Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 DOI http://dx. org/10. 36722/sh. Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Ahmad Jadir Labib1* Magister Bahasa dan Sastra Arab. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jl. Laksda Adisucipto. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia, 55281. Penulis untuk Korespondensi/E-mail: 24201011009@student. uin-suka. Abstract Ae The research is motivated by the escalation of violence following the October 2023 attacks, which triggered a severe humanitarian crisis in Palestine and inspired expressions of solidarity from artists through music. This study aims to examine the discursive construction of genocide in the lyrics of the song Rajieen using Teun A. Van DijkAos Critical Discourse Analysis. This study employs a qualitative descriptive method. The primary data source is the lyrics of Rajieen obtained from the platform Spotify, consisting of words, phrases, and sentences that represent genocide discourse. Data were collected through intensive reading and analyzed using Van DijkAos framework, which includes textual structure, social cognition, and social context. The findings show that the macrostructure of the song emphasizes suffering and the threat of mass extermination faced by Palestinian society. At the level of social cognition, the lyrics articulate criticism of global humanitarian double standards. In the broader social context, the song functions as a counter-discourse to dominant media narratives about the PalestineAeIsrael conflict. These findings suggest that music can serve as cultural advocacy highlighting global human rights Future research should examine audience reception to understand its influence on public perceptions of the PalestineAeIsrael conflict. Abstrak -. Latar belakang penelitian ini berkaitan dengan eskalasi kekerasan pasca-serangan Oktober 2023 yang memicu krisis kemanusiaan di Palestina serta melahirkan respons solidaritas dari para seniman melalui karya musik. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi wacana genosida dalam lirik lagu Rajieen melalui perspektif Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif berbasis Studi Kepustakaan. Sumber data berupa lirik lagu Rajieen yang diperoleh dari platform musik digital Spotify. Data penelitian berupa kata, frasa dan kalimat yang merepresentasikan wacana genosida. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif dan pencatatan terhadap bagian lirik yang relevan. Analisis data menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis Van Dijk yang meliputi dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makro lagu menampilkan tema penderitaan dan ancaman pemusnahan massal terhadap masyarakat Palestina. Pada tingkat kognisi sosial, lagu ini merepresentasikan kritik terhadap standar ganda kemanusiaan global, sedangkan pada konteks sosial berfungsi sebagai kontrawacana terhadap narasi media dominan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa musik dapat berperan sebagai medium advokasi kultural dalam menyuarakan pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian selanjutnya disarankan menganalisis penerimaan pesan lagu ini pada audiens yang lebih luas guna melihat pengaruhnya terhadap persepsi publik mengenai konflik PalestinaAeIsrael. Keywords - Discourse. Genocide. Rajieen. PENDAHULUAN onflik antara Palestina dan Israel sangat menyita perhatian publik Internasional. Pengamatan masyarakat dunia semakin intens saat terjadi penyerangan besar-besaran kepada Palestina, yang menyebabkan banyak dari warga sipil meninggal dunia (Dewantara et al. , 2025. Sari & Received: 16 January 2026. Accepted: 10 March 2026. Published: 31 March 2026 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Irdanurprida, 2. Penyerangan pada tanggal 7 Oktober 2023 tersebut dipandang oleh dunia internasional termasuk dalam pelanggaran HAM berat yaitu genosida (Al Farauqi & Mariana, 2. Melihat kejadian tersebut masyarakat Internasional ikut dalam menyuarakan ketidakadilan yang terjadi terhadap warga Palestina (Siregar et al. , 2. Salah satunya ialah dengan menyebarkan pamflet bertuliskan AuAll Eyes on RafahAy (Kompas. Com, 2. , pamflet ini dikampanyekan di sosial media sebagai bentuk kepedulian atas apa yang terjadi di Palestina. Berbagai upaya kepedulian dan dukungan terhadap Palestina terus dilakukan (Alia et al. , 2024. Sari. Maulana et al. , 2. Salah satunya ialah dengan menyuarakan melalui musik. Lagu sebagai salah satu sarana pengekspresikan diri merupakan media yang bisa digunakan dalam mencurahkan isi hati (Mustofa et al. , 2. Dalam kaitannya dengan apa yang terjadi di Palestina, lagu dapat mengugah pendengarnya tentang keadaan rakyat Palestina. Ditambah dengan perkembangan teknologi, lagulagu saat ini menghadirkan audio-visual sehingga menambahkan kesan mendalam untuk para Salah satu lagu yang menyuarakan keadaan rakyat Palestina dapat tercermin dalam lagu Rajieen. Lagu ini merupakan kolaborasi antara 25 penyanyi yang berasal dari negara Arab dan Afrika (Ahmad, 2. Lagu sebagai sebuah teks memiliki pesan yang ingin disampaikan (Fathoni et al. , 2. , dalam mengungkapkan pesan sebuah teks memerlukan pisau analisis. Salah satu pisau analisis yang dapat digunakan ialah critical discourse analysis atau analisis wacana kritis. Penggunaan analisis wacana kritis dalam mengungkap sebuah makna teks ialah ingin mengungkap pesan/ideologi yang ingin disampaikan oleh pembicara atau penulis (Raihan & Sihabudin, 2. Penelitian mengenai musik sebagai medium advokasi kemanusiaan telah banyak dilakukan dengan fokus pada peran lirik dan konteks sosialpolitik yang melatarinya. Studi Fuad Reza menganalisis lagu We Will Not Go Down karya Michael Heart sebagai simbol perlawanan dan solidaritas bagi rakyat Gaza. Penelitian tersebut menegaskan bahwa musik mampu membangkitkan emosi kolektif, membangun empati global, serta mendorong aksi solidaritas internasional melalui pesan kemanusiaan yang kuat (Pahlevi, 2. Sementara itu, penelitian lain menyoroti musik protes sebagai bagian dari komunikasi ideologis, dengan menekankan bagaimana struktur lirik, repetisi dan diksi emosional berfungsi sebagai alat persuasi dalam konflik PalestinaAeIsrael. Kajian ini melihat musik terutama sebagai instrumen ekspresif dan simbolik yang merepresentasikan penderitaan serta keteguhan suatu komunitas tertindas (Mustofa et al. , 2. Adapun penelitian ketiga memperluas perspektif dengan membahas advokasi melalui musik dalam kerangka gerakan sosial, namun masih menempatkan lagu sebagai objek representasi pesan, tanpa pendalaman relasi antara teks, kognisi sosial dan struktur kekuasaan yang melingkupinya (Lubis et al. , 2. Bertolak dari temuan penelitian-penelitian terdahulu tersebut, dapat dilihat bahwa kajian mengenai musik dan isu Palestina umumnya masih berfokus pada fungsi ekspresif dan advokatif lagu sebagai media penyampai pesan kemanusiaan dan solidaritas. Meskipun pendekatan tersebut memberikan kontribusi penting dalam memahami peran musik dalam gerakan sosial, pembacaan yang mengaitkan secara lebih mendalam antara struktur teks lirik, proses kognisi sosial, serta konteks sosial-politik global masih relatif terbatas. Selain itu, belum banyak penelitian yang memanfaatkan kerangka analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk secara sistematis untuk mengkaji karya musik kontemporer yang lahir dari peristiwa kemanusiaan mutakhir, khususnya pasca-eskalasi kekerasan di Palestina pada Oktober 2023. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya melengkapi kajian yang telah ada dengan menghadirkan analisis terhadap lagu Rajieen melalui tiga dimensi wacana yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial, guna menelaah bagaimana narasi penderitaan, solidaritas dan harapan Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik tentang hubungan antara seni, musik dan realitas sosial, tanpa penelitian-penelitian METODE Penelitian dengan judul AuWacana Genosida dalam Lagu Rajieen (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dij. Ay ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif . ibrary researc. Metode tersebut digunakan karena data-data penelitian berupa kata-kata, frase, kalimat, atau paragraf dalam lirik lagu Rajieen (Zaim, 2. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat-kalimat yang memuat bentuk wacana genosida dalam lagu Rajieen. Hal tersebut didasarkan bahwa penelitian sastra berbasis data yang berwujud kata atau verbal data. Data merupakan sumber informasi yang diperoleh atau dikumpulkan melalui narasi dan dialog di dalam novel dengan merujuk pada konsep kecerdasan emosi sebagai kategori (Azwardi, 2. data berasal dari website platform lagu spotify. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara diantaranya, membaca keseluruhan lirik lagu Rajieen, mencatat dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan analisis dan menganalisis, menjelaskan dan menyimpulkan data menggunakan teori analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi data dengan cara meneliti kalimat menggunakan tiga kerangka berpikir analisis wacana kritis yaitu analisis teks, analisis praktek wacana, dan analisis sosiokultural. HASIL DAN PEMBAHASAN Van Dijk memiliki kerangka analisis wacana kritis yang terdiri analisis teks, kognisi sosial dan konteks melalui 3 cara tersebut, peneliti akan mengungkap wacana genosida dalam lagu Rajieen. Analisis teks merupakan serangkaian analisis yang dilakukan untuk melihat unsur-unsur yang membuat teks tersebut. Dalam menganalisis teks Van Dijk membagi analisisnya ke 3 tahap yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro (Masitoh. Struktur Makro Lagu Rajieen merepresentasikan penderitaan masyarakat Palestina pasca serangan berskala besar yang terjadi di Jalur Gaza. Serangan tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk anak-anak dan perempuan yang mengalami luka-luka maupun kehilangan nyawa. Atas dasar itu, tema utama yang diangkat dalam lagu ini adalah penderitaan rakyat Palestina sebagai konsekuensi dari kekerasan bersenjata yang digambarkan sebagai tindakan pemusnahan massal. Tema tersebut terepresentasi secara eksplisit dalam lirik lagu, khususnya pada bagian verse pertama dan chorus pertama, sebagaimana terlihat pada kutipan A I NOA,AAON EOOI ICO IO O I NOA AuDisini kita menyirami tanah dengan air mata dan darah para pembela, darah pembelaAy AOO AO EOOI EEuEA Aukeluarga saya di Gaza hari ini terancam dimusnahkanAy Kutipan lirik tersebut menggambarkan kondisi penderitaan kolektif masyarakat Palestina melalui simbol air mata dan darah. Air mata kehilangan, sedangkan darah melambangkan kematian dan pengorbanan yang terus berlangsung. Representasi ini menegaskan pengalaman traumatis yang dialami masyarakat Palestina akibat kekerasan yang berkelanjutan, terutama ketika banyak anggota keluarga dan kerabat menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Dengan demikian, lirik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi emosional, tetapi juga sebagai bentuk representasi wacana penderitaan dan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat sipil. Superstruktur Superstruktur sendiri mengamati skema atau bagaimana bagian dan urutan suatu dokumen . diskemakan dalam dokumen yang utuh. Dalam penelitian, objek yang digunakan adalah lagu. Struktur lagu terdiri dari introduction, verse yang berurutan, bridge, chorus, reffrein, interlude, breakdown, dan coda. (Kurniawan, 2025. Lestari, 2. Berikut superstruktur dari lagu Rajieen. Introduction Tabel 1. Introduction Analisis Introduction AIOI IO ONOA AEO O AEO OIA dan posisi subjek wacana. A AEO OIAMelalui pernyataan tentang tanah air yang sekaligus menjadi ruang penjara, lagu sejak awal menetapkan relasi kuasa yang timpang antara AukamiAy sebagai kekuatan eksternal yang Bagian menjadi landasan ideologis pendengar untuk memasuki narasi penderitaan yang lebih konkret pada bagian Teks Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Verse 1 Teks Teks AAON EOOIA AICO IO OA A IA,AI NOA ANOA Tabel 2. Verse 1 Analisis Verse 1 menampilkan penderitaan dalam bentuk simbolik melalui citra tanah yang disirami air mata dan darah syahid. Pada tahap ini, kekerasan belum diuraikan secara detail, tetapi direpresentasikan sebagai kondisi eksistensial yang melekat pada ruang hidup masyarakat Palestina. Verse ini berfungsi membangun empati awal emosional wacana sebelum narasi bergerak ke pengalaman sosial yang lebih eksplisit Verse 2 AEE OOI OEOEO AOA AEO O AOA }AEIO {A EIOA AO e OA E IA AACA }AAOO O {AOO OA AO I OCA OO EEIA AOA }AO I { O I A AEOIO OO O EA AOA Analisis kesendirian di tengah dunia yang dianggap abai. Kesabaran digambarkan sebagai senjata yang berujung pada kematian. Dengan demikian, verse ini berperan sebagai jembatan psikologis yang mengantarkan pendengar dari narasi penderitaan menuju sikap ideologis yang lebih tegas. Bridge 1 & 3 Tabel 5. Bridge 1 dan 3 Analisis Bridge 3 . osisinya setelah AIA EOA reffrei. yang memusatkan simbol AAu CEO O IAkunci rumahAy sebagai representasi A O OOAhak kembali dan ingatan kolektif Dalam A OEOAtentang superstruktur lagu, kemunculan A OEO EE EEIAbridge yang sama pada dua bagian A IA,A EI OAberfungsi sebagai pengikat tematik yang menegaskan kembali ide A O EOAutama tentang keterikatan terhadap 2XA Atanah air. Dengan demikian, bridge ini tidak hanya menghubungkan bagian-bagian lagu secara musikal, penderitaan masa kini dengan keyakinan dan tekad kolektif untuk kembali ke tanah air. Teks Tabel 3. Verse 2 Analisis Verse AAON CA IEOA A IA EI uEI IIAtersebut ke arah deskripsi A EINAsosial-politik yang lebih jelas. akan masa depan A OI CEI E EOAHarapan A E I AI uEAdipertentangkan A CNArealitas pembunuhan, dan pengusiran. A EI OAserta A AI CEA,AIOA Pertanyaan tentang nasib A O NOAanak-anak korban kekerasan A O IEO EAmenegaskan A I OA,A iOAbersifat struktural, tetapihanya A O I EOAmerusak kehidupan paling A O IN uON AEAdasar. Secara wacana, verse A ENO EI EINAlegitimasi moral atas A ICE NOAkemarahan dan tuntutan yang disuarakan A O EEO O AEAkeadilan Teks AIO NEN IOOIA Verse 3 Tabel 4. Verse 3 Teks AI IOI O EEO AO AOIA AEO E I EOI O IA AENO AE O OIOA AEOI O EEO IOOI OA AEOI EEO OIA AONEE IO IO EEOA AOIOA Analisis Verse 3 menghadirkan pergeseran dari deskripsi sosial menuju refleksi emosional kolektif. Lirik Chorus 1 Tabel 6. Chorus 1 Teks ,AOOI EEI EA AOOI ECA AOO AO EOOIA A EEuEA A uI EIAA,ANI EEIOIA AuI ENA AAEOIO NO IIA AO EOEA AO A IOE EOA AOOEA AOOI EI EO IA AEOC EIOA ,AEOA OI O ECA AOOAO OC EAOA Analisis Selanjutnya. Chorus 1 yang menjadi pusat artikulasi ideologis lagu dengan terhadap pemimpin Arab tragedi kemanusiaan yang Palestina. Dikotomi antara sementara seruan kepada dunia Arab memperkuat gagasan solidaritas kolektif. Secara bagian ini berfungsi sebagai penegasan sikap politik lagu yang menjadi landasan Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Teks A OAA la vie, a la mort AI CEO AEOIA Analisis bagi narasi perlawanan bagian-bagian Bridge 2 Tabel 7. Bridge 2 Teks AEE EIO EO OA A AO EE IEIA,AOA AEE EIO EO II COIA AEIIA A EEIA,AEAOC OII OA AEOC IEOA AO EIEO A COOA AiO OA EOA Analisis Bridge 2 berperan sebagai transisi reflektif yang gagasan bahwa batasbatas dan aturan tertulis telah berubah menjadi melihat tanah airnya Teks AO NO OA AEO O EEA AE IOA AuEEOA AOIO IOA AAEO O OA AIOIA AEIOA A O OA,AuNOA ACe IOI OA Analisis pernyataan bahwa negeri-negeri Arab merupakan satu tanah air. Lirik tentang kematian anak dan para leluhur menggambarkan penderitaan lintas generasi akibat konflik, sementara pertanyaan retoris tentang Ausiapa sebenarnya terorisAy berfungsi sebagai kritik terhadap pelabelan sepihak dalam Secara memperluas perspektif konflik dari pengalaman lokal menjadi isu yang diposisikan sebagai bagian dari solidaritas dan kesadaran kolektif yang lebih luas. Interlude 2 Tabel 11. Interlude 2 Teks Reffrein Tabel 8. Reffrein Teks Analisis Reffrein ACEOI O NOIO OA penguatan emosional melalui A A O E OOAungkapan yang repetitif dan A EOAafirmatif ,A IEI O O OApengusiran, serta legitimasi A EOAOO NO Aperlawanan simbolik melalui A IOApenggunaan batu sebagai Bagian ini tidak A O EAO EAO OE OAmemperkenalkan ideologi A EAE E EEO OAbaru, melainkan menegaskan kembali narasi penderitaan AEOA A IAAsekaligus ketahanan yang A IA,A ECAtelah dibangun pada bagian AIOEA Interlude 1 Tabel 9. Interlude 1 Analisis Bagian Interlude 1 menghadirkan AuENO A OOA jeda spiritual melalui doa dan A uEOEApermohonan kepada Tuhan. A I AE EO OASisipan ini memutus sementara konflik dan menampilkan A NO O IAalur dimensi religius sebagai sumber A EIOApenguatan batin. Teks Verse 4 Tabel 10. Verse 4 Analisis Setelah Verse 4 yang AEA AEA memperluas wacana dari konteks AIIA A OIOAlokal Palestina menuju identitas A EI IOAkolektif dunia Arab melalui Teks AIIA AIA AuIOA AOEIOA A uI O IAsorry AOA A EOEOAsorry A uIO OEI EO OIASorry AIIAC O I EA A EEI OOE OASorry A EEI COE OASorry sorry A EO OASorry AEA AI EI O uIN IOE OA ANI EIO NE A AA EOA AO E EI uOA A ICEA,AI ICE OOAA ANEA AI IO E O Ca AEiOA Au IO AE O IA A NA,AOIO O I IEOA ANOA A I CO E NEEA,AIAA AOI O CAO O NEEA }AEO {NEEA A E IA,AIEO NOA AIN EAOA AO uIAI CI EOA AuO AIOO CN EA AEOA Analisis Interlude memperdalam konflik diperluas pada verse 4 dengan menghadirkan kritik langsung terhadap menggambarkan realitas penderitaan di Palestina. Bagian dengan repetisi kata AusorryAy yang digunakan secara ironis untuk menyindir standar ganda dunia dalam merespons identitas dan warna Setelah wacana bergeser pada deskripsi situasi di Palestina, kematian yang menjadi gambaran korban sipil yang terus berjatuhan. Pada bagian akhir, struktur wacana berubah dan harapan kolektif Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Teks A I A A:AEI EOA AII OEN NOA AONI II CA A II OAA,AEIOA A IIO ECA,AIOAE IAA AAEOIA ,A EEO O A,Yeah A IIO OIA AEEO EOEOE EAA AEOCO EO EAOA AII OEO OA o EA AOO EO EEOIA A EI AO O eA,AOA AIOA AI C I OIO OAA AEO EEO IAOA AEOI EE AE OA AEEO IN EOAOA 75 ,A E EIA, 46 a A I Ea. AE IO OE OO EAOIA ACEO IOA O I OAAOA AO I EIAOA A OOIA,AEI O A EEAOA AEE CEO IAA AAO INI EIO COA A EI O AOA,A EIEA AN ECAOA A uIA,AEIO E I ICAA A NEE ICEO AO ECAOA Analisis Palestina. Dengan superstruktur interlude ini berfungsi sebagai menghubungkan kritik penderitaan lokal, dan narasi ketahanan serta Bridge 4 Tabel 12. Bridge 4 Analisis Menjelang lagu. Bridge 4 AO E NO EOIA A EO AOC E OAkolektif melalui penegasan A ONAkepemilikan atas tanah, perlawanan dan A COI O IAkomitmen perlindungan terhadap AlA ECOI OAIOAAqsa. Pernyataan tentang tetap A OE O IONAkembalinya subjek ke tanah air A O ECAO EOI EOAkeyakinan kolektif di tengah AOOA A OCAOApenolakan atau permusuhan. Secara superstruktur, bagian ini Teks AIONA Teks AEO CO EIA AOI O I A AO EO A Analisis intensitas emosional sekaligus menjadi penghubung menuju klimaks naratif lagu. Breakdown Tabel 13. Breakdown Analisis Sementara itu. Breakdown AEO EI OI ONA A E EI O EAAreflektif setelah intensitas A AO OI N CEAemosional pada Bridge 4 A AO CEOI E OAungkapan singkat tentang A OOI O CEOIAkelelahan jiwa, harapan akan pertolongan Tuhan, serta tekad batin untuk tetap bertahan. Secara superstruktur, bagian ini emosi yang telah dibangun pada Bridge 4, sehingga melanjutkan ke bagian berikutnya dalam struktur Teks Chorus 4 Tabel 14. Chorus 4 Teks ,A IO EO OA AECAO AEO AONA AAOA A IA,AO IEO OIA AIOEO O IEO OA A IA,A AOA,A AOA,AAOA AI IO I AO IEIOA A EE EOE OA,AEO EIA AIN OEO NIO AO uOOA AEOA A OA,AE I OO EIAA AuO IOA AuI AO AA EOA AII O OI uIIA A IN I EIA,AOIA AOA AAI EAOI CE AEA Analisis Chorus 4 berfungsi sebagai klimaks wacana seluruh tema utama lagu, yaitu tekad untuk kembali ke tanah air, komitmen perlawanan, serta keyakinan religius Pernyataan tentang kembali ke tanah dan salat di AlAqsa dimensi identitas dan spiritualitas, sementara bertahan di garis api memperlihatkan sikap resistensi yang terus Kritik terhadap pembunuhan anak-anak memperluas wacana ke Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Teks A OAOA,AAO IN OA AEO IO EIOA ,AC ECEO EAEA AENOEA AAIIOA }A{NOEA ,}AEIO ECOE {COEA ACO EIEA AAEI AO EII OOIA A{OOI} EI O IIN IA AIOOIA ,AI O AON IOOIA AE OI E EEIA AII EEIOI {IA }AEI O EEIOIA Analisis Secara superstruktur, bagian ini seluruh emosi, kritik, dibangun sebelumnya menegaskan keteguhan identitas, perlawanan, dan keyakinan akan pasca serangan berskala besar di jalur Gaza. Liriklirik lagu merepresentasikan kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat kekerasan bersenjata, seperti kematian, luka-luka dan kehancuran kehidupan sipil. Latar ini mengarahkan pendengar pada pemaknaan bahwa penderitaan tersebut bukan peristiwa insidental, melainkan kondisi struktural yang dialami secara kolektif. Pembingkaian latar tersebut diperkuat melalui penggunaan leksikon yang menekankan ancaman pemusnahan terhadap kelompok tertentu, sebagaimana tampak dalam kutipan berikut. AOO AO EOOI EEuEA Aukeluarga saya di Gaza hari ini terancam dimusnahkanAy Coda Tabel 15. Coda Teks Analisis ,AEO E AOOA AEA AIA 7X AIEIA Coda menutup lagu dengan keberlanjutan suara perlawanan. Penegasan bahwa suara tidak akan hilang meskipun individu lenyap closure yang mewariskan wacana perjuangan kepada pendengar. Struktur Mikro Struktur mikro merupakan makna lokal dari sebuah teks yang dapat dilihat dari struktur-struktur kecil yang membangun teks. Struktur mikro terdiri dari, semantik, sintaksis, stilistika dan retoris (Masitoh. Pemilihan diksi A( uEApemusnaha. berfungsi sebagai strategi semantik untuk membangun persepsi bahwa kekerasan yang terjadi menyasar keberlangsungan hidup suatu kelompok, bukan sekadar dampak konflik bersenjata biasa. Dengan demikian, teks secara sadar mengarahkan pembaca pada pemaknaan yang bersifat eksistensial dan Selain latar, elemen semantik berupa detail juga memainkan peran penting dalam memperkuat wacana penderitaan. Dalam lagu Rajieen, detail diwujudkan melalui penggambaran korban dari kelompok rentan, seperti anak-anak, bayi dan Beberapa kutipan berikut menunjukkan bagaimana detail tersebut dihadirkan. AO IN uON AE ENOA AuKejahatan apa yang dilakukan anak kecil yang terbunuh itu?Ay AAEOIO NO II O EOEA Semantik Van Dijk memberikan beberapa elemen semantik yang dapat dikaji dalam sebuah teks. Elemen tersebut terdiri dari latar, detil, maksud, praanggapan dan nominalisasi. (Jufanny & Girsang, 2. Elemen-elemen tersebut berfungsi untuk menelusuri cara teks merepresentasikan peristiwa, mengarahkan penafsiran pembaca, serta membingkai realitas sosial tertentu. AuPendudukan yang agresif, membunuh anak-anak dan nenek moyangkuAy Elemen latar berperan penting dalam menentukan sudut pandang yang hendak dibangun dalam teks sekaligus menjadi dasar pembenar atas gagasan utama yang disampaikan (Ratnaningsih, 2. Dalam lagu Rajieen, latar wacana dibangun melalui penggambaran penderitaan masyarakat Palestina Detail-detail tersebut tidak hanya berfungsi sebagai deskripsi peristiwa, tetapi juga sebagai strategi wacana untuk membangun empati dan legitimasi Dengan menonjolkan korban dari kelompok yang secara sosial dipersepsikan tidak berdaya, teks memperkuat citra ketidakadilan dan kekerasan yang dialami masyarakat Palestina. AuSeorang Palestina syahih sejak lahirAy AuEEO OIO IO AEO O OA Au IO AE O IA AuPemusnahan massal, anak-anak dan perempuanAy Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Elemen semantik selanjutnya adalah maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang, baik secara eksplisit maupun implisit (Ratnaningsih. Dalam lagu Rajieen, maksud disampaikan secara eksplisit melalui penggambaran langsung penderitaan masyarakat Palestina dan penegasan ancaman terhadap keberlangsungan hidup mereka. Penyampaian yang eksplisit ini menguntungkan pengarang karena pesan utama lagu dapat ditangkap secara langsung oleh pendengar tanpa memerlukan proses interpretasi yang kompleks. Sintaksis Sintaksis digunakan untuk menganalisis bentuk dan struktur kalimat yang dipilih. Sintaksis dalam analisis wacana van Dijk terdiri dari bentuk kalimat, koherensi dan kata ganti (Lestari, 2. Lirik-lirik dalam lagu Rajieen memiliki beberapa bentuk kalimat, diantaranya sebagai berikut. Kalimat Deklaratif menyampaikan informasi atau keadaan yang Dalam bait lagu Rajieen penggunaan bentuk ini paling banyak digunakan untuk menggambarkan penderitaan, penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh warga Palestina. Datanya dapat terlihat dalam lirik berikut. A I NOA,AAON EOOI ICO IO O I NOA AuDi sini kita menyirami tanahnya dengan air mata dan darah para pembelanya, darah para pembelanya. A AI CE O NOA,AEI O IOA AuYang kami minta adalah kebebasan untuk hidup. Namun yang kami dapatkan hanyalah kematian dan Ay AuEEO OIO IO AEO O OA AuPendudukan yang agresif, membunuh anak-anak dan nenek moyangkuAy Kalimat Interogatif yang berupa pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban ditemukan dalam lirik lagu tersebut. Bentuk ini digunakan untuk mengekspresikan emosi yang dirasakan. Kalimat interogatif dapat terlihat dalam bait berikut. AO IN uON AE ENOA AuKejahatan apa yang dilakukan anak kecil yang terbunuh itu? Yang memimpikan masa depan yang sederhanaAy AEOI O EEO IOOI O EOI EEO OIA AuKami menderita, dan mereka yang biasa menasehati kami telah pergi, siapa yang tersisa diantara kitaAy Berikutnya adalah kalimat kompleks yaitu kalimat yang memiliki dua klausa yaitu klausa utama dan klausa subordinatif. Bentuk ini dapat terlihat dalam bait berikut. A AI CE O NOA,AEI O IOA AuYang kami minta adalah kebebasan untuk hidup. Namun yang kami dapatkan hanyalah kematian dan pengungsianAy A I O O I EOA,AO IEO E iOA AuBahkan kata yang diucapkan pun tidak diperbolehkan, ini adalah penjara perbatasan dan ekspresi yang dibungkamAy Stilistika Stilistik disini ialah pemilihan sebuah diksi dalam Diksi mengungkapkan elemen leksikon menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan kata atas berbagai kemungkinan kata yang tersedia (Ratnaningsih, 2. Dalam lagu Rajieen beberapa diksi digunakan untuk menggambarkan genosida dalam lagu tersebut. Diantara diksi tersebut ialah kata ACEA. AuA. A NOAdan ANOA. A CEAbermakna membunuh. A uAyang bermakna pemusnahan. A NOAyang memiliki makna konotasi orang-orang yang meninggal dalam peperangan dan A NOAyang berasala dari kata hajara-yahjuru yang bermakna berpindah tempat. Dalam konteks lagu tahjr bermakna pengungsian. Retoris Retoris merupakan bagaimana atau dengan cara apa penekanan pada teks tertentu dilakukan. Strategi dalam level retoris di sini adalah gaya yang diungkapkan ketika seseorang berbicara atau menulis (Hermawan et al. , 2. , maka dalam menggambarkan penderitaan masyarakat palestina ada beberapa temuan terkait gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang diantaranya. Majaz metafora dalam bait lagu tersebut digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan kematian akibat genosida. Majaz tersebut dapat tercermin dalam lirik berikut. A I NOA,AAON EOOI ICO IO O I NOA AuDi sini kita menyirami tanahnya dengan air mata dan darah para pembelanya, darah para Ay Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 ACO EIEA AuPencuri harapanAy Majaz menggambarkan warga Palestina yang dibungkam dalam mengekspresikan diri. Hal ini tercermin dalam data berikut. A I O O I EOA,AO IEO E iOA AuBahkan kata yang diucapkan pun tidak diperbolehkan, ini adalah penjara perbatasan dan ekspresi yang dibungkamAy Majaz hiperbola digunakan untuk menekankan penderitaan ekstrim akibat genosida. Majaz tersebut dalam bait berikut. ANI EIO NE A EOA AuDisini, mati itu mudah tapi hidup itu sulitAy Au IO AE O IA AuPemusnahan massal, anak-anak dan perempuanAy Majaz ironi dan sarkasme digunakan untuk menunjukkan diskrimanatif terhadap warga palestina sehingga harus mengalami genosida. Majaz ini terlihat dalam bait berikut. A uIO I II OEIOAsorry AuMaaf bahwa aku bukan dari UkrainaAy A uI O I OAsorry AuMaaf kulitku tidak putihAy Kognisi Sosial Dalam Analisis Wacana Kritis Van Dijk, kognisi sosial merujuk pada struktur pengetahuan, keyakinan, nilai dan model mental yang dimiliki bersama oleh kelompok sosial tertentu yang memengaruhi cara teks diproduksi maupun Kognisi sosial berfungsi sebagai penghubung antara struktur wacana dan struktur sosial, karena melalui kerangka kognitif inilah realitas sosial dimaknai dan direpresentasikan dalam teks (Dzulkifli, 2021. Rimang et al. , 2. Lagu Rajieen dibangun di atas kognisi sosial kolektif yang telah terbentuk mengenai konflik Palestina, khususnya persepsi tentang ketidakadilan struktural, penderitaan warga sipil, serta ketimpangan kekuasaan global. Para musisi yang terlibat dalam lagu ini memproduksi wacana dengan asumsi bahwa pendengar memiliki pengetahuan bersama . hared knowledg. tentang kondisi kemanusiaan di Gaza, termasuk pengeboman wilayah sipil, kematian anakanak, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan Asumsi kognitif ini memungkinkan lagu menyampaikan pesan secara langsung tanpa memerlukan penjelasan kontekstual yang panjang. Penggunaan istilah dan metafora yang merujuk pada pemusnahan, syahid dan penderitaan kolektif mencerminkan adanya model mental yang memandang konflik Palestina bukan semata-mata sebagai perang dua pihak, melainkan sebagai ketidakadilan sistemik terhadap suatu kelompok. Model mental ini berakar pada pengetahuan sosial yang berkembang luas dalam diskursus global tentang hak asasi manusia dan kejahatan Dengan demikian, lagu Rajieen tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga mereproduksi dan memperkuat kerangka kognitif tertentu yang menempatkan masyarakat Palestina sebagai korban dominasi struktural. Selain itu, kognisi sosial dalam lagu ini juga tampak dalam pembentukan identitas kolektif melalui penggunaan pronomina dan seruan solidaritas. Pendengar diposisikan sebagai bagian dari komunitas moral yang memiliki empati dan tanggung jawab simbolik terhadap penderitaan Palestina. Strategi ini menunjukkan bahwa lagu Rajieen bekerja pada level kognitif dengan membangun kesadaran bersama dan menyelaraskan sikap emosional pendengar terhadap posisi ideologis yang diusung teks. Dengan demikian, kognisi sosial yang melandasi lagu Rajieen berperan penting dalam menjembatani konteks sosial konflik Palestina dengan struktur wacana lagu. Melalui aktivasi pengetahuan bersama, nilai kemanusiaan dan model mental tentang ketidakadilan global, lagu ini berfungsi sebagai medium yang tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi juga membentuk cara pendengar memahami, merasakan dan memaknai konflik Konteks sosial Dalam kerangka Analisis Wacana Kritis, konteks sosial digunakan untuk menelaah bagaimana suatu wacana hidup, diproduksi dan berfungsi di tengah struktur kekuasaan serta relasi dominasi yang berlaku dalam masyarakat luas (Ratnaningsih. Lagu Rajieen muncul sebagai bentuk kontrawacana . ounter-discours. terhadap dominasi narasi media arus utama Barat yang kerap merepresentasikan konflik Palestina secara timpang. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 parsial, atau bahkan membungkam suara korban dari pihak Palestina (Amin & Al-Saggaf, 2025. El Masry et al. , 2025. Ibrar & Khan, 2. Dalam posisi ini, lagu tersebut berfungsi sebagai medium alternatif untuk menghadirkan perspektif yang selama ini terpinggirkan dalam wacana global. Konteks sosial yang melatarbelakangi kemunculan lagu Rajieen berkaitan erat dengan peristiwa pasca-7 Oktober 2023 yang ditandai oleh eskalasi kekerasan berskala besar di Jalur Gaza. Peristiwa ini memicu respons luas dari masyarakat internasional dan memunculkan perdebatan global terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia berat. Dalam diskursus hukum dan kemanusiaan, tindakan yang mengarah pada pembunuhan massal warga sipil, penghancuran infrastruktur vital, serta penciptaan kondisi kehidupan yang mengancam keberlangsungan suatu kelompok sering dikaitkan dengan kejahatan kemanusiaan, termasuk genosida sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. (Prasetyo & Parlagutan, 2. Kerangka normatif ini membentuk latar sosial yang memengaruhi cara kekerasan di Palestina dipahami dan dimaknai oleh publik global, termasuk oleh para seniman yang terlibat dalam produksi lagu Rajieen. Dalam konteks relasi kekuasaan regional, lagu ini juga mengartikulasikan kritik terhadap struktur politik yang ada, khususnya melalui pertanyaan retoris seperti Audimanakah para pemimpin Arab?Ay. Pertanyaan tersebut merepresentasikan mosi tidak percaya terhadap elite politik yang dipersepsikan gagal menjalankan peran protektif dan representatif terhadap penderitaan rakyat Palestina. Dengan demikian, lagu Rajieen tidak hanya mengkritik kekerasan eksternal, tetapi juga menyoroti ketimpangan kekuasaan dan stagnasi respons politik di tingkat regional. Secara sosiokultural, lagu Rajieen berfungsi sebagai bentuk advokasi digital yang memanfaatkan jejaring solidaritas global. Kemunculannya sejalan dengan berkembangnya gerakan solidaritas daring, seperti kampanye All Eyes on Rafah yang berupaya membangun kesadaran publik internasional terhadap realitas kemanusiaan di lapangan, termasuk pengeboman fasilitas sipil, rumah sakit, serta tingginya angka korban jiwa dari kalangan warga Dalam konteks ini, lagu Rajieen menjadi bagian dari praktik resistensi simbolik yang berupaya merebut ruang suara di tengah sensor, bias media dan hegemoni informasi global. Dengan demikian, konteks sosial lagu ini merefleksikan perjuangan diskursif untuk menghadirkan narasi kemanusiaan masyarakat Palestina. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa wacana genosida dalam lagu Rajieen bukan sekadar ekspresi seni, melainkan sebuah instrumen perlawanan terstruktur melawan hegemoni narasi global yang cenderung bias terhadap rakyat Palestina. Melalui analisis wacana kritis, ditemukan bahwa konstruksi teks lagu ini secara eksplisit mengidentifikasi tindakan agresi sebagai upaya pemusnahan sistematis terhadap identitas dan keberadaan warga sipil. Secara kognitif, lagu ini merepresentasikan ideologi solidaritas pan-Arab yang menggugat standar ganda kemanusiaan internasional, sementara dalam konteks sosial, ia berfungsi sebagai advokasi digital untuk menyeimbangkan ketimpangan kekuasaan informasi di ruang publik global. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya musik digunakan secara lebih strategis sebagai media diplomasi budaya dalam menyuarakan pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian selanjutnya disarankan agar dilakukan analisis komparatif terhadap penerimaan pesan lagu ini di kalangan audiens Barat guna melihat efektivitas seni dalam mengubah persepsi kognitif masyarakat global terhadap konflik Palestina-Israel. REFERENSI