Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September 2022 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Tuturan Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa di Rektorat Universitas Tadulako Muhammad Fasli, 2Gusti Ketut Alit Suputra, 3Ida NurAoaeni 1,2,3 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Tadulako Email: fia. nurmiati12@gmail. Abstract. The problem studied in this research is "What is the form of speech for education staff and students at the Rectorate of Tadulako University, and how is the function of speech for education staff and students at the Rectorate of Tadulako University". The purpose of this study was to describe the speech forms of education staff and students at Tadulako University Rekorat and to describe the speech functions of education staff and students at Tadulako University Rekorat. This research method is a qualitative approach method. The qualitative approach method describes the form and function of speech acts between education staff and students at the rectorate of Tadulako University. The data in this study is in the form of recorded speeches between education staff and students at the rectorate of Tadulako University at the time of direct interaction. Sources of data that are the subject of this research are education staff and students of Tadulako University. Furthermore, the data were analyzed using data analysis methods, namely describing the speech and then providing conclusions about the analyzed data. Based on the data analysis carried out, the researchers found the results of research on locutionary, illocutionary, perlocutionary speech acts of education staff and students in the form of locutions in the representative, directive, assertive, commissive sections. In the section on illocutionary speech acts, the researcher found illocutionary acts in the assertive, behabitive, and expositive For the perlocutionary act, the researcher found the Convicial section. Furthermore, the researchers also found direct speech which includes news sentences and interrogative sentences and indirect speech in the form of news sentences. It is recommended for further researchers to examine locutionary speech acts, illocutions, perlocutions in different contexts. Keywords : Speech. Education Staff. Students. Abstrak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah AuBagaimanakah bentuk tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rektorat Universitas Tadulako, dan bagaimanakah fungsi tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rektorat Universitas TadulakoAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rekorat Universitas Tadulako dan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rekorat Universitas Tadulako. Metode penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Metode pendekatan kualitatif mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Data pada penelitian ini adalah berupa hasil rekaman tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako pada saat terjadi interaksi langsung. Sumber data yang menjadi subjek penelitian ini adalah tenaga kependidikan dan mahasiswa Universitas Tadulako. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan metode analisis data, yakni mendeskripsikan tuturan tersebut kemudian memberikan kesimpulan tentang data yang dianalisis. Berdasarkan analisis data yang dilakukan , maka peneliti menemukan hasil penelitian tentang tindak tutur lokusioner, ilokosi, perlokusi tenaga kependidikan dan mahasiswa yang berupa lokusioner pada bagian representatif,direktif, asertif, komisif. Pada bagian tindak tutur ilokusi di peneliti menemukan ilokusi pada bagian eksersitif, behabitif, ekspositif. Untuk tindak perlokusi peneliti menemukan bagian Convicial. Selanjutnya peneliti juga menemukan tuturan langsung yang meliputi kalimat berita dan kalimat tanya dan tuturan tidak langsung yang berupa kalimat berita. Kepada para peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti tidan tutur lokusioner, ilokusi, perlokusi pada konteks yang berbeda. Kata Kunci : Tuturan. Tenaga Kependidikan. Mahasiswa. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 PENDAHULUAN Ungkapan yang diucapkan seseorang untuk menyampaikan maksud tertentu. Tuturan adalah bentuk komunikasi verbal antara seseorang dengan mitra bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang sering mengatakan sesuatu kepada lawan bicaranya. Tidak semua bahasa dan tuturan yang disampaikan cukup untuk dipahami secara sintaksis dan semantik, tetapi diperlukan pemahaman yang baik tentang konteks dan konteks tuturan tersebut. Pemahaman tentang situasi dan konteks linguistik ini memberikan tempat penting untuk pembelajaran pragmatis. Pembelajaran pragmatik tidak terlepas dari ilmu-ilmu lain seperti sosiolinguistik. Sosiolinguistik mempelajari bahasa berdasarkan tujuan dan penggunaannya dalam masyarakat. Pragmatik memberikan aturan yang baik untuk komunikasi. Pragmatik memperlakukan pembelajaran bahasa sebagai keterampilan. Belajar pragmatik sama dengan belajar komunikasi. Pemahaman yang memadai dapat diperoleh dengan meminta pihak lain menerima dan memahami tindak tutur yang diucapkan oleh penutur. Tindak tutur merupakan dasar utama analisis kajian pragmatik lainnya. Tindak tutur memiliki berbagai bentuk dalam penyampaiannya. Tindak tutur dalam penggunaannya dibagi menjadi tiga kelompok utama: tindak tutur, tindak tutur, dan tindak tutur. Tindak tutur adalah bentuk tuturan yang sesuai dengan bahasa yang dituturkan maknanya. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang bertujuan agar tuturan yang disampaikan penutur diterima dan ditanggapi oleh penutur. Perilaku berbicara melibatkan maksud dan tujuan tertentu dari pembicara ke pembicara. Tindak tutur perlokusi lebih mementingkan efek Selain itu, tindak tutur dapat dibagi menjadi lima kelompok: tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur wajib, dan tindak tutur deklaratif. Dalam penelitian ini peneliti melihat adanya interaksi antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas tadulako khususnya pada bagian kemahasiswaan. BAKP. UPT TIK. Interaksi antara tenaga kependidikan dengan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako adalah interaksi yang berkaitan dengan administrasi. Mahasiswa akan berurusan dengan tenaga kependidikan di bagian rektorat ketika mereka akan mengurus ijazah, uang kuliah tunggal (UKT), pengambilan kartu mahasiswa ( KTM ), dan pengurusan nilai. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kependidikan biasanya akan dipengaruhi oleh tuturan yang dihasilkan oleh mahasiswa. Mahasiswa biasanya menggunakan istilah-istilah atau bahasabahasa yang memang khusus disampaikan ke tenaga kependidikan yang pilihan kata disampaikan tersebut berbeda dengan pilihan kata saat pembelajaran. Untuk kepentingan administratif tersebut harus memilih tuturan yang sesuai atau tepat konteks. Ketika mahasiswa tersebut tidak menggunakan tuturan yang tepat atau sesuai konteks maka hal ini akan mengganggu proses kelancaran administrasi. Bentuk-bentuk tuturan yang dihasilkan oleh mahasiswa dengan tenaga kependidikan itu menarik untuk di teliti, sebab bentuk tuturan itu memiliki ciri khusus. Ciri tersebut dapat di lihat dari aspek penyebutan panggilan, penggunaan bahasa baku dan bentuk-bentuk implikatur yang ada. Bentuk tutran ini perlu dikaji karena interakasi antara tenaga kependidikan dan mahasiswa adalah interaksi yang harus dilakukan. Interaksi tersebut dilakukan agar proses administrasi untuk menyelesaikan studi berlangsung secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi tuturan tenaga kependidikan di rektorat Universitas Tadulako. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan bacaan atau menjadi referensi penelitian untuk lebih memahami bidang pragmatik, khususnya mengenai bentuk dan fungsi tuturan. Hasil penelitian ini menjadi bukti otentik yang dapat dikemas dalam teori tindak METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis, yakni pendekatan pragmatik. adalah telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa dalam menghubungkan serta menyerasikan kalimat-kalimat dan konteks- konteks secara tepat (Levinson, 1987: . Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif karena data penelitian berupa bentuk dan fungsi tuturan. digunakan secara apa adanya oleh tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat bagian Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 kemahasiswaan. UPT-TIK dan BAKP Universitas Tadulako. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto . Metode deskriptif kualitatif adalah metode yang mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, menginterpretasikan objek penelitian apa adanya. Dari pendapat di atas, dalam penelitian ini peneliti berusaha mengumpulkan data berupa ujaran-ujaran . yang terjadi pada tenaga pendidik dan mahasiswa dalam pelayanan akademik di rektorat bagian kemahasiswaan. UPT-TIK dan BAKP Universitas Tadulako. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan tenaga pendidik dan mahasiswa Universitas Tadulako yang difokuskan pada rektorat bagian kemahasiswaan. UPT-TIK dan BAKP Universitas Tadulako dalam Pelayanan Akademik. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yaitu satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Kalimat tersebut diperoleh dalam percakapan antara tenaga kependidikan dengan mahasiswa pada bagian rektorat Universitas Tadulako. Sumber data penelitian ini adalah tuturan tenaga pendidikan dan mahasiswa yang sedang mengurus siakad, pengambilan ijazah, validasi data, pemotongan uang kuliah tunggal (UKT), pembuatan dan pengambilan kartu mahasiswa (KTM). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengamatan. Teknik pengamatan yang dilakukan terdiri atas pencatatan lapangan dan perekaman. Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah alat perekam (Handpon. Waktu penelitian ini pada tanggal 31 Januari dan 7 februari 2022 pada pukul 10:18 Ae 12:38 siang. Adapun tempat dalam penelitian ini yakni pada bagian rektorat Universitas Tadulako tepatnya pada bagian UPT-TIK. BAKP, dan bagian kemahasiswaan. Peneliti sendiri sebagai instrument partisipan langsung yang mengumpulkan data dalam Pelayanan Akademik di bagian kemahasiswaan. UPT-TIK dan BAKP Universitas Tadulako. Perilaku yang diamati ialah tenaga pendidik dan mahasiswa Universitas Tadulako yang sedang berkomunikasi atau berinteraksi dalam Pelayanan Akademik. Topik dalam penelitian ini meliputi tindak lokusioner, ilokusi dan perlokusi yang dilakukan oleh tenaga kependidikan dan mahasiwa yang sedang berinteraksi pada bagian rektorat universitas Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut : Merekam tuturan tenaga pendidik dan mahasiswa di unit rektorat bagian kemahasiswaan. UPTTIK dan BAKP Universitas tadulako dalam Pelayanan Akademik. Hasil rekaman ditranskripsikan ke dalam bahasa tulis. Transkrip tersebut merupakan data lengkap tuturan tenaga pendidik dan mahasiswa Universitas Tadulako dalam Pelayanan Akademik di di unit rektorat bagian kemahasiswaan. UPT-TIK dan BAKP Universitas tadulako pada saat interaksi komunikasi sedang berlangsung. Hasil transkrip asli nantinya kemudian diahlibahasakan ke dalam bahasa tulis Indonesia baku, dan seterusnya dianalisis bentuk dan proses berbahasa yang dilakukan oleh responden tersebut. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Bentuk Tuturan Lokusioner Bentuk tuturan lokusioner disajikan berdasarkan fungsinya ditemukan dalam tuturan antara kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Fungsi tuturan lokusioner dilihat pada Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 Tabel 1: Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Lokusioner Bentuk Tuturan Ilokusi Bentuk tuturan ilokusi di sajikan berdasarkan fungsinya yang ditemukan dalam tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Fungsi tuturan lokusioner tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2: Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilokusi Bentuk Tuturan perlokusi Bentuk tuturan perlokusi di sajikan berdasarkan fungsinya yang ditemukan dalam tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Fungsi tuturan lokusioner tersebut dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 3: Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Perlokusi Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 Bentuk Tuturan langsung Bentuk tuturan langsung di sajikan berdasarkan fungsinya yang ditemukan dalam tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Fungsi tuturan langsung tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4: Bentuk dan Fungsi Tuturan Langsung Bentuk Tuturan Tidak Langsung Bentuk tuturan langsung di sajikan berdasarkan fungsinya yang ditemukan dalam tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Fungsi tuturan tidak langsung tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5: Bentuk dan Fungsi Tuturan Langsung Pembahasan Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Lokusioner Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa untuk bentuk tindak tutur lokusi ditemukan fungsi representatif, direktif, asertif, komisif dan deklaratif. Fungsi tersebut dibahas satu persatu berikut ini. Fungsi Representatif Fungsi representatif yang ditunjukkan dalam percakapan antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan diperoleh di dalam konteks pengurusan ijazah, pengambilan dan pembuatan kartu mahasiswa, serta pengurusan siakad. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk tuturan lokusi yang berfungsi representatif ini sesuai dengan yang teori yang dikemukakan oleh Searle . bahwa fungsi representatif itu menunjukkan informasi yang mengikat antara penutur dan mitra tutur. Unsur pengikat di dalam tuturan antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan ini adalah kebenaran atas tuturan yang dikatakannya. Hal ini dapat dilihat pada kalimat L1 yaitu Au Belum CairCair Bantuannya Ibu!Ay. Penutur mengatakan kalimat tersebut ditandai dengan menunjukkan raut wajah yang sangat serius bahwa apa yang dikatakanya sesuai dengan kebenaran. Di dalam kalimat tersebut kebenaran tuturan adalah informasi bahwa bantuan yang diharapkan oleh mahasiswa belum diterima. Fungsi Direktif Berdasarkan hasil penelitian, bentuk tuturan lokusi yang berfungsi direktif ini sesuai dengan yang teori yang dikemukakan oleh Searle . bahwa fungsi direktif itu menunjukkan informasi yang menimbulkan beberapa efek terhadap sang penyimak. Salah satu unsur tindakan di dalam tuturan antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan ini adalah efek yang ditimbulkan oleh penutur terhadap mitra tuturnya. Hal ini dapat di lihat pada kalimat L41 yaitu Au Mau Validasi Berkas KakAy. Penutur mengatakan kalimat tersebut ditandai dengan Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 menunjukkan raut wajah yang serius dengan menyebabkan penyimak menimbulkan efek rasa kasihan dan segera membantunya. Di dalam kalimat tersebut efek tuturan yang ditimbulkan yang berarti penutur meminta bantuan kepada mitra tutur agar datanya segera di validasikan. Hasil penelitian ini memliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariani S . yang menyatakan bahwa bentuk-bentuk tindak tutur direktif guru dalam proses belajar mengajar di TK Nusa Indah Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang ada lima bentuk, yaitu tindak tutur direktif menyuruh, tindak tutur direktif memohon, tindak tutur direktif menyarankan, tindak tutur direktif menasehati dan tindak tutur direktif menantang. Kalimat L41 dikategorikan ke dalam tindak tutur direktif karena tuturan tersebut menyatakan meminta. Kalimat L41 merupakan bentuk tuturan yang menimbulkan efek terhadap mitra tuturnya. Fungsi Asertif Berdasarkan hasil penelitian bentuk tuturan lokusi yang berfungsi asertif ini sesuai dengan yang teori yang dikemukakan oleh Searle ( 1993:. bahwa fungsi asertif itu menunjukkan informasi yang melibatkan pembicara pada kebenaran proposisi yang dieksperikannya. Salah satu unsur kebenaran di dalam tuturan antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan ini adalah kebenaran yang proposisi yang diekspresikan. Hal ini dapat dilihat pada kalimat L96 yaitu AuKemarin Waktu Saya Bayar Spp Terakhir 2020Ay. Penutur mengatakan kalimat tersebut ditandai dengan menunjukkan raut wajah yang tegas dengan pernyataan informasi yang didapatnya. Di dalam kalimat tersebut kebenaran praposisi yang diekspresikan adalah mahasiswa tersebut melakukan pembayaran spp pada tahun 2020. Fungsi komisif Berdasarkan hasil penelitian bentuk tuturan lokusi yang berfungsi komisif ini sesuai dengan yang teori yang dikemukakan oleh Searle . bahwa fungsi komisif itu menunjukkan informasi yang melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang. Salah satu unsur di dalam tuturan antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan ini adalah beberapa tindakan yang akan datang. Hal ini dapat di lihat pada kalimat L102 yaitu Au Nanti Kita Crosscheck. Nanti Kita Yang Bukakan SekalianAy. Penutur mengatakan kalimat tersebut ditandai dengan menunjukkan raut wajah yang serius sehingga mitra tutur menimbulkan rasa percaya kepada Di dalam kalimat tersebut melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang yang berarti penutur berjanji akan meng-crosscheck dan akan membukakan data mitra tuturnya. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah bentuk tuturan yang terjadi pada Unit Rektorat Universitas Tadulako antara tenaga kependidikan dan mahasiswa tepat pada bagian BAKP. UPT TIK, dan Bidang Kemahasiswaan yaitu lokusi, ilokusi terdiri dari dan perlokusi. Fungsi bentuk tuturan yang terjadi pada Unit Rektorat Universitas Tadulako antara tenaga kependidikan dan mahasiswa yaitu bentuk tuturan lokusi dimana terdiri dari fungsi representatif. Fungsi bentuk tuturan direktif yang ditandai dengan adanya kalimat menasehati, meminta, memesan, dan Fungsi bentuk tuturan tindak asertif ditandai dengan adanya kalimat memberitahukan, menyarankan, mengeluh dan menyatakan. Fungsi bentuk tuturan tindak komisif ditandai dengan adanya kalimat memanjatkan doa, menjanjikan dan menawarkan. Selanjutnya, tidak ditemukan fungsi bentuk tuturan deklaratif yang menjadi bagian dari fungsi bentuk tuturan lokusi. Bentuk tuturan ilokusi yang terdiri dari bentuk eksersitif yang ditandai dengan adanya kalimat menyuruh dan mendoakan. Fungsi bentuk tuturan komisif dan verdiktif tidak ditemukan pada interaksi yang terjadi antara penutur dan mitra tutur. Fungsi bentuk tuturan behabitif yang ditunjukkan dengan adanya kalimat terima kasih. Fungsi bentuk tuturan ekspositif yang ditandai dengan adanya kalimat menyetujui. Bentuk tuturan perlokusi yang terdiri dari fungsi bentuk convial yang ditandai dengan adanya kalimat yang menyenangkan. Fungsi bentuk tuturan kompetitif tidak terdapat pada interaksi yang Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E Ae ISSN : 2477-0221 terjadi antara tenaga kependidikan dan mahasiswa. Hal ini terbukti dari data yang diperoleh oleh peneliti dan tidak terdapat tenaga kependidikan dan mahasiswa yang memiliki sifat kurang sopan. DAFTAR PUSTAKA