secara efisien. Perusahaan cenderung mempertimbangkan faktor pajak dalam menentukan harga transfer dengan tujuan untuk meminimalkan beban pajak yang dikeluarkan. Dengan demikian, perbedaan tingkat pajak antar negara dapat memengaruhi praktik transfer pricing perusahaan dalam rangka mengoptimalkan posisi pajak mereka secara global. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Wardani & Rini, 2. , yang menunjukkan bahwa variabel pajak berpengaruh terhadap transfer pricing. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Aulia Putri et al. , 2. , yang menyatakan bahwa pajak tidak memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Pengaruh Tunneling Incentive terhadap Transfer Pricing Pengaruh Insentif Tunneling Transfer PricingHasil menunjukkan bahwa variabel insentif tunneling tidak memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Hipotesis yang menyatakan bahwa penerapan insentif tunneling berpengaruh terhadap transfer pricing ditolak. Ini berarti bahwa semakin besar kepemilikan oleh pemegang saham mayoritas tidak meningkatkan keputusan untuk melakukan transfer pricing. Kontrol internal yang efektif dapat membantu mencegah praktik tunneling melalui transfer pricing yang tidak adil atau tidak seimbang. Dengan adanya mekanisme pengawasan yang ketat, perusahaan dapat meminimalkan risiko FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 228 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 penyalahgunaan transfer pricing untuk tujuan tunneling. Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya oleh (Rito & Azzahra, 2. , yang menyatakan bahwa variabel insentif tunneling tidak berpengaruh terhadap transfer pricing. Pengaruh Mekanisme Bonus terhadap Transfer Pricing Pengaruh Mekanisme Bonus terhadap Transfer PricingHasil penelitian menunjukkan bahwa variabel mekanisme bonus tidak memiliki pengaruh terhadap transfer pricing, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa penerapan mekanisme bonus berpengaruh terhadap transfer pricing ditolak. Mekanisme bonus tidak memengaruhi praktik transfer pricing karena lebih berfokus pada pendorong kinerja individu atau kelompok dalam mencapai target tertentu. Sementara itu, transfer pricing berkaitan dengan penetapan harga barang atau jasa antar entitas dalam perusahaan serta pengalokasian laba dan biaya di antara unit bisnis internal. Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya oleh (Setyorini & Nurhayati, 2. , yang menyatakan bahwa variabel mekanisme bonus tidak memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Eli Putri Anggraini, 2. , yang menyatakan bahwa variabel mekanisme bonus memiliki pengaruh terhadap transfer Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Transfer Pricing Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Transfer PricingBerdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial memengaruhi transfer pricing diterima. Ukuran perusahaan merupakan indikator yang mencerminkan besar atau kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan memengaruhi praktik transfer pricing karena perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks dan volume transaksi yang lebih tinggi antar entitas bisnis internal. Perusahaan besar sering kali beroperasi di berbagai yurisdiksi pajak yang berbeda dan tunduk pada regulasi yang kompleks terkait transfer pricing, yang dapat memengaruhi kebijakan transfer pricing yang diterapkan. Selain itu, kompleksitas dan skala operasi yang lebih besar juga dapat memengaruhi insentif manajerial dalam mengelola transfer pricing untuk meminimalkan risiko pajak dan mematuhi regulasi yang berlaku. Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 229 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 yang dilakukan oleh (Widya Anggraini et al. , 2. , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Pengaruh Exchange Rate terhadap Transfer Pricing Transfer pricing berhubungan dengan penentuan harga produk atau jasa yang diperdagangkan antar unit bisnis yang berbeda dalam satu perusahaan atau grup perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi. Penentuan harga dalam transfer pricing didasarkan pada pertimbangan aspek keuntungan dan biaya produksi, bukan pada nilai tukar mata uang. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mauliddiyah, 2. , yang menyatakan bahwa nilai tukar tidak memiliki pengaruh terhadap transfer pricing, karena faktor utama yang memengaruhi transfer pricing lebih cenderung berkaitan dengan kebijakan perusahaan, struktur biaya, serta regulasi perpajakan yang berlaku. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar tidak secara signifikan memengaruhi keputusan perusahaan dalam menetapkan harga transfer, sehingga aspek lain seperti strategi bisnis dan insentif pajak lebih dominan dalam praktik transfer pricing. Pengaruh Pajak. Tunneling Incentive. Mekanisme Bonus. Ukuran Perusahaan, dan Exchange Rate terhadap Transfer Pricing Pengaruh Pajak. Insentif Tunneling. Mekanisme Bonus. Ukuran Perusahaan, dan Nilai Tukar terhadap Transfer PricingBerdasarkan hasil uji ANOVA, dapat disimpulkan bahwa variabel pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar secara simultan memengaruhi transfer pricing. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa variabel pajak, insentif tunneling, mekanisme bonus, ukuran perusahaan, dan nilai tukar secara simultan memengaruhi transfer pricing Variabel pajak dan ukuran perusahaan secara parsial memengaruhi transfer pricing, namun variabel insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar tidak memengaruhi transfer pricing. Hal ini menunjukkan bahwa variabel insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar tidak dapat berdiri sendiri dalam menjelaskan transfer Maka, dapat disimpulkan bahwa perusahaan manufaktur dalam melakukan transfer pricing tidak hanya memperhatikan insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar, tetapi juga mempertimbangkan tarif pajak dan ukuran perusahaan. KESIMPULAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR. | 230 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 215 - 233 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktorfaktor yang memengaruhi transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023 antara lain adalah pajak dan ukuran Pajak terbukti memengaruhi keputusan perusahaan dalam menetapkan harga transfer antar entitas terafiliasi, di mana tingkat pajak yang tinggi dapat mendorong perusahaan untuk mengelola beban pajaknya melalui transfer pricing. Ukuran perusahaan juga memengaruhi praktik transfer pricing, dengan perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki struktur organisasi yang kompleks dan volume transaksi antar entitas yang lebih tinggi, yang pada gilirannya memengaruhi kebijakan transfer Namun, variabel insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing dalam konteks perusahaan manufaktur di Indonesia. Oleh karena itu, meskipun perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti insentif tunneling, mekanisme bonus, dan nilai tukar, kebijakan transfer pricing mereka lebih dipengaruhi oleh faktor pajak dan ukuran perusahaan. REFERENSI