TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. Mei 2026, pp. eISSN 3089-2. https://ejournal. org/index. php/teras Pengembangan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMPN 3 Sumbawa Besar sebagai Bentuk Peningkatan Kreativitas Siswa Andi Tenri Abeng a,1,*. Lita Kurnia b,2. Suci Sukmawati c,3. Hana Medita d,4 a Universitas Teknologi Sumbawa. Sumbawa. Sumbawa Besar. Indonesia b Universitas Teknologi Sumbawa. Sumbawa. Sumbawa Besar. Indonesia c Universitas Teknologi Sumbawa. Sumbawa. Sumbawa Besar. Indonesia d Universitas Teknologi Sumbawa. Sumbawa. Sumbawa Besar. Indonesia 1 abengandi99@gmail. 2 litakurnia66@gmail. 3 sucisukmawati124@gmail. 4 hanamedita55@gmail. *Corresponding Author ABSTRACT Program magang bertujuan untuk menggambarkan proses pengembangan ekstrakurikuler seni tari di SMPN 3 Sumbawa Besar sebagai upaya meningkatkan kreativitas siswa. Kegiatan ekstrakurikuler seni tari memegang peran penting dalam pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, serta pelestarian budaya lokal Sumbawa. Program magang menunjukkan pengembangan program ekstrakurikuler dirancang secara terstruktur melalui perencanaan kurikulum latihan, pelaksanaan kegiatan rutin, serta penguatan muatan budaya lokal. Pembina ekstrakurikuler menerapkan strategi pembelajaran yang menekankan teknik dasar tari, improvisasi gerak, penciptaan pola lantai, dan persiapan pementasan. Program ini terbukti mampu meningkatkan kreativitas siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan mengolah gerak, peningkatan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta tumbuhnya rasa cinta terhadap budaya Sumbawa. Selain memberikan dampak positif bagi siswa, kegiatan magang juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Keterlibatan langsung dalam proses pembinaan memungkinkan mahasiswa menerapkan teori seni tari di lingkungan nyata, mengembangkan kemampuan siswa, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan adaptasi. Dengan demikian, ekstrakurikuler seni tari tidak hanya menjadi wadah pengembangan kreativitas siswa, tetapi juga sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa. Program ini menegaskan bahwa pengembangan program seni tari berperan penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian budaya generasi muda. Article History Received 2026-02-09 Revised 2026-03-15 Accepted 2026-04-25 Keywords Ekstrakurikuler Seni Tari Kreativitas Siswa Sumbawa Copyright A 2026. The Author. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license PENDAHULUAN Pendidikan pada abad ke-21 menuntut setiap satuan pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada keberhasilan akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi, minat, dan kreativitas peserta didik (Arifin & MuAoid, 2. Kurikulum Merdeka Belajar menekankan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan, sehingga memberikan peluang luas bagi siswa untuk bereksplorasi sesuai dengan bakat dan minatnya (Putri & Soeparno, 2. Salah satu wadah yang berperan penting dalam mewujudkan tujuan tersebut adalah kegiatan ekstrakurikuler, termasuk ekstrakurikuler seni tari (Iswangga et al. , 2. Seni tari merupakan bentuk ekspresi budaya yang tidak hanya sarat dengan nilai estetika, tetapi juga mengandung unsur edukatif dan sosial (Syahtari & Siman, 2. Dalam konteks pendidikan, seni tari mampu menjadi media untuk melatih motorik, mengembangkan kreativitas, menanamkan kedisiplinan, serta memperkuat karakter siswa (Haryadi, 2025. Malarsih & Kusumastuti, 2. Melalui proses latihan tari, siswa tidak hanya belajar mengenai teknik dan keindahan gerak, tetapi juga nilai-nilai seperti kerja sama, rasa percaya diri, menghargai budaya, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan (Kusumastuti, 2. SMPN 3 Sumbawa Besar merupakan sekolah yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni dan budaya daerah, khususnya budaya Sumbawa (Andriani, 2. How to cite: Abeng. Kurnia. Sukmawati. , & Medita. Pengembangan ekstrakurikuler seni tari di SMPN 3 Sumbawa Besar sebagai bentuk peningkatan kreativitas siswa. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya, 2. , 36-40. https://doi. org/10. 71094/teras. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. Mei 2026, pp. e-ISSN 3089-2988 Ekstrakurikuler seni tari yang dikembangkan di sekolah ini berfungsi sebagai salah satu upaya pelestarian warisan budaya lokal sekaligus sebagai media pembentukan karakter dan peningkatan kreativitas siswa. Program ini rutin mengikuti kegiatan Sabtu Budaya, pementasan sekolah, dan beberapa ajang festival tingkat kecamatan dan kabupaten. Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa memiliki ruang untuk mengekspresikan diri, berkreasi, dan menampilkan kemampuan seni yang mereka miliki (Yustika, 2. Di sisi lain, kreativitas siswa merupakan aspek penting yang perlu ditingkatkan sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kreativitas tidak muncul begitu saja, tetapi dapat berkembang melalui lingkungan belajar yang mendukung, kesempatan bereksperimen, serta kegiatan yang memberi ruang untuk berimajinasi dan berinovasi (Sitepu, 2. Ekstrakurikuler seni tari menjadi salah satu sarana yang efektif dalam mengembangkan kreativitas tersebut. Melalui kegiatan mencipta gerak, menyusun pola lantai, memahami dinamika irama, hingga mengekspresikan makna gerak, siswa dilatih untuk berpikir kreatif dan menghasilkan karya yang orisinal (Ningrum, 2. Program magang ini menjadi penting karena dapat memberikan gambaran nyata mengenai strategi pengembangan ekstrakurikuler seni tari, tantangan yang dihadapi, serta dampak nyata terhadap peserta didik (Herlianti et al. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program ekstrakurikuler seni secara lebih optimal dan berkelanjutan. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan magang ini adalah metode teori dan praktik. Metode teori dilakukan melalui penyampaian materi, sedangkan metode praktik dilakukan dengan penerapan langsung di sekolah. Metode ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan mengaplikasikan materi secara nyata. Pada tahap teori, siswa/siswi diberikan penjelasan atau pemahaman dasar mengenai materi yang berkaitan dengan kegiatan pengabdian, seperti cara belajar yang baik, pengembangan kreativitas siswa, dan metode pembelajaran. Selanjutnya, pada tahap praktik, siswa langsung menerapkan teori tersebut melalui kegiatan nyata, seperti latihan, simulasi pembelajaran, serta aktivitas yang dilakukan di dalam kelas maupun lingkungan sekolah, sehingga materi yang diberikan dapat dipahami dan diaplikasikan secara langsung (Wijaya, 2. Pelaksanaan magang dilaksanakan di SMPN 3 Sumbawa Besar. Waktu magang berlangsung selama bulan 1 Oktober Ae 5 Januari 2026, meliputi proses latihan dan dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler seni tari. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan Program Ekstrakurikuler Tari Program ekstrakurikuler tari adalah kegiatan tambahan di sekolah yang diikuti oleh siswa yang berminat belajar menari di luar jam pelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam menari, mengenal berbagai jenis tari, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kerja sama. Dalam latihan, siswa diajarkan gerakan dasar tari, irama musik, ekspresi, dan kekompakan secara bertahap dengan cara yang santai dan menyenangkan (Sanjaya & Utami, 2. Selain itu, ekstrakurikuler tari juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, serta mempersiapkan penampilan pada acara sekolah atau Pengembangan program ekstrakurikuler tari dimulai dari perencanaan yang sederhana dan jelas agar kegiatan berjalan efektif dan terarah. Pertama, pelatih menentukan tujuan latihan, misalnya supaya siswa bisa menari dengan benar, percaya diri, dan siap tampil saat ada acara sekolah. Tujuan ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Setelah itu disusun kurikulum latihan mingguan agar kegiatan latihan teratur dan tidak membosankan. Kurikulum ini mencakup pembagian materi yang sistematis sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar secara bertahap. Setiap minggu materi latihan dibuat bertahap, dimulai dari pemanasan untuk melatih kelenturan tubuh, pengenalan gerak untuk memahami teknik dasar, latihan inti untuk memperkuat keterampilan, sampai penutup yang berfungsi sebagai evaluasi sederhana agar siswa memahami perkembangan kemampuan mereka. Abeng et al (Pengembangan Ekstrakurikuler Seni Tari. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. Mei 2026, pp. e-ISSN 3089-2988 Gambar 1. Ko Kurikuler Tari. Persiapan Hari Guru Nasional Gambar 2. Hasil Program Ko Kurikuler Tari Dalam latihan mingguan, siswa terlebih dahulu belajar teknik dasar gerak tari seperti sikap tubuh yang benar, posisi tangan dan kaki, keseimbangan, kelenturan, serta mengikuti irama Gerakan diajarkan secara pelan dan diulang-ulang supaya siswa mudah memahami dan Pelatih juga menyesuaikan gerakan dengan kemampuan siswa agar mereka tidak cepat lelah dan tetap semangat. Dengan perencanaan yang baik, latihan tari menjadi lebih terarah, menyenangkan, dan tujuan ekstrakurikuler dapat tercapai dengan maksimal. Program ekstrakurikuler tari ini menonjolkan muatan lokal budaya Sumbawa agar siswa lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Salah satu bentuknya adalah pengenalan sakeco, yaitu seni berbalas pantun khas Sumbawa yang biasanya diiringi musik Dalam kegiatan latihan, siswa diajak memahami makna syair sakeco, irama, serta cara menyesuaikan gerak tari dengan suasana lagu sehingga tarian terasa lebih hidup dan memiliki nilai budaya. Selain itu, program ini juga mengenalkan tari Nguri, yaitu tari tradisional Abeng et al (Pengembangan Ekstrakurikuler Seni Tari. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. Mei 2026, pp. e-ISSN 3089-2988 Sumbawa yang melambangkan sikap menghormati tamu. Siswa dilatih gerak-gerak dasar tari Nguri seperti sikap tubuh yang sopan, gerakan tangan yang lembut, dan ekspresi ramah. Melalui latihan ini, siswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga memahami nilai kesopanan, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap budaya Sumbawa. Dengan memasukkan sakeco dan tari Nguri dalam ekstrakurikuler, kegiatan latihan menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus pembentukan karakter siswa. Peningkatan Kreativitas Siswa Kemampuan siswa dalam mengolah gerak mengalami perkembangan yang signifikan, di mana mereka mulai berani mencoba berbagai variasi gerakan, melakukan improvisasi sederhana, serta menyusun pola lantai yang tidak hanya meniru contoh, tetapi juga merupakan hasil dari ide dan kreativitas mereka sendiri. Proses ini menunjukkan bahwa siswa tidak lagi bersifat pasif, tetapi mulai aktif mengeksplorasi potensi gerak yang dimiliki. Selain itu, kepercayaan diri siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan keberanian mereka untuk tampil di depan teman-teman maupun di depan umum, seperti saat menari pada kegiatan Hari Guru Nasional (Wulandari, 2. Mereka mampu mengekspresikan gerak dengan lebih yakin, menunjukkan ekspresi yang lebih hidup, dan tidak lagi merasa malu ketika diminta tampil bersama kelompok. Kemampuan bekerja sama juga berkembang dengan baik seiring dengan intensitas latihan yang dilakukan secara berkelompok. Dalam latihan tari, siswa belajar untuk saling berdiskusi, menyatukan ide, menyesuaikan gerak dengan teman, serta menyelesaikan tugas kelompok secara kompak dan terstruktur. Proses ini membentuk kebiasaan kerja kolaboratif yang positif, di mana setiap siswa memiliki peran dan tanggung jawab dalam kelompoknya. Di samping itu, kegiatan tari juga berkontribusi dalam menumbuhkan penghargaan terhadap budaya lokal. Siswa menjadi lebih mengenal ragam kesenian daerah Sumbawa, memahami makna gerak dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta menunjukkan sikap apresiatif terhadap warisan budaya. Hal ini mendorong munculnya rasa bangga dan keinginan yang kuat dari dalam diri siswa untuk ikut melestarikan budaya daerah melalui seni tari. KESIMPULAN Program magang yang dilakukan selama masa magang tiga bulan di SMPN 3 Sumbawa Besar menunjukkan bahwa pengembangan ekstrakurikuler seni tari berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas siswa. Program yang dirancang secara terstruktur, didukung latihan rutin serta penguatan budaya lokal, mampu memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengekspresikan diri, meningkatkan kemampuan olah gerak, serta membangun rasa percaya diri. Keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan seperti Sabtu Budaya dan pementasan sekolah juga memberikan pengalaman nyata yang semakin memperkaya kemampuan mereka dalam berkarya. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan magang juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa yang terlibat langsung di sekolah. Melalui keterlibatan dalam proses latihan, pendampingan kegiatan, serta interaksi dengan pembina dan siswa, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana teori seni tari dan pendidikan dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mengajar, membangun komunikasi dengan peserta didik, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta turut berkontribusi dalam mengembangkan kreativitas siswa melalui inovasi gerak dan dukungan selama latihan. Keterlibatan ini turut memperkuat hubungan kolaboratif antara sekolah dan mahasiswa, sehingga proses magang tidak hanya menjadi kegiatan wajib akademik, tetapi juga menjadi sarana nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni di sekolah. Dengan demikian, ekstrakurikuler seni tari di SMPN 3 Sumbawa Besar berhasil menjadi wadah pengembangan kreativitas siswa sekaligus memberikan pengalaman profesional yang bermakna bagi mahasiswa magang. Program ini layak untuk terus dikembangkan sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan karakter generasi muda. Abeng et al (Pengembangan Ekstrakurikuler Seni Tari. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. Mei 2026, pp. e-ISSN 3089-2988 UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada SMPN 3 Sumbawa Besar yang telah memberikan tempat untuk melaksanakan pengabdian tari. Kami berharap dengan pengembangan tari yang telah dilakukan dapat menjadikan ilmu baru dan terus dikembangkan untuk memajukan kesenian dan tradisi daerah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada program studi Seni Tari Universitas Teknologi Sumbawa yang telah mewadahi dan memfasilitasi untuk kegiatan yang kami lakukan. REFERENSI