MALLOMO: Journal of Community Service https://jurnal. id/mallomo/index Vol 5. No, 2. Juni 2025, pp 578ISSN: 2774-7220 . Edukasi Pemanfaatan Trichoderma sp. Indigenus Gorontalo dalam Mendukung Pertanian Organik di Desa Tunggulo Kabupaten Bone Bolango Siska Irhamnawati Pulogu1*. Rida Iswati1. Tasya Idrus1 1* Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo Email: siska_pulogu@ung. Artikel info Abstract. Trichoderma sp. indigenus Gorontalo is a local microorganism that functions as a biological agent for controlling plant diseases, enhancing plant growth, and acting as a decomposer. This educational activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer groups in Tunggulo Village. Bone Bolango Regency, in utilizing Trichoderma sp. indigenus Gorontalo as a biological agent to support organic farming. The activity was conducted through counseling sessions, group discussions, and field demonstrations of Trichoderma application on corn crops, with active participation from all attendees. The results of the outreach showed an increase in participantsAo understanding of the benefits of Trichoderma sp. indigenus Gorontalo. Field demonstrations revealed better plant growth responses in plots treated with Trichoderma compared to the control. This activity demonstrated that hands-on education can effectively promote the adoption of environmentally friendly, locally-based biological technologies, and has the potential to strengthen sustainable organic farming systems at the farmer level. Keywords: Abstract. Trichoderma sp. indigenus Gorontalo merupakan mikroorganisme lokal yang berfungsi sebagai agen hayati dalam pengendalian penyakit tanaman, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan dekomposer. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Desa Tunggulo. Kabupaten Bone Bolango, dalam memanfaatkan Trichoderma sp. indigenus Gorontalo sebagai agen hayati pendukung pertanian organik. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, diskusi dan demonstrasi aplikasi Trichoderma sp. di lahan tanaman jagung serta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat Trichoderma sp. indigenus Gorontalo. Demonstrasi lapangan memperlihatkan respon pertumbuhan tanaman yang lebih baik pada perlakuan Trichoderma sp. indigenus Gorontalo dibandingkan kontrol. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik dapat mendorong adopsi teknologi agen hayati lokal yang efektif, ramah lingkungan, dan berpotensi memperkuat sistem pertanian organik berkelanjutan di tingkat petani. Coresponden author: Email: siska_pulogu@ung. 579 | MALLOMO: Journal of Community Service Edukasi. Pemanfaatan. Pertanian Organik. Trichoderma sp. artikel dengan akses terbuka di bawah lisensi CC BY -4. Pendahuluan Pertanian organik menjadi pendekatan budidaya yang semakin relevan dalam menjawab tantangan degradasi lingkungan, penurunan kesuburan tanah, dan pencemaran akibat penggunaan input kimia sintetis yang berlebihan. Sistem pertanian ini menekankan pada prinsip keberlanjutan, keseimbangan ekosistem, dan penggunaan sumber daya lokal secara bijak. Salah satu upaya mendasar dalam mendukung pertanian organik adalah dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, yang sering kali meninggalkan residu dan berdampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan manusia (Siregar, 2. Dalam sistem pertanian organik, peran mikroorganisme tanah sangat penting karena mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami, menekan pertumbuhan patogen tular tanah, serta memperbaiki struktur tanah. Salah satu mikroorganisme yang telah banyak dikaji dan terbukti efektif adalah Trichoderma sp. Jamur ini dikenal sebagai agen hayati yang memiliki kemampuan sebagai dekomposer bahan organik sekaligus pengendali hayati terhadap berbagai penyakit tanaman. Keunggulannya terletak pada kemampuannya menghasilkan enzim-enzim lisis, bersifat antagonistik terhadap patogen, serta mendorong pertumbuhan tanaman melalui stimulasi hormon (Doo et al. Trichoderma sp. indigenus Gorontalo merupakan isolat lokal yang berasal dari tanah pertanian di wilayah Gorontalo, dan memiliki adaptasi lingkungan yang lebih baik dibandingkan isolat luar. Keunggulan spesifik dari Trichoderma lokal ini terletak pada efisiensi dekomposisi bahan organik, kecepatan pertumbuhan koloni, dan potensi antagonisme terhadap patogen penyebab penyakit tanaman yang umum ditemukan di lahan pertanian lokal (Iswati et al. , 2. Namun, hingga saat ini, pemanfaatan Trichoderma indigenus masih terbatas, terutama di kalangan petani di pedesaan yang belum mendapatkan edukasi dan pendampingan yang memadai. Desa Tunggulo di Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu wilayah pertanian yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sistem pertanian organik. Sayangnya, sebagian besar petani di desa ini masih mengandalkan pupuk anorganik dan pestisida kimia dalam budidaya tanaman. Edukasi mengenai pemanfaatan Trichoderma sp. indigenus sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, petani diharapkan mampu memproduksi dan mengaplikasikan Trichoderma sebagai bio-input secara mandiri. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan petani di Desa Tunggulo dapat memahami manfaat ekologis dan ekonomis dari Trichoderma sp. indigenus Gorontalo, serta mampu mengintegrasikannya dalam sistem pertanian organik yang lebih sehat dan produktif. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam menghasilkan bio-input dari sumber daya lokal. Edukasi berbasis praktik lapangan akan menjadi pendekatan utama agar transfer pengetahuan berjalan efektif dan aplikatif di tingkat petani. 580 | MALLOMO: Journal of Community Service Metode Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif yang menekankan pada keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi kelompok, serta pelatihan praktik langsung. Seluruh kegiatan dirancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh petani secara mandiri sesuai dengan kondisi Peserta kegiatan pengabdian terdiri dari pendidik professional, mahasiswa, penyuluh pertanian, aparat desa, dan kelompok tani beringin 2. Pelaksanaan diawali dengan kegiatan penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi, yang membahas tentang pertanian organik, peran mikroorganisme tanah, serta potensi Trichoderma sp. indigenus sebagai agen hayati dan dekomposer, materi dilengkapi contoh produk Trichoderma sp. indigenus Gorontalo. Selanjutnya dilakukan demonstrasi cara aplikasi produk Trichoderma sp. indigenus Gorontalo pada lahan tanaman jagung milik anggota kelompok tani Beringin 2. Aplikasi Trichoderma sp. 5 -10 gram / tanaman dengan cara membenamkan di sekitar perakaran tanaman (Lihawa et al. , 2. Petani diajak untuk mengamati perbedaan pertumbuhan dan kesehatan tanaman dengan dan tanpa Hasil Dan Pembahasan Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan Trichoderma sp. indigenus Gorontalo dalam mendukung pertanian organik di Desa Tunggulo telah terlaksana dengan baik dan memperoleh respons positif dari peserta. Penyuluhan diikuti oleh ketua dan anggota kelompok petani Beringin 2 yang tergabung dalam kelompok tani aktif di wilayah tersebut (Gambar . Secara umum, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap konsep pertanian organik serta pemanfaatan mikroorganisme lokal sebagai bio-input pertanian. Gambar 1. Tim Pengabdian menyampaikan Materi tentang Trichoderma sp indigenus Gorontalo Kegiatan pengabdian diawali dengan penyampaian materi dan diskusi, mengingat sebagian besar peserta belum mengenal fungsi dan manfaat Trichoderma sp indigenus Gorontalo sebagai agen Penyampaian materi tentang deskripsi beberapa jenis Trichoderma sp. indigenus Gorontalo, peran jamur tersebut dalam menekan penyakit hawar pelepah tanaman jagung, meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dengan menghasilkan hormon IAA . ndole asetat aci. Selain itu. Trichoderma sp. indigenus Gorontalo dapat mempercepat dekomposisi bahan organik terutama dari limbah tanaman (Iswati et al. , 2. Hasil kegiatan pengabdian sebelumnya, kelompok Wanita Tani 581 | MALLOMO: Journal of Community Service (KWT) Desa Bongohulawa Kabupaten Bone Bolango telah memanfaatkan Trichoderma sp. Gorontalo untuk mengurai sampah organik rumah tangga organik menjadi Trichokompos (Pulogu et al. , 2. Menurut Hartati et al. , . Trichokompos sebagai bahan organik . imbah organi. yang mengandung jamur Trichoderma sp dan berperan dalam menyediakan unsur hara penting bagi Dari hasil penjelasan materi tersebut, sebagian peserta telah mengenal dan memahami agen hayati Trichoderma sp. berasal dari Gorontalo yang dapat mendukung kegiatan petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia dalam mengendalikan penyakit tanaman jagung. Adam et al. , . mengemukakan bahwa aplikasi Trichoderma asperellum mampu menekan perkembangan penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solan. tanaman jagung. Gambar 2. Kegiatan aplikasi Trichoderma sp. indigenus Gorontalo di lahan tanaman jagung Aplikasi Trichoderma sp. indigenus Gorontalo di lahan percobaan sederhana ketika tanaman jagung berumur 2 MST . inggu setelah tanama. sebagai gambaran visual yang kuat bagi peserta kegiatan pengabdian (Gambar . Pengamatan tanaman dilaksanakan seminggu setelah aplikasi Trichoderma sp. indigenus Gorontalo yang menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dan daun yang lebih hijau dibandingkan tanaman tanpa perlakuan. Observasi ini memperkuat keyakinan petani bahwa penggunaan Trichoderma sp. sebelum tanam dan 2 minggu setelah tanam dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman serta dapat mengendalikan penyakit tanaman secara alami dan lebih ramah lingkungan. Hasil ini sesuai dengan kegiatan pengabdian Lihawa et al. bahwa aplikasi biopestisida berupa massa Trichoderma sp. pada tanaman cabai menunjukkan ketahanan terhadap serangan organisme penganggu tanaman dan meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman. Demikian pula. Wartabone et al. , . menguji Trichoderma brevicompectum asal Gorontalo berpotensi meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai Secara keseluruhan, penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, tetapi juga mendorong semangat mereka untuk mengadopsi praktik pertanian organik berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pertanian di Desa Tunggulo menuju sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Simpulan Dan Saran Kegiatan edukasi pemanfaatan Trichoderma sp. indigenus Gorontalo dalam mendukung pertanian organik di Desa Tunggulo. Kabupaten Bone Bolango. telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani terhadap pentingnya penggunaan agen 582 | MALLOMO: Journal of Community Service hayati lokal sebagai alternatif pengganti pestisida kimia. Hasil demonstrasi menunjukkan bahwa penggunaan Trichoderma sp. indigenus Gorontalo memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman dan potensi pengendalian penyakit tular tanah. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong transformasi sistem pertanian masyarakat menuju pertanian organik yang lebih berkelanjutan, berbasis potensi lokal, dan memperkuat kemandirian petani dalam pengelolaan agroekosistem yang sehat dan produktif. Ucapan Terima Kasih