Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Kontribusi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sebagai Upaya Menurunkan Stunting di TK ABA Kemantren Kraton Evi Wahyuntari *. Armenia Diahsari. Agung Nugroho Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta email: evi. wahyuntari@unisayogya. Abstract Stunting is one of the health problems in Indonesia. The ABA Kindergarten Teachers Association (IGABA) of Kemantren Kraton in terms of overcoming stunting by targeting indirect causes that are generally outside of health issues through UKS activities. Objective: to optimize UKS as an effort to prevent stunting. Method: Community Development Methods, targeting IGABA in Kemantren Kraton, as many as 2 participants. The activity was carried out through identification of UKS indicators, teacher training related to measuring children's anthropometry, interpretation of nutritional status using WHO Anthro. P3K and P3P. Results: The activity was carried out well with the results of increasing knowledge before training 70 and increasing to 98, and available data on interpretation of good nutritional status 148 . %). Conclusion: Improving teacher skills in managing UKS as an effort to prevent child stunting. Keywords: UKS. Sunting. Kindergarten_teachers Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Ikatan Guru TK ABA (IGABA) Kemantren Kraton dalam hal penanggulangan stunting dengan menyasar penyebab tidak langsung yang umumnya diluar persoalan Kesehatan melalui kegiatan UKS. Tujuan: mengoptimalkan UKS sebagai upaya pencagahan stunting. Metode: Community Development Methods, dengan sasaran IGABA di Kemantren Kraton, sebanyak 2 peserta. Kegiatan dilaksankan melalui identifikasi indikator UKS, pelatihan guru terkait dengan pengukuran atropometri anak, interpretasi status gizi menggunakan WHO Antro. P3Kdan P3P. Hasil: Kegiatan terlaksana dengan baik dengan hasil peningkatan pengetahuan sebelum pelatihan 70 dan meningkat mejadi 98, serta tersedia data interpretasi status gizi baik 148 . %). Simpulan: Peningkatan ketrampilan guru dalam pengelolaan UKS sebagi upaya pencegahan stunting anak. Kata Kunci: UKS. Stunting. Guru_TK PENDAHULUAN Stunting merupakan masalah didunia dan Indonesia dengan target Sustainable Development Goals (SDG. menghapus semua bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030 dengan target 0% di Indonesia. Prevalensi kejadian stunting pada tahun 2017 sebesar 22,2% ( 150,8 jut. balita di Di Indonesia sendiri menempati urutan ke tiga tertinggi di Asia Tenggara dengan rata-rata prevalensi stunting 36,4% . Kasus stunting di D. Yogkarta pada tahun 2022 mencapai 13,8% melebihi https://doi. org/10. 37859/jpumri. prevelansi target nasional yaitu 14%, namun. Kota Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan cakupan keluarga risiko stunting tertinggi dengan angka 33 persen. Kota Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan cakupan keluarga risiko stunting tertinggi dengan angka 33 persen . Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah stunting salah satunya Dinas Kesehatan kota Yogyakarta melalui Perwal No. 41 tahun 2021 tentang RAD 8000 Hari Pertama Kehidupan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 dimana intervensi ini mampu mengambil peran 70% dalam hal penanggulangan stunting dengan menyasar penyebab tidak umumnya diluar persoalan Kesehatan . Kegiatan yang dilakukan salah satunya dengan melakukan kemitraan di sekolah melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) . Upaya yang biasa dilakukan dengan mengembangkan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan peserta didik . Dalam bidang pendidikan kesehatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstra Pelaksanaan kesehatan melalui pemberian imunisasi dan obat cacing, sedangkan dari segi pembinaan melengkapi sarana prasarana PHBS seperti air bersih, toilet, tempat cuci tangan serta guru berperan dalam pemeliharaan kesehatan anak melalui area preventif dengan membiasakan cuci tangan sebelum dans esudah makan, dan menyediakan lingkungan sehat . Berdasarkan observasi yang dilakukan tim pengabdian dan juga hasil wawancara dengan mitra. Aisyiyah sangat mendukung peningkatan Kesehatan bagi seluruh warga negara melalui Gerakan 'Aisyiyah Sehat (Gras. meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap individu dan kelompok masyarakat, untuk hidup sehat, dalam bingkai nilai-nilai Islam. Program GRASS dalam percepatan penuruan stunting diantaranya program Gizi. Stunting dan PHBS . Melalui perkumpulan guru TK AoAisyiyah yang dikenal IGABA (Ikatan Guru TK AoAisyiyah Bustanul Athfa. dibawah Pimpinan Cabang Aisyiyah Kraton dan dikelola oleh majelis pendidikan dasar bekerjasama dengan majelis kesehatan merupakan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 pembinaan terutama dalam hal kesehatan khususnya dalam pencegahan stunting dengan sasaran fokus anak usia pra sekolah. Selain itu potensi yang dimiliki IGABA diantaranya jaringan TK ABA yang memberikan pembinaan terutama dalam hal kesehatan khususnya dalam pencegahan stunting dengan sasaran fokus anak usia pra Kemantren Kraton IGABA beranggotakan 6 TK dan 1 Kelompok bermain engan jumlah total guru 29 dan anak didik 210 siswa. Tujuan pengabdian Kontribusi UKS mengintegrasikan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kemantren Kraton. BAHAN DAN METODE Pengabdian Masyarakat menggunakan Community Development Methods, dengan sasaran adalah guru TK ABA di Kemantren Kraton Yogyakarta yang termasuk dalam organisasi Ikatan Guru TK ABA (IGABA) di Kemantren Kraton Yogyakarta. Peserta kegiatan berjumlah . Pengabdian dilaksanakan melalui Sosialisasi dan identifikasi setiap aspek indikator UKS. Peningkatan pengetahuan Pendidikan Kesehatan (Peninjauan RPP dengan mengintegrasikan kegiatan Kurikuler dan Pelajaran PHBS, materi stunting pada anak dan Pendidikan Kesehatan reproduksi pada anak usia dini. Pelatihan guru terkait dengan deteksi pertumbuhan siswa melalui pengukuran status gizi anak. Refreshing materi edukasi gizi pada ana. Responden diberikan kuesioner pre tes dan pos tes untuk mengukur Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Data hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan mean score, untuk mengetahui perbedaan hasil evaluasi hasil pelatihan sebelum dan setelah rangkaian kegiatan dengan upaya pencegahan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui Sosialisasi dan identifikasi setiap aspek indikator UKS. Pelatihan guru terkait dengan deteksi pertumbuhan siswa melalui pengukuran status gizi anak. Refreshing materi edukasi gizi pada ana. Kegiatan dihadiri oleh 24 guru yang berasal dari 7 TK ABA Kemantren Kraton. Adapun karakteristik peserta Guru TK ABA Kematren Kraton sebagai berikut: Tabel 1. Karakteristik Peserta Karakteristik Usia 20-35 tahun Ou35 tahun Pendidikan Sarjana Lama Bekerja 5-10 Tahun Ou10 tahun Jumlah p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 melatih guru melakukan pengukuran BB dan TB dengan benar. Sebelum diberikan pelatihan, guru diberikan materi terkiat dengan peran guru dalam Pelaksnaan pelatihan pengukuran BB dan TB didapatkan hasil bahwa guru sudah bisa melakukan dengan tepat, hanya saja untuk prasarana belum semua nya sesuai standar seperti penggunaan satur meter belum semua TK ada dan timbangan masih ada yang manual. Selain itu juga pennaganan pertama pada anak sakit dan pada kasus kecelakaan. 4 ( 18,2%) ,8%) ,6% ,4%) Tabel 1 menunjukkan bahwa peserta yang terlibat dalam pengabdian ini mayoritas berusia Ou 35 tahun tahun sebanyak 18 . ,8%), dengan latar Pendidikan sarjana . %) serta lama bekerja Ou 10 tahun sebanyak 19 . ,4%). Sebelum workshop dimulai diberikan soal pretest terkait dengan pengetahuan tentang gizi dan stunting pada anak dan setelah workshop selesai diberikan posttest dengan soal yang sama. Pelaksanaan kegiatan meliputi: Sosialisasi dan identifikasi setiap aspek indikator UKS Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2024 di TK ABA Suryocondro. Peserta kueisoner indikator UKS untuk di centang melihat kondisi saat ini TK masuk dalam kategori minimal, standar, optimal atau paripurna. Berdasarkan hasil rekap yang di dapatkan dari 6 TK masuk dalam kategori minimal. Setelah dilakukan sosialisi indikator UKS, kegiatan selanjutnya adalah https://doi. org/10. 37859/jpumri. Gambar 1. Pelatihan Guru TK ABA Kemantren Kraton Kegiatan selanjutnya adalah pengunaan WHO antro dengan tujuan memudahkan dalam koleksi data serta guru mengetahui interpretasi hasil status gizi peserta didik. Dalam kegiatan ini dilakukan dengan pengenalan dan menginstal aplikasi ke laptop guru, selanjutnya memasukan data dalam WHO Antro. Karena keterbatasan waktu dan masih banyak peserta yang belum bisa, sehingga dilakukan pendampingan secara intensif yaitu tim datang ke TK untuk mendampingi dan memastikan guru mampu dan bisa menggunakan aplikasi tersebut. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Gambar2. Pendampingan WHO Antro Hasil pretest dan posttest evaluasi tingkat pengetahuan gizi dan stunting pada anak disajikan dalam tabel berikut: Gambar 3. Tingkat pengetahuan gizi dan stunting pada anak PEMBAHASAN Peserta pengabdian ini adalah Guru TK ABA yang tergabung dalam organisasi Guru TK ABA (IGABA) Kemantren Kraton. Karakteristik peserta mayoritas kelompok > 35 tahun, dengan masa kerja lebih dari 10 tahun dan semua guru Pengalaman mengajar guru di dapatkan dari lama bekerja, sehingga akan menghasilkan profesionelisme dalam mendidik. Hasil penelitian Wiranti. Reni . didapatkan bahwa pengalaman mengajar guru berpengaruh terhadap profeisonalisme guru dalam mengajar sehingga akan berkulaitas dalm memberikan pengajaran kepada peserta didik . Menurut UU Guru dan dosen No. 14 Tahun 2005 . salah satu standar minimal Pendidikan guru TK adalah Sarjana, dimana semua guru di TK ABA Kemantren Kraton sudah sesuai dengan kualifikasi Pendidikan. Kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan terkait dengan optimalisasi peran UKS dalam penurunan Hasil pre dan post tes di dapatkan kenaikan skor pada peserta pelatihan setelah diberikan pelatatihan. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan pelatiahn oleh tim di TK ABA Kapanewon Gamping pada tahun 2023, dimana guru diberikan pelatihan pelatihan terkait dengan kurikulum MBKM . Pelatihan yang diberikan kepada guru TK merupakan upaya peningkatan kemmapuan dan ketrampilan guru dalam melakukan skrining eprmaslahn gizi pada anak, harapanya guru akan tahu dan mampu permaslahan gizi peserta didik. Pelaksanaan kegiatan selanjutnaya dengan melakukan Interpretasi gizi dari hasil pengukuran BB dan TB peserta didik. Sebelumnya peserta di berikan pelatihan pengukuran BB dan TB dengan benar dan menggunakan alat yang terstandar. Tujuanya adalah menghasilkan data pengukuran yang akurat sehingga akan menghasilkan interpretasi data status gizi anak yang tepat. Kegiatan ini peserta diminta mempraktekan cara mengukur BB dan TB yang benar setelah diberikan cara dan cheklis penggunaan dan pengukuran BB dan TB. Selain itu, peserta diberikan alat penunjang pengukuran BB dan TB yang terstandar. Hasil pengukuran sebagai basis data atropometri BB dan TB sebagai salah satu indikator dalam menentukan penilaian status gizi anak dan tren pertumbuhan anak yang terdiri dari BB/U. TB/U atau PB/U BB/TB atau BB/PB dan IMT/U . Hasil pengukuran atropomteri dimasukan ke dalam aplikasi WHO Antro yang dikembangkan sebagai salah satu aplikasi yang digunakan untuk pemantauan pertumbuhan dengan memasukan data hasil pengukuran berat badan, tinggi badan dan umur anak. WHO Anthro adalah software untuk memfasilitasi penerapan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan motorik pada individu dan populasi anak-anak sampai umur 5 tahun dan anak usia 0-19 tahun menggunakan WHO Anthro plus. Hasil penelitian di dapatkan bahwa guru TK yang diberikan pelatihan WHO Antro https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 mempermudah memperoleh data status gizi anak . Berdasarkan hasil pengukuran di dapatkan 148 . %) dengan status gizi baik, 1 . Stunting. Faktor risiko stunting di antaranya adalah berdasarkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tidak mendapatkan ASI ekslusif, diare, penyakit infeksi, sedangkan pendidikan, pendapatan dan ketersediaan air bersih . Stunting disebabkan karena tidak terpenuhinya gizi dalam kurun waktu lama dan berdampak terhadap tinggi badan. Upaya yang dilakukan dengan memantau kenaian berat badan setiap bulan, sebagai indikator kecukupan gizi. Bila di dapatkan kekurangan gizi, bisa diberikan intervensi dini untuk mencegah stunting. Hasil pengisian indikator UKS dari 6 TK dan 1 KB anggota IGABA Kemantren Kraton didapatkan bahwa bahwa dalam katergori standar. Kategori standar yang dimaksudkan harus mencakup indikator Kesehatan. Kesehatan, pembinaan lingkunagn sekolah sehatn dan manajeman UKS . Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah memberikan bekal ketrampilan guru pada kasus P3K dan P3P. Tujuan kegiatan ini adalah guru mampu memberikan pertolongan pertama sesui kasus dan meminimalisir perburukan/cedera pada penyakit atau kecelakaan. P3P atau pertolongan pertama pada penyakit berkaitan dengan kasus yang sering terjadi pada sekolah dalam hal ini TK seperti demam, diare, pusing dan lainny, sedangkan P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang sering terjadi di TK seperti Jatuh, luka, dan lainnya. Cedera sering terjadi pada anak disekolah, karena anak menghabiskan banyak waktu dalam kegiatan keseharian anak di lingkungan Implementasi dari P3P dan P3K ini penting untuk anak mendapatkan perawatan atau pengobatan lebih awal (Direktorat Jenderal Pau. Pelatihan kepada guru TK penting dilakukan seperti kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Nuriatullizan, dkk . bahwa meningkatkan keterampilan guru dan kepercayaan diri untuk melakukan penanganan cedera yang terjadi pada anak Kegiatan pelatihan P3P dan P3K yang dilakukan tim di TK ABA Kemantren Keraton dengan penyampaian materi P3P dan P3K, demonstrasi pertolongan pertama, diskusi bersama. Pelatihan P3P dan P3K sebaiknya tidak hanya disampaikan pada guru saja tetapi anak-anak dan semua orang yang ada lingkungan sekolah juga penting untuk mendapatkan sosialisasi atau pelatihan terkait dengan P3P dan P3K. Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Vita . bahwa gambaran dari pengetahuan dan sikap siswa dan guru terkait dengan penanganan pertama cedera sudah baik sehingga perlu untuk peningkatan keterampilan guru dengan kegiatan pelatihan terkait dengan P3K Selain itu, kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Rachmadini, dkk . dengan memberikan sosialisasi penanganan cedera pada anak salah satunya yaitu penanganan luka terbuka. Hasil dari kegiatan tersebut mendapatkan gambaran bahwa beberapa anak belum memahami penanganan luka terbuka dengan baik dan Terlibatnya anak dan semua pihak disekolah penting dalam meningkatkan kesehatan, mutu pendidikan dan prestasi belajar anak yang dalam hal ini P3K dan P3P merupakan bagian dari Trias UKS. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan dengan melibatkan 6 TK dan 1 KB anggota IGABA Kemantern Kraton Yogyakarta dalam rangkaian UKS pencegahan stunting. Hasil evaluasi telah terbukti bahwa terjadi peningkatan skor sebelum dan setelah kegiatan pengabdian. Diharapkan seluruh anggota IGABA dalam mampu melakukan skrining kejadian stunting pada peserta didik melalui kegiatan UKS. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kami sampaikan kepada: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan pada program pengabdian kemitraan tahun 2023 ini. Rektor Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang telah mendukung pelaksanaan . LPPM Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang menfasilitasi pengabdian. Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kraton. Ketua Ikatan Guru TKA ABA (IGABA) Kraton. Seluruh peserta pelatihan yang telah terlibat aktif dalam pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA