Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan ISSN: 2548-2203 Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 http://jurnal. id/index. php/sabilarrasyad IMPLEMENTASI METODE TAFAHHUM DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR`AN HADITS DI MA LAB UINSU Raudhatul Jannah Universitas Dharmawangsa Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi metode Tafahhum dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits di MA LAB UINSU, dengan Keywords: tujuan utama mengeksplorasi pelaksanaan metode Tafahhum Implementation, tafahhum method, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi learning Al-Qur`an hadith efektivitas penerapannya. Subjek penelitian melibatkan guru dan siswa, sementara objek kajian difokuskan pada penggunaan metode Tafahhum dalam konteks pembelajaran Al-QurAoan Hadits. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan ________________________ studi lapangan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, *Correspondence Address: wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melibatkan raudhatulj552@gmail. proses penyuntingan . , interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Tafahhum dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits di MA LAB UINSU secara keseluruhan telah berjalan secara optimal. Hal ini tercermin dari pemahaman yang komprehensif dan kemampuan guru dalam menerapkan metode tersebut dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi meliputi antusiasme siswa dalam belajar, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, serta lingkungan pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa metode Tafahhum merupakan pendekatan strategis dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits, tidak hanya meningkatkan hafalan siswa tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap makna dan nilainilai yang terkandung dalam ayat-ayat Al-QurAoan. PENDAHULUAN Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits merupakan salah satu pilar fundamental membentuk karakter umat Islam, terutama pada fase remaja menjadi masa krusial pembentukan Namun, tantangan pengajaran di kalangan remaja tidak dapat diabaikan, mengingat dinamika psikologis mereka seringkali dipengaruhi oleh tingkat motivasi belajar fluktuatif, sifat sulit diatur, hingga keterbatasan konsentrasi. Metode tafahhum merupakan pendekatan pedagogis menitikberatkan pada upaya memahami makna dan kandungan ayat AlQur'an serta hadis secara mendalam. Metode serupa dengan praktik tadabbur berfokus pada perenungan terhadap pesan ilahiah, sehingga menciptakan pembelajaran lebih mengakar dan Hal menjadikan metode tafahhum relevan, terutama bagi siswa rentang usia remaja hingga dewasa, di mana kedewasaan kognitif mulai berkembang dan dapat mendukung penghayatan makna ayat secara lebih utuh. Implementasi metode tafahhum di MA LAB UINSU menjadi contoh nyata bagaimana metode dapat diaplikasikan pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits. konteks ini, pemilihan metode pembelajaran menjadi krusial mengingat tingkat kemampuan pemahaman siswa bervariasi. Sebagian siswa mungkin dengan mudah memahami Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 17-23 kandungan ayat, sementara sebagian lainnya memerlukan pendekatan lebih intensif. Pemanfaatan metode tafahhum dirancang menjembatani perbedaan tersebut, sekaligus memotivasi siswa agar memiliki komitmen tulus mendalami Al-Qur'an Keberhasilan proses pembelajaran tidak semata-mata bergantung pada materi diajarkan, tetapi lebih pada strategi dan metode digunakan oleh pendidik. pandangan para pakar pendidikan, metode menjadi elemen kedua terpenting setelah tujuan pembelajaran. Sebuah metode efektif tidak hanya mampu memandu siswa mencapai target pembelajaran, tetapi juga menanamkan penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits. Metode tafahhum memiliki potensi menjadi alat pedagogis efektif, terutama pembentukan pola pikir Islami mendasar. Alasan saya memilih judul penelitian ini karena saya ingin berupaya mengeksplorasi berbagai dimensi dari metode tafahhum, mulai dari proses implementasi, faktor pendukung, hingga kendala dihadapi. Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi rujukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut pengajaran Al-Qur'an dan Hadits. Mengingat pentingnya Al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber pedoman kehidupan, penguatan metode pembelajaran relevan dan kontekstual. Diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi dunia pendidikan Islam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kitab suci AlQur'an dan Hadits. KAJIAN TEORETIS Metode Tafahhum Pengertian Metode Istilah "metode" Bahasa Indonesia bermula dari kata Yunani methodos, secara etimologis ada dua unsur. Unsur pertama, meta, bermakna "menuju", "melalui", "mengikuti", atau "setelah", dan unsur kedua, hodos, berarti "jalan", "perjalanan", "langkah", atau "arah" (Mahmud Yunus, 2018:. Sebagai istilah, metode dapat dimaknai sebagai pedoman atau langkah diambil mencapai suatu tujuan tertentu (Muwahidah Nur Hasanah & Wibawati Bermi, 2022:. Abdullah Sani . mendefinisikan metode sebagai suatu cara mengajar dirancang sesuai prinsip dan sistem tertentu. Hasan Langgulung menambahkan bahwa metode merupakan langkah atau cara dipilih mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan berbagai definisi tersebut, disimpulkan bahwa metode merupakan serangkaian langkah atau pendekatan untuk menyampaikan materi kepada siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran telah ditetapkan. Metode Tafahhum Tafahhum berasal dari bahasa Arab yaitu tafahhama-yatafahhama tafahhuman, yang berarti usaha aktif memahami suatu objek. Secara istilah, tafahhum diartikan sebagai upaya memahami makna suatu hal, hal ayat Al-Qur'an dihafal secara mendalam, baik secara literal maupun kontekstual (Rif'atul Khoriyah. Cholifah, dan Neny Liftiyarotun Nadhiro, 2022:. Metode tafahhum adalah pendekatan pembelajaran bertujuan memahami kandungan dan makna ayat Al-Qur'an sebelum menghafalnya. Metode ini memiliki kesamaan dengan tadabbur, yaitu perenungan mendalam terhadap makna dan pesan dari ayat Al-Qur'an. Pelaksanaan metode tafahhum perlu mempertimbangkan tingkat kematangan usia dan kapasitas intelektual siswa, mengingat proses pemahaman dan penghafalan ayat-ayat Al-Qur'an membutuhkan ketulusan niat, motivasi internal, serta komitmen kuat. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 17-23 Pembelajaran Al QurAoan Hadits Pembelajaran, menurut UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. , diartikan suatu proses interaksi antar siswa, pendidik, dan sumber belajar dalam sebuah lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan proses sistematis dirancang secara sadar menciptakan kondisi di mana individu dapat terlibat perilaku tertentu situasi tertentu, serta mampu merespons secara tepat terhadap rangsangan diberikan. Pembelajaran ideal dan efektif memberikan ruang bagi siswa berpartisipasi aktif, mengeksplorasi rasa ingin tahu, dan mengembangkan potensi dimiliki. Proses memerlukan dukungan, bimbingan, serta kearifan profesional dari pendidik agar setiap individu dapat memaksimalkan hasil belajar. Al Quran Hadits Menurut Syaikh Manna Al-Qaththan . Al-Qur'an suatu wahyu Ilahi kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup manusia, di mana setiap pembacaannya akan mendatangkan pahala ibadah. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman utama kehidupan, lautan hikmah tidak pernah habis digali, serta inspirasi penulisan berbagai karya ilmiah dan buku (Akhmad Akromusyuhada, 2018:. Al-Qur'an menjadi sumber kehidupan spiritual memberikan makna pada eksistensi Said Abdul Adhim mengungkapkan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat suatu kaum berpegang teguh pada Al-Qur'an, sekaligus merendahkan mereka Sementara itu, hadits berupa segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. Hadits memiliki peran penting sebagai panduan hidup melengkapi AlQur'an. Hadits memberi pemahaman terhadap ayat Al-Qur'an bersifat umum agar menjadi lebih rinci dan mudah dipahami. Namun, pemahaman terhadap hadits seringkali memerlukan interpretasi mendalam, karena tidak semua hadits menyampaikan makna secara eksplisit. Meskipun demikian, hadits tetap menjadi pedoman tidak tergerus oleh waktu, menjadi sumber kebijaksanaan bagi umat Islam menjalani kehidupan penuh Al-Qur'an dan hadits, sebagai dua rujukan utama umat Islam, memberikan landasan kokoh tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga menjadi panduan praktis menjalani Keduanya mengajarkan nilai-nilai universal tetap relevan membangun peradaban manusia berlandaskan keimanan dan moralitas luhur. METODE PENELITIAN Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari instrumen pengumpulan seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dikategorikan menjadi dua jenis utama: data pokok dan data penunjang. Teknik pengumpulan data digunakan mencerminkan pendekatan ilmiah komprehensif dan terstruktur, mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam rangka mengolah data penelitian, peneliti menerapkan serangkaian teknik analisis sistematis dan komprehensif, yaitu editing data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 17-23 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Keberhasilan proses pembelajaran tidak semata-mata bergantung pada materi diajarkan, tetapi lebih pada strategi dan metode digunakan oleh pendidik. pandangan para pakar pendidikan, metode menjadi elemen kedua terpenting setelah tujuan pembelajaran. Sebuah metode efektif tidak hanya mampu memandu siswa mencapai target pembelajaran, tetapi juga menanamkan penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai dalam Al-Qur'an dan Hadits. Mengajar dan belajar adalah dua konsep tidak bisa dipisahkan. Mengajar merujuk aktivitas dilakukan pendidik memberikan pembelajaran, sedangkan belajar mengacu pada aktivitas dilakukan oleh siswa menerima, memahami, dan mempraktikkan materi pelajaran. Sebuah metode dianggap efektif dan tepat jika dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Hal yang sama berlaku dalam memahami Al-Qur'an, di mana metode yang baik mempengaruhi proses pembelajaran secara signifikan, sehingga menghasilkan keberhasilan. Selain itu, dengan menerapkan dan memahami metode yang efektif, kekurangan-kekurangan yang ada dapat Namun, tantangan pengajaran di kalangan remaja tidak dapat diabaikan, mengingat dinamika psikologis mereka seringkali dipengaruhi oleh tingkat motivasi belajar fluktuatif, sifat sulit diatur, hingga keterbatasan konsentrasi. Meski demikian, terdapat individu menonjol dengan kemampuan hafalan baik dan pemahaman mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Dalam proses pembelajaran Al-Qur'an Hadits, pemilihan metode yang digunakan oleh guru sangat berperan penting, mengingat setiap individu memiliki tingkat kemampuan yang Beberapa orang mungkin dengan mudah memahami materi, sementara yang lain mungkin mengalami kesulitan, dan ada pula yang memiliki kemampuan pemahaman yang biasa saja. Untuk meraih tujuan tersebut, perlu strategi, pendekatan, dan metode efektif. Dengan demikian, metode salah satu faktor utama dalam memahami pembelajaran AlQur'an Hadits. Dari penjelasan diatas, disimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an Hadits berperan penting bagi umat Islam dari berbagai kalangan. Namun, saat ini banyak umat Islam yang masih kurang memahami Al-Qur'an. Padahal, memahami baik Al-Qur'an, kehidupan manusia bisa menjadi lebih baik, karena Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat manusia. Selain itu, terdapat berbagai metode untuk mempercepat proses pemahaman peserta didik mempelajari Al-Qur'an Hadits. Upaya yang dilakukan menggunakan metode tafahhum karena metode ini sangat relevan, terutama bagi siswa rentang usia remaja hingga dewasa, di mana kedewasaan kognitif mulai berkembang dan dapat mendukung penghayatan makna ayat secara lebih utuh. Penerapan metode tafahhum di MA LAB UINSU menjadi contoh nyata bagaimana metode dapat diimplementasikan pada pembelajaran Al-Qur'an Hadits. pemilihan metode pembelajaran menjadi krusial mengingat tingkat kemampuan pemahaman siswa bervariasi. Sebagian siswa mungkin dengan mudah memahami kandungan ayat, sementara sebagian lainnya memerlukan pendekatan lebih intensif. Pemanfaatan metode tafahhum dirancang menjembatani perbedaan tersebut, sekaligus memotivasi siswa agar memiliki komitmen tulus mendalami Al-Qur'an. Pembahasan MA LAB UINSU melaksanakan metode Tafahhum dalam pembelajaran Al-Quran Hadits terdapat beberapa tujuan. Pertama, membuat siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil dan lancar. Kedua, mendorong, membina, dan membimbing siswa mencintai Al-Qur'an Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 17-23 serta mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari. Ketiga, menanamkan nilai kepemimpinan islami pada siswa berjiwa Qur'ani, sesuai visi dan misi MA LAB UINSU. Selanjutnya, tujuan pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MA LAB UINSU adalah membimbing siswa mempelajari cara membaca Al-Qur'an, seperti disampaikan oleh Bapak AR. AuTujuan dilaksanakannya program tahsin Al-Qur'an metode tafahhum di MA LAB UINSU adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan baik. Selain itu, diharapkan agar siswa yang lulus dari MA LAB UINSU memiliki dasar yang kuat, yakni kemampuan untuk membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an serta HaditsAy. Melalui penerapan metode Tafahhum pada pembelajaran Al-QurAoan Hadits akan meningkatkan kesadaran siswa melestarikan Al-QurAoan dan membentuk perilakunya agar sesuai nilai-nilai dalam Al-QurAoan dan Hadits. Metode Tafahhum . emahami makna bacaan Al-Qur'a. diterapkan pada pembelajaran Al-Quran Hadits untuk mempermudah siswa dalam menghafal, karena otak cenderung menyimpan informasi dengan lebih kuat ketika dipahami atau diulang-ulang. Dengan memahami ayat yang hendak dihafal, siswa akan lebih mudah Siswa kemudian dibimbing oleh guru untuk terlebih dahulu memahami ayat yang akan dihafal, sesuai dengan hafalan yang mereka miliki. Selama proses pembelajaran dengan metode tafahhum pada pembelajaran Al-Qur'an Hadits, peneliti mencatat bahwa semua siswa terlihat antusias membaca dengan suara yang jelas dan menyenangkan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ibu RR. AuIya Bu, alhamdulillah tadi anak-anak belajar dengan baik. Mereka sangat bersemangat mengikuti pembelajaran dengan tertib. Anak-anak merasa senang membaca karena metode tafahhum yang digunakan membuat mereka tidak merasa bosan, sehingga materi pun dapat tersampaikan dengan mudahAy. Dengan metode Tafahhum, siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih cepat. Seperti disampaikan oleh salah satu siswa MA LAB UINSU. Muhammad Baihaqi. AuSejak saya menggunakan metode tafahhum, saya dapat lebih memahami kandungan dan makna ayat Al-Qur'an sebelum menghafalnya, dan alhamdulillah bacaan Qur'an saya menjadi lebih lancar dalam waktu lebih singkat. Metode ini menyenangkan. Dulu, ketika saya belajar bersama guru ngaji di rumah, saya sering lupa dan belum begitu memahami maknanya, sehingga prosesnya lebih lamaAy. Membaca Al-Qur'an bukan sekadar membaca, karena dalam Al-Qur'an terdapat kaidah yang perlu diperhatikan dan dipahami. Kesalahan dalam mengikuti kaidah, hal itu dapat mempengaruhi pemaknaan Al-Qur'an. Oleh karena itu, pembelajaran Al-Qur'an penting untuk siswa dapat membaca Al-Qur'an dengan kaidah yang benar dan tepat. Dengan penerapan metode Tafahhum, siswa dapat mengembangkan sikap, mental, dan kepribadian mereka. Hal ini akan membantu peserta didik menerima pelajaran secara efektif, dan mengamalkannya dengan baik. Tafahhum merujuk pada pemahaman terhadap makna dari bacaan Al-Quran yang hendak dihafal. Proses menghafal Al-Quran menjadi lebih mudah apabila seseorang memahami kandungan ayat-ayat tersebut. Orang yang menguasai bahasa Arab cenderung lebih cepat dalam menghafal karena mereka menggunakan kemampuan kognitif mereka untuk memahami makna dan alur cerita ayat yang mereka hafal. Bagi mereka yang tidak fasih berbahasa Arab, bisa memanfaatkan mushaf terjemahan atau berbagai bentuk terjemahan lainnya yang tersedia. Al-Quran adalah kitab yang luar biasa. semakin dalam seseorang memahami maknanya, semakin besar keinginannya untuk mempelajarinya. Ayat-ayat Al-Quran memiliki daya tarik yang besar berkat keindahan kalimat dan kedalaman maknanya. Siapa saja yang bisa menghafal dan memahami Al-Quran akan merasakan keuntungan yang besar. Menghafal dengan pemahaman akan lebih tertanam dalam pikiran dan hati dibandingkan dengan menghafal tanpa Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 17-23 Kecepatan menghafal dipengaruhi oleh cara pemahaman terhadap ayat dan surah yang hendak dihafal. Seseorang akan lebih cepat menghafal puisi dalam bahasa Indonesia yang dipahami dibandingkan dengan puisi dalam bahasa Inggris yang tidak dipahaminya. Sebelum menghafal, seseorang perlu membaca dan memahami ayat-ayat terlebih dahulu. Misalnya, jika ingin menghafal lima ayat, bacalah terjemahan dari lima ayat tersebut. Dengan memahami arti ayat dan surah, proses menghafal akan menjadi lebih mudah. Metode ini mirip dengan mentadabburi dan merenungi ayat hingga ia tertanam kuat dalam ingatan. KESIMPULAN Dari penjelasan diatas, peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: Implementasi metode Tafahhum dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MA LAB UINSU dilakukan dengan memahami arti bacaan Al-Qur'an, yang dilaksanakan malam hari sebelum tidur untuk memudahkan proses menghafal. Hal ini karena otak cenderung menyimpan informasi dengan lebih kuat ketika dipahami atau diulang-ulang sebelum tidur. Dengan memahami ayat yang akan dihafal, santri akan lebih mudah dalam menghafalnya. Peserta didik dibimbing oleh guru untuk memahami terlebih dahulu ayat yang akan dihafal sesuai dengan target hafalan masing-masing. Metode ini diterapkan untuk membantu peserta didik mencapai target hafalan yang ditentukan oleh guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Kelebihan dan kekurangan metode Tafahhum dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits adalah: dengan metode Tafahhum, peserta didik lebih mudah dalam menghafal, pikiran menjadi lebih kritis dan tajam, sehingga metode ini dapat membantu memperkuat ingatan serta mempermudah pengkondisian ayat yang akan dihafal, yang pada akhirnya akan menjaga hafalan dengan lebih baik. Metode ini sangat efektif diterapkan pada usia remaja. Namun, kekurangannya terletak pada perbedaan kemampuan dan perkembangan anak yang bervariasi. Metode Tafahhum memerlukan fokus, kesabaran, dan waktu yang cukup lama, terutama bagi mereka yang kesulitan memahami makna atau kandungan Al-Qur'an. SARAN Dalam penelitian ini, terdapat beberapa saran yang menjadi pertimbangan bagi berbagai pihak, yaitu : Bagi peserta didik, disarankan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan melakukan muroja'ah hafalan dengan rutin, agar hafalan tetap terjaga dan terus bersemangat dalam menghafal Al-Qur'an. Bagi guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadits, diharapkan terus mempertahankan kualitas pembelajaran Al-Qur'an Hadits Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan metode implementasi pembelajaran Al-Qur'an Hadits yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA