Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP). LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA. DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP MINAT MENJADI GURU MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 Universitas Lampung1. Universitas Lampung2. Universitas Lampung3 pos-el: cindisaragih2019@gmail. com1, pujiati@fkip. 1993@fkip. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat mahasiswa kependidikan untuk berkarier sebagai guru, meskipun profesi ini berperan penting dalam pembangunan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif, ex post facto, dan survei. Sampel penelitian berjumlah 81 mahasiswa angkatan 2022 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP dan lingkungan teman sebaya berpengaruh terhadap minat menjadi guru, sedangkan prestasi belajar berpengaruh sangat kecil. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh terhadap minat menjadi guru. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengalaman praktik lapangan dan dukungan sosial dalam membentuk orientasi karier mahasiswa. Oleh karena itu, disarankan agar perguruan tinggi meningkatkan kualitas program PLP serta membangun lingkungan akademik yang kondusif, sehingga mahasiswa lebih terdorong menjadikan profesi guru sebagai pilihan karier. Kata kunci: Hasil Belajar. Ketertarikan Menjadi Pendidik. Pergaulan Teman Sebaya. Praktik Lapangan Pendidikan. Abstract This research is motivated by the low interest of education students in pursuing a career as teachers, even though this profession plays an essential role in educational development. The purpose of this study is to examine the influence of School Field Introduction (PLP), peer environment, and learning achievement on the interest in becoming a teacher among students of the Economics Education Study Program at the University of Lampung. The study employed a quantitative approach with descriptive verificative, ex post facto, and survey methods. The sample consisted of 81 students from the 2022 cohort, selected using purposive sampling. The findings indicate that PLP and peer environment significantly influence the interest in becoming a teacher, while learning achievement has a very minor effect. Simultaneously, the three variables influence studentsAo interest in becoming teachers. The implications highlight the importance of practical field experiences and social support in shaping studentsAo career orientation. Therefore, it is suggested that universities improve the quality of PLP programs and foster a supportive academic environment to encourage students to choose teaching as a career path. Keywords: Academic Achievement. Interest in Teaching Profession. Peer Interaction. Teaching Practice. PENDAHULUAN Minat menjadi guru merupakan kecenderungan individu untuk menekuni profesi pendidik sebagai pilihan karier yang dilandasi oleh dorongan intrinsik, rasa suka, serta keterikatan emosional terhadap bidang pendidikan (Slameto. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Minat ini tercermin melalui kesediaan individu untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara berkelanjutan, sehingga mampu menjalankan peran sebagai pendidik secara optimal. Namun, realitas menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa program studi kependidikan memiliki minat yang kuat untuk berprofesi sebagai guru. Sebagian mahasiswa memilih jurusan kependidikan karena faktor eksternal, seperti dorongan orang tua, pengaruh teman sebaya, maupun pertimbangan prospek kerja (Sita dkk. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pilihan jurusan kependidikan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan minat berkarier sebagai guru. Rendahnya minat generasi muda untuk menjadi guru menimbulkan permasalahan serius, terutama di tengah tingginya kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi . diproyeksikan akan memasuki masa pensiun, sedangkan jumlah lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan guru tidak hanya berdampak pada kuantitas, tetapi juga kualitas Selain itu, distribusi guru yang belum merata serta tingkat kesejahteraan yang dinilai belum sepadan dengan besarnya tanggung jawab profesi turut memperkuat menurunnya minat untuk menekuni profesi guru. Fenomena menjadi guru juga ditemukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan terhadap 50 mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung, hanya 36% yang berminat menjadi guru setelah lulus, sementara 64% memilih bidang pekerjaan lain. Meskipun 92% mahasiswa memahami peran dan tanggung jawab guru, hanya 36% yang merasa bahwa nilai dan karakter pribadinya sesuai dengan profesi tersebut. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman mahasiswa tentang profesi guru dan identifikasi diri mereka terhadap akademik mereka berasal dari program studi kependidikan. Hasil rendahnya minat menjadi guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tuntutan kemampuan manajemen kelas, serta tantangan menghadapi beragam karakter peserta didik. Selain itu, kesejahteraan guru juga dipandang belum sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Nugroho dkk. menyatakan bahwa minat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kepribadian, kepedulian terhadap pendidikan, dan pengalaman belajar, serta faktor eksternal, seperti lingkungan sosial dan teman Sejalan dengan itu. Ardyani dan Latifa . menambahkan bahwa minat menjadi guru dipengaruhi oleh persepsi terhadap profesi guru, kesejahteraan, prestasi belajar, pengalaman praktik mengajar, lingkungan keluarga, teman sebaya, serta kepribadian. Salah satu upaya penting dalam membentuk minat dan kesiapan mahasiswa menjadi guru adalah melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). PLP memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah, pembelajaran hingga praktik mengajar di bawah bimbingan dosen dan guru pamong (Sadikin & Siburian, 2. Melalui PLP, mahasiswa berperan sebagai guru mata mengelola kelas, serta menerapkan berbagai strategi pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi untuk berkarier di bidang pendidikan (Khaerunnas & Rafsanjani. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PLP juga membekali mahasiswa dengan empat kompetensi dasar guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian (Rahmawati dkk. , 2. serta menjadi jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan (Pujiati dkk. , 2. Berdasarkan hasil survei pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2022, seluruh mahasiswa . %) telah mengikuti PLP. Sebanyak 60% mahasiswa menyatakan bahwa PLP meningkatkan kepercayaan diri untuk menjadi guru, sementara 94% menganggap PLP sangat penting bagi mahasiswa yang berminat menekuni profesi guru. Secara umum, pengalaman PLP dinilai positif dan memberikan kontribusi dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon guru Selain faktor pengalaman lapangan melalui PLP, minat mahasiswa untuk menjadi guru juga dipengaruhi oleh faktor sosial, khususnya lingkungan teman Lingkungan teman sebaya merupakan kelompok sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan individu, termasuk dalam pemilihan karier (Putri & Susanto, 2. Dukungan positif dari teman sebaya, seperti keterlibatan dalam kegiatan praktik mengajar, diskusi tentang pengalaman PLP, dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berprofesi sebagai guru (Siregar & Manullang, 2. Berdasarkan hasil survei pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2022, sebanyak 50% mahasiswa sering berdiskusi mengenai profesi guru, 74% mempertimbangkan pilihan karier teman, dan 75% sering membahas isu-isu pendidikan bersama teman sebaya. Temuan lingkungan teman sebaya memiliki peran penting dalam membentuk minat menjadi guru, khususnya melalui interaksi sosial dan persepsi bersama terhadap profesi Selain faktor sosial, aspek akademik juga berperan dalam membentuk minat menjadi guru, yang salah satunya tercermin melalui prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai mahasiswa dalam bentuk perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Sudjana, 2. , yang secara formal dapat diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) (NiAomah, 2. Berdasarkan data Sistem Informasi Akademik (Siaka. tahun 2025, dari 101 mahasiswa angkatan 2022 yang telah mengikuti PLP, sebanyak 85 mahasiswa . ,15%) memiliki IPK di atas 3,70, sedangkan 16 mahasiswa . ,85%) memiliki IPK di bawah 3,70. Meskipun mayoritas mahasiswa memiliki prestasi akademik tinggi, minat menjadi guru masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar bukan satu-satunya faktor penentu minat menjadi guru, melainkan terdapat faktor-faktor lain yang turut memengaruhinya. Penelitian Simanjuntak . juga menunjukkan bahwa minat menjadi guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman PLP, lingkungan keluarga, teman sebaya, serta persepsi terhadap profesi guru. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya menjawab persoalan rendahnya minat mahasiswa kependidikan untuk berkarier sebagai guru di tengah tingginya kebutuhan akan tenaga pendidik yang Adapun kebaruan . penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya terletak pada fokus integrasi tiga variabel utama, yaitu Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar, yang dianalisis secara simultan terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Penelitian terdahulu umumnya hanya menelaah satu atau dua variabel secara terpisah, sedangkan penelitian ini komprehensif dalam satu model penelitian. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 dalam memperkaya kajian keilmuan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa kependidikan untuk berkarier sebagai guru, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi perguruan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran, pembinaan akademik, serta penguatan dukungan sosial yang lebih efektif guna meningkatkan minat mahasiswa menjadi pendidik profesional. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat pengaruh secara parsial pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, apakah terdapat pengaruh secara parsial lingkungan teman sebaya terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, apakah terdapat pengaruh secara parsial prestasi belajar terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, serta apakah terdapat pengaruh secara simultan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, untuk mengetahui pengaruh secara parsial lingkungan teman sebaya terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, untuk mengetahui pengaruh secara parsial prestasi belajar terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, serta untuk mengetahui pengaruh secara Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar terhadap minat Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar masingmasing berpengaruh positif terhadap minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, baik secara parsial maupun secara simultan, di mana semakin baik PLP mahasiswa, semakin positif dukungan lingkungan teman sebaya, serta semakin tinggi prestasi belajar yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk menekuni profesi sebagai guru. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data penelitian dokumentasi, serta kuesioner . yang disusun berdasarkan variabel penelitian, yaitu Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2022 Universitas Lampung yang telah melaksanakan PLP, yaitu sebanyak 101 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin yaitu: ycA n = 1 ycA . 2 Dengan tingkat kesalahan . sebesar 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa yang telah mengikuti PLP dan masih aktif sebagai mahasiswa. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dependen, baik secara parsial maupun Seluruh pengujian data, mulai dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, serta uji regresi dilakukan menggunakan bantuan software SPSS versi 26, agar hasil analisis lebih akurat, objektif, dan dapat HASIL DAN PEMBAHASAN Persekolahan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,056, variabel X2 Lingkungan Teman Sebaya sebesar 0,058, variabel X3 Prestasi Belajar sebesar 0,052, dan variabel Y Minat Menjadi Guru sebesar 0,060. Seluruh signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas sebagai syarat untuk dilakukan analisis regresi linier. Uji Validitas Uji Homogenitas Tabel 1. Hasil Uji Instrumen Penelitian Item R tabel Keterangan X1. 0,953 0,361 Valid X1. 0,935 0,361 Valid X1. 0,926 0,361 Valid X2. 0,939 0,361 Valid X2. 0,939 0,361 Valid X2. 0,941 0,361 Valid 0,954 0,361 Valid 0,932 0,361 Valid 0,903 0,361 Valid Berdasarkan hasil uji validitas di atas, diperoleh bahwa seluruh item pernyataan pada variabel X1 Pengenalan Lapangan Persekolahan. X2 Lingkungan Teman Sebaya, dan Y Minat Menjadi Guru memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel . , sehingga seluruh butir pernyataan dinyatakan valid. Sedangkan variabel X3 Prestasi Belajar diukur menggunakan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sehingga tidak dilakukan uji validitas terhadap variabel tersebut. Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Variabel Sig. Keterangan . -taile. 0,056 Normal 0,058 Normal 0,052 Normal 0,060 Normal Berdasarkan hasil uji normalitas yang disajikan pada Tabel 2, diketahui bahwa variabel X1 Pengenalan Lapangan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Variabel Sig. Keterangan . -taile. 0,085 Homogen 0,248 Homogen 0,252 Homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas yang disajikan pada Tabel 3, diperoleh nilai signifikansi untuk variabel X1 Pengenalan Lapangan Persekolahan sebesar 0,085, variabel X2 Lingkungan Teman Sebaya sebesar 0,248, dan variabel X3 Prestasi Belajar sebesar 0,252. Seluruh nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data dari ketiga variabel tersebut memiliki varians yang homogen. Uji Linearitas Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Metode Uji Nilai Keterangan Statistik Ramsey 210,489 > Hubungan Test 3,97 Linear Berdasarkan hasil uji linearitas yang disajikan pada Tabel 4, diperoleh nilai F hitung sebesar 210,489 dan F tabel sebesar 3,97. Karena F hitung . > F tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini memiliki hubungan yang linear antara (Pengenalan Lapangan Persekolahan. Lingkungan Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 Teman Sebaya, dan Prestasi Belaja. dengan variabel dependen (Minat Menjadi Gur. Uji Multikoleniaritas Tabel 4. Hasil Uji Multikoleniaritas Variabel Nilai Keterangan Statistik VIF Tidak Terjadi =2,113 Multikoleniaritas TOL= 0,473 VIF = Tidak Terjadi 2,273 Multikoleniaritas TOL = 0,440 VIF Tidak Terjadi =1,807 Multikoleniaritas TOL= 0,553 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang disajikan pada Tabel 4, diperoleh nilai untuk variabel X1 Pengenalan Lapangan Persekolahan VIF = 2,113 dan TOL = 0,473, variabel X22 Lingkungan Teman Sebaya VIF = 2,273 dan TOL = 0,440, serta variabel X3 Prestasi Belajar VIF = 1,807 dan TOL = 0,553. Seluruh nilai VIF < 10 dan TOL > 0,1, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak independen dalam penelitian ini. Uji Autokorelasi JURNAL Edueco Universitas Balikpapan digunakan layak untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji Heteroskedastisitas Tabel. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variab Nilai Statistik Sig. 0,196 >0,05 Sig. 0,297>0, Sig. 0,311>0, Keterangan Tidak Ada Heteroskedasti Tidak Ada Heteroskedasti Tidak Ada Heteroskedasti Berdasarkan signifikansi untuk variabel X1 Pengenalan Lapangan Persekolahan sebesar 0,196, variabel X2 Lingkungan Teman Sebaya sebesar 0,297, dan variabel X3 Prestasi Belajar sebesar 0,311. Seluruh nilai Sig. lebih besar dari 0,05, sehingga dapat heteroskedastisitas pada data penelitian ini. Dengan demikian, model regresi yang homoskedastisitas dan layak untuk analisis lebih lanjut. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Metode Uji Nilai Keterangan Uji Hipotesis Statistik Tabel. 7 Uji Hipotesis Durbin1,7164 < Tidak Ada No Pengujian t tabel Sig Watson 1,779 < Autokorelasi 2,2836 354 1,9897 0,00 Y 8. 227 1,9897 0,00 Berdasarkan hasil uji autokorelasi Y 4,497 1,9897 0,00 yang disajikan pada Tabel 5, diperoleh No Pengujian Nilai koefisien nilai Durbin-Watson sebesar 1,7164, 0,525 . ,52%) dengan batas dL = 1,779 dan dU = 2,2836. 2 X2 0,461. ,1%) Karena nilai DW berada di antara dL dan 3 X3 0,204 . ,4%) dU, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi 4 X1. X2. 0,589 . ,9%) autokorelasi pada data penelitian ini. Dengan demikian, model regresi yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru, dengan nilai t hitung 9,354 > t tabel 1,9897 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Kontribusi PLP terhadap minat menjadi guru mencapai 52,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar Secara teoretis. PLP merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung di sekolah. Menurut Kolb, pengalaman langsung dapat membentuk sikap, keterampilan, dan keyakinan individu secara lebih kuat. Melalui PLP, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata berinteraksi dengan peserta didik, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan mental untuk berprofesi sebagai Hasil ini sejalan dengan penelitian Luqman dan Dewi . serta Suroto dkk. meningkatkan motivasi dan minat mahasiswa untuk menjadi guru. Variabel lingkungan teman sebaya juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru, dengan nilai t hitung 8,227 > t tabel 1,9897 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Kontribusi lingkungan teman sebaya terhadap minat menjadi guru mencapai 46,1%. Pengaruh ini dapat dijelaskan melalui teori belajar sosial Bandura yang menyatakan bahwa individu belajar melalui proses interaksi sosial, pengamatan, dan peniruan terhadap lingkungan sekitarnya. Mahasiswa yang berada dalam lingkungan teman sebaya yang memiliki sikap positif terhadap profesi guru, aktif berdiskusi tentang dunia pendidikan, serta saling memberi motivasi, akan cenderung memiliki minat yang lebih tinggi untuk berkarier sebagai guru. Temuan ini konsisten dengan penelitian Sari . serta Rahmawati dan Siregar . yang menekankan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya menjadi penguat penting dalam membentuk orientasi karier mahasiswa di bidang kependidikan. Prestasi belajar juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru dengan nilai t hitung 4,497 > t tabel 1,9897 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Kontribusi prestasi belajar terhadap minat menjadi guru sebesar 20,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar Menurut Sudjana . , prestasi belajar mencerminkan tingkat keberhasilan mahasiswa dalam menguasai kompetensi akademik. Mahasiswa dengan prestasi belajar tinggi cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat terhadap kemampuan dirinya, sehingga lebih yakin untuk menekuni profesi guru. Prestasi akademik juga menjadi indikator kesiapan intelektual untuk menjalankan tugas profesional sebagai pendidik. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Indrianti . Lutfiyah dkk. serta Sukendar dkk. yang menyatakan bahwa prestasi belajar berperan dalam memperkuat keyakinan dan minat mahasiswa untuk memilih profesi guru. Secara simultan, variabel PLP, lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru dengan nilai F hitung 36,825 > F tabel 2,72 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,9% terhadap minat menjadi guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa minat menjadi guru tidak terbentuk oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 No Pengujian X1. X2. 36,825 2,72 Sig 0,00 Simber: Hasil Pengolahan Data 2025. PEMBAHASAN Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 antara pengalaman praktik mengajar, pergaulan, serta keberhasilan akademik PLP membentuk kesiapan profesional, lingkungan teman sebaya memperkuat motivasi sosial, dan prestasi belajar meningkatkan kepercayaan diri akademik mahasiswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Azizah dan Nurkhin . yang menyatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan lapangan, dukungan sosial dari teman sebaya, serta prestasi akademik yang baik secara bersama-sama mampu memperkuat minat mahasiswa untuk Dengan demikian, hasil peningkatan minat mahasiswa menjadi guru perlu dilakukan melalui penguatan kualitas pelaksanaan PLP, penciptaan lingkungan pertemanan yang positif dan suportif, serta peningkatan prestasi belajar mahasiswa secara berkelanjutan agar mampu mencetak calon pendidik yang profesional dan berkualitas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru pada Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Semakin baik pelaksanaan PLP yang diikuti mahasiswa, semakin tinggi pula minat mereka untuk menekuni profesi guru. Selain itu, berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru, di mana memberikan dukungan, motivasi, serta pengaruh yang mendorong mahasiswa untuk memilih profesi guru. Variabel prestasi belajar turut memberikan pengaruh positif, meskipun kontribusinya lebih kecil dibandingkan PLP dan lingkungan teman sebaya. prestasi belajar yang baik tetap mendukung peningkatan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan minat mahasiswa menjadi guru. Secara simultan, ketiga variabel tersebut. Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar terbukti berpengaruh terhadap minat menjadi guru, di mana PLP memberikan pengalaman mengajar dan memberikan dukungan dan motivasi, serta prestasi belajar meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk menekuni profesi Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya penelitian hanya dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung angkatan 2022 sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas pada seluruh mahasiswa kependidikan. Selain itu, variabel yang diteliti masih terbatas pada PLP, lingkungan teman sebaya, dan prestasi belajar, sementara masih banyak faktor lain yang berpotensi memengaruhi minat menjadi guru, seperti persepsi terhadap kesejahteraan guru, efikasi diri, motivasi intrinsik, serta dukungan Keterbatasan lainnya adalah penggunaan instrumen angket sebagai alat pengumpulan data yang sangat bergantung pada kejujuran dan subjektivitas responden dalam memberikan jawaban. Berdasarkan keterbatasan tersebut, peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel penelitian dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan dan perguruan tinggi agar hasil penelitian lebih bersifat Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi minat menjadi guru, seperti motivasi intrinsik, efikasi diri, persepsi kesejahteraan guru, dan dukungan orang Selain itu, disarankan untuk menggunakan metode penelitian campuran . ixed method. dengan menambahkan wawancara atau observasi agar hasil Cindi Yosari Saragih1. Pujiati2. Suroto3 penelitian dapat menggambarkan kondisi yang lebih mendalam dan komprehensif. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Ardyani. , & Latifah. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa menjadi guru akuntansi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Semarang. Economic Education Analysis Journal, 3. , 232Ae240. Azizah. , & Nurkhin. Pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan Daring. Persepsi Profesi Guru. Persepsi Kesejahteraan Guru. Teman Sebaya, dan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Menjadi Guru. Business Accounting Education Journal, 3. , 370Ae386. Indrianti. Pengaruh prestasi belajar terhadap minat mahasiswa menjadi guru akuntansi. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9. , 195Ae206. Khaerunnas. , & Rafsanjani. Pengaruh PLP terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa calon guru ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 14. , 12Ae20. Luqman. , & Dewi. Pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Konsep Diri terhadap Minat Menjadi Guru. JOEAI (Journal of Education and Instructio. , 5. , 370Ae381. NiAomah, . Manajemen Pembelajaran Evaluasi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nugroho. Khosmas. , & Okiana. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat menjadi guru pada mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5. , 1Ae11. Pujiati. Rahmawati, & Rahmawati. Modul Kurikulum dan Pembelajaran dengan Pendekatan Hypercontent. Bandar Lampung: Aura Publishing. Putri. , & Susanto. Pengaruh lingkungan teman sebaya Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 5. , 125Ae132. Rahmawati. Putri. , & Santoso. Pentingnya penguasaan empat kompetensi guru dalam program PLP. Jurnal Pendidikan dan Profesi Kependidikan, 6. , 112Ae120. Sadikin. , & Siburian. Pengenalan Lapangan Persekolahan mahasiswa calon guru. Jurnal Pendidikan, 20. , 145Ae154. Sari. Pujiati. , & Putri. Literasi mahasiswa ditinjau dari gender, teman sebaya, dan pembelajaran Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 18. , 36Ae50. Simanjuntak. Pengaruh persepsi profesi guru, pengenalan lapangan persekolahan (PLP), dan prestasi belajar terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Skripsi. Universitas Negeri Medan. Siregar. , & Manullang. Peran teman sebaya dalam pembentukan minat menjadi guru pada mahasiswa program studi Jurnal Pendidikan Indonesia, 9. , 84Ae92. Sita. Nugroho. , & Hartono. Minat mahasiswa terhadap profesi guru dalam program studi Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 15. , 112Ae120. Slameto. Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA