PROSIDING SEMMAU 2021 SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT BAWANG PUTIH MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER Risaldy Ratonamo1 Mardhalia Saitakela2 Program Studi Teknik Informatika Strata Satu STIKOM Uyelindo Kupang Jln. Perintis Kemerdekaan 1 Ae Kayu Putih Ae Kupang Ae NTT Ae Indonesia Email: 1aldyrato10@gmail. 2mardhaliasaitakela@gmail. ABSTRACT Based on data from the NTT BPS, the production of garlic in 2017 was 2,165 tons, in 2018 it was 4,522 tons, and in 2019 the production was 8,683 tons. How to diagnose pests and diseases on garlic plants using the Dempster Shafer method. The purpose of this study was to diagnose pests and diseases on garlic plants using the Dempster Shafer method. Especially during the Covid-19 pandemic, garlic is highly sought after by the public as a medicine in maintaining stamina to fight the Covid-19 virus. The method used in diagnosing pests and diseases of garlic plants is Dempster Shafer. The final result expected from this research is that an expert system for diagnosing garlic pests and diseases using the Dempster Shafer can be built so that it can help farmers and employees of the Agricultural Service to find out Pests and Diseases experienced by Garlic early so that they can do the right treatment. Keywords: Expert System. Pests. Diseases. Garlic. Demspter Shafer. PROSIDING SEMMAU 2021 PENDAHULUAN Penyebaran bawang putih tersebut salah satunya di Indonesia terkhusunya di Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data BPS NTT, hasil produksi bawang putih pada tahun 2017 sebanyak 2. 165 ton, pada tahun 2018 sebanyak 4. 522 ton, dan pada tahun 2019 hasil produksi sebanyak 8. 683 ton. Melihat hasil produksi dari tahun 2017 sampai dengan 2019 mengalami peningkatan hasil produksi. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini bawang putih sangat dicari oleh masyarakat sebagai obat dalam menjaga stamina untuk melawan virus Covid-19. Oleh karena itu dalam melakukan budidaya bawang putih sangatlah penting untuk mengetahui hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang putih. Dalam proses untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada bawang putih diperlukan sebuah sistem pakar yang membantu dalam mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman bawang tersebut. Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait sistem pakar serta dempster shafer sebagai berikut:Aldo dan Putra melakukan penelitian pada tahun 2020 dengan judul Aupenelitian Sistem Pakar Diagnosis Hama dan Penyakit Bawang Merah Menggunakan Metode Demspter ShaferAy, hasil dari penelitiannya adalah metode dempster sfhaer sangat cocok digunakan dalam mendiagnosis hama dan penyakit bawang merah dengan tingkat akurasi 95%. Selanjutnya pada tahun yang sama Winarno melakukan penelitian dengan judul AuSistem Pakar Diagnosis Penyakit Tanaman Bawang Merah Menggunakan Metode Certainty Factor dengan Mesin Inferensy Forward Chaining Berbasis WebAy, hasil dari penelitiannya adalah berdasarkan pengujian yang dilakukan diperoleh hasil mayoritas user menilai bahwa sistem pakar yang dibangun baik. Serta pada pengujian pakar diperoleh hasil data dari sistem sama dengan hasil yang didiagnosis oleh pakar. Sehingga sistem pakar layak digunakan. Selanjutnya pada tahun 2020. Nugroho melakukan penelitian dengan judul AuSistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Tomat Menggunakan Metode Dempster ShaferAy, hasil dari penelitiannya adalah sistem diagnosis yang dibangun menjadi alternatif solusi sebagai media konsultasi bagi pengguna untuk mendapatkan informasi kemungkinan hama dan penyakit tanaman tomat yang terserang, dengan nilai akurasi yang diperoleh sistem sebesar 86,66% dari uji 15 sampel gejala yang ada. Berdasarkan uraian pada latar belakang dan referensi penelitian yang ada, maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian Sistem Pakar Mendiagnosa Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Putih Menggunakan Metode Demspter Shafer, agar dapat membantu para petugas pada dinas pertanian dalam budidaya bawang putih, khususnya para petani bawang. METODE PENELITIAN Sistem Pakar Sistem pakar merupakan suatu aplikasi komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik. Sistem ini bekerja dengan menggunakan pengetahuan dan metode analisis yang telah didefenisikan terlebih dahulu oleh pakar yang sesuai dengan bidang keahliannya. Sistem ini disebut sistem pakar karena fungsi dan peranannya sama seperti seorang ahli yang harus memecahkan persoalan. Sistem biasanya berfungsi sebagai kunci penting yang akan membantu suatu sistem pendukung keputusan (Hayadi, 2. Sistem pakar dikembangkan beberapa tahapan, tahapan yang paling rumit adalah tahapan representasi pengetahuan yang meliputi pembuatan tabel keputusan, penyusunan pohon keputusan, peringkasan pohon keputusan (Jogiyanto. Tanaman Bawang Putih Bawang putih termasuk ke dalam marga Allium dan suku Amaryllidaceae. Nama ilmiah botani bawang putih adalah Allium Sativum L sedangkan nama sinonimnya adalah Porvium Satium Rehb. Tanaman bawang putih berupa herba semusin, dengan tinggi 30-60 cm. Bagian tanaman yang digunakan adalah umbinya, yang berbau khas bila diremas. Aroma khas bawang putih tersebut berasal dari senyawa sulfur . yang terkandung dalam bawang putih. Salah satu senyawa sulfur tersebut adalah Aliin. Aliin sifatnya sangat mudah berubah menjadi Alisin ketika bawang putih segar dicincang, dipotog, maupun dikunyah secara Perubahan Aliin menjadi Alisin dibantu enzim khusus bernama Alinase. Alisin inilah yang bertanggungjawab pada bau dan cita rasa yang khas pada bawang putih. Walaupun berbai sangat khas, namun bawang putih memiliki banyak khasiat. Bawang putih telah sejak zaman dahulu dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah atau menyembuhkan berbagai penyakit serta menjaga kondisi tubuh. Beberapa ramuan yang mengandung bawang putih sering dimanfaatkan baik dalam bentuk tunggal maupun campuran dengan tanaman lain oleh masyarakat maupun para pengobat tradisional di beberapa daerah serta kelompok etnik di Indonesia. Pada umumnya dimanfaatkan untuk menurunkan kadar lemak darah, meringankan tukak lambung, menurunkan tekanan darah tinggi, gondokan, obat cacing, batuk, sesak nafas, masuk PROSIDING SEMMAU 2021 angin, sakit kepala, sakit pinggang, bronkritis, asma dan salesma (Badan POM, 2. Hama Tanaman Bawang Putih Hama yang menyerang tanaman bawang, antara lain: Ulat Bawang atau Ulat Tentara (Spodopthera Exigu. Ngenat memiliki sayap berwarna coklat tua dengan garis-garis yang kurang tegas dan terdapat bintik-bintik hitam. Sayap belakang berwarna keputih-putihan dengan garis-garis hitam pada Seekor ngengat betinda bertelur sekitar 500600 butir dan menetas dalam 2 hari. Gejala yang ditemukan pada bawang putih yang terserang hama Ulat Bawang adalah adanya lubang pada daun, mulai dari tepi daun permukaan atas atau bawah. Gejala serangan pada masa instar muda berupa epidermis yang putih menerawang. Serangan . Lalat Pengorok Daun (Liriomyza sp. Serangga dewasa berupa lalat kecil ukuran 2 Fase imago betina 10 hari dan jantan 6 hari. Larva atau belatung berwarna putih bening berbentuk silinder berukuran 2,5 mm dan tidak mempunyai kepala/kaki. Pupa berwarna kuning kecoklatan dan terbentuk dalam tanah. Intensitas kerusakan bervariasi, tergantung populasi, serangga dewasa merusak tanaman dengan tusukan ovipositor saat meletakkan telur dengan menusuk dan mengisap cairan daun. Gejala yang ditemukan adalah terdapat bintikputih pada daun akibat tusukan ovipositor imago betina saat meletakkan telur. Setelah telur menetas, larva akan memakan bagian dalam jaringan daun dan akan menimbulkan gejala serangan berupa korokan dari larva yang berkelok-belok. Serangan terjadi sejak awal pertumbuhan dan berlanjut hingga fase Gambar 3. Lalat Pengorok Daun Gambar 1. Ulat Tentara Thrips (Thrips sp. Trips menyerang tanaman sepanjang tahun, dan serangan berat terjadi pada musim kemarau. Serangga dewasa bersayap sepeerti jumbai sisir bersisi dua sedangkan nimfa tidak bersayap. Warna nimfa kuning pucat sedangkan serangga dewasa berwarna kuning sampai coklat kehitaman. Panjang badannya sekitar 0,8 Ae 0,9 mm. Hama merusak jaringan bawah daun dengan cara menggaruk dan mengisap cairan sel tanaman. Gejala yang ditemukan adalah daun yang terserang terlihat bercak-bercak tidak beraturan pada permukaan bawah daun. berwarna putih keperak-perakan dan berkilau seperti perunggu pada permukaan bawah daun berubah menjadi berkerut/keriting karena cairan tanama dihisap. Serangan berat terjadi pada musim kemarau, menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat . Tungau Betina dewasa memiliki panjang sekotar 0,5 kemerahan dan lebih elips. Jantan sedikit lebih kecil dan berbentuk baji, memiliki bintik hitam di Tungau betina dewasa dapat hidup hingga 24 hari dan bertelur 200 butir telur. Hama dewasa dan nimfa ditemukan di bagian bawah pelepah daun dan merusak sel-sel mesofil dan emnghisap isi sel, termasuk klorofil. Daun terluka akibat serangan tungau merah mempunyai laju fotosintesis yang rendah, transparansi meningkat dan kadar klorofil rendah. Gejala yang ditemukan adalah permukaan bagian atas daun menjadi kaku dengan titik-titik kecil tempat menusuk untuk makan. Nampak anyaman seperti sutra yang diproduksi oleh tungau. Daun akhirnya menjadi pucat dan berubah warna menjadi coklat dan kemungkinan rontok. Gambar 4. Hama Tungau Gambar 2. Hama Thrips PROSIDING SEMMAU 2021 Gudang (Ephestia Cautell. Hama utama di daerah tropik dan beriklim Ngengat berwarna abu-abu, panjang tubuh sekitar 6mm. Panjang rentang kedua sayap 17 mm, sisi atas sayap depan mempunyai semacam pita. Larva berwarna cokelat agak kotor atau cokelat kemerahan dengan bintik-bintik berwarna agak Setelah menetas larva memakan umbi, membuat terowongan dan meninggalkan kotoran Gejala yang ditemukan adalah umbi bawang putih menjadi keropos, jika dibelah ditemukan larva atau kotorannya. kemudian diproses untuk mendapatkan data yang Selanjutnya tahap representasi data yang merupakan cara memasukkan nilai ke dalam Selanjutnya tahap perancangan sistem, tahap ini mengkonfigurasikan dari komponenkomponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. Setelah itu tahap implementasi sistem yaitu melaksanakan dan menerapkan hasil desain ke dalam program, selanjutnya tahap pengujian sistem apakah sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan, kemudian tahap validasi yaitu melakukan tes apakah sistem menunjukkan hasil yang valid maka sistem siap untuk digunakan dan apabila sistem belum menunjukkan hasil yang valid, maka akan dilakukan desain ulang sistem yang baru sampai sistem menunjukkan hasil yang valid. Gambar 5. Hama Gudang Teori Dempster Shafer Ada berbagai macam penalaran dengan model yang lengkap dan sangat konsisten, tetapi pada kenyataannya banyak permasalahan yang tidak dapat terselesaikan secara lengkap dan konsisten. Ketidakkonsistenan yang tersebut adalah akibat adanya penambahan fakta baru. Penalaran yang seperti itu disebut dengan penalaran non tersebut maka dapat menggunakan penalaran dengan teori Dempster Shafer (Sulistyohati dan Hidayat. Teori Dempster Shafer pertama kali diperkenalkan oleh Arthur P. Dempster dan Glenn Shafer, yang melakukan percobaan ketidakpastian dengan range probabilitas dari pada sebagai probabilitas tunggal. Kemudian pada tahun 1976 Shafer mempublikasikan teori Dempster pada buku yang berjudul Mathematichal Theory of Evident. Teori Dempster Shafer merupakan teori matematika dari evidence. Teori tersebut dapat memberikan sebuah cara untuk menggabungkan evidence dari beberapa sumber dan mendatangkan . irepresentasikan melalui fungsi kepercayaa. dimana mengambil dari seluruh evidence yang METODOLOGI PENELITIAN Prosedur Penelitian Terdapat beberapa tahap yang dilakukan yaitu tahap akuisisi data dengan mempelajari referensi-referensi yang terkait dengan penelitian, pengumpulan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Gambar 6. Prosedur penelitian Akusisi Pengetahuan Kode G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 Tabel 1. Gejala kerusakan Nama Gejala Lubang pada tepi permukaan daun Pertumbuhan tanaman terhambat Epidermis yang putih menerawang Bercak tidak beraturan pada permukaan bawah daun Terdapat bintik putih pada daun Daun menjadi pucat Daun berkeriput atau keriting Terdapat korokan larva yang berkelok-kelok pada daun Warna daun berubah coklat dan Umbi bawang kropos Daun terlihat mati dari ujung Akar membusuk PROSIDING SEMMAU 2021 G13 G25 Daun melekuk ke dalam dan terdapar bercak ukuran kecil Umbi membusuk Umbi terdapat jamur berwarna putih Umbi berwarna coklat Terdapat bulu-bulu berwarna ungu menutupi daun bagian luar Terdapat mosaik pada daun muda Distorsi daun bawang Daun terbelah diarea leher Permukaan daun tidak rata atau tampak lekuk-lekuk hijau tua Bercak pada daun menyerupai cincin, bagian tengah berwarna Permukaan daun memiliki bercak berwarna coklat kehitaman Permukaan atas daun menjadi kaku, dengan bintik kecil Terdapat anyaman sutra pada daun Kode H01 H02 H03 H04 H05 H06 H07 H08 H09 Tabel 2. Kerusakan Nama Hama dan Penyakit Ulat Bawang atau Ulat Tentara Thrips Lalat Pengorok Daun Tungau Gudang Layu Fusarium Bercak Ungu atau Trotol Embun Bulu atau Tepung Palsu Busuk Leher G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 G23 G24 Berikut ini adalah contoh perhitungan dengan menggunakan metode dempster shafer untuk mendiagnosa hama pada daun tanaman bawang Jika tanaman bawang putihRisal terkena gejala terdapat bintik putih pada daundan umbi berwarna coklat berdasarkan tabel hama dan tabel penyakit, maka mungkin bawang putihRisal terkena Lalat Pengorok Daun dan Embun Bulu atau Tepung Palsu. Coba Risal sebagai pemilik bawang putih menentukan hubungan kepercayaan dari elemen gejala yang ada! Gejala 1: Terdapat bintik putih pada daun m1 {H03. = 0,8 m1 {} = 1 Ae 0,8 = 0,2 Gejala 2: Umbi berwarna coklat m2 {H. = 0,7 m2 {} = 1 Ae 0,7= 0,3 munculnya 2 gejala yaitu terdapat bintik putih pada permukaan daun dan umbi berwarna coklat, maka harus dihitung densitas baru untuk beberapa kombinasi . Tabel 3. Aturan kombinasi untuk m3 {H. {H03, . {H. {H03, . {H. Densitas baru untuk beberapa kombinasi . dengan persamaan dempster shafer sebagai berikut: 0,56 0,14 = 0,744 m3 {H. = 1Oe0,06 m3 {H03. = 0,24 1Oe0,06 Pengujiandempster shafer Pengujian dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang telah dibuat, dimana data akan diuji penilaiannya dalam pengukuran untuk mencapai tujuan dari data tersebut. Kemudian data akan diproses ke validasi jika sistem menyajikan proses yang diperoleh dari evaluasi salah maka, proses diperintahkan untuk kembali pada representasi pengetahuan dan mengulang kembali proses pengujian data tersebut, jika data yang diuji sudah benar maka aplikasi akan menampilkan hasil pengujian data. Setelah data selesai diuji maka proses selesai dan user bisa mendapatkan hasil yang Untuk memperoleh hasil dari data yang diuji dapat gunakan rumus: m3 (Z) = OcXOY=Z m1(X). m2 (Y) 1 Oe OcXOY=OI m1(X). m2(Y) Dimana : m1 (X) adalah massfunction dari evidence X m2(Y) adalah massfunction dari evidence Y m3 {} = 0,06 1Oe0,06 = 0,255 = 0,063 dari hasil perhitungan nilai densitas m3 kombinasi di atas dapat dilihat nilai {H. lebih tinggi dibandingkan nilai {H03. dengan densitas 0,744. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari gejala yang ada, tanaman bawang putih terserang penyakit Embun Bulu atau Tepung Palsu (H. dengan nilai probabilitas 0,744 aatu bila di presentasikan 74,4%. PROSIDING SEMMAU 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Tampilan Interface Tampilan halaman menu utama Halaman login digunakan oleh Admin untuk bisa memasuki sistem, dimana Admin akan di minta untuk menginput Username dan Password. Jika Username dan Password berhasil, maka Admin dapat memasuki halaman Admin untuk melakukan pengolahan data baik data Master maupun data Transaksi dari Sistem yang dibangun. Pengujian sistem Pengujian sistem dibagi menjadi dua bagian yaitu pengujian fungsionalitas sistem yang dilakukan oleh pembuat sistem dan pengujian pengguna untuk melihat unjuk kerja dari sistem. Gambar 7. Halaman Menu Utama Pengujian Pakar menu utama merupakan beranda atau halaman utama dari Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Putih. Melalui halaman ini pengguna dapat mengakses halaman transaksi terkait konsultasi maupun master dari sistem. Tampilan halamanKonsultasi Gambar 10. Hasil Pengujian Pakar Pengujian Aplikasi Gambar 8. Halaman Konsultasi Halaman Konsultasi dapat diakses oleh pengguna maupun Pakar untuk memilih gejalagejala Hama dan Penyakit yang dialami oleh Tanaman Bawang Putih. Sehingga sistem dapat menentukan penyakit maupun hama yang dialami oleh tanaman bawang putih berdasarkan gejalagejala dari tanaman bawang putih. Tampilan halaman Login Gambar 11. Pengujian Aplikasi Berdasarkan hasil prediksi diagnosa hama dan penyakit dengan menggunakan metode Dempster Shafer dilakukan pengujian dari pakar dan Dalam pengujian akan dilakukan penghitungan tingkat akurasi menggunakan metode mean absolute precentage error (MAPE) dengan persamaan: 1y A galat eror y 100%, dimana n = ycujumlah data. Variasi Rule (X. Kesamaan Rule dari Pakar dan Aplikasi (F. Ketidaksamaan Rule dari Pakar dan Aplikasi Galat Presentasi (PE. % MAPE 0,01 Gambar 9. Halaman Login PROSIDING SEMMAU 2021 Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka Ae Tegal. 66 hal. Hayadi. Sistem Pakar. Yogyakarta(ID): Deepublish. Hartono. Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta(ID): Andi. Wahana Komputer. Pemrograman Microsoft Visual Studio 2008 dan MySQL. Yogyakarta (ID): Andi. Nugroho. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Tomat Menggunakan Metode Dempster Shafer [Skrips. Palembang (ID): Informatika. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer Palcomtech. Pandia. Visual Basic 6 Tingkat Lanjut. Yogyakarta (ID): Andi. Sianipar. Aplikasi Basis Data Computer Relasion. Jakarta(ID): Alex Komputindo. Sulistyohati. dan Hidayat. Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal dengan Metode Dempster Shafer. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI) . iunduh 10 Maret Tersedia https://journal. id/Snati/article/ vi ew/720 2008 VARIASI RULE (XT) GALAT PRESENTASI (PET)% Gambar 12. Grafik Hasil Pengujian KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pengujian sistem serta analisis kelebihan dan kekurangan sistem, maka dapat disimpulkan bahwa: Dengan adanya aplikasi yang dibangun dapat membantu para Petani dan Pegawai Dinas Pertanian untuk mengetahui Hama maupun Penyakit yang dialami oleh Bawang Putih lebih awal sehingga dapat melakukan penanganan yang tepat. Nilai kepercayaan yang dihasilkan dari sistem ini sama dengan hasil perhitungan secara manual dengan menggunakan teori Dempster Shafer, sehingga keakuratan hasilnya sudah sesuai dengan perhitungan yang diharapkan. DAFTAR PUSTAKA