Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 Pengaruh Rasio Keuangan Dan Jaminan Aset Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Sektor Industri Dasar Dan Kimia Pada Tahun Ardi Hirmansaha. Edi Jamarisb Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunung Leuser Corresponding author email: edijamaris@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of CR. GPM. DAR, and asset guarantees on dividend policy in basic industrial and chemical sector companies in 2016-2019. The sample population in this study were 17 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the basic industrial sector and chemical companies, the statistical method used was multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially CR has a negative and insignificant effect on dividend policy. Meanwhile. GPM. DAR and Asset Guarantee have a positive and insignificant effect on dividend policy in basic and chemical industry sector companies in 2016-2019. Keywords: CR. GPM. DAR and Asset Guarantee. Dividend Policy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari CR. GPM. DAR, dan Jaminan aset terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari perusahaan sektor industri dasar dan kimia, metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa secara parsial CR berpengaruh negatif atau tidak signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan GPM. DAR dan Jaminan Aset berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia di tahun 2016-2019. Kata Kunci : CR. GPM. DAR dan Jaminan Aset . Kebijakan Dividen PENDAHULUAN Investor menggunakan laporan keuangan untuk mengetahui kinerja perusahaan berkaitan dengan investasi yang telah dilakukan di perusahaan berikut resiko-resikonya (Sujarweni, 2. Tujuan utama investor menginvestasikan dananya adalah untuk mencari pendapatan atau tingkat kembalian investasi baik berupa pendapatan dividen maupun (Cahyanti, 2. Kebijakan dividen sering dianggap sebagai bagian dari keputusan pembelanjaan, khususnya pembelanjaan internal. Hal ini terjadi karena besar kecilnya dividen yang dibayarkan perusahaan akan memengaruhi sumber dana internal perusahaan, yaitu laba ditahan. Semakin besar dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, semakin kecil laba yang ditahan, dan sebaliknya. Penentuan besar laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen merupakan kebijakan manajemen Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 perusahaan, serta akan memengaruhi nilai perusahaan dan harga pasar saham. Berdasarkan teori Tax Preference, kebijakan dividen mempunyai pengaruh negatif terhadap harga pasar saham perusahaan. Artinya, semakin besar jumlah dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaan, semakin rendah harga pasar saham perusahaan yang Hal ini terjadi jika ada perbedaan antara tarif pajak personal atas pendapatan Dividend Capital Gain, maka investor akan lebih senang jika laba yang diperoleh perusahaan tetap ditahan di perusahaan, untuk membelanjai investasi yang dilakukan oleh Dengan demikian di masa yang akan datang diharapkan terjadi peningkatan Capital Gain yang tarif pajaknya lebih rendah. Kebijakan dividen diukur dengan Dividen Payout Ratio (DPR) kebijakan dividen paling diminati baik didalam teori maupun Kebijakan dividen adalah sumber pendanaan perusahaan yang digunakan untuk pembayaran dividend dan kegiatan investasi semakin tinggi laba yang ditahan maka akan semakin sedikit dividen yang dibayarkan dan sebaliknya semakin besar dividen yang dibagikan akan mengakibatkan kekurangan pendanaan perusahaan untuk keperluan Rasio keuangan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi kebijakan Analisis rasio keuangan menggambarkan suatu hubungan dan perbandingan antara jumlah satu akun dengan jumlah akun yang lain dalam laporan keuangan (Sujarweni, 2. Rasio kas merupakan faktor penting yang mengambil keputusan untuk menetapkan besarnya dividen yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Dividen merupakan Cas Outflow, maka semakin kuatnya posisi kas atau likuiditas perusahaan berarti makin besar kemampuan membayar dividen. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang menggambarkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas perusahaan. Perusahaan yang mempunyai kesempatan bertumbuh lebih besar umumnya mempunyai DER yang lebih rendah dalam kebijakan struktur modalnya (Sartono Agus, 2. Hal ini disebabkan manajemen cenderung memilih pendanaan modal sendiri untuk membiayai pertumbuhan dengan maksud untuk mengurangi masalah-masalah agensi yang potensial berosasiasi dengan eksistensis hutang yang beresiko dalam struktur modalnya. Peningkatan hutang pada gilirannya akan mempengaruhi peningkatan laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen yang diterima karena kewajiban untuk membayar hutang lebih diutamakan dari pada pembagian dividen. Retur On Asset(ROA) kebijakan dividen menunjukkan. Semakin tinggi Return On Asset(ROA) maka kemungkinan pembagian dividen juga semakin banyak. Pada umumnya utang jangka panjang yang berjaminan akan lebih murah dari pada utang tanpa jaminan. Selain itu, keputusan pembiayaan setiap tahun akan dipengaruhi oleh jumlah aktiva yang baru diperoleh yang tersedia untuk jadi jaminan bagi obligasi baru. Perusahaan cenderung kurang mengandalkan laba ditahan dalam kegiatan pendanaannya sehingga kecil kemungkinan pemegang obligasi akan membatasi kebijakan dividen perusahaan (Santoso. Tingginya jaminan aset akan mengurangi konflik kepentingan antara pemegang saham dan kreditor sehingga perusahaan dapat membayar dividen dalam jumlah yang Semakin tinggi jaminan aset semakin tinggi pula tingkat proteksi kreditor menerima pembayaran mereka. Jaminan aset adalah aset perusahaan yang dapat digunakan sebagai Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 jaminan pinjaman. Kreditor seringkali meminta jaminan berupa aset ketika memberikan pinjaman kepada perusahaan. Tingginya jaminan asetyang dimiliki perusahaan akan mengurangi konflik kepentingan antara pemegang saham dengan kreditor sehingga perusahaan dapat membayar dividen dalam jumlah besar. Sebaliknya, semakin rendah jaminan aset yang dimiliki perusahaan akan meningkatkan konflik kepentingan antara pemegang saham dengan kreditor sehingga kreditor akan menghalangi perusahaan untuk membiayai dividen dalam jumlah besar kepada pemegang saham karena takut piutang mereka tidak akan terbayar (Latiefasari, 2. Keuntungan perusahaan merupakan faktor pertama yang biasanya menjadi pertimbangan direksi, walaupun untuk membayar deviden perusahaan rugipun dapat melaksanakannya, karena adanya cadangan dalam bentuk laba Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Rasio Keuangan Dan Jaminan Aset Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Sektor Industri Dasar Dan Kimiapada Tahun 2016-2019Ay. KAJIAN LITERATUR Rasio Keuangan Menurut Sujarweni . 9 : . analisis rasio keuangan merupakan aktivitas untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara membandingkan satu akun dengan akun lainnya yang ada dalam laporan keuangan, perbandingan tersebut bisa antar akun dalam laporan keuangan neraca maupun laba rugi. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dilihat dari laporan keuangan dan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dilihat dari laporan keuangan dan yang terdiri dari rasio keuangan sebagai berikut: Rasio Likuiditas Menurut Kasmir . 4 : . Rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu untuk memenuhi utang . tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current Ratio(CR). Menurut Fahmi . 5 : . Rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban utang jangka pendeknya secara tepat waktu. Rumus: yaycoycycnycyca ycoycaycuycaycayc Current Ratio(CR)= yaycycycaycuyci ycoycaycuycaycayc Rasio Profitabilitas Menurut Sujarweni . 9 : . Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur tingkat imbalan atau perolehan . dibandingkan penjualan atau aktiva, mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gross Profit Margin (GPM). Menurut Fahmi . 5 : . Rasio Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 profitabilitas digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi, semakain baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rumus: yaycaycayca ycoycuycycuyc Gross Profit Margin . aycEycA) = ycEyceycuycycycaycoycaycu ycayceycycycnEa Rasio Leverage Menurut Fahmi . 5 : . Rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk dalam kategori extreme leverage . tang extri. yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut. Karena itu sebaiknya perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil dan dari mana sumber-sumber yang dapat dipakai membayar utang. Rasio yang digunakan dalam penelitian iniadalah Debt To Total Asset Ratio(DAR). Menurut (Hanafi, 2013 : . Rasio leverage digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi segala kewajiban financialnya apabila perusahaan dilikuiditas. Rumus: Debt To Total Asset ycIycaycycnycu . ayaycI) = ycNycuycycayco ycoycnycaycaycnycoycnycycayc ycNycuycycayco ycaycycyceyc Jaminan Aset Menurut (Brigham dan Houston, 2011 : . jaminan aset adalah aset-aset perusahaan yang dijaminkan oleh perusahaan kepada kreditor. Aset perusahaan ini berupa aset tetap, seperti tanah, bangunan dan peralatan yang biasanya digunakan sebagai jaminan untuk jangka panjang. Rumus: Jaminan aset = ycNycuycycayco ycaycyceyc ycyceycycaycy ycNycuycycayco ycaycyceyc x 100% Pada umumnya utang jangka panjang yang berjaminan akan lebih murah daripada utang tanpa jaminanAy,perusahaan cenderung kurang mengandalkan laba ditahan dalam kegiatan pendanaannya sehingga kecil kemungkinan pemegang obligasi akan membatasi kebijakan dividen perusahaan (Santoso, 2. Kebijakan Dividen Menurut Sudana . 1 : . kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya Dividend Payout Ratio, yaitu besar persentase laba bersih setelah pajak yang bagiannya sebagai dividen pada pemegang saham. Keputusan dividen merupakan bagian pembelanjaaninternal perusahaan. Hal ini karena besar kecilnya dividen yang dibagikan akan memengaruhi besar kecilnya laba yang ditahan. Laba ditahan merupakan salah satu Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 sumber dana internal perusahaan. Kebijakan dividen dapat diukur dengan Dividend Payout Ratio ( DPR). Rumus: ycNycuycycayco yccycnycycnyccyceycu Dividen payout ratio (DPR)= yaycaycayca ycayceycycycnEa Hipotesis Penelitian Adapun Hipotesis penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Current ratio terhadap dividend payout ratio, pengaruh Gross Profit Margin terhadap dividend payout ratio, untuk mengetahui pengaruh Debt To Total Assets ratio terhadap dividend payout apakah jaminan aset berpengaruh terhadap dividend payout ratio METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yang digunakan adalah yang berbentuk metode statistik deskriptif kuantitatif dengan tujuan mengembangkan dan menggunakan model Ae model matematis, teori Ae teori dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena yang diselidiki. Sedangkan Statistik deskriptif adalah untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel atau lebih sifatnya independen untuk mendapatkan gambaran tentang variabelvariabel tersebut. Untuk mengelola data dengan menggunakan nilai mean, standar devisiasi, nilai minimum, nilai maksimum. Variabel tersebut dapat menggambarkan secara sistematik dan akurat mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Sujarweni, 2018 : . Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenisdata sekunder, yaitu sumber data penelitian yang tidak diperoleh secara langsung,akan tetapi diperoleh melalui media perantaraan. Data sekunder berasal dari laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada periode kurun waktu 2016, 2017, 2018 dan 2019 di ambil dari Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini statistik deskriptif, analisis Regresi Linier Berganda dan diuji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian statistik deskriptif Untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel atau lebih sifatnya independen untuk mendapatkan gambaran tentang variabel-variabel tersebut dan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel . Descriptive Statistics Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 Dividen Std Deviation . Aset aximum ean Berdasarkan tabel . 1 tentang pengujian statistik deskriptif diatas menunjukkan bahwa jumlah observasi (N) Dari penelitian ini adalah 68. Pada variabel pertama CR menunjukkan bahwa nilai yang terkecil adalah 0,0 dan terbesar adalah 5. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa jumlah Current Ratio Rata-Rata Current Ratio yang diobservasi adalah sebesar 1. 4113, dan standar . deviation dalam penelitian ini sebesar Pada variabel ke dua Gross Profit Margin. Menunjukkan bahwa nilai yang terkecil adalah 0,0 dan terbesar adalah 0,41. Rata AeRata Gross Profit Margin yang diovservasi adalah sebesar 0,0828. Standar. deviation dalam penelitian ini sebesar 0,09196. Pada variabel ketiga Debt To Total Aset Ratio menunjukkan bahwa nilai yang terkecil adalah 0,0 dan terbesar adalah 2. Rata-Rata Debt To Total Aset Ratio yang diobservasi adalah sebesar 0,4682. Standar. deviation dalam penelitian ini sebesar 0, 51622. Pada variabel ke empat jaminan aset menunjukkan bahwa nilai terkecil adalah 0,0 dan terbesar adalah 1, 01. RataRata jaminanaset yang diobservasi adalah 2,241. Standar. deviation dalam penelitian ini sebesar 22, 200, dan variabel ke lima kebijakan dividen menunjukkan bahwa nilai terkecil adalah 0,0 dan terbesar adalah 122. Rata-Rata kebijakan dividen yang di observasi Standar, deviation dalam penelitian ini sebesar 14. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 Hasil Penelitian Regresi Linier Berganda Tabel 2 Hasil Regresil Linier Berganda Coefficientsa Standar Unstandardize dized d Coefficients Coeffici Model (Constan. Likuiditas Std. Error Beta Leverage Jaminan Aset Profitabilit t Sig. Dependent Variable: Kebijakan Dividen Berdasarkan tabel diatas menunjukkan persamaan regresi linier berganda yang menjelaskan ada atau tidak adanya hubungan antara variabel bebas terhadap variabel Dari data tabel diperoleh hasil persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y= yu yu 1 y1 yu2 y2 yu3y3 yu4y4 e Kebijakan dividen =a yu 1CR yu 2 GPM yu 3 DAR yu 4 Jaminan Aset e Kebijakan dividen = 0,297 Ae 0,726 X1 23. 189 X2 0,508 X3 2. 757 X4 Dari persamaan regresi linier tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Nilai konstanta adalah 0,297. Hal ini menunjukkan bahwa apabila variabel independen bernilai konstanta maka kebijakan dividen 0,297. Koefisien regresi X1 (Current Rati. bernilai negatif yaitu sebesar Ae0,726 yang artinya bahwa apabila CR turun, hal ini dapat menyebabkan dividen turun sebesar Ae 0,726 dengan anggapan variabel independen lainnya dianggap konstan. Koefisien regresi X2 (Gross Profit Margi. bernilai positif sebesar 23. yang berarti bahwa apabila GPM meningkat, maka kebijakan dividen akan naik sebesar 189 dengan anggapan variabel independen lainnya dianggap konstan. Koefisien regresi X3(Debt To Total Aset Rati. bernilai positif sebesar 0,508 yang berarti bahwa apabila DAR turun, maka kebijakan dividen akan turunsebesar 0,508 dengan anggapan variabel independen lainnya dianggap konstan. Koefisien regresi X4. aminan ase. bernilai positif sebesar 2. 757 yang berarti Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 bahwa apabila jaminan aset meningkat, maka kebijakan dividen akan naik sebesar 757dengan anggapan variabel independen lainnya dianggap konstan. Hasil Koefisien korelasi . Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui berapa persen pengaruh yang diberikan variabel X secara silmutan terhadap variabel Y. Tabel 3 Koefisien Determinasi (R Squee. Cha Statistics A Error of djusted the Squa R Estimat Square re R Square e Change urbinWatson Predictors: (Constan. Jaminan Aset. Likuiditas. Leverage. Profitabilitas Dependent Variable: Kebijakan Dividen Sumber : Data Sekunder Diolah SPSS 16. Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai R sebesar 13,3 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel CR. GPM. DAR, dan Jaminan aset dapat dipengaruhi oleh variabel lain secara parsial terhadap kebijakan dividen adalah 86,7% . -13,. Uji t (Uji Parsia. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabelAevariabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Uji t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial . yang diberikan variabel bebas (X) terhadap varibel terikat Y. Dasar pengambilan keputusan: = ( N-K) = . =64 = 0,678 Keterangan: a = tingkat kepercayaan . n = jumlah sampel k = jumlah variable Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 Tabel . Hasil Pengujian Hipotesis (Uji . Coefficientsa Sta Unstanda ndardize Coefficients Coefficie B td. Error Constan Bet Aset Dependent Variable: Kebijakan Dividen Sumber : data sekunder diolah spss 16. Likuiditas (X. berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen dengan demikian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Profitabilitas (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividendengan demikian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Leverage (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividendengan demikian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Jaminan aset (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen dengan demikian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil pengujian statistik dapat dinyatakan bahwa secara parsial Current Ratio berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Sedangkan Gross Profit Margin. Debt To Total Aset Ratio dan Jaminan aset secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2 , 2022 ISSN : 2614-2147 KESIMPULAN Likuiditas(X. secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. Profitabilitas (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. Leverage (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. Jaminan aset (X. berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor indutri dasar dan kimia pada tahun 2016-2019. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan bagi para peneliti berikutnya dapat dijadikan bahan kajian lanjut dapat dikembangkan dengan menggunakan variabel yang lain karena yang masih jarang diteliti sebagai variabel yang diduga memperoleh kebijakan dividen. DAFTAR PUSTAKA