Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis 5. : 31-38 https://jurnal. net/index. php/jikab doi: https://doi. org/10. 53088/jikab. ISSN: 2962-2433 Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar Rahmat Bayu Samudra1. Yuwita Ariessa Pravasanti2. LMS Kristiyanti3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Indonesia. Alamat Email: rahmatbayusamudraa@gmail. com1, yuwita. pravasanti@gmail. com2, lms. kristiyanti@yahoo. Sitasi Artikel: Samudra. Pravasanti. , & Kristiyanti. Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 5. , 31Ae38. https://doi. org/10. 53088/jikab. Abstract: Village financial performance is an important indicator in assessing the effectiveness of public financial management at the village government level. The implementation of good governance through accountable financial management, transparency, and effective internal control systems is expected to improve the quality of village financial performance. This study aims to analyze the effect of financial management, transparency, and internal control on village financial performance. This study employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of village officials as well as RT and RW leaders in Papahan Village. Tasikmadu District. Karanganyar Regency. A total of 90 respondents were selected using a saturated sampling Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results show that financial management, transparency, and internal control have a positive and significant effect on village financial performance. Simultaneously, these variables explain 64. 6% of the variation in financial performance, while the remaining 35. 4% is influenced by other variables outside the research model. These findings indicate that the implementation of good governance principles plays an important role in improving accountability and effectiveness in managing public finances at the village level. Keywords: Financial Performance. Financial Management. Internal Control. Transparency. Abstrak: Kinerja keuangan pemerintah desa merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengelolaan keuangan publik di tingkat desa. Penerapan tata kelola keuangan yang baik melalui pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparansi, serta sistem pengendalian internal yang efektif diyakini dapat meningkatkan kualitas kinerja keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan keuangan, transparansi, dan pengendalian internal terhadap kinerja keuangan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah perangkat desa serta ketua RT dan RW di Desa Papahan. Kecamatan Tasikmadu. Kabupaten Karanganyar. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan, transparansi, dan pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan desa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan variasi kinerja keuangan sebesar 64,6%, sedangkan sisanya sebesar 35,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam pengelolaan keuangan desa berperan penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan keuangan publik Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Samudra. Pravasanti. , & Kristiyanti. Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar. di tingkat desa. Kata Kunci: kinerja keuangan desa, pengelolaan keuangan, pengendalian internal, transparansi. pemerintah desa dapat mengelola sumber daya Pendahuluan Kinerja keuangan pemerintah desa merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keuangan secara lebih efisien dan bertanggung efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik di tingkat lokal. Sejak diberlakukannya Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kebijakan otonomi desa melalui Undang-Undang bahwa pengelolaan keuangan memiliki pengaruh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah desa memperoleh kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sumber daya keuangan dan Kondisi Mandasari Penelitian . tersebut menuntut pemerintah desa untuk mampu daerah berpengaruh signifikan terhadap kinerja mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan efisien guna memastikan bahwa dana desa penelitian yang dilakukan oleh Nurhaeda dan digunakan secara optimal untuk meningkatkan Tenriola . menunjukkan bahwa pengelolaan kesejahteraan masyarakat. keuangan daerah tidak berpengaruh signifikan Namun, terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Perbedaan temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban keuangan secara sistematis kinerja keuangan masih memerlukan pengujian dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. lebih lanjut. Pengelolaan keuangan yang efektif diharapkan Penelitian Pengelolaan menunjukkan hasil yang beragam. Nasution . keputusan serta mendukung terciptanya kinerja keuangan yang baik. Selain itu, transparansi dalam pemerintah daerah. Sebaliknya, penelitian yang penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik, dilakukan oleh Esni et al. menunjukkan karena keterbukaan informasi keuangan kepada bahwa transparansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. Selain itu, publik serta mendorong terciptanya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran desa. Sukmawati Susilo memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal yang memadai juga berperan kinerja keuangan organisasi, sementara penelitian penting dalam meningkatkan kinerja keuangan Ayuning Tyas dan Purwanti . menunjukkan pemerintah desa. Sistem pengendalian internal bahwa pengendalian internal tidak berpengaruh berfungsi untuk memastikan bahwa setiap aktivitas secara langsung terhadap kinerja keuangan. Selain pengelolaan keuangan dilakukan sesuai dengan Perbedaan prosedur yang telah ditetapkan, meminimalkan menunjukkan adanya research gap yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya dalam konteks meningkatkan keandalan informasi keuangan. pengelolaan keuangan di tingkat pemerintahan Dengan adanya pengendalian internal yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 31-38. terhadap kinerja keuangan. keuangan, transparansi, dan pengendalian internal Berdasarkan tinjauan teoritis ini, hipotesis yang terhadap kinerja keuangan pemerintah desa. dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai Penelitian ini mengambil objek pada Pemerintah Desa Papahan. Kecamatan Tasikmadu. Kabupaten Karanganyar. Hasil terhadap kinerja keuangan. H1: Pengelolaan keuangan berpengaruh positif pengembangan kajian akuntansi sektor publik. H2: Transparansi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. H3: Pengendalian internal berpengaruh positif khususnya terkait dengan tata kelola keuangan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, temuan penelitian ini juga Metode Penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Penelitian bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kuantitatif dengan desain survei yang bertujuan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan, transparansi, dan pengendalian internal dana desa. terhadap kinerja keuangan Desa Papahan. Desain Tinjauan Teoritis Kerangka teoritis dalam penelitian ini berfokus sistematis dan terstruktur, sehingga hasil yang pada interaksi antara pengelolaan keuangan, diperoleh dapat diolah secara statistik untuk transparansi, dan pengendalian internal terhadap mendapatkan temuan yang objektif dan dapat kinerja keuangan Desa Papahan. Dalam konteks ini, prinsip good governance sangat berperan dalam peneliti dapat mengukur hubungan antar variabel mendorong kinerja keuangan yang berkualitas. dengan lebih tepat dan menghasilkan rekomendasi Menurut (AuG20/OECD Princ. Corp. Gov. ,Ay 2. , yang berbasis data. Dengan transparansi dan akuntabilitas merupakan elemen Objek penelitian ini berfokus pada perangkat penting dalam kerangka tata kelola yang baik, yang desa dan masyarakat. Sebanyak 90 responden tidak hanya memperkuat kepercayaan publik tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan. menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila oleh (Mandasari et al. , 2. , pengelolaan keuangan berpengaruh secara signifikan Terhadap kinerja Namun, (Nurhaeda & Tenriola, 2. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui menemukan bahwa pengelolaan keuangan daerah kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertulis akan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan disebarkan kepada responden untuk memperoleh (Nasution, 2. menyatakan Transparansi informasi mengenai pendapat dan pengalaman berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sebaliknya (Esni et al. , 2. tidak menemukan transparansi, dan pengendalian internal. Kuesioner pengaruh antara transparansi terhadap kinerja ini menggunakan skala Likert untuk mengukur sikap responden terhadap setiap pernyataan. (Sukmawati Susilo, mengungkapkan bahwa pengendalian internal memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mengenai kondisi yang diteliti. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa variabel kinerja keuangan. Namun, (Ayuning Tyas & Purwanti, 2. menyatakan bahwa pengendalian Pertama, pengelolaan keuangan (X. me$ncakup internal tidak memiliki pengaruh secara langsung pe$re$ncanaan, pe$laksanaan, pe$ngawasan, dan Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Samudra. Pravasanti. , & Kristiyanti. Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar. pe$laporan se$cara e$fe$ktif. Kedua, transparansi orang . %) dan kelompok usia 50> dengan 14 (X. menunjukkan apakah pemerintah terbuka orang . %). tentang informasi keuangan. Ketiga, pengendalian Tabel Uji Validitas Pertanyaan internal (X. memastikan pemerintah bertanggung Terakhir, me$nce$rminkan ke$mampuan de$sa (Y) me$nge$lola sumbe$r daya ke$uangannya se$cara optimal yang diukur melalui aspek pengelolaan keuangan, transparansi, dan pengendalian internal. Definisi yang jelas ini akan membantu dalam pengukuran dan analisis data. Teknik penelitian ini adalah regresi linier berganda, yang bertujuan untuk menentukan pengaruh variabel independenAiyaitu Sebelum Ai R tabel 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Karena nilai r yang dihitung lebih besar dari r tabel, seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas, validitas dan reliabilitas akan dilakukan untuk data dari semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini dianggap valid. R hitung 0,462 0,674 0,569 0,539 0,587 0,477 0,672 0,706 0,638 0,649 0,541 0,612 0,641 0,690 0,672 0,496 0,534 0,483 0,594 0,650 memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, analisis asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, dan autokorelasi juga akan Tabel Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Nilai Kritis Kinerja Keuangan (Y) 0,714 0,60 Pengelolaan Keuangan (X. 0,749 0,60 Transparansi (X. 0,750 0,60 Pengendalian Internal (X. 0,704 0,60 dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan valid. Hasil dari analisis ini akan diinterpretasikan untuk menjawab pertanyaan Informasi Hasil Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel penelitian dan membahas implikasi dari temuan instrumen kuesioner tersebut dianggap reliabel yang diperoleh. karena nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70. Tabel Uji Normalitas Hasil dan Pembahasan One Sample Kolmogrov Smirnov 0,200 Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan 90 responden yang jenis kelamin menunjukkan bahwa 90 subjek penelitian, atau 100% dari total subjek penelitian, adalah laki-laki. Oleh sebab itu, dapat dikatakan Data beberapa kelompok. Kelompok usia 36-50 tahun merupakan mayoritas dengan 54 orang . %). Keterangan Lebih Besar (>) 0,05 Normal 0,05, mengindikasikan bahwa uji normalitas disalurkan Tabel Uji Multikolinearitas bahwa pria merupakan mayoritas responden riset. Berdasarkan usia, responden terbagi dalam Nilai Signifikasi terdiri dari seluruh perangkat Desa Papahan, serta ketua RT dan RW. Data responden berdasarkan Perbandingan Variabel Nilai Uji Tolerance Nilai Uji VIF Pengelolaan Keuangan 0,480 Transparansi 0,506 1,977 Pengendalian Internal 0,545 1,834 diikuti oleh kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 22 Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 31-38. Mengingat nilai tolerance > dari 0,1 dan nilai VIF bernilai nol . , maka kinerja keuangan < 10, maka, tabel 4. 4 memperlihatkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas dengan model meningkat sebesar 3,398. Nilai (Pengelolaan Keuanga. bernilai positif ( ) Dalam riset ini, autokorelasi dilakukan dengan sebesar 0,381 maka dapat diartikan bahwa jika mamakai uji Durbin Watson. Menurut uji ini, masalah autokorelasi tidak terdapat dalam model meningkat 1 satuan maka variabel Y (Kinerja regresi jika: Keuanga. akan meningkat sebesar 0,381, du < d < 4-du (Pengelolaan Keuanga. begitu pula sebaliknya. Nilai d: nilai durbin Watson hitung (Transparans. bernilai positif ( ) sebesar 0,280 du: nilai batas atas / upper durbin Watson tabel maka dapat diartikan bahwa jika variabel X2 1,7364 < 1,768 < 4 Ae 1,701 (Transparans. meningkat 1 satuan maka 1,7364 < 1,768 < 2,299 variabel Y (Kinerja Keuanga. akan meningkat Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson, model regresi bebas dari masalah autokorelasi karena sebesar 0,280, begitu pula sebaliknya. Nilai nilai Durbin-Watson yang dihitung lebih besar dari Pengendalian Interna. bernilai positif ( ) nilai batas atas tabel Durbin-Watson dan kurang sebesar 0,172 maka dapat diartikan bahwa jika dari 4 dikurangi nilai batas atas tabel Durbin- variabel X3 (Pengendalian Interna. meningkat Watson. 1 satuan maka variabel Y (Kinerja Keuanga. Tabel Analisis Linear Berganda Unstandardized Coefisien Model Std. Eror (Constan. 3,398 1,324 Pengelolaan Keuangan 0,381 0,081 Transparansi 0,280 0,080 Pengendalian Internal 0,172 0,081 akan meningkat sebesar 0,172, begitu pula Variabel Kinerja Keuangan (Y) Untuk model regresi yang ada diatas adalah sebagai berikut: Y = 3,398 0,381X1 0,280X2 0,172X3 e Keterangannya: Keterangan Model Layak Karena nilai signifikansi 0,000 < dari 0,05 atau variabel independen dianggap memiliki dampak pada variabel dependen, yang menunjukkan bahwa penelitian ini bermanfaat. Y = Kinerja Keuangan Tabel Uji t a = 3,398 Variabel Pengelolaan Keuangan (X. Transparansi (X. Pengendalian Internal (X. b1 = 0, 381 b2 = 0,280 t hitung 4,726 t tabel 1,98793 Nilai sig 0,000 Keterangan Berpengaruh 3,512 1,98793 0,001 Berpengaruh 2,116 1,98793 0,037 Berpengaruh b3 = 0,172 X1 = Pengelolaan Keuangan e = standar eror Berdasarkan dari hasil dari persamaan regresi berganda diatas, bisa dijelaskan sebagai berikut. Nilai konstanta () sebesar 3,398 dapat diartikan bila variabel pengelolaan keuangan. Untuk keterangan dari data tabel diatas sebagai X3 = Pengendalian Internal X2 = Transparansi Nilai 0,000 5%, seperti yang ditunjukkan pada tabel, maka Y = o 1x1 2x2 3x3 e Tabel Uji F hitung tabel 55,079 2,711 Pada variabel pengelolaan keuangan nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . dan signifikasi sebesar 0,000 < 0,05, atau Ho ditolak yang berarti H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Samudra. Pravasanti. , & Kristiyanti. Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar. ,000 < 0,. dari hasil tersebut kinerja keuangan. menunjukkan bahwa pada hipotesis 1 ini bisa Pada variabel transparansi nilai t hitung . Pengelolaan lebih besar dari nilai t tabel . dan signifikasi sebesar 0,001 < 0,05, atau Ho ditolak yang berarti H2 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel mengendalikan biaya, menjaga arus kas tetap stabil, transparansi terhadap kinerja keuangan. serta menghasilkan informasi keuangan yang Pada variabel pengendalian internal nilai t akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil hitung . lebih besar dari nilai t tabel tersebut juga didukung dengan hasil penelitian . dan signifikasi sebesar 0,037 < 0,05, atau yang dilakukan oleh (Nasution, 2. yang Ho ditolak yang berarti H3 diterima, artinya menyatakan bahwa jika pengelolaan eksekutif terdapat pengaruh yang signifikan antara tentang pengelolaan keuangan daerah ditingkatkan kinerja keuangan. R Square 0,811 0,658 Sebaliknya menurut (Nurhaeda & Tenriola, 2. Tabel Uji Koefisien Determinasi Adjusted R Square 0,646 menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara Std. Eror of the estimate 1,182 Data di atas, menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,646 . ,6%) yang mengartikan semakin kuat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Lalu untuk sisa nilai Adjusted R Square yang sebesar 0,354 . ,4%) dapat di peroleh dari variabel-variabel lain di luar dari variabel yang pengelolaan keuangan dan kinerja keuangan. Variabel Transparansi Dalam variabel transparansi pada Kantor Desa Papahan dapat memberikan hasil baik. Hal ini pengaruh positif dan juga dengan uji t memberikan nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . ,001 < 0,. dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada hipotesis 2 ini bisa Pembahasan Terdapat 3 variabel independen yang dipakai Transparansi kinerja keuangan karena dengan keterbukaan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan desa, dalam penelitian ini antara lain Pengelolaan masyarakat dan aparat desa dapat mengawasi penggunaan dana secara langsung, sehingga pengendalian internal (X. terhadap satu variabel mendorong akuntabilitas dan mencegah terjadinya dependen yaitu kinerja keuangan (Y) di Kantor penyalahgunaan anggaran. Hasil tersebut juga Desa Papahan. Kecamatan Tasikmadu. Kabupaten didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan Karanganyar dengan pembahasan hasilnya sebagai oleh (Karim & Mursalim, 2. yang menyatakan bahwa variabel transparansi berpengaruh positif Variabel Pengelolaan Keuangan dan signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan. (X. (X. Dalam variabel pengelolaan keuangan pada Besarnya pengaruh tersebut merupakan penentu Kantor Desa Papahan dapat memberikan hasil baik. Sedangkan pada peneltian menurut (Esni Hal ini didukung dengan hasil yang memberikan pengaruh positif dan juga dengan uji t memberikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel Variabel Pengendalian Internal Dalam variabel pengendalian internal pada Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 31-38. Kantor Desa Papahan dapat memberikan hasil baik. signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan Hal ini didukung dengan hasil yang memberikan desa, sehingga menegaskan pentingnya penerapan pengaruh positif dan juga dengan uji t memberikan tata kelola keuangan desa yang baik dalam rangka nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . ,037 < 0,. dari hasil tersebut penggunaan anggaran. menunjukkan bahwa pada hipotesis 3 ini bisa Keterbatasan Dan Saran Pengendalian Dalam pelaksanaan penelitian ini, penulis menyadari adanya beberapa keterbatasan yang pengendalian yang baik mampu memastikan dapat memengaruhi hasil penelitian. Pertama, bahwa setiap transaksi keuangan dilakukan sesuai penelitian ini hanya dilaksanakan di Desa Papahan, dengan prosedur, aturan, dan tujuan yang telah sehingga temuan yang diperoleh belum tentu dapat ditetapkan, serta dapat mendeteksi dan mencegah digeneralisasikan ke desa lain dengan karakteristik terjadinya kesalahan maupun kecurangan. Hasil yang berbeda. Kedua, penelitian menggunakan tersebut juga didukung dengan hasil penelitian (Karim & Mursalim, 2. yang menyatakan bahwa kuesioner, sehingga data yang diperoleh sangat variabel Sistem Pengendalian Internal secara parsial bergantung pada persepsi subjektif responden. Ketiga, variabel yang dianalisis terbatas pada variabel Kinerja Keuangan. Namun penelitian menurut (Ayuning Tyas Purwanti, 2. pengendalian internal, sehingga belum mencakup menyatakan bahwa variabel pengendalian internal faktor-faktor lain yang juga dapat memengaruhi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja keuangan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan yang telah dilakukan. Dengan memperluas objek dan variabel penelitian agar menghasilkan temuan yang lebih komprehensif. dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran transparansi, dan pengendalian internal memiliki dapat diberikan. Bagi pemerintah Desa Papahan, disarankan untuk terus meningkatkan kapasitas keuangan desa. Pengelolaan keuangan yang baik, mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, keuangan melalui pelatihan dan pendampingan dan pengawasan anggaran secara efisien dan teknis yang berkelanjutan, seluruh proses keuangan berjalan sesuai prinsip keuangan desa. Selain itu, transparansi dalam akuntabilitas dan transparansi. Bagi masyarakat, diharapkan dapat lebih aktif dalam mengakses dan masyarakat, mendorong partisipasi publik dan berpartisipasi dalam forum musyawarah desa guna memberikan masukan dan pengawasan terhadap pemerintah desa. pelaksanaan anggaran. Bagi peneliti selanjutnya. Pengendalian internal yang memadai juga menambahkan variabel lain, seperti partisipasi efisiensi dan akurasi laporan keuangan. Secara masyarakat, sistem informasi keuangan, atau keseluruhan, ketiga variabel independen tersebut pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja terbukti secara simultan memberikan kontribusi keuangan desa, untuk mendapatkan pemahaman Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. berperan penting dalam meminimalkan risiko Samudra. Pravasanti. , & Kristiyanti. Pengelolaan Keuangan. Transparansi, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Keuangan Desa: Studi pada Pemerintah Desa Papahan Kabupaten Karanganyar. yang lebih mendalam. Ucapan Terimakasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada terselesaikannya artikel ini, terutama kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan masukan yang berharga. Kantor Desa Papahan atas izin dan bantuannya selama pengumpulan data, serta para responden yang telah berpartisipasi. Ucapan terima rekan-rekan memberikan dukungan moril maupun teknis selama proses penulisan. Daftar Pustaka