LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. Nomor 1, . ISSN 3031-3635 (Onlin. https://journal. org/index. php/literaabdi/index DOI: 10. Sosialisasi Permainan Tradisional untuk Siswa SD Inpres Samata. Muhammad Qasash HasyimA. SudirmanA. Hasbi AsyhariA. Muhammad Kamal4 Andi Saiful Alimnsyah 5 A Universitas Negeri Makassar. Indonesia, email: m. qasash@unm. Universitas Negeri Makassar. Indonesia, email: sudirman@unm. Universitas Negeri Makassar. Indonesia, email: hasbi. asyhari@unm. Universitas Negeri Makassar. Indonesia, email: kamal212@unm. Universitas Negeri Makassar. Indonesia, email: andi. saiful@unm. *Koresponden penulis Info Artikel Abstract Diajukan: 09 September 2024 Diterima: 06 Oktober 2024 Diterbitkan: 05 Desember 2024 Character building in elementary school-aged children is an important foundation in creating a generation with integrity and noble personality. Traditional games, as a cultural heritage, have great potential to support this process by instilling values such as cooperation, honesty and discipline. This traditional game socialization activity was carried out at SD Inpres Samata with the aim of reintroducing traditional games as an economical and effective learning medium in shaping student character. The method used was demonstration of the theory and practice of traditional games, supported by data collection through questionnaires to measure enthusiasm and effectiveness of activities. The results showed that all participants, including principals, teachers, and students, responded positively to this activity. This socialization has a real impact in increasing awareness of the importance of traditional games as a powerful learning tool in building children's character from an early age. Keyword: Socialization. Traditional Games. Character Building Kata Kunci: Sosialisasi,Permainan Tradisional,Pembentukan Karakter Abstrak Pembentukan karakter pada anak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berintegritas dan berkepribadian Permainan tradisional, sebagai warisan budaya, memiliki potensi besar untuk mendukung proses ini dengan menanamkan nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, dan kedisiplinan. Kegiatan sosialisasi permainan tradisional ini dilakukan di SD Inpres Samata dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang ekonomis dan efektif dalam membentuk karakter siswa. Metode yang digunakan adalah demonstrasi teori dan praktik permainan tradisional, didukung dengan pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengukur antusiasme dan efektivitas kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh peserta, termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa, memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Sosialisasi ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya permainan tradisional sebagai alat pembelajaran yang berdaya guna dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 66 Sosialisasi Permainan Tradisional untuk Siswa SD Inpres Samata PENDAHULUAN Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki nilai-nilai moral, sosial, dan budaya. Dalam sistem pendidikan Indonesia, pembentukan karakter menjadi aspek penting yang harus ditanamkan sejak usia dini, terutama pada jenjang sekolah dasar. Pada tahap ini, anak-anak berada dalam fase perkembangan yang kritis, di mana mereka mulai memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . , pendidikan karakter bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi dalam setiap aspek pembelajaran. Oleh karena itu, aktivitas pendidikan yang mampu menyelaraskan antara pembelajaran dan pembentukan karakter sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi perkembangan anak. Salah satu cara yang efektif untuk mendukung pembentukan karakter adalah melalui permainan, terutama permainan tradisional. Permainan tradisional tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif yang dapat membangun karakter anak, seperti kerja sama, sportivitas, kedisiplinan, dan kreativitas (Hadi, 2. Dalam konteks budaya Indonesia, permainan tradisional juga menjadi media untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal, yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menumbuhkan kemampuan sosial dan emosional anak melalui interaksi langsung dengan teman sebaya (Prasetyo & Widodo, 2. Selain itu, permainan tradisional juga dapat menjadi alternatif edukasi yang ekonomis dan relevan, terutama dalam mendukung pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Dengan demikian, mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam proses pendidikan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berbudaya. Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara anak-anak bermain dan Permainan berbasis teknologi, seperti game online dan aplikasi di gadget, kini menjadi pilihan utama bagi anak-anak dibandingkan permainan Fenomena ini tidak hanya mengubah pola interaksi sosial anak, tetapi juga mengurangi paparan mereka terhadap nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam permainan tradisional. Menurut Santosa dan Putri . , permainan modern berbasis gadget cenderung berfokus pada individualisme dan sering kali kurang memperhatikan aspek pengembangan nilai-nilai sosial seperti kerja sama dan empati. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama dalam memastikan bahwa teknologi tidak menggantikan esensi pembentukan karakter anak. Permainan tradisional, yang sarat dengan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya, kini mulai terpinggirkan. Anak-anak yang lebih sering menggunakan Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 67 Hasyim. Sudirman. Asyhari. Kamal. , & Alimsyah. gadget cenderung kehilangan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan teman sebaya, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter (Prasetyo, 2. Kondisi ini memunculkan kebutuhan mendesak bagi pendidik dan masyarakat untuk melestarikan permainan tradisional sebagai media edukasi yang berharga. Seperti diungkapkan oleh Widiastuti . , integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran dapat membantu menanamkan nilai-nilai positif seperti sportivitas, tanggung jawab, dan toleransi. Oleh karena itu, melestarikan permainan tradisional tidak hanya berarti menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh di era modern. Permainan tradisional memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembentukan karakter anak usia sekolah dasar karena mengandung nilai-nilai edukatif seperti kerja sama, toleransi, dan kedisiplinan. Namun, keberadaannya saat ini semakin tergerus oleh kemajuan teknologi yang cenderung mengalihkan perhatian anak-anak ke permainan modern berbasis gadget. Menurut Santosa . , permainan tradisional mampu menjadi media pendidikan karakter yang efektif karena melibatkan interaksi langsung antarindividu dan mengajarkan norma-norma sosial melalui kegiatan bermain. Selain itu, permainan tradisional juga mencerminkan kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan sebagai warisan bagi generasi mendatang (Prasetyo, 2. Dalam konteks ini, pengintegrasian permainan tradisional dalam pembelajaran di sekolah menjadi strategi penting untuk membangun karakter siswa sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya. Berdasarkan kebutuhan tersebut, program sosialisasi permainan tradisional di SD Inpres Samata dirancang sebagai bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilainilai positif dari permainan tradisional dan memberikan pengalaman bermain yang edukatif kepada siswa. Program ini dilaksanakan melalui metode demonstrasi teori dan praktik langsung, yang melibatkan siswa, guru, dan pihak Menurut Widiastuti . , pendekatan langsung melalui praktik bermain dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya permainan tradisional dalam mendukung pembentukan karakter. Selain itu, keterlibatan guru dan sekolah dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi permainan tradisional sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mendukung pendidikan karakter anak sejak usia dini. Penguatan budaya lokal dan nasional merupakan salah satu tujuan utama pendidikan di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang cinta 68 2. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Sosialisasi Permainan Tradisional untuk Siswa SD Inpres Samata terhadap budaya bangsa. Menurut Haryanto . , integrasi budaya lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar sangat penting karena anak-anak berada pada usia yang mudah menyerap nilai-nilai budaya. Permainan tradisional adalah salah satu elemen budaya yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran berbasis budaya. Selain melestarikan warisan budaya bangsa, permainan tradisional juga dapat mengajarkan nilai-nilai moral dan sosial yang relevan dengan pendidikan karakter di Indonesia (Widiastuti, 2. Dalam konteks ini, program sosialisasi permainan tradisional di SD Inpres Samata dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa, tetapi juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa diberikan pengalaman bermain yang sarat nilai edukatif dan budaya. Menurut Prasetyo . , aktivitas ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif dalam membangun kesadaran anak terhadap pentingnya pelestarian budaya Dengan melibatkan guru dan sekolah dalam kegiatan ini, diharapkan permainan tradisional dapat menjadi bagian integral dari pembelajaran formal. Hal ini tidak hanya mendukung pembentukan karakter siswa sejak usia dini, tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi. METODE PELAKSANAAN Kegiatan sosialisasi permainan tradisional ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan kepala sekolah di SD Inpres Samata. Metode utama yang digunakan adalah demonstrasi, yang terdiri dari dua tahapan: pengenalan teori dan praktik langsung permainan tradisional. Pada tahap pengenalan teori, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep, nilai-nilai, dan manfaat permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran berbasis karakter. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya permainan tradisional dalam mendukung pembentukan karakter siswa (Santosa, 2. Tahap berikutnya adalah praktik langsung, di mana siswa secara aktif berpartisipasi dalam permainan tradisional yang telah dipilih, seperti "engklek" dan "lompat tali. " Guru dan kepala sekolah juga dilibatkan untuk mengamati dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat respons dan antusiasme peserta terhadap kegiatan ini. Kuesioner juga digunakan untuk mengidentifikasi persepsi guru dan kepala sekolah mengenai potensi permainan tradisional dalam pembelajaran. Pendekatan ini selaras dengan temuan Widiastuti . , yang menyatakan bahwa metode praktik langsung dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Dengan kombinasi metode teori dan praktik, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan pada Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 69 Hasyim. Sudirman. Asyhari. Kamal. , & Alimsyah. pembentukan karakter siswa melalui integrasi permainan tradisional dalam lingkungan pendidikan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan sosialisasi permainan tradisional yang dilaksanakan di SD Inpres Samata berjalan dengan baik dan mendapat respons yang sangat positif dari semua pihak yang terlibat, termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa. Partisipasi aktif peserta dalam setiap tahap kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program ini. Dari hasil pengisian kuesioner, sebanyak 90% siswa mengaku sangat senang dan merasa permainan tradisional memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus mendidik. Gambar 1. Praktek engklek Pada tahap pengenalan teori, siswa menunjukkan minat besar terhadap penjelasan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti kerja sama, sportivitas, dan kedisiplinan. Guru dan kepala sekolah juga memberikan masukan berharga mengenai pentingnya permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang relevan untuk membangun karakter anak. Hasil ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi akan potensi permainan tradisional dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Tahap praktik langsung permainan tradisional, seperti "engklek" dan "lompat tali," berhasil melibatkan siswa secara aktif. Sebagian besar siswa, yaitu 85%, mengaku bahwa permainan tersebut baru pertama kali mereka mainkan di lingkungan sekolah. Selain itu, guru menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi baru untuk mengintegrasikan permainan tradisional dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dari analisis kuesioner, ditemukan pula bahwa program ini memberikan dampak positif tidak hanya pada siswa, tetapi juga pada guru. Sebanyak 78% guru menyatakan bahwa mereka tertarik untuk menjadikan permainan tradisional sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Data ini menunjukkan potensi keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah strategis untuk melestarikan permainan tradisional dan meningkatkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Sosialisasi Permainan Tradisional untuk Siswa SD Inpres Samata PEMBAHASAN Hasil kegiatan ini menguatkan pandangan bahwa permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang penting dalam pembentukan karakter anak usia Permainan tradisional, seperti "engklek" dan "lompat tali," tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media yang efektif untuk mengajarkan nilainilai moral dan sosial. Menurut Haryanto . , permainan tradisional mengandung unsur kerja sama, sportivitas, dan disiplin yang sangat relevan dengan pendidikan karakter. Dalam konteks ini, keberhasilan program sosialisasi di SD Inpres Samata mencerminkan pentingnya pendekatan berbasis budaya lokal dalam pendidikan. Selain itu, keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam kegiatan ini memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan program. Santosa . menyatakan bahwa dukungan dari tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program berbasis budaya lokal di sekolah. Guru yang terlibat secara aktif dapat menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum formal maupun kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat diadopsi sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis karakter yang ekonomis dan efektif. Praktik langsung permainan tradisional juga terbukti memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa. Widiastuti . menekankan bahwa pengalaman langsung melalui aktivitas bermain dapat meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak, seperti empati dan toleransi. Hal ini sejalan dengan temuan dalam kegiatan ini, di mana siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan keterlibatan aktif selama praktik permainan Hasil ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi alternatif edukasi yang relevan di era modern. Namun, meskipun program ini berjalan sukses, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan waktu dan sarana di lingkungan sekolah. Prasetyo . mengungkapkan bahwa keberlanjutan program berbasis budaya lokal membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan Oleh karena itu, upaya pelestarian permainan tradisional perlu diintegrasikan dalam kebijakan pendidikan, seperti pengembangan kurikulum berbasis budaya. Secara keseluruhan, program ini berhasil membuktikan bahwa permainan tradisional bukan hanya media pelestarian budaya, tetapi juga alat yang efektif untuk mendukung pendidikan karakter siswa. Dengan melibatkan semua pihak secara aktif, kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menghidupkan kembali nilai-nilai permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan formal. Upaya yang lebih sistematis dan berkelanjutan sangat Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 71 Hasyim. Sudirman. Asyhari. Kamal. , & Alimsyah. diperlukan untuk memastikan permainan tradisional tetap relevan di tengah tantangan modernisasi. KESIMPULAN Kegiatan sosialisasi permainan tradisional di SD Inpres Samata berhasil memberikan dampak positif dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai edukatif dari permainan tradisional kepada siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media efektif dalam pembentukan karakter siswa, terutama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, dan toleransi. Respons positif dari peserta, baik siswa maupun guru, menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini memberikan inspirasi bagi guru untuk mengembangkan permainan tradisional sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Dengan metode demonstrasi dan praktik langsung, program ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya permainan tradisional dalam mendukung pembentukan karakter anak usia dini. Oleh karena itu, program ini tidak hanya relevan sebagai langkah pelestarian budaya lokal, tetapi juga sebagai strategi yang ekonomis dan efektif dalam mendukung pendidikan karakter. Untuk memastikan keberlanjutan program, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah, masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam sistem pendidikan formal. Dengan langkah ini, permainan tradisional dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus media pembelajaran yang berdaya guna di era modern. UCAPAN TERIMA KASIH (Jika diperluka. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan siswa SD Inpres Samata atas partisipasi aktif, dukungan, serta antusiasme yang luar biasa selama kegiatan sosialisasi permainan tradisional berlangsung. Kami juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada institusi dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan moral, material, maupun teknis, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Ucapan terima kasih yang mendalam juga kami sampaikan kepada tim pelaksana pengabdian yang telah bekerja keras untuk menyukseskan program ini. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Sosialisasi Permainan Tradisional untuk Siswa SD Inpres Samata Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi siswa, guru, dan masyarakat dalam upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berbudaya dan berkarakter kuat. Terima kasih. DAFTAR RUJUKAN Hadi. Nilai-nilai edukatif dalam permainan tradisional anak. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Press. Haryanto. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 10. , 123-134. https://doi. org/x Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Panduan pendidikan karakter di sekolah dasar. Jakarta: Kemendikbud. Prasetyo. , & Widodo. Permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter anak. Jurnal Pendidikan Dasar, 7. , 45-56. https://doi. org/x Santosa. , & Putri. Pengaruh permainan berbasis gadget terhadap interaksi sosial anak usia sekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan, 8. , https://doi. org/x Widiastuti. Integrasi permainan tradisional dalam kurikulum berbasis Jurnal Pendidikan Budaya, 9. , 55-67. https://doi. org/x Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 73