Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Peningkatan Kesadaran dan Keterampilan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Sindanglaya Aji Putih Darmaraja. Casini. Dini Nurul Jalilah. Siti Syadiyatul Aropah STAI Riyadhul Jannah Subang Artikel Info ABSTRAK Genesis Artikel: Latar Belakang: Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu yang krusial, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sindanglaya yang tidak memiliki fasilitas pembuangan sampah yang disediakan oleh pemerintah Tujuan: Program kuliah kerja NYATA (KKN) di Dusun Nanggela mengajarkan warga setempat cara mengubah sampah organik menjadi kompos. Metode: Metode yang diambil dalam penelitian ini menggunakan Partisipatory Action Reasearch di mana, penulis Dikirim, 2 September 2024 Diterima, 26 September 2024 Diterbitkan, 10 November 2024 Kata Kunci: Masyarakat Sampah Pengelolaan Pupuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses penelitian dan pemecahan masalah. Terlepas dari tantangan termasuk kesadaran masyarakat yang rendah. Hasil: Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan sampah yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan sampah rumah tangga secara lebih efektif, sehingga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup mereka. Kesimpulan: Tujuan dari program ini menunjukkan bahwa pelatihan secara efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. ABSTRACT Keywords: Public Rubbish Fertilizer Management Background: Household waste management is a crucial issue, especially in rural areas such as Sindanglaya Village which does not have waste disposal facilities provided by the local government. Objective: The NYATA work lecture (KKN) program in Nanggela Hamlet teaches local residents how to convert organic waste into compost. Method: The method used in this study uses Participatory Action Research where the author directly involves the community in the research and problem-solving process. Despite challenges including low public awareness. Results: The results of this activity show that with good waste management, the community can utilize household waste more effectively, so as not only to maintain environmental cleanliness, but also to improve their quality of life. Conclusion: The objectives of this program show that training effectively improves community knowledge and skills in managing organic waste. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Aji Putih Darmaraja. Pendidikan Agama Islam. STAI Riyadhul Jannah Subang. Email: ajidarmarajaa@gmail. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup makhluk hidup, terutama manusia. Salah satu masalah lingkungan selama ini, kita seringkali hanya memindahkan sampah dari rumah atau tempat kita menghasilkan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang Padahal, banyak sampah, terutama sampah organik, sebenarnya bisa diolah kembali (Nunik Ekawandani, 2. Berdasarkan definisi para ahli kesehatan masyarakat Amerika Serikat, sampah adalah material buangan yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Material ini dianggap tidak memiliki nilai guna lagi sehingga dibuang. Definisi ini menekankan pada tiga elemen utama: keberadaan benda fisik, keterkaitan dengan aktivitas manusia, dan hilangnya nilai guna (Hayat, 2. Setiap orang wajib menangani sampah rumah tangga dengan cara yang bertanggung jawab secara ekologis, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup upaya pengurangan sampah, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah (Ambina. Pengelolaan sampah sangat penting dilakukan di setiap kota atau wilayah di Indonesia. Karena pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sebaliknya, jika sampah tidak dikelola dengan baik, hal itu dapat menimbulkan masalah lingkungan yang berdampak kepada kesehatan makhluk hidup akibat pencemaran tanah, udara, dan lainnya (Jana, 2. Kurangnya pendidikan lingkungan hidup di kalangan masyarakat menyebabkan rendahnya pemahaman mereka terhadap lingkungan sekitar, serta mempengaruhi perilaku yang kurang ramah lingkungan. Sesuai dengan hal tersebut, pendidikan adalah cara yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia agar mampu menjalankan tugas yang diberikan, karena hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk dididik dan mendidik (Risa Anisa Nurlaeli. Siti Umi Hani. Linda Dwi Nurmasyanti, 2. Penumpukan sampah yang berlebihan tidak hanya menghabiskan lahan, tetapi juga menimbulkan masalah bau menyengat dan pencemaran lingkungan akibat limbah cair leachate yang mencemari sumber air seperti sungai dan sumur warga sekitar (Muchammad Tamyiz. Laily Noer Hamidah. Atik Widiyanti, 2. Selain itu, jenis sampah yang kita buang juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan kebiasaan kita sehari-hari. Peningkatan penduduk yang terus menambah secara langsung berbanding lurus dengan menigkatnya jumlah sampah. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kebutuhan Akumulasi sampah yang tidak tertangani dengan benar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius dan memberikan dampak negatif pada kesehatan makhluk hidup (Marjenah. Berdasarkan jenisnya, sampah terbagi dua kategori: sampah organik dan anorganik. Sampah organik yaitu jenis sampah yang dapat terurai dengan mudah, seperti sisa makanan, buah-buahan, sayuran dan juga dedaunan,. Sebaliknya, sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai, seperti plastik dan logam (Larasati, 2. Program pendidikan dan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga di Desa Sindanglaya, dapat berdampak signifikan baik terhadap kualitas hidup masyarakat maupun upaya pelestarian lingkungan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. jika dilaksanakan dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat. Berbagai macam produk, termasuk makanan yang dibuang dan kemasannya, serta kertas, plastik, dan barang-barang rumah tangga biasa lainnya, berkontribusi pada sampah rumah tangga. Badan Pusat Statistik . melaporkan bahwa jumlah sampah rumah tangga di Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, yang menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pengelolaan sampah rumah tangga (Erika, 2. Meningkatnya jumlah sampah akibat peningkatan populasi dan kurangnya pengetahuan manusia secara umum tentang perlunya pengelolaan sampah telah meningkatkan pengelolaan limbah rumah tangga atau dapur ke status kepedulian lingkungan yang kritis. Sampah yang berasal dari rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari aktivitas pengelolaan makanan serta sisa tumbuhan di sekitar rumah. Dengan pengelolaan sampah yang tepat, lingkungan akan terlihat lebih bersih, dan sampah yang diolah dengan baik dapat dijadikan kompos yang bermanfaat untuk proses penyuburan tanah, sehingga lingkungan terlihat lebih hijau dan asri (Ambar Tri Ratna Ningsih, 2. Maka dari itu, fermentasi dan pengomposan dapat memanfaatkan sisa makanan yang tersisa setelah dimasak dengan baik, terutama sayuran seperti kubis, daun bawang, dan Pengomposan adalah proses dekomposisi biologis terhadap bahan organik yang dapat terurai secara alami. Proses ini bertujuan untuk mengurangi volume dan massa bahan organik serta menghasilkan produk akhir berupa kompos organik yang stabil (Wita Nirmala. Pramiati Purwaningrum. Untuk membantu warga Desa Sindanglaya mempelajari lebih lanjut tentang pengomposan dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang cara memanfaatkan atau menjual kompos, perlu diberikan informasi tentang cara mengubah sampah dapur sayur menjadi kompos. Hal ini sejalan dengan tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini, yaitu memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi melalui penggunaan sampah organik sebagai kompos, pupuk ramah tumbuhan. Salah satu cara untuk mengurangi efek berbahaya dari sampah adalah dengan membuat kompos sampah organik. Kesuburan tanah dan produksi pertanian ditingkatkan dengan kompos, dan jumlah sampah yang harus dibuang juga berkurang. Salah satu wilayah yang masih mengalami kendala dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah Desa Sindanglaya, khususnya Dusun Nanggela. Berdasarkan pengamatan awal, masyarakat di dusun ini belum sepenuhnya menyadari pentingnya pengelolaan sampah, khususnya pemanfaatan sampah organik ataupun anorganik menjadi kompos atau Minimnya tempat pembuangan sampah (TPA) dan spesialis pengelolaan sampah di desa Sindanglaya menjadi kendala utama dalam pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Akibatnya, warga desa terpaksa membakar sampah atau hanyut terbawa sungai, yang keduanya berbahaya bagi Sebagai bagian dari program kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 di Desa Sindanglaya, warga Dusun Nanggela diajarkan teknik pengelolaan sampah yang tepat dan cara membuat kompos dari sampah organik yang dapat bermanfaat bagi tanaman. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. keterampilan yang dapat dialihkan yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, serta memperluas pengetahuan, mengubah sikap, dan meningkatkan kemampuan teknis mereka. Selain mendokumentasikan tantangan terkait implementasi, program ini ingin mengumpulkan umpan balik tentang cara meningkatkan program ke depannya. Diyakini, penambahan permukiman di Desa Sindanglaya akan mengikuti jejak Dusun Nanggela dalam pengelolaan sampah rumah tangga berkat inisiatif ini. Hasil dari program ini diharapkan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan inisiatif pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. METODE PENGABDIAN Metode-metode seperti observasi, sosialisasi, dan praktik menjadi metodologi kualitatif penelitian Teknik ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana program Pengelolaan Sampah mempengaruhi persepsi, pengetahuan, dan perubahan perilaku peserta. Di Sdn Neglasari 2 Dusun Nanggela Desa Sindanglaya Kecamatan Tanjungsiang berlangsung acara pada pukul 14. 00 WIB pada hari Jumat, 16 Agustus 2024. Dalam kegiatan pengabdian ini, penulis menggunakan pendekatan Participatory Action Reasearch (PAR) di mana, penulis melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses penelitian dan pemecahan masalah (Ahmad Nasori. Dwi Astarani Aslindar. Bambang Triono. Elsa Puspitasari, 2. Peserta workshop yang diambil dari masyarakat sekitar dan terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia tertentu menjadi subjek Berbagai metode kualitatif digunakan untuk pengumpulan data, pada gambar 1: Observasi Wawancara Mendalam Demonstrasi Evaluasi Gambar 1. Alur PkM Observasi : Peneliti melakukan observasi ke tempat dimana tempat tersebut menjadi tempat pembuangan sampah secara sembarangan. Tujuannya observasi pada penelitian ini untuk mengamati perubahan kesadaran dan keterampilan masyarakat desa sindanglaya dalam mengelola sampah organik setelah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos. Wawancara Mendalam : Wawancara dilakukan dengan peserta workshop, fasilitator, dan pihak terkait lainnya. Wawancara ini bertujuan untuk mengungkapkan pemahaman, pengalaman, dan persepsi peserta mengenai materi workshop, pelaksanaan kegiatan, dan dampak yang dirasakan setelah mengikuti workshop. Demonstrasi : Peneliti turut serta dalam pelaksanaan workshop untuk mengamati secara langsung proses kegiatan, interaksi antar peserta, dan respon peserta terhadap materi yang disampaikan. Evaluasi : Setelah dilaksanakannya kegiatan workshop, tentunya penulis memperoleh hasil dari penelitian yang dilakukan dan ditintak lanjuti agar hasil penelitian tersebut memberikan dampak yang lebih baik. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. HASIL DAN ANALISIS Program pengabdian masyarakat kami bertujuan untuk mengajarkan kepada warga Desa Sindanglaya, khususnya di dusun Nanggela, bagaimana memanfaatkan sampah organik mereka dengan lebih baik dengan mengubahnya menjadi kompos, pupuk alami bagi tanaman. Pentingnya pengomposan sampah organik berasal dari fakta bahwa pengelolaan sampah organik rumah tangga yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi lingkungan, seperti meningkatnya kemungkinan pencemaran dari tempat pembuangan sampah yang meluap dan pembuangan sampah yang tidak tepat ke sungai. Temuan PKM ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah yang tidak tepat sehingga dapat menyebabkan hal-hal seperti populasi serangga yang tidak sehat, kondisi lingkungan yang tidak sedap dipandang, dan asap dari kebakaran yang tidak terkendali. Untuk menyelamatkan sampah agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah, grup kami memproses daur ulang sampah organik menjadi kompos ramah tumbuhan. Acara ini berlangsung pada pukul 14. 00 WIB pada hari Jumat, 15 Agustus 2024. Lima belas orang dari Dusun Nanggela hadir dalam sesi tersebut. Untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat, kelompok kami membuat kompos dan memberikannya kepada para ibu di Dusun Nanggela. Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pengelolaan sampah. Beberapa metode pengelolaan sampah yang dapat diterapkan antara lain daur ulang, pembakaran, persiapan, pengomposan, dan pembusukan (Hatimah. Pelatihan yang kami pilih berupa pengomposan, dimana sampah organik di fermentasi sampai teurai sehingga bisa menjadi pupuk kompos . Gambar 2. Penyuluhan Tentang Pengelolaan Sampah Organik Keikutsertaan anggota Kelurahan Sindanglaya Kelompok 2 dan itikad baik aparat Kelurahan Sindanglaya Desa Nanggela menjadi bekal untuk pelaksanaan kegiatan ini. Aspek positif dan negatif berkontribusi pada program kerja kelompok kami. Salah satu aspek negatifnya adalah warga Dusun Nanggela tidak terlalu tertarik dengan program pengelolaan sampah kami, yang merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor, antara lain kurangnya waktu luang dan ketidaktahuan tentang risiko yang terkait dengan sampah. Guna menanggulangi permasalahan pengolahan dan pemanfaatan sampah rumah tangga yang tidak efektif di Desa Sindanglaya, khususnya di Dusun Nanggela, mahasiswa dapat berperan aktif kedepannya dengan mengunjungi rumah warga untuk mengajarkannya tentang pengelolaan sampah yang tepat dan risiko mengabaikan sampah. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Gambar 3. Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos Pada edukasi ini . , kami memberitahu masyarakat bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos alami yang baik untuk tanaman. Pengolahan sampah organik yang tepat dapat mengubahnya menjadi kompos, yang pada gilirannya dapat menggantikan pupuk kimia (Dewi, 2. Anda dapat membuat pupuk kompos alami yang bagus dari bahan-bahan seperti sayuran busuk, daun kering, dan sisa makanan. Ini adalah alternatif yang bagus untuk pupuk kimia yang mahal dan sulit ditemukan. Adapun langkah langkah seperti pada tabel 1 dan 2 yaitu untuk pembuatan pupuk kompos yang kami lakukan dijabarkan sebagai berikut: Pertama. Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat tentang manfaat sampah dapur rumah tangga. Penyampaian materi ini disampaikan oleh narasumber dalam program kegiatan ini, agar menghimbau masyarakat se-tempat terutama ibu-ibu untuk memanfaatkan sampah dapur seperti sayuran atau buah-buahan busuk, daun-daun kering dan sisa-sisa makanan untuk dijadikan kompos sebagai pupuk alami untuk tanaman. Selain menyampaikan sosialisasi pemanfaatan sampah, pemateri juga memberikan leaflet kepada warga setempat. Hal ini dilakukan agar Masyarakat yang tidak bisa hadir dalam acara kami tersebut dapat melihat dampak dan manfaat sampah untuk lingkungan serta. Kedua. Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos. Pelatihan mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos adalah untuk membantu masyarakat lebih memahami cara membuat kompos, yang membawa kita ke poin pertama: manfaat menggunakan sampah organik dari dapur sebagai kompos daripada bentuk sampah rumah tangga lainnya. Pemilahan sampah merupakan tahap pertama dalam pengomposan karena tidak semua sampah organik rumah tangga dapat diubah menjadi kompos. Untuk memulai pengomposan, urutkan bahan Anda menjadi bahan yang bisa diubah menjadi bahan dan yang tidak bisa. Misalnya. Anda tidak memasukkan daging, susu, atau telur ke dalam kompos karena dapat rusak, tetapi juga menarik serangga dan menghasilkan aroma yang tidak sedap. Anda dapat membuat kompos dari berbagai jenis sampah, termasuk sisa makanan yang tidak dapat dimakan seperti potongan sayuran dan buah-buahan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Tabel 1. Bahan dan Alat Yang Diperlukan Nama Barang Karung Beras Tanah Subur Qty 3 Buah Ber-ukuran 25 Kg 3 Karung Ber-ukuran 25 Kg Sampah Sayuran 2 Karung Ber-ukuran 25 Kg Sampah Buah-buahan Sekam Padi 2 Karung Ber-ukuran 25 Kg 1 Karung Ber-ukuran 25 Kg Daun Kering 2 Karung Ber-ukuran 25 Kg Ranting Pohon 3 Buah Air Ember bekas Cat 35 Liter 2 Buah Tabel 2. Cara Pembuatan Pupuk Kompos Langkah-langkah Pembuatan Pilih tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung Tempat kompos bisa berupa wadah komposter khusus. Lubang tanah, atau bak terbuka Pastikan tempat kompos memiliki lubang drainase untuk menghindari penumpukan air Potong sayuran dan buah-buahan bekas menjadi bagian-bagian kecl agar lebih terurai Pastikan daun-daunan kering tidak terlalu tebal agar proses pengomposan lebih cepat Sekam padi akan berfungsi sebagai sumber karbon dan membantu menjaga keseimbangan kelembapan Mulailah dengan meletakkan lapisan sekam padi atau daun-daunan kering didasar tempat Lapisan ini akan membantu mengalirkan udara dan mencegah kompos menjadi terlalu Tambahkan lapisan sayuran bekas dan buah-buahan bekas di atas lapisan pertama. Usahakan untuk menyebarkan bahan organik secara merata dan tidak menumpuk terlalu banyak di satu tempat Taburkan sedikit tanah atau kompos matang di atas bahan organik Ulangi langkah 7,8,9,10 dengan bahan-bahan yang ada. Setiap lapisan bahan organik diikuti dengan lapisan sekam atau daun-daunan kering serta sedikit tanah Siram kompos dengan air secukupnya, pastikan kompos lembab tetapi tidak basah Jika terlalu kering, tambahkan air. Jika terlalu bahas tambahkan bahan-bahan kering seperti sekam atau daun-daunan kering Tutup tempat kompos dengan plastik, karung, atau terpal untuk menjaga kelembapan Biarkan kompos teurai selama 1-4 Minggu Apabila masih ada bahan yang belum terurai sempurna, lanjutkan proses pengimposan hingga semua bahan menjadi kompos matang, setelah kompos matang, saring jika perlu untuk memisahkan bahan yang belum terurai sepenuhnya. Kompos siap digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman di kebun, pot, atau laha pertanian Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Selain itu, lindungi wadah pengomposan dari sinar matahari yang cerah, hewan, dan hujan setiap Setelah 14 hari, kompos cocok untuk ditanam jika sudah tidak berbau lagi dan hanya berbau tanah. Kompos yang dibuat dari sampah organik tidak hanya membuat tanah lebih produktif, tetapi juga membantu petani menghemat uang dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli pupuk buatan (Nuesaid, 2. Manfaat kompos tidak hanya terbatas pada aspek agronomis, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi pertanian. Dengan meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi biaya produksi, kompos menjadi investasi yang menguntungkan bagi petani. Kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik antara lain ialah kemampuannya untuk memperbaiki sifat tanah serta berperan sebagai penangkal unsur hama bagi tumbuhan, sehingga tanah menjadi subur (Rita Feni. Edy Marwan, 2. Keuntungan memakai kompos untuk tanaman: Pertama. Kualitas tanah yang dicampur dengan kompos dapat memberikan nutrisi yang membuat tanah menjadi gembur dan juga subur. Kedua. Tumbuhan yang ditanah yang mengandung campuran kompos dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan tumbuhan yang indah. Ketiga. Dapat menghemat uang karena tidak perlu menggunakan pupuk kimia yang mungkin dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur. Keempat. Tanpa menggunakan pestisida yang berpotensi berbahaya, tanaman akan terlindung dari pengunjung yang tidak diinginkan. KESIMPULAN Pengelolaan sampah rumah tangga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan ditegaskan dalam program kuliah kerja nyata (KKN) Desa Sindanglaya khususnya di Dusun Nanggela, menjadi permasalahan serius di kalangan masyarakat, dikarenakan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Sindanglaya, peneliti menemukan permasalahan bahwa masyarakat seringkali terpaksa membakar atau membuang sampah ke sungai, yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan ekosistem. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa bahagia dan antusias atas digelarnya penyuluhan ini sehingga masyarakat mengetahui bagaimana cara mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos, yang memiliki beberapa keuntungan bagi masyarakat. Program ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dibeberapa dusun yang ada di Desa Sindanglaya sehingga masyarakat dapat mengelola sampah rumah tangganya secara bijak. REFERENSI