Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia Septi Nugrohoningsih1*. Sri Marmoah2. Fadhil Purnama Adi3 1-3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Indonesia Corresponding email: septinugrohoningsih@student. Histori Artikel: Submit: 25 Maret 2026. Revisi: 15 April 2026. Diterima: 20 April 2026 Publikasi: 22 April 2026. Periode Terbit: Juni 2026 Doi: 10. 23917/jkk. Abstrak Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pendidikan mengadopsi pendekatan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik untuk merespons perkembangan teknologi dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia, serta mengidentifikasi konvergensi paradigma, divergensi strategi implementasi, dan tantangan sistemik yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 50 artikel diidentifikasi dan diseleksi menjadi 36 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis dan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki konvergensi dalam paradigma pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum holistik. Namun, terdapat divergensi dalam implementasi kebijakan, di mana India melalui National Education Policy (NEP) 2020 lebih menonjolkan pendekatan struktural dan sistemik, sementara Indonesia melalui Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pendekatan kontekstual dan desentralistik. Selain itu, kedua negara menghadapi tantangan serupa berupa kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas guru, serta kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. Faktor kunci keberhasilan meliputi kepemimpinan transformasional, penguatan kompetensi guru, integrasi teknologi yang inklusif, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam kajian pendidikan komparatif dan secara praktis memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan kontekstual untuk mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan. Kata Kunci: kurikulum holistik, pembelajaran abad ke-21, kebijakan pendidikan, studi komparatif. India. Indonesia. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Pendahuluan Pendidikan global pada abad ke-21 tengah mengalami transformasi yang fundamental sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi digital yang eksponensial, intensifikasi globalisasi, serta dinamika perubahan sosial yang semakin Transformasi ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis pembelajaran, tetapi juga pada redefinisi tujuan pendidikan itu sendiri, dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengembangan kompetensi holistik yang mencakup dimensi kognitif, afektif, sosial, dan metakognitif. Dalam konteks ini, peserta didik dituntut untuk memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital, yang secara simultan paradigma pembelajaran dari teachercentered learning menuju learner-centered learning (Kumar, 2. Transformasi ini juga menempatkan teknologi sebagai ekosistem pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman (Mohamed Hashim et al. , 2. Percepatan transformasi pendidikan semakin menguat sejak pandemi COVID-19, yang secara drastis mendorong adopsi pembelajaran daring, penggunaan platform digital, serta integrasi teknologi berbasis Fenomena ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi telah mengubah lanskap pendidikan global secara permanen menuju model pembelajaran hibrida dan Teknologi penyusunan jalur belajar yang lebih fleksibel, inklusif, dan efisien, serta Sustainable Development Goals (SDG. di bidang pendidikan (Ferdiansyah et al. , 2023. Strielkowski et al. , 2. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan struktural yang signifikan, seperti kesenjangan akses teknologi, disparitas kualitas sumber daya manusia, serta kebutuhan rekonstruksi kurikulum dan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif. Oleh karena itu, implementasi Education 4. membutuhkan kepemimpinan pendidikan yang inovatif, kebijakan yang inklusif, serta strategi transformasi yang berkelanjutan (Guo-Brennan, 2. Dalam tersebut, kurikulum holistik muncul sebagai pendekatan strategis yang menekankan integrasi berbagai dimensi perkembangan Kurikulum ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada emosional, serta keterampilan hidup yang relevan dengan konteks global. Pendekatan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai, kompetensi, dan life skills seperti empati, adaptabilitas, dan kemampuan berpikir kritis dalam satu kesatuan sistem pembelajaran (Miseliunaite et al. , 2. Dengan demikian, kurikulum holistik dapat dipandang sebagai paradigma pendidikan yang lebih humanistik, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan manusia Implementasi kurikulum holistik telah diadopsi di berbagai negara, termasuk Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai spiritual dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Hamami & Nuryana. Studi menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 mendorong kreativitas, serta memperkuat kesejahteraan emosional, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap (Rianawaty Namun, kendala struktural seperti keterbatasan kebijakan pendukung, belum optimalnya pelatihan guru, serta tingginya kebutuhan sumber daya pendidikan (Chan & Luk. Oleh karena itu, penguatan kurikulum holistik memerlukan sinergi antara kebijakan, praktik pedagogis, dan kesiapan institusi pendidikan. Kebijakan pendidikan memegang transformasi dalam mengarahkan sistem pendidikan agar selaras dengan kebutuhan global dan konteks lokal. Kebijakan yang efektif tidak hanya dirumuskan pada tingkat hingga tingkat satuan pendidikan (Azzahra & Marmoah, 2. Selain itu, kebijakan pendidikan juga mencerminkan ideologi, nilai sosial, serta orientasi pembangunan suatu negara (Pavel & Isak, 2. Dalam era revolusi industri keempat, kebijakan pendidikan dituntut untuk bersifat adaptif melalui integrasi teknologi, penguatan kompetensi abad ke-21, serta penerapan prinsip inklusivitas dalam pembelajaran (Mohamed Hashim et al. , 2. Namun, implementasi masih menjadi tantangan utama, terutama akibat resistensi perubahan dan keterbatasan sumber daya (Etukakpan et al. , 2. Di Indonesia, reformasi kurikulum melalui Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka mencerminkan upaya sistematis dalam mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 dengan penguatan karakter berbasis nilai Pancasila. Kurikulum Merdeka secara berdiferensiasi, pendekatan berbasis proyek, mengembangkan pembelajaran kontekstual (Hasanah et al. , 2. Meskipun demikian, tantangan berupa kesenjangan kualitas guru, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya literasi digital di beberapa wilayah (Martha et al. , 2. Pemerintah terus mendorong inovasi pedagogis dan penguatan literasi digital sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional (Yetti, 2024a. Zulela et al. , 2. Sementara itu. India melalui National Education Policy (NEP) 2020 mengadopsi pendekatan pendidikan yang holistik, multidisipliner, dan fleksibel. Kebijakan ini memperkenalkan sistem multiple entry-exit, integrasi teknologi, serta penguatan pendidikan karakter dalam kerangka pembelajaran abad ke-21 (Kulal et al. , 2024. Sharma et al. , 2. NEP 2020 juga menekankan pentingnya otonomi institusi dan peningkatan kualitas guru sebagai faktor kunci keberhasilan transformasi Namun. Indonesia. India tantangan implementasi akibat keragaman sosial, ekonomi, dan geografis yang memengaruhi pemerataan akses pendidikan (Arun et al. , 2. Dalam konteks tersebut, studi komparatif menjadi pendekatan yang relevan untuk mengidentifikasi praktik . est perbedaan kontekstual, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pendidikan di berbagai Perbandingan antara Indonesia dan India menjadi menarik karena kedua negara memiliki karakteristik yang serupa sebagai negara berkembang dengan kompleksitas demografis yang tinggi, namun memiliki pendekatan kebijakan yang berbeda dalam Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 mengimplementasikan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 (Kultsum et , 2022. Rohman et al. , 2. Selain itu, pendekatan komparatif juga mendukung evidence-based melalui analisis empiris yang sistematis (Phadnis et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia secara komprehensif. Fokus utama penelitian ini meliputi analisis karakteristik kebijakan pendidikan India pasca NEP 2020, evaluasi arah kebijakan kurikulum di Indonesia, serta identifikasi implementasi kebijakan di kedua negara. Secara berkontribusi dalam memperkaya literatur berkembang dengan kompleksitas sosial yang tinggi. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pendidikan dalam merancang kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan kontekstual. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan global abad Metode Penelitian pendekatan Systematic Literature Review (SLR) komprehensif kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di Indonesia dan India. Pendekatan SLR dipilih karena memungkinkan peneliti melakukan sintesis sistematis terhadap temuan-temuan penelitian sebelumnya secara transparan, terstruktur, dan dapat Proses SLR dilakukan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur yang relevan dengan fokus kajian. Search Strategy Pencarian secara sistematis terhadap berbagai basis data akademik internasional, termasuk Semantic Scholar. PubMed. Scopus, dan Google Scholar. Proses pencarian menggunakan kombinasi kata kunci seperti Auholistic curriculumAy. Au21st century learningAy. Aueducation policyAy. AuIndiaAy, dan AuIndonesiaAy. Sebanyak 50 artikel berhasil diidentifikasi dari hasil penelusuran awal melalui 19 strategi pencarian dan satu penelusuran berbasis citation Setelah dilakukan proses penyaringan berdasarkan relevansi terhadap analisis kebijakan komparatif, desain kurikulum, implementasi, dan hasil empiris, sebanyak 36 artikel dipilih untuk dianalisis lebih lanjut dalam kajian ini. Strategi pencarian dikembangkan dalam enam fokus utama, yaitu: konsep dasar pendidikan holistik, dokumen kebijakan nasional, pendekatan interdisipliner dalam konsep terkait seperti literasi digital dan kompetensi abad ke-21. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Kriteria Inklusi dan Eksklusi Untuk menjaga kualitas dan menetapkan kriteria sebagai berikut: Kriteria inklusi: Artikel dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir . 5Ae2. Terindeks dalam Scopus. SINTA, atau Google Scholar Membahas kurikulum holistik, pembelajaran abad ke-21, atau kebijakan pendidikan Berfokus pada konteks Indonesia. India, atau keduanya Artikel telah melalui proses peer pembacaan teks penuh, dan penetapan artikel akhir yang Dari total artikel yang ditemukan, diperoleh 36 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Identification of studies via databases Identification studi empiris mengenai dampak kebijakan pendidikan. Screening Records identified from*: Scopus . = . Google Scholar . = . Semantic Scholar . = . PubMed . = . Records screened . = . Records excluded** . = . Reports sought for retrieval . = . Reports not retrieved . = . Prosedur Seleksi Studi Proses seleksi dilakukan secara bertahap dengan mengadaptasi alur PRISMA, yaitu: Identifikasi artikel dari berbagai penghapusan duplikasi, penyaringan berdasarkan judul dan abstrak. Included Reports assessed for eligibility . = . Kriteria eksklusi: Artikel yang tidak relevan dengan fokus kebijakan pendidikan Publikasi non-akademik atau tidak Artikel dengan data tidak lengkap atau tidak dapat diakses penuh Studi yang tidak membahas aspek kurikulum atau pembelajaran secara langsung Records removed before Duplicate records removed . = . Records marked as ineligible by automation tools . = . Records removed for other reasons . = . Reports excluded: Reason 1 . = . Reason 2 . = . Reason 3 . = . Studies included in review . = . Reports of included studies . = . Gambar 1. PRISMA Flow Diagram Proses Seleksi Studi Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan pendekatan thematic analysis yang mengacu pada kerangka Braun & Clarke . , melalui tahapan: open coding untuk mengidentifikasi konsep utama, axial coding untuk mengelompokkan data ke dalam kurikulum, kompetensi abad ke-21, dan strategi implementasi, serta selective coding untuk merumuskan tema-tema inti. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Selanjutnya, dilakukan analisis matriks perbandingan yang diadaptasi dari kerangka Matthew B. Miles. Michael Huberman, dan Johnny Saldaya . guna mengidentifikasi pola persamaan, perbedaan, serta faktor kontekstual dalam kebijakan pendidikan kedua negara. Validitas dan Reliabilitas Untuk menjamin validitas dan menggunakan sumber literatur yang telah melalui proses peer review dan berasal dari basis data akademik Selain itu, transparansi prosedur pencarian dan seleksi literatur dijaga agar penelitian ini dapat direplikasi oleh peneliti lain. Hasil dan Pembahasan Hasil systematic literature review mengidentifikasi sejumlah karakteristik utama kebijakan pendidikan India pasca implementasi National Education Policy (NEP) 2020, yang mencerminkan orientasi menuju pendidikan holistik, multidisipliner, dan adaptif terhadap tuntutan abad ke-21. Sintesis temuan dari berbagai studi yang dianalisis dirangkum pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Kebijakan Pendidikan India Pasca NEP 2020 Judul Jurnal Hasil Penelitian A Critical Study on the Holistic and Multidisciplinary Approach of National Education Policy 2020 (NEP 2. in India Bhabataran Bhakat 2025 International Journal For Multidisciplinar y Research Kebijakan NEP 2020 menekankan integrasi pendidikan holistik dan multidisipliner dalam sistem pendidikan India. India's 2020 National Education Policy: A Multidisciplinary. Holistic, and Sustainable Approach Balram Singh. Harishchandra Singh 2025 International Journal of Advanced Research in Science. Communication and Technology NEP 2020 mengadopsi pendekatan pendidikan yang bersifat holistik, multidisipliner, dan berkelanjutan dengan tujuan mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Kebijakan ini juga diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing dalam konteks pendidikan global. Transforming education in OECD Reformasi pendidikan Indonesia Indonesia Education Policy melalui program Merdeka Belajar bertujuan meningkatkan hasil belajar Perspectives sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan Pendekatan ini menekankan penguatan keterampilan abad ke-21, asesmen holistik, serta inovasi dalam praktik pembelajaran. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Kurikulum Merdeka: Memperkuat Keterampilan Abad 21 untuk Generasi Emas. Mongkau. Pangkey Journal on Education Kurikulum Merdeka terbukti mampu memperkuat keterampilan abad ke-21 dengan menekankan pengembangan potensi individu, pendidikan karakter, serta kolaborasi antara sekolah, guru, dan masyarakat. Pendekatan ini mendukung terbentuknya generasi unggul yang adaptif terhadap Transformasi Kurikulum Indonesia: Adaptasi Kebijakan Pendidikan di Era Globalisasi Melalui Kurikulum Merdeka dan Integrasi Deep Learning Laila Fathimah. Muhammad Sofwan. Ilham Putra Pratama. Siti Halimah Tarbiatuna: Jou rnal of Islamic Education Studies Transformasi kurikulum di Indonesia melalui integrasi Kurikulum Merdeka dan deep learning berpotensi meningkatkan daya saing nasional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pemerataan infrastruktur serta peningkatan kapasitas dan kompetensi guru. 21st Century Skills and Character Education: Building Indonesia's FutureReady Generation Okki Dwi Cahya. Siti Meliyani Journal of Smart Pedagogy and Education Integrasi keterampilan abad ke-21 dan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan Indonesia memerlukan dukungan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan profesional guru dan pemerataan akses digital. Evaluasi yang komprehensif juga diperlukan untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan. Curriculum Development For 21st Century Skills: Trends. Challenges, and Solutions MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Pengembangan kurikulum abad ke-21 menunjukkan tren menuju pembelajaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan, namun menghadapi Kayalo Hasibuan. Aisan Ledy. Fathia Zawatha Az-Zahra 2024 Jurnal Hasil Penelitian berbagai tantangan implementasi. Solusi yang diusulkan meliputi sinkronisasi kebijakan, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta pemanfaatan teknologi inovatif. Evaluating the K-13 Versus Merdeka Curriculum : Impacts on Primary. Junior, and Senior High School Education in Indonesia Endra Priawasana. Singgih Subiyantoro 2024 Kurikulum Merdeka dinilai lebih efektif dibandingkan Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala seperti kesiapan guru, distribusi sumber daya, dan dukungan sistem pendidikan. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Jurnal Hasil Penelitian Merdeka Curriculum: Adaptation of Indonesian Education Policy in the Digital Era and Global Challenges Septinus Saa Revista de Gestyo Social e Ambiental Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era Namun, keberhasilan implementasinya membutuhkan penguatan pelatihan guru dan dukungan teknologi yang memadai. Philosophical Foundations of Holistic Education in the 21st Century Muhammad Nasir. Muhammad Khairul Rijal. Amie Primarni. Lucas Lima. Singgih Prastawa International Journal of Educational Narratives Pendidikan holistik mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, empati, dan pertumbuhan pribadi peserta didik. Pendekatan ini menawarkan alternatif yang lebih inklusif dan adaptif dibandingkan model pendidikan tradisional yang berorientasi pada capaian akademik AuA Comparative Theoretical Review of Indian and Western Educational Philosophers: Tracing Their Impact on Contemporary Pedagogy" Manoj Sil. Arupa Dutta 2025 International Journal For Multidisciplinar y Research Filosofi pendidikan India dan Barat menunjukkan konvergensi dalam membentuk pedagogi modern yang berorientasi pada peserta didik. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap keberagaman Landasan Konseptual BLAZE : Jurnal Kurikulum Pendidikan: Perspektif Kedudukan. Jenis, dan Konsep Ideal Achmad Junaedi Sitika. Aliyah Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik Salsabila Putri. Siti Lathifah. Tiara Khaerani Hasibuan 2025 dan Pengemban Konsep kurikulum ideal di Indonesia perlu mengintegrasikan pendekatan akademik, humanistik, teknologi, dan rekonstruksi sosial. Hal ini bertujuan menciptakan pembelajaran yang relevan, partisipatif, dan bermakna bagi peserta didik abad ke-21. Pendekatan Holistik Dalam Pendidikan Studi Kasus Koloborasi Kurikulum Merdeka Dan Cambridge Farid. Muhamad Nurul Asro. Maulana Alfan Izzul Muttakin. Eva luthfi Fakhru Ahsani 2025 Al-Mubtadi: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pendekatan holistik dalam Kurikulum Merdeka yang dikombinasikan dengan kurikulum internasional mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Keberhasilan ini didukung oleh kolaborasi antara guru, orang tua, dan Integrating Indian Knowledge Systems into International Journal For Integrasi sistem pengetahuan India ke dalam pendidikan modern berperan Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Jurnal Hasil Penelitian Modern Education: A Comparative State-wise Analysis Anshita Sahu Multidisciplinar y Research penting dalam mendorong inovasi dan Selain itu, pendekatan ini juga memperkuat identitas nasional dalam konteks globalisasi pendidikan. Pedagogical innovation and curricular adaptation in enhancing digital literacy: A local wisdom approach for sustainable development in Indonesia context Asmayawati. Yufiarti. Yetti Journal of Open Innovation: Technology. Market, and Complexity Inovasi pedagogi dan adaptasi kurikulum terbukti meningkatkan literasi digital pada pendidikan anak usia dini. Pendekatan berbasis kearifan lokal berperan sebagai mediator penting dalam meningkatkan efektivitas Project-Based Education: Building 21st Century Creative and Collaborative Skills for Future Generations Siddik Romadhan 2023 Journal of Islamic Elementary Education Pembelajaran berbasis proyek efektif dalam mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala sumber daya. Study Policies of Two Ministries in Implementing the Education Curriculum in Indonesia Badrut Tamami. Hilmy. Iksan Kamil Sahri. Siti Rosilawati Ramlan 2025 Al-Hayat: Journal of Islamic Education Sinergi kebijakan antar kementerian di Indonesia dapat memperkuat kurikulum holistik. Hal ini berkontribusi pada pengembangan kecerdasan intelektual dan karakter. Curriculum Design For Developing 21st-Century Skills: A Case Study Of An Islamic High School Sinta Dewi. Fakhruddin Agus. Abid Nurhuda. Lathif Nur Muhammad Research in Education and Rehabilitation Desain kurikulum holistik mampu mengembangkan keterampilan abad ke21 seperti kepemimpinan dan kesadaran Integrasi berbagai kurikulum menjadi faktor keberhasilan. Designing a Transglobal Leadership Model to Optimize Holistic Learning Within The Independent Learning Framework Gilly Marlya Tiwow. Arsana. Dolonseda 2025 Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Model kepemimpinan transglobal mendukung implementasi pembelajaran Kepemimpinan sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan. Evaluating Holistic Education and Digital Learning model for advancing SDG4: a Cogent Social Sciences Model pendidikan holistik berbasis digital meningkatkan kemampuan literasi siswa secara signifikan. Pendekatan ini efektif terutama di wilayah pedesaan. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Jurnal Hasil Penelitian longitudinal mixed-effects modeling approach Prema Nedungadi. Radhika Menon. Georg Gutjahr. Raman 2024 A holisticAeintegrative approach of the Muhammadiyah education system in Indonesia Tasman Hamami. Zalik Nuryana HTS Teologiese Studies / Theological Studies Kurikulum holistik-integratif di sekolah Muhammadiyah mampu mengembangkan aspek spiritual, emosional, dan intelektual siswa. Integrasi nilai agama dan ilmu pengetahuan menjadi keunggulan Can Holistic Education Solve the WorldAos Problems: A Systematic Literature Review Brigita Miselinait. Kliziene. Gintautas Cibulskas Sustainability Pendidikan holistik memiliki potensi besar dalam transformasi sosial dan Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur dampaknya secara luas. Indonesian Education Curriculum Policy: Adaptation To Era 5. 0 And Preparation For Era 6. Annisa Retno Utami. Fitria Haquei. Madhakomala 2025 MORFAI JOURNAL Kebijakan pendidikan Indonesia perlu beradaptasi dengan era 5. 0 dan 6. Tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur dan pelatihan guru. Evolusi Kurikulum Sekolah Dasar di Indonesia dari Masa Ke Masa Syudirman. I Wayan Suastra. I Wayan Lasmawan Global Education Trends Kurikulum di Indonesia mengalami evolusi dari berbasis konten menuju berbasis kompetensi. Perubahan ini menekankan keterampilan abad ke-21 dan karakter Study on Implementation of Integrated Curriculum in Indonesia Erwin Akib. Imran. Mahtari. Muhammad Rifqi Mahmud. Anggy Giri Prawiyogy. Irfan Supriatna. Mt Hartono Ikhsan 2020 Kurikulum terpadu meningkatkan kesiapan siswa menghadapi tantangan Pendekatan ini mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Designing a holistic curriculum: Challenges and Journal on Islamic Studies Integrasi pendidikan Islam dengan ilmu modern meningkatkan kualitas opportunities in islamic Raqib Moslimany. Anzar Otaibi. Frugo Shaikh 2024 pendidikan holistik. Kolaborasi komunitas dan teknologi menjadi faktor Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Jurnal Hasil Penelitian The integration of 21st century skills in the curriculum of education Herlinawati. Marwa Marwa. Noriah Ismail. Junaidi. Liza. Dominikus David Biondi Situmorang Heliyon Pemahaman guru terhadap keterampilan abad ke-21 memengaruhi kualitas pembelajaran. Tantangan utama terletak pada kesiapan dan adaptasi guru. Pembelajaran Holistik. Konstektual dan Futuristik Aulia Arsinta. Abdur Rahman. Taufiqur Rahman TSAQOFAH Pendekatan pembelajaran holistik dan futuristik mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Namun, masih terkendala sumber daya dan kesiapan guru. Components of Education 4. in 21st Century Skills Frameworks: Systematic Review Gonzylez-Pyrez. RamyrezMontoya 2022 Sustainability Integrasi Education 4. 0 dalam kurikulum meningkatkan pengembangan keterampilan masa Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan sosial global. Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Berbagai Kurikulum Much Nuril Huda, 2025 Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan paling adaptif dalam menjawab tantangan pendidikan abad Pergeseran dari behavioristik ke konstruktivistik menjadi ciri utama. Strengthening Learning Priorities in the 21st Century: Review of Islamic Education Policy in Indonesia Bima Fandi Asy'arie. Agung Heru Setiadi. Mochammad Firdaus. Rijal Mahdi. Moh. Aly Mustofa 2024 Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia perlu menekankan literasi dasar dan keterampilan abad ke-21. Dukungan guru dan evaluasi menjadi faktor penting. A Holistic and Transformative Approach to Higher Education in India: Bridging Global Perspectives with Local Realities Boregowda M. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology Pendekatan pendidikan holistik di India meningkatkan kualitas lulusan melalui pengembangan kecerdasan emosional dan etika. Namun, masih menghadapi hambatan sistemik. Towards developing a 21st Cogent Social Kerangka Community of Inquiry (CoI) century curriculum through the perspective of the community of inquiry (CoI) Sciences efektif dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21. Pendekatan ini meningkatkan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Judul Jurnal Hasil Penelitian Yidana. Gabriel Kwasi Aboagye 2024 Holistic Education: Shaping Students' Strong Character and Emotional Intelligence to Face Global Challenges Ach. Puniman 2023 Journal of Islamic Elementary Education Pendidikan holistik mampu membentuk karakter, empati, dan kecerdasan emosional siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi keterbatasan sumber daya. 21st-Century Education Innovations: Solutions to Solving Problems Learning in Edutechnium Journal of Educational Inovasi pendidikan abad ke-21 berbasis pembelajaran konstruktivistik meningkatkan kualitas pendidikan. Indonesia Abd Hakim Muslim. Irhamudin. Kalim Ullah 2022 Technology Pendekatan ini menekankan peran aktif siswa dalam belajar. Implementasi dan dampak pendidikan holistik berbasis lingkungan pada siswa: studi kasus di sekolah alam Syukri Fathudin Achmad Widodo. Mr. Anik Widiastuti. Touheed Ahmed. Shahzeb Shahzeb 2024 HUMANIKA Pendidikan holistik berbasis lingkungan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Keterlibatan orang tua menjadi faktor pendukung Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa Konvergensi Paradigma: Transisi kebijakan NEP 2020 secara konsisten holistik dan multidisipliner dalam sistem Menuju Pendidikan Holistik dan Pembelajaran Abad ke-21 Hasil systematic literature review mengembangkan potensi peserta didik menunjukkan adanya kecenderungan konvergensi paradigma pendidikan Selain fleksibilitas jalur pembelajaran melalui skema multiple entry-exit serta integrasi antara India dan Indonesia dalam Transformasi ini ditandai dengan keterampilan abad ke-21 menjadi karakteristik dominan dalam reformasi India. Temuan pergeseran dari pendekatan pendidikan . ontent-based educatio. menuju pendekatan berbasis paradigma dari pendekatan berbasis hafalan menuju pembelajaran berbasis pengembangan kompetensi holistik . olistic competency-based educatio. Dalam konteks ini, pendidikan tidak lagi pengembangan kompetensi. diposisikan sebagai proses transfer pengetahuan semata, melainkan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 yang mencakup dimensi kognitif, afektif, , 2. Sementara itu. Indonesia sosial, dan moral. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan melalui Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, penguatan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi . C), serta literasi digital sebagai kompetensi utama karakter, serta pendekatan berbasis proyek yang kontekstual (Hasanah et al. Meskipun peserta didik (Kumar, 2. Konvergensi ini terlihat jelas dalam arah kebijakan pendidikan kedua negara. kesamaan orientasi dalam membangun India melalui National Education Policy (NEP) 2020 menekankan pendekatan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global. Untuk kurikulum yang memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi secara menyeluruh (Kulal et al. , 2024. Sharma et konvergensi tersebut, hasil sintesis literatur dirangkum dalam Tabel 2 Tabel 2. Konvergensi Prinsip Pendidikan Abad ke-21 di India dan Indonesia Aspek India (NEP 2. Paradigma Pembelajaran Kompetensi Utama Pendekatan Kurikulum Peran Teknologi Multidisipliner dan 4C, literasi digital. Fleksibel, multiple entry-exit Integrasi AI dan digital learning Global Orientasi Pendidikan Indonesia (Kurikulum Merdeka & K-. Student-centered dan 4C, literasi. Profil Pelajar Pancasila Diferensiasi dan berbasis Penguatan literasi digital Kontekstual dan berbasis Sintesis Konvergensi Berpusat pada peserta Integrasi kompetensi abad ke-21 Adaptif dan personal Digitalisasi Holistik dan Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa kedua negara memiliki kesamaan mendasar dalam mengarahkan sistem paradigma yang sama, yaitu pendidikan pendidikan menuju pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel, dan berorientasi holistik berbasis peserta didik. Hal ini paradigma pendidikan tidak berarti Meskipun India lebih menonjol dalam fleksibilitas struktural melalui sistem multiple entry-exit, sedangkan Indonesia homogenisasi kebijakan, melainkan kesamaan arah dalam tujuan pendidikan global yang diadaptasi sesuai konteks nasional masing-masing. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Lebih lanjut, konvergensi ini juga diperkuat oleh integrasi pendekatan pendidikan holistik yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik penguatan Profil Pelajar Pancasila, sedangkan di India diintegrasikan melalui penguatan nilai etika dan dan non-akademik. Pendidikan holistik tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan kewarganegaraan global dalam NEP Untuk karakter, empati, dan kesejahteraan emosional peserta didik (Miseliunaite et , 2. Dalam konteks Indonesia, terkait dimensi kompetensi yang dikembangkan, sintesis temuan literatur disajikan pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Dimensi Kompetensi Holistik dalam Pendidikan India dan Indonesia Dimensi Kompetensi Kognitif Implementasi di India Implementasi di Indonesia Pembelajaran berbasis proyek dan inquiry Profil Pelajar Pancasila Digital Pembelajaran konseptual dan multidisipliner Pendidikan karakter dan nilai etika Kolaborasi dan global Integrasi teknologi dan AI Kreativitas Fleksibilitas kurikulum Diferensiasi pembelajaran Afektif Sosial Kolaborasi dan pembelajaran kontekstual Literasi digital dan media Dampak yang Dilaporkan Peningkatan berpikir Penguatan karakter dan empati Peningkatan keterampilan sosial Peningkatan literasi Peningkatan inovasi Tabel 3 menunjukkan bahwa dikembangkan dalam sistem pendidikan integrasi pendidikan karakter dalam kedua sistem pendidikan menunjukkan kedua negara memiliki kesamaan yang signifikan, terutama dalam integrasi aspek kognitif, afektif, sosial, dan digital. komponen penting dalam pembelajaran abad ke-21. Dari sisi dampak, berbagai studi Hal ini memperkuat argumen bahwa pendidikan holistik menjadi paradigma dominan dalam transformasi pendidikan menunjukkan bahwa pendekatan ini berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa, kemampuan problem Implementasi berbasis proyek di Indonesia dan pendekatan multidisipliner di India, solving, serta kesiapan menghadapi tantangan global (Rianawaty et al. , 2021. Nedungadi et al. , 2. Namun, misalnya, sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik efektivitas implementasi tetap sangat bergantung pada faktor kontekstual seperti kesiapan guru, dukungan (Pangestu et al. , 2. Selain itu, kebijakan, serta infrastruktur pendidikan Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 (Chan & Luk, 2. Dengan demikian. India melalui National Education Policy paradigma pada level konseptual, implementasi di lapangan masih (NEP) 2020 cenderung mengadopsi pendekatan struktural dan sistemik, sedangkan Indonesia melalui Kurikulum menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh kondisi masing-masing negara. Secara keseluruhan, temuan ini 2013 dan Kurikulum Merdeka lebih menekankan pendekatan kontekstual dan desentralistik. menegaskan bahwa pendidikan abad ke21 telah bergerak menuju paradigma yang lebih integratif dan holistik, di Pendekatan diterapkan di India tercermin dalam desain kebijakan yang bersifat makro mana pengembangan kompetensi tidak terintegrasi dalam satu ekosistem dan terintegrasi secara sistemik, seperti penerapan skema multiple entry-exit, sistem kredit akademik, serta integrasi Konvergensi antara India dan Indonesia menunjukkan bahwa lintas disiplin dalam kurikulum (Kulal et , 2. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dalam jalur negara berkembang pun mampu mobilitas akademik peserta didik. Selain paradigma global ini, meskipun dengan pendekatan yang berbeda sesuai konteks itu. NEP 2020 juga menekankan restrukturisasi kelembagaan, penguatan Divergensi Strategis: Perbedaan Pendekatan Struktural standardisasi kualitas pendidikan secara nasional (Sharma et al. , 2. Dengan demikian, pendekatan India lebih Kontekstual dalam Implementasi Kebijakan Pendidikan Meskipun India dan Indonesia berorientasi pada transformasi sistem pendidikan secara menyeluruh melalui perubahan struktur dan regulasi. paradigma pendidikan abad ke-21, hasil systematic literature review mengungkap Sebaliknya. Indonesia mengadopsi pendekatan yang lebih kontekstual dengan memberikan otonomi yang lebih adanya divergensi yang signifikan dalam Divergensi ini terutama besar kepada satuan pendidikan dalam Kurikulum Merdeka, terletak pada perbedaan pendekatan memberikan fleksibilitas kepada guru dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta prinsip pendidikan holistik ke dalam praktik kebijakan dan pembelajaran. didik serta kondisi lokal (Hasanah et al. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Pendekatan berkembang dari praktik di lapangan, pentingnya diferensiasi pembelajaran, integrasi kearifan lokal, serta penguatan nilai karakter melalui Profil Pelajar bukan semata dari desain kebijakan Untuk memperjelas perbedaan Pancasila. Dengan kata lain, transformasi pendidikan di Indonesia lebih bersifat bottom-up, di mana inovasi pembelajaran strategis tersebut, hasil sintesis literatur dirangkum dalam Tabel 4 berikut. Tabel 4. Perbandingan Pendekatan Implementasi Kebijakan Pendidikan India dan Indonesia Aspek Strategis India (NEP 2. Pendekatan Kebijakan Struktur Kurikulum Integrasi Disiplin Otonomi Institusi Standarisasi Top-down, sistemik Fleksibel berbasis sistem kredit Multidisipliner formal Otonomi perguruan Tinggi . Indonesia (Kurikulum Merdeka & K-. Bottom-up. Fleksibel berbasis konteks lokal Interdisipliner Otonomi sekolah Moderat . Implikasi Variasi implementasi Adaptasi kebutuhan siswa Pendekatan berbeda, tujuan sama Tingkat fleksibilitas Kualitas vs relevansi Berdasarkan Tabel 4, terlihat bahwa India menekankan konsistensi dan standarisasi melalui kebijakan nasional India mengedepankan efisiensi sistem dan yang terintegrasi, sementara Indonesia lebih menekankan fleksibilitas dan relevansi lokal. Pendekatan top-down di integrasi nasional sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing global, sedangkan Indonesia lebih menekankan India memungkinkan implementasi kebijakan yang lebih terstruktur dan inklusivitas dan kontekstualitas sebagai upaya untuk menjawab keragaman terukur, namun berpotensi kurang responsif terhadap keragaman lokal (Fadlullah et al. , 2. Sebaliknya, sosial dan budaya. Dengan demikian, divergensi ini menunjukkan bahwa pendekatan bottom-up di Indonesia memberikan ruang inovasi yang lebih luas bagi guru dan sekolah, tetapi juga pendidikan sangat dipengaruhi oleh konteks nasional masing-masing negara (Pavel & Isak, 2. berpotensi menimbulkan variasi kualitas implementasi antar wilayah. Pembahasan Untuk memperdalam analisis. Tabel perbandingan strategi implementasi dan menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Tabel 5. Strategi Implementasi dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Strategi India Indonesia Reformasi Sistem Pengembangan Guru Integrasi Teknologi Evaluasi Pembelajaran Inovasi Pembelajaran Restrukturisasi pendidikan nasional Pelatihan terstandar Digitalisasi sistem Standarisasi asesmen Adaptasi kurikulum di tingkat sekolah Pelatihan berbasis kebutuhan lokal Literasi digital bertahap Terstruktur dan sistemik Asesmen autentik dan Fleksibel dan kontekstual Dampak terhadap Pembelajaran Transformasi sistem vs Variasi kompetensi Ketimpangan akses Perbedaan pendekatan Kreativitas vs Tabel 5 menunjukkan bahwa strategi implementasi kebijakan di kedua sementara Indonesia lebih menekankan negara memiliki implikasi langsung terhadap praktik pembelajaran. Di India, pengembangan profesional berbasis kebutuhan lokal (Cahya & Meliyani, pendidikan yang lebih konsisten dan Hal ini berdampak pada variasi mengimplementasikan kurikulum, yang evaluasi dan pengendalian kualitas. Namun, pendekatan ini juga berpotensi pada akhirnya memengaruhi kualitas pembelajaran di kelas (Herlinawati et al. Selain itu, integrasi teknologi juga membatasi fleksibilitas guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Sebaliknya, di Indonesia, fleksibilitas menunjukkan perbedaan signifikan, di mana India lebih cepat memberikan ruang bagi guru untuk pendidikan, sedangkan Indonesia masih menghadapi tantangan infrastruktur dan literasi digital (Martha et al. , 2. pembelajaran dengan kebutuhan siswa, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas Secara keseluruhan, divergensi strategis antara India dan Indonesia menunjukkan bahwa tidak terdapat satu pendidikan secara nasional (Adhantoro et al. , 2. Lebih lanjut, perbedaan dalam diterapkan secara universal dalam reformasi pendidikan. Keberhasilan strategi pengembangan guru juga menjadi faktor penting dalam divergensi India bergantung pada kesesuaian antara desain kebijakan dengan konteks sosial, mengadopsi pendekatan pelatihan guru budaya, dan institusional masing-masing Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Oleh karena itu, pendekatan kesenjangan antara desain kebijakan hibrida yang menggabungkan kekuatan struktural dan kontekstual dapat menjadi alternatif strategis dalam . olicy desig. dan implementasi . olicy enactmen. yang menjadi isu krusial kebijakan pendidikan di masa depan. (Etukakpan et al. , 2. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh kedua negara adalah kesenjangan infrastruktur pendidikan, khususnya terkait akses teknologi Di India, meskipun terdapat Tantangan Sistemik dan Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Kebijakan Pendidikan Hasil systematic literature review menunjukkan bahwa meskipun India dan Indonesia telah mengadopsi kebijakan pendidikan yang berorientasi pembelajaran abad ke-21, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai Tantangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural dan kultural, yang mencakup aspek infrastruktur, sumber daya manusia, tata kelola kebijakan, serta kesiapan institusi pendidikan. Temuan kemajuan dalam digitalisasi pendidikan, wilayah pedesaan masih menghadapi perangkat pembelajaran digital (Arun et , 2. Hal yang serupa juga terjadi di Indonesia, di mana disparitas antar wilayah menyebabkan berbasis teknologi (Martha et al. , 2. Kesenjangan ini berdampak langsung terhadap efektivitas pembelajaran abad ke-21 yang sangat bergantung pada integrasi teknologi. Tabel 6. Tantangan Sistemik Implementasi Kebijakan Pendidikan di India dan Indonesia Aspek Tantangan Infrastruktur Digital Kualitas Guru India Indonesia Dampak Keterbatasan di wilayah Variasi kompetensi guru Kebijakan Ketimpangan akses Ketidakkonsistenan Inefisiensi kebijakan Sumber Daya Implementasi tidak Keterbatasan anggaran Kesenjangan antar Pelatihan belum Gap pusat-daerah Hambatan inovasi Budaya Pendidikan Resistensi terhadap Distribusi tidak Adaptasi lambat Berdasarkan Tabel 6, terlihat bahwa tantangan sistemik yang dihadapi oleh Hambatan transformasi India dan Indonesia memiliki pola yang Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 intensitas yang berbeda. Kesenjangan Resistensi infrastruktur digital menjadi isu paling implementasi pembelajaran berbasis perubahan, baik di kalangan guru maupun institusi pendidikan, menjadi teknologi (Anggraini et al. , 2. Selain itu, kualitas dan kesiapan guru juga menjadi faktor kritis, di mana masih pendekatan pembelajaran yang lebih (Hasibuan et al. , 2. Hal ini terdapat variasi kompetensi dalam pembelajaran abad ke-21 (Herlinawati et pendidikan tidak hanya membutuhkan perubahan struktural, tetapi juga , 2. Di Indonesia, tantangan ini diperparah oleh kesenjangan antara kebijakan pusat dan implementasi di perubahan paradigma dan budaya Selain tantangan, penelitian ini juga daerah, yang menyebabkan inkonsistensi dalam pelaksanaan kurikulum (Tamami et al. , 2. Sementara itu, di India, mengidentifikasi sejumlah faktor kunci implementasi kebijakan pendidikan. kompleksitas sistem pendidikan yang Faktor-faktor ini berperan implementasi antar wilayah. Lebih lanjut, faktor budaya pendidikan juga menjadi tantangan yang mempercepat transformasi pendidikan apabila dioptimalkan secara sistematis. Tabel 7. Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Kebijakan Pendidikan Faktor Deskripsi Kepemimpinan Kepemimpinan Profesionalisme dan Integrasi digital Guru Teknologi Kebijakan Kolaborasi Konsistensi Stakeholder engagement Implementasi di India Reformasi sistem Pelatihan terstandar Implementasi di Indonesia Kepemimpinan sekolah Digitalisasi sistem Pengembangan berbasis Literasi digital bertahap Regulasi terpusat Desentralisasi kebijakan Kolaborasi institusi Kolaborasi sekolahmasyarakat Tabel 7 menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan sangat bergantung pada memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif. Di India, kepemimpinan sinergi antara berbagai faktor strategis. Kepemimpinan pendidikan, misalnya, memainkan peran penting dalam lebih bersifat sistemik melalui reformasi nasional, sedangkan di Indonesia lebih Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 berfokus pada kepemimpinan di tingkat Kolaborasi sekolah (Tiwow et al. , 2. Selain itu, profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan kepentingan, termasuk pemerintah, sekolah, masyarakat, dan sektor industri, juga berperan dalam menciptakan implementasi kurikulum. Pelatihan guru yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 ekosistem pendidikan yang mendukung inovasi dan keberlanjutan kebijakan (Marlina et al. , 2. Dengan demikian, meningkatkan kualitas pembelajaran (Cahya & Meliyani, 2025. Integrasi implementasi kebijakan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan teknologi juga menjadi faktor penting, kesiapan infrastruktur dan literasi digital sistemik yang terintegrasi. Untuk agar dapat diimplementasikan secara keberhasilan, analisis sintesis disajikan dalam Tabel 8 berikut. Tabel 8. Relasi Tantangan dan Strategi Solusi dalam Implementasi Kebijakan Tantangan Faktor Penentu Strategi Solusi Kesenjangan Infrastruktur Teknologi & kebijakan Investasi digital dan pemerataan akses Kualitas Guru Pelatihan guru Program pengembangan profesional Gap Implementasi Kepemimpinan Penguatan tata kelola pendidikan Resistensi Perubahan Budaya & Kolaborasi Transformasi budaya organisasi Keterbatasan Sumber Daya Kemitraan multi-stakeholder Tabel 8 menunjukkan bahwa setiap Relasi ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan memiliki hubungan langsung dengan keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan sangat bergantung pada kemampuan sistem pendidikan dalam faktor penentu keberhasilan serta strategi solusi yang dapat diterapkan. Misalnya, kesenjangan infrastruktur dapat diatasi mengidentifikasi tantangan secara tepat dan merumuskan strategi yang relevan. Selain itu, pendekatan kolaboratif yang melalui investasi teknologi dan kebijakan pemerataan akses pendidikan. Demikian pula, kualitas guru dapat ditingkatkan kepentingan menjadi kunci dalam mengatasi keterbatasan sumber daya dan berkelanjutan dan berbasis kebutuhan (Phadnis et al. , 2. (Fauzi et al. , 2. Secara keseluruhan, temuan ini Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 pendidikan menuju pembelajaran abad ke-21 tidak hanya memerlukan kebijakan yang inovatif, tetapi juga implementasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Meskipun India Indonesia menghadapi tantangan yang serupa, keberhasilan implementasi kebijakan sangat ditentukan oleh kemampuan masing-masing mengoptimalkan faktor-faktor kunci serta menyesuaikan strategi dengan konteks nasionalnya. Simpulan Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan di India dan Indonesia menunjukkan arah yang semakin konvergen menuju paradigma pendidikan abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik. Kedua negara sama-sama menggeser pendekatan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dengan menekankan integrasi kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital. Selain itu, baik National Education Policy (NEP) 2020 di India maupun Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Indonesia mengintegrasikan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran, yang menunjukkan komitmen terhadap pengembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek kognitif tetapi juga afektif dan Meskipun penelitian juga menunjukkan adanya divergensi strategis dalam implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara. India pendekatan struktural dan sistemik melalui reformasi kebijakan yang terintegrasi secara nasional, seperti penerapan sistem multiple entry-exit. Sebaliknya. Indonesia lebih menekankan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal, berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan pendidikan bersifat universal, strategi implementasi sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kebijakan masing-masing negara. Lebih mengidentifikasi bahwa implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara masih menghadapi berbagai tantangan sistemik yang relatif serupa, seperti kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas dan kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di Selain itu, faktor budaya organisasi dan resistensi terhadap perubahan juga menjadi hambatan dalam mengadopsi inovasi pembelajaran abad ke-21. Temuan ini menegaskan Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain kebijakan, tetapi juga oleh efektivitas implementasi dan kesiapan ekosistem pendidikan secara Di sisi lain, penelitian ini juga mengungkap sejumlah faktor kunci yang keberhasilan implementasi kebijakan profesionalisme dan pengembangan berkelanjutan guru, integrasi teknologi yang inklusif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Sinergi antara faktor-faktor tersebut menjadi prasyarat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan Dengan mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang implementasi kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21. Secara teoretis, penelitian ini literatur pendidikan komparatif dengan mengenai konvergensi dan divergensi kebijakan pendidikan di dua negara berkembang dengan kompleksitas sosial yang tinggi. Penelitian ini juga memperkuat konsep bahwa pendidikan holistik merupakan paradigma global menghadapi tantangan abad ke-21. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan untuk merancang kebijakan yang lebih adaptif, kontekstual, dan memperhatikan keseimbangan antara standar nasional dan kebutuhan lokal. Akhirnya, merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan yang terhadap infrastruktur digital, serta pengembangan kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dan Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan pembelajaran antarnegara . ross-national learnin. perlu terus praktik terbaik yang relevan secara Dengan demikian, sistem pendidikan di India dan Indonesia menjadi lebih inklusif, fleksibel, dan tantangan global di masa depan. Daftar pustaka Adhantoro. Haq. Hartanto, , & Sudaryanto. IndoBERT-Based Sentiment Analysis of Electric Motorcycle Policy Indonesia Using Instagram Data. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 2. , 165Ae181. https://doi. org/10. 23917/saintek. Anggraini. Sunendar. Damayanti. , & Musthafa. Enhancing StudentsAo Critical Reading Skills Integration of Critical Literacy Pedagogy and Teacher-Parent Collaboration Program. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 8. , 116Ae130. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 https://doi. org/10. 23917/ijolae. Arun. Malik. , & Shelar. Perceived challenges of National Education Policy, 2020 by the students. Indian Journal of Extension Education, 58. , 73Ae76. Chan. , & Luk. AcademicsAo beliefs towards holistic competency development and assessment: A case study in engineering education. Studies in Educational Evaluation, 72, 101102. Etukakpan. Uzman. Ozer. Tofade. Leite. Joda. Choonara. Mwila. Azzopardi. , & MantelTeeuwisse, . Transforming education: a needs-based global analysis for policy development. Exploratory Research in Clinical and Social Pharmacy, 9, 100234. Fauzi. Negara. Banna. , & Susila. Pendampingan Pengemasan dan Pemasaran Digital Wonton Sik AE di Kota Madiun. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 5. , 179Ae191. https://doi. org/10. 56972/jikm. Guo-Brennan. Making virtual global learning transformative and inclusive: A critical reflective study on high-impact practices in higher Journal of Teaching and Learning, 16. , 28Ae49. Fadlullah. Hidayah. Saputra, . Uslan, & Negara. SisCek: A Deep LearningBased Face Recognition System for Real-Time Exam Impersonation Detection. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 2. , 149Ae164. https://doi. org/10. 23917/saintek. Hamami. , & Nuryana. holisticAeintegrative approach of the Muhammadiyah education system in Indonesia. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 78. Hasanah. Suyatno. Maryani. Badar. Al. Fitria. , & Patmasari. Conceptual model of differentiated-instruction (DI) based on teachersAo experiences in Indonesia. Education Sciences, 12. , 650. Kulal. Dinesh. Bhat. , & Girish. Evaluating the promise and pitfalls of IndiaAos National Education Policy 2020: Insights from the perspectives of students, teachers, and experts. Sage Open, 14. , 21582440241279370. Kultsum. Parinduri. , & Karim, . Comparative Studies between Public and Private Islamic Schools in the Era of Globalization. International Journal of Evaluation and Research in Education, 11. , 421Ae430. Kumar. Education 4. Transforming learning for the fourth industrial revolution. Higher Education for the Future, 12. , 144Ae Marlina. Yuenyong. Hamdani. & Zubir. Science with character: TeachersAo reflections on the Pancasila student profile Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 8. , 153Ae173. https://doi. org/10. 23917/ijolae. Martha. Junus. Santoso. & Suhartanto. Assessing undergraduate studentsAoe-learning competencies: A case study of higher education context in Indonesia. Education Sciences, 11. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA. Keilmuan dan Keislaman e-ISSN 2964-4941 Miseliunaite. Kliziene. , & Cibulskas, . Can holistic education solve the worldAos problems: A Sustainability, 14. , 9737. Mohamed Hashim. Tlemsani. , & Matthews. Higher education strategy in digital Education Information Technologies, 27. , 3171Ae Pangestu. Fatdaja. Siswanto, , & Mahardika. AI-Driven Policy Intelligence Framework Transforming National Data into Evidence-Based Public Policy. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 2. , 128Ae148. https://doi. org/10. 23917/saintek. Pavel. , & Isak. AoUtilityAoof education and the role of Policy challenges and agendas. Policy Futures in Education, 20. , 201Ae214. Phadnis. Aggarwal. , & Naveen. Evolution of public policy education in the global South: The case of India. Journal of Public Affairs Education, 31. , 18Ae40. Rianawaty. Dwiningrum. , & Yanto. Model of Holistic Education-Based Boarding School: A Case Study at Senior High School. European Journal Educational Research, 10. , 567Ae580. Rohman. Meraj. Isna. Taruna, . Rachmadhani. Atmanto, , & Nasikhin. Challenges in Islamic education comparative study of Indonesia. Pakistan, and India. International Journal of Learning. Teaching and Educational Research, 23. , 504Ae523. Sharma. Mittal. , & Zayan. Teacher education in IndiaAos National Education Policy 2020: Knowledge Contemporary Education Dialogue, 20. , 256Ae282. Strielkowski. Grebennikova. Lisovskiy. Rakhimova. , & Vasileva. AI-driven adaptive learning for sustainable Sustainable Development, 33. , 1921Ae Yetti. Pedagogical innovation and curricular adaptation in enhancing digital literacy: A local wisdom approach for sustainable development in Indonesia context. Journal Open Innovation: Technology. Market, and Complexity, 10. , 100233. Zulela. Neolaka. Iasha. , & Setiawan. How is the education character implemented? The case study in Indonesian elementary school. Journal of Educational and Social Research, 12. Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum HolistikA.