PROSIDING SEMMAU 2021 PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA DINAS PARIWISATA KABUPATEN ROTE NDAO Vinsensia Nona STIKOMUyelindo Kupang vinsensianona98@gmail. ABSTRACT The Tourism Office of Rote Ndao Regency is the organizer who coordinates with investors to provide investment and collaborate with other institutions or agencies related to events and attractions of tourism destinations. However, in this case, there is no strategic plan to develop tourism potential in Rote Ndao Regency. The tourism potential in Rote Ndao Regency consists of natural and cultural tourism. To promote this potential several tourism profiles have been developed and disseminated to travel agencies and related partners. However, this communitybased tourism promotion is still temporary and there is no sustainability plan in developing the existing tourism potential. the ward and peppard method. With the final result in the form of developing an information system and strategic plan to produce a portfolio to support the progress of the organization, setting up application development policies for both large and small scale by confirming developer responsibilities assigned to special units or through third parties to be more organized and directed. Keywords: IS/IT Strategic Planning. Ward and Peppard. Portfolio PROSIDING SEMMAU 2021 PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi menjadikan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi mempunyai peran penting bagi jalannya suatu organisasi saat ini. Sehingga menyebabkan perubahan-perubahan peran efisiensi dan efektivitas menjadi peran strategi. Peran efisiensi yaitu menggantikan tugas manusia dengan teknologi informasi yang lebih efisien, peran efektivitas yaitu menyediakan informasi untuk pengambil keputusan manajemen yang efektif. Sedangkan peran strategis yaitu, peran yang difokuskan untuk meningkatkan kekuatan jangka panjang dari Lembaga pemerintahanyang terkait dengan pesaingnya. Perkembangan pariwisata di Indonesia dewasa kini semakin berkembang. Pengembangan sektor pariwisata menjanjikan dan memberikan manfaat kepada banyak pihakbaik dari pemerintah, masyarakat maupun swasta. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sektor yang dianggap menguntungkan untuk dikembangkan sebagai salah satu asset. Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao berkoordinasi dengan para invektor untuk memberikan investasi dan melakukan kerjasama dengan lembaga atau instansi lain terkait even dan daya tarikdestinasi pariwisata. Namun dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao belum memiliki sebuah rencana strategi untuk pengembangan industri, promosi dan pelaku usaha wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Potensi wisatawan yang ada di Kabupaten Rote Ndao terdiri dari wisata alam dan budaya, untuk mempromosikan potensi ini beberapa profil pariwisata telah disusun dan disebarkan ke agen-agen perjalanan serta mitra terkait sebagai bagian dari promosi wisata yang berbasis IT. Sejalan dengan hal tersebut maka industri pariwisata di Kabupaten Rote Ndao perlu didukung dengan strategi teknologi informasi dan komunikasi secara matang dan berkelanjutan. Investasi teknologi informasi dalam bidang pariwisata agar tidak terkesan proyekisasi . sal proyek setelah proyek tidak ada hasil yang teruku. , dan hanya pencitraan namun perlu memikirkan perencanaan yang lebih strategis agar tepat sasaran dan terintegrasi pada semua stakeholder terkait. AuPerencanaan Strategis Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi Pada Dinas Pariwisata Kabuaten Rote Ndao menggunkan metode Ward and PeppardAy. Hasil yang dicapai pada penelitian ini berupa portofolio rencana strategis sistem informasi dan teknologi informasi untuk mendukung manajemen Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Dinas Pariwisata Rote merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. Dinas Pariwisata Rote selaku penyelenggara kordinasi, fasilitasiinvestasi, kerjasama dengan lembaga dan instansi lain terkait even dan daya tarik destinasi pariwisata. Bidang Bina Promosi dan Pemasaran Wisata berusaha memberikan pelayananyang memberikan informasi kemudahan dalam diDaerah ini. Namun dalam realitanya masih mengalami beberapa masalah seperti belum adanya infrastruktur IT/IS yang memadai proses bisnis masih dilakukan secara konvesional baik itu di TINJAUAN PUSTAKA Dengan adanya keselarasan arah kebijakan sektor pariwisata oleh Pemerintah provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, maka pembangunan infrastruktur teknologi informasi, sistem informasi, sumber daya manusia teknologi informasi menjadi satu kesatuan perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Kebijakan regulasi terkait dengan implementasi teknologi informasi pemerintahan . -Governmen. terdapat beberapa pemerintah daerah memiliki inisiatif pemerintah pusat hanya mencapai 10% pada salah satu pemerintah daerah. Sedangkan kebijakan pemerintah daerah belum ditemukan dalam implementasi e-Gov . Hal ini menunjukan bahwa pentinya sebuah perencanaan sistem informasi dan teknologi informasi secara matang dan berkelanjutan. Perencanaan adalah suatu rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis besar, atau petunjuk yang harus dituruti jika menginginkan hasil yang Dalam menyusun sebuah rencana, hal pertama yang harus dilakukan adalah, harus memusatkan pikiran kepada apa yang ingin dikerjakan, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang untuk PROSIDING SEMMAU 2021 organisasi serta memutuskan alat apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi adalah kumpulan tindakan yang tergabung yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan jangka panjang dari perusahaan, lembaga oganaiasai, dan manajemen pemerintahaan yang terkait dengan para pesaingnya. Strategi dapat membuat suatu kebijakan baru yang bisa digunakan dalam praktek seperti merancang ulang prosesproses produksi dalam bisnis atau pun suatu organisasi . StrategiTeknologi InformasiMenurut Ward Peppard AuStrategi teknologi informasi adalah strategi yang berfokus pada penetapan visi tentang bagaimana teknologi dapat Mendukung dalam informasi dan sistem dari sebuah informasi. Ay Perusahaan membutuhkan perencanaan strategis untuk pengembangan sumber daya SI/TI dengan masa depan perusahaan kepada pihak lain dalam organisasi, membantu para manajer bisnis dan SI/TI membuat keputusan mengenai bagaimana SI/TI diarahkan untuk membantu bisnis perusahaan, dan hasil dari perencanaan SI/TI dapat membantu mengalokasikan sumber daya perusahaan yang ada ke proyek-proyek SI/TI yang penting dan bagi perusahaan . Peranan strategis dari informasi ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan keuntungan bagi seluruh perusahaan terhadap kekuatan kompetitif (Markas, al 2. Selain itu perencanaan strategis SI/TI juga menjelaskan berbagai alat, teknik, dan menyelaraskan strategis SI/TI dengan strategis bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yanginovatif . Value Chain, pada gambar 4 dibawah ini menjelaskan, analisis Value Chain dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi dimasing- masing unit kerja, secara diagram value chain dapat terlihat seperti gambar 4 dibawah ini. Gambar 1. Diagram alue Chain(Ward and Peppard 2. McFarlan strategic gird digunakan memetakan aplikasi SI bersarkan kontribusinya terhadap Pemetaan dilakukan pada empat kuadran . trategic, high potential, key operation, and suppor. Dari hasil pemetaan tersebut didapat gambaran konstribusi sebuah aplikasi SI terhadap organisasi dan pengembangan dimasa mendatang, keempat kuadran tersebut dapat dilihat pada 5 dibawah ini: Gambar 2. McFarlan Strategic Gird(Ward and Peppard 2002 METODE PENELTIAN Dalam penelitian ini metodologi yang digunkan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan data dan fakta yang terjadi di lapangan. Aupendekatan kualitatif pendekatan yang di dalam kegiatan penelitian, proses, turun ke lapangan, analisis data dan Dalam penelitian ini terdapat beberapa Tahapan mengumpulkan berbagai materi yang dapat memberikan informasi yang memadai. Materi yang akan dibahas tersebut didapat dari beberapa sumber-sumber pustaka dengan cara membaca buku-buku, melakukan searching di PROSIDING SEMMAU 2021 internet dan sumber lainya. berbagai materi seperti RPJMD 2017-2024 dan RPJPD 2017-2025 Kabupaten Rote Ndao. Praturan Bupati tentang susunan tugas pokok, fungsi dan tata kerja pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Tahap kedua yang dilakukan proses pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi secara langsung terhadap objek yang akan di teliti. Melakukan tanya jawab secara lisan kepada satuan pernagkat daerah pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Wawancara berkaitan dengan SI/TI yang saat ini digunakan kemudian tujuan dan tugas pokok serta proses bisnis Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan bisnis serta lingkungan SI/TI secara eksternal dan internal mengunakan analisis SWOT, analisis Value Chain, analisis PEST, analisis Five Force Model dan analisis McFarlan. Dengan analisis yang telah dilakukan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao maka penulis dapat menyusun perencanaan strategis SI/TI yang terdiri dari strategis bisnis, strategis manajemen SI/TI dan TI. Perencanaan-perencanaan tersebut selanjuatnya menghasilkan aplikasi logistik yang digunakan dalam operasional Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao tidak dapat teridentifikasi logistik lokal, regional, nasional maupun luar negeri tidak ditemukan dalam penelitian ini. Merumuskan Renstra Dinas Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten dan kebijakan kepala daerah serta masukan dari penyelenggaraan pemerintah, dalam menyusun rencana kinerja tahuna berdasarkan Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas danmasukan masyarakat untuk digunakan sebagai bahan pedoman pelaksanaan tugas pokok yaitu, merumuskan dan menentapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Rencana Kerja (Renj. Tahunan. Perjanjian Kinerja (PK) dan Rencana Kerja Dinas lainnya sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku sebagai pedoman melaksanakan kegiatandalam tahun berjalan. Operations Aktivitas utama dalam operations DinasPariwisata Kabupaten RoteNdao yaitu: Memberikan rekomendasi perijinan usaha kepariwisataan berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk ditindak lanjuti DPMDPTSP. Mengkoordinasikan penyelenggaraan program dan atau kegiatan. Dinasberdasarkan ketentuan dan peraturan yang untuk mencapai target yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao dalam melakukan analisis value chain semua aktivitas digolongkan kedalam dua golongan yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Aktivitas Aktivitas utama terdiri dari lima unsur antara lain: Inbound Logistics Aktivitas utama dalam Inbound Logistics pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao adalah pada Tugas. Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao yaitu, semua yang berkaitan dengan urusan rumah tangga daerah di Bidang Kebudayaan dan Kepariwisataan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Hampir semua akativitas pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao sarana utama berupa regulasi atau kebijakan yang berlaku menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN maupun non ASN. Berbagai alat atau sarana utama hampir tidak dapat terlihat dalam objek penelitian ini. Untuk itu identifikasi Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan apresiasi seni tradisional dan tradisional serta Outbound Logistics Outbound Logistics yaitu output yang diharapkan untuk kepuasan Target Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao yaitu memberikan pelayanan yang prima untuk daya tarik para investor dan wisatawan dalam mendukung percepatan pembangunan fisik, tata ruang, infrastruktur Marketing and Sales Marketing Salesmempunyai yaitu, membuat PROSIDING SEMMAU 2021 nmelakukan promosi melaluhi beberapa media, diantaranya media cetak, media sosial dan Dan Melakukan dengan lembaga atau instansi lain terkait even dan daya tarik destinasi pariwisata. Human-Resource Management HumanResource Management terdiri dari pengalaman dan menjalankan layanan dan pengelolaan SDM dalam hal ini adalah kepegawaian yang terampil seperti perekrutan Services pegawai yang dilakukan berdasarkan kemampuan Services yaitu dari beberapalayanan yang dapat yang diperlukan oleh Dinas Pariwisata diidentifikasi pada Dinas Pariwisata Kabupaten Kabupaten Rote Ndao untuk optimalisasi RoteNdao diantaranya: Dilihat prespektif sumber dayamanusia Memberikanrekomendasi layanan perijinan pendukung pada Dinas Kebudayan dan usahakepariwisataan berdasarkanketentuan dan proseduryang berlaku untuk DPMDPTSP. Pariwisata Kabupaten Rote Ndao oleh Hubungan antara Dinas Kebudayaan dan dikatakan memiliki sumber daya manusia yang Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan potensial. Dalam hal inidapat dilihat dar jumlah dan karakteristik pegawai sebanyak 24 Kewenangan pengelolaan wilayah pantai dan Beberapa aktivitas terkait. laut yang merupakan obyek wisata, merupakan Product and TechnologyDevelopment Product and Technology Development yaitu kewenangan Dinas Kelautan terdiri dari pengelolaan data wisatawan dan Perikanan. perijinan usaha kepariwisataan. Retrebusi. Aktivitas pendukung dari value cahain terdiri dari pengaduaan masyarakat. Produk teknologi yang empat unsur yaitu: Procurement. Human Resource utama adalah produk teknologi dalam rangka Management. Produk Technology mendukung aktivitas utama pada Dinas Develeopment, dan Infrastructure. Berikut uraian Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Sedangkan masing-masing aktivitas pendukung berdasarkan produk teknologi seperti Teknologi Informasi hasil analisis value chain pada Dinas Pariwisata dan Komunikasi (TIK) hanya sebagai KabupatenRote Ndao. Namun disisi lain terdapat beberapa Procurement produk teknologi baik perangkat keras maupun Procurement adalah aktivitas pengadaan pada perangkat lunak . telah menjadi produk value chain yaitu terdiri dari pengadaan kantor teknologi utama untuk mendukung aktivitas seperti alat tulis kantor, kertas, amplop, stempel, pada Dinas Pariwisata Kabupaten RoteNdao. kutansi dan yang lainnya. Sedangkan pengadaan Infrastructure terkait dengan kebutuhan pada setiap ruang Infrastructure yaitu terdiri dari pengelolaan lingkup kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Rote sarana dan prasarana pada Dinas Pariwisata Ndao. Selain itu pengadaan dalam rangka KabupatenRote Ndao yaitu: mendukung performa dan kinerja pada Dinas Tersedianya bahan bakar dan suku cadang Pariwisata. untuk pemeliharaan mobil, perawatan Kabupaten Rote Ndao seperti teknologi informasi kendaraan bermotor, pemeliharaan gedung dan sistem informasi. Pengadaan teknologi informasi berupa satuan perangkat keras, . Tersedianya data situsbudaya . enda dan tak infrastruktur, jaringan, perangkat komputer, laptop dan lain sebagainya. Pengadaan Sistem Informasi . Tersedianya senimandaerah. berupa satuan perangkat lunak . Tersedianya bahan promosi . Tersedianya fasilitas yang memadai di menjembatani interaksi data dan informasi lintas pemerintah dalam ruang lingkup Dinas Pariwisata Dinas Pariwisata sebagai Organisasi Perangkat Kabupaten Rote Ndao (Government Daerah (OPD) memiliki peran sangat strtgis untuk Governmen. Aplikasi layanan antar pengelohan pemberdayaan eknomi masyarakat dan UMKM Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Government to dibidang pariwisata. Potensi dna peluang perlu di Busines. Dinas pertimbangkan agar dapat mampu bersaing dnegan Perhubungan. Komunikasi Informatika dan indsutri pariwisata di berbagai Kabupaten maupou Masyarakat (Government to Citize. provinsi lainnya. Analisis Five Force Model untuk PROSIDING SEMMAU 2021 mengetahui posisi Dinas Pariwisata Kabupaten rote Ndao saat ini. Analisis Five Force Model yang dilakukan dengan memetakan kegiatan diluar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata ke dalam lima kekuatan kompetitif. Berikut hasil dari analisis Five Force Model Potensi masuknya pesaing baru (New Entrant. Kabupaten/Kota atau Provinsi yang akan mengusung agenda industri pariwisata yang lebih Daya tawar pemasok (Bargaining Power of Pemerinttah prov, pusat UMKM Industri Pariwisata Persaingan antar perusahaan saingan (Competito. Kabupaten/Kota atau Provinsi dengan yang sedang berkembang industri pariwisata Daya tawar pengunjung (Bargaining power of visitor-custome. Wisatawan Domestik Wisatawan Mancanegara Potensi pengembangan produk-produk pengganti (Subtitute produc. Munculnya wisata pengganti/alte rnatif Gambar 3. Analisis Five Force Model Setelah mengetahui SI/TI yang digunakan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao selanjutnya dilakukan pemetaan matrik McFarlan. Berikut hasil pemetaan: Tabel 1. McFarlan Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao saat ini. Strategic Peta tematik daerah wisata. Promosi objek High potential Retribusi dan pajak peningkatan PAD. Promosi event Kabupaten Rote Ndao Key operational Inventarisasi sumbersumber potensi daerah di sektor Pariwisata. Support Tanda daftar usaha perushaan pariwisata (TDUP). PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pemetaan proses bisnis melalui hasil survei dan RENSTRA maka dapat dilakukan analisis SWOT, analisis Value Chain, analisis PEST dan analisis Matrik McFarlan. Hasil analisis SWOT ditemukan adanya tantangan yang cukup besar yang harus dikerjakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao dalam memberikan layanan kepada masyarakat agar menarik setiap wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Rote Ndao. Dengan demikian maka tidak ada salahnya pemrintah wajib menyediakan layanan teknologi informasi secara elektronik, untuk menghasilkan sebuah portofolio Rencana Strategis sistem informasi dan teknologi informasi pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao yang selaras dengan tujuan dan visi misi organisasi untuk menghasilkan sebuah Rencana Strategi sitem informasi untuk mencapai keunggulan kompetetif dalam bidang teknologi informasi dan sistem informasi pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao yang berbasis IT. Berdasarkan matrik McFarlanterdapat emapt kategori portofolio aplikasi yaitu, operasional, strategis, pendukung, dan potensi tinggi. Dari keempat kategori aplikasi tersebut dapat teridentifikasi 12 jenis aplikasi layanan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao. Dari 12 jenis UACAPAN TERIMA KASIH Direktorat Sumber Daya Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset Dan Teknologi, yang mendukung program pendanaan berupa insentif Program Talenta Inovasi Indonesia. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao yang telkah mendukung pengambilan data dan informasi. Ketua Program Studi Sistem Informasi STIKOM Uyelindo Kupang, yang telah memfasilitasi program penelitian. DAFTAR PUSTAKA