Kearifan Lokal Seni Budaya Daerah Berbasis Media Sosial Sebagai Potensi Industri Kreatif Seni Pertunjukan di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang Asep Ganjar Wiresna1. Meiga Fristya Laras Sakti2 Institut Seni Budaya Indonesia Bandung asepganjarwiresna@gmail. com, fristyameiga@gmail. Abtrak : Rekontruksi aset pertunjukan seni lokal sebagai identitas budaya, merupakan bentuk simbolik daya tarik kepariwisataan untuk mempromosikan budaya daerah dengan merevitalisasi cerita folklore yang di klaborasikan dengan kesenian lokal gembyung sebagai sarana pelestarian budaya, religi. Pendidikan. Revitalisasi folklore cerita rakyat priangan timur dengan identitas culturalnya menjadi objek penting dari mulai dramatur sampai dengan esensi tradisi lisan dan sastra Sunda berupa Rajah. Mantra. Wawacan. Sisindiran. Paparikan. Rarakitan. Wawangsalan yang selaras, sejalan dengan Peraturan Daerah (Perd. Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode Graham Walas. The Art Of Thought, dengan pendekatan Preparation. Incubation. Illumination. Verification. Riset ini akan akan menghasilkan karya seni rekomposisi digital hasil rekontruksi kesenian daerah Cibugel . ayang golek dan kesenian Gembyun. dengan Cerita Rakyat Sumedang dikemas kedalam bentuk cyberspace melalui platfrom digital Kata Kunci: Seni Budaya Daerah. Industri kreatif. Media sosial. PENDAHULUAN Dalam konteks luas, fenomena komodifikasi budaya ditinjau dari perspektif sosial politik, dimana Komodifikasi terpengaruhi dengan sub kapitalisme yang mendominasi. Lowenthal Ruslita, . AuKomodifikasi budaya, adalah salah satu mekanisme utama kapitalisme untuk mengintegrasikan nilai-nilai konsumtif ke dalam kehidupan masyarakatAy. Untuk menjaga tidak terjadinya homogenisasi yang dapat mengancam keberadaan seni tradisional Ae era globalisasi, fluralisasi budaya. Maka diperlukan Peningkatan ekosistem pariwisata melalui kualitas infrastruktur pariwisata, promosi, juga pelatihan bagi masyarakat lokal sebagai bentuk proteks utama dalam menjaga kebhinekaan suatu negara Ae identitas budaya daerah terhadap nilai-nilai culture study serta menjadi daya tarik pariwisata yang potensial sebagai produk industri kreatif yang bermanfaat bagi daerahnya. Hal tersebut seiring dengan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan tahun 2017, yang merupakan landasan hukum penting dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Dalam konteks ini. Kabupaten Sumedang memiliki potensi kebudayaan yang kaya untuk diintegrasikan dengan sektor pariwisata Ae Peraturan Daerah (Perd. Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda dan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2021-2025 tentang mewujudkan pembangunan kepariwisataan, seyogyanya kedua regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Sumedang tanpa menghilangkan nilai culture study. Demantor (Sayogi. W & Argyo, 2. , . AuPariwisata merupakan bagian dari pembangunan yang bersifat multi-dimensionalAy. Multidimension terjadi dalam industri kreatif untuk memberikan realitas sosial/fenomena masyarakat yang di antaranya direpresentasikan dengan proses komunikasi wisatawan dengan masyarakat. Objek penelitian ini memanfaatkan keberadaan dua group kesenian di kecamatan cibugel Sumedang, menjadi sajian karya seni pertujukan baru yang di elaborasikan berbasis Platform digital untuk memberikan kontribusi pengembangan pariwisata Kabupaten Sumedang dalam menjalankan strategi pemasaran efektif Ae menarik Dari pemaparan tersebut dapat ditarik rumusan-rumusan proses rekomposisi cerita rakyat Sumedang dengan kesenian gembyu terebang dapat terlealisasi sebagai konten Seni Budaya berbasis platfrom yang diintegrasikan dengan mewujudkan pembangunan kepariwisataan (Perd. No 1 Thn 2020 dan . Thn 20212025? METODE Penggunaan metode penelitian yang beragam dan integratif akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika seni pertunjukan dalam konteks pariwisata dengan pendekatan yang tepat, penelitian ini tidak hanya akan menghasilkan temuan akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi 39 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l pengembangan kebijakan dan praktik di lapangan. Adapun metode yang di pakai pelaksanaan dalam locus tersebut menggunakan pendekatan metode walas. Adapun tahapan sebagai berikut: Preparation, dimana peneliti mengumpulkan berbagai sumber, baik sumber cerita rakyat, berupa legenda, cerita rakyat serta bentuk sajian kesenian tradisi terebang dan Selain itu peneliti juga menganalisis bentuk industri wisata di locus cibugel kecamatan sumedang. Hal yang paling penting yang dilakukan pada tahap preparation yaitu mendalami aturan-aturan dalam UU pemajuan kebudayaan serta kolerasinya dengan perda Kabupaten Sumedang Incubation, data-data tersebut diolah menggunakan pendekatan berpikir konvergen dan divergen, untuk mengolah hal yang terbaik dengan mendekripsikan dan merumuskan dengan team peneliti yang lain untuk menjadikan sebuah kekaryaan sebagai identitas daerah tersebut, serta layak untuk dipromosikan. Illumination, hasil dari incubation dengan para anggota peneliti yang lain maka ditentukan dan dipilih sesuai dengan tujuan masalah yang sesuai dengan keberlangsungan locus serta point-point kebijakan dan peran pemerintah dengan melibatkan hasil karya kolaborasi dan industri wisata untuk memberdayakan seniman local dengan karyanya dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi serta mencari solusi bersama terkait komodifikasi seni pertunjukan dalam destinasi wisata berbasis seni pertunjukan yang dapat berkontribusi dalam pengembangan kapasitas komunitas dan Indutri wisata. Verification, setelah dirasa sesuai maka akan dilaksanakan proses pembentukan dari mulai merekomposisi melalui bentuk kolaborasi dengan saling memahami secara mendalam tentang konteks sosial budaya seni pertunjukan lokal, serta berinteraksi untuk membuat kekaryaan dari potensi skill pemain, materi lagu, unit industri yang selaras dengan fenomena-fenomena sosial budaya masyarakat, dengan cerita rakyat masyarakat setempat/folklore. HASIL DAN PEMBAHASAN Menghasilkan temuan akademis dan memberikan kontribusi pembahasan bagi pengembangan kebijakan dan praktik di lapangan, di Kabupaten Sumedang menggunakan metode walas, dari mulai Preparation. Incubation. Illuminatiom, sampai dengan Verification, menghasilkan bentuk kajian dalam stuktur pengolahan dalam locus tersebut, di antaranya: . Rekomposisi Digital. Revitalisasi Cerita Foklore. Rekomposisi Karya. Komodifikasi Karya Seni. Rekomposisi digital Ae mencakup editing, penggabungan, serta transposisi konten-konten digital untuk mempengaruhi tingkat keterlibatan pengguna dengan konten kreatif yang melibatkan platform berkolaborasi dan berinteraksi dengan konten yang ada. Dengan begitu semakin tinggi keterlibatan pengguna platfrom tersebut serta dapat di akses dimanapun. Dalam locus Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang direalisasikan dengan mengenalkan, mengajarkan serta meningkatkan skill dalam kegunaan platfrom. Pentingnya skill tersebut guna untuk menghasilkan bentuk kekaryaan dari mulai bentuk rekontruksi gambar, audio, visio sampai dengan editing Revitalisasi cerita foklore dilakukan dengan berklaborasi antar seniman dengan generasi muda sehingga terjalin komunikasi simbiosis mutualisme, dimana seniman membagikan pengalaman para generasi muda mengenalkan bentuk teknologi, atau perkembangan-perkembangan digital diharapkan akan bermunculan generasi baru yang siap untuk melanjutkan tradisi kesenian Ae unsur pewarisan. Selanjutnya, pentingnya penguasaan menggunakan media sosial dan teknologi digital terhadap promosi budaya lokal, dengan menciptakan kontenkonten dari elaborasi cerita folklore dengan kesenian. Adapun konteks definisi dan indikator sebagai berikut: Definisi Indikator : Proses menghidupkan kembali cerita-cerita tradisional yang mungkin telah terlupakan. : Peningkatan minat masyarakat terhadap cerita folklore, keterlibatan komunitas dalam pengembangan cerita. Hubungan antara Revitalisasi Cerita Folklore dan Rekomposisi Ae Revitalisasi cerita folklore dapat dilakukan melalui proses rekomposisi yang membuat cerita lebih relevan dengan konteks saat ini. Memahami tantangan dan peluang yang ada, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional dalam era globalisasi. Akhirnya, penting untuk terus mendukung dan mendorong inisiatif yang bertujuan melestarikan seni tradisional sebagai bagian integral dari identitas budaya suatu bangsa. Kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk menciptakan programprogram yang mendukung pelestarian kesenian. Dengan upaya bersama, diharapkan kesenian terebang dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian integral dari budaya masyarakat Indonesia. Hasil lapangan dalam riset ini ditemukan bentuk kesadaran di kalangan seniman tentang pentingnya keaslian karyanya, beberapa seniman menyatakan bahwa terus berkontribusi untuk menciptakan inovasi yang telah di wariskan secara turun temurun. 40 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Data tersebut menegaskan bahwa bentuk revitalisasi seni tradisional dapat meningkatkan emosional dalam berkreatifitas dan berinovasi. Beberapa devisini dan indikator. Definisi Indikator : Proses mengadaptasi dan mengolah kembali cerita folklore untuk konteks modern. : Penggunaan elemen-elemen baru dalam cerita, kolaborasi dengan seniman dan kreator kontemporer. Rekomposisi karya yang berhasil dapat meningkatkan potensi nilai ekonomi dari produk budaya melalui program-program edukasi dan promosi yang melibatkan generasi muda untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya dapat diwariskan dan dihargai. Selain itu perlindungan hak cipta dan pengakuan terhadap karya seni tradisional harus diperkuat untuk mencegah eksploitasi di pasar global/dunia maya. Komodifikasi dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi para seniman dan Industri Pariwisata, diperoleh melalui wawancara, kolaborasi, membangun relasi Industri, memberikan pemahaman untuk memproduksi karya yang lebih komersial demi memenuhi permintaan pasar tanpa menghilangkan Identitas Culturalnya. Pendekatan industri kreatif untuk menganalisis potensi seni pertunjukan lokal dalam mendukung perekonomian daerah Ae ekonomi seni pertunjukan yang berdampak terhadap pengembangan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Terurai dengan definisi dan indikator sebagai berikut: Definisi Indikator : Proses di mana seni dan budaya lokal dijadikan produk yang dapat diperdagangkan. : Peningkatan nilai ekonomi dari produk budaya, pertumbuhan industri kreatif yang berbasis budaya lokal. Komodifikasi klaborasi sebuah karya seni yang efektif dapat menciptakan produk budaya yang menarik, sehingga menghasilkan dampak commudity. Memberikan dampak positif dalam hal penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi komunitas lokal. DAFTAR PUSTAKA